Tampilkan postingan dengan label kab tuban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kab tuban. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Maret 2022

Serahkan Penghargaan K3 ke-37 Perusahaan, Mas Bupati Ingatkan Pentingnya Penerapan Aspek K3 di Perusahaan




TUBAN, MCE - Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, SE di dampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur Himawan Estu Subagyo, menyerahkan Piagam Penghargaan K3 (Kecelakaan Kerja Nihil, SMK3, P2 Covid-19 dan P2 HIV/AIDS) Tahun 2022 kepada 37 perusahaan BUMN/ BUMD di Kabupaten Tuban dari Gubernur Jawa Timur, di Pendapa Krida Manunggal Tuban, Selasa (8/3/22).


Hadir dalam acara tersebut, Sekda Budi Wiyana, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Sugeng Purnomo, Pimpinan OPD terkait, serta seluruh penerima penghargaan dari Perusahaan, BUMN dan BUMD.


Dalam kesempatan tersebut, Mas Bupati menyampaikan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting yang harus dijalankan oleh perusahaan. Penghargaan tersebut diberikan agar tercipta hubungan industrial yang harmonis antara pemerintah dengan perusahaan, serta memberikan motivasi bagi perusahaan untuk menegakkan norma K3. “K3 ini prinsip nya penting bagi perusahaan begitupun dengan pekerja. Jadi saling terkait,” ucapnya. 

 

Mas Bupati berharap, seluruh perusahaan baik swasta, BUMN maupun BUMD di Kabupaten Tuban untuk terus menerapkan K3 dengan baik. “Selamat yang mendapatkan penghargaan, dan yang belum saya harap segera melakukan perbaikan di manajemen K3 nya,” tegas Mas Lindra.


Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur Himawan Estu Subagyo menjelaskan, Pemprov Jawa Timur sangat mengapresiasi Kabupaten Tuban atas prestasi yang telah di capai sebelumnya.   Kabupaten Tuban berhasil mendapat urutan ke enam terbaik Jawa Timur dalam manajemen pembinaan K3 terbaik. Menurut Himawan, urutan ke enam adalah urutan paling baik untuk sebuah kabupaten yang memiliki jumlah perusahaan lebih sedikit dari lima kabupaten/ kota yang memimpin. “Menurut saya urutan ke enam sama dengan menjadi posisi pertama di luar ring satu, karena jumlah perusahaanya tidak sebanyak urutan satu hingga lima yang notabene ring satu,” jelentrehnya.


Himawan mengatakan, ada aspek penting yang dinilai yaitu pelaksanaan manajemen K3, zero accident, serta management covid-19 di sebuah perusahaan.  


Kedepan, Himawan berharap Tuban dapat mempertahankan prestasinya dalam pembinaan K3 untuk perusahaan yang beroperasi di wilayahnya. Apalagi, banyak proyek strategis nasional yang akan dikerjakan di Tuban seperti kilang minyak New Grass Root Refineri (NGRR) Pertamina Rosneft. Ia menegaskan, instrumen, sarana dan prasarana kerja hingga masyarakat di lingkungan dan sekitar tempat kerja harus terlindungi keselamatan dan kesehatannya. “Ini sangat penting untuk diperhatikan. Intinya no one leave behind dan nothing leave behind,” pungkas Himawan. (bp).

Selasa, 01 Maret 2022

Resmi di Launching Mas Bupati, Kabupaten Tuban Miliki Command Center




TUBAN, MCE - Bupati Tuban Aditya Halindra Faridky, SE resmi melauching Command Center Kabupaten Tuban. Selasa (01/03/2022). 


Bersama Wakil Bupati Tuban H. Riyadi, SH dan Sekda Budi Wiyana serta Staff Ahli, Asisten dan Kepala OPD launching dilakukan secara sederhana dengan pemotongan tumpeng. Untuk tetap menjaga protokol kesehatan, seluruh camat dan beberapa Kepala OPD mengikuti acara secara Virtual melalui Zoom.  


