Selasa, 02 Juni 2026

​Geger di Lamongan! Gabungan 13 LSM Serbu BFI Finance, Bongkar Dugaan Kebocoran Data dan BPKB "Disandera"





​LAMONGAN, MCE — Suasana di depan kantor BFI Finance Cabang Lamongan mendadak tegang pada Selasa (2/6/2026). Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Aliansi Masyarakat Lamongan (FORMAL)—merupakan koalisi dari 13 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan media—menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran. Mereka menuntut pertanggungjawaban pihak manajemen terkait dugaan pelanggaran hak-hak konsumen yang dinilai sangat merugikan masyarakat.


​Ada dua poin krusial yang melandasi pergerakan massa kali ini: dugaan penyebaran data pribadi nasabah secara ilegal kepada pihak ketiga, serta penahanan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) milik nasabah yang status kreditnya justru sudah dinyatakan lunas.


​Massa Kepung Kantor Sejak Pagi


​Aksi dimulai sejak pagi hari. Dipimpin oleh Muklas, Ketua FORMAL sekaligus pentolan LSM Brandal, massa berkumpul di titik start Gedung Olahraga (GOR) Lamongan sebelum bergerak menuju target operasi. Dengan mengandalkan mobil komando, pengeras suara, dan bentangan poster berisi kecaman keras, mereka menyuarakan ketidakadilan yang dialami oleh para debitur.


​Dalam orasinya, Muklas mempertanyakan kredibilitas dan profesionalisme BFI Finance dalam mengelola dokumen berharga milik konsumen. Menurutnya, tindakan menahan BPKB nasabah yang sudah menyelesaikan kewajibannya adalah bentuk pelanggaran hukum.


​"Kami meminta perusahaan memberikan penjelasan yang transparan terkait keluhan masyarakat. Jangan ada yang ditutupi! Segera selesaikan persoalan yang menjadi hak mutlak konsumen," tegas Muklas di atas mobil komando.


​Debat Alot dan Mediasi yang Menegangkan


​Aksi ini langsung mendapat pengawalan ketat dari ratusan personel Polres Lamongan guna mengantisipasi potensi kericuhan. Di tengah riuhnya demonstrasi, perwakilan manajemen BFI Finance akhirnya keluar untuk menemui massa.


​Ketegangan sempat memuncak saat kedua belah pihak terlibat adu argumentasi yang cukup alot di depan publik. Massa bersikeras meminta kepastian instan, sementara pihak manajemen mencoba memberikan pembelaan. Karena dialog terbuka menemui jalan buntu, aparat keamanan akhirnya memfasilitasi perwakilan demonstran untuk masuk ke dalam kantor guna melakukan mediasi tertutup.


​Ancaman Aksi Jilid Dua


​Usai mediasi yang menguras waktu, Muklas menegaskan bahwa FORMAL tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi rasa keadilan nasabah.


​"Kami akan terus memperjuangkan hak-hak konsumen. Jika komitmen ini dilanggar, kami pastikan akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar sampai BPKB yang telah lunas dikembalikan kepada pemilik sahnya!" ancam Muklas retoris.


​Meski sempat memanas, aksi unjuk rasa tersebut berakhir dengan tertib dan kondusif. Di penghujung mediasi, manajemen BFI Finance Cabang Lamongan akhirnya melunak dan menyanggupi beberapa tuntutan krusial dari FORMAL dalam batas waktu yang telah disepakati bersama. Netizen kini menanti apakah pihak finance akan menepati janjinya atau justru memicu gelombang protes berikutnya. (s.genk). 

Senin, 01 Juni 2026

Wabup Joko Sarwono Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan dan Pembangunan Daerah




TUBAN, MCE – Pemkab Tuban menggelar upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Pemkab Tuban, Senin (01/06/2026). Upacara diikuti unsur Forkopimda Tuban, Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, pimpina OPD, jajaran TNI-Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), mahasiswa, serta pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Tuban.


Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Bupati Tuban, Drs. Joko Sarwono menyampaikan peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk merefleksikan arah perjalanan bangsa. Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bahwa Indonesia dibangun di atas semangat persatuan, perjuangan, serta cita-cita luhur untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.


“Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan hanya seremoni tahunan, tetapi momentum penting untuk merefleksikan kembali arah perjalanan bangsa. Momentum ini mengingatkan kita bahwa Indonesia dibangun di atas semangat persatuan, perjuangan, dan cita-cita luhur untuk menghadirkan keadilan serta kesejahteraan bagi seluruh rakyat,” ungkapnya. 


Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman hidup bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.


Lebih lanjut, di tengah berbagai tantangan global, perkembangan teknologi yang semakin pesat, serta derasnya arus informasi, nilai-nilai Pancasila harus tetap menjadi jangkar moral dan arah pembangunan bangsa. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


Indonesia sebagai bangsa besar yang terdiri atas beragam suku, budaya, bahasa, dan agama dinilai patut bersyukur karena tetap berdiri kokoh dalam bingkai persatuan. Nilai gotong royong, toleransi, dan musyawarah yang diwariskan para pendiri bangsa harus terus dijaga dan dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Wabup Tuban menyatakan komitmen Pemkab Tuban mendukung berbagai program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pemkab Tuban siap bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar berbagai program pembangunan dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan dan masa depan generasi muda di Kabupaten Tuban.


Joko Sarwono menegaskan kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi dan teknologi, tetapi juga oleh karakter serta persatuan masyarakatnya. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak untuk menjaga harmoni, memperkuat solidaritas sosial, melawan intoleransi, dan merawat persaudaraan demi mewujudkan Kabupaten Tuban yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.


Di samping itu, Pemkab Tuban terus membangun sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, serta transformasi pelayanan publik yang berkeadilan dan berpihak kepada masyarakat. Menurutnya, pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai kebangsaan yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.


Wabup Joko Sarwono mengajak seluruh ASN, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh warga Kabupaten Tuban untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Juga menjadi energi bersama untuk terus berkarya, menjaga persatuan, dan membangun daerah dengan penuh optimisme.


“Mari kita jadikan momentum ini sebagai energi untuk terus berkarya, menjaga persatuan, dan membangun daerah dengan penuh optimisme,” serunya. 


Upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Kehadiran berbagai elemen masyarakat mulai dari ASN, TNI-Polri, mahasiswa hingga pelajar menjadi simbol kuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi pembangunan daerah maupun bangsa. (bp)

​Carrying a Special Message from the Emir of Qatar, Deputy PM Sheikh Saoud Meets President Prabowo at Merdeka Palace: What’s on the Agenda?




​JAKARTA, MCE – The Merdeka Palace became a vital witness to the strengthening of Indonesia's international diplomacy in the Middle East. On Monday (06/01/2026), the President of the Republic of Indonesia, Prabowo Subianto, officially received a courtesy call from the Deputy Prime Minister and Minister of State for Defense Affairs of Qatar, Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani.


​This high-level meeting took place in a warm yet strategically committed atmosphere. One of the main agendas of this visit was the delivery of a special message from the Emir of Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, brought directly by Sheikh Saoud for President Prabowo.


​President Prabowo Subianto warmly welcomed the message and the deep attention shown by the Emir of Qatar. On this occasion, the Head of State reaffirmed the Indonesian Government's strong commitment to continuously maintaining, nurturing, and strengthening the harmonious bilateral relations that have been established between the two countries.


​Follow-up on the Indonesia-Qatar Strategic Dialogue


​In addition to exchanging messages between the two heads of state, this meeting served as an important forum for both leaders to discuss concrete follow-ups across various cooperative sectors. This partnership has already been deeply rooted, particularly following a milestone moment in April 2025. At that time, President Prabowo, alongside the Emir of Qatar, personally witnessed the signing of a Memorandum of Understanding (MoU) titled "Memorandum of Understanding on Strategic Dialogue between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the State of Qatar."


​Sheikh Saoud's current visit serves as a crucial momentum to explore the implementation of that strategic dialogue. There are at least several priority sectors re-emphasized during the meeting at Merdeka Palace, including:


​• Politics and International/Regional Issues: Aligning both countries' perspectives on global geopolitical stability.


​• Defense and Security: Given Sheikh Saoud's background as the Minister for Defense Affairs, strengthening security and counter-terrorism measures were discussed intensively.


​• Economy, Trade, and Investment: Unlocking new opportunities to accelerate Qatari investment in Indonesia and expanding trade markets.


​• Socio-Cultural: Enhancing people-to-people contact and fostering more massive cultural exchanges.


​This moment of warmth and diplomatic decisiveness was also captured visually. In the official photo, President Prabowo, wearing his signature safari attire, warmly welcomed a firm handshake from Sheikh Saoud in the Palace office, reflecting both personal closeness and professionalism between the state leaders.


