Selasa, 14 Juli 2026

​Borong 10 Medali PORKAB II Bojonegoro 2026, SMAN 1 Bubulan Buktikan Sekolah Pinggiran Mampu Guncang Panggung Kabupaten




​BOJONEGORO, MCE – Anggapan bahwa prestasi olahraga bergengsi hanya didominasi oleh sekolah-sekolah di pusat kota runtuh seketika. SMAN 1 Bubulan secara mengejutkan sukses menorehkan tinta emas dan mengguncang panggung Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) II Bojonegoro 2026 yang berlangsung dari tanggal 27 Juni hingga 10 Juli 2026. Tak tanggung-tanggung, 10 medali berhasil diboyong pulang oleh para atlet pelajar dari sekolah yang terletak di wilayah selatan Kabupaten Bojonegoro ini. Rabu (15/7/2026). 


​Keberhasilan luar biasa ini menjadi pembuktian nyata di lapangan bahwa keterbatasan geografis sama sekali bukan halangan untuk mencetak sejarah besar dan melahirkan juara sejati.


​Kepala Sekolah: "Ini Buah Kerja Keras dan Mental Juara"


​Kepala SMAN 1 Bubulan, Dziyaus Shobah, S.Pd., M.Pd., tidak dapat menyembunyikan rasa bangga sekaligus harunya atas pencapaian masif anak-anak didiknya. Saat dikonfirmasi media, beliau menegaskan bahwa raihan 10 medali ini merupakan buah manis dari disiplin tinggi yang diterapkan sekolah, latihan spartan tanpa lelah, serta mentalitas pantang menyerah yang tertanam kuat pada diri para siswa.


"Prestasi ini adalah kado terindah bagi seluruh civitas akademika SMAN 1 Bubulan. Anak-anak telah membuktikan di arena PORKAB II Bojonegoro 2026 bahwa mereka memiliki mental juara. Kami tidak sekadar berpartisipasi, kami datang untuk bersaing dan menang. Ini adalah bukti nyata bahwa potensi anak-anak pinggiran, jika diasah dengan komitmen yang tepat, mampu mengguncang level kabupaten," ujar Dziyaus Shobah dengan nada penuh optimisme.


​Dominasi Multicabang: Dari Tradisional hingga Olahraga Modern


​Prestasi yang diraih SMAN 1 Bubulan terbilang sangat impresif karena persebaran medali tidak hanya bertumpu pada satu cabang olahraga (cabor) unggulan saja. Para atlet pelajar ini sukses mendominasi berbagai disiplin olahraga, mulai dari cabang beregu modern hingga nomor individu yang menguras taktik dan fisik.


​Pada cabang olahraga modern Floorball Putri, tim andalan SMAN 1 Bubulan sukses menyumbangkan tiga medali perunggu sekaligus yang masing-masing dipersembahkan oleh Adinda Putri Fatarani, Vya Adelia Dianti, dan Shelli Selvia Ramadhani. Ketiganya tampil solid dan membuktikan bahwa olahraga baru ini mampu dikuasai dengan cepat dan baik oleh siswi-siswi Bubulan.


​Sementara itu, panggung Pencak Silat sukses diguncang oleh ketangguhan M. Rendy Andika P. P. yang berhasil merebut podium tertinggi sebagai Juara 1 dan berhak atas medali emas. Langkah gemilang ini kemudian disusul oleh rekan sejawatnya, Jecky Nur Fakhrizdan, yang tampil luar biasa dan berhasil mengamankan posisi Juara 2 dengan membawa pulang medali perak kebanggaan.


​Tidak kalah mentereng, dominasi penuh juga ditunjukkan pada cabang olahraga Atletik. Dua atlet SMAN 1 Bubulan bahkan sukses menjadi bintang lapangan dengan menyumbang lebih dari satu medali. Di sektor putra, Ilham Surya Nugroho tampil fenomenal dengan mengawinkan gelar Juara 1 Lompat Jauh Putra (Medali Emas) dan Juara 3 Lari 100 Meter (Medali Perunggu).


