Kamis, 02 Juli 2026

Polisi Bojonegoro Ungkap 34 Kasus Narkoba, 11 Tersangka Diamankan



BOJONEGORO, MCE - Genderang perang terhadap peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Bojonegoro terus ditabuh. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Satresnarkoba Polres Bojonegoro sukses menggulung sedikitnya 34 kasus narkotika dan obat keras berbahaya (okerbaya) yang selama ini meresahkan masyarakat.


​Keberhasilan korps bhayangkara ini dibeberkan secara transparan dalam rilis resmi yang digelar di Gedung AP I Rawi Mapolres Bojonegoro pada Kamis pagi, 2 Juli 2026.


​Dari total 34 perkara yang berhasil dibongkar, polisi bergerak cepat dalam penyelesaian hukum. Sebanyak 16 kasus dinyatakan lengkap (P21) dan siap disidangkan. Sementara itu, 8 perkara diselesaikan melalui mekanisme keadilan restoratif (Restorative Justice) sesuai regulasi yang berlaku, dan 10 kasus sisanya—terdiri dari 2 kasus sabu, 6 kasus okerbaya, dan 2 kasus ganja—kini tengah dikejar intensif dalam proses penyidikan.


​Dari rentetan pengungkapan ini, penyidik menetapkan 11 orang sebagai tersangka yang kini mendekam di sel tahanan. Peran mereka pun tidak main-main: 2 orang sebagai pemilik sabu, 2 pemilik ganja, dan 7 orang lainnya berperan sebagai pengedar okerbaya yang menyasar generasi muda.


​Tak hanya menjebloskan para pelaku ke balik jeruji besi, petugas juga menyita sejumlah barang bukti yang menjadi daya rusak di masyarakat, antara lain:


​• Narkotika: 0,67 gram sabu dan 62,95 gram ganja.

​• Obat Terlarang: 614 butir pil dobel L (pil koplo).

​• Aset Operasional: 9 unit telepon genggam, 2 unit sepeda motor, serta 1 unit mobil yang digunakan melancarkan aksi haram tersebut.


​Langkah tegas Satresnarkoba Polres Bojonegoro ini menjadi sinyal keras bagi para bandar dan pengedar: tidak ada ruang aman bagi pelaku kejahatan narkotika di Bumi Angling Dharma. Penyidikan masih terus dikembangkan guna memutus total mata rantai peredarannya hingga ke akar-akar. (bp). 

​Kejar Kemandirian Fiskal demi Lamongan, Bupati Yes ‘Berburu’ Strategi PAD di HUT APKASI ​





​Lamongan, MCE – Komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah terus dipacu. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menghadiri langsung Dialog Otonomi Daerah yang mengupas tuntas strategi penguatan kemandirian fiskal melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Puncak diskusi strategis ini berlangsung di Hall Institut Kesehatan Medistra, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (2/7).


​Langkah diplomasi daerah ini tidak dilakoni sendirian. Pada saat yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Anis Kartika Yuhronur Efendi, turut ambil bagian dalam Women Program. Kehadiran pasangan pemimpin Lamongan ini menjadi bukti nyata partisipasi aktif Lamongan dalam merayakan HUT ke-26 APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) sekaligus menyemarakkan Hari Jadi ke-80 Kabupaten Deli Serdang.


​Sebelumnya, atmosfer kebersamaan antar-kepala daerah telah terbangun hangat dalam sesi welcome dinner yang mempertemukan seluruh anggota APKASI dan Ketua TP PKK se-Indonesia.


​Kehadiran Lamongan di panggung nasional ini bukan sekadar seremonial. Di balik kemeriahan acara, agenda ini menjadi ruang diplomasi ekonomi yang krusial bagi masa depan fiskal Lamongan.


​Tidak berhenti di ruang dialog, Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini dijadwalkan mengawal serangkaian agenda padat lainnya. Mulai dari Forum Bisnis Daerah yang menjanjikan peluang investasi, Malam Final Pemilihan Putri Otonomi Indonesia 2026, hingga ditutup dengan aksi kebugaran bersama dalam Fun Walk 2026 di Alun-alun Pemda Deli Serdang.


