Kamis, 28 Mei 2026

​Berjubah Suci Berhati Srigala: Pimpinan Ponpes di Pekalongan Diciduk Polisi Tepat Sebelum Salat Iduladha





​PEKALONGAN, MCE – Topeng kesucian seorang oknum pimpinan sekaligus pendiri pondok pesantren di Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, akhirnya copot secara dramatis. Alih-alih merayakan hari kemenangan dengan takbiran, pria berinisial A ini harus menjemput nasib apesnya tepat di pagi buta sebelum salat Iduladha, Rabu (27/5/2026).


​Aparat dari Polres Pekalongan Kota menjemput paksa sang "kyai" sekitar pukul 06.30 WIB. Sebuah plot twist ramadan dan lebaran kurban yang bikin geleng-geleng kepala: saat santri lain bersiap kurban sapi, sang pimpinan justru "dikurbankan" ke sel tahanan atas dugaan investasi dosa jangka panjang—pelecehan seksual terhadap santriwatinya sendiri.


​Ancaman Gaib dan Intimidasi: Modus Klasik yang Akhirnya Kedaluwarsa


​Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, mengonfirmasi penangkapan tersebut di hadapan awak media. Kasus menjijikkan ini sebenarnya sudah lama mengendap bak bom waktu. Kenapa baru meledak sekarang? Jawabannya klasik: doktrin, takzim buta, dan intimidasi.


​"Korban sebelumnya tidak berani melapor karena mungkin diancam oleh pelaku ataupun lingkungan sekitar. Akhirnya anggota kami melakukan pendekatan halus ke pihak keluarga sampai mereka punya keberanian untuk speak up," ujar AKBP Riki Yariandi.


​Bayangkan, anak-anak yang dititipkan orang tuanya untuk menimba ilmu agama, justru harus memendam trauma mendalam karena dijadikan pemuas nafsu oknum yang haus kehormatan. Beruntung, taktik menakut-nakuti pakai dalih "kualat" itu akhirnya kedaluwarsa setelah polisi turun tangan langsung merangkul psikologis korban.


​Korban Lintas Pantura: Efek Domino Mulai Berjalan


​Hingga saat ini, sudah ada 6 santriwati yang resmi bernyanyi dan melaporkan kelakuan bejat sang pendiri ponpes. Namun, angka ini diprediksi hanyalah puncak dari gunung es.


​Jaringan korban terduga pelaku ternyata cukup luas, membentang di sepanjang jalur Pantura. Mantan santri dari berbagai daerah mulai dari Pemalang, Batang, Pekalongan, hingga Semarang berbondong-bondong mendatangi Satreskrim Polres Pekalongan Kota untuk memberikan kesaksian.


​Pihak penyidik pun mensinyalir jumlah korban akan terus bertambah seiring runtuhnya tembok ketakutan di lingkungan pesantren tersebut.


​Catatan Redaksi: Dear netizen, mari kita kawal kasus ini sampai tuntas. Ruang suci pendidikan agama tidak boleh dikotori oleh predator berkedok pemuka agama. Keberanian para santriwati ini patut kita acungi jempol, dan giliran hukum yang bekerja mencabut "karomah palsu" sang pelaku. (bp). 



Rabu, 27 Mei 2026

​Geliat Iduladha 1447 H di SMAN 4 Bojonegoro: Memupuk Jiwa Kepedulian Melalui Sinergi dan Edukasi Bersedekah




​BOJONEGORO, MCE — Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah disambut dengan penuh khidmat dan antusiasme tinggi oleh seluruh keluarga besar SMA Negeri 4 Bojonegoro. Lebih dari sekadar perayaan tahunan, peringatan hari besar Islam kali ini diwujudkan dalam aksi nyata kepedulian sosial melalui penyembelihan hewan kurban yang berlangsung di lingkungan sekolah. Kamis (28/5/2026). 