​Kejutan serupa terjadi di sektor putri. Nadila Nor Cahyani sukses menyabet gelar Juara 1 Lompat Jauh Putri (Medali Emas) sekaligus mengamankan predikat Juara 2 Lari 100 Meter Putri (Medali Perak). Melengkapi deretan prestasi di lintasan atletik, Khesa Laura Alvariani juga tampil memukau dan sukses menduduki peringkat Juara 2 pada nomor Lompat Tinggi Putri untuk berhak atas kalungan medali perak.


​Pesan Menyengat: Momentum Kebangkitan Olahraga Sekolah


​Keberhasilan SMAN 1 Bubulan memborong total 10 medali dengan rincian 3 medali emas, 3 medali perak, dan 4 medali perunggu ini mengirimkan sinyal kuat sekaligus pesan yang "menyengat" bagi peta persaingan olahraga pelajar di Kabupaten Bojonegoro. Sekolah yang letaknya jauh dari pusat keramaian kota kini tidak boleh lagi dipandang sebelah mata.


​Dengan fasilitas latihan yang terbilang sederhana namun didorong oleh volume semangat juang yang tinggi, SMAN 1 Bubulan telah menetapkan standar baru. Kompetisi PORKAB II Bojonegoro 2026 mungkin telah usai, namun bagi SMAN 1 Bubulan, ini merupakan titik awal dari lahirnya generasi emas atlet masa depan yang siap mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi, baik Provinsi (PORPROV) maupun Nasional. (bp). 

​Tuban Bergetar! Anna Mu’awanah Resmi Pegang Kendali PKB, Konsolidasi Total Rebut Kejayaan Dimulai



​TUBAN, MCE – Peta politik di Bumi Wali resmi memasuki babak baru yang lebih panas dan dinamis. Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Tuban menyalakan mesin politiknya dengan kekuatan penuh. Melalui agenda Ta’aruf dan Konsolidasi yang digelar di Kantor DPC PKB Tuban, kepengurusan baru masa bakti 2026–2031 secara resmi memulai pergerakannya. Selasa (14/7/2026). 


​Bukan sekadar kumpul-kumpul biasa, momen ini menjadi kick-off sakral di bawah komando nakhoda baru yang dikenal bertangan dingin: Dr. Hj. Anna Mu’awanah, S.E., M.H.


​Acara ini sekaligus ditandai dengan serah terima amanah dan aset DPC PKB Tuban, serta penataan total struktur Dewan Pengurus Partai. Langkah awal ini menjadi sinyal ketat bahwa PKB Tuban siap merombak strategi dan tancap gas menjalankan roda organisasi demi merebut serta mengamankan kejayaan selama lima tahun ke depan.


​Panggung Para Tokoh Raksasa: Sinyal Soliditas Tanpa Celah


​Aroma kebangkitan dan soliditas parpol begitu menyengat dalam konsolidasi kali ini. Aura pemenangan terpancar kuat dari kehadiran para tokoh kunci yang selama ini menjadi motor penggerak suara di Jawa Timur dan Tuban.


​Hadir langsung membakar semangat para kader:

​• Dr. H. Thoriqul Haq, S.Ag., M.ML. (Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur) yang membawa restu dan instruksi komando dari wilayah.

​• Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si. (Ketua Dewan Syuro DPC PKB Tuban), sosok senior yang karismatik.

​• Dr. H. Miyadi, S.Ag., M.M. (Sekretaris Dewan Syuro).

​• Seluruh barisan petarung dari Anggota Fraksi PKB DPRD Tuban.

​• Jajaran pengurus DPC yang solid, hingga perwakilan dari 20 Pimpinan Anak Cabang (PAC) PKB se-Kabupaten Tuban yang siap merapatkan barisan di akar rumput.


​"Ini bukan sekadar pergantian struktur, ini adalah momentum konsolidasi total. Mesin partai di 20 kecamatan sudah dipanaskan, dan kami siap bergerak dalam satu komando," bisik salah satu kader di sela-sela acara dengan penuh optimisme.


