Kamis, 30 Juli 2026

BEM UI Kepung MK, Tolak Dana Sekolah Ditumbalkan Demi MBG ​

 


JAKARTA, MCE - Pos anggaran pendidikan APBN 2026 kembali jadi bancakan politik berkedok kesejahteraan. Tak tinggal diam melihat hak dasar anak bangsa "ditelanjangi" demi membiayai piring-piring program Makan Bergizi Gratis (MBG), gelombang perlawanan dari kampus perjuangan akhirnya pecah.


​Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dipastikan bakal mengepung Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis (30/7/2026) siang. Langkah ini menjadi aksi tanggap darurat atas dugaan "penyelundupan" fungsi anggaran yang dinilai ugal-ugalan dan merusak tatanan pendidikan nasional.


​Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, membenarkan pergerakan massa tersebut. Menurutnya, ini bukan sekadar panggung BEM, melainkan konsolidasi akal sehat bersama aliansi masyarakat sipil yang muak dengan akrobat anggaran pemerintah.


​"Benar, kami akan ikut aksi. Ini aksi solidaritas, terbuka untuk siapa saja yang sadar bahwa masa depan pendidikan sedang dipertaruhkan," tegas Dimas saat dikonfirmasi, Kamis.


​Otak Ditumbalkan Demi Logistik Pangan


​Akar dari kemarahan mahasiswa ini murni soal logika anggaran yang dipaksakan. Penempatan program MBG ke dalam mandat alokasi 20 persen anggaran pendidikan dalam UU No. 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026 dan UU Sisdiknas dinilai sebagai bentuk akal-akalan konstitusi. Alih-alih dipakai untuk memperbaiki kualitas sekolah, gaji guru, dan akses pendidikan, jatah vital ini justru disedot untuk fungsi logistik pangan.


​"Penempatan MBG di dalam pos anggaran pendidikan jelas mendisrupsi pemenuhan utama penyelenggaraan pendidikan itu sendiri," cetus Dimas menelanjangi kekeliruan pemikir kebijakan publik saat ini.


​Mahasiswa menuntut MK tak tumpul dan mau berdiri tegak sebagai guardian of constitution serta the sole interpreter konstitusi, bukan sekadar stempel legalisasi syahwat politik anggaran. Mereka mendesak Hakim MK untuk menyatakan penggunaan alokasi 20 persen anggaran pendidikan demi logistik piring gratis sebagai tindakan inkonstitusional bersyarat.


​Aksi yang dimulai pukul 13.00 WIB di Gedung MK ini menjadi ultimatum keras dari kampus: perut masyarakat memang harus diisi, tetapi jangan pernah merampok jatah otak anak bangsa demi membiayainya. (bp). 

​Sah Secara Legalitas! Gus Hamdi Resmi Dilantik Jadi Kadus Kaliputih Kembiritan, Siap Bawa Perubahan Nyata


​BANYUWANGI, MCE – Langkah baru roda pemerintahan di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi resmi dimulai. Bertempat di balai desa setempat, upacara pengambilan sumpah dan pelantikan Kepala Dusun (Kadus) Kaliputih berjalan khidmat dan penuh harapan pada Kamis (30/7/2026).


​Setelah melalui proses pemilihan yang berlangsung secara demokratis, Gus Hamdi resmi dikukuhkan dan menerima Surat Keputusan (SK) Jabatan langsung dari Kepala Desa Kembiritan, Sukamto. Pelantikan ini menandai legalitas penuh bagi Gus Hamdi untuk secara sah bergabung dalam jajaran perangkat Desa Kembiritan masa bakti 2026.


​Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul pengambilan sumpah jabatan yang disaksikan langsung oleh jajaran perangkat desa, BPD, LPMD, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus PKK, serta mahasiswa peserta KKN yang tengah mengabdi di desa setempat.


​Dalam sambutannya, Kepala Desa Kembiritan, Sukamto, memberikan penekanan tajam terkait tanggung jawab besar yang kini berada di pundak Kadus baru tersebut. Sukamto menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar formalitas, melainkan amanah rakyat yang harus dibuktikan dengan kerja nyata.


