Kamis, 23 April 2026

Dari Bojonegoro ke Negeri Sakura: Lantainya Sama, Mimpinya Mendunia




BOJONEGORO, MCE - Sorak riuh GOR Dabonsia pecah saat peluit panjang dibunyikan. Papan skor menunjukkan 4-3. Tim floorball putra MTsN 1 Bojonegoro memastikan tiket ke final Kejurnas Junior 2026. Di tribun sebelah, tim putri baru saja mengunci kemenangan 3-1 lewat gol cepat di menit terakhir. Satu sekolah, dua tim, satu tujuan: Jepang. Jumat (24/4/2026). 


Perjalanan ini tidak instan. Selama 8 bulan, anak-anak MTsN 1 Bojonegoro berlatih tiap subuh sebelum kelas. Lapangan sekolah yang sederhana mereka sulap jadi arena tempur. Stik fiber, bola berlubang, dan sepatu yang solnya mulai tipis jadi saksi. Pelatih Pak Muco dan Pak Ibra menanamkan tiga hal: disiplin, komunikasi, dan respek. "Floorball itu catur dengan kecepatan sprint," kata Pak mico.


Di Kejurnas Surabaya bulan lalu, tim putra tampil sebagai kuda hitam. Tertinggal 0-2 di babak pertama lawan DKI Jakarta, mereka membalik keadaan lewat pressing tinggi dan umpan satu-dua yang rapi. Kapten tim, Fajar, mencetak brace. Penjaga gawang Rizky jadi tembok dengan 17 saves. Sementara tim putri melaju mulus dengan rekor belum kebobolan di fase grup. Trisula Anisa-Dinda-Zahra mencetak 11 gol total, dengan visi bermain yang dewasa untuk usia MTs.


Puncaknya saat pengumuman: MTsN 1 Bojonegoro dinobatkan sebagai perwakilan Indonesia untuk _Asia Oceania Floorball Championship U-15_ di Osaka, Jepang, Agustus 2026. Air mata pecah. Bagi sebagian anak, ini akan jadi pertama kali naik pesawat, pertama kali lihat salju musim dingin, pertama kali bawa nama merah putih.


*Menuju Jepang: Lebih dari Sekadar Bertanding*

Sekarang fase baru dimulai. Latihan taktik ditambah kelas budaya. Mereka belajar bungkuk 15 derajat, cara tukar kartu nama, dan 5 frasa bahasa Jepang dasar. "Tujuannya bukan cuma menang. Kami mau anak-anak pulang sebagai duta pelajar," ujar Kepala Madrasah,  Saifuddin Yulianto, S.Ag.M.Pd.I


Dukungan mengalir dari Pemkab Bojonegoro, Kemenag, hingga wali murid yang patungan untuk biaya tambahan. Tagar #MadrasahMendunia dan #BojonegoroToOsaka ramai di media sosial. Latihan bersama tim nasional junior jadi menu utama sebulan ke depan.


Di Osaka nanti, putra-putri MTsN 1 Bojonegoro akan satu grup dengan Jepang, Singapura, dan Australia. Berat, tapi bukan mustahil. Karena mereka berangkat bukan hanya bawa stik dan pelindung lutut. Mereka bawa doa satu madrasah, nama satu kabupaten, dan bukti bahwa dari lapangan sekolah bisa lahir mimpi setinggi langit.


*Penutup*

Saat stik pertama diayunkan di Osaka Arena, yang bertanding bukan 5 orang di lapangan. Yang bertanding adalah kerja keras tiap subuh, ikhlasnya guru, dan beraninya anak madrasah bermimpi mendunia. Bojonegoro, kita ke Jepang. (*/red). 

​Harmoni Tradisi di Kumpulrejo: Ribuan Warga Gelar Sedekah Bumi, Camat Parengan Tekankan Pentingnya Validasi Data Bansos




​TUBAN, MCE – Gemuruh rasa syukur menyelimuti Dusun Kraksaan, Desa Kumpulrejo, saat ratusan warga berkumpul dalam gelaran sakral Tasyakuran Sedekah Bumi. Acara yang menjadi simbol rasa terima kasih atas melimpahnya hasil alam ini dihadiri langsung oleh Camat Parengan, Darmadin Noor, beserta jajaran Forkopimca, tokoh masyarakat, dan perangkat desa setempat.