​Babak Baru di Bawah Komando Anna Mu’awanah


​Masuknya Dr. Hj. Anna Mu’awanah sebagai pucuk pimpinan diprediksi banyak pengamat akan mengubah konstelasi politik lokal secara drastis. Rekam jejaknya yang tak perlu diragukan lagi menjadi modal utama bagi PKB Tuban untuk melakukan penetrasi politik yang lebih agresif, taktis, dan modern.


​Penataan struktur baru yang dilakukan dalam agenda ini bukan sekadar formalitas, melainkan pembagian peran bagi para "petarung" politik yang siap mengamankan basis-basis suara dan melahirkan program-program yang langsung menyentuh hati rakyat Bumi Wali.


​Dengan aset yang telah diserahterimakan dan struktur yang kini lebih segar namun sarat pengalaman, DPC PKB Tuban periode 2026–2031 mengirimkan pesan jelas kepada para kompetitornya: Kami siap bertarung, dan kami siap menang.


​Publik kini menunggu, kejutan dan gebrakan politik apa lagi yang akan dilahirkan dari markas DPC PKB Tuban di bawah komando baru ini? Satu yang pasti, peta politik Tuban dipastikan akan jauh lebih dinamis mulai hari ini. (bp). 

​Gebrakan Cantika Wahono: Wastra dan Produk Estetik Bojonegoro "Guncang" Panggung Nasional di Makassar



BOJONEGORO, MCE – Kabupaten Bojonegoro kembali membuktikan bahwa taji produk lokalnya tidak bisa dipandang sebelah mata. Di bawah komando Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bojonegoro, Cantika Wahono, produk-produk UMKM Bumi Angling Dharma sukses mencuri perhatian publik pada ajang bergengsi pameran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dekranas yang digelar di Kota Makassar, Sabtu (11/7/2026).


​Langkah taktis ini bukan sekadar partisipasi biasa, melainkan sebuah misi diplomasi ekonomi kreatif yang agresif untuk membawa produk lokal naik kelas ke kancah nasional.


​Magnet Perhatian di Tanah Daeng


​Dalam pameran skala nasional tersebut, stan Dekranasda Bojonegoro tampil memukau dengan menyuguhkan mahakarya terbaik dari para perajin lokal. Stan ini bertransformasi menjadi etalase estetika yang memanjakan mata para pengunjung dari berbagai penjuru tanah air.


​Beberapa produk unggulan yang menjadi primadona dan berhasil menarik perhatian pengunjung antara lain:

​• Wastra Batik Bojonegoro: Menampilkan corak khas yang sarat akan filosofi lokal, dibalut dengan kombinasi warna berani yang anggun dan modern.

​• Kerajinan Berbahan Kayu: Produk kriya kayu dengan tingkat presisi tinggi, memancarkan kesan mewah sekaligus ramah lingkungan (sustainable art). 

​• Aksesori Eksklusif: Sentuhan detail seni tangan dari pelaku UMKM binaan yang dirancang modis dan memiliki daya saing pasar yang tinggi.


​Bukan Sekadar Pameran, Ini Pembuktian Kualitas


​Kehadiran Bojonegoro di Makassar menjadi sinyal kuat bahwa UMKM daerah kini telah bertransformasi dari sekadar industri rumahan menjadi kekuatan ekonomi yang siap bersaing secara global.


​"Ini adalah momentum penting untuk menunjukkan bahwa produk Bojonegoro memiliki kualitas premium yang layak bersanding di pasar nasional. Kita tidak hanya membawa produk, tapi juga membawa identitas, kebanggaan, dan kerja keras para perajin kita," ujar representasi semangat yang diusung Dekranasda Bojonegoro.


