Rabu, 19 Agustus 2026

​Tuban Bergetar! Paskibraka 2026 Sukses Kibarkan Merah Putih dengan Sempurna di HUT ke-81 RI




​Tuban, MCE – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Tuban tahun 2026 meninggalkan kesan mendalam dan penuh kebanggaan. Sorotan utama tertuju pada anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang telah menunaikan tugasnya dengan sangat gemilang. Rabu (19/8/2026). 


​Apresiasi setinggi-tingginya dan rasa terima kasih yang tak terhingga patut disematkan kepada putra-putri terbaik Tuban yang tergabung dalam Paskibraka 2026 ini. Segala lelah, tetesan keringat, dan kedisiplinan tinggi selama masa pemusatan latihan yang panjang, kini telah terbayar lunas dan membuahkan hasil yang manis.


​Tugas mulia, baik dalam prosesi pengibaran maupun penurunan Sang Saka Merah Putih, dilaksanakan dengan presisi tinggi, penuh kesempurnaan, dan sangat khidmat. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi bukti kedisiplinan mereka, tetapi juga cerminan dari semangat nasionalisme yang membara.


​"Mereka telah menorehkan kebanggaan yang luar biasa bagi diri sendiri, keluarga, dan seluruh masyarakat Kabupaten Tuban. Ini adalah momen bersejarah," ujar salah satu pejabat pemkab Tuban.


​Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh Paskibraka 2026 ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga dan teladan bagi seluruh generasi muda di Tuban. Teruslah berkarya, teruslah mengabdi, dan jadilah kebanggaan bangsa.


​Terima kasih atas semua dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan. Bravo, Paskibraka Tuban 2026. (bp). 









Pelajar SMAN Jatirogo Kunjungi Kediaman Kapten (Purn.) Bero, Teladani Darah Juang Sang Patriot


​JATIROGO, MCE - Semangat nasionalisme dan rasa hormat terhadap jasa para pahlawan tampak nyata ditunjukkan oleh para generasi muda. Melalui program Anjangsana, sejumlah murid bersama pihak SMAN Jatirogo melaksanakan kunjungan penuh kehangatan ke kediaman seorang Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia, Kapten (Purn.) Bero. Rabu (19/8/2026). 


​Kegiatan yang diabadikan dalam momentum kebersamaan ini sarat akan nilai-nilai edukasi karakter. Kapten (Purn.) Bero merupakan sosok pejuang pembela negara yang memulai masa pengabdian militernya pada tahun 1966, dengan akhir masa jabatan sebagai Danramil 0811/09 Jatirogo.


​Kehadiran para siswa-siswi SMAN Jatirogo di kediaman beliau bukan sekadar bersilaturahmi, melainkan upaya merawat ingatan kolektif bangsa agar generasi masa kini tidak melupakan tetesan keringat dan darah para pendahulu. Suasana haru dan khidmat menyelimuti pertemuan tatap muka tersebut, di mana para pelajar tampak antusias mendengarkan petuah serta kisah inspiratif dari sang veteran.


​Langkah nyata SMAN Jatirogo ini mendapat apresiasi positif. Di tengah derasnya arus modernisasi, inisiatif untuk mendekatkan generasi muda langsung dengan saksi sejarah menjadi tamparan telak sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan hari ini dibayar dengan pengorbanan yang luar biasa.


Bagaimana pendapat Anda melihat aksi inspiratif para pelajar SMAN Jatirogo ini dalam menghormati jasa pahlawan bangsa. (bp). 

Rangka Motor Siswa Jadi Sorotan! AHASS Nganjuk & Ngraho Turun Tangan Beri Layanan Pengecekan Gratis Demi Keselamatan Pelajar




​BOJONEGORO, MCE - Keselamatan berkendara bagi pelajar kembali menjadi prioritas utama. Mengantisipasi potensi kerusakan struktur kendaraan—terutama isu rangka yang rentan berkarat—kolaborasi strategis resmi digelar di lingkungan sekolah. Melalui sinergi bersama AHASS Nganjuk dan AHASS Ngraho, sebuah program layanan pemeriksaan rangka gratis khusus sepeda motor siswa resmi diluncurkan hari ini. Rabu (19/8/2026). 


