Sabtu, 20 Juni 2026

​Cetak Atlet Bermental Juara, Bupati Yes Resmi Buka Kejuaraan Sambo Piala Bupati 2026




​LAMONGAN, MCE – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menunjukkan komitmen serius dalam pengembangan prestasi olahraga. Hal ini dibuktikan dengan diselenggarakannya Kejuaraan Sambo Piala Bupati Kabupaten Lamongan Tahun 2026 yang resmi dibuka oleh Bupati Yuhronur Efendi di GOR Sport Center Lamongan, Sabtu (20/6).


​Kejuaraan yang menjadi tonggak sejarah bagi perkembangan olahraga bela diri asal Rusia ini dihelat sebagai langkah strategis untuk memetakan potensi sekaligus membina atlet-atlet lokal agar siap menembus kancah kompetisi yang lebih tinggi, baik di tingkat provinsi maupun nasional.


​Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan momentum krusial untuk mematangkan kesiapan fisik dan mental para atlet.


​"Hari ini kita memulai langkah nyata melalui kejuaraan sambo. Tujuannya jelas, yakni mempersiapkan diri agar cabang olahraga sambo di Kabupaten Lamongan memiliki fondasi yang kuat, sehingga nantinya kita mantap dalam menyongsong kejuaraan di tingkat provinsi hingga nasional," ungkap Pak Yes di hadapan para peserta.


​Lebih lanjut, Pak Yes memberikan motivasi kepada para atlet muda untuk tetap konsisten dalam berlatih. Ia menekankan bahwa disiplin adalah kunci utama untuk mengukir prestasi yang dapat mengharumkan nama daerah.


​"Teruslah berlatih dan ukir prestasi terbaik. Saya berharap kalian menjadi atlet-atlet kebanggaan yang mampu mengharumkan Kabupaten Lamongan. Semoga melalui kejuaraan ini, sambo semakin dikenal dan dicintai oleh masyarakat luas sebagai cabang olahraga yang bergengsi," tambahnya.


​Di sisi lain, Ketua Umum Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) Kabupaten Lamongan, Agus Jali, menjelaskan bahwa turnamen ini merupakan kali pertama dilaksanakan di Kabupaten Lamongan. Meski tergolong baru, animo peserta cukup menggembirakan dengan diikuti oleh 32 atlet potensial.


​"Ini adalah ajang perdana yang kami laksanakan. Kami berharap kejuaraan ini menjadi wadah efektif dalam menjaring bibit-bibit atlet sambo yang berbakat, sehingga ke depannya Lamongan mampu melahirkan talenta-talenta yang diperhitungkan di dunia olahraga bela diri," ujar Agus Jali.


​Kejuaraan Sambo Piala Bupati 2026 ini diharapkan menjadi katalisator bagi perkembangan olahraga di Lamongan, serta menjadi agenda rutin yang mampu menjamin regenerasi atlet muda yang berdaya saing tinggi. Dengan semangat kompetisi yang sehat, Lamongan optimistis mampu menempatkan atlet-atletnya di podium tertinggi pada berbagai ajang olahraga di masa depan. (s.genk). 

Jumat, 19 Juni 2026

Geopark Bojonegoro Akselerasi Status UNESCO Global Geopark: Tinjau Kekayaan Geologi hingga Sentra UMKM




​BOJONEGORO, MCE – Langkah strategis Geopark Bojonegoro dalam mengusung tema Unique Petroleum System terus dimatangkan sebagai upaya nyata meraih status UNESCO Global Geopark (UGGp). Pada hari kedua rangkaian studi lapang pra-validasi, Jumat (19/6/2026), tim penilai melakukan observasi mendalam terhadap sejumlah situs strategis di wilayah tersebut.


​Kegiatan ini melibatkan sinergi lintas sektor, termasuk Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kementerian terkait, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama para pemangku kepentingan lainnya.


