Tampilkan postingan dengan label presiden jokowi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label presiden jokowi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Februari 2022

Presiden Minta Lumajang Dijadikan Salah Satu Percontohan Pengelolaan Perhutanan Sosial




LUMAJANG, MCE - Presiden Joko Widodo menyerahkan Surat Keputusan Hutan Sosial dan Surat Keputusan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) kepada sejumlah masyarakat secara virtual, Kamis (3/2/2022).


Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi meminta agar lahan yang telah diberikan pemerintah dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai lahan produktif.


"Segera manfaatkan lahan yang ada, saya titip agar lahan yang sudah kami berikan betul-betul dipakai untuk kegiatan produktif, jangan dipindah tangankan kepada orang lain," ujarnya.


Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta agar dilakukan pendampingan kepada para petani hutan yang memanfaatkan perhutanan sosial agar usaha yang pertaniannya berhasil, salah satunya dengan melakukan studi banding ke daerah yang sudah berhasil menerapkan konsep perhutanan sosial yang salah satunya di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.


"Saya pikir semuanya bisa diajak ke lokasi perhutanan sosial yang sudah berhasil, pengolahannya gimana supaya berhasil, saya minta ada pendampingan," kata dia.


Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Siti Nurbaya mengungkapkan, bahwa di Indonesia, ada dua daerah yang telah berhasil menerapkan program perhutanan sosial, yaitu Kabupaten Lumajang dan Bangka Belitung, sehingga keduanya daerah tersebut patut menjadi referesi pengelolaan hutan sosial.


"Kabupaten Lumajang dan Bangka Belitung ini bisa menjadi referensi untuk keberhasilan perhutanan sosial," ungkapnya.


Penyerahan Surat Keputusan Hutan Sosial dan Surat Keputusan Tanah Objek Reforma Agraria sedikitnya diikuti oleh 20 Provinsi di Indonesia. (Fyan).

Sabtu, 17 Juli 2021

2.500 Ton Beras dan 70.000 Paket Sembako Siap Didistribusikan ke Seluruh Indonesia




SIDOARJO, corruptionexpose.com - Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan  jajaran TNI-Polri untuk  menyalurkan bantuan sosial (bansos) PPKM Darurat kepada masyarakat yang terdampak di seluruh Indonesia. Bansos yang akan disebar sebanyak 2.500 ton beras dan 70.000 paket sembako. 



Menindaklanjuti instruksi itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh jajarannya untuk segera melakukan penyaluran bansos ke titik-titik masyarakat yang perekonomiannya terdampak Pandemi Covid-19. 


"Jadi saya tidak ingin ada informasi dilapangan yang sampaikan di satu wilayah masih terdapat masalah dengan bansos," kata Sigit di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (17/7/2021).


Di dampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Sigit melepas personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk mendistribusikan paket sembako dan beras tersebut kepada masyarakat di Jawa Timur. 


"Oleh karena itu hari ini menindaklanjuti perintah Presiden kami dari Polri, menurunkan bansos sebesar kurang lebih 2.500 ton beras dan 70.000 paket sembako. Ini merupakan bagian dari program bapak Presiden untuk menurunkan bansos di seluruh wilayah yang terdampak," ujar eks Kapolda Banten itu.


Diketahui, dari total stok beras yang dimiliki oleh Polda Jatim sebanyak 1.289 ton beras yang sudah disalurkan dari tanggal 3-16 Juli sebesar 232 ton beras. 


Sigit menekankan, bantuan sosial tersebut harus segera terdistribusi dengan segera. Apabila nantinya stok sudah habis, ditegaskan Sigit, untuk segera melapor dan berkoordinasi agar mendapatkan kiriman untuk penambahan stok.


Percepatan pendistribusian bansos itu, kata Sigit, merupakan upaya Pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat di tengah pemberlakuan PPKM Darurat. Karena kebijakan itu bertujuan untuk menyelamatkan warga dari bahaya virus corona. 


"Tolong diguyur habiskan stok kalau kurang ajukan lagi nanti akan segera dikirim. Dan Ibu Mensos akan kirimkan ini merupakan bagian upaya pemerintah untuk atasi atau kurangi beban terhadap masyarakat yang terdampak," ucap Sigit.


Diketahui, sepanjang tahun 2020, bantuan Sosial yang disalurkan Polri sebanyak 394.347 paket sembako, 30.000 ton beras,790.436 Alkes/APD, dan mendirikan 13.119 dapur umum.


Kemudian, sampai dengan 2 Juli 2021, bantuan sosial yang disalurkan Polri sebanyak 750.780 paket sembako, 3.753 ton beras, 763.079 Alkes/APD, dan mendirikan 143.467 dapur umum.


Sedangkan, periode 3 sampai dengan 16 Juli 2021, Polri telah mendistribusikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di 34 wilayah Polda sebanyak 250.797 paket 

sembako dan 1.418.805 Kg atau 1.418 ton beras.


Sementara itu, stok beras yang dimiliki Mabes Polri untuk distribusi bantuan sosial di skala nasional sebanyak 50.751,3 ton. Lalu, Polri juga sudah menyiapkan bantuan tambahan yang siap dikirim berupa 150.000 paket sembako di masa PPKM Darurat. (bp/red).

Berita Terbaru