Jumat, 28 Agustus 2026

Respons Tegas Bupati Lamongan: Sikat Pungli Pasar dan Wajibkan Transaksi Non-Tunai



​Lamongan, MCE - Bupati Lamongan, Yuhronur Effendi, mengambil langkah tegas menyusul keresahan para pedagang terkait praktik pungutan liar (pungli) dan jual-beli kartu hijau di lingkungan pasar daerah. Melalui instruksi resmi, pemerintah daerah memastikan tidak ada ruang bagi oknum yang bermain-main dengan hak pedagang kecil. Jumat (28/8/2026). 


​Berikut adalah pokok penertiban yang kini resmi diberlakukan:


​• Pengawasan Ketat SPI: Satuan Pengawas Internal (SPI) Perumda Pasar diinstruksikan untuk mengawal ketat seluruh arus pungutan dan setoran pendapatan.

​• Revisi Regulasi Tarif: Manajemen diwajibkan menata ulang aturan pungutan pasar sesuai ketentuan yang berlaku agar lebih berkeadilan.

​• Transparansi Publik: Pemasangan banner rincian tarif resmi wajib dilakukan di area pasar setelah aturan baru diterbitkan demi mencegah salah paham.

​• Digitalisasi Pembayaran: Seluruh transaksi keuangan kini dialihkan menggunakan sistem non-tunai langsung ke rekening resmi Perumda Pasar Lamongan.


​Langkah ini merupakan tindak lanjut atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat serta pengaduan resmi dari aliansi "Pedagang Pasar Yang Menuntut Keadilan" yang merasa dirugikan oleh ketidakjelasan biaya dan praktik sewa lapak yang tidak transparan.


​Plt. Direktur Perumda Pasar Lamongan, Nurul Mukminin, membenarkan adanya temuan oknum yang memungut biaya sewa stand secara tidak transparan di lapangan, termasuk di wilayah Pasar Ikan. Pihaknya memastikan proses sosialisasi kepada para pedagang melalui paguyuban serta pendataan kartu pembayaran non-tunai saat ini sedang berjalan.


​Dengan kebijakan baru ini, para pedagang berharap praktik pungli dapat segera diberantas tuntas dan iklim perdagangan di Lamongan kembali bersih serta transparan. (s.genk/MCE). 

​Rumah Rasa Toko Kelontong, Plafon Rumah Eks Pejabat Bea Cukai Isinya Bukan Cicak, Tapi Duit 2,8 Miliar




​Jakarta, MCE - Mau heran, tapi ya... beginilah Indonesia. Kalau maling sandal dihakimi massa sampai babak belur, tapi kalau pejabat maling uang rakyat, tempat penyimpanannya malah naik kelas ke level arsitektur interior mewah: di atas plafon. 


​Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja bikin penemuan yang bikin geleng-geleng kepala. Saat menggeledah rumah milik tersangka kasus importasi di Ditjen Bea Cukai, Gatot Heroe Hernanda (GHH), penyidik tidak cuma menemukan debu atau sarang laba-laba. Di atas langit-langit rumah (yang rupanya rumah kedua, bos!), nongkrong dengan santainya uang tunai senilai Rp 2,8 miliar.


​Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, dengan santai mengonfirmasi kalau duit gepokan dalam pecahan Dolar Singapura dan Dolar AS itu memang sengaja 'dipelihara' di balik plafon.


“Betul itu ada disimpan di atas plafon. Dan itu rupanya rumah yang kedua,” kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (26/8/2026).


​Usut punya usut, penggeledahan ini nggak cuma mampir di satu titik. Penyidik menyisir rumah Gatot di Malang hingga beberapa daerah lain yang terafiliasi dengan keluarganya. Hasilnya? Ya itu tadi, alih-alih genteng bocor yang ketemu, malah brankas gelap ala kadarnya di atap rumah yang bikin kagum sekaligus elus dada.


​Buat para pembaca yang dirumahnya sering bunyi kriet-kriet di atas plafon, coba dicek lagi. Jangan-jangan bukan tikus yang lewat, tapi tumpukan valas hasil "kreativitas" birokrasi.


