Rabu, 17 Juni 2026

​Dominasi MTsN 1 Bojonegoro: Tim Futsal Sabet Juara Piala Karisidenan, Bukti Nyata Prestasi Tanpa Batas




​BOJONEGORO, MCE – Gelombang prestasi kembali mengharumkan nama MTsN 1 Bojonegoro. Kali ini, talenta muda dari lapangan futsal berhasil membuktikan kualitasnya dengan menyabet gelar Juara Piala Karisidenan pada Rabu, 17 Juni 2026. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan madrasah, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa siswa MTsN 1 Bojonegoro mampu bersaing dan mendominasi di level regional.


​Keberhasilan ini disambut dengan rasa syukur mendalam oleh jajaran pimpinan madrasah. Kepala MTsN 1 Bojonegoro, M. Saifuddin Yulianto, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam perjuangan panjang ini.


​"Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT. Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan doa seluruh keluarga besar MTsN 1 Bojonegoro. Terima kasih saya ucapkan kepada Bapak/Ibu orang tua siswa serta seluruh pihak yang tak henti-hentinya memberikan dukungan moril maupun materiil," ujar M. Saifuddin Yulianto.


​Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa raihan trofi di Piala Karisidenan ini bukanlah titik akhir, melainkan pemantik bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan potensi diri. Ia berharap prestasi ini mampu menular ke bidang-bidang akademik maupun non-akademik lainnya.


​"Semoga momentum ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa MTsN 1 Bojonegoro untuk terus berprestasi. Kami berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan mampu mengharumkan nama madrasah di kancah yang lebih luas," tambahnya dengan optimis.


​Kemenangan ini sekaligus menegaskan bahwa MTsN 1 Bojonegoro terus bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang seimbang, yakni mendidik siswa agar cerdas secara intelektual, tangguh secara fisik, dan santun dalam berperilaku. (bp). 



*HUMAS ERA DIGITAL: CEPAT, JUJUR, DIPERCAYA*




_Oleh: M. Luthfillah, http://M.Ag._  

_Praktisi Humas MAN 2 Lamongan_


Era digital meruntuhkan tembok kehumasan lama. Dulu cukup kirim rilis. Kini satu video TikTok warga bisa mengalahkan sepuluh siaran pers. Telepon genggam masyarakat lebih cepat dari mesin cetak. Humas tidak lagi jadi "tukang rilis", tapi "juru damai digital".


Tuntutan pertama: cepat. _Fast responder_ mengalahkan kesempurnaan. Klarifikasi 80% benar dalam 30 menit lebih dipercaya publik daripada rilis 100% benar tapi telat dua hari. Hoaks tidak pernah menunggu. Humas harus hadir di detik pertama. Sebab di dunia maya, ruang kosong informasi akan langsung diisi asumsi. Kalau humas telat, netizen yang isi. Dan isinya jarang yang adem.


Tuntutan kedua: jujur. Godaan "edit foto biar kinclong" adalah racun. Netizen 2026 sangat kritis. Satu kebohongan ketahuan, kepercayaan runtuh. Humas hebat berani bilang ke pimpinan: "Pak, kita akui kurangnya, lalu tunjukkan solusinya". Kejujuran itu mahal, tapi lebih murah daripada biaya "damage control" seminggu penuh. Publik sekarang lebih hormat pada instansi yang bilang "kami salah, ini perbaikannya" daripada yang ngeles muter-muter.


Sebab tugas humas kini bergeser: dari penyebar informasi menjadi penerjemah kepercayaan. Ubah bahasa APBD jadi bahasa ibu-ibu: "Dana ini untuk aspal 3 km biar tidak becek". Ubah data stunting jadi cerita: "Adik Aisyah sekarang nambah 2 kg karena dapat PMT". Data tanpa narasi = angka mati. Narasi tanpa data = dongeng. Humas yang jago adalah yang menikahkan keduanya.


*Tuntutan ketiga: hadir di “lapangan digital”.*  

Jangan cuma nongkrong di grup WA internal. Masuk ke kolom komentar TikTok, pantau story IG warga, dengerin keluhan di grup RT. Itu riset gratis. Humas era digital harus punya “telinga algoritma”. Apa yang lagi ramai dibicarakan warga? Apa yang bikin mereka marah jam 2 pagi? Dari situ humas bisa kasih warning ke pimpinan sebelum masalah jadi bola salju. Jadi telinga pimpinan, jadi tameng organisasi.


