Tampilkan postingan dengan label wapres gibran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wapres gibran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Maret 2026

​Gebrakan Gibran di Tuban: Dari Rapat Strategis Semen Indonesia hingga Blusukan ke Pasar Rakyat





​TUBAN, MCE – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja maraton ke Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Jumat (6/3). Kunjungan ini fokus pada dua pilar utama pembangunan: penguatan industri strategis nasional dan revitalisasi ekonomi kerakyatan.


​Mengawali agenda di Bumi Wali, Wapres Gibran menyambangi Kantor Pusat PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Di sana, Wapres memimpin rapat terbatas bersama jajaran manajemen untuk membedah peta jalan industri semen nasional. Fokus utamanya adalah memastikan efisiensi produksi dan penguatan daya saing industri dalam negeri di pasar global.


​Tak berhenti di ruang rapat, Wapres melanjutkan peninjauan lapangan ke Talavera Project Jetty di kawasan Socorejo, Kecamatan Jenu. Proyek infrastruktur pelabuhan milik SIG ini menjadi titik krusial dalam rantai pasok distribusi industri. Wapres ingin memastikan proyek tersebut mampu memberikan dampak signifikan terhadap konektivitas logistik nasional.


​Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pembangunan inklusif, Wapres Gibran menyempatkan diri "blusukan" ke Pasar Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo. Di tengah kerumunan warga, Wapres meninjau langsung stabilitas harga bahan pokok dan berdialog dengan para pedagang mengenai kondisi ekonomi akar rumput.


​"Kunjungan ini adalah langkah konkret pemerintah dalam memastikan bahwa hilirisasi industri besar harus berjalan selaras dengan kesejahteraan pasar rakyat," ujarnya salah satu poin dalam agenda strategis tersebut.


​Wapres menempuh perjalanan menggunakan Pesawat Kepresidenan Boeing 737-800 NG TNI AU menuju Surabaya, sebelum akhirnya bertolak ke Tuban menggunakan Helikopter Super Puma.

Dalam kunjungan ini, Wapres didampingi oleh sejumlah pejabat teras, antara lain:
- ​Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur)
​- Mayjen TNI Rudy Saladin (Pangdam V/Brawijaya)
​- Irjen Pol Nanang Avianto (Kapolda Jawa Timur)
​- Aditya Halindra Faridzky (Bupati Tuban)


​Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mengawal proyek strategis daerah agar berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (bp). 

​Blusukan ke Pasar Glondonggede, Wapres Gibran Soroti Kenaikan Harga Cabai dan Stok Pangan





​TUBAN, MCE – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melakukan peninjauan langsung terhadap aktivitas perdagangan di Pasar Glondonggede, Kabupaten Tuban, Jumat (6/3). Kunjungan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjamin stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok (bapok) di tingkat pedagang maupun konsumen menjelang perayaan Idulfitri.


​Dalam inspeksi mendadak tersebut, Wapres didampingi oleh Kepala Pasar Glondonggede Sutadji dan Kepala UPTD Pengelolaan TPI Agus Saleh Setiawan. Wapres menyisir lorong pasar guna berinteraksi langsung dengan para pedagang untuk menyerap aspirasi terkait fluktuasi harga komoditas pangan.


​Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, mengungkapkan bahwa Wapres memberikan instruksi khusus kepada pemerintah daerah untuk tetap konsisten dalam memantau pergerakan harga di pasar.


​“Beliau menekankan agar pemerintah daerah mampu menjaga rantai pasokan hingga Lebaran tiba. Konsistensi dalam menjaga harga agar tetap terjangkau oleh masyarakat luas menjadi prioritas utama,” ujar Aditya.


​Lebih lanjut, Wapres juga meminta adanya penguatan koordinasi yang intensif antara Pemerintah Pusat, Provinsi, hingga Daerah. Hal ini bertujuan untuk memastikan pemerataan distribusi pangan yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.


​Selain isu pangan, kunjungan ini juga menjadi momentum penegasan arah kebijakan nasional. Aditya menyampaikan bahwa Wapres Gibran meminta Pemkab Tuban untuk melakukan percepatan terhadap program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto.


​“Kami mendapatkan arahan langsung untuk bergerak secara masif dalam pengentasan angka kemiskinan serta memastikan keberlanjutan berbagai Program Strategis Nasional (PSN) di tingkat daerah,” tambahnya.