Mas Bupati dalam kesempatan tersebut menyampaikan, terciptanya Command Center adalah dengan niat mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat secara cepat dan tepat. “ Awalnya bagaimana kita peduli tentang aduan masyarakat yang langsung ditindak lanjuti dengan lahirnya sebuah program, ini tujuan pertama pengembangan commant center kita,” tutur Mas Bupati. 


Lebih lanjut, pengembangan command center lebih luas akan mengintegrasikan seluruh aplikasi yang dimiliki oleh Pemkab Tuban di satu tempat. “ Ini yang kita namakan dengan Big Data dengan  sarana dan prasarananya, jadi semua data yang kita butuhkan sebagai pondasi awal sebuah kebijakan akan kita olah disini,” jelas Mas Bupati.


Command Center  akan memuat tingkat kinerja semua organisasi perangkat daerah, sehingga Bupati  pun bisa memantau secara langsung seluruh program yang dijalankan di masing- masing OPD. Selain itu, juga terdapat layanan pengaduan masyarakat, info lalu lintas, dan lainnya yang dapat di pantau oleh Bupati langsung. “Semua kegiatan di seluruh wilayah Kabupaten Tuban bisa dipantau disini. Aktivitas pejabat dan ASN tingkat kabupaten hingga kecamatan juga bisa dipantau,” ucap Mas Bupati.


Hasil dari analisis di Command Center akan menjadi bahan evaluasi program hingga lahirnya sebuah kebijakan dari Pemkab. Integrasi seluruh program OPD memunculkan kemudahan pengambilan keputusan yang pada akhirnya demi memaksimalkan pelayanan kepada masyarkat. 


Mas Lindra menegaskan, intinya Pemkab ingin memunculkan sistem yang bisa merangkum seluruh kebutuhan Pemkab Tuban dengan memanfaatkan teknologi informasi dan SDM unggul. “Muaranya pada percepatan penyelesaian program kerja, inovasi dan eksekusi aduan masyarakat,” tegasnya.  


Adapun Command Center Kabupaten Tuban bertempat di lingkungan rumah dinas Bupati Kompleks Pendopo Kridho Manunggal Tuban. “Dekat dengan ruang kerja saya, jadi untuk memantaunya juga lebih gampang,” pungkas Mas Lindra. (bp).

Jumat, 25 Februari 2022

Tanam Pohon di Hutan Lindung Kalipang, Mas Bupati Minta Masyarakat Komitmen Menjaga Pohon yang Ditanam




TUBAN, MCE - Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, SE melaksanakan penanaman pohon dalam kegiatan Penghijauan Tahap III Kawasan Hutan Lindung Kalipang, Dusun Selang Desa Jadi, Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban, Jum’at (25/02/2022).


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0811 Tuban Letkol Inf. Syuhada Erwin, Wakil Ketua DPRD Tuban Subiantoro, Sekda Tuban Budi Wiyana, Kepala Dinas DLH dan Perhubungan Bambang Irawan, ADM Perhutani Tuban Miswanto, serta Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tuban Kacuk Karsono.


Mas Bupati dalam kesempatan tersebut mengatakan, kegiatan penghijauan kali ini merupakan langkah yang sangat baik dan harus diperluas di seluruh lahan kritis. Apalagi, restorasi hutan dan penghijauan lahan kritis masuk dalam fokus program Pemkab Tuban saat ini. Untuk itu, Pihaknya sangat mengapresiasi Pramuka Kwarcab Tuban yang dapat menggerakkan ratusan anggota Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak hingga Pandega bersama menanam pohon. “Saya sangat kagum dan bangga. Saya harap kegiatan ini bisa di contoh yang lain. Kita menanam serentak untuk menghijaukan hutan kita kembali,” Ucapnya. 


Penghijauan yang gencar dilakukan di Kabupaten Tuban tak lain adalah untuk menjaga mata air dan kualitas oksigen. Selain itu, juga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar, sebab pohon yang ditanam merupakan tanaman produktif seperti kelengkeng, alpukat dan nangka. Meski begitu, Mas Bupati meminta komitmen masyarakat untuk ikut menjaga pohon yang ditanam agar tumbuh dengan baik.