​Pada Iduladha tahun ini, SMAN 4 Bojonegoro menyembelih total 6 ekor hewan kurban, yang terdiri dari 2 ekor sapi dan 4 ekor kambing. Seluruh prosesi, mulai dari persiapan, penyembelihan, hingga pendistribusian daging kurban, dilakukan dengan gotong royong yang melibatkan guru, staf, serta pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).


​Menurut keterangan dari Adit, selaku pengurus OSIS yang membidangi Seksi Kerohanian Islam (Rohis) SMAN 4 Bojonegoro, kegiatan ini berjalan dengan lancar berkat kerja sama solid antar-elemen sekolah. Ia mengungkapkan bahwa keterlibatan aktif para siswa dalam kepanitiaan ini menjadi pengalaman berharga untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kebersamaan.


​"Alhamdulillah, tahun ini kami dapat melaksanakan ibadah kurban dengan 2 ekor sapi dan 4 ekor kambing. Teman-teman dari Rohis dan OSIS sangat antusias membantu, mulai dari pendataan hingga pembagian paket daging kepada yang berhak menerima," ujar Adit di sela-sela kegiatan.


​Ada hal menarik dan menyentuh di balik terlaksananya ibadah kurban di SMAN 4 Bojonegoro kali ini. Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana (Waka Sarpras), Bapak Teguh, membeberkan bahwa sumber pendanaan untuk pengadaan hewan kurban ini lahir dari sebuah kolaborasi dan sinergi yang luar biasa dari berbagai pihak.


​Bapak Teguh menjelaskan bahwa anggaran kurban tersebut dihimpun secara sukarela. Bagian utama bersumber dari urunan para bapak dan ibu guru serta staf karyawan sekolah. Selain itu, kontribusi juga datang dari para siswa, wali murid, hingga para alumni yang masih menaruh kepedulian besar terhadap almamater tercinta.


​"Sumber dana kurban ini merupakan wujud gotong royong. Utamanya dari hasil urunan bapak dan ibu guru. Kemudian disempurnakan dari donasi sukarela para siswa, serta dukungan dari wali murid dan alumni yang peduli dengan kegiatan di SMAN 4 Bojonegoro," terang Bapak Teguh.


​Edukasi Nyata "Belajar Bersedekah" Bagi Generasi Muda


​Lebih lanjut, Bapak Teguh menekankan bahwa keterlibatan finansial dari para siswa, meskipun dalam nominal yang tidak mengikat, memuat misi edukasi yang sangat mendalam. Sekolah ingin menanamkan karakter gemar bersedekah dan kepekaan sosial sejak dini kepada para peserta didik.


​"Sisa dana yang dihimpun dari para siswa sengaja dirancang sebagai media pembelajaran secara langsung. Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mempraktikkan langsung bagaimana indahnya berbagi dan bersedekah, merasakan langsung indahnya meringankan beban sesama di hari yang suci ini," tambah Bapak Teguh.


​Kegiatan kurban di SMAN 4 Bojonegoro ini diharapkan tidak hanya membawa keberkahan bagi yang berkurban, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antara pihak sekolah, masyarakat sekitar, orang tua murid, hingga jejaring alumni. Semangat berbagi yang diajarkan pada Iduladha 1447 H ini diharapkan terus membekas dan menjadi karakter yang melekat pada diri seluruh siswa SMAN 4 Bojonegoro di masa depan. (bp). 

Selasa, 26 Mei 2026

​Menggetarkan Jiwa: Ratusan Jamaah Larut dalam Kekhusyukan Sholat Iduladha 1447 H di PRM Kuluran Lamongan




​Lamongan, MCE – Suasana khidmat dan penuh berkah menyelimuti Lapangan Desa Kuluran, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan pada Rabu pagi (27/5/2026). Ratusan warga Muhammadiyah dan masyarakat setempat berbondong-bondong memadati area lapangan sejak fajar menyingsing untuk melaksanakan ibadah Sholat Iduladha 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kuluran.


​Gema takbir yang mengalun syahdu memecah keheningan pagi, mengantarkan para jamaah masuk ke dalam saf-saf yang rapi tepat sebelum sholat dimulai pada pukul 06.00 WIB. Bertindak sebagai Imam dan Khatib pada kesempatan mulia ini adalah Ustadz M. Luthfillah, M.Ag., yang menjabat sebagai Ketua Korps Mubaligh Muhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan.