​Pelestarian Kearifan Lokal dalam Bingkai Gotong Royong

​Dalam sambutannya, Camat Parengan, Darmadin Noor, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme warga. Menurutnya, Sedekah Bumi bukan sekadar ritual tahunan, melainkan manifestasi nyata dari semangat gotong royong yang menjadi akar budaya bangsa.


​"Kegiatan ini adalah bukti nyata kebersamaan masyarakat. Ini adalah kearifan lokal yang wajib kita jaga dan lestarikan bersama. Di tengah gempuran zaman, nilai-nilai seperti ini yang menjaga kohesi sosial kita tetap kuat," ujar Darmadin Noor di hadapan para undangan.


​Soroti Sensus: Memastikan Bantuan Tepat Sasaran

​Selain isu kebudayaan, Camat juga memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan pesan krusial terkait administrasi dan kesejahteraan sosial. Ia mengungkapkan bahwa proses sensus terhadap kurang lebih 5.200 warga telah dilaksanakan dengan seksama.


​Langkah ini diambil guna memastikan akurasi data kependudukan, sehingga program bantuan dari pemerintah ke depannya dapat tersalurkan secara presisi dan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.


​Keamanan Kondusif dan Stabilitas Logistik

​Senada dengan Camat, Kapolsek Parengan, Ramelan, turut memberikan pencerahan terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Ia menyampaikan apresiasi kepada warga Dusun Kraksaan karena telah menjaga lingkungan tetap kondusif.


​Di sisi lain, menyikapi isu energi, Kapolsek memastikan bahwa distribusi LPG di wilayah tersebut berjalan lancar tanpa kendala.
"Alhamdulillah, pantauan kami di lapangan menunjukkan stok LPG lancar. Saya berterima kasih atas dukungan masyarakat dalam menjaga keamanan. Semoga melalui doa bersama di Sedekah Bumi ini, bapak dan ibu sekalian senantiasa dilancarkan rejeki dan kesehatannya," pungkasnya.


​Dukungan serupa datang dari Babinsa Kraksaan, Heny Irawan, yang hadir mewakili Danramil Parengan. Ia mendoakan agar seluruh rangkaian acara, yang dijadwalkan berlangsung dari siang hingga malam hari, dapat berjalan lancar tanpa hambatan apapun.


​Wujud Syukur Atas Panen Melimpah

​Kepala Desa Kumpulrejo, Kunarsono, selaku tuan rumah tak kuasa menyembunyikan rasa harunya atas kekompakan warga. Ia menegaskan bahwa kemeriahan acara ini sepenuhnya merupakan hasil kerja keras dan swadaya masyarakat.


​"Terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan warga desa. Sedekah bumi ini adalah wujud syukur kami atas hasil panen yang diberikan Tuhan YME. Kami sadar masih banyak kekurangan dalam penyambutan, untuk itu kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga tahun depan acara kita bisa jauh lebih meriah lagi," harap Kunarsono.


​Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama, menandai tekad masyarakat Desa Kumpulrejo untuk terus melangkah maju dengan tetap memegang teguh tradisi leluhur.


​Editor: (bp/MCE) 
Lokasi: Parengan, Kabupaten Tuban Jawa Timur

BAU AMIS DI DINAS ESDM JATIM: DARI SETORAN "WANGI" HINGGA FORTUNER HASIL PUNGUTAN LIAR—SIAPA LAGI YANG BAKAL MENYUSUL?



​SURABAYA, MCE – Slogan "Melayani Bangsa" nampaknya hanya jadi pajangan di dinding kantor Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur. Di balik pintu-pintu ruangan yang sejuk, diduga ada praktik "bisnis sampingan" yang jauh lebih panas: pungutan liar (pungli) perizinan tambang yang baunya kini menyengat sampai ke meja penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.


