Kuras Hak Rakyat Kecil, 21 Pengoplos BBM & LPG Bersubsidi di 13 Kabupaten/Kota Ditangkap Polda Jatim
polri surabayaSURABAYA, MCE - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur bersama jajaran polres polresta kembali menorehkan tindakan tegas terhadap para pelaku kejahatan ekonomi yang mencekik hajat hidup orang banyak. Sepanjang periode 19 Oktober hingga 2 November 2026, aparat kepolisian sukses membongkar puluhan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) bersubsidi di berbagai wilayah hukum Jawa Timur.
Tidak tanggung-tanggung, operasi senyap melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) ini berhasil menyasar 22 Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang tersebar secara masif di 13 kabupaten/kota. Dari penggerebekan tersebut, penyidik resmi menetapkan dan menahan 21 orang tersangka yang diduga kuat menjadi otak maupun operator praktik culas pengoplosan dan penyalahgunaan energi bersubsidi negara.
Praktik lancung ini dinilai sangat meresahkan karena secara langsung merampas hak masyarakat kecil yang seharusnya menikmati subsidi dari pemerintah. Aparat memastikan bahwa penindakan tegas ini tidak akan berhenti pada 21 tersangka saja. Saat ini, tim penyidik masih terus mengembangkan kasus guna membongkar jaringan mafia energi yang lebih luas di Jawa Timur, demi menjamin distribusi energi yang adil dan tepat sasaran bagi masyarakat. (bp).






