Sabtu, 25 April 2026

​Lamongan Mengguncang Nasional: Dinobatkan Jadi Pusat Pangan Agro-Maritim Terbaik 2026




​JAKARTA, MCE – Kabupaten Lamongan kembali mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan ekonomi baru di kancah nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Yuhronur Efendi, Lamongan sukses menyabet penghargaan bergengsi dalam kategori Top Regency in Agro-Maritime Food Hub pada ajang National Governance Awards 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat (24/4).


​Penghargaan yang diselenggarakan oleh Metro TV ini diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi RI, Feri Juliantono, kepada Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut. Apresiasi ini menjadi pengakuan atas keberhasilan Lamongan dalam mengintegrasikan sektor pertanian dan kelautan menjadi ekosistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan.


​Keberhasilan ini bukanlah tanpa alasan. Berdasarkan data tahun 2025, Lamongan mencatatkan angka produksi yang fantastis:

​- Sektor Pertanian: Produksi padi menembus 1,33 juta ton.

​- Sektor Perikanan: Budidaya ikan mencapai 46 ribu ton, sementara hasil perikanan tangkap menyentuh 82 ribu ton.


​Sinergi antara sektor agro dan maritim ini terbukti menjadi mesin penggerak ekonomi yang efektif. Terpantau, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lamongan melonjak hingga 5,40 persen, sebuah angka impresif yang berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi tingkat provinsi maupun nasional.


​"Capaian ini adalah refleksi dari pembangunan inklusif berbasis potensi lokal. Kita tidak hanya fokus pada produksi mentah, tapi juga memperkuat hilirisasi melalui industri pengolahan pangan," ujar Bupati Yuhronur Efendi usai menerima penghargaan.


​Selain fokus pada komoditas utama, Pemkab Lamongan juga gencar melakukan penguatan ekonomi di tingkat akar rumput. Melalui program strategis seperti Young Entrepreneur Success dan UMKM Naik Kelas, daya saing produk lokal terus dipacu agar mampu menembus pasar yang lebih luas.


​Transformasi ini juga didukung oleh penguatan lembaga keuangan desa. Saat ini, Lamongan memiliki 1.854 koperasi aktif, termasuk di dalamnya 474 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)—jumlah terbanyak di Jawa Timur.


​Untuk mempermudah distribusi, sebanyak 130 gerai telah beroperasi dan terus dikembangkan. Tak hanya itu, Lamongan menjadi daerah pionir dalam pengembangan KDKMP yang didukung oleh armada kendaraan operasional dalam jumlah besar, memastikan layanan ekonomi menjangkau hingga pelosok desa.


​Dengan diraihnya penghargaan ini, Kabupaten Lamongan semakin mempertegas statusnya bukan sekadar lumbung pangan, melainkan pusat inovasi pangan agro-maritim yang menjadi barometer bagi daerah lain di Indonesia. (bp). 


#LamonganMegilan #PanganNasional #NationalGovernanceAwards

Jumat, 24 April 2026

​Gebrakan Literasi MTsN 1 Bojonegoro: Gandeng Fasda dan Duet Guru Penulis Demi Cetak Generasi Literat



​BOJONEGORO, MCE – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Bojonegoro mulai menancapkan taringnya dalam dunia literasi. Bukan sekadar wacana, sekolah ini secara resmi mematangkan ancang-ancang untuk bertransformasi menjadi Madrasah Literasi yang kompetitif. Langkah strategis ini diawali dengan kolaborasi intensif bersama Fasilitator Daerah (Fasda) dan penguatan internal melalui sumber daya guru yang mumpuni.


​Dalam pertemuan yang digelar pada Jumat (24/4/2026), Kepala MTsN 1 Bojonegoro, Saifuddin Yulianto, S.Ag., M.Pd.I, menegaskan bahwa literasi adalah fondasi utama bagi kemajuan sebuah lembaga pendidikan di era informasi. Pihaknya menggandeng Aning Wulandari, S.Pd., M.Pd, seorang Fasilitator Daerah yang telah malang melintang dalam pengembangan kurikulum dan literasi, untuk merancang roadmap pengembangan madrasah ke depan.


​Poin krusial dalam gerakan ini adalah keputusan madrasah untuk menunjuk dua sosok guru yang memiliki rekam jejak kuat di dunia kepenulisan, yakni Ibu Ana Achoita, M.Pd. dan Ibu Farida Nuraini, M.Pd. Keduanya akan bertindak sebagai lokomotif sekaligus mentor bagi siswa maupun rekan sejawat sesama pendidik.


