Tampilkan postingan dengan label spiritual motivator. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label spiritual motivator. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 November 2021

Menebar Kasih Sayang di Bumi Menuai Rahmat dari Langit




SURABAYA, corruptionexpose.com - Sobat. Segala  sesuatu yang Allah ciptakan  di alam semesta ini, baik  berupa makhluk hidup, benda mati, ruang, waktu ataupun keadaan, pasti memiliki makna dan nilai. Tidak ada satupun ciptaan Allah di jagat raya ini yang tidak bermakna dan bernilai. Inilah bukti kebesaran Allah yang Maha Kasihsayang  kepada manusia.

Allah SWT Berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 190-191

إِنَّ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ لَأٓيَٰتٖ لِّأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ  (١٩٠)

ٱلَّذِينَ يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمٗا وَقُعُودٗا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هَٰذَا بَٰطِلٗا سُبۡحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ  (١٩١)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” ( QS. 3 :190-191 )


Sobat. Diriwayatkan dari Aisyah r.a. bahwa Rasulullah saw berkata: "Wahai Aisyah, saya pada malam ini beribadah kepada Allah." Jawab Aisyah r.a. "Sesungguhnya saya senang jika Rasulullah berada di sampingku. Saya senang melayani kemauan dan kehendaknya." Tetapi baiklah! Saya tidak keberatan. Maka bangunlah Rasulullah saw dari tempat tidurnya lalu mengambil air wudhu, tidak jauh dari tempatnya lalu sholat.


Sobat. Pada waktu salat beliau menangis sampai air matanya membasahi kainnya, karena merenungkan ayat Al-Qur'an yang dibacanya. Setelah salat beliau duduk memuji Allah dan kembali menangis tersedu-sedu. Kemudian beliau mengangkat kedua belah tangannya berdoa dan menangis lagi dan air matanya membasahi tanah. Setelah Bilal datang untuk azan subuh dan melihat Nabi saw menangis ia bertanya, "Wahai Rasulullah! Mengapakah Rasulullah menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa Rasulullah baik yang terdahulu maupun yang akan datang?" Nabi menjawab, "Apakah saya ini bukan seorang hamba yang pantas dan layak bersyukur kepada Allah? Dan bagaimana saya tidak menangis? Pada malam ini Allah telah menurunkan ayat kepadaku. Selanjutnya beliau berkata, "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikirkan dan merenungkan kandungan artinya."


Sobat. Memikirkan pergantian siang dan malam, mengikuti terbit dan terbenamnya matahari, siang lebih lama dari malam dan sebaliknya. Semuanya itu menunjukkan atas kebesaran dan kekuasaan penciptanya bagi orang-orang yang berakal. Memikirkan terciptanya langit dan bumi, pergantian siang dan malam secara teratur dengan menghasilkan waktu-waktu tertentu bagi kehidupan manusia merupakan satu tantangan tersendiri bagi kaum intelektual beriman. Mereka diharapkan dapat menjelaskan secara akademik fenomena alam itu, sehingga dapat diperoleh kesimpulan bahwa Tuhan tidaklah menciptakan semua fenomena itu dengan sia-sia.


Sobat. Maka sudah sepantasnya  kita  bersyukur kepada Allah atas nikmat dan karunia Allah yang begitu luar biasa ini dengan menebar kasih sayang di bumi maka kita akan menuai rahmat dari langit.  Rasulullah pernah bersabda, “ Sayangilah makhluk yang ada di muka bumi, maka zat yang ada di langit akan menyayangimu.” ( HR. Bukhari, Abu Daud, At-Tirmidzi semuanya dari Ibnu Uyainah ). Dalam riwayat yang lain  beliau juga menegaskan, “ Dan Allah akan  selalu menolong  hamba-Nya selama hamba-Nya itu mau menolong  saudaranya.” ( HR. Muslim )


Sobat. Setiap kita  melakukan  kebaikan, maka ada perasaan bahagia  yang  menentramkan  batin kita. Dan setiap kita melakukan kejahatan, maka ada perasaan galau dan gundah yang menyelimuti  hati  dan  menyesakkan dada.