*Tuntutan keempat: ajak semua jadi humas.*  

Di era semua orang jadi media, setiap ASN adalah humas. Satpam yang ramah, TU yang jawab WA cepat, guru yang update kegiatan sekolah — itu semua konten. Yang menang bukan yang teriak paling kencang, tapi yang paling dipercaya. Kepercayaan nggak bisa diedit di Photoshop. Dia dibangun dari konsistensi kecil tiap hari.


Dan pondasinya jelas. Allah sudah berpesan jauh sebelum ada TikTok: "Katakanlah ucapan yang baik" QS. Al-Baqarah:83. Cepat tanpa adab jadi hoaks. Jujur tanpa hikmah jadi nyakitin. Maka humas muslim hari ini harus 3-in-1: cepat seperti kilat, jujur seperti Nabi, dan santun seperti ayat.


Di 1447 H ini, mari kita hijrahkan humas. Dari humas yang “jaga citra” jadi Humas yang "jaga amanah"

Siap Sambut Delegasi Internasional, Yogyakarta Gelar 17th ACWG-RASA Juli Mendatang ​




​YOGYAKARTA, MCE – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali dipercaya menjadi panggung utama bagi diplomasi internasional. Kota Budaya ini terpilih sebagai tuan rumah perhelatan 17th ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangement (17th ACWG-RASA) yang akan diselenggarakan selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Juli 2026 mendatang.


​Pertemuan strategis yang berpusat di Hotel De Djokja ini menjadi momentum krusial bagi penguatan kerja sama berkelanjutan di sektor transportasi udara antara negara-negara ASEAN dan China. Rencana perhelatan ini telah mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, setelah menerima kunjungan Direktur Angkutan Udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI, Agustinus Budi Hartono, di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Rabu (17/06).


​Agustinus Budi Hartono menyatakan, dukungan Gubernur DIY menjadi katalis penting bagi kesuksesan agenda ini. "Kami telah melaporkan agenda pertemuan ASEAN-China ini kepada Bapak Gubernur. Beliau menyambut baik dan berkomitmen memberikan dukungan penuh. Bahkan, terdapat kemungkinan Bapak Gubernur akan membuka langsung forum tersebut," ujar Agustinus.


​Lebih dari sekadar pertemuan rutin, forum ini diproyeksikan akan dihadiri oleh kurang lebih 200 delegasi dari berbagai negara, termasuk perwakilan dari 22 perusahaan penerbangan internasional.


​Lebih lanjut, Agustinus menegaskan bahwa pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi pertemuan tahun ini bukan tanpa alasan. Pemerintah pusat berupaya memanfaatkan forum ini sebagai ajang promosi strategis untuk meningkatkan trafik penerbangan internasional di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).


​"Tahun ini Indonesia mendapat giliran sebagai tuan rumah. Kami sengaja memilih Yogyakarta untuk mengeksplorasi potensi Bandara YIA agar dapat menarik lebih banyak penerbangan internasional. Selain itu, kami ingin mempromosikan destinasi wisata unggulan Yogyakarta di hadapan para delegasi. Kami berharap, kehadiran 22 perusahaan penerbangan ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih konkret di masa depan," pungkasnya.


​Dengan agenda ini, Yogyakarta diharapkan tidak hanya memperkuat perannya dalam peta transportasi udara regional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi daerah di kancah global. (bp) . 

Atlet Kempo Tuban Raih 16 Medali di Kejuaraan Shorinji Kempo Piala Wali Kota Surabaya 2026



Tuban, MCE – Kontingen Shorinji Kempo Kabupaten Tuban kembali mengukir prestasi membanggakan pada ajang Kejuaraan Shorinji Kempo Provinsi Jawa Timur Piala Wali Kota Surabaya Tahun 2026 yang berlangsung di GOR Gelora Bung Tomo Surabaya pada 14–16 Juni 2026.


