Senin, 14 September 2026

​77 PNS Tuban Masuki Purna Tugas, Bupati Lindra Titip Pesan Penting Soal Ini



 TUBAN, MCE - Sebanyak 77 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tuban resmi memasuki masa purna tugas untuk periode Triwulan akhir tahun 2026, yang mencakup TMT (Terhitung Mulai Tanggal) 1 Oktober, 1 November, dan 1 Desember.


​Acara pelepasan yang penuh khidmat dan kehangatan tersebut diselenggarakan di Gedung Korpri Kabupaten Tuban pada Senin (14/9). Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky untuk menyerahkan langsung apresiasi serta melepas para abdi negara yang telah menyelesaikan masa baktinya.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Mas Lindra ini menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas dedikasi serta loyalitas tinggi yang telah diberikan para PNS selama puluhan tahun mengabdi untuk kemajuan Kabupaten Tuban.


"Masa kerja boleh berakhir, tetapi pengalaman, silaturahmi, dan pengabdian untuk masyarakat tetap dapat dilanjutkan dalam bentuk yang berbeda," ujar Bupati Lindra di hadapan puluhan purna tugas.


​Lebih lanjut, Bupati Tuban turut memberikan sejumlah pesan konstruktif bagi para pegawai yang akan segera memasuki babak baru kehidupan ini. Ia mengimbau agar para purna tugas senantiasa menjaga kesehatan fisik dan mental, meluangkan lebih banyak waktu berkualitas bersama keluarga tercinta, serta tetap produktif dengan berkegiatan positif di tengah masyarakat.


​Selain itu, Mas Lindra juga mengingatkan pentingnya perencanaan finansial yang matang. Pengelolaan keuangan yang bijak serta pemeliharaan aset yang telah dikumpulkan selama masa aktif bekerja dinilai menjadi kunci penting untuk menikmati masa pensiun yang mandiri dan sejahtera.


​Pelepasan ini ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir dari Pemkab Tuban atas jasa dan kontribusi nyata para pegawai selama berkarier di pemerintahan. (bp). 

Sabtu, 12 September 2026

Operasi Senyap Satpol PP Probolinggo, 11 Penghuni Embung Miring Diangkut



Probolinggo, MCE - Ada yang bilang informasi itu mahal harganya, tapi buat para pelaku praktik esek-esek di kawasan Embung Miring (EMI), Desa Banjar Sawah, Kecamatan Tegalsiwalan, informasi bocor justru jadi komoditas penyelamat hidup. Sayangnya, strategi "bocor alus" andalan mereka kali ini resmi dipatahkan telak oleh Satpol PP Kabupaten Probolinggo.


​Gerah karena operasi sebelumnya selalu bernasib mirip ghosting—mendekat tapi targetnya sudah kabur duluan—Satpol PP Kabupaten Probolinggo akhirnya menggunakan jurus pamungkas: Operasi Senyap tanpa suara dan tanpa salam.


​Hasilnya? Sangat memuaskan bagi petugas, tapi pastinya bikin gigit jari para target. Tanpa sempat merapikan diri atau pasang gestur pura-pura lugu, sebanyak 11 Pekerja Seks Komersial (PSK) langsung diciduk tanpa ampun pada Jumat (11/9/2026).


​Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo, Taupik Alami, blak-blakan membongkar alasan di balik aksi senyap ala ninja ini.

​• Strategi Jitu: Operasi sengaja dirahasiakan rapat-rapat karena laporan sebelumnya selalu bocor sebelum petugas tiba di lokasi.

​• Tarif Terjangkau: Berdasarkan temuan di lapangan, tarif yang dipatok untuk sekali "main" terbilang merakyat, yakni Rp100 ribu plus biaya sewa kamar.

​• Proses Hukum: Seluruhnya langsung digelandang ke Kantor Damkar Satpol PP di Kecamatan Dringu untuk menjalani tes kesehatan dan pendataan identitas.


​Kini, ke-11 "pemain" tersebut harus siap-siap menghadapi kenyataan pahit. Selain didata, mereka juga tengah menjalani pemeriksaan kesehatan intensif guna memastikan apakah ada indikasi penyakit menular atau sekadar muka lama yang gemar ganti panggung.