​KPK saat ini masih mendalami asal-usul uang gepokan tersebut. Apakah ini bagian dari hobi baru pejabat menabung di atas genteng, atau sekadar titipan malaikat lewat? Kita tunggu saja babak selanjutnya di pengadilan. 


​Mau bahas kasus hukum mana lagi yang kelakuannya bikin darah tinggi tapi bikin ketawa miris. (bp). 

​Adu Kreativitas di Alam Terbuka: KEMBARA 2026 MTs Bojonegoro Resmi Digelar, Libatkan Ribuan Peserta




​BOJONEGORO, MCE - Suasana semarak dan penuh semangat kebersamaan terlihat di Bumi Perkemahan Growgoland, Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Sebanyak 2.265 peserta dari 116 lembaga Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kabupaten Bojonegoro tumpah ruah mengikuti kegiatan Perkemahan KEMBARA 2026.


​Kegiatan perkemahan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat, 28 Agustus 2026 hingga Minggu, 30 Agustus 2026 ini mengusung tema besar: "Penggalang Madrasah Berkarakter, Tangguh, Berbakti untuk Negeri".


​Berdasarkan laporan panitia, perhelatan akbar ini diikuti oleh kontingen putra yang menempati 113 tenda dengan total 1.203 peserta, serta kontingen putri yang menempati 97 tenda dengan total 1.062 peserta.


​Panitia pelaksana yang berasal dari unsur MTs Kabupaten Bojonegoro, yang turut dibantu oleh satuan sangga dari siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) di sekitar bumi perkemahan, mengemas acara ini dengan konsep Pramuka Fun dan aksi bakti masyarakat.


​Mengusung semboyan KEMBARA RAKAPRAH (Rajin, Kreatif, Peduli, Terarah), kegiatan ini didukung penuh melalui kontribusi peserta, dana bantuan Pemkab Bojonegoro, serta pihak sponsor.


​Acara pembukaan turut dihadiri oleh jajaran penting, mulai dari unsur Forkopimda Bojonegoro, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro beserta jajaran, unsur Forkopimcam Dander, Perum Perhutani (ADM Kehutanan), Kepala Desa Ngunut bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), hingga pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Bojonegoro.


​Melalui kegiatan ini, ribuan anggota pramuka penggalang madrasah diharapkan mampu menempa kemandirian, memperkuat solidaritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas sesuai dengan motto pramuka: "Satyaku Ku Darmakan, Darmaku Kubaktikan". (bp). 

​Jawara Wushu dari Kediri, Iffat Khoirun Nisa Sukses Harumkan SMKN 1 di Kancah Nasional




Kediri, [28/8/2026] – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar Kota Kediri. Iffat Khoirun Nisa, siswi kelas X Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan 1 (DPIB 1) di SMKN 1 Kediri, berhasil meraih gelar Juara 3 dalam Kejuaraan Wushu Tingkat Nasional "CSHI CUP 2026".


​Kompetisi bergengsi yang diikuti oleh para atlet wushu muda dari berbagai penjuru tanah air ini berlangsung pada tanggal 22 hingga 23 Agustus 2026. Keberhasilan Nisa meraih medali perunggu ini merupakan bukti dedikasi dan kerja kerasnya dalam cabang olahraga bela diri wushu.


​Dalam foto yang diterima redaksi, Nisa tampak sumringah mengenakan seragam sekolah dan medali kebanggaannya. Ia juga memegang sertifikat penghargaan sebagai tanda keberhasilannya dalam kompetisi tersebut.



​Keberhasilan Iffat Khoirun Nisa tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya sendiri dan keluarganya, namun juga mengharumkan nama sekolah dan Kota Kediri. Hal ini menunjukkan bahwa siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki potensi yang luar biasa tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam bidang non-akademik seperti olahraga.



​Pihak sekolah, dalam hal ini SMKN 1 Kediri, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian Nisa. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lain untuk terus mengembangkan bakat dan minatnya, serta tidak takut untuk bermimpi dan meraih prestasi setinggi-tingginya.