​Rangkaian agenda hari kedua diawali dengan kunjungan ke Geosite Kedung Lantung guna memverifikasi potensi geologi yang ada. Peninjauan kemudian berlanjut ke sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat, yakni sentra batik UMKM di Desa Jono. Tim kemudian melanjutkan perjalanan menelusuri keanekaragaman bentang alam melalui kunjungan ke Hutan Jati Gondang, Mata Air Panas Banyu Kuning, serta kawasan wisata Negeri Atas Angin.


​Dalam agenda tersebut, tim juga meninjau Geosite Kayangan Api yang menjadi salah satu ikon geologi andalan Bojonegoro. Rangkaian studi lapang ditutup dengan apresiasi terhadap khazanah budaya lokal, di mana tim disuguhi pertunjukan kesenian tradisional Cokek'an.


​Perpaduan antara kekayaan geologi dan kearifan lokal ini diharapkan menjadi nilai tambah krusial dalam penilaian menuju pengakuan internasional. Komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menjaga kelestarian situs serta mengembangkan ekonomi berbasis komunitas dinilai menjadi faktor determinan dalam mewujudkan visi Bojonegoro sebagai destinasi UNESCO Global Geopark. (bp). 

​Modus Beli Rokok Berujung Petaka, Nenek 60 Tahun di Lumajang Dirampok Komplotan 'Penjudi Online'




​LUMAJANG, MCE – Aksi kejam menyasar warga lanjut usia terjadi di Dusun Wonorejo, Desa Kandangtepus, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Seorang nenek berusia 60 tahun bernama Siti Indiya, harus menelan pil pahit setelah toko kelontongnya menjadi sasaran perampokan sadis oleh komplotan yang diduga kecanduan judi online.


​Skenario Keji: 10 Kali Observasi


​Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, mengungkapkan bahwa para pelaku bukanlah pemain baru. Mereka telah memetakan target dengan sangat presisi. Selama beberapa waktu, komplotan ini tercatat bolak-balik ke toko korban hingga 10 kali dengan berpura-pura menjadi pembeli.


​"Mereka sudah merencanakan dengan matang. Mereka memantau kebiasaan korban dan mengetahui persis di mana harta benda disimpan," tegas AKBP Alex dalam konferensi pers di Mapolres Lumajang, Jumat (19/6/2026).


​Eksekusi di Balik Etalase


​Puncak aksi kriminal ini terjadi pada Sabtu (13/6/2026) sore. Dengan modus klasik membeli rokok, dua pelaku berinisial MY (40) dan FR (27) melancarkan aksinya. Begitu korban lengah saat melayani, FR dengan beringas memanjat etalase dan membekap Siti Indiya.


​Di saat bersamaan, MY yang bertindak sebagai eksekutor merampas perhiasan emas seberat 50 gram dari tubuh korban dan menggasak uang tunai sebesar Rp20 juta yang tersimpan di dalam tas.


​Habis untuk Judi Online


​Hasil penyelidikan mengungkap fakta miris di balik perampokan ini. Emas hasil jarahan tersebut langsung dijual dengan nilai Rp70 juta, yang kemudian dibagi-bagi antar anggota komplotan.


​"Motif utamanya adalah ekonomi. Mereka terjepit utang dan, yang paling memprihatinkan, sebagian besar uang hasil kejahatan ini habis digunakan untuk bermain judi online," tambah AKBP Alex.


​Buru Dua Pelaku Lain


​Saat ini, MY dan FR telah meringkuk di balik jeruji besi Polres Lumajang. Namun, kasus ini belum sepenuhnya tuntas. Polisi kini tengah memburu dua anggota komplotan lainnya, MB dan AD, yang berperan sebagai pemantau situasi dan pengatur jalur pelarian.


​"Identitas dua pelaku yang buron sudah kami kantongi. Kami imbau mereka segera menyerahkan diri sebelum tindakan tegas terukur kami lakukan," tegas Kapolres.


​Kini, MY dan FR harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Keduanya dijerat dengan Pasal 479 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. (bp). 