​"Dengan diserahkannya SK ini, legalitas telah sah. Saya berharap Kepala Dusun Kaliputih yang baru, Gus Hamdi, mampu menunjukkan kinerja yang lebih baik, responsif terhadap keluhan warga, serta membawa kemajuan signifikan, khususnya bagi Dusun Kaliputih dan Desa Kembiritan secara umum," tegas Sukamto.


​Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Dusun Kaliputih yang menantikan gebrakan dan pelayanan publik yang lebih optimal di bawah kepemimpinan pejabat baru. (Hardi). 

​"Muka Tembok" Bupati Pemalang: Dulu Ngaku "Kapok" Kasus Lama, Kini Malah Nyebur OTT KPK Rp2 Miliar



PEMALANG, MCE - Janji manis tata kelola pemerintahan yang bersih tampaknya cuma jadi pepesan kosong di Kabupaten Pemalang. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jawa Tengah, dan tebak siapa aktor utamanya? Sang Bupati sendiri, Anom Widiyantoro. Tak tanggung-tanggung, penyidik memboyong 21 orang plus mengamankan uang tunai senilai lebih dari Rp2 miliar yang diduga kuat hasil ambrutnya nurani pejabat publik. Kamis (30/7). 

 
​Padahal, publik belum lupa pada momen heroik saat Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi 2025 lalu. Di depan penyidik dan sorotan kamera, Anom dengan sangat meyakinkan berikrar ingin belajar dari dosa masa lalu Pemkab Pemalang—yang bupatinya juga tersandung kasus serupa. "Belajar dari pengalaman agar pemerintahan lebih bersih," begitu kira-kira narasi surga yang diobralnya. Ironi tingkat tinggi: bukannya kapok dan membenahi nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) Pemalang yang terpuruk, Sang Bupati justru diduga nekat masuk ke lubang buaya yang sama.


​Kini, kantor Pemkab Pemalang dipenuhi segel merah putih. Sebanyak 21 orang—dari pejabat daerah hingga pihak terkait—harus rela tidur bermalam di bawah lampu sorot pemeriksaan, sebagian di daerah dan sebagian lagi langsung diboyong ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dan Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengonfirmasi penangkapan serta penyitaan bertumpuk-tumpuk uang tunai sebagai bukti awal permainan kotor ini.


​Sektor penganggaran, pengadaan barang dan jasa, hingga jual beli jabatan lagi-lagi diduga kuat jadi ladang basah yang digarap tanpa rasa malu. Status mereka memang masih terperiksa dalam tempo 1x24 jam, tetapi publik sudah keburu muak dengan pola klasik yang berulang.


​Rentetan OTT sepanjang tahun 2026 ini memukul telak klaim-klaim komitmen antikorupsi pejabat daerah. Rakyat diajari hidup prihatin dan taat aturan, sementara para pemangku kekuasaan justru asyik 'bancakan' anggaran di balik pintu tertutup. Publik kini menagih keberanian KPK untuk membongkar tuntas konstruksi perkara ini hingga ke akar-akarnya. Jangan biarkan hukum cuma galak di awal, tetapi melempem saat membongkar aktor intelektual di balik jaring korupsi yang merampas hak-hak rakyat Pemalang. (bp). 

Rabu, 29 Juli 2026

Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi I Tuban, Dorong Anak-anak Berani Menggapai Cita-cita


Tuban, MCE – Riuh tepuk Pramuka dan tawa para siswa menyambut kedatangan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Tuban yang berlokasi di Jl. Letda Sucipto Tuban, Rabu (29/7). Didampingi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Wakil Bupati Tuban, jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, perwakilan Kementerian Sosial, serta sejumlah pejabat lainnya, Khofifah meninjau fasilitas sekolah sekaligus berdialog dengan siswa dan para wali murid.


Suasana hangat kian terasa saat orang nomor satu di Jawa Timur itu menyapa para siswa dan menanyakan cita-cita mereka. Beberapa siswa mengaku ingin menjadi polisi, polwan, hingga anggota TNI. Ia kemudian mengajak seluruh siswa berdiri mengikuti tepuk Pramuka dan memberikan motivasi agar terus bersemangat meraih impian. Kepada para wali murid, Khofifah juga berpesan agar senantiasa mendukung dan mendoakan putra-putrinya selama menempuh pendidikan.

"Doakan putra-putri panjenengan sehat di sini ya. Sekolahnya bisa berjalan dengan baik, dan cita-citanya semuanya mudah-mudahan tercapai, amin," tuturnya.

