BEM UI Kepung MK, Tolak Dana Sekolah Ditumbalkan Demi MBG
jakarta
JAKARTA, MCE - Pos anggaran pendidikan APBN 2026 kembali jadi bancakan politik berkedok kesejahteraan. Tak tinggal diam melihat hak dasar anak bangsa "ditelanjangi" demi membiayai piring-piring program Makan Bergizi Gratis (MBG), gelombang perlawanan dari kampus perjuangan akhirnya pecah.
Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dipastikan bakal mengepung Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis (30/7/2026) siang. Langkah ini menjadi aksi tanggap darurat atas dugaan "penyelundupan" fungsi anggaran yang dinilai ugal-ugalan dan merusak tatanan pendidikan nasional.
Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, membenarkan pergerakan massa tersebut. Menurutnya, ini bukan sekadar panggung BEM, melainkan konsolidasi akal sehat bersama aliansi masyarakat sipil yang muak dengan akrobat anggaran pemerintah.
"Benar, kami akan ikut aksi. Ini aksi solidaritas, terbuka untuk siapa saja yang sadar bahwa masa depan pendidikan sedang dipertaruhkan," tegas Dimas saat dikonfirmasi, Kamis.
Otak Ditumbalkan Demi Logistik Pangan
Akar dari kemarahan mahasiswa ini murni soal logika anggaran yang dipaksakan. Penempatan program MBG ke dalam mandat alokasi 20 persen anggaran pendidikan dalam UU No. 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026 dan UU Sisdiknas dinilai sebagai bentuk akal-akalan konstitusi. Alih-alih dipakai untuk memperbaiki kualitas sekolah, gaji guru, dan akses pendidikan, jatah vital ini justru disedot untuk fungsi logistik pangan.
"Penempatan MBG di dalam pos anggaran pendidikan jelas mendisrupsi pemenuhan utama penyelenggaraan pendidikan itu sendiri," cetus Dimas menelanjangi kekeliruan pemikir kebijakan publik saat ini.
Mahasiswa menuntut MK tak tumpul dan mau berdiri tegak sebagai guardian of constitution serta the sole interpreter konstitusi, bukan sekadar stempel legalisasi syahwat politik anggaran. Mereka mendesak Hakim MK untuk menyatakan penggunaan alokasi 20 persen anggaran pendidikan demi logistik piring gratis sebagai tindakan inkonstitusional bersyarat.
Aksi yang dimulai pukul 13.00 WIB di Gedung MK ini menjadi ultimatum keras dari kampus: perut masyarakat memang harus diisi, tetapi jangan pernah merampok jatah otak anak bangsa demi membiayainya. (bp).