Rabu, 17 Juni 2026

​Dominasi MTsN 1 Bojonegoro: Tim Futsal Sabet Juara Piala Karisidenan, Bukti Nyata Prestasi Tanpa Batas




​BOJONEGORO, MCE – Gelombang prestasi kembali mengharumkan nama MTsN 1 Bojonegoro. Kali ini, talenta muda dari lapangan futsal berhasil membuktikan kualitasnya dengan menyabet gelar Juara Piala Karisidenan pada Rabu, 17 Juni 2026. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan madrasah, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa siswa MTsN 1 Bojonegoro mampu bersaing dan mendominasi di level regional.


​Keberhasilan ini disambut dengan rasa syukur mendalam oleh jajaran pimpinan madrasah. Kepala MTsN 1 Bojonegoro, M. Saifuddin Yulianto, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam perjuangan panjang ini.


​"Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT. Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan doa seluruh keluarga besar MTsN 1 Bojonegoro. Terima kasih saya ucapkan kepada Bapak/Ibu orang tua siswa serta seluruh pihak yang tak henti-hentinya memberikan dukungan moril maupun materiil," ujar M. Saifuddin Yulianto.


​Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa raihan trofi di Piala Karisidenan ini bukanlah titik akhir, melainkan pemantik bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan potensi diri. Ia berharap prestasi ini mampu menular ke bidang-bidang akademik maupun non-akademik lainnya.


​"Semoga momentum ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa MTsN 1 Bojonegoro untuk terus berprestasi. Kami berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan mampu mengharumkan nama madrasah di kancah yang lebih luas," tambahnya dengan optimis.


​Kemenangan ini sekaligus menegaskan bahwa MTsN 1 Bojonegoro terus bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang seimbang, yakni mendidik siswa agar cerdas secara intelektual, tangguh secara fisik, dan santun dalam berperilaku. (bp). 



*HUMAS ERA DIGITAL: CEPAT, JUJUR, DIPERCAYA*




_Oleh: M. Luthfillah, http://M.Ag._  

_Praktisi Humas MAN 2 Lamongan_


Era digital meruntuhkan tembok kehumasan lama. Dulu cukup kirim rilis. Kini satu video TikTok warga bisa mengalahkan sepuluh siaran pers. Telepon genggam masyarakat lebih cepat dari mesin cetak. Humas tidak lagi jadi "tukang rilis", tapi "juru damai digital".


Tuntutan pertama: cepat. _Fast responder_ mengalahkan kesempurnaan. Klarifikasi 80% benar dalam 30 menit lebih dipercaya publik daripada rilis 100% benar tapi telat dua hari. Hoaks tidak pernah menunggu. Humas harus hadir di detik pertama. Sebab di dunia maya, ruang kosong informasi akan langsung diisi asumsi. Kalau humas telat, netizen yang isi. Dan isinya jarang yang adem.


Tuntutan kedua: jujur. Godaan "edit foto biar kinclong" adalah racun. Netizen 2026 sangat kritis. Satu kebohongan ketahuan, kepercayaan runtuh. Humas hebat berani bilang ke pimpinan: "Pak, kita akui kurangnya, lalu tunjukkan solusinya". Kejujuran itu mahal, tapi lebih murah daripada biaya "damage control" seminggu penuh. Publik sekarang lebih hormat pada instansi yang bilang "kami salah, ini perbaikannya" daripada yang ngeles muter-muter.


Sebab tugas humas kini bergeser: dari penyebar informasi menjadi penerjemah kepercayaan. Ubah bahasa APBD jadi bahasa ibu-ibu: "Dana ini untuk aspal 3 km biar tidak becek". Ubah data stunting jadi cerita: "Adik Aisyah sekarang nambah 2 kg karena dapat PMT". Data tanpa narasi = angka mati. Narasi tanpa data = dongeng. Humas yang jago adalah yang menikahkan keduanya.


