Kamis, 15 Oktober 2026

​Dana Karhutla Diduga Dirampok Oknum, Rieke Diah Pitaloka Sebut Korupsi BNPB Sebagai Pelanggaran HAM Nyata


​
​JAKARTA, MCE - Ada batas di mana kesabaran publik bisa habis, dan tampaknya batas itu sudah terlewati di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa lewat Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan mendadak bikin darah mendidih.


​Bagaimana tidak? Di saat rakyat kecil harus megap-megap menghirup asap beracun akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), anggaran yang seharusnya jadi penyelamat justru diduga digarong oleh oknum-oknum tak berhati nurani.

​Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, langsung bereaksi keras dan melontarkan kritik pedas tanpa ampun. Dengan nada tajam, politisi PDI-P ini menyebut tindakan busuk tersebut bukan sekadar rasuah biasa, melainkan bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang amat sistemik.


​"Anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk memadamkan api, menyelamatkan ekosistem, dan melindungi kesehatan warga dari kepungan asap beracun, justru diduga dirampok demi kepentingan segelintir oknum!" seru Rieke dengan nada geram, Kamis (15/10/2026).


​Bagi Rieke, merampok dana bencana di tengah penderitaan rakyat bukan cuma soal angka kerugian negara di atas kertas, tapi soal merampas hak hidup dan hak dasar warga atas udara serta lingkungan yang sehat.


​Desakan Hukum: Hukuman Mati untuk "Predator" Bencana


​Tidak hanya melontarkan kecaman pedas, Rieke langsung mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tidak main-main dan bertindak agresif menghadapi para pelaku.


​Ia menuntut penegak hukum menjatuhkan sanksi terberat yang bikin jera: hukuman mati. Tuntutan ini merujuk pada Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), yang memang mengatur ancaman hukuman mati dalam kondisi tertentu seperti bencana alam.


​• Sikat Sampai Akar: Rieke juga meminta KPK memperluas penyidikan dengan membidik Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 20 UU Tipikor. Tujuannya jelas: menyeret semua aktor intelektual hingga korporasi vendor yang ikut menikmati pesta pora di atas penderitaan korban bencana.


​• Gandeng PPATK: Aliran dana haram ini diyakini tidak mengalir ke satu tangan saja. Karena itu, KPK didesak merangkul Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melacak ke mana saja "aliran uang panas" tersebut bermuara, tanpa pandang bulu.


​Evaluasi Total: Jangan Sampai Penanganan Bencana Ikut Lumpuh


​Kasus memalukan ini dinilai telah menelanjangi celah fatal dalam tata kelola anggaran darurat di negeri ini. Rieke mendesak adanya audit kelembagaan secara menyeluruh di tubuh BNPB agar skandal korupsi ini tidak sampai melumpuhkan efektivitas negara dalam menangani karhutla yang terus mengancam.


​Selain bersih-bersih internal, reformasi regulasi pengadaan barang dan jasa khusus kebencanaan dipandang sudah darurat untuk dilakukan. Publik kini menagih ketegasan aparat penegak hukum: Apakah para "predator bencana" ini akan berakhir di balik jeruji besi dengan hukuman maksimal, atau kembali lolos lewat celah hukum yang biasa dimainkan. 


​Bagaimana pendapat Anda, pembaca? Apakah hukuman mati pantas dijatuhkan bagi mereka yang memperjualbelikan nyawa rakyat di tengah kepungan asap bencana? Tulis di kolom komentar. (bp). 

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Terciduk OTT KPK



​JAKARTA, MCE - Baru juga menjabat dan hangat-hangatnya memimpin kursi kekuasaan, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo sudah bikin ulah yang bikin jidat berkerut dan jempol netizen gatal. Alih-alih sibuk mengurus rakyat, sang bupati justru sukses mendarat manis di ruang pemeriksaan KPK setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT), Kamis (15/10/2026).


​Nggak tanggung-tanggung, dari tangan sang penguasa daerah ini, tim anti-rasuah mengamankan bungkusan "rezeki nomplok" berupa uang tunai segar yang kalau dihitung-hitung sementara nilainya menyentuh angka Rp 1 miliar!


​"Tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai. Masih proses hitung. Hitungan awal sementara sekitar Rp 1 miliar," kata Jubir KPK Budi Prasetyo, pasang badan membeberkan fakta bikin sesak napas.


​Operasi Senyap, Jaring Ikan Kakap


​Nama Hamenang mendadak jadi pesohor paling dicari setelah Ketua KPK Setyo Budiyanto mengonfirmasi bahwa operasi senyap ini sukses menciduk sang bupati, sejumlah pejabat aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Klaten, hingga kawanan pihak swasta yang diduga jadi aktor di balik layar.


