Jumat, 06 Maret 2026

​Gebrakan Gibran di Tuban: Dari Rapat Strategis Semen Indonesia hingga Blusukan ke Pasar Rakyat





​TUBAN, MCE – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja maraton ke Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Jumat (6/3). Kunjungan ini fokus pada dua pilar utama pembangunan: penguatan industri strategis nasional dan revitalisasi ekonomi kerakyatan.


​Mengawali agenda di Bumi Wali, Wapres Gibran menyambangi Kantor Pusat PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Di sana, Wapres memimpin rapat terbatas bersama jajaran manajemen untuk membedah peta jalan industri semen nasional. Fokus utamanya adalah memastikan efisiensi produksi dan penguatan daya saing industri dalam negeri di pasar global.


​Tak berhenti di ruang rapat, Wapres melanjutkan peninjauan lapangan ke Talavera Project Jetty di kawasan Socorejo, Kecamatan Jenu. Proyek infrastruktur pelabuhan milik SIG ini menjadi titik krusial dalam rantai pasok distribusi industri. Wapres ingin memastikan proyek tersebut mampu memberikan dampak signifikan terhadap konektivitas logistik nasional.


​Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pembangunan inklusif, Wapres Gibran menyempatkan diri "blusukan" ke Pasar Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo. Di tengah kerumunan warga, Wapres meninjau langsung stabilitas harga bahan pokok dan berdialog dengan para pedagang mengenai kondisi ekonomi akar rumput.


​"Kunjungan ini adalah langkah konkret pemerintah dalam memastikan bahwa hilirisasi industri besar harus berjalan selaras dengan kesejahteraan pasar rakyat," ujarnya salah satu poin dalam agenda strategis tersebut.


​Wapres menempuh perjalanan menggunakan Pesawat Kepresidenan Boeing 737-800 NG TNI AU menuju Surabaya, sebelum akhirnya bertolak ke Tuban menggunakan Helikopter Super Puma.

Dalam kunjungan ini, Wapres didampingi oleh sejumlah pejabat teras, antara lain:
- ​Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur)
​- Mayjen TNI Rudy Saladin (Pangdam V/Brawijaya)
​- Irjen Pol Nanang Avianto (Kapolda Jawa Timur)
​- Aditya Halindra Faridzky (Bupati Tuban)


​Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mengawal proyek strategis daerah agar berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (bp). 

​Blusukan ke Pasar Glondonggede, Wapres Gibran Soroti Kenaikan Harga Cabai dan Stok Pangan





​TUBAN, MCE – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melakukan peninjauan langsung terhadap aktivitas perdagangan di Pasar Glondonggede, Kabupaten Tuban, Jumat (6/3). Kunjungan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjamin stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok (bapok) di tingkat pedagang maupun konsumen menjelang perayaan Idulfitri.


​Dalam inspeksi mendadak tersebut, Wapres didampingi oleh Kepala Pasar Glondonggede Sutadji dan Kepala UPTD Pengelolaan TPI Agus Saleh Setiawan. Wapres menyisir lorong pasar guna berinteraksi langsung dengan para pedagang untuk menyerap aspirasi terkait fluktuasi harga komoditas pangan.


​Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, mengungkapkan bahwa Wapres memberikan instruksi khusus kepada pemerintah daerah untuk tetap konsisten dalam memantau pergerakan harga di pasar.


​“Beliau menekankan agar pemerintah daerah mampu menjaga rantai pasokan hingga Lebaran tiba. Konsistensi dalam menjaga harga agar tetap terjangkau oleh masyarakat luas menjadi prioritas utama,” ujar Aditya.


​Lebih lanjut, Wapres juga meminta adanya penguatan koordinasi yang intensif antara Pemerintah Pusat, Provinsi, hingga Daerah. Hal ini bertujuan untuk memastikan pemerataan distribusi pangan yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.


​Selain isu pangan, kunjungan ini juga menjadi momentum penegasan arah kebijakan nasional. Aditya menyampaikan bahwa Wapres Gibran meminta Pemkab Tuban untuk melakukan percepatan terhadap program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto.


​“Kami mendapatkan arahan langsung untuk bergerak secara masif dalam pengentasan angka kemiskinan serta memastikan keberlanjutan berbagai Program Strategis Nasional (PSN) di tingkat daerah,” tambahnya.


​Di tengah hiruk-pikuk pasar, Jemiatun (56), salah seorang pedagang senior yang telah berjualan selama dua dekade, menyambut baik kehadiran Wapres. Namun, ia tidak menampik adanya tren kenaikan harga pada sejumlah komoditas sensitif.


