Minggu, 27 September 2026

GURUH - SANG PUTRA GITA




_Karya Takzim: Gus Luthfi - Penggerak Dakwah Kultural Lamongan_


Wahai Guruh,

Kau adalah gema terakhir dari suara Proklamator,

Namun gema itu tak memantul di gedung parlemen,

Ia memantul di panggung-panggung kesenian.


Jika Megawati menjaga bara politik ayahnya,

Jika Rachmawati menjaga api idealismenya,

Maka kaulah yang menjaga iramanya,

Agar Indonesia tak lupa cara bernyanyi tentang dirinya sendiri.


Kau tak mengeja Trisakti dengan pidato,

Kau mengejanya dengan karya:

Berkepribadian dalam kebudayaan - itulah Swara Maharddhika,

Berdikari dalam seni - itulah langkahmu yang tak pernah meniru Barat.


Lihatlah,

Dari Bali kau ambil getar Kecak yang magis,

Dari Sunda kau pinang lembutnya kecapi,

Dari Jawa kau timang agungnya gamelan,

Lalu kau jadikan satu, bukan sekadar kolase,

Tapi sebuah kebangsaan yang harmonis.


*Dan inilah yang kami pelajari darimu, wahai Maestro,*


Bahwa Dakwah tak harus selalu di atas mimbar,

Adakalanya ia harus di atas panggung,

Bahwa Syiar tak harus dengan khutbah yang menggelegar,

Adakalanya ia dengan gending yang mengakar.


Seperti itulah kami di Lamongan mencoba meneladanimu,

Menjahit Islam dengan budaya,

Merawat tradisi agar agama tetap berwajah ramah,

Itulah Dakwah Kultural, jalan sunyi yang kau ajarkan pada kami.


Orang lain mewarisi nama besar untuk mencari kuasa,

Kau mewarisi nama besar untuk memikul tanggung jawab kebudayaan,

Sebab kau paham,

Sebuah bangsa bisa kehilangan kekuasaan dan merebutnya kembali,

Tapi jika sebuah bangsa kehilangan budayanya, ia punah selamanya.


Terima kasih, Guruh.

Dari Lamongan, dari pesisir utara yang cinta budaya,

Kami kirimkan takzim untukmu.


*Hidup Guruh! Hidup Kebudayaan!*


_Lamongan, 2026_

_Gus Luthfi - Penggerak Dakwah Kultural_

Perkuat Solidaritas, Jaringan Komunikasi Pers Nasional (Jarkopnas) Resmi Bentuk Kepengurusan di Lamongan




​LAMONGAN, MCE - Puluhan insan pers yang tergabung dari berbagai media cetak dan online berkumpul dalam agenda silaturahmi dan pembentukan struktur organisasi Jaringan Komunikasi Pers Nasional (Jarkopnas) Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang diisi dengan diskusi hangat ini bertempat di Cafe Lesehan, Desa Ngimbang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, pada Minggu (27/9/2026).


​Acara tersebut menjadi momentum penting bagi para jurnalis dalam memperkuat solidaritas serta merumuskan langkah strategis organisasi ke depan.


​Wadah Aspirasi dan Kontrol Sosial


​Wakil Ketua sekaligus Ketua Pelaksana Harian Jarkopnas, Rohmat, S.P. (Roy), menjelaskan bahwa organisasi ini telah dirintis sejak tahun 2023. Jarkopnas hadir sebagai ruang komunikasi inklusif bagi para jurnalis yang belum terakomodir dalam kelompok kerja (Pokja) lain.


​"Jarkopnas dibentuk sebagai wadah gabungan bagi rekan-rekan jurnalis media online maupun cetak. Ke depan, kami berkomitmen untuk segera menyiapkan sekretariat definitif sebagai pusat koordinasi, diskusi, dan rumah bersama insan pers," ujar Rohmat.


​Senada dengan hal tersebut, Dewan Pengawas sekaligus Penasihat Hukum Jarkopnas, H. Suliono, S.H., menekankan pentingnya peran strategis wartawan dalam menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah. Ia juga memastikan bahwa legalitas formal organisasi akan segera didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) beserta penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).


​Kepengurusan Resmi Disepakati
​Ketua Umum Jarkopnas, H. Prapto, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kelancaran acara yang telah mengantongi izin resmi dari aparat kepolisian dan Forkopimcam Ngimbang ini. Ia juga berterima kasih atas dukungan penuh yang diberikan oleh tokoh masyarakat, H. Toni Hartono, agar agenda temu kancah ini dapat rutin dilaksanakan.


​Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan musyawarah mufakat untuk menetapkan susunan pengurus baru Jarkopnas Lamongan:


​• Dewan Pembina: H. Toni Hartono, H. Ujik, H. Tasrin


​• Dewan Pengawas: H. Suliono, S.H., Priwahyudi, Dwi Wahyudi


​• Ketua Umum: H. Prapto, S.Pd.