​Melalui momentum ini, Kabupaten Lamongan membidik peluang kolaborasi lintas daerah demi mempercepat akselerasi pembangunan yang mandiri dan berkelanjutan. (s.genk). 

​Riau 'Pecah Rekor' Jilid 7: Kursi Jabatan Ditukar Land Cruiser, Bupati Kuansing Dicokok KPK




​JAKARTA, MCE – Provinsi Riau tampaknya belum bisa lepas dari kutukan lingkaran setan rasuah. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar "hajatan" operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Tidak tanggung-tanggung, kali ini KPK resmi menetapkan dan menahan tiga orang tersangka sekaligus, termasuk sang nahkoda daerah—Bupati Kuansing periode 2025–2030 berinisial SA pada Rabu (1/7/2026). 


​Bukan rahasia lagi, kasus ini memperpanjang catatan kelam Bumi Lancang Kuning. Ini adalah kali ketujuh (ke-7) kalinya Riau mencetak "prestasi" korupsi di berbagai sektor, mulai dari pengadaan barang, kongkalikong alih fungsi hutan, pemotongan anggaran, hingga yang paling anyar dan memuakkan: jual beli kursi jabatan.


​Modus Berkelas: Suksesi Kursi Sekda Berhadiah Land Cruiser Rp2,05 Miliar


​Konstruksi perkara yang dibongkar KPK kali ini terbilang sangat "berkelas" namun bermental culas. Pada April 2025, Pemkab Kuansing membuka lelang jabatan untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda). Alih-alih mencari putra daerah terbaik yang kompeten dan bersih, Bupati SA justru memasang tarif tinggi.


​Jika ingin terpilih menjadi Sekda Kuansing, para calon wajib menyetor upeti berupa mobil mewah Toyota Land Cruiser senilai Rp2,05 Miliar.


​Tersangka ZKN, salah satu calon yang ngebet duduk di kursi empuk itu, langsung menyanggupi. Karena profil keuangannya tidak meyakinkan untuk mengajukan kredit mandiri, ZKN meminjam identitas ARD (Direktur Utama PT MIC/Swasta) untuk mencicil mobil mewah tersebut dengan biaya fantastis Rp46,5 juta per bulan selama 5 tahun. Sebuah angka cicilan yang tentu saja mustahil ditutupi hanya dengan mengandalkan gaji pokok seorang PNS biasa secara halal.


​Borok Lama: Dari Pajero Rp700 Juta Hingga Garong Duit Petani KUD


​KPK mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertama ZKN membeli jabatan. Sebelumnya, demi bisa duduk sebagai Kepala Dinas PUPR Kuansing, ZKN juga diduga mengguyur Bupati SA dengan suap satu unit mobil Mitsubishi Pajero Sport senilai Rp700 juta, yang lagi-lagi difasilitasi oleh ARD.


​Sebagai imbalan atas kebaikan ARD yang menjadi "nomor rekening berjalan", ia diduga diganjar hadiah manis berupa 13 proyek di Dinas PUPR TA 2022 senilai Rp1,2 Miliar, ditambah rentetan proyek lain pada tahun 2025 dan 2026 yang totalnya mencapai lebih dari Rp966 juta. Sebuah simbiosis mutualisme yang merampok hak-hak pembangunan masyarakat Kuansing.


​Kelakuan lancung Bupati SA tak berhenti di sana. Bak tikus yang tak pernah kenyang, dalam masa jabatannya ia juga diduga menggarong dana dari Sisa Hasil Usaha (SHU) milik para petani kecil yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD), demi memuluskan izin pelepasan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).


​Komitmen KPK: Kapan Pemda Riau Mau Tobat?


​Melihat kenyataan bahwa daerah ini seperti tidak pernah kehabisan stok koruptor, KPK menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan ketat demi memperbaiki tata kelola pemerintahan di Provinsi Riau. Upaya ini dilakukan agar anggaran daerah benar-benar mengalir untuk kesejahteraan rakyat dan pembangunan yang adil, bukan habis ditelan untuk membiayai gaya hidup mewah para pejabatnya yang serakah.