​Pemerintah daerah sepertinya ingin memberi pesan tegas: kalau mau main kucing-kucingan, pastikan pawangnya tidak ikut turun tangan. Bagaimana, masih mau coba-coba mangkal lagi setelah ini. 


Kira-kira, sampai kapan para "pemain" nekat ini jera dengan tarif seadanya tapi risiko urusan nyawa dan hukum seluas samudra? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar. (bp). 

Pemkab Lamongan Gelontorkan Beasiswa hingga S2 dan Gerakkan Ratusan Guru


​LAMONGAN, MCE - Pendidikan adalah hak segala bangsa, dan di Lamongan, hak itu kini dikawal hingga ke akar rumput. Di tengah dinamika zaman yang kian kompetitif, Pemerintah Kabupaten Lamongan mengambil langkah progresif melalui Program Beasiswa Perintis dan Aksi Biru.


​Langkah tegas ini dikukuhkan langsung oleh Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, saat menghadiri Momentum (Mutu Open House and Education Forum) di SMP Muhammadiyah 7 Paciran, Sabtu (12/9). Komitmen nyata ini sekaligus mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan di angka 76,81—melampaui rata-rata Provinsi Jawa Timur.


​Merajut Asa Lewat Aksi Biru dan Beasiswa Tanpa Batas


​Pemkab Lamongan memastikan tidak ada satupun anak yang tertinggal di gerbang masa depan. Melalui Aksi Biru (Anak Tidak Sekolah Kembali Sekolah melalui Bakti Insan Guru), sebanyak 500 guru pendamping dikerahkan untuk merangkul kembali anak usia 7 hingga 18 tahun yang sempat putus sekolah atau belum pernah mengenyam pendidikan.


​Tidak berhenti di situ, Beasiswa Perintis hadir sebagai jaring pengaman sosial pendidikan yang masif. Program prioritas ini merangkul tiga kategori utama tanpa pandang bulu:

​Kurang Mampu: Menjamin akses bagi keluarga prasejahtera.

​Berprestasi: Mengapresiasi potensi akademik dan non-akademik.

​Penghafal Al-Qur'an: Khusus bagi hafidz minimal 15 juz.


“Mulai SD hingga S2, semua terjawab di Beasiswa Perintis. Ini komitmen kami agar tidak ada anak Lamongan yang putus asa karena biaya,” tegas Wabup Dirham.


​Menatap Tantangan Global dengan Kolaborasi Kolektif


​Wabup Dirham mengingatkan bahwa tantangan masa depan tidak hanya berhenti pada ijazah formal. Penguatan soft skill—seperti kepercayaan diri, public speaking, berpikir kritis, hingga kemampuan mengambil keputusan—kini menjadi kurikulum tak kasat mata yang wajib diasah sejak dini.


​Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua, dan pelaku usaha mutlak diperlukan untuk membangun ekosistem pendidikan Lamongan yang berdaya saing global.


​Informasi Penting Pendaftaran


​Bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan fasilitas pendidikan ini, pendaftaran Beasiswa Perintis masih dibuka hingga 30 September 2026. Informasi dan pendaftaran dapat diakses secara mandiri melalui laman resmi:
perintis.lamongankab.go.id


Bagaimana strategi di daerah Anda dalam mengatasi masalah anak putus sekolah dan pemerataan akses pendidikan tinggi. (s.genk). 

Jumat, 11 September 2026

​Siswa SMAN 1 Kalitidu Sabet Juara 1 Floorball Surabaya Rising Championship 2026



​BOJONEGORO, MCE - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Tim Floorball putra perwakilan dari SMA Negeri 1 Kalitidu sukses memborong gelar Juara 1 Kategori 3 on 3 KU 18 dalam ajang bergengsi Surabaya Rising Championship Floorball "Road to Porprov 2026". Jumat (11/9/2026). 


​Keberhasilan luar biasa ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, dan kekompakan tinggi yang ditunjukkan oleh ketiga atlet muda berbakat SMAN 1 Kalitidu, yaitu:

​• Abi Manyu (Kelas X-3)

​• Abil Dwi Prayogo (Kelas XI-8)

​• M. Ronal Handani (Kelas XII-4)


​Ajang Surabaya Rising Championship Floorball sendiri menjadi panggung krusial bertajuk "Road to Porprov 2026", yang menguji mental bertanding serta kematangan strategi para atlet muda dari berbagai daerah.