​“Saat ini cabai mulai naik, dari Rp50.000 menjadi Rp70.000 per kilogram. Komoditas lain juga merangkak dari Rp20.000 ke Rp30.000,” keluh Jemiatun. Ia berharap kehadiran pemerintah pusat mampu menekan lonjakan harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga. “Harapan kami sederhana, sembako turun, harga stabil, dan barangnya tidak langka,” tuturnya.


​Pasar Glondonggede bukan sekadar tempat transaksi, melainkan urat nadi ekonomi bagi masyarakat pesisir Tuban. Kawasan ini menjadi tumpuan hidup bagi sedikitnya:
- ​100 nelayan yang memasok hasil laut.
​- 80 pedagang ikan dan 60 pedagang sayur.
​- Serta pemukiman bagi 65 kepala keluarga di sekitar area pasar.


​Pemerintah Kabupaten Tuban berkomitmen untuk segera menindaklanjuti arahan Wapres dengan melakukan penataan manajemen pasar dan pengawasan stok pangan secara berkala selama bulan suci Ramadan hingga Idulfitri mendatang. (bp). 

​Gerak Cepat Arahan Presiden, Wapres Pimpin Rakor Darurat Banjir Tuban: Fokus Sekolah dan Logistik




​TUBAN, MCE – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, bergerak cepat meninjau sekaligus memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Dampak Banjir di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (6/3). Pertemuan yang berlangsung di Kantor PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ini menjadi langkah konkret dalam menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah pusat dan daerah bersinergi mempercepat pemulihan pascabencana.


​Dalam arahannya, Wapres menekankan bahwa keselamatan dan kesejahteraan warga adalah prioritas utama. Meski dilaporkan tidak ada korban jiwa, ia menggarisbawahi bahwa kerugian materiil yang dialami masyarakat harus ditangani secara serius dan cepat.


​“Fasilitas umum yang terdampak, seperti sekolah dan tempat ibadah, harus segera difungsionalkan kembali agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh,” tegas Wapres Gibran di hadapan para pemangku kepentingan.


Wapres secara khusus menyoroti kerusakan jalan penghubung Ngino–Sambongrejo yang menjadi urat nadi aktivitas warga. Ia meminta perbaikan infrastruktur jalan dan pembenahan sistem drainase segera dilakukan guna menjamin kelancaran distribusi logistik.


​Tak hanya infrastruktur besar, pendataan rumah warga yang rusak juga menjadi atensi. Wapres menginstruksikan agar proses birokrasi diperingkas sehingga bantuan dapat segera dicairkan. "Segera selesaikan pendataan, cairkan bantuannya, dan bantu warga dalam proses pembersihan rumah mereka," ujarnya.


Mengingat data BMKG menunjukkan potensi cuaca ekstrem masih akan membayangi hingga akhir Maret, Wapres meminta pemerintah daerah tetap dalam status siaga. Ia juga mengingatkan risiko munculnya penyakit pascabanjir seperti diare, leptospirosis, hingga DBD.


​Untuk solusi jangka panjang, Wapres mendorong adanya normalisasi sungai dan perbaikan tata kelola drainase yang sistematis di wilayah Tuban agar bencana serupa tidak menjadi agenda tahunan.


Menanggapi arahan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa penanganan banjir di beberapa titik memang memerlukan skema pengerjaan tahun jamak (multi-years) karena kompleksitasnya. Sementara itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky melaporkan bahwa langkah normalisasi sungai saat ini terus digencarkan.


​Dukungan juga datang dari sektor korporasi. Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Indrieffouny Indra, menyatakan komitmen perusahaan dalam membantu pemulihan lingkungan melalui program CSR, mulai dari bantuan finansial, layanan kesehatan, hingga mitigasi lingkungan berkelanjutan.


​Rakor ini turut dihadiri oleh Plt. Sekretaris Wapres Al Muktabar, jajaran direksi PT Semen Indonesia dan PT Solusi Bangun Indonesia, serta perwakilan dari BBWS Brantas dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali. (bp). 


​#WapresGibran #BanjirTuban #JawaTimur #GibranRakabuming #Infrastruktur 

Gubernur Khofifah Jajal Bus “Si Mas Ganteng”, Apresiasi Transportasi Publik Inovatif di Tuban




Tuban, MCE – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjajal langsung moda transportasi inovatif milik Pemerintah Kabupaten Tuban, Si Mas Ganteng, usai menghadiri kegiatan penyaluran bantuan sosial  Sapa Bansos Amaliyah Ramadan di Pendapa Kabupaten Tuban, Kamis (5/3).