​Sayangnya, pihak KPK masih jual mahal dan memilih bungkam soal detail kasus maupun siapa saja pesohor lain yang ikut "diangkut" ke gedung merah putih.


​Status: Masih sebatas terperiksa.


​Waktu Jemput Paksa: KPK punya waktu 1x24 jam buat membongkar dosa-dosa apa saja yang bikin sang bupati kalap mata sampai kantongi duit miliaran rupiah.


​Sindir Alus Buat Netizen: Wajar Ismoyo atau Wajar Diciduk?


​Namanya emang Hamenang Wajar Ismoyo, tapi netizen +62 langsung kompak memelesetkan judulnya jadi: Wajar Diciduk, Gegara Doyan Nyolong. 


​Gimana enggak, di tengah rakyat yang masih pusing tujuh keliling mikirin harga sembako dan beban hidup, para pejabat ini malah hobi banget main petak umpet sama uang negara. Baru juga diuji jadi pemimpin, eh, malah kepincut godaan duit segepok.


​Kira-kira, uang Rp 1 miliar itu mau buat bagi-bagi THR kilat atau modal nyalon periode selanjutnya, nih, Pak Bupati?


​Bagaimana nasib akhir sang bupati setelah 1x24 jam diinterogasi penyidik KPK? Apakah bakal langsung pakai rompi oranye, atau ada drama "masuk angin" lagi? Tulis komentar julidmu di bawah, dan pantau terus kelanjutan beritanya hanya di sini. (bp). 

​Bukan Sekadar Lomba, Aksi Siswa SMKN 1 Kediri di Bulan Bahasa 2026 Ini Bikin Merinding



​KEDIRI, MCE - Kemeriahan perayaan Bulan Bahasa 2026 di SMKN 1 Kota Kediri semakin membakar semangat. Memasuki hari keempat, ajang bertajuk "Symphony" ini sukses menyedot perhatian berkat panggung apresiasi yang menampilkan kreativitas luar biasa dari para siswa. Kamis (15/10/2026). 

 
​Suasana sekolah mendadak berubah menjadi lautan inspirasi. Berbagai talenta unjuk gigi, mulai dari pembacaan karya sastra yang penuh penghayatan mendalam, penampilan solo vokal yang memukau, hingga harmonisasi musik dari tim paduan suara yang berhasil menghipnotis penonton. 

 
​Kepala SMK Negeri 1 Kota Kediri, Edy Suroto, S.Pd., M.M., turut memberikan dukungan penuh terhadap kreativitas peserta didiknya. 

 
​"Setiap penampilan bagaikan melodi yang menyatukan keberagaman, membuktikan bahwa bahasa dan seni adalah jembatan ekspresi tanpa batas," ujar semangat yang terpancar dari seluruh warga sekolah. 

 
​Antusiasme yang tinggi dari para siswa dan guru kian melengkapi keseruan acara hari ini. Melalui ajang "Symphony", SMKN 1 Kota Kediri tidak hanya merayakan bulan bahasa, tetapi juga membuktikan bahwa karya generasi muda hari ini adalah suara masa depan bangsa.  (bp). 

Rabu, 14 Oktober 2026

​Wujudkan Generasi Sehat, SMKN 2 Tuban Gandeng Puskesmas Kebonsari Gelar Cek Kesehatan Gratis Bagi Seluruh Siswa


TUBAN, MCE - Dalam rangka memantau serta menjaga kondisi kesehatan fisik peserta didik, SMK Negeri 2 Tuban menyelenggarakan kegiatan Screening Cek Kesehatan Gratis (CKG) di aula sekolah. Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan massal ini berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (12–14/10/2026), sebagai hasil kerja sama dengan Puskesmas Kebonsari. Kamis (15/10/2026). 

 
​Kepala SMKN 2 Tuban, Tri Erni Hudayah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa program layanan kesehatan preventif ini diikuti secara menyeluruh oleh seluruh peserta didik dari tingkat kelas X, XI, dan XII. 

 
​Selama kegiatan berlangsung, tenaga kesehatan dari Puskesmas Kebonsari didampingi secara aktif oleh Bapak/Ibu guru pembina Palang Merah Remaja (PMR) beserta para siswa-siswi anggota PMR SMKN 2 Tuban guna memastikan alur pemeriksaan berjalan tertib dan lancar. 

 
​Adapun cakupan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi:


​• Pengecekan kesehatan gigi, mulut, dan telinga.

​• Pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb). 

​• Pengukuran kadar gula darah. 

 
​Melalui deteksi dini kesehatan ini, pihak sekolah berharap para siswa dapat senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan fisik, mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini, serta menumbuhkan kesadaran pentingnya pola hidup sehat selama menempuh pendidikan di lingkungan SMKN 2 Tuban. (bp). 