​Netizen pun kini menunggu, setelah jilid ke-7 ini, apakah birokrasi di Riau akan benar-benar berbenah, atau justru sedang bersiap mengantre untuk jilid berikutnya. (bp). 

Rabu, 01 Juli 2026

​Pimpin Upacara HUT Bhayangkara, Prabowo Ingatkan Polri: Lindungi yang Lemah, Jaga Stabilitas Nasional




​BOGOR, MCE – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan teguran sekaligus arahan strategis yang mendalam saat memimpin Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026. Upacara besar tersebut digelar di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (1/7).


​Dalam amanatnya, Kepala Negara tidak hanya menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas dedikasi tanpa henti jajaran Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta mengawal agenda pembangunan nasional. Lebih dari itu, Presiden Prabowo memberikan pesan menohok mengenai hakikat sejati korps korps baju cokelat tersebut.


​Presiden menegaskan dengan garis keras bahwa kekuatan utama Polri sama sekali bukan pada senjata atau atribut yang mereka kenakan, melainkan pada komitmen dan kepercayaan masyarakat.


​“Kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi,” tegas Presiden Prabowo di hadapan ribuan personel.


​Oleh karena itu, Presiden menginstruksikan agar setiap anggota Polri wajib hadir secara nyata di tengah-tengah masyarakat. Polri dituntut untuk berdiri paling depan dalam melindungi pihak yang lemah, menjadi solusi saat rakyat menghadapi kesulitan, dan yang paling krusial: tidak boleh sekalipun menyusahkan rakyat.


​Menutup pidatonya yang membakar semangat, Presiden Prabowo mengingatkan sebuah catatan sejarah penting. Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun negara di dunia ini yang mampu mencapai kesuksesan besar tanpa didukung oleh institusi kepolisian yang unggul, profesional, dan dicintai oleh rakyatnya.


​Usai upacara formal selesai, Presiden bersama para tamu undangan disuguhkan aksi memukau melalui demonstrasi kemampuan taktis serta defile pasukan yang ditampilkan oleh anggota dan mitra Polri.


​Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Terus mengabdi dengan integritas tinggi untuk masyarakat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (bp). 

​Jatim Darurat Begal & Curanmor! Polda Gulung 222 Bandit Selama Juni, Ini 3 Daerah Paling Rawan



​SURABAYA, MCE – Genderang perang terhadap komplotan kriminal di Jawa Timur kian ditabuh kencang. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim sukses menggulung sedikitnya 222 tersangka kasus kejahatan jalanan atau 3C (Curas, Curat, dan Curanmor) sepanjang bulan Juni 2026. Rabu (1/7/2026). 


​Aksi para bandit ini tidak lagi sekadar kenakalan jalanan biasa, melainkan pergerakan sindikat terorganisir yang menyasar berbagai daerah di Jawa Timur. Berdasarkan data yang dirilis pada Selasa (30/6/2026), tercatat ada 320 kasus tindak pidana 3C yang meresahkan warga selama Juni, di mana 195 kasus di antaranya berhasil dibongkar polisi.


​Wadirkrimum Polda Jatim, AKBP Umar, menegaskan bahwa pimpinan kepolisian memberikan atensi penuh terhadap evaluasi dan penindakan kasus ini. Dari total 38 kabupaten/kota di Jatim, ada tiga daerah dengan konstelasi kejahatan yang paling menonjol dan menjadi sorotan tajam:


​• Polrestabes Surabaya (Tragedi Maut ASN BPN): Kasus paling menyita perhatian publik terjadi di Jalan Kusuma Bangsa. Sepasang suami istri (pasutri) nekat membegal seorang perempuan ASN Badan Pertanahan Nasional (BPN). Korban terjatuh dari sepeda motornya hingga mengalami luka fatal dan dinyatakan meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo.


​• Polres Blitar (Sindikat Minimarket): Tiga tersangka spesialis pencurian dengan pemberatan (curat) lintas kota berhasil diringkus. Mereka mengobrak-abrik minimarket di tiga TKP wilayah Blitar dan empat TKP di Jombang.