​• Wakil Ketua / Pelaksana Harian: Rohmat, S.P. (Roy)


​• Sekretaris: Eko Muji Widodo


​• Wakil Sekretaris: Agus


• ​Bendahara: Erna


​• Wakil Bendahara: Lustanto


​• Humas: Rawan, Ashari, Zainuri


​• Seksi Publikasi: Zamroni, Prastowo, Devika


​Acara yang berlangsung khidmat namun penuh keakraban ini ditutup dengan sesi foto bersama seluruh jajaran pengurus dan anggota Jarkopnas yang hadir. (s.genk). 

Selasa, 15 September 2026

​20 Koper Duit Ratusan Miliar 'Nyungsep' di OTT KPK, Misteri Pemilik Asli Bikin Publik Penasaran




​
​JAKARTA, MCE - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggebrak publik lewat operasi senyap yang mencengangkan. Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek pada Senin (14/9/2026), tim penyidik sukses mengamankan barang bukti fantastis berupa uang tunai rupiah dan valuta asing yang dibungkus rapi dalam boks, kardus, hingga memenuhi sekitar 20 koper. Estimasi awal nilainya pun tidak main-main, mencapai ratusan miliar rupiah. 


​Kini, lembaga antirasuah tengah mendalami informasi panas yang beredar luas di tengah masyarakat mengenai dugaan kepemilikan dana jumbo tersebut yang disinyalir milik Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan bahwa penyidik bakal menguliti tuntas asal-usul serta pihak-pihak yang terafiliasi dengan lautan uang tunai tersebut pada tahap penyidikan.


​Operasi tangkap tangan yang berkaitan dengan dugaan pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor dan penerimaan lainnya ini berhasil menjaring 17 orang. Setelah melakukan pemeriksaan intensif serta gelar perkara di tingkat pimpinan, status kasus resmi naik ke tahap penyidikan dengan sejumlah pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.


​Deretan nama kelas kakap yang turut diamankan dan menjalani pemeriksaan maraton di Gedung Merah Putih di antaranya adalah Dirjen PPTR Kementerian ATR/BPN Lampri, Kepala Kantah Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, Kepala Kantah Kota Tangerang Tardi, politikus Partai Golkar Fadh A Rafiq, Presdir PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi, hingga mantan Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto.


​Publik kini tinggal menunggu lembaran fakta baru dibuka lebar. KPK dijadwalkan bakal segera menggelar konferensi pers untuk membeberkan identitas lengkap tersangka, konstruksi perkara, serta peran masing-masing pihak di balik skandal megakorupsi pertanahan ini. (bp). 

Akses Jalan SMAN 1 Bangilan Rusak Parah Sejauh 1 Km, Keluhan Civitas Akademika Lempar Handuk ke Siapa




​TUBAN, MCE - Kondisi infrastruktur jalan menuju ke sekolah kembali menjadi sorotan. Akses jalan masuk sepanjang kurang lebih 1 kilometer menuju SMAN 1 Bangilan dikeluhkan oleh para civitas akademika akibat kondisinya yang hancur dan memprihatinkan. Selasa (19/9/2026). 


​Di tengah keluhan yang kian santer, teka-teki mengenai pihak yang bertanggung jawab atas perbaikan jalan tersebut menuai tanda tanya besar. Pasalnya, pihak sekolah melalui Wakil Kepala Sekolah (Waka) Humas, Marwan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala desa setempat untuk mencari solusi bersama. Namun, jawaban yang diterima justru menyatakan bahwa perbaikan infrastruktur tersebut bukan merupakan wewenang pihak desa.


​Pernyataan ini sontak memicu reaksi dari berbagai kalangan, salah satunya datang dari Tim Pemerhati Pendidikan Indonesia (PPI). Tim PPI dengan tegas mendesak pihak-pihak terkait agar segera turun tangan dan memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan yang mengalami kerusakan parah di area fasilitas pendidikan ini.


​“Pertanyaannya, ini sebenarnya kewenangan siapa?” ungkap salah satu perwakilan Tim PPI yang menyayangkan lambatnya kejelasan penanganan infrastruktur penunjang pendidikan tersebut.


​Mengingat akses jalan ini setiap harinya dilintasi oleh ratusan siswa, guru, serta tenaga kependidikan, publik kini menanti langkah konkret dari instansi berwenang di tingkat kabupaten untuk segera mengambil alih dan membenahi jalur vital menuju SMAN 1 Bangilan sebelum menimbulkan dampak yang lebih membahayakan bagi keselamatan pengguna jalan. (bp). 

Senin, 14 September 2026

​Resmi Dilantik Prabowo, Suahasil Nazara Emban Amanah Baru Sebagai Menteri Keuangan




​
​JAKARTA, MCE - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih. Prosesi pelantikan yang sarat khidmat tersebut dilangsungkan di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 14 September 2026.


​Pengangkatan ini didasarkan pada Keputusan Presiden (Kepres) RI Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024–2029.


​Dalam rangkaian acara kenegaraan tersebut, Presiden Prabowo memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan. Suahasil Nazara bersumpah untuk setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti kepada bangsa dan negara.