Bukti Kualitas Vokasi! Kacabdindik Ponorogo Apresiasi Tim Siswi SMK Raih Juara 3 SOLVEX UIN



​PONOROGO, MCE - Di tengah pesatnya perkembangan pendidikan vokasi, kabar gembira datang dari SMK Negeri 1 Ponorogo. Tiga siswinya berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara 3 dalam SOLVEX Competition yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pencapaian ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Ponorogo, Maskun, S. Pd., M.M. Rabu (14/10/2026). 


​Tim tangguh tersebut beranggotakan Salma Fauzita Kumala Adiystie dari kelas XI DKV 2, Navayin Oktavia Aulia Putri dari kelas XI AK 3, dan Rain Shafira Bilqis dari kelas XI AK 4. Mereka menunjukkan dedikasi dan kemampuan yang luar biasa dalam kompetisi bertajuk Management Culture Event ini, yang diselenggarakan pada tahun 2026. Prestasi ini semakin istimewa karena mereka mampu bersaing dengan peserta lain, yang banyak di antaranya adalah mahasiswa perguruan tinggi.


​Kacabdindik Maskun menyatakan rasa bangganya atas pencapaian para siswi tersebut. "Prestasi ini bukan hanya membanggakan bagi sekolah, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Ponorogo. Ini adalah bukti nyata bahwa kualitas pendidikan vokasi di wilayah kita semakin diakui dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Kami akan terus mendukung dan memfasilitasi upaya peningkatan kualitas pendidikan di seluruh sekolah binaan kami," ujar Maskun.


​Pihak SMK Negeri 1 Ponorogo juga menyambut baik prestasi ini. "Kami sangat bangga dengan pencapaian Salma, Navayin, dan Rain. Mereka telah menunjukkan semangat juang yang tinggi dan kemampuan yang luar biasa. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus belajar dan mengukir prestasi di berbagai bidang," kata perwakilan sekolah. (bp). 

Hattrick Prestasi SMKN 1 Jatirogo Tuban: Dari Juara POPDA 2026 Hingga Alumni Jadi Pilot Drone Profesional




​TUBAN, MCE – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Jatirogo, Kabupaten Tuban, kembali membuktikan kualitas dan relevansi pendidikannya di kancah daerah maupun dunia industri. Dalam satu momen kebanggaan, sekolah ini mengumumkan serangkaian prestasi gemilang, mulai dari kemenangan di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Tuban Tahun 2026 hingga penempatan alumni sebagai tenaga ahli di perusahaan perkebunan besar. Rabu (14/10/2026). 


​Pencapaian luar biasa ini diawali dengan torehan prestasi di bidang non-akademik. Salah satu siswa terbaik SMKN 1 Jatirogo, Ahmad Rio Alviansyah dari Kelas XII TKR 1, berhasil meraih Juara 1 Lempar Lembing pada ajang POPDA Kabupaten Tuban Tahun 2026. Keberhasilan Rio menjadi bukti dedikasi tinggi siswa dan program pembinaan olahraga sekolah yang efektif.


​Tak hanya di lapangan atletik, di arena digital yang sedang tren, Tim E-Sports SMKN 1 Jatirogo juga menunjukkan taringnya. Mereka sukses merebut posisi Juara 3 Mobile Legends Bang Bang (MLBB) pada ajang yang sama, POPDA Kabupaten Tuban 2026. Ini menunjukkan adaptasi sekolah terhadap minat siswa dan kemampuannya untuk berprestasi di bidang teknologi dan e-sports yang kompetitif.


​Melengkapi kebanggaan sekolah, SMKN 1 Jatirogo juga membuktikan relevansi lulusannya di dunia kerja. Dua orang alumni, Eikki Pramadya Nafis Athallah dan Muhammad Aziz Alfyan, telah resmi direkrut oleh perusahaan perkebunan ternama, PT. Buana Tunas Sejahtera. Keduanya akan ditempatkan sebagai Pilot Drone Agri profesional untuk wilayah penempatan di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Penempatan ini menunjukkan kompetensi lulusan dalam menggunakan teknologi terkini di sektor pertanian.


​Komitmen untuk Generasi Berprestasi dan Siap Kerja


​Menanggapi serangkaian pencapaian ini, Kepala SMKN 1 Jatirogo, Bapak Darusman, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh siswa, guru pembimbing, dan pelatih.


​“Prestasi ini adalah hasil kerja keras, disiplin, dan sinergi yang luar biasa dari seluruh elemen sekolah. Kami bangga melihat siswa-siswi kami tidak hanya unggul di bidang akademis dan vokasi, tetapi juga mampu menunjukkan kualitasnya di ajang olahraga dan memiliki kesiapan karier yang luar biasa,” ujar Darusman.
​

Beliau menekankan bahwa komitmen sekolah adalah terus melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dan berkarakter, tetapi juga siap kerja dengan keahlian yang relevan.