Dalam kejuaraan yang diikuti sekitar 247 atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur tersebut, atlet-atlet Tuban berhasil membawa pulang 16 medali, terdiri atas 7 medali emas, 6 medali perak, dan 3 medali perunggu.


Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia (Perkemi) Tuban, Hari Winarko, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian para kenshi Tuban. Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras atlet, pelatih, serta dukungan berbagai pihak yang selama ini terus mengawal proses pembinaan.


“Alhamdulillah, para atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Mereka tampil dengan semangat juang yang tinggi dan berhasil bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur. Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan Kempo di Tuban berjalan dengan baik,” ujarnya.


Sejumlah atlet tampil gemilang dan menjadi penyumbang medali emas bagi Tuban. Bushido Ajie Saputra berhasil meraih dua medali emas pada nomor Tandoku Putra Kyu I Remaja B dan Randori Putra kelas 65 kilogram. Prestasi serupa diraih Lutfi Rizki Wahyu Utama yang meraih emas pada nomor Tandoku Putra Kyu II Remaja A dan Embu Beregu Campuran Kyu Kenshi.


Selain itu, medali emas juga disumbangkan oleh Sabrina Nasikhatul Husna pada nomor Tandoku Putri Kyu II Remaja A, Kaysha Cahyani Syam Soraya pada nomor Embu Berpasangan Putri Kyu II Remaja A dan Embu Beregu Campuran, Shafa Hermawan pada nomor Embu Berpasangan Putri Kyu III Remaja A dan Embu Beregu Campuran Kyu Kenshi, serta Antonius Dwiyanto Agun pada nomor Tandoku Putra Dewasa Kyu II.


Tak hanya emas, para atlet Tuban juga mengoleksi sejumlah medali perak melalui penampilan impresif dari Tahfaqul Manan Ramadhani, Aurora Felicia Hermawan, Salwa Agustin Assyifa, Muhammad Rhelza A., serta atlet lainnya di berbagai nomor tandoku, embu, maupun randori.


Sementara itu, medali perunggu turut disumbangkan oleh Tahfaqul Manan Ramadhani, Sabrina Nasikhatul Husna, Shafa Hermawan, Antonius Dwiyanto Agun, Wahyudin Saputra Umar, dan Ega Pramudya.


Hari Winarko menambahkan bahwa capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan-kejuaraan berikutnya.


“Prestasi ini bukan akhir dari perjuangan. Kami berharap para atlet tetap rendah hati, terus berlatih, dan menjadikan hasil ini sebagai pemacu untuk meraih prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.


Atas keberhasilan tersebut, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan pengurus Perkemi Tuban yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.


Menurut Bupati, prestasi yang diraih menunjukkan bahwa generasi muda Tuban memiliki potensi besar untuk berkompetisi dan berprestasi di bidang olahraga. Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda lainnya untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki.


“Terima kasih atas dedikasi dan perjuangan para atlet yang telah membawa nama baik Kabupaten Tuban. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan melahirkan lebih banyak atlet berprestasi dari Tuban,” tuturnya.


Keberhasilan meraih 16 medali pada Kejuaraan Shorinji Kempo Piala Wali Kota Surabaya 2026 semakin memperkuat posisi Kabupaten Tuban sebagai salah satu daerah yang konsisten melahirkan atlet-atlet berprestasi di cabang olahraga bela diri. Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga yang berkelanjutan mampu menghasilkan capaian yang membanggakan bagi daerah. (bp).

Atlet Gulat Tuban Borong 23 Medali di Kejurprov Jawa Timur 2026




Tuban, MCE – Atlet gulat Kabupaten Tuban menorehkan prestasi membanggakan pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Gulat Jawa Timur kategori Pemula, Kadet, dan Remaja yang digelar pada 12–14 Juni 2026 di GOR Diknas Kabupaten Mojokerto.


Dalam ajang bergengsi yang diikuti 271 atlet dari 24 kabupaten/kota se-Jawa Timur tersebut, kontingen Tuban berhasil membawa pulang 23 medali, terdiri dari 5 medali emas, 9 medali perak, dan 9 medali perunggu.


