Rabu, 02 September 2026

​Duit Insentif Pegawai Bappenda Bogor "Masuk Angin", KPK Amankan Rp1,5 Miliar



​JAKARTA, MCE - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah membongkar bau busuk dugaan pemotongan insentif atau yang akrab disebut "upah pungut" di Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor. Rupanya, istilah pungutan tidak hanya berlaku untuk pajak dari warga, tapi juga menular ke praktik sunat-mensunat jatah pegawai sendiri. Kreatif sekali!


​Pada Senin, 31 Agustus 2026, Gedung Merah Putih KPK kedatangan tamu-tamu terhormat dari Bumi Tegar Beriman. Mereka adalah Kepala BKPSDM Kabupaten Bogor YMP, Kepala Bappenda AM, PPPK Bappeda GS, serta Kasubbag Keuangan Bappenda RS. Keempatnya diboyong untuk menjelaskan teka-teki mekanisme pembagian duit yang rupanya sering "masuk angin" sebelum sampai ke tangan yang berhak.


​Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dengan santai tapi telak mengingatkan esensi dasar dari hak seorang pekerja.


​"Insentif seharusnya diterima full oleh para pegawai di lingkungan Bappenda, namun karena ada pemotongan, insentif yang diterima kemudian tidak 100 persen."


Duh, kasihan betul para pegawai Bappenda. Niat hati ingin menikmati keringat kerja, malah harus ikhlas jatahnya menyusut demi dompet pihak-pihak yang barangkali khilaf atau memang sudah hobi menimbun rezeki nomplok.

Hebatnya lagi, penyidik KPK bahkan tidak perlu menunggu lama untuk menemukan barang bukti permulaan. Sebanyak Rp1,5 miliar uang tunai telah resmi disita sejak 21 Agustus 2026, jauh sebelum kasus ini naik status dari penyelidikan. Angka yang fantastis untuk ukuran "salah hitung" atau sekadar khilaf administrasi.


​Pertanyaannya sekarang, apakah para pejabat ini bakal kompak mengandalkan Jurus Klasik "Tidak Tahu" atau justru saling lempar tanggung jawab seperti permainan oper-operan bola?


​Kira-kira, sanksi apa yang paling pantas diberikan kepada pejabat yang hobi memotong hak anak buahnya sendiri. (bp). 

Siswa SMKN 1 Kota Kediri, Ukir Prestasi Gemilang di Cabang Taekwondo Piala Gubernur Jatim





​KEDIRI, MCE , [2/9/2026] – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh salah satu putra terbaik Kota Kediri. Misbach Maulidir Rayhan, siswa kelas X TKR 4 di SMKN 1 Kota Kediri, berhasil meraih Juara 3 pada Kejuaraan Taekwondo Kyorugi Semi Prestasi Junior M-59 Piala Gubernur Jawa Timur Antar Pelajar Tahun 2026.


​Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa talenta dan semangat juang tinggi dari para pelajar di SMKN 1 Kota Kediri mampu bersaing dan berprestasi di kancah regional. Misbach berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam disiplin Kyorugi (tarung) kategori semi prestasi junior, sehingga berhak membawa pulang medali perunggu dan piagam penghargaan.


​Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Kediri, Bapak Edy Suroto, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian siswa tersebut.


​"Kami sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh Misbach Maulidir Rayhan. Keberhasilan ini merupakan hasil dari dedikasi, latihan keras, dan semangat pantang menyerah yang patut diteladani. Semoga prestasi ini dapat memotivasi siswa-siswi SMKN 1 Kota Kediri lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri dan berprestasi di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik," ujar Bapak Edy Suroto.


​Lebih lanjut, beliau menegaskan komitmen sekolah dalam mendukung pengembangan bakat dan minat siswa. "SMKN 1 Kota Kediri senantiasa berupaya untuk menyediakan fasilitas dan lingkungan yang kondusif bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi mereka. Prestasi ini juga menjadi bukti keberhasilan program pembinaan karakter dan ekstrakurikuler di sekolah kami," imbuhnya.


​Prestasi yang diraih oleh Misbach Maulidir Rayhan tidak hanya mengharumkan nama pribadi dan keluarga, tetapi juga nama besar SMKN 1 Kota Kediri dan dunia pendidikan di Kota Kediri secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan di SMKN 1 Kota Kediri tidak hanya berfokus pada aspek vokasi, tetapi juga memberikan ruang yang luas bagi pengembangan karakter dan prestasi siswa.

Semoga pencapaian gemilang ini menjadi awal dari kesuksesan yang lebih besar bagi Misbach Maulidir Rayhan di masa depan, dan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berjuang dan menggapai mimpi. (bp). 