​Kamis (23/4/2026), tim penyidik Kejati Jatim kembali mempertontonkan "prestasi" memalukan para oknum birokrat ini ke publik. Tak tanggung-tanggung, tumpukan uang tunai ratusan juta dan satu unit Toyota Fortuner VRZ kinclong milik tersangka OS disita sebagai bukti nyata betapa gurihnya "uang haram" dari sektor pertambangan dan air tanah.


​Gaya Hidup Mewah di Atas Penderitaan Rakyat

​Siapa yang menyangka, di saat pengusaha tambang harus memutar otak demi legalitas, oknum pejabat justru asyik memutar uang "pelicin". Aspidsus Kejati Jatim, Wagiyo, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa selama enam jam penggeledahan pada Senin lalu, ditemukan fakta yang bikin geleng-geleng kepala. Dokumen perizinan yang seharusnya diproses cepat, diduga sengaja "disandera" alias ditahan dalam proses administrasi. Strategi kuno: kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah kalau tidak ada "upeti"?


​Arisan Pungli: 19 Staf Ikut Kecipratan "Uang Panas"

​Bukan hanya level atas, praktik ini rupanya sudah seperti "budaya perusahaan" yang dipelihara secara kolektif. Hasil penyidikan mengungkap catatan pembagian uang yang rapi—mirip jatah arisan. Ada sekitar 19 orang staf di bidang pertambangan yang rutin menerima aliran dana pungli ini.


​Nominalnya bervariasi, mulai dari "uang rokok" Rp750 ribu hingga Rp2,5 juta per orang. Diduga kuat, distribusi ini adalah perintah langsung dari tersangka AM selaku Kepala Dinas ESDM, yang kemudian dieksekusi oleh tersangka OS selaku Kepala Bidang Pertambangan. Sebuah kolaborasi yang sangat solid, bukan untuk membangun daerah, tapi untuk menebalkan kantong pribadi dan anak buah.


​Kembalikan Uang karena Panik atau Toba

​Melihat rekan-rekannya mulai "diangkut", para penerima aliran dana ini nampaknya mulai gerah. Hingga saat ini, total uang yang dikembalikan secara bertahap mencapai Rp707 juta. Tentu saja, pengembalian uang ini tidak menghapus tindak pidananya. Pertanyaannya: kalau tidak ketahuan Kejati, apakah uang itu akan dikembalikan atau malah dipakai untuk cicilan mobil baru lagi?


​Penyidik kini telah menyita Fortuner VRZ tahun 2022 milik tersangka OS. Mobil gagah yang mungkin dibeli dari tetesan keringat pihak-pihak yang dipersulit izinnya.


​Layanan Pengaduan: Waktunya "Buka-bukaan"

​Bagi masyarakat atau pelaku usaha yang pernah merasa diperas oleh oknum ESDM Jatim, Kejati Jatim kini membuka lebar pintu pengaduan melalui nomor 081277874343.


​Kini publik menunggu, apakah drama "Bancakan Uang Tambang" ini hanya berhenti di 19 orang staf dan dua tersangka utama, atau justru akan ada "nyanyian" baru yang menyeret nama-nama lebih besar di lingkaran kekuasaan Jawa Timur? Kita lihat saja seberapa kuat mereka bertahan di balik jeruji besi. (bp). 


​#KorupsiESDM #PungliJatim #KejatiJatim #SkandalTambang #NetizenMelawanLupa

Bupati dan Kapolres Tinjau Pasar Baru Pagi Hari, 41 Kios Terdampak Kebakaran Dini Hari



Tuban, MCE - Kebakaran menghanguskan puluhan kios di Pasar Baru Tuban, Kamis (23/4) dini hari. Api yang muncul sekitar pukul 03.10 WIB baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.30 WIB. Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky bersama Kapolres Tuban AKBP Alaiddin kemudian turun langsung meninjau lokasi untuk memastikan penanganan berjalan dan pedagang segera bisa kembali beraktivitas.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tuban menyampaikan, proses pemadaman berlangsung cepat berkat kolaborasi lintas pihak. “Penanganan terasa cepat karena kolaborasi dari seluruh pihak, penanganan kurang lebih sekitar 1 jam 30 menit mulai dari jam 3.10 sampai dengan sekitar jam setengah 5 sudah dipadamkan,” ujarnya saat dikonfirmasi di lokasi.