Pada kategori Pemula, medali emas diraih oleh Putra Kurniawan Al Havy di kelas 34 kilogram dan Muhammad Rizal Ardiansyah di kelas 29 kilogram. Sementara medali perak disumbangkan oleh Zaki Nur Falah kelas 38 kilogram, Marcelo Rivki kelas 38 kilogram, Dwi Wahyuningsih kelas 46 kilogram putri, Annazia Choiriyah kelas 56+ kilogram putri, serta Tasya Amanda Putri kelas 29 kilogram putri. Adapun medali perunggu diraih Nasa Dwi Saputra kelas 26 kilogram, Abdhi Khalaf kelas 29 kilogram, dan Naila Dwi kelas 32 kilogram putri.


Pada kategori Remaja, medali perak diraih oleh Alief Deliansyah kelas 68 kilogram putra dan Galuh Kusuma Ningtiyas kelas 62 kilogram putri. Sedangkan medali perunggu diperoleh Anugra Juni Pratama kelas 90+ kilogram putra dan Fadil Azka Nagata kelas 75 kilogram putra.


Sementara itu, kategori Kadet menjadi penyumbang medali terbanyak. Medali emas diraih oleh Sandry Januarta Gulo kelas 48 kilogram dan Dwi Intan kelas 61 kilogram. Medali perak dipersembahkan oleh Juliandra Wendry kelas 80 kilogram Greco, Oktavino Novendra kelas 110+ kilogram, dan Intan Nur Diana kelas 73 kilogram. Sedangkan medali perunggu diraih Galang Rifky kelas 80 kilogram, Mohammad Rendy kelas 55 kilogram Greco, Reno Adi Saputra kelas 55 kilogram, dan Sri Wahyuningsih kelas 46 kilogram.


Adapun salah satu Atlet, Dwi Intan terpilih sebagai Pegulat Terbaik Putri Kejuruan Provinsi 2026.


Pembina Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Tuban, Nur Khamid menyampaikan rasa bangga dan syukur atas perjuangan luar biasa yang ditunjukkan para atlet selama mengikuti kejuaraan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari proses latihan yang disiplin, kerja keras atlet, pelatih, serta dukungan berbagai pihak.


“Kami sangat bangga dengan semangat juang para atlet yang telah memberikan kemampuan terbaiknya di atas matras gulat. Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pembinaan atlet gulat di Kabupaten Tuban,” ujarnya.


Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberangkatan serta perjuangan tim gulat Tuban selama mengikuti Kejurprov.


“Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan luar biasa para orang tua atlet yang tiada henti memberikan doa, motivasi, dan semangat kepada putra-putrinya. Terima kasih juga kepada para pelatih, pengurus, serta seluruh pihak yang telah mendukung,” tambahnya.


Dihubungi terpisah, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky mengapresiasi capaian para atlet muda Tuban. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan olahraga prestasi di Kabupaten Tuban oleh cabor bersama Koni dan Disbudporapar berjalan dengan baik dan mampu bersaing di tingkat provinsi.


“Capaian ini menjadi modal penting dalam menyiapkan atlet-atlet potensial yang nantinya dapat mengharumkan nama Kabupaten Tuban di ajang yang lebih tinggi. Kami berharap para atlet terus berlatih dan meningkatkan kemampuan agar mampu meraih prestasi yang lebih gemilang,” ungkapnya.


Keberhasilan meraih 23 medali pada Kejurprov Gulat Jawa Timur 2026 menjadi bukti bahwa Kabupaten Tuban memiliki potensi besar dalam cabang olahraga gulat. Prestasi ini sekaligus menjadi penyemangat bagi atlet-atlet muda lainnya untuk terus berlatih dan berprestasi demi mengharumkan nama daerah. (bp).

Selasa, 16 Juni 2026

​Buntut OTT, KPK Agendakan Pemeriksaan Maraton Sekda dan 22 ASN Pekalongan




​PEKALONGAN, MCE – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengembangkan penyidikan atas kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati nonaktif Pekalongan, Fadia Arafiq. Kali ini, lembaga antirasuah tersebut memanggil Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, bersama 22 Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya di lingkungan Pemkab Pekalongan.