Dengan demikian, maka  menebar  kasih sayang , memberikan pertolongan, serta berbuat baik  kepada orang lain akan membuat hidup kita lebih nikmat dan bahagia. Sebaliknya menebar  kebencian, tidak peduli dengan penderitaan  orang lain, atau bahkan  berbuat jahat terhadap  sesama manusia  akan  membuat  hidup  kita diliputi kegelisahan  dan  penderitaan.


Sobat. Dengan kebaikan  yang kita tanam inilah kita akan  dapat  menikmati dan merasakan kebahagiaan hidup ini.


Salam Dahsyat dan Luar Biasa!


( DR Nasrul  Syarif M.Si. Penulis Buku Santripreneur Santri Milenial. CEO Educoach. Dosen Pascasarjana IAI Tribakti Kediri. Wakil Ketua Komnas Pendidikan Jawa Timur )

Rabu, 10 November 2021

Nikmati Setiap Momen dalam Hidup Kita



SURABAYA, corruptionexpose.com - Setiap orang  yang  menginginkan  naik kelas  harus  menempuh  ujian. Setiap orang  yang  mendambakan  prestasi  haruslah  mampu melewati  berbagai rintangan. Memang  hidup tanpa ujian nggak menarik. Nggak ada tantangan. Hidup tanpa tantangan  membosankan! Ujian adalah motivasi untuk berprestasi. Ujian adalah pembentuk karakter.


Sobat. Satu hal  yang  sering kita lupa untuk melakukannya adalah menikmati setiap momen dalam  hidup kita. Yak arena alasan klise ; sibuk, tidak sempat, terburu-buru, ribet dan sederet alasan lainnya, seringkali kita melewati momen-momen tersebut tanpa makna. Padahal, jika kita mau sedikit bersabar untuk meluangkan waktu menikmati setiap momen  yang kita jalani, kita  akan  lebih bisa  merasakan nikmatnya karunia Allah. Dengan kata lain, kita akan lebih bisa  bersyukur  atas  segala nikmat  dan  karunia-Nya  yang luar biasa  dan pada gilirannya, ini akan membuat kita bahagia.


Sobat,  anda pernah melihat batu  permata  yang  bernilai  jutaan  rupiah? Tahukah  anda  kalau permata  atau  emas  mulanya  hanyalah  benda  yang tak terlalu berharga  yang terpendam di perut  bumi? Tak terlalu  bernilai, namun  ketika benda  tersebut  dibakar  oleh kobaran  api, dibersihkan  karat-karatnya, digosok  dan dibentuk  sedemikian rupa, akhirnya  jadilah  keduanya  menjadi  perhiasan  yang  sangat  bernilai  tinggi.


Sobat, rongsokan  besi  ditumpukkan barang  bekas. Di tangan  ahli  besi, besi karatan  itu  dibasuh, dipanaskan  di atas  bara  api  yang  membara hingga pijar. Kemudian dipukul berpuluh-puluh kali. Akhirnya, jadilah  rongsokan besi-besi  itu  menjadi  sebilah pedang  yang  mengkilap. Demikian pula keramik  yang bernilai  jutaan rupiah  yang terpajang di toko-toko elit, di ruang tamu yang megah,  ternyata  dari  tanah  liat  berlumpur?   Tanah liat berlumpur  tersebut  baru  bernilai  jutaan  rupiah, setelah  mengalami  proses  pengolahan, penempaan, pembakaran,  dan  pendesainan  sedemikian rupa.


Sobat, keadaan  kita sama  persis  dengan  besi karatan yang tak punya manfaat. Kita  adalah  tanah liat  yang  berlumpur. Kita  adalah  loyang emas yang tak bernilai. Untuk  menjadi pedang  yang  mengkilap,  permata  yang  berkilau, atau  keramik  yang  indah  kita  harus  melalui  proses  penempaan, pembakaran, pukulan demi pukulan  yang keras  untuk  membentuk  pribadi  yang  berkualitas.

Yup betul. Semua  itu  ada di universitas  kehidupan  ujiannya. Sebab pribadi  yang  berkualitas  tak  akan bisa  dicapai, tanpa  melalui proses  pembelajaran,  cobaan  serta  ujian demi  ujian  yang datang  mendera. Semakin  besar  ujian  yang  kita  hadapi,  akan  menjadikan  diri  kita  semakin  berkualitas.