​"Kita tidak ingin literasi hanya menjadi jargon di atas spanduk. Kami bergerak nyata dengan merekrut guru penulis yang sudah teruji untuk menularkan virus literasi ini secara masif," ujar Saifuddin Yulianto dengan nada optimistis.


​Program ini dirancang bukan sekadar untuk mengejar penghargaan, melainkan menciptakan ekosistem di mana membaca dan menulis menjadi budaya hidup. Fokus utama pengembangan akan menyasar dua pilar utama:

​1. Guru Literat: Mendorong para pendidik untuk menghasilkan karya tulis ilmiah, buku, maupun opini di media massa guna meningkatkan profesionalisme.

​2. Siswa Produktif: Membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas dalam merangkai kata, yang diharapkan mampu menghasilkan karya antologi atau buletin sekolah.


​Kehadiran Aning Wulandari sebagai Fasda memberikan sinyal bahwa MTsN 1 Bojonegoro sangat serius dalam menyusun standar literasi yang terukur. Transformasi ini diharapkan menjadi pembeda (distingsi) bagi madrasah ini dibandingkan lembaga pendidikan lainnya di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya.


​Langkah berani ini mengirimkan pesan kuat kepada publik bahwa pendidikan agama dan penguasaan literasi modern harus berjalan beriringan. Dengan sumber daya yang ada, MTsN 1 Bojonegoro siap membuktikan bahwa madrasah adalah gudangnya para pemikir dan penulis masa depan.


​Pewarta: [bp/MCE]

Garong Dana Hibah! Ketua DPRD Magetan 'Naik Pangkat' Jadi Tersangka Korupsi Pokir



​MAGETAN, MCE – Sepertinya kursi empuk Ketua DPRD Magetan periode 2024-2029 belum cukup memberikan kenyamanan bagi Suratno (SN). Bukannya fokus mengurus rakyat, politisi ini justru resmi menyandang status baru dari Kejaksaan Negeri Magetan: Tersangka Korupsi.


​Lakon lancung ini terendus dalam dugaan penyalahgunaan dana hibah yang bersumber dari APBD Kabupaten Magetan melalui program Pokok Pikiran (Pokir) tahun anggaran 2020-2024. Tidak sendirian, Suratno menyeret "gerombolan" koleganya dalam pusaran hitam ini.


​Kajari Magetan, Sabrul Iman, mengonfirmasi bahwa selain sang Ketua, ada lima nama lain yang ikut 'berpesta'. Mereka adalah JML dan JMT yang juga duduk di kursi dewan, serta tiga oknum pendamping berinisial AN, TH, dan ST yang diduga kuat ikut mengamankan aliran dana.


​"Tersangka SN berperan sebagai anggota DPRD periode 2019-2024 yang saat ini justru menjabat sebagai Ketua DPRD periode 2024-2029," sindir Sabrul di kantornya, Kamis (23/4/2026).


​Sebuah prestasi yang ironis—mengkhianati mandat rakyat di periode lalu untuk modal berkuasa di periode sekarang. (bp). 


Kamis, 23 April 2026

Dari Bojonegoro ke Negeri Sakura: Lantainya Sama, Mimpinya Mendunia




BOJONEGORO, MCE - Sorak riuh GOR Dabonsia pecah saat peluit panjang dibunyikan. Papan skor menunjukkan 4-3. Tim floorball putra MTsN 1 Bojonegoro memastikan tiket ke final Kejurnas Junior 2026. Di tribun sebelah, tim putri baru saja mengunci kemenangan 3-1 lewat gol cepat di menit terakhir. Satu sekolah, dua tim, satu tujuan: Jepang. Jumat (24/4/2026). 


Perjalanan ini tidak instan. Selama 8 bulan, anak-anak MTsN 1 Bojonegoro berlatih tiap subuh sebelum kelas. Lapangan sekolah yang sederhana mereka sulap jadi arena tempur. Stik fiber, bola berlubang, dan sepatu yang solnya mulai tipis jadi saksi. Pelatih Pak Muco dan Pak Ibra menanamkan tiga hal: disiplin, komunikasi, dan respek. "Floorball itu catur dengan kecepatan sprint," kata Pak mico.