​Pelaksanaan Sholat Iduladha di PRM Kuluran ini berjalan dengan sangat tertib dan tertuntun. Dalam pelaksanaannya, jamaah mempraktikkan takbir zawaid (takbir tambahan) yang merujuk secara ketat pada tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.


​Pada rakaat pertama, jamaah mengumandangkan takbir sebanyak 7 kali, dan pada rakaat kedua sebanyak 5 kali takbir. Di sela-sela takbir, lantunan kalimat tauhid menggema indah di angkasa Kalitengah:


"Allahu Akbar, Allahu Akbar, la ilaha illa Allah wa Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil-hamd."


​Kekhusyukan begitu terasa, mencerminkan komitmen warga persyarikatan dalam menjaga kemurnian ibadah sesuai dengan tuntunan sunnah yang kuat (manhaj tarjih).


​Usai menunaikan sholat dua rakaat, jamaah tidak beranjak dari tempat duduknya untuk mendengarkan khutbah yang disampaikan oleh Ustadz M. Luthfillah, M.Ag. Dalam khutbahnya yang bertajuk “Lima Tauladan yang Bisa Diambil dari Nabi Ibrahim AS”, ia membedah secara mendalam esensi dari kisah keluarga Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS.


​Ustadz Luthfillah mengajak seluruh warga PRM Kuluran untuk tidak sekadar menjadikan Iduladha sebagai ritual tahunan, melainkan sebagai momentum emas untuk memperkuat fondasi tauhid dalam keluarga dan meningkatkan kepedulian sosial melalui ibadah kurban.


​"Ibadah kurban adalah manifestasi nyata dari ketakwaan kita kepada Allah sekaligus jembatan sosial untuk mempererat ukhuwah islamiyah dengan sesama," tegas Ketua Korps Mubaligh PDM Lamongan tersebut dalam pesan khutbahnya yang menggetarkan hati jamaah.


​Religiusitas warga Kuluran tidak berhenti di sajadah sholat saja. Sesaat setelah rangkaian sholat dan khutbah selesai, atmosfer gotong royong langsung terasa di area pemotongan hewan kurban. Warga bergotong-royong menyaksikan sekaligus membantu proses penyembelihan hewan kurban.


​Daging kurban yang terkumpul nantinya akan didistribusikan secara merata kepada warga dhuafa dan masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kuluran dan sekitarnya. Ini menjadi bukti nyata bagaimana ajaran Islam berkontribusi langsung dalam ketahanan pangan dan kebahagiaan masyarakat akar rumput.


​Ketua PRM Kuluran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jamaah, panitia, dan mudhohi (orang yang berkurban) yang telah menyukseskan agenda besar ini.


​“Alhamdulillah, pelaksanaan Iduladha tahun ini berjalan dengan sangat tertib, khusyuk, dan sepenuhnya sejalan dengan manhaj Tarjih Muhammadiyah. Antusiasme warga luar biasa. Semoga kurban tahun ini membawa keberkahan, membersihkan harta, dan meluaskan berkah bagi seluruh warga Kuluran,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur.


​Rangkaian perayaan Iduladha 1447 H di PRM Kuluran ditutup dengan momen yang sangat hangat. Suasana kekeluargaan begitu kental terasa saat para jamaah saling berjabat tangan, saling memaafkan, dan dilanjutkan dengan menikmati hidangan bersama di sekitar area kurban. Momen kebersamaan ini semakin mempererat tali silaturahmi antarwarga, menjadikannya Iduladha yang tidak hanya berkesan secara spiritual, tetapi juga indah dalam bingkai sosial. (bp). 