*Tuntutan ketiga: hadir di “lapangan digital”.*  

Jangan cuma nongkrong di grup WA internal. Masuk ke kolom komentar TikTok, pantau story IG warga, dengerin keluhan di grup RT. Itu riset gratis. Humas era digital harus punya “telinga algoritma”. Apa yang lagi ramai dibicarakan warga? Apa yang bikin mereka marah jam 2 pagi? Dari situ humas bisa kasih warning ke pimpinan sebelum masalah jadi bola salju. Jadi telinga pimpinan, jadi tameng organisasi.


*Tuntutan keempat: ajak semua jadi humas.*  

Di era semua orang jadi media, setiap ASN adalah humas. Satpam yang ramah, TU yang jawab WA cepat, guru yang update kegiatan sekolah — itu semua konten. Yang menang bukan yang teriak paling kencang, tapi yang paling dipercaya. Kepercayaan nggak bisa diedit di Photoshop. Dia dibangun dari konsistensi kecil tiap hari.


Dan pondasinya jelas. Allah sudah berpesan jauh sebelum ada TikTok: "Katakanlah ucapan yang baik" QS. Al-Baqarah:83. Cepat tanpa adab jadi hoaks. Jujur tanpa hikmah jadi nyakitin. Maka humas muslim hari ini harus 3-in-1: cepat seperti kilat, jujur seperti Nabi, dan santun seperti ayat.


Di 1447 H ini, mari kita hijrahkan humas. Dari humas yang “jaga citra” jadi Humas yang "jaga amanah"

Siap Sambut Delegasi Internasional, Yogyakarta Gelar 17th ACWG-RASA Juli Mendatang ​




​YOGYAKARTA, MCE – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali dipercaya menjadi panggung utama bagi diplomasi internasional. Kota Budaya ini terpilih sebagai tuan rumah perhelatan 17th ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangement (17th ACWG-RASA) yang akan diselenggarakan selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Juli 2026 mendatang.


​Pertemuan strategis yang berpusat di Hotel De Djokja ini menjadi momentum krusial bagi penguatan kerja sama berkelanjutan di sektor transportasi udara antara negara-negara ASEAN dan China. Rencana perhelatan ini telah mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, setelah menerima kunjungan Direktur Angkutan Udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI, Agustinus Budi Hartono, di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Rabu (17/06).


​Agustinus Budi Hartono menyatakan, dukungan Gubernur DIY menjadi katalis penting bagi kesuksesan agenda ini. "Kami telah melaporkan agenda pertemuan ASEAN-China ini kepada Bapak Gubernur. Beliau menyambut baik dan berkomitmen memberikan dukungan penuh. Bahkan, terdapat kemungkinan Bapak Gubernur akan membuka langsung forum tersebut," ujar Agustinus.


​Lebih dari sekadar pertemuan rutin, forum ini diproyeksikan akan dihadiri oleh kurang lebih 200 delegasi dari berbagai negara, termasuk perwakilan dari 22 perusahaan penerbangan internasional.


​Lebih lanjut, Agustinus menegaskan bahwa pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi pertemuan tahun ini bukan tanpa alasan. Pemerintah pusat berupaya memanfaatkan forum ini sebagai ajang promosi strategis untuk meningkatkan trafik penerbangan internasional di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).


​"Tahun ini Indonesia mendapat giliran sebagai tuan rumah. Kami sengaja memilih Yogyakarta untuk mengeksplorasi potensi Bandara YIA agar dapat menarik lebih banyak penerbangan internasional. Selain itu, kami ingin mempromosikan destinasi wisata unggulan Yogyakarta di hadapan para delegasi. Kami berharap, kehadiran 22 perusahaan penerbangan ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih konkret di masa depan," pungkasnya.


​Dengan agenda ini, Yogyakarta diharapkan tidak hanya memperkuat perannya dalam peta transportasi udara regional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi daerah di kancah global. (bp) . 