​• Polres Nganjuk (Predator Mesin Tani): Dua tersangka curat diringkus setelah kedapatan menggasak mesin diesel (pompa air sawah) milik petani di sembilan TKP berbeda di Nganjuk.


​"Ungkap kasus terbanyak sepanjang Juni ini didominasi oleh Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Polresta Banyuwangi, dan Polres Tulungagung," tegas AKBP Umar.


​Dari tangan para komplotan ini, polisi menyita tumpukan barang bukti fantastis: uang tunai Rp 28,1 juta, 8 unit mobil, 86 unit motor, 64 ponsel, 108,9 gram emas, 22 kunci T, 15 senjata tajam, hingga hewan ternak (sapi dan kambing).


​Para tersangka kini dijerat dengan Pasal 476, 477, dan 479 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. Guna memberangus habis sisa-sisa komplotan begal dan bandit jalanan, Polda Jatim kini resmi menerjunkan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) di setiap Polres jajaran. Tidak ada ruang aman lagi bagi pelaku kriminal di Jawa Timur. (bp). 

Bupati Tuban Apresiasi Polres Tuban, Sinergi Jaga Kondusivitas Dukung Pembangunan dan Investasi




TUBAN, MCE - Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, mengapresiasi dedikasi dan kinerja Polres Tuban dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sehingga mampu menciptakan kondusivitas wilayah yang mendukung percepatan pembangunan dan pertumbuhan investasi di Kabupaten Tuban. Hal tersebut disampaikan usai memimpin Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di halaman Mapolres Tuban, Rabu (01/07/2026).


 Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran Forkopimda Kabupaten Tuban, para perwira dan personel Polres Tuban, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. Rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada personel Polres Tuban yang berprestasi dan elemen masyarakat pendukung kinerja Polres Tuban. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Pada kesempatan inu, Bupati Tuban membacakan amanat Kapolda Jawa Timur yang menegaskan Polri harus terus meningkatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas dan fungsi. Selain itu, setiap personel diharapkan semakin memperkuat peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat melalui pelayanan yang humanis, responsif, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.


Bupati Tuban, yang akrab disapa Mas Lindra, menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Tuban beserta seluruh jajaran atas sinergi yang selama ini terjalin dengan Pemkab Tuban. Menurutnya, kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.


"Atas nama Pemkab Tuban, kami mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Tuban beserta seluruh jajaran yang telah bekerja dengan penuh dedikasi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," ungkapnya. Sinergi yang terbangun selama ini sangat mendukung penyelenggaraan program-program pembangunan daerah.


Bupati menjelaskan kondusivitas wilayah merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan pembangunan. Situasi keamanan yang terjaga mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam beraktivitas sekaligus meningkatkan kepercayaan dunia usaha untuk berinvestasi di Kabupaten Tuban.


"Kondisi daerah yang aman dan kondusif menjadi modal penting bagi kemajuan Kabupaten Tuban," sambungnya. Iklim investasi yang semakin baik tentu tidak lepas dari kerja keras seluruh jajaran Polres Tuban bersama TNI, pemerintah daerah, dan dukungan seluruh elemen masyarakat.


Sementara itu, Kapolres Tuban, AKBP Alaiddin, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Tuban, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini menjadi mitra strategis Polres Tuban dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.


Menurutnya, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi seluruh personel Polri untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. Sejalan dengan amanat Kapolri dan Kapolda Jawa Timur, Polres Tuban berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalitas, memperkuat pelayanan publik yang humanis, serta hadir memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat.


"Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kami mengucapkan terima kasih atas sinergi yang telah terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Tuban, TNI, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Kabupaten Tuban," ujarnya.


Ia menambahkan, Polres Tuban akan terus memperkuat langkah-langkah preventif, penegakan hukum yang berkeadilan, serta pelayanan yang cepat, transparan, dan humanis. Dengan terjaganya situasi kamtibmas yang kondusif, diharapkan aktivitas masyarakat, roda perekonomian, serta iklim investasi di Kabupaten Tuban dapat terus berkembang secara berkelanjutan.


AKBP Alaiddin menegaskan, Polres Tuban siap mendukung setiap program strategis Pemkab Tuban demi mewujudkan daerah yang aman, nyaman, maju, dan semakin sejahtera bagi seluruh masyarakat. (bp).

