Tampilkan postingan dengan label ahy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ahy. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2026

​Wujudkan Program 3 Juta Rumah, Menko AHY Canangkan Hunian Modern Terintegrasi di Stasiun Manggarai




JAKARTA, MCE - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan komitmen pemerintah dalam mengakselerasi Program 3 Juta Rumah melalui pengembangan konsep Transit Oriented Development (TOD). Langkah ini diwujudkan lewat pencanangan pembangunan hunian terintegrasi di kawasan strategis Stasiun Manggarai, Jakarta, pada Senin (16/3/2026).


Proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan keadilan hunian bagi rakyat. Menko AHY menyebutkan bahwa hunian berbasis TOD adalah solusi cerdas untuk menekan angka housing backlog sekaligus meningkatkan efisiensi mobilisasi masyarakat perkotaan.


​"Kami ingin memastikan masyarakat, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), memiliki akses terhadap hunian yang layak, terjangkau, dan dekat dengan pusat transportasi. Ini adalah langkah konkret menggerakkan ekonomi rakyat melalui sektor konstruksi," ujar Menko AHY.


​Proyek Rusun MBR Manggarai ini akan dilaksanakan dalam dua tahap utama dengan manajemen konstruksi yang terukur:
​- Blok G: Konstruksi dimulai Agustus 2026, dengan target serah terima unit pada Mei–Agustus 2027.
​- Blok F: Konstruksi dimulai Oktober 2026, dengan target serah terima unit pada Desember 2027–Februari 2028.


​Estimasi durasi pembangunan yang berkisar antara 10 hingga 15 bulan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengejar target penyediaan rumah rakyat secara cepat namun tetap berkualitas.


​Pencanangan ini menjadi simbol soliditas kabinet dalam membangun infrastruktur kerakyatan. Turut hadir mendampingi Menko AHY dalam seremoni tersebut, di antaranya:
​- Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi;
​- Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo;
​- Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah;
​- Petinggi dari Danantara, BPBUMN, hingga Direktur Utama PT KAI.


​Kehadiran jajaran Staf Khusus dan Deputi Kemenko Infrastruktur, termasuk nama-nama populer seperti Merry Riana dan Herzaky Mahendra Putra, mempertegas bahwa komunikasi publik dan kerja sama antarlembaga menjadi kunci utama keberhasilan proyek strategis nasional ini.


​Dengan integrasi hunian dan transportasi (TOD), Manggarai diproyeksikan tidak hanya menjadi titik transit kereta api tersibuk, tetapi juga pusat peradaban baru bagi warga Jakarta yang produktif dan modern. (bp). 

Selasa, 03 Februari 2026

Kawal Visi Presiden, Menko AHY Targetkan Sinergi Pusat-Daerah Jadi Motor Percepatan Nasional




BOGOR, MCE – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa integrasi antara pemerintah pusat dan daerah bukan lagi pilihan, melainkan syarat mutlak. Hal ini disampaikan AHY dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Senin (2/2/2026).


​Hadir mendampingi Presiden Prabowo Subianto yang membuka acara secara resmi, Menko AHY menyoroti pentingnya menerjemahkan visi besar Presiden ke dalam langkah konkret di lapangan. Menurutnya, hambatan pembangunan seringkali terjadi akibat adanya sekat birokrasi antara pusat dan daerah.


​"Presiden menekankan keselarasan visi dan konsistensi kebijakan sebagai kunci. Rakornas ini adalah ruang untuk memastikan pembangunan nasional tidak hanya berhenti di atas kertas, tapi menghadirkan lompatan nyata di seluruh pelosok Indonesia," tegas AHY.


​Fokus utama pembangunan ke depan akan dipusatkan pada penguatan kedaulatan pangan, kemandirian energi, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui infrastruktur yang terintegrasi. (bp). 