​This meeting is expected to elevate the diplomatic relations between Indonesia and Qatar to a higher level, deliver real economic impacts for the public, and strengthen Indonesia's bargaining position on the global political stage. (bp).


​Source: BPMI Setpres (Press, Media, and Information Bureau of the Presidential Secretariat)

​Bawa Pesan Khusus dari Emir Qatar, Wakil PM Sheikh Saoud Temui Presiden Prabowo di Istana Merdeka: Ada Apa?





​JAKARTA, MCE – Istana Merdeka menjadi saksi pentingnya penguatan diplomasi internasional Indonesia di Timur Tengah. Pada Senin (01/06/2026), Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menerima kunjungan kehormatan dari Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar, Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani.


​Pertemuan tingkat tinggi ini berlangsung hangat namun penuh dengan komitmen strategis. Salah satu agenda utama dalam kunjungan ini adalah penyampaian pesan khusus dari Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, yang dibawa langsung oleh Sheikh Saoud untuk Presiden Prabowo.


​Presiden Prabowo Subianto menyambut baik pesan serta perhatian mendalam yang ditunjukkan oleh Emir Qatar. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menegaskan kembali komitmen kuat Pemerintah Indonesia untuk terus menjaga, merawat, dan mempererat hubungan bilateral yang telah terjalin harmonis antara kedua negara.


​Tindak Lanjut Dialog Strategis RI-Qatar


​Selain pertukaran pesan dari kedua kepala negara, pertemuan ini juga menjadi wadah penting bagi kedua pemimpin untuk membahas tindak lanjut nyata dari berbagai sektor kerja sama. Hubungan kemitraan ini sebenarnya telah mengakar kuat, terlebih setelah momen penting pada April 2025 lalu. Saat itu, Presiden Prabowo bersama Emir Qatar menyaksikan langsung penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bertajuk “Memorandum Saling Pengertian tentang Dialog Strategis antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Negara Qatar.”


​Kunjungan Sheikh Saoud kali ini menjadi momentum krusial untuk mengeksplorasi implementasi dari dialog strategis tersebut. Setidaknya ada beberapa sektor prioritas yang kembali ditekankan dalam pertemuan di Istana Merdeka, antara lain:


​• Politik dan Isu Internasional/Regional: Menyelaraskan pandangan kedua negara terhadap stabilitas geopolitik global.


​• Pertahanan dan Keamanan: Mengingat latar belakang Sheikh Saoud sebagai Menteri Urusan Pertahanan, penguatan keamanan dan kontra-terorisme menjadi poin yang dibahas secara intensif.


​• Ekonomi, Perdagangan, dan Investasi: Membuka peluang baru untuk percepatan investasi Qatar di Indonesia serta perluasan pasar perdagangan.


​• Sosial Budaya: Penguatan hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact) dan pertukaran budaya yang lebih masif.


​Momen kehangatan dan ketegasan diplomasi ini juga terekam secara visual. Dalam foto tersebut, tampak Presiden Prabowo dengan pakaian safari khasnya menyambut hangat jabat tangan erat dari Sheikh Saoud di ruang kerja Istana, mencerminkan kedekatan personal sekaligus profesionalisme antar-pemimpin negara.


​Pertemuan ini diharapkan mampu membawa hubungan diplomasi Indonesia dan Qatar ke level yang lebih tinggi, memberikan dampak ekonomi yang riil bagi masyarakat, serta memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah politik global. (bp). 


​Sumber: BPMI Setpres


#Jakarta #KemensetnegRI #RilisPresiden #PrabowoSubianto #DiplomasiRIQatar 

​Penuh Haru, Presiden Prabowo Pimpin Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard Ryacudu di Kemenhan





​JAKARTA, MCE – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia di Jakarta pada Senin (1/6/2026). Presiden Prabowo Subianto hadir secara langsung untuk memimpin upacara persemayaman dan pelepasan jenazah salah satu putra terbaik bangsa, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu.


​Kehadiran Kepala Negara dalam prosesi ini menjadi wujud nyata penghormatan tertinggi dari negara atas dedikasi tanpa batas yang telah didekasikan almarhum sepanjang hidupnya demi menjaga kedaulatan Ibu Pertiwi.


​Penghormatan Terakhir dari Sahabat dan Kepala Negara


​Dalam prosesi yang berlangsung sakral tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan terakhir di depan peti jenazah yang diselimuti bendera Merah Putih. Presiden juga memimpin doa bersama demi mengantarkan kepergian sang jenderal ke keabadian.