​Pihak sekolah melalui slogan khasnya terus memotivasi para siswa untuk menjunjung tinggi sportivitas: "Teruslah berprestasi dan menginspirasi, untuk berkarya dan jadilah jawara!"


​Kemenangan gemilang ini diharapkan mampu menjadi momentum serta pijakan awal yang kokoh bagi tim SMAN 1 Kalitidu untuk melangkah lebih jauh, mendulang prestasi puncak, dan mengharumkan nama daerah pada kompetisi Porprov 2026 mendatang.


​Bagaimana tanggapan Anda melihat aksi gemilang para pelajar SMAN 1 Kalitidu yang sukses mengharumkan nama daerah di kancah olahraga regional ini. (bp). 

SMAN 1 Kalitidu Sukses Harumkan Nama Bojonegoro di Ajang Floorball Surabaya Rising Championship 2026





​BOJONEGORO, MCE - Semangat membara ditunjukkan oleh para pelajar SMAN 1 Kalitidu di kancah olahraga regional. Di tengah persaingan yang ketat, tiga siswi berbakat dari sekolah ini sukses membuktikan taringnya dengan merengkuh Juara 3 dalam ajang bergengsi Kejuaraan Surabaya Rising Championship Floorball "Road to Porprov 2026". Jumat (11/9/2026). 

Prestasi gemilang ini dipersembahkan oleh Aslihatul 'Ailiyah (X-5), Rieva Dwi Cantika (XI-1), dan Gheza Elleva Lian Varisca (XII-1) yang turun di kategori 5 vs 5 Putri KU 19. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi institusi sekolah, tetapi juga membawa harum nama Kabupaten Bojonegoro di tingkat Provinsi Jawa Timur.


​Keberhasilan luar biasa ini turut mendapat apresiasi tinggi dari Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro, Maskun, S.Pd., M.M, serta Kepala SMAN 1 Kalitidu, Ninis Aris Wibawati, S.Pd., M.Pd. Dengan mengusung motivasi "Teruslah berprestasi dan menginspirasi, untuk berkarya dan jadilah jawara", pencapaian ini diharapkan mampu memantik motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus menorehkan prestasi gemilang di berbagai bidang, khususnya menyongsong ajang Porprov 2026 mendatang. (bp). 

Tim Floorball MTsN 1 Bojonegoro Sabet Juara Umum dan Borong Gelar di Ajang Surabaya Rising Champion




​BOJONEGORO, MCE - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Tim Floorball MTsN 1 Bojonegoro sukses mengguncang panggung kejuaraan tingkat Provinsi "Surabaya Rising Champion" yang diselenggarakan oleh KONI Kota Surabaya. Tidak tanggung-tanggung, madrasah yang dikenal sebagai "Madrasahnya Para Juara" ini memborong berbagai gelar juara utama dan penghargaan individu sekaligus.


​Kepala MTsN 1 Bojonegoro, Saifuddin Yulianto, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi mendalam serta rasa bangga atas kerja keras dan dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh para atlet muda didikannya.


"Alhamdulillah, prestasi ini merupakan buah dari kedisiplinan, sportivitas, serta latihan intensif yang luar biasa. Teruslah melangkah dan raih prestasi yang lebih tinggi untuk mengharumkan nama MTsN 1 Bojonegoro," ungkap Saifuddin dengan penuh bangga.


