Pesta Pora Berkedok Gizi Nasional: Eks Kepala BGN dan Kroninya Resmi 'Pindah Rumah' ke Rutan Salemba
jakarta mbg
JAKARTA, MCE - Slogan "menuju Indonesia sehat" tampaknya salah diartikan oleh sejumlah oknum petinggi negeri. Alih-alih memberikan gizi terbaik untuk rakyat, oknum-oknum ini justru diduga sibuk "menggemukkan" rekening pribadi.
Kejaksaan Agung (Kejegung) baru saja melakukan aksi bersih-bersih yang sukses bikin publik geleng-geleng kepala. Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi dicokok dan dijebloskan ke tahanan. Tidak sendirian, Dadan kompak "ditemani" oleh dua mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya. Trio penguasa anggaran ini kini harus rela mengganti seragam dinas mereka dengan rompi pink khas tahanan Kejagung. Rabu (3/6/2026).
Ketiganya resmi ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung untuk 20 hari ke depan. Alasannya? Diduga terlibat dalam megaproyek fiktif dan markup anggaran yang nilainya tidak tanggung-tanggung: Triliunan rupiah!
Bukan Menu Makanan, Ini 'Menu' Korupsi yang Diduga Dilahap
Netizen mungkin mengira korupsi di Badan Gizi akan berkutat pada urusan susu, telur, atau catering. Anda salah besar. Selera "belanja" para tersangka ini rupanya sangat futuristik dan mewah, meski berujung pada dugaan pengadaan fiktif.
Berikut adalah rincian proyek fantastis yang kini sedang diubek-ubek oleh penyidik Kejagung:
• Motor Listrik 'Siluman' (21.801 Unit):
Proyek pengadaan motor listrik ini menyedot anggaran fantastis mencapai Rp1 triliun. Sayangnya, ribuan motor ini disinyalir lebih banyak eksis di atas kertas alias fiktif, atau harganya sengaja "digelembungkan" sampai batas tak masuk akal.
• Ribuan Gadget dan Sepatu Mewah:
Tim penyidik juga menemukan indikasi kongkalikong pada pengadaan 32.000 pasang sepatu dan lebih dari 31.000 unit tablet. Entah apa hubungannya gizi anak bangsa dengan ribuan tablet dan sepatu ini, yang jelas harganya diduga kuat sudah di-markup demi keuntungan pribadi.
• Bioskop Berkedok Kantor (5.400 Unit TV 75 Inch):
Ini yang paling membagongkan publik. Ada pengadaan 5.400 unit televisi berukuran 75 inch yang anggarannya digelembungkan dan tidak sesuai ketentuan. Netizen pun bertanya-tanya: Ini mau memantau gizi buruk atau mau bikin nobar piala dunia di setiap sudut ruangan?
Anggaran Gizi yang Berakhir Gizi Buruk bagi Keadilan
"Ironis. Di saat masyarakat berharap penuh pada program perbaikan gizi nasional, anggarannya justru diduga dijadikan bancakan oleh para pejabatnya sendiri. Ini bukan lagi sekadar korupsi, ini adalah bentuk mati rasa empati," ujar salah satu pengamat hukum menanggapi penahanan tersebut.
Kejagung menegaskan bahwa penahanan selama 20 hari pertama ini dilakukan agar ketiga tersangka tidak menghilangkan barang bukti atau melarikan diri, mengingat gurita kasus ini disinyalir melibatkan jaringan yang cukup luas.
Netizen kini menunggu, setelah trio BGN ini sukses "pindah tidur" ke Rutan Salemba, siapakah aktor intelektual atau rekanan swasta selanjutnya yang akan ikut menyusul memakai rompi pink? Kita kawal terus sampai tuntas. (bp).