Selanjutnya, petugas masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api tersisa. Pada saat bersamaan, kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengungkap penyebab kebakaran.


Data sementara mencatat sebanyak 41 kios dan los terdampak, yang dimiliki sekitar 15 pedagang. “Total dari los dan kios ada 41 kios dan los dan itu dimiliki oleh 15 orang pemiliknya,” kata Bupati.


Kemudian, pemerintah daerah menunggu proses olah TKP sebelum melakukan pembersihan area. Setelah itu, pedagang akan difasilitasi agar dapat kembali berjualan di lokasi tersebut. “Nanti setelah pembersihan area, nanti juga akan langsung kita tempatkan lagi di sini untuk para pedagang-pedagang bisa kembali lagi mencari rezekinya,” ujarnya.


Terkait kerugian yang dialami pedagang, estimasi awal diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta dengan asumsi rata-rata Rp5 juta per kios dari total 41 kios. “Namun, angka ini masih sementara karena belum dilakukan pendataan langsung kepada para pedagang,” terang Mas Lindra.


Di sisi lain, Pemkab Tuban menyiapkan langkah darurat dengan mendirikan tenda sementara agar aktivitas ekonomi tetap berjalan sambil menunggu penataan lanjutan. Tak hanya itu, Bupati memastikan akan dilakukan penataan ulang pasar dengan melibatkan pedagang. Langkah ini diambil karena Pasar Baru telah beberapa kali mengalami kebakaran.


“Ke depan, pemerintah memastikan akan ada penataan ulang. Termasuk perbaikan tata letak kios agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.


Sementara itu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Untuk penyebab kebakaran, masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. “Penjelasan teknis akan disampaikan oleh Kapolres setelah proses kajian selesai,” katanya.


Evaluasi juga akan menyasar fasilitas pendukung, termasuk hidran yang dinilai belum cukup menjangkau seluruh area pasar. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan guna mencegah kejadian serupa. (bp).

Satpol PP, Damkar dan BPBD Tuban Susun Program Edukasi Pedagang tentang Mitigasi Kebakaran



TUBAN, MCE – Pemkab Tuban melalui Satpol PP dan Damkar bersama BPBD Tuban bergerak cepat menyusun program edukasi para pedagang terkait mitigasi bencana kebakaran di lokasi usaha, menyusul insiden kebakaran yang terjadi di Pasar Baru Tuban.


Sebagaimana diketahui, kebakaran di Pasar Baru Tuban terjadi pada pukul 03.10 WIB dan menghanguskan sebanyak 41 kios, Kamis (23/04/2026). Berkat respon cepat dan kerja sama lintas sektoral, api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam. Proses pemadaman melibatkan 50 personel gabungan dengan dukungan 7 unit mobil pemadam kebakaran serta 6 truk tangki air dari BPBD Tuban. Pada kesempatan ini, Bupati Tuban bersama Kapolres Tuban meninjau langsung proses penanganan kebakaran.


Usai peninjauan lokasi, Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Tuban, Sutaji, menyampaikan kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya langkah-langkah pencegahan yang harus dilakukan secara bersama. Salah satunya melalui pemenuhan sertifikat laik fungsi bagi pelaku usaha. Guna mencegah terjadinya kebakaran di pasar, diperlukan edukasi terkait pentingnya sertifikat laik fungsi. Dokumen ini memuat persyaratan sistem proteksi kebakaran, baik aktif maupun pasif. "Kami berpesan agar pelaku usaha segera mengurus sertifikat tersebut sebagai upaya pencegahan,” ujarnya.


Ia menambahkan pemenuhan sistem proteksi kebakaran harus menjadi perhatian seluruh pedagang. Penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap toko atau pada titik-titik tertentu dinilai sangat penting sebagai langkah awal penanganan jika terjadi kebakaran.