​Sentuh Hati Jamaah, Bupati Setyo Wahono Ungkap Rahasia Sukses Nabi Ibrahim Mendidik Anak di Momentum Idul Adha





​BOJONEGORO – Suasana khidmat dan penuh berkah menyelimuti Masjid Agung Darussalam Bojonegoro pada Rabu pagi (27/5/2026). Ribuan umat Muslim berbondong-bondong memadati area masjid untuk menunaikan ibadah sholat Idul Adha 1447 Hijriah. Di antara saf jamaah, hadir Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, yang berbaur bersama masyarakat untuk merayakan hari besar Islam tersebut.


​Momentum sakral ini tidak hanya menjadi wadah ibadah ritual, tetapi juga dimanfaatkan oleh orang nomor satu di Bojonegoro tersebut untuk menyampaikan pesan-pesan moral yang mendalam mengenai penguatan nilai spiritual dan sosial di tengah masyarakat.


​Dalam sambutannya sebelum pelaksanaan sholat Id, Bupati Setyo Wahono mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk kembali membuka lembaran sejarah Islam, khususnya kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Menurutnya, fragmen sejarah tersebut adalah potret paripurna mengenai ketaatan mutlak seorang hamba kepada Sang Pencipta.


​"Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS bukan sekadar narasi masa lalu, melainkan sebuah teladan hidup yang abadi. Ini adalah bukti nyata keberhasilan seorang ayah dalam mendidik putranya, melahirkan generasi yang memiliki ketaatan tanpa batas kepada Allah SWT," ujar Setyo Wahono di hadapan ribuan jamaah yang menyimak dengan takzim.


​Bupati menambahkan bahwa di era modern saat ini, pola pendidikan keluarga yang berbasis pada keimanan dan keikhlasan seperti yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS sangat relevan untuk diimplementasikan oleh segenap warga Bojonegoro dalam membentengi generasi muda. 


​Lebih lanjut, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban memiliki dimensi ganda yang tidak dapat dipisahkan, yakni dimensi vertikal (kesalehan spiritual kepada Allah) dan dimensi horizontal (kesalehan sosial kepada sesama manusia).


​Ia mengimbau agar ibadah penyembelihan hewan kurban tidak terjebak pada rutinitas seremonial tahunan semata. Idul Adha harus dimaknai sebagai momentum emas untuk mengikis sekat-sekat sosial dan memperkuat solidaritas kemanusiaan, khususnya dalam membantu warga yang membutuhkan.


​"Idul Adha adalah panggilan untuk memperkuat kepedulian sosial kita. Melalui ibadah kurban, kita diajarkan untuk berbagi, merasakan penderitaan sesama, dan saling menguatkan. Mari kita tingkatkan ketakwaan dan keikhlasan ini, tidak hanya saat Idul Adha, tetapi dalam kehidupan sehari-hari demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro," pungkasnya.


​Usai memberikan sambutan, Bupati Setyo Wahono bersama unsur Forkopimda Bojonegoro dan para tokoh agama langsung membaur bersama warga untuk melaksanakan ibadah sholat Idul Adha yang berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhusyukan. (bp). 



​Sarat Nuansa Sakral, Prosesi Pasamuan Agung HJL ke-457 Hidupkan Kembali Spirit Kejayaan Nusantara




​LAMONGAN, MCE – Kemeriahan luar biasa mewarnai puncak peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 tahun 2026. Ribuan pasang mata menjadi saksi khidmatnya prosesi Kirab Pataka Lambang Daerah yang bergerak megah dari Kantor DPRD Lamongan menuju Pendopo Lokatantra.


​Sepanjang rute kirab, masyarakat disuguhi pawai budaya yang menampilkan kekayaan kesenian khas Bumi Joko Tingkir. Kemeriahan ini kemudian memuncak dalam prosesi ritual budaya bertajuk Pasamuan Agung yang diikuti langsung oleh Bupati Yuhronur Efendi (Bupati Yes), Wakil Bupati Dirham, serta jajaran Forkopimda Lamongan di Pendopo Lokatantra, Selasa (26/5).


