Selasa, 28 April 2026

Gaji Kurang? Oknum Pegawai Bank di Surabaya Nekat 'Tilep' Rp2,9 Miliar Pakai Modus Pinjol Kedok Identitas Orang Lain



​SURABAYA, MCE – Lagi-lagi, integritas dunia perbankan kembali tercoreng oleh ulah tangan panjang oknum di dalamnya. Kali ini, seorang pegawai Bank BRI Cabang Surabaya Kaliasin berinisial WA mendadak jadi "artis" setelah resmi mengenakan rompi pink khas tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Senin (27/4/2026).


​Bukannya menjaga amanah nasabah, WA justru diduga asyik bermain "sulap" dengan duit negara. Tak tanggung-tanggung, total kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp2,9 miliar. Angka yang fantastis untuk sekadar gaya hidup atau ambisi pribadi, sementara rakyat kecil harus antre panjang demi pinjaman mikro yang sah.


​Berdasarkan keterangan Kepala Seksi Intelijen Kejari Surabaya, Putu Arya Wibisana, S.H., M.H., modus yang dijalankan tersangka WA terbilang cukup berani dan rapi—atau mungkin ia merasa terlalu pintar untuk tertangkap.


​Tersangka diduga menyalahgunakan fasilitas pengajuan kredit mikro. Caranya? Klasik tapi jahat: mencatut identitas orang lain untuk mencairkan dana. Tak berhenti di situ, WA juga mahir melakukan pemindahbukuan dana tanpa transaksi yang sah alias underlying transaction.


​"Perbuatan tersebut dilakukan melalui tiga rekening titipan dan satu rekening GL Pendapatan Administrasi Pelunasan," ungkap Putu Arya.


​Sepertinya WA menganggap sistem perbankan adalah mesin ATM pribadinya sendiri. Uang diputar ke sana-kemari seolah-olah miliknya, padahal itu adalah uang negara yang seharusnya digunakan untuk membangun ekonomi rakyat.


​Netizen mungkin akan bertanya, "Ke mana larinya uang sebanyak itu?" Hal itulah yang kini tengah didalami oleh Tim Penyidik Pidsus Kejari Surabaya. Untuk mencegah WA "menghilang" atau melakukan aksi "bersih-bersih" barang bukti, pihak kejaksaan langsung melakukan penahanan.


​Kini, WA harus menanggalkan seragam banknya yang rapi dan menggantinya dengan rompi tahanan. Ia dijerat dengan Pasal 603 dan 604 UU No. 1 Tahun 2023 (KUHP baru) serta UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya? Cukup lama untuk merenungi nasib di balik jeruji besi.


​Kejari Surabaya menegaskan bahwa kasus ini tidak akan berhenti di WA saja. Tim penyidik sedang berburu kemungkinan adanya "kaki tangan" atau pihak lain yang ikut mencicipi gurihnya uang haram Rp2,9 miliar tersebut.


​Sepandai-pandainya kalian membungkus bangkai dengan sistem digital yang rumit, bau busuk korupsi akan tercium juga. Sekarang, mari kita tunggu siapa lagi yang akan menyusul WA memakai rompi pink selanjutnya. 


​Bagaimana menurut kalian, Sobat Netizen? Kasus 'orang dalam' bank begini kok kayak nggak ada habisnya, ya? Tulis pendapat pedas kalian di kolom komentar! (bp). 

Polsek Pasrujambe Amankan Kunjungan Kerja Komisi C DPRD Lumajang di Sungai Besuk Sat



Lumajang, MCE– Anggota Polsek Pasrujambe melaksanakan pengamanan kegiatan kunjungan kerja Komisi C DPRD Kabupaten Lumajang di lokasi tambang pasir aliran Sungai Besuk Sat, Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Selasa (28/4/2026).


Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Lumajang H. Zaenal bersama Sekretaris Komisi C Usman. Turut hadir dalam kegiatan itu Kapolsek Pasrujambe AKP Purwaningsih, Danramil Pasrujambe Kapten Arm Ony Ariyanto, S.H., Camat Pasrujambe Muhammad Syaiful, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.


Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda tahunan Komisi C DPRD Kabupaten Lumajang dalam rangka meninjau langsung aktivitas penambangan pasir di sejumlah wilayah, termasuk di aliran Sungai Besuk Sat yang berada di Kecamatan Pasrujambe.


Kapolsek Pasrujambe AKP Purwaningsih mengatakan, pihaknya menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan secara maksimal guna memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.


“Kami dari Polsek Pasrujambe bersama Koramil melaksanakan pengamanan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama kegiatan berlangsung. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada seluruh peserta kunjungan,” ujar AKP Purwaningsih.


Ia menambahkan, pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup dengan mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat sekitar maupun para pekerja tambang. Hal ini penting mengingat lokasi kegiatan berada di area aktivitas penambangan yang cukup padat.


Selain itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan prosedur serta tidak menimbulkan gangguan di lingkungan sekitar.


“Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar kegiatan ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga tetap memperhatikan aspek keselamatan dan ketertiban umum,” imbuhnya.


Selama pelaksanaan kunjungan kerja, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan yang berarti, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung sesuai dengan rencana.


Kunjungan kerja ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi DPRD Kabupaten Lumajang dalam merumuskan kebijakan terkait pengelolaan tambang pasir yang berkelanjutan, serta tetap memperhatikan aspek lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Kontributor: budi. 

​Sambut Tahun Ajaran 2026/2027, SMAN 1 Jatirogo Tuban Matangkan Sosialisasi SPMB yang Transparan dan Akuntabel




​TUBAN, MCE – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Jatirogo, Kabupaten Tuban, resmi memulai langkah strategis dalam menyongsong tahun ajaran baru. Pada Selasa (28/04/2026), institusi pendidikan unggulan di wilayah Barat Tuban ini menggelar sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Tahun Ajaran 2026/2027.


​Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut dihadiri langsung oleh Kepala SMAN 1 Jatirogo, Muhammad Saiful Wajdi. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat guna memastikan proses seleksi berjalan sesuai koridor regulasi yang berlaku.


​Dalam narasinya, Muhammad Saiful Wajdi menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas. Pihak sekolah berupaya memberikan informasi sedetail mungkin mengenai jalur masuk, persyaratan administratif, hingga teknis pendaftaran agar tidak terjadi disinformasi di tengah masyarakat.


​"Kami ingin memastikan bahwa setiap calon peserta didik memiliki kesempatan yang sama. Melalui sosialisasi ini, kami membuka ruang komunikasi selebar-lebarnya agar orang tua murid memahami mekanisme SPMB tahun ini yang mengedepankan objektivitas," ujar Muhammad Saiful Wajdi di hadapan para undangan.


​Selain memaparkan teknis pendaftaran, agenda ini juga menjadi ajang unjuk kesiapan SMAN 1 Jatirogo dalam memfasilitasi potensi akademik maupun non-akademik siswa. Sebagai sekolah yang terus bertransformasi di era digital, SMAN 1 Jatirogo telah menyiapkan infrastruktur sistem informasi yang mumpuni guna mempermudah proses pendaftaran daring (online).


​Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme peserta sosialisasi yang cukup tinggi. Selain pemaparan materi, acara juga diisi dengan sesi penandatanganan dokumen strategis dan diskusi interaktif. Kehadiran jajaran tenaga pendidik berpakaian dinas lengkap menunjukkan kesolidan staf sekolah dalam mengawal agenda besar tahunan ini.


​Langkah cepat yang diambil SMAN 1 Jatirogo ini diharapkan mampu menjaring bibit-bibit unggul yang siap ditempa menjadi generasi emas. Dengan latar belakang prestasi yang konsisten, SMAN 1 Jatirogo diprediksi tetap menjadi pilihan utama bagi lulusan SMP di wilayah Jatirogo dan sekitarnya.


​Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai SPMB 2026/2027, pihak sekolah telah menyediakan saluran komunikasi resmi melalui:

​Laman Resmi: smanjatirogo.sch.id

​Email: info@smanjatirogo.sch.id

​Media Sosial: @smanegerijatirogo (Instagram,YouTube, TikTok).


​Reporter: [bp/MCE]

Senin, 27 April 2026

Nurul Azizah Pastikan PIP Bojonegoro Tak Terganjal Birokrasi



BOJONEGORO, MCE – Di tengah riuh rendah isu penyaluran bantuan sosial yang kerap menjadi sorotan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memilih langkah konkret: turun ke lapangan. Bukan sekadar seremonial, kehadiran Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, di SMA Negeri 3 Bojonegoro pada Selasa (28/04/2026), menjadi sinyal kuat bahwa hak pendidikan bagi siswa kurang mampu adalah harga mati yang tak boleh diganggu gugat.


​Kunjungan ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Bojonegoro sebagai respons cepat atas dinamika dan aspirasi masyarakat. Nurul Azizah menegaskan bahwa posisi Pemerintah Kabupaten bukan sekadar administrator, melainkan sosok "orang tua" yang memiliki kewajiban moral mengayomi dan memastikan tidak ada satu pun anak Bojonegoro yang putus sekolah karena kendala biaya.


​"Kami datang untuk memastikan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) ini sampai ke tangan yang berhak tanpa potongan, utuh, dan tepat sasaran," tegas Nurul Azizah saat menyapa para siswa di ruang kelas.


​Dari hasil interaksi langsung dengan para siswa, ditemukan fakta yang menyentuh sekaligus membanggakan. Dana PIP yang dikucurkan ternyata dikelola dengan sangat bijak oleh para siswa penerima manfaat. Alih-alih digunakan untuk kebutuhan konsumtif, dana tersebut menjadi "napas" baru bagi pendidikan mereka.


​Berikut adalah potret penggunaan dana PIP oleh siswa SMA Negeri 3 Bojonegoro:


​Pengadaan Seragam: Memastikan identitas dan kebanggaan siswa tetap terjaga di sekolah.

​Literasi Digital: Pembelian perangkat komunikasi (HP) sebagai sarana penunjang pembelajaran berbasis teknologi.

​Investasi Masa Depan: Sebagian siswa memilih menabung sisa bantuan untuk persiapan biaya pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.


​Mekanisme pencairan di SMA Negeri 3 Bojonegoro terbukti berjalan transparan. Pihak sekolah bertindak sebagai jembatan informasi, sementara proses pencairan dilakukan secara mandiri oleh wali murid atau siswa melalui Bank BNI. Pola ini menutup celah adanya pungutan liar atau praktik pemotongan oleh pihak ketiga.


​Kepala SMA Negeri 3 Bojonegoro, Tri Herwidyatmono, mengapresiasi langkah monitoring ini. Menurutnya, PIP adalah instrumen vital yang menjaga daya saing siswa dari keluarga prasejahtera agar tetap mampu berlari mengejar prestasi.


​Senada dengan hal tersebut, Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kancabdin) Bojonegoro, Agus Hariyono, menekankan pentingnya sinergi. Ia menyebut media massa memiliki peran krusial sebagai kontrol sosial agar program-program pemerintah tetap berada pada jalurnya.


Keberhasilan pendidikan di Bojonegoro bukanlah kerja satu pihak. Transparansi yang ditunjukkan hari ini adalah pesan bagi seluruh elemen masyarakat: bahwa tantangan ekonomi tidak boleh lagi menjadi tembok penghalang bagi mimpi anak-anak daerah.


