Jumat, 10 Juli 2026

​Bikin Bangga Bojonegoro! Siswa SMAN 1 Ngraho Borong Medali di Kejuaraan Atletik Jatim 2026, Ini Rahasia Suksesnya



BOJONEGORO, MCE – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia pendidikan di Kabupaten Bojonegoro. Kali ini, SMAN 1 Ngraho sukses mengguncang panggung olahraga regional setelah para atlet mudanya berhasil memborong sejumlah medali dalam ajang bergengsi Juara Invitasi Atletik Antar Klub Tahun 2026 Se-Jawa Timur. Jumat (10/7/2026). 


​Kompetisi ketat yang berlangsung di Stadion Gelora Joko Samudro pada Minggu, 5 Juli 2026 tersebut menjadi saksi bisu keperkasaan mental dan fisik anak-anak didik dari ujung barat Bojonegoro ini.


​Dua nama yang kini tengah menjadi buah bibir atas performa gemilang mereka adalah Priyanti Sukmawati dan Wahyudin. Keduanya sukses naik ke podium kehormatan setelah menyisihkan rival-rival tangguh dari berbagai klub atletik terbaik se-Jawa Timur.


​Dominasi di Lapangan: Emas, Perak, dan Perunggu Dibawa Pulang


​Priyanti Sukmawati tampil luar biasa dengan mendominasi dua nomor sekaligus. Ia berhasil menyabet Juara 1 (Medali Emas) di cabang Tolak Peluru, serta mengamankan posisi Juara 2 (Medali Perak) di cabang Lempar Lembing. Sementara itu, rekan sejawatnya, Wahyudin, melengkapi kejayaan sekolah dengan meraih Juara 3 (Medali Perunggu) di cabang Lempar Lembing.


​Keberhasilan ini membuktikan bahwa potensi atlet daerah, khususnya dari SMAN 1 Ngraho, tidak boleh dipandang sebelah mata dan mampu bersaing di level tertinggi Jawa Timur.


​Apresiasi dan Komitmen Kepala Sekolah


​Kepala SMAN 1 Ngraho Kabupaten Bojonegoro, Nunuk Nuriyati, S.Pd., M.Pd., dalam pers rilis resminya tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan harunya atas pencapaian luar biasa ini. Beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para siswa dan tim pelatih yang telah berjuang keras.


"Teruslah berlatih, berusaha, dan berprestasi. Kalian adalah kebanggaan SMAN 1 Ngraho! Prestasi ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju panggung yang lebih besar," ujar Nunuk Nuriyati tegas, memberikan suntikan motivasi bagi seluruh civitas akademika.


​Nunuk juga menambahkan bahwa pihak sekolah akan terus berkomitmen memberikan ruang, fasilitas, serta dukungan moral dan material bagi seluruh siswa yang ingin mengembangkan bakatnya, baik di bidang akademik maupun non-akademik seperti olahraga. Program sinergi seperti SMA Double Track dan Jatim Cerdas yang digaungkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur terbukti nyata dalam membentuk karakter siswa yang tangguh dan siap berprestasi.


​Menyengat Publikasi: Bukti Nyata Kualitas Pendidikan Daerah


​Capaian SMAN 1 Ngraho ini menepis stigma bahwa prestasi besar hanya milik sekolah-sekolah di pusat kota. Dedikasi yang ditunjukkan oleh Priyanti dan Wahyudin menjadi tamparan positif sekaligus inspirasi bagi generasi muda di Bojonegoro bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk menggenggam prestasi tingkat provinsi.


​Netizen dan masyarakat Bojonegoro pun ramai-ramai memberikan ucapan selamat di berbagai platform media sosial, berharap capaian emas ini menjadi pemantik semangat bagi atlet-atlet muda lainnya untuk terus mengharumkan nama daerah di kancah nasional. (bp). 

