Minggu, 15 Maret 2026

​Stadion Kanjuruhan 'Lautan' Manusia, Berburu Kuliner atau Sekadar Numpang Eksis di Pembukaan Bantengan?





​KEPANJEN, MCE – Kawasan Stadion Kanjuruhan mendadak berubah menjadi magnet bagi ribuan pasang mata. Mulai 15 Maret hingga 28 Maret 2026 mendatang, pelataran stadion ikonik di Malang ini disulap menjadi destinasi wisata rakyat yang tak hanya menawarkan aroma bumbu dapur, tapi juga riuh rendah klakson kendaraan yang mengular.


​Acara dibuka dengan dentuman musik dan aksi atraktif kesenian Bantengan yang sukses menyedot perhatian warga. Di balik kepulan asap grill kekinian dan aroma legit jajanan tradisional, ratusan stan UMKM berdiri berjejer, mencoba peruntungan di tengah geliat ekonomi warga Malang Raya yang tampak begitu haus akan hiburan murah meriah.


​Meski terlihat megah dari kacamata netizen yang sibuk mengabadikan momen di media sosial, realitanya acara ini adalah nafas bagi para pelaku usaha kecil. Beberapa peserta UMKM menyebut agenda ini sebagai "pasar murah kecil-kecilan". Namun, melihat antusiasme pengunjung yang membludak sejak sore hingga malam hari, label "kecil-kecilan" tersebut seolah terbantahkan oleh perputaran uang yang terjadi di lapangan.


​Pemandangan pengunjung yang berdesakan mencari menu buka puasa atau sekadar cuci mata menjadi bumbu utama dalam gelaran tahun ini. Pertanyaannya, apakah keramaian ini benar-benar menjadi berkah bagi kantong UMKM lokal, ataukah hanya menjadi panggung bagi warga yang ingin pamer status di lokasi yang sedang hype?


​Bagi Anda yang ingin menguji kesabaran di tengah lautan manusia sembari memanjakan lidah, pasar murah Kanjuruhan masih akan melayani hingga akhir Maret nanti. Pastikan dompet terisi dan fisik prima sebelum terjun ke "medan perang" kuliner ini. (Jemblung). 


​Polres Tuban "Sapu Bersih" Penyakit Masyarakat: 58 Tersangka Digulung, Miras dan Judi Online Jadi Sasaran Utama




​TUBAN, MCE – Langkah tegas diambil jajaran Polres Tuban dalam Operasi Pekat Semeru 2026. Selama 12 hari perburuan, Korps Bhayangkara berhasil membedah anatomi kriminalitas di Bumi Wali dengan total 55 kasus yang terungkap secara gemilang.


​Kapolres Tuban, AKBP Alaiddin, dalam konferensi pers di Gedung Sanika Satyawada, Kamis (12/3/2026), memaparkan rincian mengejutkan dari operasi tersebut. Dari total kasus yang ada, polisi menyeret 58 tersangka ke hadapan hukum, yang terdiri dari 46 laki-laki dan 12 perempuan.


Berdasarkan data yang dihimpun, pelanggaran tindak pidana ringan (tipiring) melalui peredaran Minuman Keras (Miras) masih menjadi "raja" dengan jumlah fantastis, yakni 40 kasus yang melibatkan 40 orang tersangka. Angka ini menjadi sinyal keras bagi para pengedar bahwa polisi tidak akan menoleransi aktivitas yang merusak ketertiban umum.


​Tak berhenti di situ, sektor perjudian pun tak luput dari sikat polisi. Sebanyak 5 kasus perjudian konvensional dengan 8 tersangka berhasil dibongkar. Sementara itu, merespons keresahan digital, polisi juga meringkus 3 kasus judi online yang melibatkan 3 tersangka sebagai bukti keseriusan aparat memerangi kejahatan siber.


Langkah preventif juga menyasar ranah asusila dan penyalahgunaan zat terlarang. Tercatat, sebanyak 5 kasus prostitusi dengan 5 tersangka berhasil diungkap, disusul dengan penangkapan 2 orang tersangka dalam 2 kasus narkoba yang berbeda.


​AKBP Alaiddin menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bentuk "bersih-bersih" sebelum masyarakat memasuki masa libur panjang hari raya Idul Fitri 1447 H. Beliau mewanti-wanti bahwa momentum mudik seringkali menjadi celah bagi pelaku kejahatan untuk beraksi.