​Bagi Presiden Prabowo, kehadiran ini bukan sekadar pemenuhan tugas protokoler kenegaraan, melainkan bentuk apresiasi mendalam terhadap seorang sahabat, senior, dan tokoh militer yang telah memberikan kontribusi besar bagi stabilitas keamanan nasional.


​"Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam prosesi ini merupakan wujud penghormatan dan penghargaan tertinggi negara atas segala jasa, pengorbanan, dan pengabdian tulus yang telah diberikan almarhum Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu kepada bangsa dan negara," tulis keterangan resmi terkait prosesi tersebut.


​Rekam Jejak Sang Jenderal Pengawal Kedaulatan

Nama Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu telah lama terukir dalam sejarah militer dan pemerintahan Indonesia. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai sosok prajurit sejati yang tegas, berintegritas, dan memiliki semangat nasionalisme yang tinggi.


​Rekam jejak kepemimpinannya tercatat emas dalam beberapa posisi strategis:


​• Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Periode 2002–2005: Di era ini, ia sukses memperkuat postur pertahanan darat dan menjaga stabilitas internal TNI.


​• Menteri Pertahanan RI Periode 2014–2019: Sebagai Menhan pada Kabinet Kerja, ia mencetuskan berbagai program penguatan alutsista dan gencar menanamkan program Bela Negara ke seluruh lapisan masyarakat.


​Usai upacara persemayaman selesai digelar di Kantor Kemenhan, jenazah almarhum dilepas dengan upacara militer penuh khidmat menuju tempat peristirahatannya yang terakhir di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta.


​Iring-iringan jenazah dikawal ketat oleh personel TNI sebagai bagian dari rangkaian penghormatan militer. Prosesi pemakaman secara militer di TMP Kalibata ini menandai akhir dari perjalanan panjang seorang prajurit yang telah menyerahkan seluruh hidup dan jiwanya untuk tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


​Selamat jalan, Jenderal. Pengabdianmu akan selalu abadi dalam catatan sejarah bangsa. (bp). 

Sumber: Setkab RI

Minggu, 31 Mei 2026

​Bukan Sekadar Seremonial, MTsN 1 Bojonegoro Gaungkan Pancasila Sebagai Fondasi Perdamaian Dunia




​BOJONEGORO, MCE – Tanggal 1 Juni kembali memperingati momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia, yaitu Hari Lahir Pancasila. Di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi yang kerap mengikis nilai-nilai luhur bangsa, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Bojonegoro mengambil langkah tegas untuk menyalakan kembali api nasionalisme dari bangku pendidikan.


​Melalui pesan resmi yang dirilis hari ini, Kepala MTsN 1 Bojonegoro, M. Saifuddin Yulianto, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan refleksi mendalam mengenai relevansi Pancasila di era modern. Peringatan tahun ini mengusung tema yang sangat kuat dan visioner: “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”


​Pancasila: Dari Lokal Menuju Global


​Menurut M. Saifuddin Yulianto, Pancasila tidak boleh hanya menjadi hafalan di atas kertas atau jargon musiman setiap tanggal 1 Juni. Lebih dari itu, lima sila yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa merupakan instrumen hidup (living instrument) yang mampu menjawab tantangan zaman, baik di tingkat lokal maupun internasional.


​"Pancasila adalah DNA bangsa Indonesia. Di dalam lingkungan madrasah, kami berkomitmen untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan kemanusiaan yang adil dan beradab kepada para siswa. Ketika fondasi ini kuat, generasi muda kita tidak hanya akan menjadi pemersatu bangsa, tetapi juga mampu berkontribusi bagi perdamaian dunia," ujar Kepala MTsN 1 Bojonegoro dalam keterangannya.


​Transformasi Pendidikan Karakter di Madrasah


​Sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam negeri terkemuka di Bojonegoro, MTsN 1 Bojonegoro terus berinovasi dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama yang damai (Rahmatan lil 'Alamin) dengan pilar-pilar kebangsaan. Langkah ini dinilai sangat krusial untuk membentengi generasi Z dan Alpha dari paparan radikalisme serta polarisasi media sosial.


​Tema "Fondasi Perdamaian Dunia" yang diangkat dalam peringatan kali ini menegaskan bahwa Indonesia, melalui Pancasila, memiliki modal kultural yang luar biasa untuk menjadi penengah di tengah konflik global. Pendidikan di madrasah memegang peranan penting dalam melahirkan "Duta Perdamaian" masa depan yang berkarakter kuat dan berwawasan luas.