Otak Cemerlang dari Ngraho! Ade Setya Indarso Sabet Juara 3 Catur Klasik di Porkab II Bojonegoro 2026



BOJONEGORO, MCE – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh talenta muda berbakat asal SMAN 1 Ngraho dalam ajang Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) II Bojonegoro 2026. Kompetisi sengit yang mempertemukan atlet-atlet terbaik se-kabupaten ini menjadi panggung pembuktian bagi Ade Setya Indarso, yang sukses mengamankan posisi Juara 3 dalam cabang olahraga Catur Klasik. Jumat (10/7/2026). 


​Keberhasilan Ade ini tidak hanya membawa pulang medali perunggu, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa ketajaman strategi, ketenangan mental, dan kerja keras mampu membuahkan hasil luar biasa di tingkat kabupaten.


​Kepala SMAN 1 Ngraho Kabupaten Bojonegoro, Nunuk Nuriyati, S.Pd., M.Pd., dalam pers rilis mengatakan:


​"Kami atas nama seluruh keluarga besar SMAN 1 Ngraho mengucapkan selamat dan sukses setinggi-tingginya kepada Ananda Ade Setya Indarso atas prestasi luar biasa yang telah diraih. Menjadi Juara 3 Catur Klasik di ajang sebesar Porkab II Bojonegoro bukanlah perkara mudah. Ini adalah buah dari disiplin, latihan yang konsisten, serta ketangguhan mental yang luar biasa. Semoga pencapaian ini tidak hanya berhenti di sini, melainkan menjadi langkah awal yang kokoh menuju kesuksesan yang jauh lebih besar di masa depan, serta mampu menginspirasi seluruh siswa-siswi lainnya untuk terus menggali potensi dan mengukir prestasi."


​Ajang Porkab II Bojonegoro sendiri dikenal sebagai salah satu barometer pembibitan atlet berprestasi di wilayah Jawa Timur. Dengan raihan ini, SMAN 1 Ngraho kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung sekaligus memfasilitasi minat dan bakat para peserta didik, baik di bidang akademik maupun non-akademik, guna mencetak generasi emas yang unggul dan berdaya saing global. (bp). 

Kamis, 09 Juli 2026

​Kamis Kelam di Sukoharjo: Bupati Etik Suryani Dikabarkan Terjaring OTT KPK, Gerbong 'Rompi Oranye' 2026 Bertambah?




​SUKOHARJO, MCE – Publik Solo Raya diguncang kabar mengejutkan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan kembali memperpanjang daftar hitam pejabat korup di tanah air melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) senyap di Kabupaten Sukoharjo, Kamis (9/7/2026) malam.


​Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa pusaran operasi senyap ini menyeret nama orang nomor satu di Sukoharjo, yakni sang Bupati, Etik Suryani. Pasca-penangkapan yang berlangsung kilat tersebut, sang Bupati kabarnya langsung digelandang ke Mapolresta Surakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif di bawah kawalan ketat penyidik antirasuah.


​Bungkam Seribu Bahasa


​Hingga berita ini diturunkan, atmosfer ketegangan menyelimuti internal Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo. Otoritas setempat masih memilih bungkam seribu bahasa dan belum bersedia memberikan pernyataan resmi terkait kabar miring yang menimpa pucuk pimpinan mereka.


​Sikap serupa juga ditunjukkan oleh pihak gedung merah putih. KPK belum mengeluarkan rilis resmi terkait detail perkara maupun status hukum dari pihak-pihak yang diamankan. Kendati demikian, bungkamnya kedua belah pihak justru kian menebalkan spekulasi publik bahwa ada "tangkapan besar" yang sedang diproses.


​2026: Tahun Pembersihan Massal Pejabat Korup


​Aksi nyata KPK di Sukoharjo seolah menjadi sinyal tegas bahwa lembaga antirasuah ini tidak sedang main-main di tahun 2026. Genderang perang terhadap korupsi ditabuh semakin kencang, terbukti dari deretan pejabat negara yang bertumbangan satu demi satu sepanjang tahun ini.


​Catatan merah KPK hingga April 2026 lalu saja sudah memperlihatkan daftar panjang nama-nama elite politik dan birokrat yang resmi menyandang status tersangka.