Komitmen itu penting, sebab yang terjadi saat ini banyak masyarakat yang tidak ikut menjaga pohon yang ditanam. “Habis kita tanam tapi beberapa bulan sudah hilang, jadi disini saya meminta komitmen dari bapak ibuk sekalian untuk menjaga pohon ini sampai besar sehingga bisa memberikan manfaat tidak hanya untuk kita tapi hingga cucu cicit panjenengan nanti, boleh menanam polowijo akan tetapi tanaman inti jangan dipotong,” lanjutnya. 


Masih menurut Mas Bupati, peran serta masyarakat dalam menjaga pohon yang ditanam menjadi kunci keberhasilan program penghijauan yang dilakukan. Apalagi saat ini Pemkab Tuban juga tenga fokus dalam penanganan banjir. Untuk itu, ia meminta masyarakat harus sepakat menjaga agar tanaman tumbuh dengan baik, sehingga bisa menjadi pelindung dari kekeringan sebab telah tersedia sumber air, dan memberikan kualitas udara yang baik untuk generasi penerus. 


“Meskipun normalisasi kali dilakukan, pintu air bengawan solo telah dibuka, akan tetapi jika akar masalahnya adalah hutan gundul, maka akan sia-sia,” pungkasnya.


Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tuban Kacuk Karsono mengungkapkan, sesuai program yang dilakukan oleh Pemkab Tuban yaitu reboisasi lahan dengan tanaman produktif, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Tuban telah menanam pohon di beberapa titik. Giat tanam pohon tersebut merupakan inisiasi dari Pramuka Kwarcab Tuban yang bekerjasama dengan Pemkab Tuban juga Perhutani sebagai upaya pelestarian sumber mata air di desa Jadi Kecamatan Semanding. “Tak kurang 9 hektar luas lahan yang ditanami,  dengan jumah 3000 pohon produktif,” jelasnya.



Kacuk menegaskan, bersinergi dalam menjaga lingkungan hidup akan terus dilakukan oleh pramuka tuban. Hal tersebut  menjadi pembelajaran bagi adik-adik pramuka tentang pentingnya menjaga alam.


Di acara yang sama, ADM Perhutani Tuban Miswanto mengatakan, kerjasama antara Perhutani dengan Pemkab Tuban akan terus berjalan dalam rangka penyelamatan hutan dan lahan kritis milik perhutani. Menurutnya, sudah menjadi  tugas perhutani untuk menghijaukan wilayah hutan. Untuk itu, dukungan pemerintah  daerah sangat kami butuhkan. “Karena ini bukan hanya tentang kita tetapi juga generasi penerus yang harus memiliki hutan yang lebih baik dan sumber mata air yang lebih banyak,” katanya.


Miswanto mengungkapkan, setidaknya terdapat 1.400 hektar luas lahan kritis diwilayah Kabupaten Tuban. Pihaknya memproyeksikan penanaman dilakukan diseluruh wilayah tersebut. “1.200 hektar akan kita tanami kembali dengan jumlah pohon 2 juta 700 pohon berbagai jenis,” tuturnya. 


Untuk diketahui, dalam acara tersebut juga dilaksanakan penandatanganan MOU Kwarcab Tuban dengan Kodim 0811 tentang pendidikan Bela Negara bagi pramuka, dengan KPH Tuban tentang pemanfaatan lahan perhutani untuk kegiatan pramuka, serta DLH dan Perhubungan tentang kegiatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. 


Diserahkan pula penghargaan Bupati Tuban sebagai Ketua Majelis Pembimbing Kwarcab Pramuka Tuban kepada Kodim 0811 Tuban atas kerjasama dalam melaksanakan program pendidikan bela Negara bagi Kwarcab Gerakan Pramuka Tuban, lalu Kepala DLH dan Perhubungan atas kerjasama dalam melaksanakan program pelestarian lingkungan hidup bersama Kwarcab Gerakan Pramuka Tuban, serta ADM Perhutani KPH Tuban atas kerjasama dalam pemberian izin lahan perhutani untuk kegiatan ke pramukaan Kwarcab Gerakan Pramuka Tuban. (bp).