Usai berkeliling, Khofifah mengapresiasi fasilitas yang dimiliki Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Tuban. Menurutnya, sarana yang tersedia menjadi modal penting dalam membangun lingkungan belajar yang mampu mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Khofifah berharap fasilitas tersebut didukung ekosistem pendidikan yang kuat. Menurutnya, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga seluruh pihak yang terlibat perlu bersama-sama menciptakan ruang tumbuh kembang yang mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas, berkarakter, dan berintegritas.

“Carilah sekolah seindah ini, sekolah sebagus ini. Carilah kantin yang senyaman di sini dan lapangan olahraga yang luar biasa. Tentu ini menjadi medium pembelajaran yang luar biasa pula," ujarnya.

Ia menegaskan, penyelenggaraan Sekolah Rakyat merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan.

Khofifah juga mengungkapkan bahwa proses menghadirkan peserta didik ke Sekolah Rakyat memerlukan kerja keras para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Bahkan, ada keluarga yang harus didatangi hingga sepuluh kali sebelum akhirnya bersedia mengizinkan anaknya bersekolah.

Ia menambahkan, masih dijumpai anak-anak yang bahkan tidak mengetahui jenjang kelas terakhirnya karena telah lama putus sekolah. Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya memastikan mereka kembali memperoleh hak atas pendidikan. “Kalau di SD di sini, no one left behind. Tidak boleh ada satu orang pun yang tertinggal," tegasnya. (bp). 

Perkuat Sinergi Pendidikan, SMKN 1 Kota Kediri Gelar Forum Koordinasi Bersama Komite Sekolah



​KEDIRI, MCE -  Dalam upaya memperkuat tata kelola pendidikan dan membangun sinergi yang transparan, SMK Negeri 1 Kota Kediri menggelar Forum Koordinasi dan Penyampaian Informasi Sekolah Bersama Komite Sekolah pada Rabu (29/7/2026).


​Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen sekolah serta perwakilan Ketua dan Bendahara Paguyuban Orang Tua Siswa (PAGOS) dari kelas X, XI, hingga XII tahun ajaran 2026/2027.


​Forum ini dirancang sebagai wadah komunikasi strategis untuk menyampaikan secara terbuka berbagai informasi terkait program kerja, kebijakan, hingga arah perkembangan sekolah. Melalui forum ini, pihak sekolah berkomitmen memberikan ruang transparansi penuh kepada komite dan orang tua murid.


​Tidak hanya penyampaian searah, kegiatan ini juga memfasilitasi diskusi dua arah yang interaktif. Perwakilan komite sekolah dan wali murid diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk menyampaikan aspirasi, masukan, saran, serta tanggapan demi perbaikan kualitas pembelajaran.


​Kepala SMK Negeri 1 Kota Kediri, Edy Suroto, S.Pd., M.M., menyambut positif dinamika dan partisipasi aktif yang ditunjukkan oleh para pengurus komite dan pagos.


​"Sinergi antara sekolah dan komite adalah kunci utama dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Melalui dialog yang terbuka dan harmonis, kita dapat berjalan berdampingan demi menciptakan lingkungan belajar yang optimal bagi seluruh siswa," tegas Edy Suroto.


​Melalui agenda rutin seperti ini, SMKN 1 Kota Kediri berharap hubungan kolaboratif antara pihak sekolah dan orang tua murid semakin kuat dan solid, sejalan dengan nilai tagline sekolah #BERANI (Berakhlak Mulia dan Mumpuni).


​Informasi lebih lanjut mengenai program dan perkembangan sekolah dapat diakses melalui laman resmi smkn1kediri.sch.id. (bp). 

​ ​Jejak Generasi Emas: SMAN 4 Bojonegoro Borong Ratusan Prestasi Akademik dan Non-Akademik





​BOJONEGORO, MCE - Komitmen SMA Negeri 4 Bojonegoro dalam mencetak generasi unggul bernalar kritis dan berkarakter terus membuahkan hasil nyata. Sekolah yang mengusung tagline "Satukan Langkah Meraih Prestasi" ini mencatatkan deretan rekor capaian membanggakan, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Rabu (29/7/2026). 


​Capaian tersebut mencakup berbagai tingkatan kejuaraan, mulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN), Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), Karya Tulis Ilmiah Remaja (KIR), hingga kejuaraan kebudayaan dan olahraga tingkat daerah maupun provinsi.