​"Kami mengimbau masyarakat Kabupaten Tuban untuk tetap menjaga kewaspadaan tingkat tinggi. Terutama bagi yang melaksanakan mudik, pastikan keamanan rumah terjaga karena kita tidak bisa memprediksi dinamika kejahatan ke depan," tegasnya dengan nada menyengat.


​Dengan tertangkapnya puluhan tersangka ini, Polres Tuban mengirimkan pesan jelas: tidak ada ruang bagi penyakit masyarakat untuk berkembang, apalagi di tengah khidmatnya persiapan perayaan hari besar keagamaan. (bp). 

Sabtu, 14 Maret 2026

Polsek Kunir dan PSHT Ranting Kunir Berbagi Ratusan Takjil kepada Pengguna Jalan




Lumajang, MCE – Polsek Kunir bersama Organisasi Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Kunir membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat yang melintas di depan Mapolsek Kunir, Kabupaten Lumajang, Sabtu (14/5/2026).


Kegiatan berbagi takjil tersebut disambut antusias oleh warga dan para pengguna jalan yang melintas di lokasi. Dalam waktu singkat, ratusan paket takjil yang dibagikan kepada pengendara roda dua maupun roda empat langsung habis.


Kapolsek Kunir Iptu Muljoko mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri bersama masyarakat dalam memaknai bulan suci Ramadan dengan berbagi kepada sesama.


“Melalui kegiatan berbagi takjil ini, kami ingin mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di bulan Ramadan,” ujar Iptu Muljoko.


Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan.


Sementara itu, Ketua PSHT Ranting Kunir Sujoko menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan sosial yang dilakukan bersama Polsek Kunir.


“Kami dari PSHT Ranting Kunir merasa senang bisa berkolaborasi dengan Polsek Kunir dalam kegiatan berbagi takjil ini. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan dapat mempererat silaturahmi antara anggota PSHT, kepolisian, dan masyarakat,” ungkap Sujoko.


Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat, khususnya bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa.


Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, serta mendapat respon positif dari masyarakat yang melintas di depan Mapolsek Kunir. 


Selain berbagi takjil, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat sinergitas antara kepolisian dan organisasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Kunir. Kontributor: budi. 

​Operasi Senyap di Ketapang: Bea Cukai Banyuwangi Sikat 6,5 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp10 Miliar




BANYUWANGI, MCE - Banyuwangi kembali menjadi saksi bisu upaya "perampokan" uang negara melalui jalur gelap. Sindikat pengiriman rokok ilegal lintas pulau asal Madura yang hendak menyeberang ke Bali akhirnya kandas di tangan tim gabungan Bea Cukai, TNI AL, dan Polri. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 6,5 juta batang rokok tak bercukai diamankan sebelum sempat meracuni pasar. Minggu (15/3/2026). 


​Empat pelaku—ES (38), M (41), DAM (30), dan M (41)—terciduk tak berkutik saat sedang asyik "ngadem" di sebuah SPBU arah Pelabuhan Ketapang. Bayangkan saja, nilai barang haram ini menembus angka Rp10 miliar lebih, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp5 miliar. Uang rakyat sebesar itu nyaris hilang hanya demi keuntungan pribadi segelintir pemain nakal. Masih mau main-main dengan hukum? (bp). 



​6 Kurir Lintas Negara Tak Berkutik! Selundupkan 13 Kg Narkoba ke Jakarta Lewat 'Jalur Tikus' Udara





​TANGERANG, MCE – Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali menjadi saksi bisu ketajaman aparat dalam mengendus barang haram. Dalam kurun waktu Januari hingga Februari 2026, Bea Cukai Soekarno-Hatta bersama Satresnarkoba Polresta Bandara Soetta berhasil mematahkan empat upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional. Minggu (15/3/2026). 


​Tak tanggung-tanggung, enam orang tersangka yang terdiri dari 3 Warga Negara Indonesia (WNI) dan 3 Warga Negara Asing (WNA) diringkus di berbagai terminal kedatangan.