​Dengan pengawasan ketat dan kehadiran pemimpin di tengah-tengah siswa, Bojonegoro sedang membangun fondasi masa depan di mana kemiskinan tidak lagi memiliki tempat untuk mencuri cita-cita. Tidak ada anak yang boleh tertinggal, karena setiap anak adalah aset masa depan Bojonegoro. (bp). 

Tragedi Berdarah Bekasi Timur: Nyawa Taruhannya, Petugas Berjibaku Potong Logam Demi Korban yang Masih Terjepit




Jakarta, MCE - Malam mencekam di Stasiun Bekasi Timur (27/4) berubah menjadi mimpi buruk yang belum usai. Tabrakan "adu banteng" antara sang raja jalanan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line kini memakan tumbal. Hingga Selasa pagi, jumlah korban tewas resmi merangkak naik menjadi lima orang—dan angka ini diprediksi belum akan berhenti.


​Bukan sekadar evakuasi biasa, tim Basarnas kini harus bertaruh waktu dengan maut. Bayangkan, petugas harus memotong logam-logam raksasa yang saling menghimpit dengan ruang gerak yang nyaris nol. Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengakui betapa "ekstra" tenaga yang dibutuhkan untuk membedah rongsokan besi tua tersebut.


​Di dalam sana, di balik gerbong yang ringsek tak berbentuk, masih ada detak jantung yang tersisa. "Kami pastikan korban masih bisa diajak komunikasi," ujar Syafii. Inilah alasan mengapa gerbong tidak boleh digeser seinci pun; satu gerakan salah, nyawa yang tersisa bisa melayang. (bp). 



Bupati Tuban Berangkatkan 376 Jemaah Haji Kloter 26, Titip Doa untuk Daerah



TUBAN, MCE - Lambaian tangan keluarga mengiringi langkah ratusan calon jemaah haji yang mulai memasuki halaman Pemkab Tuban, Senin (27/4) sore. Sejak pukul 15.30, satu per satu jemaah berdatangan. Tepat pukul 16.30, rombongan kloter 26 resmi diberangkatkan menuju Surabaya dengan suasana haru dan khidmat.


Sebanyak 376 jemaah haji kloter 26 asal Kabupaten Tuban menjadi rombongan pertama dari Tuban yang diberangkatkan pada musim haji tahun ini. Mereka dijadwalkan tiba di Surabaya sekitar pukul 19.00 untuk menjalani proses administrasi lanjutan sebelum bertolak ke Tanah Suci.


Pemberangkatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tuban Drs. Joko Sarwono, Sekretaris Daerah, serta para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tuban beserta jajarannya yang memberikan dukungan langsung kepada para jemaah.


Pada kesempatan tersebut, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, S.E., menyampaikan bahwa pemberangkatan ini menjadi awal rangkaian perjalanan ibadah haji bagi jemaah Tuban. “Sore hari ini Pemerintah Kabupaten Tuban memberangkatkan kloter pertama, yaitu kloter 26 dengan jumlah 376 jemaah haji,” ujarnya.


Selanjutnya, ia menegaskan pentingnya kesiapan fisik dan kedisiplinan selama menjalankan ibadah. Menurut dia, para jemaah perlu menjaga kondisi kesehatan dan mengikuti tata tertib yang telah ditetapkan. “Saya berharap para jemaah menjaga kesehatan dan mengikuti tata tertib yang sudah diatur oleh ketua regu masing-masing. Harapannya, semua bisa kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan menjadi haji mabrur,” pesan Mas Lindra—sapaan akrab Bupati Tuban.


Di sisi lain, orang nomor satu di Tuban itu juga menitipkan harapan kepada para jemaah agar mendoakan Kabupaten Tuban. Ia meyakini, doa dari Tanah Suci akan membawa dampak positif bagi masyarakat. “Saya juga menitipkan doa kepada para jemaah untuk kebaikan masyarakat Kabupaten Tuban, agar nantinya sepulang dari haji dapat membawa manfaat positif bagi daerah,” harapnya.