​Ruang tahanan KPK kini sarat dengan mereka yang dulunya berjas rapi, namun kini terpaksa berbalut rompi oranye. Mereka kini hanya bisa pasrah menunggu nasib di balik jeruji besi sembari menanti persidangan bergulir.


​Apakah Sukoharjo akan menjadi episode terbaru dari drama keruntuhan kekuasaan akibat keserakahan? Publik kini menanti keberanian KPK untuk membuka tabir hitam di balik OTT Kamis malam ini. (bp). 

Rabu, 08 Juli 2026

​Gerebek Kafe & Money Changer Jaksel, Polri Sita Rp67,2 Miliar: Pusaran Korupsi Kakap Diatensi Langsung Presiden




​JAKARTA, MCE — Ketegangan pecah di kawasan elite Jakarta Selatan. Sejumlah personel Brimob bersenjata laras panjang mendadak mengepung dan mengamankan sebuah kafe serta money changer. Langkah represif ini merupakan bagian dari operasi penggeledahan serentak di delapan lokasi berbeda yang digelar oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Rabu (8/7).


​Operasi besar-besaran ini bukan isapan jempol. Penyidik melancarkan manuver tajam terkait penyidikan gurita kasus dugaan korupsi, suap, gratifikasi, hingga Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Tiga mega skandal yang sempat mengguncang publik kini dibongkar sekaligus: dugaan korupsi blackout batu bara PLN, korupsi PT Asabri, dan korupsi PT Krakatau Steel.


​Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa pergerakan ini adalah langkah tegas guna mengamankan barang bukti. Tidak main-main, operasi senyap berskala besar ini disebut-sebut menjadi atensi langsung Presiden Prabowo Subianto dalam agenda pembersihan ruang birokrasi dan korporasi negara.


​"Pengerahan personel Brimob dalam jumlah besar merupakan prosedur standar untuk mengantisipasi segala bentuk potensi perlawanan atau hambatan selama proses hukum berlangsung di lapangan," ujar Budi Hermanto.


​Sita Rp67,2 Miliar di Cipete: Kedai Kopi Jadi Kedok Cuci Uang?


​Hasilnya mengejutkan. Dari delapan titik yang disasar, penyidik berhasil mengamankan aset bernilai fantastis dari dua lokasi di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Tak kurang dari Rp67,2 miliar uang tunai berhasil disita. Uang haram tersebut diduga kuat mengalir ke kantong seorang oknum penyelenggara negara.


​Kepala Kortastipidkor Polri, Totok Suharyanto, mengungkapkan bahwa penyitaan dilakukan di Kafe de’Clan Signature dan Koin Money Changer. Selain tumpukan uang tunai, polisi juga mengangkut sejumlah dokumen krusial, perangkat elektronik, serta telepon genggam yang diyakini menyimpan rekam jejak digital kejahatan para pelaku.


​Secara rinci, dari Kafe de’Clan Signature saja, penyidik mengamankan mata uang asing dan domestik yang nilainya setara dengan hampir Rp60 miliar, meliputi:


​• SGD 3.130.000 (Dolar Singapura)

​• USD 889.965 (Dolar AS)

​• Rp259,16 juta (Rupiah)


​Proses penggeledahan dan penyitaan disaksikan langsung oleh tiga pegawai kafe yang tak berkutik saat polisi mengosongkan brankas di lokasi.


​Sinyal Tersangka Baru di Pusaran Elit


​Meski polisi masih mengunci rapat identitas oknum penyelenggara negara yang menjadi target utama, manuver serentak di delapan lokasi ini mengindikasikan bahwa badai hukum ini akan menyeret nama-nama besar.


​Penggeledahan ini menjadi sinyal kuat dari Kortastipidkor Polri bahwa tidak ada tempat aman bagi para koruptor untuk menyembunyikan harta jarahan mereka, bahkan di balik kedok bisnis kafe mentereng sekalipun. Publik kini menanti, siapa figur bermandikan uang puluhan miliar yang akan segera mengenakan rompi oranye tahanan. (bp). 