“Dengan adanya APAR, pedagang dapat melakukan penanganan awal sehingga api tidak semakin besar dan meluas. Ini penting untuk meminimalkan kerugian maupun potensi korban,” imbuhnya.


Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tuban, Sudarmaji, menjelaskan bahwa sesuai arahan Bupati Tuban, pihaknya bersama Satpol PP dan Damkar serta OPD terkait akan melakukan penataan ulang lokasi pasar. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan aspek keselamatan dan memudahkan penempatan sarana proteksi kebakaran seperti hidran dan tangki air.


“Penataan ini diharapkan dapat meminimalkan potensi kebakaran, baik yang disebabkan oleh korsleting listrik, pembakaran sampah, maupun faktor lainnya. Dengan sistem yang lebih tertata, penanganan awal bisa dilakukan lebih cepat,” jelasnya.


Selain itu, BPBD bersama Satpol PP dan Damkar Tuban juga akan memberikan edukasi dan pelatihan kepada para pedagang mengenai mitigasi kebakaran. Materi yang disampaikan meliputi penggunaan APAR, identifikasi faktor penyebab kebakaran, hingga langkah-langkah penanganan saat terjadi kebakaran.


Melalui upaya edukasi dan penguatan sistem proteksi ini, Pemkab Tuban berharap kesadaran dan kesiapsiagaan para pedagang semakin meningkat. Dengan demikian, potensi risiko kebakaran dapat ditekan, sekaligus menciptakan lingkungan pasar yang lebih aman, tertib, dan memberikan rasa tenang bagi seluruh masyarakat. (bp).

Rabu, 22 April 2026

Bangun Desa Berbasis Data, Tambakboyo Siapkan Tiga Desa Ikuti Program Desa Cantik 2026




Tuban, MCE - Upaya menghadirkan pembangunan desa yang lebih tepat sasaran terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Tuban melalui peningkatan literasi dan pemanfaatan data statistik di tingkat desa. Melalui sosialisasi dan pencanangan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2026 di Kecamatan Tambakboyo yang dilaksanakan di pendapa Kecamatan Tambakboyo, Rabu (22/4).


Pada kesempatan tersebut, Camat Tambakboyo, Ari Wibowo Waspodo, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kapasitas desa dalam pengelolaan data. Ia menjelaskan, Kecamatan Tambakboyo mengusulkan tiga desa, yakni Desa Sawir, Desa Gadon, dan Desa Mulyoagung sebagai percontohan. “Program ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan literasi dan pemanfaatan data statistik di tingkat desa,” ujar Ari—sapaan Camat Tambakboyo.


Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program tersebut. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP), Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3APMD), perguruan tinggi, pihak swasta dan pemerintah desa menjadi kunci agar pengelolaan data desa berjalan optimal dan berdampak langsung pada perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.


Selanjutnya, Kepala BPS Kabupaten Tuban, Wicaksono, menjelaskan bahwa Program Desa Cantik merupakan bagian dari pembangunan sistem statistik nasional yang berkelanjutan. “Melalui program Desa Cantik, kami berupaya meningkatkan literasi, pemahaman, serta kesadaran perangkat desa dan masyarakat dalam penyelenggaraan statistik,” ungkap Wicaksono.


Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program ini juga mendorong standarisasi pengelolaan data serta pembentukan agen statistik di tingkat desa. Upaya tersebut diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat dan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.


Di sisi lain, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Tuban, Arif Handoyo, menilai tiga desa yang diusulkan telah memiliki kesiapan untuk menjalankan program tersebut. “Apabila data yang disajikan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, maka hal tersebut akan mendukung terwujudnya desa informatif,” jelasnya.


Kemudian, ia berharap capaian Kabupaten Tuban yang telah meraih predikat kabupaten informatif dapat diikuti oleh desa-desa melalui penguatan data statistik. Ia juga mencontohkan keberhasilan Desa Merkawang, Kecamatan Tambakboyo, yang masuk dalam lima besar nasional Program Desa Cantik tahun 2025. Pemanfaatan data hasil verifikasi dan validasi juga ditekankan agar program pembangunan desa dapat berjalan tepat sasaran.


Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, acara dilanjutkan dengan penandatanganan Piagam Pencanangan Desa Cantik oleh sejumlah pihak terkait, termasuk BPS, Diskominfo SP Tuban, Dinsos P3A dan PMD Tuban, Camat Tambakboyo, serta kepala desa dari tiga desa yang diusulkan.


Dengan adanya program ini, diharapkan desa tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, tetapi mampu berperan sebagai subjek yang aktif mengelola data secara mandiri. Pemkab Tuban berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi guna meningkatkan kualitas data desa demi mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan tepat sasaran bagi masyarakat. (bp).

Selasa, 21 April 2026

Baru Seumur Jagung Menjabat, 'Geng' Gubernur AW Sudah Dicokok KPK—Ajudan Jadi Kurir Setoran Syahwat Korupsi



JAKARTA, MCE – Belum juga kering tinta di SK pelantikan, kursi empuk singgasana Gubernur Riau periode 2025-2030 sudah digoyang badai korupsi yang memuakkan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan dan menahan MJN, ajudan setia sang Gubernur, dalam drama Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menguak borok pemerasan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.


​Modus Klasik: Anggaran Digelembungkan, Kantong Pribadi Digemukkan

​Konstruksi perkara ini benar-benar memperlihatkan betapa kreatifnya para oknum dalam merampok uang rakyat. Sang Gubernur, berinisial AW, diduga menjadi otak di balik skema pemerasan terhadap para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Dinas PUPRPKPP Provinsi Riau.


​Modusnya? Sangat licin. Anggaran tahun 2025 untuk UPT Jalan dan Jembatan Wilayah I-VI sengaja ditambah drastis dari Rp71,6 Miliar menjadi Rp177,4 Miliar. Kenaikan fantastis sebesar Rp106 Miliar ini ternyata bukan demi aspal yang lebih mulus, melainkan demi "jatah preman" alias fee sebesar 2,5% hingga 5% yang wajib disetorkan ke kantong sang penguasa.


​Ajudan atau Kurir Uang Haram?

​MJN, yang seharusnya bertugas menjaga martabat pimpinannya, justru berakhir menjadi "tukang tagih" dan kurir uang haram. Dalam catatan KPK, MJN diduga menjadi jembatan distribusi uang panas dari sejumlah kepala UPT untuk AW dengan rincian yang bikin elus dada:

​- Tahap I: Senilai Rp950 Juta.

​- Tahap II: Senilai Rp450 Juta.


​Bayangkan, miliaran rupiah mengalir hanya dalam sekejap di saat rakyat Riau mungkin masih bermimpi melihat jalanan mereka bebas lubang.


​"Titah Raja" Tak Selalu Benar

​KPK tak hanya sekadar memborgol tangan-tangan kotor ini, tapi juga melempar sindiran pedas bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN). KPK menegaskan bahwa menjadi bawahan bukan berarti harus menjadi budak yang patuh pada perintah sesat kepala daerah.


"Aparatur di daerah seharusnya berani menolak perintah yang melanggar hukum. Jangan mau jadi tameng atau kurir korupsi atas nama loyalitas buta," tegas jubir dalam keterangannya.


​Kini, MJN harus rela menukar seragam dinasnya dengan rompi oranye "keramat" KPK. Sementara itu, publik Riau dipaksa menelan pil pahit: memilih pemimpin baru dengan harapan perubahan, namun justru mendapatkan sekumpulan serigala berbulu domba yang sibuk menggerogoti APBD bahkan sebelum masa jabatan mereka genap satu tahun.


​Apakah ini akhir dari gurita korupsi di Riau, atau hanya pucuk gunung es dari kabinet "Premanisme Birokrasi" yang baru seumur jagung? Kita tunggu saja kejutan dari gedung merah putih selanjutnya.


​Editor: [bp/MCE]
Sumber: Rilis Resmi KPK RI (13 April 2026)

Berita Terbaru