Atlet Kempo Tuban Raih 16 Medali di Kejuaraan Shorinji Kempo Piala Wali Kota Surabaya 2026



Tuban, MCE – Kontingen Shorinji Kempo Kabupaten Tuban kembali mengukir prestasi membanggakan pada ajang Kejuaraan Shorinji Kempo Provinsi Jawa Timur Piala Wali Kota Surabaya Tahun 2026 yang berlangsung di GOR Gelora Bung Tomo Surabaya pada 14–16 Juni 2026.


Dalam kejuaraan yang diikuti sekitar 247 atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur tersebut, atlet-atlet Tuban berhasil membawa pulang 16 medali, terdiri atas 7 medali emas, 6 medali perak, dan 3 medali perunggu.


Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia (Perkemi) Tuban, Hari Winarko, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian para kenshi Tuban. Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras atlet, pelatih, serta dukungan berbagai pihak yang selama ini terus mengawal proses pembinaan.


“Alhamdulillah, para atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Mereka tampil dengan semangat juang yang tinggi dan berhasil bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur. Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan Kempo di Tuban berjalan dengan baik,” ujarnya.


Sejumlah atlet tampil gemilang dan menjadi penyumbang medali emas bagi Tuban. Bushido Ajie Saputra berhasil meraih dua medali emas pada nomor Tandoku Putra Kyu I Remaja B dan Randori Putra kelas 65 kilogram. Prestasi serupa diraih Lutfi Rizki Wahyu Utama yang meraih emas pada nomor Tandoku Putra Kyu II Remaja A dan Embu Beregu Campuran Kyu Kenshi.


Selain itu, medali emas juga disumbangkan oleh Sabrina Nasikhatul Husna pada nomor Tandoku Putri Kyu II Remaja A, Kaysha Cahyani Syam Soraya pada nomor Embu Berpasangan Putri Kyu II Remaja A dan Embu Beregu Campuran, Shafa Hermawan pada nomor Embu Berpasangan Putri Kyu III Remaja A dan Embu Beregu Campuran Kyu Kenshi, serta Antonius Dwiyanto Agun pada nomor Tandoku Putra Dewasa Kyu II.


Tak hanya emas, para atlet Tuban juga mengoleksi sejumlah medali perak melalui penampilan impresif dari Tahfaqul Manan Ramadhani, Aurora Felicia Hermawan, Salwa Agustin Assyifa, Muhammad Rhelza A., serta atlet lainnya di berbagai nomor tandoku, embu, maupun randori.


Sementara itu, medali perunggu turut disumbangkan oleh Tahfaqul Manan Ramadhani, Sabrina Nasikhatul Husna, Shafa Hermawan, Antonius Dwiyanto Agun, Wahyudin Saputra Umar, dan Ega Pramudya.


Hari Winarko menambahkan bahwa capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan-kejuaraan berikutnya.


“Prestasi ini bukan akhir dari perjuangan. Kami berharap para atlet tetap rendah hati, terus berlatih, dan menjadikan hasil ini sebagai pemacu untuk meraih prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.


Atas keberhasilan tersebut, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan pengurus Perkemi Tuban yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.


Menurut Bupati, prestasi yang diraih menunjukkan bahwa generasi muda Tuban memiliki potensi besar untuk berkompetisi dan berprestasi di bidang olahraga. Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda lainnya untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki.


“Terima kasih atas dedikasi dan perjuangan para atlet yang telah membawa nama baik Kabupaten Tuban. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan melahirkan lebih banyak atlet berprestasi dari Tuban,” tuturnya.


Keberhasilan meraih 16 medali pada Kejuaraan Shorinji Kempo Piala Wali Kota Surabaya 2026 semakin memperkuat posisi Kabupaten Tuban sebagai salah satu daerah yang konsisten melahirkan atlet-atlet berprestasi di cabang olahraga bela diri. Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga yang berkelanjutan mampu menghasilkan capaian yang membanggakan bagi daerah. (bp).

Berita Terbaru