Pengamanan Piodalan di Pura Mandara Giri Semeru Agung Berjalan Aman dan Lancar




Lumajang, MCE – Personel gabungan melaksanakan pengamanan kegiatan Piodalan Tahun 2026 di Pura Mandara Giri Semeru Agung (MGSA), Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, pada Senin malam (6/7/2026). 


Pengamanan dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada umat Hindu yang melaksanakan ibadah sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi.


Pengamanan melibatkan personel gabungan dari Polsek Rayon Barat, Satuan Lalu Lintas, Koramil Senduro, Pecalang Pura, serta Satuan Keamanan Desa (SKD) Senduro.


Sebelum pelaksanaan pengamanan, seluruh personel mengikuti apel gabungan yang dipimpin Ps. Kanit Patroli Polsek Senduro, Aiptu Ari Rahmad Wibowo, S.H. 


Selanjutnya, petugas disiagakan di sejumlah titik untuk mengatur arus kendaraan dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan.


Kapolsek Senduro, AKP Wahono Pudji Santoso, S.H., mengatakan pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian agar seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan nyaman.


"Pengamanan ini merupakan komitmen kami untuk memberikan rasa aman kepada umat Hindu yang sedang melaksanakan Piodalan. Kami juga bersinergi dengan TNI, Pecalang, dan unsur pengamanan lainnya agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar," ujar AKP Wahono Pudji Santoso.


Ia menambahkan, selama kegiatan berlangsung situasi di kawasan Pura Mandara Giri Semeru Agung tetap kondusif. Arus lalu lintas di depan area pura juga terpantau lancar berkat pengaturan yang dilakukan petugas gabungan.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel pengamanan dan masyarakat yang telah bekerja sama menjaga keamanan dan ketertiban. Alhamdulillah, kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan yang berarti," pungkasnya. Kontributor: budi. 

PENTINGNYA ARSIPARIS DAN KEHUMASAN DALAM MENGANGKAT CITRA MADRASAH DAN KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN/KOTA SE-JAWA TIMUR




*Gus Luthfi*

MAN 2 Lamongan

_Guru Madrasah Inspiratif Nasional Kementerian Agama RI 2022_


 *ABSTRAK*

Di era keterbukaan informasi, citra lembaga tidak hanya ditentukan oleh kinerja, tetapi juga oleh kemampuan mendokumentasikan dan mengkomunikasikannya. Artikel ini mengkaji urgensi peran arsiparis dan humas dalam mengangkat citra Madrasah dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Arsiparis berperan menjaga akuntabilitas melalui pengelolaan arsip yang tertib dan digital, sementara humas berperan membangun narasi positif kepada publik. Hasil kajian menunjukkan bahwa sinergi keduanya mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat, mempermudah akreditasi dan audit, serta memperkuat branding lembaga. Penguatan SDM, digitalisasi arsip melalui SRIKANDI, dan pembentukan tim komunikasi terpadu menjadi kunci keberhasilan.

*Kata Kunci*: Arsiparis, Kehumasan, Citra Lembaga, Madrasah, Kementerian Agama


*PENDAHULUAN*

Di era digital, kinerja baik saja tidak cukup. Madrasah dan Kantor Kemenag Kabupaten/Kota harus "bekerja baik dan diketahui baik". Dua profesi kunci di sini adalah *Arsiparis* dan *Humas*. Arsiparis menjaga data dan bukti kerja. Humas membangun narasi dan kepercayaan publik. Tanpa keduanya, citra positif lembaga sulit terbangun.


 *URGENSI PERAN*


*1. Arsiparis: Penjaga Memori dan Akuntabilitas*

Arsip adalah bukti. Data siswa, prestasi KSM, laporan BOS, dokumentasi kegiatan, hingga SK guru harus tertib dan mudah diakses. Arsip yang rapi mempermudah akreditasi, audit, dan perencanaan. Dengan digitalisasi melalui SRIKANDI, arsip menjadi bahan baku yang valid untuk publikasi.[1]


*2. Kehumasan: Arsitek Citra Publik*

Humas mengubah data menjadi cerita. Melalui website, media sosial, rilis pers, dan hubungan dengan media, humas mengangkat prestasi madrasah dan inovasi layanan Kemenag. Satu konten positif bisa membangun kepercayaan ribuan masyarakat.[2]


*3. Sinergi: "Data Menjadi Cerita"*

Arsip tanpa publikasi = tidak dikenal. Publikasi tanpa data = tidak dipercaya.