​Di tengah hiruk-pikuk pasar, Jemiatun (56), salah seorang pedagang senior yang telah berjualan selama dua dekade, menyambut baik kehadiran Wapres. Namun, ia tidak menampik adanya tren kenaikan harga pada sejumlah komoditas sensitif.


​“Saat ini cabai mulai naik, dari Rp50.000 menjadi Rp70.000 per kilogram. Komoditas lain juga merangkak dari Rp20.000 ke Rp30.000,” keluh Jemiatun. Ia berharap kehadiran pemerintah pusat mampu menekan lonjakan harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga. “Harapan kami sederhana, sembako turun, harga stabil, dan barangnya tidak langka,” tuturnya.


​Pasar Glondonggede bukan sekadar tempat transaksi, melainkan urat nadi ekonomi bagi masyarakat pesisir Tuban. Kawasan ini menjadi tumpuan hidup bagi sedikitnya:
- ​100 nelayan yang memasok hasil laut.
​- 80 pedagang ikan dan 60 pedagang sayur.
​- Serta pemukiman bagi 65 kepala keluarga di sekitar area pasar.


​Pemerintah Kabupaten Tuban berkomitmen untuk segera menindaklanjuti arahan Wapres dengan melakukan penataan manajemen pasar dan pengawasan stok pangan secara berkala selama bulan suci Ramadan hingga Idulfitri mendatang. (bp). 

​Gerak Cepat Arahan Presiden, Wapres Pimpin Rakor Darurat Banjir Tuban: Fokus Sekolah dan Logistik




​TUBAN, MCE – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, bergerak cepat meninjau sekaligus memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Dampak Banjir di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (6/3). Pertemuan yang berlangsung di Kantor PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ini menjadi langkah konkret dalam menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah pusat dan daerah bersinergi mempercepat pemulihan pascabencana.


​Dalam arahannya, Wapres menekankan bahwa keselamatan dan kesejahteraan warga adalah prioritas utama. Meski dilaporkan tidak ada korban jiwa, ia menggarisbawahi bahwa kerugian materiil yang dialami masyarakat harus ditangani secara serius dan cepat.


​“Fasilitas umum yang terdampak, seperti sekolah dan tempat ibadah, harus segera difungsionalkan kembali agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh,” tegas Wapres Gibran di hadapan para pemangku kepentingan.


Wapres secara khusus menyoroti kerusakan jalan penghubung Ngino–Sambongrejo yang menjadi urat nadi aktivitas warga. Ia meminta perbaikan infrastruktur jalan dan pembenahan sistem drainase segera dilakukan guna menjamin kelancaran distribusi logistik.


​Tak hanya infrastruktur besar, pendataan rumah warga yang rusak juga menjadi atensi. Wapres menginstruksikan agar proses birokrasi diperingkas sehingga bantuan dapat segera dicairkan. "Segera selesaikan pendataan, cairkan bantuannya, dan bantu warga dalam proses pembersihan rumah mereka," ujarnya.


Mengingat data BMKG menunjukkan potensi cuaca ekstrem masih akan membayangi hingga akhir Maret, Wapres meminta pemerintah daerah tetap dalam status siaga. Ia juga mengingatkan risiko munculnya penyakit pascabanjir seperti diare, leptospirosis, hingga DBD.


​Untuk solusi jangka panjang, Wapres mendorong adanya normalisasi sungai dan perbaikan tata kelola drainase yang sistematis di wilayah Tuban agar bencana serupa tidak menjadi agenda tahunan.


Menanggapi arahan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa penanganan banjir di beberapa titik memang memerlukan skema pengerjaan tahun jamak (multi-years) karena kompleksitasnya. Sementara itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky melaporkan bahwa langkah normalisasi sungai saat ini terus digencarkan.


​Dukungan juga datang dari sektor korporasi. Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Indrieffouny Indra, menyatakan komitmen perusahaan dalam membantu pemulihan lingkungan melalui program CSR, mulai dari bantuan finansial, layanan kesehatan, hingga mitigasi lingkungan berkelanjutan.