Skenario Kebocoran Minyak Disimulasikan di Pesisir Palang, Ini Tujuannya




Tuban, MCE - Puluhan personel dari berbagai unsur berkumpul di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Rabu (1/7). Kawasan pesisir yang biasanya menjadi pusat aktivitas nelayan pagi itu disulap menjadi lokasi rekayasa penanganan keadaan darurat akibat kebocoran minyak di perairan. Melalui skenario tersebut, setiap unsur menguji kesiapan, mulai dari koordinasi, evakuasi, hingga penanganan dampak pencemaran apabila sewaktu-waktu terjadi kegagalan teknologi industri.


Simulasi bertajuk Wet Drill Command Post Exercise Penanggulangan Keadaan Darurat Bencana Kegagalan Teknologi Industri tersebut digelar BPBD Kabupaten Tuban bersama PT Pertamina EP Sukowati Field. Latihan ini menjadi bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub Urusan Penanggulangan Bencana. Pesertanya melibatkan TNI, Polri, perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan, Desa Tangguh Bencana (Destana), hingga masyarakat sekitar.


Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, melalui sambutan yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tuban, Agus Wijaya, menyebut bahwa kesiapsiagaan serupa perlu terus dilatih seiring berkembangnya kawasan industri di Kabupaten Tuban.


Menurutnya, semua pihak perlu mengetahui apa yang harus dilakukan apabila terjadi keadaan darurat. Karena itu, simulasi yang dilakukan tidak sekadar menguji prosedur, tetapi juga melatih koordinasi agar setiap unsur memahami tugasnya masing-masing.


"Kita tentu berharap kejadian seperti ini tidak pernah terjadi. Namun sebagai bentuk kesiapsiagaan, kita harus mempersiapkan diri sejak sekarang," ucapnya.


Ia menilai latihan tersebut penting agar dampak dan risiko dapat ditekan apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat dan mengurangi dampak apabila sewaktu-waktu muncul keadaan darurat. Agus—sapaan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Tuban—juga mendorong agar simulasi serupa dapat diperluas ke lokasi lain yang memiliki potensi risiko, termasuk kawasan pasar yang beberapa kali mengalami kebakaran.


Pada kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tuban, Sudarmaji, mengungkapkan bahwa simulasi di Karangagung menjadi latihan penanganan kegagalan teknologi di wilayah perairan yang pertama kali digelar BPBD Kabupaten Tuban.


Persiapannya tidak dilakukan dalam waktu singkat. Rencana latihan telah disusun sejak sekitar setahun lalu, diawali dengan pembentukan Desa Tangguh Bencana di Karangagung, kemudian dilanjutkan penyusunan skenario bersama PT Pertamina EP Sukowati Field.


"Kami tidak ingin ketika terjadi kebocoran minyak semua pihak justru kebingungan. Hari ini kami membuat skenario semirip mungkin dengan kondisi sebenarnya supaya semua mengetahui apa yang harus dilakukan," kata Sudarmaji.


Ia menjelaskan, wilayah pesisir Karangagung dipilih karena menjadi salah satu kawasan yang dilintasi jalur pipa migas. Karena itu, seluruh unsur di wilayah tersebut perlu memahami prosedur penanganan keadaan darurat, mulai dari pemerintah desa, aparat keamanan, relawan, hingga masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.


Di sisi lain, Plt. Camat Palang, Kapitano Gunawan, menyambut baik dipilihnya Desa Karangagung sebagai lokasi simulasi perdana penanganan kegagalan teknologi di wilayah perairan.  Menurut keterangannya, latihan tersebut memberi pengalaman langsung kepada seluruh peserta untuk memahami posisi dan tugas masing-masing ketika menghadapi keadaan darurat.


“Kalau suatu saat benar-benar terjadi, semua sudah tahu harus berada di mana dan apa yang harus dilakukan. Tentu kita berharap kejadian itu tidak pernah ada, tetapi kalaupun terjadi, kita sudah lebih siap,” tandasnya. (bp).

Berita Terbaru