Para penyelundup ini menggunakan berbagai cara kreatif namun nekat untuk mengelabui petugas (false concealment). Mulai dari menyulap kemasan minuman instan, menyembunyikan kristal haram di balik lipatan pakaian dalam koper, hingga menggunakan botol sabun dan minyak kelapa.


​Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, merinci empat penindakan besar tersebut:

​- Kasus I (12 Januari): Pria WNA berinisial KH (33) asal Amsterdam tertangkap membawa 5.061 gram Ketamin yang disamarkan sebagai bubuk minuman instan.

​- Kasus II (22 Januari): Tiga WNI (ES, M, dan AP) rute Batam-Jakarta nekat menyelipkan 3.094 gram Sabu di antara tumpukan baju dalam koper.

​- Kasus III (30 Januari): Pemuda WNA berinisial LKY (25) asal Malaysia kedapatan membawa 1.066 gram MDMA (Ekstasi) dan 433 gram Ketamin dalam bungkus minuman.

​- Kasus IV (26 Februari): Wanita WNA asal Thailand berinisial SP (31) mencoba menyelundupkan 3.600 gram Etomidate yang disembunyikan dalam kemasan sabun dan minyak kelapa.


Aksi sigap petugas ini bukan sekadar angka di atas kertas. Penindakan ini diklaim berhasil menyelamatkan sekitar 55.774 jiwa generasi muda Indonesia. Selain itu, negara berpotensi menghemat biaya rehabilitasi kesehatan hingga Rp89,17 miliar.


​"Setiap upaya penyelundupan yang kami cegah adalah bukti nyata komitmen kami menjaga pintu masuk negara. Ini bukan hanya soal hukum, tapi soal melindungi masa depan bangsa dari dampak destruktif narkoba," tegas Hengky Aritonang.


Keberhasilan ini merupakan buah manis dari analisis risiko yang mendalam dan sinergi lintas instansi. Saat ini, seluruh tersangka dan barang bukti telah diserahkan ke Satresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta.


​Para pelaku kini terancam jeratan UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Tak main-main, ancaman maksimal bagi para kurir ini adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup. (bp). 



​#BeaCukai #BandaraSoetta #BeritaKriminal #Penyelundupan #PolrestaBandaraSoetta. 

Optimisme Lebaran Tanpa Genangan, Kolaborasi Pemprov Jatim & Pemkab Lamongan Redam Banjir Bengawan Jero




​LAMONGAN, MCE – Komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam menangani masalah banjir tahunan terus diperkuat melalui kolaborasi strategis. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Bupati Yes), mendampingi Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, meninjau langsung titik genangan di jalan provinsi Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, tepat di depan Ponpes Matholi'ul Anwar Simo, Sabtu (14/3).


​Peninjauan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah krusial untuk memastikan manajemen kedaruratan berjalan efektif. Fokus utama saat ini adalah mempercepat surutnya air di titik-titik cekungan yang kerap menghambat mobilitas warga.


​Wagub Emil menegaskan bahwa penanganan banjir di wilayah Bengawan Jero merupakan kerja kolektif antara Pemprov Jatim, Pemkab Lamongan, dan BBWS Bengawan Solo. Langkah konkret yang diambil meliputi optimalisasi pintu air hingga pengerahan kapasitas pompa maksimal.


​"Ini adalah wilayah spesifik berupa cekungan. Setelah berdiskusi dengan Pak Bupati, BBWS, dan warga, kami langsung memasang tanggul darurat sepanjang 160 meter menggunakan ratusan kantong pasir," ujar Emil di lokasi.


​Salah satu poin menarik dalam peninjauan ini adalah penggunaan pompa apung. Strategi inovatif ini dinilai sangat efektif untuk menyedot air langsung dari badan jalan menuju saluran pembuangan.


​"Saat kami tiba, air masih setinggi lutut. Namun dengan pengoperasian pompa secara masif, elevasi air turun drastis hingga setinggi mata kaki dalam waktu singkat," tambah Wagub Emil mengapresiasi langkah taktis lapangan.


​Di sisi lain, Bupati Yes melaporkan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada penanganan fisik di lapangan, tetapi juga mengupayakan intervensi teknologi. Pemkab Lamongan telah berkoordinasi dengan Pemprov Jatim terkait rencana modifikasi cuaca guna menekan intensitas hujan di wilayah terdampak.