​Rakor ini turut dihadiri oleh Plt. Sekretaris Wapres Al Muktabar, jajaran direksi PT Semen Indonesia dan PT Solusi Bangun Indonesia, serta perwakilan dari BBWS Brantas dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali. (bp). 


​#WapresGibran #BanjirTuban #JawaTimur #GibranRakabuming #Infrastruktur 

Sabtu, 22 November 2025

​Gibran di KTT G20 Afrika Selatan, Serukan Keadilan Iklim dan Ekonomi Digital




​JAKARTA, MCE - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, baru saja mencatatkan sejarah baru di panggung global. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Benua Afrika (22 November 2025), Wapres Gibran menyuarakan sebuah pesan tegas: Global South bukan lagi penonton, melainkan motor utama arah dunia.


​Di hadapan para pemimpin ekonomi terbesar dunia, Wapres Gibran dengan lantang menekankan bahwa KTT G20 harus menjamin pertumbuhan ekonomi global yang adil dan inklusif. Sorotan utamanya adalah isu kesenjangan perubahan iklim. Menurutnya, upaya menutup jurang ini wajib didukung dengan akses pembiayaan yang merata dan inovatif, termasuk melalui skema bantuan utang dan mekanisme transisi hijau yang mudah dijangkau oleh negara-negara berkembang.


​Indonesia tidak hanya beretorika, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata:
​1. Iklim: Indonesia mengalokasikan dana fantastis, 2,5 miliar USD per tahun, untuk memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berwawasan lingkungan serta membangun infrastruktur yang tangguh terhadap iklim ekstrem.
​2. Inklusi Digital: Wapres Gibran bangga mempromosikan keberhasilan sistem pembayaran digital nasional QRIS sebagai contoh nyata inklusi digital yang efektif.
​3. Masa Depan Ekonomi: Untuk merespons munculnya aset baru seperti kripto, ia juga mengajukan usulan penting: pembentukan dialog ekonomi intelijen dalam forum G20.


​Sebagai penutup yang menguatkan visi Indonesia sebagai pemimpin di Global South, Wapres Gibran menegaskan filosofi kerja sama global: Kolaborasi harus diarahkan untuk memberdayakan dan mengangkat satu sama lain, BUKAN untuk menciptakan ketergantungan baru. Pesan ini memperjelas posisi Indonesia yang ingin membangun kemitraan setara di kancah internasional. (bp). 

Gibran Bawa Misi Prabowo di Indonesia - Afrika CEO Forum 2025



​JAKARTA, MCE, 21 November 2025 – Dalam sebuah langkah diplomatik yang menegaskan pergeseran fokus kebijakan luar negeri Indonesia, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka tampil di panggung Indonesia–Africa CEO Forum 2025 di Saxon Hotel, Johannesburg. Kehadiran Gibran, yang berlangsung di sela-sela KTT G20, bukan sekadar kehadiran formal, melainkan membawa misi strategis yang dipersonalisasi.


​Mengawali sambutannya, Gibran menyampaikan salam hangat dan komitmen penuh dari Presiden Prabowo Subianto. Pesan intinya jelas: Indonesia, sebagai kekuatan ekonomi di Asia Tenggara, bertekad menjadi mitra krusial dan setara bagi negara-negara di Benua Afrika. Hubungan ini, tegas Gibran, memiliki fondasi historis yang tak terbantahkan, berakar kuat dari semangat Konferensi Asia-Afrika 1955 yang menjunjung solidaritas Global South.


​Di hadapan para pemimpin bisnis terkemuka, Wapres Gibran menggarisbawahi urgensi kerja sama di sektor-sektor strategis yang akan membentuk masa depan kedua kawasan. Ini meliputi energi terbarukan, industri pertahanan yang mandiri, teknologi transformatif, dan penguatan rantai pasok global yang lebih tangguh. Kerangka kolaborasi ini dirancang untuk menjawab tantangan dinamika ekonomi global yang bergerak cepat.


​Wapres juga menyambut gembira kebijakan bebas visa antara Indonesia dan Afrika Selatan. Langkah progresif ini dinilai sebagai katalisator yang akan menghilangkan hambatan mobilitas dan mempercepat interaksi antara pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat.


