Tampilkan postingan dengan label adiwiyata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label adiwiyata. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Januari 2022

SMPN 2 Sumberrejo Bersiap Menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri




BOJONEGORO, MCE - SMP Negeri 2 Sumberrejo Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro bersiap menuju sekolah Adiwiyata Mandiri. Hal itu dilakukan setelah sebelumnya SMP Negeri 2 Sumberrejo meraih penghargaan Adiwiyata Nasional 2021.


Gusmat, S.Pd, M.M, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sumberrejo mengatakan bahwa, setelah mendapatkan perhargaan sekolah Adiwiyata Nasional 2021, kini pihaknya sedang melakukan berbagai persiapan guna menuju sekolah Adiwiyata Mandiri.


" Alhamdulillah, tahun 2021 kemarin mendapat penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata Nasional, tentunya hal itu berkat dukungan berbagai pihak, diantaranya para guru, siswa, wali murid maupun komite sekolah, termasuk pula kelompok kerja (Pokja) Adiwiyata, ada sebanyak 11 Pokja di SMPN 2 Sumberrejo", terang Gusmat, saat ditemui di Kantornya, Senin (17/01/2022) pagi.


Untuk itu, setelah Adiwiyata Nasional 2021, dikatakan Gusmat, berbagai persiapan dilakukan untuk menuju sekolah Adiwiyata Mandiri dan menurutnya, hal itu membutuhkan waktu sekitar 2 tahun untuk melakukan persiapan tersebut. 


Persiapan itu diantaranya, pembenahan berbagai sarana belajar, perawatan taman dilingkungan sekolah dan juga melakukan pembenahan serta pembersihan sampah.


" Utamanya, persiapan untuk mewujudkan 2 sekolah sebagai sekolah Adiwiyata. Sebab, hal itu jadi salah satu instrument menuju sekolah Adiwiyata Mandiri", imbuh dia.






Hal lain yang menurutnya terpenting adalah membangun sikap dan karakter manusianya. Sebab itu, pihaknya berupaya agar guru dan siswa agar mempunyai sikap peduli, mencintai dan melestarikan lingkungan.


Disisi lain, Siti Anisiah, Koordinator Adiwiyata SMP Negeri 2 Sumberrejo menambahkan, bahwa sebelumnya SMP Negeri 2 Sumberrejo melakukan berbagai perjuangan untuk meraih berbagai predikat sebagai sekolah Adiwiyata. 


Ia pun menceritakan, ihwal perjuangannya, menurutnya keinginan untuk jadi sekolah Adiwiyata dimulai sejak tahun 2015 kemudian pada tahun 2016 sempat minta ke SMP Negeri 1 Bojonegoro untuk jadi sekolah binaannya dan dibina hingga pada tahun 2017 meraih penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten.


Lebih lanjut, katanya, pada tahun 2018 sempat gagal pula untuk meraih Adiwiyata tingkat Provinsi dan baru pada tahun 2019 dapat meraihnya kemudian setelah itu pada tahun 2021 meraih penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata Nasional.


Selain itu, sambung dia, agar SMP Negeri 2 Sumberrejo dapat tetap menjaga lingkungan yang sehat dan ramah lingkungan, maka pihaknya selalu memperhatikan kebersihan kantin sekolah, melakukan penghematan penggunaan energi listrik, pembenahan dan perawatan sarana belajar.


Dan penghargaan itu, menurutnya, merupakan hasil dari kerja keras dan kerja sama antara pendidik, peserta didik maupun wali murid dan berbagai pihak lain untuk saling mendukung dan mensukseskan program tersebut.


 " Alhamdulillah, dan bangga, mandiri dan jaya nanti sekolah kita," harap dia.

 

(eko: pengurus Komnasdik Tuban). 

Sabtu, 08 Januari 2022

Usai Raih Adiwiyata Nasional 2021, SMPN 1 Kapas Bersiap Menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri




BOJONEGORO, MCE - SMPN 1 Kapas Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro meraih penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata Nasional 2021 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.


Dikemukakan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kapas, Drs. Bambang Hadi S, bahwa sebelum menerima penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata Nasional 2021, pihaknya telah mendapatkan penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata Provinsi pada tahun 2019.