Sobat, Ada  empat  tipe  manusia  ketika  menghadapi ujian  hidup itu.

1. Type Kayu rapuh.  Sedikit  tekanan saja  membuat manusia ini  patah arang. Gampang sekali  mengeluh  pada kesulitan yang menimpanya.  Orang type ini harus  berlatih  berpikiran  positif  dan berani  menghadapi kenyataan hidup.

2. Type  Lempeng besi.  Mampu  bertahan  dalam  tekanan  pada awalnya. Namun  seperti layaknya  besi  semakin besar tekanannya dan semakin komplek  akhirnya  bengkok dan tidak  stabil. Orang type ini  masih  mencoba  bertahan  sebelumnya  akhirnya  menyerah. Tapi  kalau mau berusaha dan berlatih  orang ini  akan  mampu  membangun   kesuksesan  dalam  hidupnya.

3. Type kapas.  Ini cukup lentur  dalam  menghadapi  masalah atau  tekanan. Dia mampu bersikap  fleksibel dan  mampu  menyesuaikan  saat terjadi  tekanan. Tapi, setelah  berlalu, dengan cepat  ia  bisa  kembali  ke keadaan  semula. Ia bisa  segera   melupakan  masa lalu. Dan  mulai  kembali  ke titik awal  untuk  memulai lagi.

4. Type bola pingpong.  Inilah  yang ideal  dan  terhebat. Jangan sekali-kali  menyuguhkan tekanan  pada orang-orang  seperti ini,  karena gtekanan  justru   akan  membuat  mereka  bekerja  lebih  giat,  lebih  termotivasi,  dan  lebih  kreatif. Coba perhatikan  bola pingpong, saat ditekan, justru ia  memantul  ke atas  dengan  lebih  dahsyat.


Sobat,  ujian  membuat   hidup  lebih  berprestasi. Bukankah  sejarah peradaban manusia  justru  membuktikan  bahwa  karya-karya  besar  dihasilkan  dari  sebuah  tekanan  dan  ujian  yang maha berat.


Ujian pula  memunculkan kreativitas  dan  inovasi baru. Muhammad al-Fatih, seorang panglima  besar dalam sejarah  Islam  penakluk kota  konstantinopel. Ujian  dan  rintangan  besar   yang  dilaluinya   bersama  pasukannya  bukanlah  membuat  mereka  menyerah begitu saja. Mereka  terus  berjuang,  hingga  akhirnya   memunculkan  inovasi  baru  sepanjang  sejarah. Kemenangan  pun  berpihak  kepada  pasukan  Muhammah al-Fatih.


Sobat, di penghujung  artikel ini   ada tips singkat dalam  menghadapi masalah ; Senanglah memandang masalah dengan  menjadikan sabar dan sholat sebagai penolong kita.  Tersenyumlah setiap  menghadapi masalah. Jika Anda punya masalah, maka berbahagialah! Sebab  kita  sedang hidup, tumbuh  dan berkembang.   Jika  kita  bersabar  dengan semua masalah itu, dosa-dosa kita  akan  dihapuskan  oleh Allah SWT. Masalah adalah pengangkat  derajat. Semakin besar  permasalahan  yang  kita  hadapi, maka  menunjukkan  semakin  tinggi  pula  derajat kita. Semua kesulitan  sesungguhnya  merupakan  kesempatan  bagi jiwa  kita  untuk tumbuh.

Salam Dahsyat dan Luar Biasa !

( DR. Nasrul Syarif M.Si,  Penulis Buku Santripreneur Santri Milenial. CEO  Educoach. Dosen Pascasarjana IAI Tribakti Kediri. Wakil Ketua Komnas Pendidikan Jawa Timur )

Selasa, 12 Oktober 2021

Anak Cerdas Selalu Ingin Tahu




SURABAYA, corruptionexpose.com - Sobat. Ketika anda punya anak usia 2-3 tahun  bertanya  banyak  sekali  tentang  benda-benda, ia  tunjuk benda  bertanya apa ini, apa itu. Anak  usia 3-4 tahun bertanya  mengapa begini? Mengapa begitu  dan seterusnya. Itu  semua harus  dijawab  dengan  ilmu untuk  membangun konsepsinya  tentang benda  dan  kejadian.