Jumat, 14 November 2025

​Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi: Janji Infrastruktur yang Menyentuh Denyut Nadi Rakyat




​BANYUWANGI, MCE - Langkah strategis demi penguatan infrastruktur ekonomi rakyat kembali ditunjukkan oleh Pemerintah. Kali ini, fokus tertuju pada denyut nadi perdagangan daerah: Pasar Induk Banyuwangi. Sabtu (15/11/2025). 


​Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tak sekadar menerima laporan di meja kerja. Beliau memilih untuk meninjau langsung progres revitalisasi di lapangan, sebuah gestur yang mempertegas keseriusan dan komitmen. Kunjungan ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan validasi bahwa pasar tradisional—yang seringkali terabaikan—kini diposisikan sebagai ruang ekonomi yang layak, nyaman, dan modern bagi para pelaku usaha kecil dan menengah.


​Dalam tinjauannya, Menko AHY menyampaikan sebuah visi yang lebih dari sekadar perbaikan fisik. Revitalisasi ini, menurutnya, adalah katalisator untuk menggeliatkan kembali roda perekonomian masyarakat Banyuwangi secara menyeluruh. Pasar yang bersih, tertata, dan aman akan menjadi magnet baru.


​"Kami berharap revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi mampu menjadi pemicu peningkatan interaksi yang lebih nyaman, aman, dan produktif antara pedagang dan pembeli," ujar Menko AHY. "Ketika fasilitasnya memadai, kenyamanan bertransaksi meningkat, maka secara otomatis akan mendorong volume perdagangan dan pada akhirnya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh."


​Pasar rakyat adalah tulang punggung kemandirian ekonomi daerah. Dengan memodernisasi infrastruktur ini, Pemerintah tengah menanamkan investasi jangka panjang pada sektor perdagangan rakyat. Ini adalah langkah konkret dalam membangun pondasi ekonomi dari bawah, memastikan bahwa modernisasi tidak hanya berpusat di ibu kota, tetapi menyentuh langsung kehidupan para pedagang yang merupakan pahlawan ekonomi harian bangsa.


​Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, di bawah koordinasi AHY, menjadi simbol bahwa pasar tradisional akan bertransformasi dari citra kumuh dan becek menjadi jantung ekonomi lokal yang berdaya saing di era modern. (bp). 

Kamis, 13 November 2025

​AHY Pimpin Misi Konektivitas Nasional: Logistik Berdaya Saing, Kunci Pemerataan Kesejahteraan




​
​JAKARTA, MCE – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa tantangan utama Indonesia saat ini adalah mentransformasi konektivitas menjadi motor penggerak utama pemerataan kesejahteraan. Bukan sekadar membangun fisik, tetapi menciptakan sistem logistik yang berdaya saing global adalah kunci untuk membuka potensi ekonomi di seluruh pelosok negeri. Jumat (14/11/2025). 


​Pernyataan visioner tersebut disampaikan Menko AHY saat memberikan sambutan inspiratif pada pembukaan akbar ALFI Convex 2025. Acara bergengsi yang diinisiasi oleh Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) ini menjadi panggung penting bagi pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan masa depan sektor logistik nasional.


​Menko AHY menyambut hangat pelaksanaan ALFI Convex 2025, memandangnya sebagai platform strategis yang tak ternilai. "Kolaborasi erat antara Pemerintah dan sektor swasta adalah mandatory. Melalui forum ini, kita satukan energi dan inovasi untuk memperkuat sistem logistik Indonesia, menjadikannya efisien, terintegrasi, dan mampu bersaing di kancah internasional," tegas AHY.


​Kehadiran Menko AHY dalam acara tersebut turut didampingi oleh jajaran pimpinan dan staf khusus, antara lain Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas, Odo R.M. Manuhutu, serta Staf Khusus Menteri, Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, dan Merry Riana, menunjukkan keseriusan kementerian dalam mengawal agenda besar konektivitas nasional. (bp). 

Berita Terbaru