​Melalui kurasi yang ketat dan pembinaan berkelanjutan di bawah nakhoda Cantika Wahono, pameran ini diharapkan menjadi pintu gerbang bagi jejaring bisnis baru yang lebih luas, sekaligus mempertegas posisi Bojonegoro sebagai salah satu pusat industri kreatif yang wajib diperhitungkan di Jawa Timur. (bp). 

Senin, 13 Juli 2026

​Sambut Siswa Baru, SMAN 1 Baureno Bojonegoro Deklarasikan Sekolah Bebas Rokok & Bagikan Seragam Gratis



BOJONEGORO, MCE – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, SMA Negeri 1 Baureno membuat gebrakan inspiratif pada pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang digelar pada Senin, 13 Juli 2026. Tidak sekadar seremonial, sekolah ini langsung tancap gas dengan mengusung komitmen kesehatan remaja dan kepedulian sosial yang nyata.


​Dua agenda besar yang langsung menyita perhatian publik dalam pembukaan MPLS tersebut adalah Deklarasi Anti-Rokok Konvensional & Elektrik, serta pembagian seragam gratis untuk para siswa baru.


​Langkah Tegas Ciptakan Lingkungan Sehat Bebas Asap Rokok


​Sebagai komitmen menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan kondusif, seluruh elemen sekolah—mulai dari jajaran guru hingga siswa baru—melakukan penandatanganan bersama deklarasi anti-rokok, baik rokok konvensional maupun rokok elektrik (vape).


​Deklarasi ini menjadi langkah preventif SMAN 1 Baureno dalam melindungi generasi muda dari bahaya ketergantungan zat adiktif, sekaligus mengampanyekan gaya hidup sehat sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di bangku SMA.


​Kepedulian Nyata: Pembagian Seragam Gratis


​Selain fokus pada pembentukan karakter dan kesehatan, SMAN 1 Baureno juga menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi melalui aksi nyata pembagian seragam gratis bagi siswa. Program ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua murid dan memastikan seluruh siswa memiliki kesempatan yang setara untuk belajar dengan fasilitas yang layak.


​Pernyataan Kepala Sekolah


​Kepala SMAN 1 Baureno, Muhammad Ma'ruf, S.Pd., M.Pd., mengatakan: "MPLS tahun ini sengaja kami rancang agar tidak hanya menjadi ajang adaptasi lingkungan fisik sekolah, melainkan juga momentum peletakan fondasi karakter yang kuat bagi anak-anak didik kita. Melalui deklarasi anti-rokok, kami ingin memastikan lingkungan belajar di SMAN 1 Baureno benar-benar sehat dan ramah anak. Di sisi lain, pemberian seragam gratis ini merupakan wujud nyata kepedulian sekolah dalam mendukung akses pendidikan yang merata dan meringankan langkah para siswa untuk meraih cita-cita mereka tanpa hambatan."

Fokus Utama Kegiatan MPLS 2026 SMAN 1 Baureno:

​• Deklarasi Anti-Rokok: Penandatanganan komitmen bersama bebas rokok konvensional dan elektrik (vape) di area sekolah.

• Bantuan Sosial Pendidikan: Pembagian paket seragam gratis untuk mendukung kesiapan belajar siswa baru.

​• Pendidikan Karakter: Penanaman disiplin, budaya bersih, dan nilai-nilai sosial sejak hari pertama sekolah.


​Kegiatan pembukaan MPLS yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme ini ditutup dengan penyematan tanda peserta didik secara simbolis oleh Kepala Sekolah kepada perwakilan siswa baru, serta foto bersama seluruh jajaran pendidik SMAN 1 Baureno yang siap mengawal masa depan emas para siswa. (bp). 

Bahas Kepemimpinan Masa Depan, Seskab Teddy Sambangi Akmil Magelang Bersama 8 Rekan



MAGELANG, MCE – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melakukan kunjungan dinas ke Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada Senin pagi (13/7/2026). Kehadiran Seskab Teddy kali ini adalah untuk memenuhi undangan resmi guna memberikan pembekalan motivasi dan wawasan kebangsaan kepada lebih dari 1.600 taruna tingkat I, II, dan III.


