Siap Hadirkan 'Kurikulum Berbasis Cinta', MAN 2 Kota Kediri Ditunjuk Jadi Tuan Rumah MGMP Fikih MA Jatim
kabupaten kediri pendidikan
KEDIRI, MCE — MAN 2 Kota Kediri bersiap menjadi pusat perhatian para pendidik madrasah se-Jawa Timur. Menjelang perhelatan akbar Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fikih Madrasah Aliyah (MA) tingkat provinsi yang dijadwalkan pada awal Juli 2026, jajaran pengurus wilayah bergerak cepat melakukan survei kelayakan lokasi pada Rabu (3/6/2026).
Agenda peninjauan ini dipimpin langsung oleh Ketua MGMP Fikih MA Jawa Timur, Nasikin. Turut mendampingi dalam rombongan, Ketua MGMP Fikih MA Nasional yang juga menjabat Sekretaris Wilayah Jatim, M. Luthfillah, serta Bendahara Wilayah, Tatik Farihah. Kehadiran tim perumus ini bertujuan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana madrasah mampu menyokong standarisasi acara berskala besar tersebut.
Sejumlah fasilitas vital tidak luput dari pemeriksaan ketat, mulai dari kapasitas aula pertemuan utama, stabilitas jaringan internet, representasi ruang diskusi kelompok, hingga kenyamanan area ibadah. Langkah ini diambil demi menjamin kenyamanan teknis maupun akademik ratusan peserta yang akan hadir.
Usai melakukan inspeksi, Ketua MGMP Fikih MA Jawa Timur, Nasikin, memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan infrastruktur yang dimiliki MAN 2 Kota Kediri.
“MAN 2 Kota Kediri memiliki fasilitas yang sangat representatif untuk agenda skala provinsi. Selain lokasinya strategis dan mudah diakses, madrasah ini memiliki rekam jejak yang matang dalam menyelenggarakan berbagai event akademik besar,” ungkap Nasikin optimis.
Di sisi lain, amanah sebagai tuan rumah dalam edisi perhelatan ke-25 ini disambut hangat oleh internal madrasah. Ketua MGMP Fikih MAN 2 Kota Kediri, H. Nursaid, S.Ag., mengaku mandat ini menjadi kehormatan sekaligus suntikan motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk memberikan pelayanan dan impresi terbaik bagi para tamu dari berbagai penjuru Jawa Timur.
Senada dengan hal tersebut, Kepala MAN 2 Kota Kediri, Drs. Marwah, S.Pd., menegaskan dukungan penuh madrasah terhadap kesuksesan acara. Ia memandang forum ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momentum penting bagi transformasi mutu pendidikan.
“Kami berharap melalui forum ini, para guru Fikih se-Jawa Timur dapat saling berbagi best practice (praktik baik) dan melahirkan inovasi pembelajaran yang jauh lebih bermakna bagi generasi muda madrasah,” harap Marwah.
Sebagai informasi, agenda MGMP Fikih MA Jawa Timur pada Juli mendatang diprediksi akan berlangsung dinamis. Forum ini bakal mengupas tuntas agenda strategis, di antaranya workshop implementasi Kurikulum Berbasis Cinta serta penguatan pemahaman regulasi terbaru melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 9941 Tahun 2025.
Pasca-survei lokasi ini, panitia bergerak cepat merampungkan detail teknis, mulai dari finalisasi susunan acara hingga pendistribusian undangan resmi ke seluruh pengurus MGMP Fikih MA tingkat kabupaten/kota se-Jawa Timur. Forum perak ini diharapkan mampu menjadi pijakan baru dalam melahirkan inovasi pembelajaran Fikih yang adaptif dan solutif di madrasah. (bp).