Kamis, 24 Februari 2022

Bupati Halindra Kunjungi Desa Wisata Budaya Ajak Lestarikan Budaya Luhur




TUBAN, MCE - Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., melakukan kunjungan kerja di Desa Wisata Budaya, Desa Sukorejo Kecamatan Parengan, Kamis (24/02/2022). Dalam kunjungannya, Bupati Tuban menyaksikan seni pencak dor dan kesenian wayang. Juga diserahkan bantuan rantangan bagi lansia yang kurang mampu. 


Pada kesempatan ini, Mas Bupati berdialog dengan seniman, budayawan, dan warga desa setempat terkait pengembangan Desa Sukorejo. Tampak hadir pula jajaran pimpinan OPD terkait, Camat dan Forkopimka Parengan.


Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky mendorong pegiat seni budaya di kabupaten Tuban agar mendata kekayaan budaya yang ada. Selain itu, setiap karya harus dipatenkan sebagai hasil kekayaan intelektual, yang pada akhirnya akan menjadi royalti bagi pencetus hasil tersebut.



"Langkah tersebut sebagai bentuk pelestarian seni budaya agar tidak diklaim oleh pihak yang tidak bertanggungjawab," ungkapnya. Pelestarian budaya hendaknya dilakukan secara terus-menerus dari generasi ke generasi. 


Tidak hanya itu, seniman dan budayawan diharapkan mampu mengajarkan seni dan budaya di lembaga pendidikan mulai dari SD hingga SLTA. Pendidikan berbasis budaya akan menjadi pondasi dasar karakter masyarakat kabupaten Tuban, sekaligus Sebagai filter derasnya budaya asing yang tidak sesuai dengan keluhuran pekerti.


Mas Bupati menyatakan Pemkab Tuban berkomitmen menyediakan infrastruktur dalam berkesenian. Kedepannya, tiap desa di kabupaten Tuban akan dikembangkan fokus sesuai potensi masing-masing. "Jika memang warga desa Sukorejo berkomitmen menjadi desa wisata budaya mari kita wujudkan bersama-sama. Harus benar-benar dikonsep, ditata, konkrit dan berkesinambungan," tuturnya.


Saat ini tiap OPD kabupaten Tuban diberikan tanggungjawab agar memiliki Desa Binaan agar mampu memunculkan potensi dan kearifan lokal. Adapun peranan OPD menjadi pembina, pendamping bagi masyarakat di desa binaan. "Menjadi bapak atau ibu bagi warga desa binaan," sambungnya. Hal tersebut selaras dengan program One Village, One Product yang mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi warga desa. Pengembangan desa binaan akan didukung dengan infrastruktur yang memadai, seperti akses jalan lebar, stand UMKM, dan peta lokasi desa. (bp).

345 CPNS Kabupaten Tuban Terima SK PNS, Mas Bupati Berpesan Harus Siap Berlari Kencang Membangun Kabupaten Tuban




 

TUBAN, MCE - 345 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Tuban menerima SK Pengangkatan menjadi PNS sekaligus diambil sumpah PNS oleh Bupati Tuban Aditya Halindra Faridky, SE di Pendapa Krida Manunggal. Kamis (24/02/2022).


 


Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Tuban Riyadi, Sekda Budi Wiyana, serta Kepala OPD.


 


Dalam arahannya, Bupati Aditya Halindra Faridzky mengatakan, para PNS yang baru menerima SK tersebut harus siap berlari kencang untuk bersama membangun Kabupaten Tuban menjadi lebih baik. Seperti diketahui, para PNS tersebut juga telah ikut turun melakukan update data beberapa waktu lalu.  Menurut Mas Bupati, tugas tersebut telah melatih pengetahuan mereka secara administratif, juga kepekaan para PNS baru kepada lingkungan sekitar. “Tidak perlu beradaptasi dan menyesuaikan diri lagi. Pengalaman satu tahun kemarin sudah cukup untuk bisa berlari kencang,” ungkapnya.