​Respon Netizen dan Harapan ke Depan


​Unggahan poster peringatan dari MTsN 1 Bojonegoro di berbagai lini masa media sosial resmi mereka, mulai dari Facebook, TikTok (@mtsn1_bjn), hingga YouTube, langsung memantik reaksi positif dari netizen dan wali murid. Banyak yang mengapresiasi narasi tajam yang diusung oleh pihak madrasah, yang dinilai mampu membakar semangat persatuan di kalangan generasi muda Bojonegoro.


​Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 ini diharapkan menjadi momentum titik balik bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya di dunia pendidikan, untuk kembali membumikan Pancasila secara nyata dalam tindakan sehari-hari.


​Dari Bojonegoro untuk Indonesia, dan dari Indonesia untuk Dunia. Selamat Hari Lahir Pancasila! (bp). 


​Menakar Urgensi Aktualisasi Nilai Pancasila di Era Digital: Refleksi Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026




​KEDIRI, MCE – Tanggal 1 Juni kembali menyapa bangsa Indonesia sebagai momentum sakral peringatan Hari Lahir Pancasila. Di tengah derasnya arus globalisasi dan transformasi digital yang kian masif, eksistensi ideologi bangsa ini tidak boleh sekadar menjadi pajangan sejarah atau hafalan ritual tahunan. Sebaliknya, Pancasila dituntut untuk terus hidup dan membumi dalam setiap sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


​Semangat refleksi ini salah satunya digaungkan oleh dunia pendidikan, yang menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Kepala SMKN 1 Kota Kediri, Edy Suroto, S.Pd., MM., dalam sebuah pesan kebangsaan yang disampaikan bertepatan dengan momentum 1 Juni 2026, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menengok dan menghidupkan esensi dasar kebangsaan kita.


​"Mari kita taati nilai-nilai Pancasila demi terciptanya kehidupan yang adil dan damai, serta demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia," ungkap Edy Suroto.


​Pernyataan tersebut bukan sekadar untaian kalimat normatif, melainkan sebuah seruan strategis (A Call to Action). Di era di mana polarisasi informasi mudah terjadi di media sosial, ketaatan terhadap nilai-nilai Pancasila menjadi kompas moral yang menjaga masyarakat agar tidak kehilangan arah.


​Pendidikan Karakter sebagai Fondasi Utama


​Pendidikan vokasi seperti yang dikomandoi oleh Edy Suroto di SMKN 1 Kota Kediri memegang peranan krusial. Kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual atau keterampilan teknis (hard skills) semata, melainkan dari kedalaman karakter dan integritas moral (soft skills) yang berlandaskan pada lima sila Pancasila.


​Sila Pertama & Kedua: Menjadi fondasi kerukunan dan rasa kemanusiaan di tengah keberagaman latar belakang suku, agama, dan budaya.


​Sila Ketiga: Menjadi perekat persatuan nasional agar bangsa ini tidak mudah terpecah belah oleh isu-isu hoaks dan provokasi.


​Sila Keempat & Kelima: Menjadi penuntun keadilan sosial dan musyawarah demi mencapai mufakat dalam setiap pengambilan keputusan.


​Mewujudkan Indonesia yang Adil, Damai, dan Maju


​Tantangan Indonesia ke depan menuju visi Indonesia Emas kian kompleks. Keadilan dan kedamaian tidak akan tercipta secara instan tanpa adanya kesadaran kolektif untuk mengimplementasikan Pancasila secara nyata. Ketika setiap warga negara, mulai dari lingkup sekolah, keluarga, hingga instansi pemerintahan, mampu menginternalisasi nilai-nilai ini, maka stabilitas nasional akan terjaga. Stabilitas inilah yang menjadi modal utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi nasional.


​Momentum 1 Juni 2026 ini harus dijadikan tonggak pengingat bahwa Pancasila adalah sebuah ideologi yang dinamis dan visioner. Ia mampu menjawab tantangan zaman dari masa ke masa, asalkan seluruh elemen bangsa sepakat untuk terus merawat dan mengamalkannya demi kejayaan NKRI.


​Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Mari bersama-sama membumikan Pancasila, merajut damai, dan melangkah pasti menuju Indonesia Maju! (bp)

Berita Terbaru