Di Kejurnas Surabaya bulan lalu, tim putra tampil sebagai kuda hitam. Tertinggal 0-2 di babak pertama lawan DKI Jakarta, mereka membalik keadaan lewat pressing tinggi dan umpan satu-dua yang rapi. Kapten tim, Fajar, mencetak brace. Penjaga gawang Rizky jadi tembok dengan 17 saves. Sementara tim putri melaju mulus dengan rekor belum kebobolan di fase grup. Trisula Anisa-Dinda-Zahra mencetak 11 gol total, dengan visi bermain yang dewasa untuk usia MTs.


Puncaknya saat pengumuman: MTsN 1 Bojonegoro dinobatkan sebagai perwakilan Indonesia untuk _Asia Oceania Floorball Championship U-15_ di Osaka, Jepang, Agustus 2026. Air mata pecah. Bagi sebagian anak, ini akan jadi pertama kali naik pesawat, pertama kali lihat salju musim dingin, pertama kali bawa nama merah putih.


*Menuju Jepang: Lebih dari Sekadar Bertanding*

Sekarang fase baru dimulai. Latihan taktik ditambah kelas budaya. Mereka belajar bungkuk 15 derajat, cara tukar kartu nama, dan 5 frasa bahasa Jepang dasar. "Tujuannya bukan cuma menang. Kami mau anak-anak pulang sebagai duta pelajar," ujar Kepala Madrasah,  Saifuddin Yulianto, S.Ag.M.Pd.I


Dukungan mengalir dari Pemkab Bojonegoro, Kemenag, hingga wali murid yang patungan untuk biaya tambahan. Tagar #MadrasahMendunia dan #BojonegoroToOsaka ramai di media sosial. Latihan bersama tim nasional junior jadi menu utama sebulan ke depan.


Di Osaka nanti, putra-putri MTsN 1 Bojonegoro akan satu grup dengan Jepang, Singapura, dan Australia. Berat, tapi bukan mustahil. Karena mereka berangkat bukan hanya bawa stik dan pelindung lutut. Mereka bawa doa satu madrasah, nama satu kabupaten, dan bukti bahwa dari lapangan sekolah bisa lahir mimpi setinggi langit.


*Penutup*

Saat stik pertama diayunkan di Osaka Arena, yang bertanding bukan 5 orang di lapangan. Yang bertanding adalah kerja keras tiap subuh, ikhlasnya guru, dan beraninya anak madrasah bermimpi mendunia. Bojonegoro, kita ke Jepang. (*/red). 

​Harmoni Tradisi di Kumpulrejo: Ribuan Warga Gelar Sedekah Bumi, Camat Parengan Tekankan Pentingnya Validasi Data Bansos




​TUBAN, MCE – Gemuruh rasa syukur menyelimuti Dusun Kraksaan, Desa Kumpulrejo, saat ratusan warga berkumpul dalam gelaran sakral Tasyakuran Sedekah Bumi. Acara yang menjadi simbol rasa terima kasih atas melimpahnya hasil alam ini dihadiri langsung oleh Camat Parengan, Darmadin Noor, beserta jajaran Forkopimca, tokoh masyarakat, dan perangkat desa setempat.


​Pelestarian Kearifan Lokal dalam Bingkai Gotong Royong

​Dalam sambutannya, Camat Parengan, Darmadin Noor, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme warga. Menurutnya, Sedekah Bumi bukan sekadar ritual tahunan, melainkan manifestasi nyata dari semangat gotong royong yang menjadi akar budaya bangsa.


​"Kegiatan ini adalah bukti nyata kebersamaan masyarakat. Ini adalah kearifan lokal yang wajib kita jaga dan lestarikan bersama. Di tengah gempuran zaman, nilai-nilai seperti ini yang menjaga kohesi sosial kita tetap kuat," ujar Darmadin Noor di hadapan para undangan.


​Soroti Sensus: Memastikan Bantuan Tepat Sasaran

​Selain isu kebudayaan, Camat juga memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan pesan krusial terkait administrasi dan kesejahteraan sosial. Ia mengungkapkan bahwa proses sensus terhadap kurang lebih 5.200 warga telah dilaksanakan dengan seksama.


​Langkah ini diambil guna memastikan akurasi data kependudukan, sehingga program bantuan dari pemerintah ke depannya dapat tersalurkan secara presisi dan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.