 


Mas Bupati juga menuturkan, sebagian besar PNS yang diangkat masih berusia muda. Menurutnya, jiwa muda adalah karunia, dan harus diartikan dengan semangat pembaharuan. Untuk itu, menciptakan inovasi dan kreasi harus bisa mewarnai langkah mereka di setiap OPD yang ditempati. 


 



Kepercayaan menjadi PNS tidak datang cuma-cuma, tapi penuh dengan tanggung jawab. Mas Bupati menekankan, dasar bekerja PNS adalah aturan, bukan perintah atasan. “Kerja harus berbasis pada aturan. Jika ada perintah atasan yang tidak sesuai aturan, harus ditolak dengan dasar aturan,” pesannya.


 


Tak hanya itu, Mas Bupati juga mengatakan jika PNS yang notabene masih muda harus bisa menguasai teknologi sebagai pondasi kuat dalam memasuki era 5.0. Teknologi tidak boleh dijadikan sebagai hal yang bersifat formalitas saja, tetapi sebagai dasar utama untuk membuat pelayanan cepat, tertata, dan tidak menguras tenaga.


 


Mas Lindra juga berpesan pentingnya menjaga etitut atau sopan santun kepada siapa saja. Tidak hanya pada pimpinan yang lebih tua akan tetapi juga dengan rekan lainnya. Harus mampu bekerja tim, dan saling menghargai satu sama lain. “Jangan sampai ada anggapan anak muda tidak punya sopan santun. Harus di ingat, membangun itu tidak bisa sendiri, tapi harus bekerjasama,” ungkapnya.


 


Lebih jauh, Mas Lindra berharap seluruh CPNS yang telah menerima SK pengangkatan PNS dapat bekerja dengan giat dan amanah. “Semoga amanah ini mampu dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baik nya, dan mari bekerja untuk tuban lebih baik.” tutupnya.


 


Adapun rincian 345 CPNS yang menerima SK PNS adalah Golongan Ruang II/C 146 orang, Golongan Ruang III/A 141 orang, dan Golongan Ruang III/B 58 orang dengan total jumlah 345 orang, terdiri dari Pria 85 orang, dan wanita 260 orang. (bp).

Selasa, 22 Februari 2022

Wabup Tuban Ajak Masyarakat Tekan Angka Stunting


 



TUBAN, MCE - Wakil Bupati Tuban, H. Riyadi, SH., menghadiri Penyuluhan Stunting dan Pemeriksaan Kesehatan bagi Ibu Hamil di Desa Binangun, Singgahan, Selasa (22/02/2022). Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Yatim Mandiri Cabang Tuban diikuti Camat bersama Forkopimka Singgahan, Kepala Puskesmas Singgahan, Kepala Desa, perangkat desa, dan ibu-ibu sekitar.


 


Pada kesempatan itu, Wabup Tuban menyerahkan paket gizi dan nutrisi kepada perwakilan warga.


 


Dalam sambutannya Wabup Tuban, Riyadi mengungkapkan penanganan persoalan stunting perlu didukung semua elemen. Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Yatim Mandiri turut memberi kontribusi terhadap upaya penanganan stunting di Kabupaten Tuban.


 


Guna menekan angka stunting, lanjut Wabup, perlu sinergitas antara pihak Puskesmas, Bidan, Pemerintah Desa dan orang tua. Tidak hanya itu, perlu mendapat perhatian sejak ibu hamil, melahirkan, dan proses pertumbuhan. Penyuluhan dan pendampingan diharapkan terus dilakukan agar kesadaran terhadap pencegahan stunting kian meningkat.


 


"Jika dirasa muncul tanda kurang sehat segera konsultasi ke bidan atau puskesmas," ungkapnya.


 



Wabup Tuban berpesan agar ibu hamil diharapkan mengonsumsi makanan bergizi dan menghindari makanan instan. Jenis makanan yang dikonsumsi dapat diperoleh dengan memanfaatkan lingkungan sekitar.


 


"Contohnya, konsumsi telur dan ikan dari budidaya sendiri," sambungnya. Dengan meningkatkan kualitas kesehatan mampu menyokong pengembangan sumber daya manusia. Mengingat pondasi pembangunan SDM salah satunya penguatan sektor kesehatan.