​Atmosphere sakral langsung terasa begitu memasuki area pendopo. Para tamu undangan disambut oleh Tari Bedoyo Amengku Bumi, sebuah tarian selamat datang yang melambangkan spirit perjuangan Mahapatih Gajah Mada dalam menyatukan Nusantara. Tak kalah memukau, suguhan dilanjutkan dengan Sendratari Arjuna Wiwaha—karya sastra Jawa kuno legendaris era Prabu Airlangga abad ke-11—yang mengisahkan keteguhan meditasi Arjuna demi meraih senjata sakti.


​Pamer Capaian 15 Program Prioritas


​Menariknya, dalam sambutan resmi menggunakan bahasa ibu (Bahasa Jawa), Bupati Yes memberikan apresiasi mendalam atas kerja keras kolektif seluruh elemen masyarakat. Ia membeberkan berbagai capaian moncer dari 15 program prioritas Pemkab Lamongan.


​Salah satu yang paling dirasakan manfaatnya adalah program Jamula (Jalan Mantap dan Alus Lamongan), di mana tingkat kemantapan jalan kini melonjak hingga 63,55 persen. Konektivitas ini kian diperkuat dengan pembangunan Jalan Lingkar Selatan Babat untuk membuka urat nadi perekonomian di kawasan selatan. Tak hanya infrastruktur jalan, akses kesehatan warga pesisir kini juga semakin merata berkat hadirnya RSUD Ki Ageng Brondong.


​Tegaskan Jati Diri Sebagai Lumbung Pangan Jawa Timur


​Di usia yang hampir mencapai setengah milenium ini, Pak Yes berharap akselerasi pembangunan Lamongan terus melaju selaras dengan tema HJL tahun ini: “Tumbuh Bersama, Wujudkan Ketahanan Pangan dan Sosial”.


​Tema ini bukan sekadar slogan. Lamongan membuktikan taringnya sebagai lumbung pangan nasional dengan catatan produksi padi tahun 2025 yang menembus angka 1,33 juta ton—menjadikannya yang tertinggi dan tak tertandingi di Jawa Timur.


​Di penghujung acara, menggunakan bahasa Jawa yang santun namun tegas, Pak Yes menyampaikan komitmen politik dan moralnya bersama Wakil Bupati untuk masa depan Lamongan.


"Kula sareng Mas Dirham gadhah komitmen mujudaken Lamongan ingkang ekonomi-nipun tansah ngrembaka, rata pawangunan-ipun, lan harmonis para warga-nipun minangka tanggung jawab moral kolektif tumuju kajayan ingkang berkelanjutan (Kami bersama Mas Dirham berkomitmen mewujudkan Lamongan yang ekonominya terus berkembang, pembangunannya merata, dan warganya harmonis sebagai tanggung jawab moral kolektif menuju kejayaan yang berkelanjutan)," pungkas Pak Yes disambut tepuk tangan riuh para hadirin. (S.Genk). 

Kurang dari 24 Jam, Satreskrim Polres Lumajang Gulung Komplotan Pencuri Baterai Tower Antar-Kota



Lumajang, MCE - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang bergerak cepat mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan baterai lithium milik tower seluler di Dusun Nogosari, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang. Kurang dari 24 jam setelah menerima laporan, petugas berhasil membekuk salah satu anggota komplotan spesialis tersebut.


Aksi kriminal ini terjadi pada Senin, 25 Mei 2026 dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Polisi langsung bergerak melakukan pengejaran di lapangan setelah menerima laporan dari seorang saksi berinisial D, warga asal Kabupaten Nganjuk, yang memergoki tindakan para pelaku.


"Alhamdulillah, dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, kami dari Satreskrim Polres Lumajang berhasil mengungkap kasus pencurian baterai lithium yang digunakan sebagai pemancar tower," ujar Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Pras Ardinata S.Tr.K., S.I.K.


Dalam menjalankan aksinya, komplotan ini menggunakan mobil Daihatsu Sigra putih untuk berpatroli mencari target secara acak. Tersangka PT, warga Tuban, bertindak sebagai pengemudi, sedangkan rekannya berinisial S bertindak sebagai eksekutor yang merusak gembok tempat penyimpanan baterai.