​Pemeriksaan diagendakan berlangsung intensif selama tiga hari berturut-turut, mulai Rabu (17/6/2026) hingga Jumat (19/6/2026). Guna mempermudah proses penyidikan, rangkaian pemeriksaan dipusatkan di Mapolres Pekalongan Kota. Fokus utama pemeriksaan ini adalah mendalami dugaan praktik korupsi dalam pengadaan jasa outsourcing serta penerimaan gratifikasi di lingkungan pemerintah daerah setempat.


​Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, menyatakan bahwa pihaknya menghormati penuh langkah hukum yang ditempuh KPK. Ia menegaskan bahwa Pemkab Pekalongan tidak akan melakukan intervensi, pengondisian, maupun upaya penghalangan terhadap proses penyidikan ini.


​"Pemeriksaan KPK berlangsung dari Rabu hingga Jumat. Kami pastikan tidak ada pengorganisasian atau pengondisian pihak manapun. Yang paling krusial adalah keterbukaan informasi," tegas Sukirman di Pekalongan, Selasa (16/6/2026).


​Lebih lanjut, Sukirman mengimbau kepada Sekda dan seluruh ASN yang dipanggil agar bersikap kooperatif. Mereka diminta memberikan keterangan secara transparan dan akurat kepada penyidik untuk memperjelas duduk perkara kasus ini.


​Perlu diketahui, pemeriksaan ini merupakan pengembangan lanjutan pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Fadia Arafiq di Semarang pada 3 Maret 2026 lalu.


​Berdasarkan data yang dihimpun, KPK menduga adanya konflik kepentingan masif dalam pengadaan jasa outsourcing di berbagai instansi, mulai dari tingkat dinas, kecamatan, hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kabupaten Pekalongan. Proyek pengadaan jasa tersebut diduga kuat diarahkan kepada perusahaan yang memiliki afiliasi dengan keluarga Fadia.


​Hingga saat ini, nilai kontrak penyediaan jasa dalam kurun waktu 2023–2026 diperkirakan mencapai Rp46 miliar. KPK mendalami adanya potensi aliran dana yang mengalir ke pihak pribadi dengan nominal mencapai belasan miliar rupiah. (bp). 

Bukan Salon Biasa, Rumah Lansia di Lumajang Ludes Disikat Maling: Emas Ratusan Gram & Duit Puluhan Juta Raib dalam 10 Menit



LUMAJANG, MCE – Nasib nahas menimpa Lilik (70), seorang lansia di Kelurahan Rogotrunan, Lumajang. Berniat meninggalkan rumah sebentar saja untuk belanja, ia justru harus menelan pil pahit. Rumah sekaligus salon miliknya di Jalan Prof. Moh Yamin berubah menjadi sasaran empuk maling yang agaknya sudah "mengintip" celah kelengahan korban.


​Kejadian yang bikin geleng-geleng kepala ini terjadi pada Sabtu (13/6/2026). Dalam rekaman CCTV yang kini viral di grup WhatsApp warga, pelaku—seorang pria bertopi hitam—tampak begitu tenang. Dengan gaya yang sangat "profesional", ia menoleh kanan-kiri memastikan suasana aman sebelum akhirnya menyelinap masuk.


​Hanya dalam hitungan menit, harta benda yang dikumpulkan Lilik dari keringatnya sendiri raib tak bersisa. Bayangkan saja, pelaku sukses menggondol perhiasan emas seberat 57 gram, emas batangan fantastis seberat 173 gram, dan uang tunai Rp 28 juta. 


​Kasubsi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengonfirmasi kejadian memilukan ini. "Pagi hari rumah ditinggal belanja. Hanya selisih sepuluh menit saat korban pulang, barang-barangnya sudah hilang," ungkapnya dengan nada prihatin.


​Kini, rekaman CCTV berdurasi 1 menit 30 detik tersebut menjadi harapan utama polisi untuk melacak jejak pelaku. Apakah maling ini adalah pemain lama atau orang terdekat yang tahu jadwal belanja sang nenek? Polisi saat ini masih terus melakukan pendalaman.


​Satu yang pasti, kasus ini menjadi pengingat keras bagi kita semua: rumah yang terlihat aman bisa jadi sasaran empuk saat kita lengah sedikit saja. Untuk pelaku, semoga segera tertangkap agar bisa mempertanggungjawabkan perbuatan "beraninya" merampok harta seorang lansia. (bp). 



Berita Terbaru