​Kegiatan yang dirancang intensif selama dua hari ini menyasar model-model populer keluaran tahun 2020 hingga 2023, meliputi Honda Beat, Scoopy, Genio, hingga Vario 160. Langkah cepat ini diambil guna memastikan keamanan fisik kendaraan sebelum digunakan kembali beraktivitas di jalan raya.


​Sinergi Teknis dan Tim Gabungan


​Pelaksanaan di hari pertama yang berlangsung sejak pukul 06.30 WIB hingga pukul 14.00–15.00 WIB berjalan lancar dengan antusiasme yang tinggi. Tercatat sebanyak 14 kendaraan milik siswa telah mendapatkan pemeriksaan menyeluruh pada sesi perdana ini.


​Untuk menjamin kualitas layanan, tim gabungan diterjunkan langsung ke lokasi dengan komposisi personil profesional:

​• Tim AHASS Nganjuk: Menurunkan 2 mekanik ahli dan 1 tenaga magang berpengalaman.

​• Tim AHASS Ngraho: Membawa kekuatan penuh dengan 2 mekanik dan 2 tenaga magang.

​• Pengawasan Mutu: Masing-masing cabang mengerahkan 1 kru khusus untuk mengawasi jalannya kegiatan secara ketat demi standar keamanan maksimal.


​Komitmen Pencegahan dan Keamanan Berkendara


​Febrian, selaku Supervisor AHASS Ngraho, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah preventif yang krusial untuk melindungi para pengendara muda dari risiko di jalan raya.


"Kegiatan jemput bola ini kami lakukan secara gratis sebagai wujud komitmen nyata terhadap keselamatan konsumen, khususnya para pelajar. Fokus utama kami adalah melakukan mitigasi dini dan menekan potensi kerusakan struktural seperti rangka yang karatan, sehingga para siswa dapat berkendara dengan rasa aman dan nyaman," ungkap Febrian di lokasi kegiatan.


​Melalui program ini, pihak sekolah dan jaringan resmi Honda berharap para orang tua serta siswa semakin sadar akan pentingnya perawatan berkala, terutama pada bagian vital kendaraan yang jarang terlihat namun memegang peranan penting bagi keselamatan berkendara. (bp). 

Selasa, 18 Agustus 2026

Empat Dekade Lebih Mengukir Peradaban, SMAN 1 Kalitidu Siap Jadi Garda Depan Pendidikan Unggul Bojonegoro


​BOJONEGORO, MCE - Momentum peringatan Hari Jadi ke-44 SMA Negeri 1 Kalitidu menjadi tonggak sejarah yang mengukuhkan eksistensinya sebagai institusi pendidikan pencetak generasi unggul di Kabupaten Bojonegoro. Berdiri sejak 18 Agustus 1982 hingga 18 Agustus 2026, sekolah ini telah membuktikan konsistensinya dalam membangun peradaban dan kualitas sumber daya manusia selama lebih dari empat dekade.


​Di bawah kepemimpinan Kepala SMAN 1 Kalitidu, Ibu Ninis Aris Wibawati, S.Pd., M.Pd., institusi ini terus menunjukkan perubahan nyata serta kepemimpinan transformatif yang membawa angin segar bagi kemajuan dunia pendidikan. Berbagai langkah strategis dan inovatif dihadirkan untuk memastikan sekolah tetap relevan dengan tantangan zaman, sekaligus mempertahankan komitmen moral dalam melahirkan bibit-bibit unggul bangsa.


​Peringatan Dies Natalis ke-44 ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan seremonial semata, melainkan sebuah refleksi mendalam atas perjalanan panjang pengabdian SMAN 1 Kalitidu. Semangat kebersamaan antara dewan guru, staf, siswa, serta para alumni menjadi kekuatan utama dalam menjaga marwah sekolah sebagai rumah kedua bagi pencari ilmu.


​Dengan mengusung semangat pembaharuan dan dedikasi tinggi, SMAN 1 Kalitidu optimis untuk terus melangkah maju, berinovasi, dan mencetak generasi penerus bangsa yang berintegritas, kompetitif, serta berakhlak mulia. (bp). 

​Empat Bintang Sains Cabdin Pendidikan Wilayah Bojonegoro Melaju ke Panggung Nasional OSN 2026


​BOJONEGORO, MCE - Semangat "Sains Menyala, Bojonegoro-Tuban Berjaya!" bukan sekadar slogan. Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia pendidikan di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Bojonegoro (mencakup Bojonegoro dan Tuban) yang sukses mengantarkan empat pelajar terbaiknya melaju ke babak Final Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026. Selasa (18/8/2026). 


​Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro, Maskun, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian luar biasa ini.


"Prestasi ini adalah bukti kerja keras para siswa, dedikasi guru pembimbing, serta dukungan penuh dari orang tua dan satuan pendidikan. Mari kita beri dukungan dan doa terbaik agar keempat wakil terbaik kita ini dapat menorehkan prestasi gemilang dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional," ungkap Maskun penuh semangat.


​Keempat pelajar berbakat yang siap berjuang di ajang puncak nasional yang akan digelar di Universitas Muhammadiyah Malang pada 14–20 September 2026 tersebut antara lain:


​1. Ayla Fahmida Nazilla Roshan (Kebumian) – SMAN 1 Bojonegoro

​2. Arsa Ridho Priyanka (Kimia) – SMAN 1 Bojonegoro

​3. Rajendra Bhadra Prihantara (Fisika) – SMAN 1 Tuban

​4. Nauval Rasyaad (Geografi) – SMA Plus Ar Rahmat Bojonegoro


​Keberhasilan menembus babak final nasional ini menjadi inspirasi besar bagi generasi muda lainnya di Bojonegoro dan Tuban untuk terus berprestasi, berpikir kritis, dan mencintai ilmu pengetahuan.


Mari dukung putra-putri terbaik daerah kita untuk terbang tinggi dan membawa pulang medali emas di panggung nasional. (bp). 

Senin, 17 Agustus 2026

Solidaritas Tanpa Batas, Pemkab Tuban Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT



Tuban, MCE - Bencana alam tidak mengenal batas wilayah, dan kepedulian kemanusiaan pun melintasi ribuan kilometer. Di tengah khidmatnya momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Tuban menegaskan komitmen nyata kebangsaan melalui aksi solidaritas bagi sesama.

Bertempat di halaman kantor pemerintahan setempat, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky secara resmi menyerahkan bantuan kemanusiaan tahap awal secara simbolis kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tuban, Sudarmaji, bertepatan dengan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih, Senin (17/8/2026). Bantuan ini merupakan akumulasi kepedulian kolektif dari jajaran Forkopimda, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga elemen masyarakat Tuban yang tergerak untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak musibah gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).


​Pemkab Tuban memastikan bahwa seluruh logistik dan kebutuhan esensial akan disalurkan secara bertahap, disesuaikan dengan asesmen kebutuhan mendesak di lokasi bencana guna mengoptimalkan proses pemulihan pascabencana. Langkah cepat ini sekaligus menjadi refleksi mendalam bahwa semangat kemerdekaan sejati adalah hadirnya rasa aman, kepedulian, dan gotong royong di saat saudara sebangsa sedang dilanda duka.


​Mari bahu-membahu menyatukan doa, mengetuk pintu langit agar masyarakat terdampak di NTT senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, serta keselamatan dalam melewati masa-masa sulit ini. Tuban hadir untuk NTT, bukti bahwa kemanusiaan adalah bahasa universal yang menyatukan seluruh penjuru negeri. (bp). 

Indonesia 81 Tahun Merdeka: Jalan Tol Mulus, Tapi Mental Masih Jalan di Tempat




​Oleh: M. Luthfillah, M.Ag.
(Ketua Komisi Nasional Pendidikan Kabupaten Lamongan & Guru Madrasah Inspiratif Nasional Kementerian Agama RI 2022)


​Lamongan, MCE - Tepat pada 17 Agustus 2026, Republik Indonesia resmi menapaki usia 81 tahun. Jika disetarakan dengan usia manusia, angka ini sudah masuk fase matang—bahkan sepuh. Namun, pertanyaannya: apakah kematangan usia ini sejalan dengan kemerdekaan substansial yang kita rasakan?


​Dulu, para pendiri bangsa dan pejuang kita bertaruh nyawa melawan penjajah fisik bermodalkan bambu runcing. Hari ini, musuh yang kita hadapi tidak lagi datang berseragam militer asing, melainkan berwajah lokal: korupsi yang menggurita, kebodohan yang dipelihara, dan kemiskinan yang kerap dijadikan komoditas.

Sangat ironis ketika kita membanggakan infrastruktur megah, sementara fondasi manusianya rapuh digerus kebejatan moral.