Rumusnya: `Arsip Valid + Narasi Kreatif = Citra Kuat`

Contoh: Prestasi siswa yang diarsipkan rapi, lalu dikemas humas jadi video dan berita, akan mendongkrak nama madrasah secara nasional.

*TANTANGAN & SOLUSI*

*Tantangan*: SDM merangkap, dokumentasi minim, dan belum optimalnya media.

*Solusi*:

1. *Bentuk Tim Arsip-Humas* di setiap satker dan madrasah.

2. *Digitalisasi & Satu Data* melalui SRIKANDI dan website.

3. *Pelatihan rutin* oleh Kanwil Kemenag Jatim bersama ANRI dan Diskominfo.

4. *Apresiasi* "Satker dan Madrasah Paling Informatif se-Jatim".

 *PENUTUP*

Citra adalah hasil dari kerja yang terdokumentasi dan dikomunikasikan.

*Arsiparis memastikan kita tidak lupa apa yang telah kita kerjakan. Humas memastikan masyarakat tidak lupa kebaikan yang telah kita lakukan.*


Jika bersinergi, maka Madrasah dan Kantor Kemenag se-Jawa Timur akan menjadi lembaga yang tidak hanya _hebat_, tetapi juga _terpercaya dan dibanggakan_.


_Wallahu a’lam bish-shawab_

 *DAFTAR PUSTAKA SINGKAT*

1. UU No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan

2. Pedoman Humas Kemenag RI, 2020

3. Data Kanwil Kemenag Prov. Jawa Timur, 2023[1][2][3].

​Menatap Megahnya Pura Mandara Giri Semeru Agung: Simbol Suci di Kaki Mahameru dan Harmoni yang Abadi



LUMAJANG, MCE – Di bawah bayang-bayang kegagahan Gunung Semeru yang disakralkan, berdiri sebuah mahakarya spiritual yang tak hanya memukau mata, tetapi juga meneduhkan jiwa. Pura Mandara Giri Semeru Agung, yang terletak di Kecamatan Senduro, Lumajang, tegak berdiri sebagai salah satu tempat peribadatan tertua dan paling dihormati bagi umat Hindu di seantero Nusantara. Secara berkala, pura ini menjadi magnet spiritual, memanggil ribuan umat Hindu dari Pulau Bali untuk menunaikan ziarah agung mereka. Rabu (8/7/2026). 


​Melangkah masuk ke kompleks pura, pengunjung akan disambut oleh arsitektur tradisional yang megah. Gapura Candi Bentar berdiri tinggi menjulang, seolah menjadi pembatas antara hiruk-pikuk duniawi dan kesucian jagat spiritual. Setiap sudut dindingnya dihiasi ukiran batu hitam yang halus, rumit, dan sarat akan makna filosofis yang mendalam.


​Namun, daya tarik Mandara Giri Semeru Agung tidak berhenti pada estetikanya belaka. Berada di lereng timur Semeru, destinasi ini menawarkan atmosfer yang sejuk, tenang, dan damai—sebuah oase bagi siapa saja yang merindukan ketenangan.


​Lebih dari sekadar pusat ritual dan situs sejarah, pura ini adalah bukti hidup dari indahnya toleransi. Di sini, di tengah masyarakat lokal Lumajang, kerukunan beragama terajut dengan sangat kental. Pura Mandara Giri Semeru Agung bukan hanya milik satu golongan, melainkan sebuah warisan budaya yang memikat hati para pencinta sejarah, sekaligus simbol abadi dari harmoni dalam keberagaman. (bp). 

Berita Terbaru