​Selamat kepada Iffat Khoirun Nisa! Terus berprestasi dan menginspirasi. (bp/MCE).

Kamis, 27 Agustus 2026

"Jatah Bulanan" Pejabat Bea Cukai Dibongkar KPK: Puluhan Miliar Mengalir Lancarkan Impor PT BR, Koleksi Moge Mewah Jadi Saksi Bisu



​Jakarta, 26 Agustus 2026 – Ibarat peribahasa "pagar makan tanaman", Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membongkar praktik lancung di institusi vital negara. Kali ini, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menjadi sorotan utama setelah KPK menetapkan dan menahan GH, Kasubdit Penindakan Direktorat P2 DJBC periode 2025-2026, sebagai tersangka korupsi.


​Penahanan GH bukan tanpa alasan. Ia diduga kuat menjadi "pintu masuk" bagi pengusaha nakal untuk memuluskan aksi impor ilegal. Modusnya? Menerima ‘jatah uang bulanan’ rutin dari JF, pemilik PT BR. Uang panas ini disetorkan dengan satu tujuan: memastikan setiap proses kepabeanan super-lancar dan memberikan "bocoran" jika ada atensi dari DJBC terhadap barang milik PT BR.


​Tak tanggung-tanggung, kesepakatan busuk yang berlangsung sejak Juli 2025 hingga Januari 2026 ini telah menyetorkan dana haram mencapai Rp61,9 Miliar kepada para pihak di DJBC. Dari jumlah fantastis tersebut, GH sendiri diduga menikmati setoran pribadi sebesar Rp3,25 Miliar.


​Dalam pengembangan penyidikan yang mengejutkan, KPK tidak hanya menemukan tumpukan uang. Barang bukti yang disita di DJBC seolah menjadi ironi di tengah tugas mereka mengawasi keluar masuk barang:

​• 1 unit motor BMW R Nine T
​• 1 unit motor Kawasaki ZR900C
​• 1 unit motor Triumph Bonneville Bobber
​• Uang tunai dalam valuta asing senilai Rp2,8 Miliar


​Total, KPK telah menetapkan 7 orang tersangka dalam kasus ini. Selain GH, daftar tersangka mencakup pejabat tinggi DJBC lainnya: RZL (Direktur Penindakan & Penyidikan 2024–2026), SIS (Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan & Penyidikan), ORL (Kepala Seksi Intelijen), BBP (Kepala Seksi Intelijen Cukai P2). Sementara dari pihak swasta, tersangka adalah JF (Pemilik PT BR), AND (Ketua Tim Dokumen Importasi PT BR), dan DK (Manager Operasional PT BR).


​KPK menegaskan bahwa penindakan ini harus menjadi momentum bagi Ditjen Bea Cukai untuk segera berbenah total. Perbaikan tata kelola kepabeanan adalah harga mati demi mendukung peningkatan penerimaan negara secara berkelanjutan, bukan sebaliknya, menjadi ladang basah bagi segelintir oknum yang memperkaya diri sendiri. Kasus ini menjadi tamparan keras bagi integritas institusi pengawasan perbatasan negara kita.
Editor: [bp/MCE].

Rabu, 26 Agustus 2026

Guru MAN 2 Lamongan Resmi Kantongi Sertifikat Kepala Madrasah Berstandar BNSP



LAMONGAN, MCE — Dunia pendidikan di Kabupaten Lamongan kembali menorehkan prestasi membanggakan. M. Luthfillah, M.Ag., yang juga tercatat sebagai guru pengampu mata pelajaran Fikih di MAN 2 Lamongan, resmi dinyatakan kompeten dan berhak mengantongi Sertifikat Profesi Kepala Madrasah Aliyah berstandar nasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kamis (27/8/2026). 


​Pengakuan resmi ini diraih setelah melalui rangkaian Uji Sertifikasi Kepala Madrasah Aliyah yang diselenggarakan secara ketat oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Manajemen Pendidikan Islam. Pelaksanaan uji kompetensi tersebut bertempat di MAN 2 Kota Bandung, Jawa Barat, pada Jumat–Sabtu, 21–22 Agustus 2026.