Sobat. Rasa penasaran atau  rasa  ingin tahu ( curiosity ) menjadi  elemen  penting  dalam  perkembangan  ilmu pengetahuan  hal itu sejak era filsuf pada zaman yunani kuno seperti Socrates, Aristoteles, maupun Plato. Ketika  seorang merasa curious, lalu  mencari jawaban atas  rasa penasaran itu, di situlah sobat  terjadi proses  belajar. Ketika  dalam proses itu akhirnya  menemukan  jawaban, orang itu akan memiliki  tingkat pemahaman  yang  tinggi.


Oleh karena itu, seluk beluk curiosity  ini  harus dipahami  oleh  para  pendidik, baik itu  guru  maupun  orang tua agar anak-anak  tumbuh  menjadi  sosok  pembelajar. Curiosity  ibarat  bahan bakar  yang  menjadi  energy  munculnya  imajinasi, kreativitas, dan  inovasi.


Sobat. Salah satu guru kreatif ternama  di Amerika Serikat  Michael Cohen menyatakan  bahwa  kelas bukanlah  ruangan yang  dibatasi  tembok di empat sisinya. Kelas  adalah  ruang eksplorasi  semua  rasa ingin tahu. Murid  harus didorong   menjadikan  dunia  yang  luas ini  sebagai kelas  untuk terus belajar.


Oleh karena itu, yang  harus  dilakukan  oleh guru  bukanlah sekedar  mengajak  murid  mendengarkan  di dalam  kelas, tetapi  harus  bisa  mendorong  atau  menyemangati  murid  agar mereka  terus belajar  di mana  saja. Pelajaran  dan  informasi  kini bisa didapatkan  melalui ujung  jari, jadi  murid harus  mengeksplorasinya.


Jean Piaget seorang ilmuwan psikologi  menyebutkan  bahwa anak-anak  adalah  ilmuan  kecil  yang  memiliki gairah  besar  untuk mengeksplorasi  dan  menemukan jawaban  atas  berbagai  pertanyaan  dalam  kepalanya.


Selain  curiosity, hal  penting lain  yang  harus  dibangun  dalam  diri anak  adalah  imajinasi  dan kreativitas. Curiosity  menjadi  pemantik, setelah  itu  dibutuhkan imajinasi  dan  kreativitas  agar rasa  ingin  tahu  itu bisa dimunculkan  dalam  sebuah karya  atau  kerja.


Sobat. Misalnya, saat  belajar  tentang  tema laut, anak  bisa  mendapatkan  informasi  tentang  laut dan kehidupan laut  hingga lebih dari 200 poin. Mulai  dari tipe atau jenis lautan, jenis  hewan dan tumbuhan di lautan serta pantai, hingga berbagai  profesi  yang  terkait  dengan laut. Pengetahuan  tersebut  bisa  memancing  imajinasi  dan  kreativitas anak,  sehingga  bisa  dituangkan  dalam  bentuk  karya seperti balok, lukisan, maupun cerita.


“ Ketika  anak  bertanya dan orang  dewasa  tidak  memberikan jawaban yang tepat  dengan cara yang tepat, maka proses belajar anak akan berhenti.”pesan Elisa Kasali.


Sobat. Berapa jumlah kelas  yang ideal itu?  10 murid agar bisa menjawab apa yang dibutuhkan anak. Guru harus selalu memonitor perkembangan masing-masing  anak. Setiap  hari usai  proses  belajar  mengajar  selesai, guru tidak langsung  pulang, tetapi berkumpul  mendiskusikan  perkembangan masing-masing  anak. Jika di dalam kelasnya  ada 10 murid, 10 murid itu dibahas satu per satu.


Salam Dahsyat dan Luar Biasa!


( Dr Nasrul Syarif, M.Si  CEO Educoach. Penulis Buku The Power of Spirituality. Wakil Ketua Komnas Pendidikan Jawa Timur )

Minggu, 01 Agustus 2021

Dunia adalah Ladang Akherat





SURABAYA, corruptionexpose.com - Rasulullah SAW  besabda, “ Dunia adalah ladang akherat. Barangsiapa menanam kebaikan, ia akan menuai kebahagiaan. Barangsiapa menanam keburukan, ia akan menuai penyesalan.”