​Keamanan Kondusif dan Stabilitas Logistik

​Senada dengan Camat, Kapolsek Parengan, Ramelan, turut memberikan pencerahan terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Ia menyampaikan apresiasi kepada warga Dusun Kraksaan karena telah menjaga lingkungan tetap kondusif.


​Di sisi lain, menyikapi isu energi, Kapolsek memastikan bahwa distribusi LPG di wilayah tersebut berjalan lancar tanpa kendala.
"Alhamdulillah, pantauan kami di lapangan menunjukkan stok LPG lancar. Saya berterima kasih atas dukungan masyarakat dalam menjaga keamanan. Semoga melalui doa bersama di Sedekah Bumi ini, bapak dan ibu sekalian senantiasa dilancarkan rejeki dan kesehatannya," pungkasnya.


​Dukungan serupa datang dari Babinsa Kraksaan, Heny Irawan, yang hadir mewakili Danramil Parengan. Ia mendoakan agar seluruh rangkaian acara, yang dijadwalkan berlangsung dari siang hingga malam hari, dapat berjalan lancar tanpa hambatan apapun.


​Wujud Syukur Atas Panen Melimpah

​Kepala Desa Kumpulrejo, Kunarsono, selaku tuan rumah tak kuasa menyembunyikan rasa harunya atas kekompakan warga. Ia menegaskan bahwa kemeriahan acara ini sepenuhnya merupakan hasil kerja keras dan swadaya masyarakat.


​"Terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan warga desa. Sedekah bumi ini adalah wujud syukur kami atas hasil panen yang diberikan Tuhan YME. Kami sadar masih banyak kekurangan dalam penyambutan, untuk itu kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga tahun depan acara kita bisa jauh lebih meriah lagi," harap Kunarsono.


​Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama, menandai tekad masyarakat Desa Kumpulrejo untuk terus melangkah maju dengan tetap memegang teguh tradisi leluhur.


​Editor: (bp/MCE) 
Lokasi: Parengan, Kabupaten Tuban Jawa Timur

BAU AMIS DI DINAS ESDM JATIM: DARI SETORAN "WANGI" HINGGA FORTUNER HASIL PUNGUTAN LIAR—SIAPA LAGI YANG BAKAL MENYUSUL?



​SURABAYA, MCE – Slogan "Melayani Bangsa" nampaknya hanya jadi pajangan di dinding kantor Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur. Di balik pintu-pintu ruangan yang sejuk, diduga ada praktik "bisnis sampingan" yang jauh lebih panas: pungutan liar (pungli) perizinan tambang yang baunya kini menyengat sampai ke meja penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.


​Kamis (23/4/2026), tim penyidik Kejati Jatim kembali mempertontonkan "prestasi" memalukan para oknum birokrat ini ke publik. Tak tanggung-tanggung, tumpukan uang tunai ratusan juta dan satu unit Toyota Fortuner VRZ kinclong milik tersangka OS disita sebagai bukti nyata betapa gurihnya "uang haram" dari sektor pertambangan dan air tanah.


​Gaya Hidup Mewah di Atas Penderitaan Rakyat

​Siapa yang menyangka, di saat pengusaha tambang harus memutar otak demi legalitas, oknum pejabat justru asyik memutar uang "pelicin". Aspidsus Kejati Jatim, Wagiyo, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa selama enam jam penggeledahan pada Senin lalu, ditemukan fakta yang bikin geleng-geleng kepala. Dokumen perizinan yang seharusnya diproses cepat, diduga sengaja "disandera" alias ditahan dalam proses administrasi. Strategi kuno: kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah kalau tidak ada "upeti"?


​Arisan Pungli: 19 Staf Ikut Kecipratan "Uang Panas"

​Bukan hanya level atas, praktik ini rupanya sudah seperti "budaya perusahaan" yang dipelihara secara kolektif. Hasil penyidikan mengungkap catatan pembagian uang yang rapi—mirip jatah arisan. Ada sekitar 19 orang staf di bidang pertambangan yang rutin menerima aliran dana pungli ini.


​Nominalnya bervariasi, mulai dari "uang rokok" Rp750 ribu hingga Rp2,5 juta per orang. Diduga kuat, distribusi ini adalah perintah langsung dari tersangka AM selaku Kepala Dinas ESDM, yang kemudian dieksekusi oleh tersangka OS selaku Kepala Bidang Pertambangan. Sebuah kolaborasi yang sangat solid, bukan untuk membangun daerah, tapi untuk menebalkan kantong pribadi dan anak buah.