Keren! Pelajar SMK Bojonegoro-Tuban Tembus Skor TOEIC Internasional, Buktikan Vokasi Siap Go Global





Tuban, MCE - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh para pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Provinsi Jawa Timur (Wilayah Bojonegoro yang meliputi Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban). Sebanyak lima siswa sukses mencatatkan skor tertinggi yang gemilang dalam pelaksanaan Test of English for International Communication (TOEIC). Rabu (2/9/2026). 


​Capaian prestisius ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas pendidikan vokasi di wilayah Bojonegoro dan Tuban mampu bersaing secara global. Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro, Bapak Maskun, S.Pd., M.M., memberikan apresiasi serta kebanggaannya atas dedikasi dan kerja keras para siswa maupun pihak sekolah.


​Berikut adalah daftar lima besar peraih nilai terbaik Test TOEIC:

​• Choky Febrian (XII KL 1): Skor 850

​• Muhammad Aji Saka (XII DKV 1): Skor 830

​• Maulana Malik Ibrahim (XII KL 2): Skor 795

​• Aura Julie Rachmawati (XII DPB 2): Skor 790

​• Dhesti Malfa Aulia (XII MPLB 2): Skor 700


​"Keberhasilan para siswa ini merupakan motivasi besar bagi seluruh ekosistem pendidikan SMK di Bojonegoro dan Tuban. Penguasaan bahasa Inggris berstandar internasional ini membuktikan bahwa lulusan SMK kita tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki daya saing global yang kuat untuk menghadapi dunia kerja masa depan," ujar Bapak Maskun, S.Pd., M.M.


​Pelaksanaan ujian TOEIC ini merupakan langkah strategis dalam memetakan dan meningkatkan kemampuan komunikasi internasional peserta didik. Dengan perolehan skor yang sangat memuaskan ini, para pelajar diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi rekan-rekan sebaya mereka untuk terus mengasah kemampuan, memperluas wawasan, dan siap menghadapi tantangan era globalisasi. (bp). 

Selasa, 01 September 2026

Sabet Emas di PORKAB Tuban, Siswa SMK Borong Prestasi IBCA MMA



​Tuban, MCE – Para pelajar di bawah naungan Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah Bojonegoro-Tuban kembali menorehkan prestasi gemilang. Kali ini, empat atlet muda cabang olahraga Mixed Martial Arts (MMA) berhasil memborong gelar juara dalam kejuaraan PORKAB/KEJURKAB Tuban 2026 yang diselenggarakan oleh IBCA MMA. Rabu (2/9/2026). 


​Prestasi ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi tidak hanya fokus pada keahlian teknis, namun juga mampu melahirkan atlet berprestasi yang berdaya saing. Keempat juara tersebut adalah:

​• Ahmad Agus Khoirul (Kelas 11 TKR 1): Juara 1, Kelas 61 kg.

​• Galih Eka Ramadhani (Kelas 11 TKR 1): Juara 2, Kelas 60 kg.

​• Dika Angga Firmansyah (Kelas 11 TKR 1): Juara 1, Kelas 70 kg.

​• Ahmad Riko Erlangga (Kelas 11 TKR 2): Juara 1, Kelas 48 kg.


​Keberhasilan mereka melalui proses seleksi dan pertandingan yang ketat di kelas masing-masing, menunjukkan semangat juang dan disiplin yang tinggi.


​Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro-Tuban, Bapak Maskun, S.Pd., M.M, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas pencapaian ini.


​"Saya atas nama keluarga besar Cabdin Wilayah Bojonegoro-Tuban mengucapkan selamat dan sukses atas prestasi yang diraih oleh anak-anak kami di PORKAB/KEJURKAB Tuban 2026. Ini adalah hasil dari kerja keras, latihan yang disiplin, dan mental juara yang luar biasa," ujar Bapak Maskun.


​Lebih lanjut, Bapak Maskun berpesan agar prestasi ini tidak membuat para atlet berpuas diri. "Terus berjuang, tetap rendah hati, dan jangan berhenti untuk mengasah kemampuan. Kalian adalah inspirasi bagi teman-teman di sekolah dan bagi seluruh pelajar di Bojonegoro dan Tuban. Sekolah sangat bangga dengan kalian," pungkasnya.


​Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi pelajar lainnya untuk berprestasi di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik, serta mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih tinggi. Cabdin Pendidikan berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan bakat dan minat siswa melalui berbagai program ekstrakurikuler dan pembinaan prestasi. (bp). 

"Double Winner!" Siswa SMK Negeri Widang Borong Emas di Kejurda Jatim



BOJONEGORO, MCE – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar dari wilayah Cabang Dinas Pendidikan Bojonegoro-Tuban. M. Nur Irfan, siswa kelas XII TPM 1 dari SMK Negeri Widang, berhasil memborong dua medali emas sekaligus dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Provinsi Jawa Timur yang baru saja usai.


