Prabowo Turun Gunung ke Tuban, Garap Mega Proyek Ketahanan Pangan Nasional: Petani Siap Sejahtera
Kabupaten Tuban pertanian presiden prabowoTUBAN, MCE - Ketahanan pangan bukan lagi sekadar wacana, melainkan medan tempur baru bagi kedaulatan bangsa. Menegaskan komitmen tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kabupaten Tuban pada Sabtu (16/5). Kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini membawa misi besar: memperkuat lumbung pangan nasional demi kesejahteraan rakyat.
Bertolak dari Kabupaten Nganjuk, rombongan Presiden mendarat di Lapangan Desa Pucangan, Kecamatan Montong, disambut langsung oleh Bupati Tuban, Komandan Korem 082/CPYJ, dan Kapolres Tuban. Sepanjang rute menuju Dusun Bribin, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, antusiasme warga pecah. Ribuan masyarakat memadati pinggir jalan, menyambut histeris kehadiran Presiden yang dikenal tegas ini.
Kunjungan kali ini bukan seremonial belaka. Presiden Prabowo memimpin langsung tiga agenda krusial berskala nasional:
1. Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II
2. Ground Breaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri
3. Launching Operasional 166 SPPG Polri
"Kabupaten Tuban dipilih karena memiliki potensi raksasa di sektor pertanian. Ini adalah bukti nyata sinergi pusat, daerah, dan Polri dalam menjaga produktivitas serta harga di tingkat petani," tegas Presiden Prabowo di hadapan Forkopimda Jatim dan ribuan pasang mata yang hadir.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membeberkan angka yang fantastis. Panen Raya Jagung Kuartal II Tahun 2026 ini digelar serentak di 36 Polda dengan total area mencapai 189,7 ribu hektare.
Hebatnya, Jawa Timur keluar sebagai jawara penyumbang lahan terluas.
"Lahan Polda Jatim adalah yang terluas dengan 43,2 ribu hektare. Dari total panen hari ini sebesar 1.608 hektare, Jatim menyumbang porsi terbesar yaitu 650 hektare. Khusus di Dusun Bribin Tuban saja, lahan yang dipanen mencapai 101,5 hektare dengan potensi hasil 609 ton jagung yang siap diserap utuh oleh Bulog," ungkap Kapolri.
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE (Mas Lindra), tidak menyia-nyiakan momentum emas ini. Ia menyampaikan apresiasi tertinggi atas kepercayaan hilirisasi agenda nasional ini di tanah Tuban.
"Kehadiran Bapak Presiden adalah bahan bakar semangat bagi petani kami. Pemkab Tuban berkomitmen penuh. Kita tidak hanya bicara soal pupuk, tapi memperkuat infrastruktur, pendampingan, hingga digitalisasi teknologi pertanian modern," pungkas Mas Lindra optimistis.
Melalui sinkronisasi tanpa celah antara Presiden, Kapolri, dan Kepala Daerah ini, Tuban sukses membuktikan diri bukan lagi sekadar penonton, melainkan motor penggerak utama ketahanan pangan Indonesia masa depan. (bp).