Didampingi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Wakil Bupati Joko Sarwono, Kepala Bakorwil II Bojonegoro Tri Wahyu Liswati, serta Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Restu Novi Widiani, Direktur IT, Digital & Operasional Bank Jatim. Wiweko Probojakti, Pimpinan Bank Jatim Tuban, Titi Handari Djoar, Gubernur Khofifah menaiki bus Si Mas Ganteng untuk berkeliling kawasan Alun-Alun Tuban.


Khofifah mengungkapkan kebahagiaannya dapat kembali merasakan langsung layanan transportasi tersebut. Ia mengingat, sekitar setahun lalu dirinya turut meluncurkan program ini.


“Setahun lalu saya ikut meluncurkan si Mas Ganteng, Alhamdulillah saat ini semakin memudahkan mobilitas masyarakat Tuban, terutama bagi siswa-siswi yang setiap hari berangkat ke sekolah,” ujarnya.


Menurutnya, transportasi publik yang aman dan nyaman seperti Si Mas Ganteng mampu meningkatkan semangat belajar para pelajar karena mereka dapat berangkat ke sekolah dengan lebih mudah.


“Anak-anak sekolah pasti lebih bersemangat berangkat ke sekolah karena dijemput oleh bus dengan desain yang menarik dan nyaman,” tambahnya.


Selain melayani pelajar, saat ini Si Mas Ganteng juga telah dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat memperluas akses transportasi publik yang lebih efisien serta membantu mobilitas warga di berbagai wilayah Kabupaten Tuban.


“Harapannya semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat transportasi publik yang lebih luas, efisien, dan terintegrasi di Kabupaten Tuban,” kata Khofifah.


Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menyampaikan terima kasih atas perhatian serta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap berbagai program pembangunan di Kabupaten Tuban, termasuk pengembangan transportasi publik.


Ia menjelaskan, program Si Mas Ganteng—singkatan dari Transportasi Masyarakat Tuban yang Elegan, Aman, Nyaman, dan Terintegrasi—hadir sebagai solusi mobilitas masyarakat. Selain mempermudah akses pelajar menuju sekolah, layanan ini juga mendukung konektivitas antarkecamatan serta membantu menekan angka kecelakaan lalu lintas.


Satu tahun lalu, Gubernur Khofifah bersama Bupati Tuban meluncurkan Si Mas Ganteng Generasi ke-2 bersamaan dengan peresmian sejumlah fasilitas publik di Tuban, seperti revitalisasi Alun-Alun Tuban, Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), Taman Hutan Kota Abhipraya, serta fasilitas Toilet Siaga Bersama (Tosiba).


Antusiasme masyarakat terhadap layanan transportasi ini juga terlihat dari berbagai komentar warga di media sosial Gubernur Jawa Timur. Banyak masyarakat menyampaikan terima kasih atas kunjungan Gubernur ke Tuban serta berharap Si Mas Ganteng ke depan dapat terintegrasi dengan layanan Trans Jatim, sehingga konektivitas transportasi publik semakin luas dan terjangkau. (bp).

Gubernur Jatim Salurkan Bansos di Tuban




Tuban, MCE – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan berbagai program bantuan sosial kepada masyarakat Kabupaten Tuban dengan total nilai mencapai lebih dari 8 Milyar rupiah. Bantuan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sapa Bansos yang dihadiri Gubernur Jawa Timur bersama jajaran opd Pemprov Jatim, Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda dan Jajaran OPD Tuban, Kepala Bakorwil Bojonegoro, pilar sosial, kepala desa, serta para penerima manfaat.


Dalam kesempatan itu, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas arahan Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang terus memberikan dukungan kepada masyarakat Tuban melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi.


“Selamat datang di Tuban dan terima kasih atas perhatian Ibu Gubernur kepada masyarakat kami. Program-program dari Provinsi Jawa Timur di Tuban sangat melimpah dan sangat membantu masyarakat,” ujarnya.


Bupati juga menegaskan bahwa sinergi program antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten terus diperkuat, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Salah satunya melalui kegiatan pasar murah yang dilaksanakan di 20 kecamatan sebagai upaya pengendalian inflasi dan menjaga keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat.


Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tuban saat ini juga tengah melakukan validasi data penerima bantuan sosial pada kelompok masyarakat desil 1 hingga desil 5. Proses tersebut dilakukan dengan menerjunkan aparatur sipil negara (ASN) secara langsung ke lapangan selama dua minggu hingga satu bulan untuk memastikan data penerima bantuan benar-benar akurat.


“ASN kami kerahkan untuk melakukan validasi data agar program sosial benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.


Bupati menambahkan, berbagai program pemerintah pusat terkait stabilisasi harga dan penguatan cadangan kebutuhan pokok juga berjalan baik di Kabupaten Tuban. Ia berharap sinergi program antara pemerintah kabupaten dan provinsi dapat terus berjalan selaras.


Bupati juga mebyebutkan bahwa Program santunan kepada anak yatim yang digelar oleh Baznas dan Pemkab Tuban pada kamis pagi, merupakan agenda rutin daerah dan tahun ini merupakan penyelenggaraan yang keenam kali berturut-turut. Pada tahun ini 2.000 anak yatim menerima santunan.


Sementara itu, Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa keberadaan pilar sosial di daerah memiliki peran strategis dalam menggerakkan energi positif bagi kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pilar sosial menjadi kekuatan penting dalam upaya pengentasan kemiskinan.


Ia juga menyampaikan harapan agar pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu di Tuban yang baru dapat segera terwujud sebagai langkah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda.


“Semoga sekolah rakyat terpadu yang saat ini sudah ada dapat meningkatkan derajat keluarga, daerah, bangsa, dan negara,” ujarnya.


Dalam kegiatan tersebut, Gubernur juga memberikan pesan kepada para penerima bantuan agar memanfaatkan bantuan yang diterima untuk memperkuat usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.


“Semoga usaha para penerima manfaat semakin lancar, laris, rezekinya luas, dan penuh keberkahan,” tuturnya.


Berdasarkan data rekapitulasi alokasi bantuan sosial tahun 2026, sebagian besar bantuan berasal dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dengan nilai mencapai Rp7.145.500.000. Bantuan tersebut mencakup program PKH Plus yang diberikan kepada 2.004 keluarga dengan nilai Rp2 juta per keluarga per tahun atau total Rp4.008.000.000. Selain itu terdapat bantuan untuk penanganan kemiskinan ekstrem bagi 1.263 jiwa dengan total nilai Rp1.894.500.000.


Pemerintah provinsi juga menyalurkan bantuan sosial kepada 156 penyandang disabilitas melalui program ASPD dengan nilai Rp3,6 juta per orang per tahun atau total Rp561.600.000. Sementara itu, program KIP Putri Jawara diberikan kepada 80 penerima dengan total bantuan Rp240.000.000, dan program KIP PPKS Jawara disalurkan kepada 22 penerima dengan total Rp66.000.000.


Selain bantuan kepada masyarakat, dukungan juga diberikan kepada 188 pilar sosial yang terdiri dari SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dalam bentuk bantuan operasional dan tali asih dengan total anggaran Rp375.400.000.


Tidak hanya itu, dukungan juga datang dari BUMD Provinsi Jawa Timur yang menyalurkan zakat produktif kepada 50 penerima manfaat dengan total bantuan Rp25.000.000 guna mendukung usaha kecil masyarakat.


Di sektor pemberdayaan desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan sebesar Rp348.450.000 yang mencakup Program Desa Berdaya untuk satu desa senilai Rp100.000.000, Program Jatim Puspa untuk tiga desa sebesar Rp223.450.000, serta Bantuan Keuangan Kabupaten sebesar Rp25.000.000.


Selain itu, dukungan pembangunan desa juga diberikan melalui program sektor perumahan dan permukiman dengan nilai Rp840.000.000 yang dialokasikan bagi dua desa di Kabupaten Tuban.


Dengan berbagai program tersebut, pemerintah berharap bantuan yang disalurkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi serta mempercepat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tuban. (bp).

Kamis, 05 Maret 2026

​Sentuhan Kasih di Bumi Wali: Mas Lindra Resmikan Gedung BAZNAS & Santuni 2.000 Anak Yatim





​TUBAN, MCE – Semangat kepedulian sosial di Kabupaten Tuban memasuki babak baru. Sinergi kuat antara Pemerintah Kabupaten Tuban dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali membuahkan hasil nyata melalui peresmian Gedung Kantor BAZNAS Kabupaten Tuban sekaligus penyaluran santunan kepada 2.000 anak yatim dan dhuafa, Kamis (05/03/2026).


​Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., bersama jajaran pimpinan BAZNAS RI, Setdaprov Jatim, Forkopimda, serta tokoh masyarakat dan pimpinan perusahaan lintas sektor.


​Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Mas Lindra ini menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung penguatan tata kelola zakat di Tuban. Menurutnya, kepercayaan masyarakat adalah kunci utama.


​"Dukungan dari Pemprov Jatim hingga BAZNAS RI sangat berperan penting dalam meningkatkan profesionalitas dan transparansi. Hal inilah yang membangun kepercayaan masyarakat untuk menitipkan amanah zakatnya melalui BAZNAS Tuban," ujar Mas Lindra.


Menyoroti santunan bagi 2.000 anak yatim, Mas Lindra menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan sebatas seremoni tahunan yang telah berjalan sejak 2021. Di balik angka tersebut, terdapat ribuan harapan dan masa depan generasi penerus yang harus dijaga bersama.


​"Bantuan ini adalah gambaran masa depan mereka. Kami berpesan kepada adik-adik semua, teruslah belajar dan gantungkan cita-cita setinggi mungkin. Kalian tidak sendirian," ungkapnya menyemangati para penerima manfaat.


​Setiap anak menerima bantuan senilai Rp282.000 yang dialokasikan dalam bentuk uang tunai, tabungan, alat sekolah, hingga biaya transportasi. Tak hanya menyasar sektor pendidikan, BAZNAS Tuban juga memperluas cakupan manfaatnya, mulai dari bantuan kesehatan, modal usaha UMKM, hingga jaminan sosial berupa BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.120 imam musala dan takmir masjid se-Kabupaten Tuban.


Momen bersejarah juga ditandai dengan peresmian gedung baru BAZNAS Tuban berlantai tiga yang berasal dari hibah Pemkab Tuban. Ketua BAZNAS Tuban, Agus Suryanto, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan penuh pemerintah daerah.


​"Kehadiran gedung ini diharapkan dapat mengoptimalkan kinerja lembaga dalam mengelola dana umat secara profesional dan syar'i. Di tahun 2026 ini, kami juga menargetkan pembangunan 50 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta penguatan penghimpunan ZIS secara digital," jelas Agus.


​Melalui peresmian kantor baru dan program santunan masif ini, Kabupaten Tuban optimis dapat terus menekan angka kemiskinan dan memperluas akses kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat. (bp). 


Pemkab Tuban Pastikan Komoditas Pangan di Tuban Aman, Tidak Perlu Panic Buying




TUBAN, MCE – Pemkab Tuban memastikan ketersediaan komoditas bahan pokok dan bahan pangan lainnya dalam kondisi aman di bulan Ramadan dan jelang Idul Fitri 1447 H. Kepastian tersebut disampaikan Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Tuban, Handrijanto saat meninjau pelaksanaan Pasar Murah yang digelar TPID Jatim di halaman Mal Pelayanan Publik Tuban, Rabu (04/03/2026).


Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Tuban, Handrijanto, menegaskan stok pangan di wilayah Kabupaten Tuban masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Berdasarkan hasil pemantauan dan koordinasi dengan distributor serta instansi terkait, komoditas bahan pokok maupun bahan pangan lainnya di Kabupaten Tuban dalam kondisi aman dan tersedia,” ujarnya.


Menyikapi kondisi tersebut, Handrijanto mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan. Menurutnya, perilaku panic buying justru dapat memicu ketidakseimbangan distribusi dan berpotensi memengaruhi stabilitas harga di pasaran.


“Tidak perlu panic buying karena stok pangan di Tuban aman. Belilah sesuai kebutuhan, agar distribusi tetap lancar dan harga tetap terkendali,” tegasnya.


Pemkab Tuban bersama TPID dan instansi terkait terus melakukan pemantauan harga serta ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional maupun modern. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan pengendalian inflasi daerah, khususnya pada momentum meningkatnya kebutuhan masyarakat.


Sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga, Pemkab Tuban juga menggelar Pasar Murah Ramadan di 20 kecamatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah sekaligus memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.


Kabag Perekonomian dan SDA Tuban ini menjelaskan penyelenggaraan pasar murah tersebut bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat agar tetap kuat dan tidak mengalami penurunan signifikan di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan. 


“Kami ingin memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga. Karena itu, intervensi pasar melalui pasar murah kami lakukan secara merata di 20 kecamatan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” jelasnya.


Dengan sinergi dan kesadaran bersama, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Kabupaten Tuban tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan nyaman. (bp).

Berita Terbaru