​“Slogan kami, ‘Terus Berjuang Raih Mimpi’, menjadi landasan bagi setiap langkah kami. Penempatan alumni kami sebagai Pilot Drone Agri di perusahaan besar adalah bukti nyata bahwa kurikulum kami selaras dengan kebutuhan industri. Kami ingin memastikan setiap lulusan memiliki bekal yang kuat untuk meraih masa depan yang lebih baik, baik melalui jalur prestasi, kewirausahaan, maupun penempatan kerja,” tambahnya dengan visioner.
​

Prestasi ini semakin mengukuhkan posisi SMKN 1 Jatirogo sebagai lembaga pendidikan vokasi unggulan di Kabupaten Tuban, yang tidak hanya mencetak tenaga kerja terampil, tetapi juga melahirkan generasi muda yang berprestasi dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa. (bp). 

Selasa, 13 Oktober 2026

​Guncang Jawa Timur! Tim Passondan SMAN 1 Padangan Borong Gelar Juara & Raih 'Golden Ticket' Kejurnas



BOJONEGORO - SMAN 1 Padangan, Bojonegoro, kembali mengukir tinta emas di kancah regional Jawa Timur. Tidak tanggung-tanggung, perwakilan sekolah ini, Tim Passondan, berhasil mencatatkan prestasi gemilang di Kejurda FORBASI Jatim 2026. Mereka tidak hanya membawa pulang trofi, tetapi juga menyapu bersih gelar bergengsi, termasuk tiket langsung menuju panggung nasional (Kejurnas). Rabu (14/10/2026). 


​Prestasi fenomenal ini bukan sekadar kemenangan biasa. Berdasarkan pengumuman resmi dari panitia, Tim Passondan SMAN 1 Padangan berhasil mengamankan empat gelar utama secara beruntun. Puncaknya adalah diraihnya gelar JUARA UTAMA 1, yang secara otomatis memberikan mereka "GOLDEN TICKET KEJURNAS" – sebuah pengakuan tertinggi dan kesempatan untuk bersaing di tingkat nasional.


​Berikut adalah rincian lengkap dari capaian luar biasa Tim Passondan SMAN 1 Padangan:


•  Juara Utama 1 (Berhak atas Golden Ticket Kejurnas)

​• Utama 1 Grub A

​• Best PBB (Baris-Berbaris Terbaik) Grub A

​• Best Danton (Komandan Peleton Terbaik) Grub A, untuk penampilan luar biasa sang pemimpin.


​Kepala SMAN 1 Padangan, PURNOMO, M.Pd., mengungkapkan rasa bangga yang mendalam dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para siswa-siswi Tim Passondan serta para pelatih.


​"Prestasi luar biasa ini adalah wujud nyata dari sinergi tanpa henti antara dedikasi siswa, kerja keras pelatih, serta dukungan penuh dari sekolah dan komite," ujar Purnomo. "Ini juga membuktikan bahwa motto sekolah kita, 'Kolaborasi - Inovasi - Prestasi', bukan sekadar kata-kata kosong, melainkan sebuah realitas yang kita hidupi. Tim Passondan telah membuktikan bahwa dengan inovasi strategi dan kolaborasi yang solid, prestasi terbaik dapat diraih, bahkan di level yang paling kompetitif."


​Capaian Best PBB dan Best Danton menunjukkan bahwa kemenangan ini diraih dengan keunggulan teknis yang komprehensif, tidak hanya dari segi performa kelompok tetapi juga dari segi kepemimpinan yang kuat. Keberhasilan menyapu bersih berbagai kategori di Grup A menandai dominasi yang tidak terbantahkan.


​Keberhasilan SMAN 1 Padangan, sebuah sekolah dari tingkat kecamatan, yang mampu menguasai kompetisi tingkat provinsi adalah sinyal kuat bagi seluruh instansi pendidikan lainnya. Dengan persiapan matang dan semangat pantang menyerah, batasan regional bukanlah halangan untuk bersaing di level tertinggi.


​Netizen dan komunitas pendidikan Bojonegoro pun ramai-ramai menyampaikan ucapan selamat di media sosial, menjadikannya sebagai kabar gembira yang inspiratif bagi generasi muda.


​Kini, Tim Passondan SMAN 1 Padangan memiliki target baru: membuktikan taji mereka di panggung Kejurnas. Mata publik nasional akan tertuju pada langkah mereka selanjutnya.


​Sekali lagi, Selamat dan Sukses untuk SMAN 1 Padangan dan Tim Passondan! Ukir sejarah baru dan jadilah kebanggaan. (bp). 

Berita Terbaru