 


Tidak hanya itu, perlu adanya edukasi kepada masyarakat terkait pernikahan usia dini. Tujuannya, untuk mempersiapkan kondisi fisik maupun psikis dari calon pasangan pengantin.



Sementara itu, Camat Singgahan, Cahyadi Wibowo mengatakan di Kecamatan Singgahan terdapat 5 desa yang menjadi prioritas penanganan stunting. Di desa Binangun terdapat 63 anak yang termasuk kategori stunting atau sekitar 24,58 persen. "Ini menjadi kegiatan yg dapat diadopsi desa lain di kecamatan Singgahan," ujarnya.


 


Kepala Cabang Tuban Yatim Mandiri, Samsul Ma'arif, menjelaskan kegiatan ini diadakan guna mendukung program Pemkab Tuban untuk menekan angka kasus stunting. Peserta yang merupakan ibu-ibu diberikan penjelasan tentang pentingnya memperhatikan gizi untuk ibu dan anak.


 


Selain itu, juga dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga dan vaksinasi untuk lansia. Kegiatan ini selaras dengan tujuan Yatim Mandiri sebagai lembaga Amal Zakat yang bergerak di bidang sosial, kemanusiaan, dan pendidikan. (bp).

Senin, 14 Februari 2022

Pemkab Tuban Dukung Kemajuan Ponpes di Kabupaten Tuban




TUBAN, MCE - Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., hadiri Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) dan Pembinaan Pengelolaan Ponpes Se-kabupaten Tuban, Senin (14/02/2022) di Gedung Asrama Haji Tuban. Bupati Tuban melakukan dialog dengan jajaran pengurus pondok pesantren.


Pada kesempatan ini, diserahkan Piagam Statistik Pondok Pesantren dan Surat Keputusan dari Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI. Adapun penyerahan dilakukan perwakilan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tuban kepada 107 lembaga.


Dalam sambutannya, Bupati Tuban menyatakan dokumen yang diterima lembaga Ponpes diharapkan meningkatkan aspek legalitas dan hukum. Dengan demikian akan memperkuat posisi pesantren. “Pemkab Tuban siap memberi pendampingan agar tidak terjadi kesalahan administrasi,” ungkapnya. 


Lebih lanjut, saat ini Pemkab Tuban tengah melakukan standarisasi pendidikan, termasuk kelompok lembaga pendidikan pesantren. Karenanya, pengurus pesantren agar dapat memberi masukan dan saran. Selanjutnya, akan menjadi bahan pertimbangan penyusunan kebijakan 2022 ini.



Mas Bupati menerangkan Pemkab Tuban dan DPRD Tuban telah mengesahkan Perda berkaitan pengelolaan dan operasionalisasi pesantren di Kabupaten Tuban. Hal tersebut sebagai bentuk kepedulian dan komitmen Pemkab Tuban dan legislatif dalam memajukan dan memakmurkan pondok pesantren.


“Sehingga mampu memajukan pesantren dan mewujudkan kemandirian bagi santri dan santriwati di Kabupaten Tuban,” serunya.


Menurut Mas Bupati, kyai dan warga pesantren berperan penting dalam proses pembentukan karakter masyarakat Kabupaten Tuban. Memiliki karakter berbudi luhur menjadi pondasi penting dalam pembangunan. 


Sementara itu, Ketua FKPP, KH. Ansori mengatakan kehadiran Bupati menjadi motivasi bagi kalangan Ponpes di Kabupaten Tuban. Sekaligus wujud sinergitas yang kian kuat antara Ulama dan Umara (Pemkab Tuban) dalam berkontribusi bagi kemaslahatan masyarakat Kabupaten Tuban.


Ansori berharap adanya pendampingan Pemkab Tuban dalam pengelolaan ponpes. Mengingat pemerintah pusat telah mengesahkan UU no. 18 tentang Pesantren. Karenanya, dukungan "Pemkab Tuban saat kami harapkan dalam memajukan pendidikan di lingkungan Ponpes," ujarnya. (bp).

Berita Terbaru