​Realitas Pahit di Usia 81 Tahun


​Kemerdekaan hari ini kerap ternoda oleh kontradiksi sosial yang mencolok mata. Publik disuguhi pemandangan satir di berbagai lini kehidupan:


​• Percuma jalan tol dibangun semulus kaca, kalau anggaran pembangunannya justru jadi bancakan koruptor.

​• Percuma fasilitas sekolah megah bertebaran, kalau di sisi lain masih ada guru-guru honorer yang digaji jauh dari kata layak.

​• Percuma gelontoran bansos bernilai triliunan, kalau mental masyarakat disetir untuk terus menengadah, sementara distribusi di bawah sarat pungutan dan ketidakjujuran.


​Jika dibiarkan, usia 81 tahun ini hanya akan menjadi seremoni tahunan tanpa makna. Oleh karena itu, PR terbesar bangsa ini di usianya yang ke-81 mengerucut pada tiga agenda utama:

1. Merdeka dari Kebodohan


​Kunci utamanya ada di sektor pendidikan. Sekolah dan madrasah harus dikembalikan marwahnya sebagai tempat paling terhormat, bukan sekadar pabrik ijazah.


​• Kesejahteraan Guru: Mustahil mencetak generasi unggul jika tenaga pendidiknya masih dibebani kecemasan dapur.


​• Transformasi Literasi: Anak-anak kita harus didorong untuk cinta membaca dan berpikir kritis, bukan sekadar menghabiskan waktu berjam-jam untuk scroll konten nirfaedah.


​• Peran Orang Tua: Gadget bukanlah pengasuh pengganti. Perhatian nyata dan pendampingan orang tua di rumah jauh lebih berharga daripada fasilitas digital tanpa batas.


​2. Merdeka dari Kemiskinan


​Melepaskan diri dari rantai kemiskinan tidak cukup dengan memberi ikan, melainkan harus mengajarkan cara memancing. Pemerintah pusat, daerah, hingga level desa wajib fokus memberikan keterampilan nyata.


​• Cetak generasi muda yang berjiwa wirausaha, mandiri, piawai mengelola UMKM, bertani modern, hingga menguasai ekonomi digital.


​• Ubah mentalitas instan "mental bansos" menjadi "mental produsen" yang produktif dan mandiri.


​3. Merdeka dari Korupsi (Penyakit Paling Ganas)


​Korupsi adalah kejahatan kemanusiaan yang merampas hak anak-anak untuk sekolah, hak pasien untuk berobat, dan hak rakyat kecil atas keadilan sosial. Memberantasnya tidak bisa hanya ditonton, melainkan harus dilawan dengan langkah taktis:


​1. Mulai dari Diri Sendiri: Ajarkan integritas di rumah. Jangan biasakan anak-anak melihat budaya suap, titipan curang, atau mengambil hak yang bukan miliknya. Korupsi kakap selalu bermula dari kebiasaan kecil yang dimaklumi.


​2. Transparansi Tanpa Tapi: Anggaran desa, dana BOS sekolah, hingga pos bantuan sosial wajib dipajang secara terbuka agar bisa diawasi publik. Warga harus berani bersuara dan melapor jika menemukan kejanggalan.


3. ​Efek Jera Maksimal: Hukuman bagi koruptor tidak boleh setengah-setengah. Wajibkan mereka mengembalikan kerugian negara, jatuhkan hukuman berat, dan sita seluruh asetnya tanpa pandang bulu.


​4. Pendidikan Anti-Korupsi Sejak Dini: Tanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan penolakan terhadap gratifikasi melalui kurikulum sekolah, madrasah, hingga kegiatan kepanduan seperti Pramuka.


​Penutup: Menyongsong Indonesia Emas 2045


​Delapan puluh satu tahun bukanlah waktu yang singkat untuk terus-menerus mengulang kesalahan yang sama. Kemerdekaan ini harus diisi secara nyata melalui tiga instrumen utama: Belajar, Kerja, dan Jujur.


​Jika ketiga prinsip ini konsisten kitapegang bersama—dari tingkat RT, guru, kepala desa, hingga pucuk pimpinan tertinggi—maka impian menatap Indonesia Emas 2045 bukan sekadar utopia di atas kertas.


​Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!
"Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju."
Merdeka!
Lamongan, 17 Agustus 2026

Berita Terbaru