​Pelantikan strategis ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam menjaga stabilitas serta efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Khususnya, dalam memperkuat pengelolaan keuangan dan fiskal negara guna mendukung penuh pencapaian agenda pembangunan nasional ke depan.


​Sejumlah pejabat tinggi negara tampak hadir guna menyaksikan langsung prosesi pelantikan, di antaranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.


​Hadir pula jajaran menteri serta kepala badan anggota Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Jaksa Agung ST Burhanuddin, hingga Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo. (bp). 

​77 PNS Tuban Masuki Purna Tugas, Bupati Lindra Titip Pesan Penting Soal Ini



 TUBAN, MCE - Sebanyak 77 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tuban resmi memasuki masa purna tugas untuk periode Triwulan akhir tahun 2026, yang mencakup TMT (Terhitung Mulai Tanggal) 1 Oktober, 1 November, dan 1 Desember.


​Acara pelepasan yang penuh khidmat dan kehangatan tersebut diselenggarakan di Gedung Korpri Kabupaten Tuban pada Senin (14/9). Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky untuk menyerahkan langsung apresiasi serta melepas para abdi negara yang telah menyelesaikan masa baktinya.
​

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Mas Lindra ini menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas dedikasi serta loyalitas tinggi yang telah diberikan para PNS selama puluhan tahun mengabdi untuk kemajuan Kabupaten Tuban.


​"Masa kerja boleh berakhir, tetapi pengalaman, silaturahmi, dan pengabdian untuk masyarakat tetap dapat dilanjutkan dalam bentuk yang berbeda," ujar Bupati Lindra di hadapan puluhan purna tugas.


​Lebih lanjut, Bupati Tuban turut memberikan sejumlah pesan konstruktif bagi para pegawai yang akan segera memasuki babak baru kehidupan ini. Ia mengimbau agar para purna tugas senantiasa menjaga kesehatan fisik dan mental, meluangkan lebih banyak waktu berkualitas bersama keluarga tercinta, serta tetap produktif dengan berkegiatan positif di tengah masyarakat.


​Selain itu, Mas Lindra juga mengingatkan pentingnya perencanaan finansial yang matang. Pengelolaan keuangan yang bijak serta pemeliharaan aset yang telah dikumpulkan selama masa aktif bekerja dinilai menjadi kunci penting untuk menikmati masa pensiun yang mandiri dan sejahtera.


​Pelepasan ini ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir dari Pemkab Tuban atas jasa dan kontribusi nyata para pegawai selama berkarier di pemerintahan. (bp). 

Sabtu, 12 September 2026

Operasi Senyap Satpol PP Probolinggo, 11 Penghuni Embung Miring Diangkut


​


Probolinggo, MCE - Ada yang bilang informasi itu mahal harganya, tapi buat para pelaku praktik esek-esek di kawasan Embung Miring (EMI), Desa Banjar Sawah, Kecamatan Tegalsiwalan, informasi bocor justru jadi komoditas penyelamat hidup. Sayangnya, strategi "bocor alus" andalan mereka kali ini resmi dipatahkan telak oleh Satpol PP Kabupaten Probolinggo.


​Gerah karena operasi sebelumnya selalu bernasib mirip ghosting—mendekat tapi targetnya sudah kabur duluan—Satpol PP Kabupaten Probolinggo akhirnya menggunakan jurus pamungkas: Operasi Senyap tanpa suara dan tanpa salam.


​Hasilnya? Sangat memuaskan bagi petugas, tapi pastinya bikin gigit jari para target. Tanpa sempat merapikan diri atau pasang gestur pura-pura lugu, sebanyak 11 Pekerja Seks Komersial (PSK) langsung diciduk tanpa ampun pada Jumat (11/9/2026).


​Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo, Taupik Alami, blak-blakan membongkar alasan di balik aksi senyap ala ninja ini.

​• Strategi Jitu: Operasi sengaja dirahasiakan rapat-rapat karena laporan sebelumnya selalu bocor sebelum petugas tiba di lokasi.

​• Tarif Terjangkau: Berdasarkan temuan di lapangan, tarif yang dipatok untuk sekali "main" terbilang merakyat, yakni Rp100 ribu plus biaya sewa kamar.

​• Proses Hukum: Seluruhnya langsung digelandang ke Kantor Damkar Satpol PP di Kecamatan Dringu untuk menjalani tes kesehatan dan pendataan identitas.


​Kini, ke-11 "pemain" tersebut harus siap-siap menghadapi kenyataan pahit. Selain didata, mereka juga tengah menjalani pemeriksaan kesehatan intensif guna memastikan apakah ada indikasi penyakit menular atau sekadar muka lama yang gemar ganti panggung.


​Pemerintah daerah sepertinya ingin memberi pesan tegas: kalau mau main kucing-kucingan, pastikan pawangnya tidak ikut turun tangan. Bagaimana, masih mau coba-coba mangkal lagi setelah ini. 


​Kira-kira, sampai kapan para "pemain" nekat ini jera dengan tarif seadanya tapi risiko urusan nyawa dan hukum seluas samudra? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar. (bp). 

Berita Terbaru