"Saudara S turun dari mobil kemudian langsung mengeksekusi baterai yang ditargetkan menggunakan alat-alat khusus serta pembuka kunci gembung. Saudara PT kemudian membantu mengangkat baterai tersebut ke dalam mobil," jelas Kasat Reskrim.


Saat mencoba melarikan diri karena aksinya terendus, tersangka PT berhasil dihadang dan diamankan petugas tidak jauh dari lokasi kejadian beserta barang bukti senilai Rp10 juta. Kepada penyidik, PT mengaku mendapat upah Rp600.000 dari S, yang saat ini statusnya telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).


Polisi kini tengah melakukan pendalaman intensif karena komplotan ini diduga kuat merupakan jaringan spesialis yang kerap beroperasi lintas daerah. Atas perbuatannya, PT dijerat Pasal 477 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara atau denda hingga Rp500 juta.


"Ini masih dalam pendalaman. Informasi yang kami terima, ada beberapa TKP lain di wilayah Kabupaten Jember, dan tim Resmob Polres Lumajang masih terus memburu pelaku S yang buron." pungkasnya. Kontributor: budi. 

DKP2P Tuban Terjunkan Petugas Kawal Penyaluran Hewan Kurban Presiden dan Pemkab




TUBAN, MCE – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban menerjunkan petugas untuk mengawal proses penyaluran hewan kurban bantuan kemasyarakatan dari Presiden RI maupun Pemerintah Kabupaten Tuban pada Idul Adha 1447 H/2026 M. Pengawalan dilakukan mulai dari pemilihan ternak, pemeriksaan kesehatan, hingga proses penyembelihan dan distribusi daging kurban kepada masyarakat.


Kepala DKP2P Tuban, Eko Julianto menjelaskan pihaknya mendapat tugas untuk memilih hewan kurban bantuan kemasyarakatan dari Presiden RI, Prabowo Subianto. Setelah melalui proses seleksi dan pemeriksaan kesehatan, terpilih sapi jenis simental berumur 3 tahun dengan bobot mencapai 1.004 kilogram.


Sapi tersebut merupakan milik peternak asal Desa Rayung, Kecamatan Senori, Witri Hadi dan dipelihara oleh Yuswono, warga Desa Mergoasri, Kecamatan Parengan. Menurut Eko Julianto, sebelum diserahkan kepada Pemkab Tuban, sapi kurban bantuan Presiden terlebih dahulu menjalani pemeriksaan oleh dokter hewan dan petugas kesehatan hewan guna memastikan kondisi ternak sehat dan layak kurban.


“Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat, bebas penyakit, serta memenuhi syariat dan ketentuan kurban,” jelasnya.


Pada pelaksanaan Idul Adha tahun ini, lanjut Eko, DKP2P Tuban menurunkan personel yang terdiri dari dokter hewan, paramedik veteriner, pengawas bibit ternak, serta pengawas mutu pakan. Pengawasan juga melibatkan PDHI (Persatuan Dokter Hewan Indonesia) Cabang Tuban dan Paravetindo Tuban.


Petugas diterjunkan hingga ke masjid dan musala untuk melakukan pendampingan selama proses penyembelihan dan distribusi daging kurban. “Kami siagakan petugas hingga 3 hari tasyrik,” ujarnya.


Mantan Camat Semanding ini menambahkan pengawasan tersebut bertujuan agar proses penyembelihan berjalan sesuai prinsip kesejahteraan hewan serta memastikan pemeriksaan daging dan jeroan dilakukan dengan baik. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh daging kurban yang ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.


Sebelumnya, DKP2P Tuban juga telah melaksanakan sosialisasi dan pembinaan teknis kepada takmir masjid terkait tata cara pemilihan dan penyiapan ternak kurban, prosedur penyembelihan, penanganan, hingga distribusi daging kurban kepada masyarakat. Melalui langkah tersebut, Pemkab Tuban berharap pelaksanaan Idul Adha tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan rasa tenang bagi masyarakat dalam mengonsumsi daging kurban. (bp).

Berita Terbaru