​Kembalikan Uang karena Panik atau Toba

​Melihat rekan-rekannya mulai "diangkut", para penerima aliran dana ini nampaknya mulai gerah. Hingga saat ini, total uang yang dikembalikan secara bertahap mencapai Rp707 juta. Tentu saja, pengembalian uang ini tidak menghapus tindak pidananya. Pertanyaannya: kalau tidak ketahuan Kejati, apakah uang itu akan dikembalikan atau malah dipakai untuk cicilan mobil baru lagi?


​Penyidik kini telah menyita Fortuner VRZ tahun 2022 milik tersangka OS. Mobil gagah yang mungkin dibeli dari tetesan keringat pihak-pihak yang dipersulit izinnya.


​Layanan Pengaduan: Waktunya "Buka-bukaan"

​Bagi masyarakat atau pelaku usaha yang pernah merasa diperas oleh oknum ESDM Jatim, Kejati Jatim kini membuka lebar pintu pengaduan melalui nomor 081277874343.


​Kini publik menunggu, apakah drama "Bancakan Uang Tambang" ini hanya berhenti di 19 orang staf dan dua tersangka utama, atau justru akan ada "nyanyian" baru yang menyeret nama-nama lebih besar di lingkaran kekuasaan Jawa Timur? Kita lihat saja seberapa kuat mereka bertahan di balik jeruji besi. (bp). 


​#KorupsiESDM #PungliJatim #KejatiJatim #SkandalTambang #NetizenMelawanLupa

Bupati dan Kapolres Tinjau Pasar Baru Pagi Hari, 41 Kios Terdampak Kebakaran Dini Hari



Tuban, MCE - Kebakaran menghanguskan puluhan kios di Pasar Baru Tuban, Kamis (23/4) dini hari. Api yang muncul sekitar pukul 03.10 WIB baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.30 WIB. Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky bersama Kapolres Tuban AKBP Alaiddin kemudian turun langsung meninjau lokasi untuk memastikan penanganan berjalan dan pedagang segera bisa kembali beraktivitas.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tuban menyampaikan, proses pemadaman berlangsung cepat berkat kolaborasi lintas pihak. “Penanganan terasa cepat karena kolaborasi dari seluruh pihak, penanganan kurang lebih sekitar 1 jam 30 menit mulai dari jam 3.10 sampai dengan sekitar jam setengah 5 sudah dipadamkan,” ujarnya saat dikonfirmasi di lokasi.


Selanjutnya, petugas masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api tersisa. Pada saat bersamaan, kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengungkap penyebab kebakaran.


Data sementara mencatat sebanyak 41 kios dan los terdampak, yang dimiliki sekitar 15 pedagang. “Total dari los dan kios ada 41 kios dan los dan itu dimiliki oleh 15 orang pemiliknya,” kata Bupati.


Kemudian, pemerintah daerah menunggu proses olah TKP sebelum melakukan pembersihan area. Setelah itu, pedagang akan difasilitasi agar dapat kembali berjualan di lokasi tersebut. “Nanti setelah pembersihan area, nanti juga akan langsung kita tempatkan lagi di sini untuk para pedagang-pedagang bisa kembali lagi mencari rezekinya,” ujarnya.


Terkait kerugian yang dialami pedagang, estimasi awal diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta dengan asumsi rata-rata Rp5 juta per kios dari total 41 kios. “Namun, angka ini masih sementara karena belum dilakukan pendataan langsung kepada para pedagang,” terang Mas Lindra.


Di sisi lain, Pemkab Tuban menyiapkan langkah darurat dengan mendirikan tenda sementara agar aktivitas ekonomi tetap berjalan sambil menunggu penataan lanjutan. Tak hanya itu, Bupati memastikan akan dilakukan penataan ulang pasar dengan melibatkan pedagang. Langkah ini diambil karena Pasar Baru telah beberapa kali mengalami kebakaran.


“Ke depan, pemerintah memastikan akan ada penataan ulang. Termasuk perbaikan tata letak kios agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.


Sementara itu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Untuk penyebab kebakaran, masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. “Penjelasan teknis akan disampaikan oleh Kapolres setelah proses kajian selesai,” katanya.


Evaluasi juga akan menyasar fasilitas pendukung, termasuk hidran yang dinilai belum cukup menjangkau seluruh area pasar. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan guna mencegah kejadian serupa. (bp).

Berita Terbaru