Allah SWT  berfirman dalam QS. Asy-Syura (42) ayat 20 :

مَن كَانَ يُرِيدُ حَرۡثَ ٱلۡأٓخِرَةِ نَزِدۡ لَهُۥ فِي حَرۡثِهِۦۖ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرۡثَ ٱلدُّنۡيَا نُؤۡتِهِۦ مِنۡهَا وَمَا لَهُۥ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ  

من كان يريد بعمله ثواب الآخرة فأدى حقوق الله وأنفق في الدعوة إلى الدين، نزد له في عمله الحسن، فنضاعف له ثواب الحسنة إلى عشر أمثالها إلى ما شاء الله من الزيادة، ومن كان يريد بعمله الدنيا وحدها، نؤته منها ما قسمناه له، وليس له في الآخرة شيء من الثواب. (٢٠)


(Barang siapa yang menghendaki) dengan amalnya (keuntungan akhirat) pahala akhirat (Kami tambahkan keuntungan itu baginya) dilipatgandakan pahalanya yaitu satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan dan bahkan lebih dari itu (dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia) tanpa dilipatgandakan (dan tidak ada baginya suatu bagian pun di akhirat.)


Sobat.  Dalam ayat ini dijelaskan bahwa barang siapa yang menghendaki pahala dengan amal dan usahanya, Allah akan memudahkan baginya untuk beramal saleh, kemudian Dia mengganjar amalnya itu, satu kebaikan dengan sepuluh kebaikan sampai berlipatganda menurut kehendak Allah. Begitu pula sebaliknya, barang siapa mengharapkan dari amal usahanya kemewahan dunia dengan segala bentuknya dan tidak sedikit pun mengharapkan amalan dan pahala akhirat, maka Allah akan memberikan sebanyak apa yang telah ditentukan baginya, tetapi ia tidak akan memperoleh sedikit pun pahala akhirat karena amal itu sesuai dengan niatnya, dan bagi setiap orang balasan amalnya sesuai dengan niatnya, sebagaimana sabda Nabi saw:


Bahwasanya amal itu menurut niatnya, dan bahwasanya bagi setiap orang mendapat balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)


Sobat. Qatadah berkata, "Sesungguhnya Allah memberikan pahala kepada orang-orang yang amalnya diniatkan untuk akhirat selain untuk kesenangan dunia menurut kehendaknya. Allah tidak memberikan pahala di akhirat kepada orang yang beramal dengan niat memperoleh kenikmatan dunia saja." Hal ini sejalan dengan firman Allah:

 

Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya (di akhirat) neraka Jahanam; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.Dan barangsiapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik. (al-Isra'/17: 18-19).


Wahai Pemuda! Janganlah engkau malas, sebab kemalasan  selamanya merugi  dan  beriring penyesalan. Baguskanlah amal-amalmu, niscaya Allah SWT  memberimu dunia  dan akherat.


Sobat. Tuangkan  pikiranmu  terhadap sesuatu  yang  diperintahkan  kepadamu  dan jangan  sibukkan ia  dengan  sesuatu yang telah dijamin untukmu. Sebab, rezeki dan ajal  telah terjamin. Selama ajal masih ada, rezki pun pasti tiba. Bila  dengan kebijaksanaan-Nya Dia menutup  satu jalan  untukmu  maka  dengan rahmat-Nya Dia  membuka jalan  yang lain  yang lebih berguna bagimu.


Sobat. Jika  engkau  ingin tidak ada  lagi pintu yang tertutup  di hadapanmu, bertakwalah  kepada Allah Azza wa jalla, sebab  takwa  adalah kunci  segala pintu.Allah SWT  berfirman :


“ Dan , barangsiapa  bertakwa  kepada Allah, niscaya Dia  menjadikan baginya  jalan  keluar dan  memberinya rezeki dari arah  yang tidak disangka-sangkanya.”(QS. Ath-Thalaq (65) : 2).


( Dr Nasrul Syarif M.Si.  Penulis Buku Santripreneur dan Gizi Spiritual. Dosen pascasarjana IAI  Tribakti  Lirboyo. Wakil Ketua Komnas Pendidikan Jawa Timur )

Berita Terbaru