​"Terima kasih atas dukungan penuh Pemprov dan BBWS. Solusi teknis satu per satu mulai menunjukkan hasil. Kami optimis, melalui kolaborasi ini, dampak banjir saat Idulfitri nanti dapat berkurang signifikan sehingga masyarakat bisa beribadah dan beraktivitas dengan nyaman," tegas Bupati Yes.


​Dengan pengerjaan yang simultan antara pembangunan tanggul darurat dan optimalisasi pompa, Pemkab Lamongan berharap akses transportasi vital di Karanggeneng segera kembali normal sepenuhnya. (bp). 






Perangkat Desa Bence Dilantik, Kapolsek Kedungjajang Tekankan Pelayanan Masyarakat yang Profesional




Lumajang, MCE – Kapolsek Kedungjajang AKP Rudi Isyanto menghadiri pelantikan perangkat Desa Bence sebagai Kepala Dusun (Kasun) Darungan yang digelar di Balai Desa Bence, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Jumat (13/3/2026).


Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Bence, Muhammad, dan dihadiri sejumlah unsur Forkopimcam Kedungjajang, di antaranya Sekretaris Kecamatan Kedungjajang Ali Mukarom, S.Ag., M.Pd., Danposramil Kedungjajang Peltu Cahyo Purnomo W, S.P., serta tokoh masyarakat dan perangkat desa setempat.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Kedungjajang AKP Rudi Isyanto menyampaikan ucapan selamat kepada perangkat desa yang baru dilantik sekaligus memberikan pesan agar senantiasa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.


“Dengan adanya perangkat desa yang baru, kami berharap pelayanan kepada masyarakat di Desa Bence dapat semakin ditingkatkan,” ujar AKP Rudi Isyanto.


Ia juga menekankan agar perangkat desa dalam menjalankan tugas tidak membeda-bedakan masyarakat yang membutuhkan pelayanan.


“Dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat jangan pilih-pilih. Siapapun yang membutuhkan pelayanan harus dilayani dengan baik,” tegasnya.


Selain itu, Kapolsek mengingatkan agar amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta berpedoman pada peraturan yang berlaku.


“Laksanakan tugas ini sebagai ibadah yang selalu diawasi oleh Allah SWT. Jalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dan selalu berpedoman pada peraturan yang ada,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Desa Bence, Muhammad, dalam sambutannya juga menyampaikan ucapan selamat kepada perangkat desa yang telah dilantik. Ia berharap perangkat yang baru dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan desa.


“Selamat kepada perangkat yang sudah dilantik. Tugas kita adalah melayani masyarakat. Harapan saya, perangkat yang dilantik mampu memberikan kemajuan bagi Desa Bence,” ujarnya.


Muhammad juga menegaskan bahwa jabatan sebagai perangkat desa merupakan amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.


“Mari bekerja untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Desa Bence. Pekerjaan ini adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” katanya.


Sekretaris Kecamatan Kedungjajang, Ali Mukarom, S.Ag., M.Pd., turut memberikan sambutan dan mengingatkan bahwa proses pelantikan merupakan momentum penting bagi perangkat desa yang baru dilantik.


“Kami mengucapkan selamat kepada perangkat yang dilantik. Pelantikan ini merupakan momen sakral dan menjadi awal dalam proses pengabdian sebagai perangkat desa,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa tugas perangkat desa adalah amanah yang harus dijalankan secara profesional.


“Tugas sebagai perangkat desa adalah amanah, oleh karena itu mari kita jalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, amanah, dan profesional,” ungkapnya.


Hal senada juga disampaikan Danposramil Kedungjajang, Peltu Cahyo Purnomo W, S.P. Ia mengingatkan agar perangkat desa yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawabnya.


“Kami mengucapkan selamat kepada Kepala Dusun Darungan yang telah dilantik. Semoga dapat melaksanakan tugas dengan baik serta segera menyesuaikan diri dengan tugas pokoknya,” ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah desa.


“Dalam hal keamanan, selalu lakukan koordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas di Desa Bence agar situasi tetap aman dan kondusif,” katanya.


Dengan dilantiknya Kepala Dusun Darungan yang baru, diharapkan mampu mendukung kinerja pemerintah desa dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta mendorong kemajuan pembangunan di Desa Bence. Kontributor: budi. 

Berita Terbaru