Adapun pemberangkatan jemaah haji dari Tuban masih akan berlanjut. Kloter 27 dijadwalkan pada Selasa (28/4) dini hari dari halaman Pemkab Tuban. Selanjutnya, kloter 28 dan 29 akan dilepas dari Pendapa Kridha Manunggal Tuban pada hari yang sama dengan jumlah jemaah lebih besar. Kemudian, kloter 30 diberangkatkan pada Rabu (29/4) dari halaman Pemkab Tuban. Pemerintah Kabupaten Tuban memastikan seluruh proses berjalan sesuai jadwal dan prosedur yang telah ditetapkan. (bp)

Minggu, 26 April 2026

Wilfiera Refy Sabet Double Gold dan Gelar ‘Best of the Best’ di Liga Pelajar Competition 2026




​BOJONEGORO, MCE – Nama Wilfiera Refy Devyanka Renata mendadak menjadi buah bibir di kancah bela diri pelajar Jawa Timur. Siswi kelas 7 D dari MTsN 1 Bojonegoro ini sukses menorehkan prestasi fenomenal dengan memborong medali emas dan predikat tertinggi dalam ajang bergengsi Liga Pelajar Competition 1 Tahun 2026 yang digelar di GOR Stadion Kanjuruhan, Malang.


​Tidak tanggung-tanggung, Wilfiera berhasil mengukuhkan dominasinya di kategori Pra Remaja dengan membawa pulang tiga penghargaan sekaligus:

​1. Juara 1 Seni Tunggal Tangan Kosong Putri

​2. Juara 1 Seni Solo Kreatif Putri

​3. Predikat Bergengsi: Best of the Best Pesilat Putri


​Keberhasilan Wilfiera menjadi bukti nyata bahwa ketekunan dan kedisiplinan mampu melahirkan prestasi yang membanggakan, bahkan di usia yang masih sangat muda.


​Kepala MTsN 1 Bojonegoro, Saifuddin Yulianto, S.Ag., M.M.Pd.I., menyampaikan rasa bangga yang luar biasa atas pencapaian anak didiknya tersebut. Saat diwawancarai awak media pada Senin (27/4/2026), beliau menegaskan bahwa prestasi ini bukan sekadar kemenangan di atas matras, melainkan simbol karakter tangguh siswa madrasah.


​"Kami sangat bangga dan bersyukur atas capaian ananda Wilfiera Refy Devyanka Renata. Meraih dua medali emas sekaligus dinobatkan sebagai Best of the Best di tingkat provinsi adalah prestasi yang sangat menyengat dan luar biasa. Ini membuktikan bahwa siswa MTsN 1 Bojonegoro mampu bersaing secara sportif dan unggul di bidang non-akademik," ujar Saifuddin Yulianto dengan nada optimis.


​Beliau juga menambahkan bahwa pihak madrasah akan terus memberikan dukungan penuh bagi seluruh siswa untuk mengembangkan bakat dan minat mereka, baik di bidang olahraga, seni, maupun sains.


​Kemenangan Wilfiera di ajang yang memperebutkan Piala Kementerian Kebudayaan RI ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi pelajar lain di Bojonegoro. Dengan menyandang gelar Best of the Best, Wilfiera kini menjadi salah satu aset atlet pencak silat masa depan yang patut diperhitungkan di level nasional.


​Ajang Liga Pelajar Competition 2026 sendiri merupakan wadah seleksi atlet-atlet potensial yang mengedepankan nilai sportivitas dan pelestarian budaya bangsa melalui Pencak Silat. Kepulangan Wilfiera ke Bojonegoro disambut hangat sebagai pahlawan olahraga yang telah mengharumkan nama daerah dan madrasah di kancah regional.


​Editor: (bp/MCE) 
Lokasi: Bojonegoro

Berita Terbaru