" Berbagai tahapan dilakukan untuk sukseskan program sekolah Adiwiyata Nasional 2021 tersebut, sekitar tahun 2020, jadi hampir selama 1 tahun persiapannya, termasuk membentuk Tim Adiwiyata dan Pokja (Kelompok Kerja_red), baik itu Pokja internal seperti Pokja guru, Pokja siswa, Pokja Komite sekolah serta kerjasama degan pihak lain ",ungkap dia saat ditemui dikantornya, Sabtu (8/01/2021).


Lebih lanjut, kata dia, berbagai persiapan dilakukan, diantaranya pembenahan sarana belajar mengajar, sarana olah raga dan diadakannya berbagai macam taman sekolah maupun pepohonan di lingkungan sekolah. Selain itu, juga melakukan pembenahan serta pembersihan sampah di lingkungan sekolah.



Dia katakan pula, untuk siswa misalkan, setiap sebulan sekali pihaknya melakukan penilaian kelas dan memberikan piala bergilir, melalui lomba 5 K, (kebersihan, keamanan, ketertiban keindahan, kekeluargaan_red) dengan begitu diharapkan semua siswa dapat termotivasi dalam budaya menjaga kelestarian dan cinta lingkungan.


Sedangkan bagi para guru, pihaknya memberlakukan reward dan punishment. Dengan cara siswa dapat memberikan penilaian kepada semua guru, maka ada evaluasi kemudian dilakukan reward maupun punishment bagi guru.


"Dengan begitu antara pendidik dan peserta didik dapat tercipta kenyamanan dan kedisiplinan dalam proses belajar mengajar", imbuh dia.


Menurutnya, hal yang terpenting adalah membangun sikap dan karakter manusianya, apalagi setelah mendapat penghargaan Adiwiyata Nasional 2021. 


" Kini, setelah menerima penghargaan tersebut, kami bersiap menuju sekolah Adiwiyata Mandiri sehingga guru dan siswa harus semakin meningkatkan sikap peduli, mencintai dan melestarikan lingkungan sekolah," tuturnya penuh semangat.



Selain itu, pihaknya juga berupaya mewujudkan lingkungan yang tetap sehat dengan memerhatikan sanitasi lingkungan sekolah dan mengedepankan hemat energi listrik.


 “Kami membuat resapan air dan biopori. Selain itu mengelola jalan air agar tidak menggenang. Kantin yang ramah lingkungan. Sehingga lingkungan menjadi sehat dan tetap mengedepankan hemat energi listrik," katanya.


Penghargaan itu, kata Bambang Hadi, merupakan buah kerja sama dan dapat menambah motivasi pendidik, peserta didik maupun wali murid guna menuju sekolah Adiwiyata Mandiri.


 "Senang dan bangga, semua karena kami dapat bersinergi untuk mewujudkan sekolah ramah lingkungan, bersih, sehat, hijau dan nyaman. Kedepan, semoga sekolah Adiwiyata Mandiri segera dapat terwujud, " harapnya.

(Eko: Pengurus Komnasdik Tuban). 

Kamis, 06 Januari 2022

SMPN 1 Dander Raih Adiwiyata Provinsi, ini Harapan Kepala Sekolah




BOJONEGORO, MCE - Sebanyak 4 sekolah tingkat SMPN di Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro mendapat penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata Provinsi 2021, dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.


Salah satu diantaranya adalah SMP Negeri 1 Dander Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, penerima penghargaan sekolah Adiwiyata Provinsi 2021 tersebut.


Dikemukakan Kepala Sekolah SMPN 1 Dander, Abdul Ghofur, M.Pd., bahwa pihak sekolahannya mendapatkan penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata Provinsi 2021 beberapa waktu lalu, Selasa (21/12/2021).


" Ya, benar, Alhamdulillah, kami mendapatkan penghargaan sekolah Adiwiyata Provinsi 2021 tersebut kemarin ,"terang Abdul Ghofur, saat ditemui di kantornya, Kamis (06/01/2022) pagi.


Selain itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Dander tersebut mengatakan, bahwa sebelum meraih penghargaan itu, berbagai tahapan dilakukan untuk menuju sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi 2021. Bahkan, pihak sekolah juga mempersiapkan segala fasilitas untuk sukseskan program tersebut. 