​Dalam kompetisi bela diri bergengsi tersebut, Nur Irfan menunjukkan dominasi mutlak dengan menyabet predikat Juara 1 untuk dua kategori sekaligus, yaitu:

​• Juara 1 Fighting System U18 77Kg+

​• Juara 1 Newaza System U18 77Kg+


​Raihan prestasi ini tidak luput dari perhatian Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro-Tuban, Bapak Maskun, S.Pd., M.M. Beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi, kerja keras, dan semangat juang yang ditunjukkan oleh M. Nur Irfan.


​"Ini adalah pencapaian luar biasa yang patut menjadi teladan bagi seluruh siswa. Keberhasilan Nur Irfan membuktikan bahwa pelajar SMK mampu bersaing dan menjadi yang terbaik, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga non-akademik," ujar Bapak Maskun.


​Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi M. Nur Irfan untuk terus mengasah kemampuan dan mencapai prestasi yang lebih tinggi di kancah nasional maupun internasional. "Terus Berjuang! Menuju Prestasi yang Gemilang." (bp). 

Senin, 31 Agustus 2026

Tudingan Pungutan Ijazah Dipastikan Hoaks, Sekolah Patuhi Regulasi




​BOJONEGORO, MCE - Belakangan ini, jagat maya dihebohkan oleh pemberitaan tendensius dari sejumlah oknum media yang menuding SMAN 1 Baureno melakukan penarikan uang berkisar antara Rp100.000 hingga Rp300.000 sebagai syarat pengambilan ijazah pada tahun 2026. Isu ini sontak memicu perbincangan hangat dan keresahan di tengah masyarakat.



​Namun, berdasarkan investigasi mendalam yang dilakukan oleh Tim Telusur Pemerhati Pendidikan Indonesia langsung di lapangan, narasi tersebut dipastikan sepenuhnya hoaks dan tidak berdasar. Kamis (27/8/2026). 



​Pihak SMAN 1 Baureno menegaskan bahwa mereka senantiasa patuh pada regulasi dan perundang-undangan pendidikan yang berlaku. Secara hukum, pihak satuan pendidikan tidak diperkenankan menahan dokumen kelulusan atau ijazah siswa, sekalipun yang bersangkutan masih memiliki tanggungan administrasi. Penegasan ini mematahkan segala asumsi liar yang sengaja digiring oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk mencoreng reputasi lembaga pendidikan.



​Masyarakat, khususnya para wali murid dan alumni, diimbau agar lebih cerdas serta saring sebelum sharing dalam menerima informasi. Jangan biarkan disinformasi merusak kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan yang selama ini konsisten menjaga integritas dan mutu pelayanan. (Bangun Purnomo). 

Revolusi Sampah Jadi Listrik: Lamongan Si Pasok 92 Ton Sampah untuk Proyek Strategis Nasional PSEL



​LAMONGAN, MCE - Persoalan sampah perkotaan kini bukan lagi sekadar tantangan lingkungan, melainkan peluang besar menuju kemandirian energi. Kabupaten Lamongan mengambil langkah progresif dengan menyatakan kesiapannya mendukung penuh percepatan Implementasi Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).


​Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat menghadiri audiensi strategis bersama Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Bidang Pangan, Managing Director Investment Danantara, serta PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera). Pertemuan penting ini berlangsung dalam agenda Kunjungan Kerja di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Senin (31/8).


​Program PSEL dihadirkan sebagai solusi komprehensif dalam mengurai volume sampah hulu hingga hilir yang kian menumpuk. Melalui kolaborasi lintas daerah di Jawa Timur, proyek ambisius ini tidak hanya berorientasi pada pengurangan beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi juga mengonversi limbah padat menjadi sumber energi terbarukan yang bernilai ekonomis tinggi.


​Dalam pemaparannya, Bupati yang akrab disapa Bupati Yes ini menyampaikan bahwa Lamongan telah menunjukkan progres signifikan. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan teknis, Lamongan kini mampu menyiapkan pasokan 92 ton sampah per hari dari target 100 ton yang ditetapkan. Pemerintah Kabupaten Lamongan pun terus mengoptimalkan berbagai potensi agar target penuh dapat segera tercapai.


​Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Lamongan akan segera memperkuat sinergi melalui kerja sama strategis dengan pihak eksternal. Langkah ini diambil guna memastikan distribusi sampah dari wilayah Lamongan menuju fasilitas PSEL dapat berjalan lancar, efisien, dan berkelanjutan.


​Transformasi hijau ini diyakini mampu memberikan dampak ganda: mewujudkan lingkungan yang lebih bersih sekaligus menghadirkan nilai tambah nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas. (s.genk). 

Berita Terbaru