​Dalam agenda yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB tersebut, Seskab Teddy tidak datang sendiri. Ia didampingi oleh delapan rekan sejawatnya yang turut dihadirkan untuk berbagi pengalaman lapangan serta perspektif strategis kepada para taruna generasi muda TNI tersebut.


​Selama kurang lebih tiga jam, suasana forum berlangsung interaktif. Di hadapan ribuan taruna, Seskab Teddy menekankan tiga poin krusial yang harus dimiliki oleh calon perwira masa depan:

​• Integritas Kepemimpinan: Membangun fondasi karakter yang kuat dan tidak tergoyahkan.

​• Semangat Jiwa Korsa: Menjunjung tinggi kebersamaan dan soliditas antarlini.

​• Komitmen Pengabdian: Menguatkan tekad untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.


​"Para taruna dituntut untuk terus mengembangkan kapasitas diri secara berkelanjutan, menjaga disiplin yang ketat, serta bersiap adaptif dalam menghadapi dinamika tantangan global yang semakin kompleks," ujar Teddy dalam arahannya.


​Sesi pembekalan ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang berbagi inspirasi bagi para taruna Akmil, tetapi juga menjadi pemantik tekad. Melalui pembekalan ini, diharapkan lahir generasi pemimpin TNI yang tidak hanya berkarakter kuat dan adaptif, melainkan juga mampu berkolaborasi lintas sektor demi mewujudkan visi Indonesia Maju. (bp). 

Pemkab Tuban dan Unair Perkuat Sinergi, 194 Mahasiswa KKN Siap Mengabdi




TUBAN, MCE – Pemkab Tuban menerima sebanyak 194 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN BBK) ke-8 Universitas Airlangga (Unair) Tahun 2026 di Pendopo Krido Manunggal Tuban, Senin (13/7). Kehadiran ratusan mahasiswa tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang berpijak pada kebutuhan masyarakat.


Mahasiswa KKN BBK ke-8 Universitas Airlangga berasal dari berbagai program studi dan akan melaksanakan pengabdian masyarakat di empat kecamatan di Kabupaten Tuban.


Dekan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, Prof. Dian Yulie Reindrawati, menyampaikan bahwa KKN BBK merupakan wujud tanggung jawab perguruan tinggi dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Selama pelaksanaan KKN, mereka diharapkan mampu mengidentifikasi potensi maupun persoalan yang dihadapi masyarakat, sekaligus menghadirkan gagasan dan solusi sesuai disiplin ilmu yang dimiliki.


Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mengasah kepekaan sosial dengan memotret kondisi nyata di tengah masyarakat. "Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang dimiliki untuk memahami persoalan di masyarakat, kemudian ikut berkontribusi dalam penyelesaiannya. KKN menjadi ruang belajar sekaligus pengabdian agar ilmu yang diperoleh benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.


Prof. Dian juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Tuban yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan KKN BBK ke-8 Universitas Airlangga. Harapannya, kolaborasi antara pemerintah dan akademisi dapat terus dijalankan pada berbagai sektor lainnya.


Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tuban, Abdul Rakhmat, menyampaikan Pemkab Tuban menyambut baik pelaksanaan KKN BBK Universitas Airlangga. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkaya perspektif pembangunan daerah.


Abdul Rakhmat berharap para mahasiswa dapat menghadirkan ide, inovasi, maupun rekomendasi pembangunan yang berangkat dari pendekatan akademis dan kondisi riil masyarakat di lapangan.

"Kami berharap program kerja yang disusun mahasiswa disesuaikan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Jika memungkinkan, program tersebut juga dapat diselaraskan dengan kegiatan pemerintah daerah sehingga manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan," ungkapnya.


Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tuban berharap pelaksanaan KKN BBK ke-8 Universitas Airlangga tidak hanya menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tuban. (bp). 