Diantaranya, diadakannya mesin pencacah sampah, pasalnya karena banyak pohon-pohon di sekolahan yang kemudian daun-daunnya rontok berjibun sehingga dengan mesin pencacah sampah tersebut pembersihan sampah dilakukan, selain itu jika dilakukan  pembenahan sarana belajar siswa dan terdapat taman hidroponik serta lainnya.


"Dengan begitu pendidik dan peserta didik nyaman dalam proses belajar mengajar", terangnya.


Meski begitu, menurutnya, yang terpenting adalah membangun sikap dan karakter sumber daya manusianya (SDM), sehingga pihaknya berupaya semua guru dan siswa agar memiliki sikap dan karakter peduli, mencintai dan melestarikan lingkungan hidup.


"Apalagi disekitar sekolah merupakan area hutan, sehingga pihak sekolah melakukan berbagai upaya agar lingkungan di sekolah tetap terjaga kelestariannya",tuturnya.


Pencapaian itu, kata Abdul Ghofur, adalah merupakan hasil kerja sama semua pihak, termasuk pendidik, peserta didik maupun wali murid dan berbagai pihak lainnya.


 "Senang dan bangga, tentu dengan hal ini dapat menambah motivasi kami, kedepan bersiap menuju program sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional",pungkasnya.


Sekedar diketaui, selain SMPN 1 Dander sebagai penerima penghargaan tersebut, terdapat pula SMPN 1 Baureno, SMPN 1 Kanor dan SMPN 1 Balen.

 (Eko: Pengurus Komnasdik Tuban). 

SMAN 4 Bojonegoro Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional 2021, ini Harapan Kepala Sekolah




BOJONEGORO, MCE - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Bojonegoro mendapat penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.


Berdasarkan keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Nomor.SK.1079/MENLHK/P2SDM/SDM.2/11/12021. SMAN 4 Bojonegoro mendapatkan penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional 2021, tertanggal 17 November 2021.


Dra. Wiwik Widowati, M.Pd, Kepala Sekolah SMAN 4 Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro mengungkapkan, bahwa penghargaan tersebut memiliki makna prestice bagi pihak sekolah sekaligus wujud apresiasi bagi lembaga pendidikan yang baik, nyaman dan peduli lingkungan.


“Tentu saja memiliki nilai prestice dan merupakan bagian wujud apresiasi bahwa SMAN 4 Bojonegoro punya kualitas untuk dijadikan pilihan sebagai tempat belajar yang baik dan berbasis lingkungan hidup ,” terangnya saat ditemui ditemui dikantornya, Kamis (06/01/2022).


Selain itu, ia pun mengungkapkan, penghargaan sekolah Adiwiyata Nasional 2021, juga menjadi salah satu kebanggaan tersendiri sebagai langkah awal menuju sekolah Adiwiyata Mandiri.


“ SMAN 4 Bojonegoro termasuk dari 2 sekolah tingkat SMAN di Kabupaten Bojonegoro yang mendapatkan penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata Nasional 2021”, imbuh dia.


Meskipun dengan area sekolah yang terbatas, sambung dia, tapi dengan program sekolah Adiwiyata semua bagiannya jadi area yang bermanfaat dan memiliki tujuan sehingga nyaman dan asri sebagai tempat belajar. Dengan lingkungan sekolah yang bebas dari sampah serta taman lingkungan sekolah yang asri.


Selain itu, Kepala Sekolah SMAN 4 Bojonegoro mengatakan, program sekolah Adiwiyata bukanlah program jangka pendek, melainkan program jangka panjang sehingga membutuhkan dukungan dan komitmen dari semua unsur sekolah.


“ Sebelumnya, di tahun 2019, SMAN 4 pernah meraih sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Jawa Timur, dan dengan berbagai persiapan dan tahapan yang dilakukan pada akhirnya dapat meraih penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata Nasional 2021", singkat ceritanya.


Kini, setelah SMAN 4 Bojonegoro meraih penghargaan tersebut, berbagai upaya terus dilakukan pihak sekolah untuk menuju sekolah Adiwiyata Mandiri.


" Salah satunya, jalin kerjasama dengan berbagai jenjang lembaga sekolah, sebagai sekolah binaan Adiwiyata, karena hal tersebut merupakan syarat dalam program sekolah Adiwiyata Mandiri. Kedepan, semoga SMAN 4 Bojonegoro sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri segera terwujud", harapnya.

(Eko: Pengurus Komnasdik Tuban). 

Berita Terbaru