​Di ajang akademik, para siswa SMAN 4 Bojonegoro secara konsisten menunjukkan taringnya pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) di berbagai disiplin ilmu seperti Kimia, Fisika, Biologi, Komputer, hingga Kebumian. Tidak hanya itu, tradisi riset dan karya ilmiah juga terukir kuat melalui kemenangan di Lomba Karya Ilmiah Remaja (KIR) tingkat kabupaten hingga Jawa Timur.


​Sementara pada ranah non-akademik, dinamika bakat siswa meledak di berbagai cabang olahraga dan seni. Mulai dari kejuaraan Karate, Tenis Meja, Bola Basket, Bulu Tangkis, hingga cabang Bela Diri Kempo. Pada bidang seni dan budaya, SMAN 4 Bojonegoro kerap mendominasi kompetisi Tari Tradisional, Drama Tetembangan, Seni Kriya, Musikalisasi Puisi, hingga Parade Paskibraka.


​Kepala SMAN 4 Bojonegoro, Shofwan Hidayat, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh ekosistem sekolah, mulai dari para siswa, pembina, hingga dukungan penuh para guru.


​"Setiap talenta anak memiliki ruangnya masing-masing untuk berkembang. Kami berkomitmen memberikan pengawalan terbaik agar potensi akademik maupun non-akademik siswa dapat terwadahi secara optimal," ujarnya.


​Prestasi yang diraih secara berkelanjutan ini makin memperkokoh posisi SMAN 4 Bojonegoro sebagai salah satu lembaga pendidikan menengah favorit di Kabupaten Bojonegoro yang siap melahirkan calon-calon pemimpin masa depan. (bp). 


​Media Social & Information Channel:
​Website: sman4bojonegoro.sch.id
​Instagram: @smanegeri4bojonegoro_official
​YouTube: SMA Negeri 4 Bojonegoro - SMAPABO Official
​TikTok: SMA N 4 Bojonegoro

Selasa, 28 Juli 2026

Trio Maut SMAN 5 Tuban Rebut Podium Tertinggi Petanque Women PORKAB IX Tuban



​TUBAN, MCE - Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh siswa-siswi berprestasi dari SMA Negeri 5 Tuban. Kali ini, tim Petanque putri sekolah tersebut berhasil mengukuhkan diri sebagai yang terbaik dalam ajang bergengsi Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Tuban 2026. Rabu (29/7/2026). 


​Dalam pertandingan final kategori Tripele Women, trio tangguh SMAN 5 Tuban berhasil menumbangkan lawan-lawannya dan berhak atas medali emas serta predikat Juara 1. Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan dominasi sekolah tersebut di cabang olahraga petanque tingkat kabupaten.


​Adapun ketiga pahlawan olahraga yang telah mengharumkan nama sekolah adalah:

​1. Cinde Layung Wahyu Pamungkas (Kelas XII-B)

​2. Alya Azura Desvita Dwi Putri (Kelas XI-A)

​3. Nadin Gevani (Kelas XI-F)


​Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Tuban, Bapak Abdul Aziz, S.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian luar biasa ini. "Ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin, dan dedikasi tinggi para siswi serta pelatih. Prestasi ini tidak hanya membanggakan sekolah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik," ujarnya.


​Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan penuh pihak sekolah dalam menyediakan sarana dan prasarana latihan yang memadai, serta motivasi yang terus diberikan kepada para atlet muda. Hal ini sejalan dengan visi SMAN 5 Tuban untuk mencetak generasi muda yang unggul, kompetitif, dan berkarakter.


​Ajang PORKAB sendiri merupakan wadah penting bagi para atlet muda di Kabupaten Tuban untuk menyalurkan bakat dan menguji kemampuan. Kemenangan SMAN 5 Tuban di cabang petanque putri ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh generasi muda Tuban di bidang olahraga.


​Diharapkan, prestasi ini dapat menjadi pemicu semangat bagi atlet-atlet muda lainnya di Tuban untuk terus berlatih dan meraih prestasi setinggi-tingginya. Selamat kepada tim Petanque putri SMAN 5 Tuban atas kemenangannya! Teruslah berkarya dan mengharumkan nama daerah. (bp). 

Berita Terbaru