​Standar Kompetensi Ketat: Dalam ujian tersebut, peserta diuji secara mendalam pada tujuh unit kompetensi utama, meliputi:

​• Penyusunan visi dan misi madrasah

​• Pengelolaan kurikulum dan kegiatan pembelajaran

​• Manajemen tenaga pendidik dan kependidikan

• Pengelolaan sarana dan prasarana

​• Manajemen keuangan madrasah

​• Pengelolaan hubungan madrasah dengan masyarakat

​• Implementasi kepemimpinan pembelajaran yang efektif


​Rekam jejak kepemimpinan M. Luthfillah, M.Ag. di lingkungan MAN 2 Lamongan sendiri sudah tidak diragukan lagi. Beliau pernah dipercaya mengemban amanah strategis sebagai Wakil Kepala (Waka) Hubungan Masyarakat (Humas) MAN 2 Lamongan selama dua periode, yakni tahun 2015–2020 dan 2022–2024. Dengan capaian sertifikasi BNSP ini, kapasitas manajerial dan kepemimpinannya kini semakin teruji secara profesional.


“Alhamdulillah, sertifikat ini adalah amanah. Semoga bisa menjadi wasilah untuk terus meningkatkan mutu madrasah dan mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan,” tutur M. Luthfillah, M.Ag. menyikapi pencapaian penting ini.


​Pihak sivitas akademika MAN 2 Lamongan menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan tersebut. Capaian ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi para pendidik lainnya untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kompetensi diri demi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.


​Reporter: Tim Media Komnas Pendidikan Kabupaten Lamongan
​Editor: Redaksi

Monev Double Track SMAN 1 Kenduruan, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Apresiasi Program Unggulan Sekolah



Tuban, Rabu (26/8/2026) — Program Double Track SMAN 1 Kenduruan mendapat apresiasi dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Sekolah Double Track yang digelar di SMAN 1 Soko, Tuban, Rabu, 26 Agustus 2026.


Kegiatan dihadiri Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, jajaran Tim Pengembang Double Track ITS, serta perwakilan sekolah peserta program.


SMAN 1 Kenduruan diwakili oleh Kepala Sekolah Nur Ida Hasanatin, M.Pd., Fasilitator Double Track Ika Dwi Safitri, S.Pd., Waka Kesiswaan Sudjarwo, S.E., dan Ketua KUS dari masing-masing bidang keterampilan.


SMAN 1 Kenduruan mengembangkan tiga bidang Double Track, yaitu Tata Boga Pastry Bakery dengan trainer Asriani, S.Pd., yang menghasilkan aneka kue kering, donat sosis, dan minuman herbal SEKUJA; Multimedia Desain Grafis dengan trainer Setiyorini, S.Pd., melalui produk keychain, photo strip, dan photobooth; serta Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dengan trainer Lahitamukadhega Santayakti, S.Pd., melalui layanan tune-up, penggantian oli, dan servis ringan.


Dalam sesi Focus Group Discussion (FGD), SMAN 1 Kenduruan berkesempatan menyampaikan testimoni siswa yang diwakili Sifa Rahmawati. Testimoni tersebut mendapat respons positif dan menjadi gambaran nyata manfaat Double Track bagi siswa.


Sebagai bentuk apresiasi, SMAN 1 Kenduruan juga memperoleh hadiah oven untuk mendukung pengembangan keterampilan Tata Boga Pastry Bakery.


Dr. Aries Agung Paewai memberikan apresiasi kepada tim Double Track SMAN 1 Kenduruan karena program dinilai unggul, inovatif, serta memberikan dampak nyata bagi siswa dan masyarakat.


Monev ini menjadi momentum bagi SMAN 1 Kenduruan untuk terus memperkuat Double Track sebagai program yang membekali siswa dengan keterampilan, kreativitas, kemandirian, dan jiwa kewirausahaan. (Humas Sman1Kenduruan). 

Berita Terbaru