Kamis, 19 Februari 2026

​Seni "Ping-Pong" Dinas Bojonegoro: Pohon Rimbun Lettu Suyitno Tunggu Korban atau Tunggu Anggaran?




​BOJONEGORO, MCE – Warga Dusun Jantur, Desa Mulyoagung, sepertinya harus memiliki tingkat kesabaran setebal aspal jalan. Bagaimana tidak? Niat baik warga melaporkan pohon-pohon raksasa yang sudah "invasi" ke area penerangan jalan di sepanjang Jalan Lettu Suyitno justru berujung pada olahraga tak terduga: Ping-Pong birokrasi. Kamis (19/2/2026). 


​Setidaknya ada tiga titik di ruas jalan tersebut yang kondisinya kian memprihatinkan. Pohon-pohon yang tumbuh subur dan terlalu rimbun ini bukan lagi sekadar pemandangan hijau, melainkan ancaman nyata. Selain menutupi lampu penerangan jalan umum (PJU) yang membuat suasana malam bak syuting film horor, ranting-ranting besarnya mulai membayangi keselamatan pengguna jalan di tengah cuaca ekstrem.


​Ketidakpastian ini nyatanya sudah berlangsung cukup lama. Warga diketahui sudah berinisiatif melapor sejak akhir Desember lalu. Namun, hingga memasuki pertengahan Februari ini, belum ada satu pun petugas yang terlihat membawa gergaji mesin atau tangga di lokasi.


​Alih-alih aksi cepat tanggap, warga justru diajak "berwisata" antar instansi. Upaya warga mengadu ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro hanya membuahkan arahan untuk bergeser ke Dinas Pekerjaan Umum (PU). Namun, setibanya di sana, hasilnya pun masih nol besar. Dua bulan berlalu, laporan tersebut seolah terkubur di bawah tumpukan berkas meja dinas.


​Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Saat ini wilayah Bojonegoro kerap diguyur hujan lebat disertai angin kencang. Pohon yang rimbun dan berat tersebut berpotensi besar untuk tumbang atau dahannya patah menimpa kabel listrik maupun pengendara yang melintas.


​"Kami sudah lapor sejak akhir Desember, sekarang sudah pertengahan Februari. Disuruh ke sana-sini seperti bola ping-pong, tapi pohonnya tetap makin besar dan bahaya kalau ada angin kencang. Apa harus tunggu ada korban dulu baru bergerak?" keluh salah satu warga dengan nada getir.


​Fenomena saling lempar kewenangan ini seolah menjadi ironi di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur di Bojonegoro. Masyarakat Dusun Jantur hanya berharap satu hal sederhana: Eksekusi nyata sebelum hujan badai berikutnya datang.


​Hingga berita ini diturunkan, pohon-pohon di Lettu Suyitno masih kokoh berdiri, rimbun menutupi cahaya, dan menjadi saksi bisu betapa lambatnya koordinasi antar dinas dalam urusan nyawa warga. (bp). 

Artikel Terkait

​Seni "Ping-Pong" Dinas Bojonegoro: Pohon Rimbun Lettu Suyitno Tunggu Korban atau Tunggu Anggaran?
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berita Terbaru