​Puncak acara forum tersebut ditandai dengan peluncuran awal Indonesia–South Africa High-Level Business Council (ISA-HLBC). Platform ini bukan sekadar wadah diskusi, melainkan arena yang secara langsung mempertemukan pemerintah dan industri untuk mempercepat realisasi proyek-proyek prioritas dengan dampak nyata.


​Pembentukan ISA-HLBC merupakan tindak lanjut eksplisit dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengintensifkan diplomasi ekonomi. Ini menegaskan bahwa komitmen Indonesia untuk memperkuat ikatan dengan Global South, khususnya Afrika, kini telah beranjak dari retorika menjadi aksi nyata dan terstruktur. (bp). 

Rabu, 08 Oktober 2025

Panen Raya Ketahanan Pangan: Sinergi Polri dan Wakil Presiden Memajukan Swasembada Jagung Nasional




​JAKARTA, MCE - Di tengah terik matahari pagi yang menyelimuti Desa Bantar Panjang, Banten, pada hari Rabu (8/10), tampak sosok Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, didampingi oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., berbaur dengan para petani dan masyarakat setempat. Kehadiran dua tokoh penting negara ini bukan tanpa alasan. Mereka datang untuk secara langsung memimpin dan meresmikan program monumental: Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV Polri.


​Kegiatan penanaman jagung ini adalah manifestasi nyata dari komitmen Polri yang tidak hanya fokus pada keamanan dan ketertiban, tetapi juga bergerak di garis depan dalam mendukung agenda strategis pemerintah, yakni mencapai swasembada pangan nasional.


​Bukan sekadar seremonial, langkah yang diambil Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo menunjukkan dampak yang luar biasa dan terukur. Program ketahanan pangan Polri telah mengelola total 1,19 juta hektar lahan di seluruh Indonesia. Angka kolosal ini terdiri dari 881 ribu hektar lahan binaan dan 313 ribu hektar lahan baku sawah yang secara efektif dimanfaatkan.


​Fokus utama penanaman kali ini adalah komoditas jagung. Hingga saat ini, sebanyak 554 ribu hektar dari total lahan yang dikelola Polri telah berhasil ditanami jagung. Kerja keras dan kolaborasi ini telah membuahkan hasil yang sangat signifikan: produksi jagung mencapai 2,83 juta ton hanya dalam periode Januari hingga September 2025.


​Capaian impresif ini tidak hanya berarti bagi institusi kepolisian, tetapi juga memberikan dorongan kuat bagi sektor pertanian nasional. Dengan kontribusi produksi ini, total produksi jagung nasional tercatat mengalami peningkatan yang patut dibanggakan, yakni melonjak sebesar 13,95% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini secara tegas menunjukkan bahwa peran aktif institusi non-pertanian seperti Polri sangat vital dalam memperkuat fondasi ekonomi dan ketahanan negara.


​Dalam sambutannya di lokasi penanaman, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan kembali komitmen jangka panjang institusinya.


​"Polri terus berupaya mewujudkan ketahanan pangan nasional dengan dukungan penuh dari berbagai Kementerian/Lembaga, Instansi Pemerintah, para stakeholder terkait serta seluruh elemen masyarakat," ujar Kapolri.


​Pernyataan ini menggarisbawahi filosofi program ini: kolaborasi. Polri menyadari bahwa mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan adalah tanggung jawab bersama, membutuhkan sinergi dari hulu ke hilir, melibatkan pemerintah, swasta, dan khususnya para petani sebagai pahlawan pangan sejati.


​Acara penanaman jagung serentak ini tidak hanya menandai dimulainya kuartal penanaman yang baru, tetapi juga menjadi simbol harapan dan optimisme. Ini adalah bukti bahwa dengan kemauan politik yang kuat dari pemimpin negara, dukungan penuh dari aparat keamanan, dan semangat gotong royong seluruh elemen bangsa, cita-cita untuk menjadikan Indonesia mandiri pangan, khususnya dalam komoditas jagung, bukanlah mimpi belaka, melainkan sebuah realitas yang tengah diwujudkan bersama-sama.


Langkah nyata Polri dan dukungan Wakil Presiden ini diharapkan dapat terus menginspirasi instansi lain untuk mengambil peran aktif dalam mendukung program strategis nasional, memastikan bahwa kedaulatan pangan Indonesia terjamin untuk generasi mendatang. (bp). 

Sumber: Divisi Humas Polri

Berita Terbaru