Dispendik Tuban Kawal MPLS yang Aman, Inklusif, dan Menyenangkan




TUBAN, MCE – Pemkab Tuban melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di seluruh SD dan SMP berlangsung aman, ramah, edukatif, serta bebas dari praktik perpeloncoan. Kegiatan MPLS menjadi momentum awal bagi peserta didik baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus menanamkan karakter positif sejak hari pertama memasuki dunia pendidikan.


Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Irma Putri Kartika, menjelaskan pelaksanaan MPLS tahun ini mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 yang menempatkan peserta didik sebagai pusat kegiatan pembelajaran sejak awal masuk sekolah. Kegiatan MPLS sebagai momentum membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman. Kegiatan ini harus menjadi ruang yang inklusif, edukatif, dan menyenangkan. “Agar peserta didik baru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter positif sejak awal perjalanan pendidikannya," ungkapnya, Senin (13/07/20260.


Irma menerangkan tujuan utama MPLS tidak hanya mengenalkan lingkungan fisik sekolah, tetapi juga budaya belajar, tata tertib, warga sekolah. Sekaligus menumbuhkan rasa aman, nyaman, dan cinta terhadap dunia pendidikan.


Pelaksanaan MPSD tahun ajaran 2026/2027 mengusung tema "Sekolah Aman, Nyaman, dan Bebas Perpeloncoan". Tema ini diangkat dengan fokus pada pembentukan karakter peserta didik. Berbagai materi wajib diberikan kepada siswa baru. Diantaranya Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, edukasi sopan santun di media sosial, hingga pembiasaan budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S). Selain itu, materi MPLS diarahkan memperkuat pendidikan karakter melalui pengenalan budaya sekolah, tata tertib, pencegahan perundungan.


Seluruh kegiatan dilaksanakan pada minggu pertama tahun ajaran dan terpusat di lingkungan sekolah, serta berada di bawah pengawasan langsung guru. Dispendik Tuban juga menegaskan tidak boleh ada praktik perpeloncoan, kekerasan, diskriminasi, maupun pungutan dalam bentuk apa pun selama MPLS berlangsung.


Untuk memastikan seluruh sekolah mematuhi ketentuan tersebut, Dispendik telah menerbitkan berbagai arahan kepada satuan pendidikan. Regulasi secara tegas melarang adanya perpeloncoan, penggunaan atribut yang tidak edukatif, pungutan biaya, maupun penyerahan penyelenggaraan MPLS kepada pihak lain.


"Bagi sekolah yang melanggar ketentuan, terdapat mekanisme sanksi administratif hingga penghentian pelaksanaan kegiatan. Karena itu kami meminta seluruh sekolah mematuhi pedoman yang telah ditetapkan," tegasnya. Selain pengawasan internal, Dispendik Tuban juga terus memperkuat kolaborasi dengan Program INOVASI Jawa Timur untuk mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berpihak pada peserta didik.


Irma Putri menerangkan dalam pelaksanaan MPLS, setiap sekolah diwajibkan melakukan evaluasi dan menyampaikan laporan hasil MPLS kepada Dinas Pendidikan paling lambat 30 hari kerja setelah kegiatan selesai. Dispendik juga melakukan pemantauan langsung serta membuka posko dan layanan pengaduan bagi masyarakat apabila ditemukan pelanggaran selama pelaksanaan MPLS.


Sekretaris BKPSDM Tuban ini mengajak seluruh pihak berperan aktif menyukseskan MPLS sebagai langkah awal membangun generasi Tuban yang berkarakter. Pihak sekolah diharapkan menjadikan MPLS sebagai pintu masuk mengenalkan sekolah dengan cara yang menyenangkan dan tanpa kekerasan. Di sisi lain, keberadaan orang tua diharapkan turut mendampingi anak beradaptasi serta melaporkan apabila menemukan praktik yang tidak sesuai ketentuan. 


“Kepada seluruh peserta didik baru, jadikan MPLS sebagai awal untuk mengenal sekolah, membangun semangat belajar, dan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, serta siap menyongsong masa depan," pungkasnya. (bp).

Berita Terbaru