​Berdasarkan hasil resmi kejuaraan, berikut adalah deretan prestasi gemilang yang diraih oleh Tim Floorball MTsN 1 Bojonegoro:

​Juara 1 Kategori 3on3 KU-15 Putra

​Juara 1 Kategori 3on3 KU-18 Putra

​Juara 1 Kategori 5vs5 KU-15 Putri

​Juara 3 Kategori 5vs5 KU-15 Putri

​Best Player Putri KU-15: Ashila

​Best Player Putra KU-15: Tegar


​Keberhasilan menyapu bersih berbagai kategori bergengsi ini membuktikan bahwa pembinaan ekstrakurikuler di MTsN 1 Bojonegoro berjalan sangat sukses, sejalan dengan slogan mereka: Work Hard, Play Smart, Be a Champion. Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa madrasah mampu bersaing dan mendominasi kejuaraan olahraga tingkat regional di Jawa Timur. (bp) 

​Teladan Harmoni dari Babat Lamongan: Masjid Dikelola NU-Muhammadiyah Bersamaan, Khatib Sentil Peran Strategis Masjid





​LAMONGAN, MCE - Suasana khidmat tampak memadati Masjid Jami' Al Huda, Desa Bedahan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, saat pelaksanaan Sholat Jum'at, Jumat Legi (11/9/2026). Ratusan jamaah tumpah ruah memenuhi ruang utama hingga serambi masjid kebanggaan warga setempat.


​Di balik antusiasme tersebut, Masjid Jami' Al Huda menyimpan nilai historis dan sosiologis yang kuat. Sejak awal pendiriannya hingga kini di tahun 2026, masjid ini konsisten dikelola secara gotong royong dan harmonis oleh dua ormas Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Tradisi kolaborasi ini menjadikan Masjid Al Huda sebagai benteng persatuan umat Islam di wilayah Babat.


​Bertindak selaku imam sekaligus khatib pada Jumat siang ini adalah Gus Luthfi, guru MAN 2 Lamongan yang juga dinobatkan sebagai Guru Madrasah Inspiratif Nasional Kementerian Agama RI 2022 sekaligus Ketua Komisi Nasional Pendidikan Kabupaten Lamongan.


​Menghidupkan Kembali Peradaban dari Mimbar Jumat


​Mengusung tema utama "Fungsi Masjid sebagai Pusat Peradaban Islam", Gus Luthfi dalam khutbahnya melontarkan pesan yang tajam dan menggugah kesadaran jamaah. Ia menyerukan agar umat Islam merefleksikan kembali peran fundamental masjid sebagaimana dicontohkan di masa Rasulullah SAW.


​"Masjid bukan hanya tempat sholat lima waktu. Di masa Rasulullah, masjid adalah pusat pendidikan, pusat pemerintahan, pusat ekonomi, dan pusat peradaban. Jika kita ingin umat ini bangkit, maka masjid harus kita hidupkan kembali fungsinya," tegas Gus Luthfi di hadapan ratusan jamaah.


​Lebih lanjut, ia merinci lima pilar strategis fungsi masjid di era modern:

​1. Pusat Ibadah dan Spiritual: Wadah utama menempa keimanan lewat sholat berjamaah, kajian intensif, dan dzikir.

​2. Pusat Pendidikan: Basis pencetakan generasi Qur'ani melalui Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), madrasah diniyah, dan majelis taklim.

​3. Pusat Ekonomi Kerakyatan: Optimalisasi dana umat (ZIS) guna memberdayakan kesejahteraan masyarakat sekitar.

​4. Pusat Pembinaan Sosial: Ruang solutif untuk merajut silaturahmi dan menengahi problematika sosial warga.

​5. Pusat Dakwah: Corong penyebaran Islam yang moderat dan rahmatan lil 'alamin.


​Buah Manis Kerukunan Umat


​Mengakhiri khutbahnya, Gus Luthfi mengapresiasi konsistensi pengelolaan Masjid Jami' Al Huda yang menjadi simbol konkret sinergi lintas ormas di tingkat akar rumput.


​"Masjid Jami' Al Huda Bedahan yang dikelola bersama oleh NU dan Muhammadiyah adalah teladan nyata. Mari jadikan masjid ini jantung kegiatan umat, agar lahir dari sini para penghafal Al-Qur'an, cendekiawan, dan pemimpin berakhlak mulia," pungkasnya.


​Rangkaian ibadah Sholat Jumat berjalan lancar dan ditutup dengan doa bersama untuk kemaslahatan umat, keberkahan para penuntut ilmu, serta kejayaan Islam yang damai. Melalui momentum ini, Masjid Jami' Al Huda semakin meneguhkan posisinya sebagai mercusuar peradaban dan pusat kerukunan umat Islam di Kabupaten Lamongan.


​Reporter: Tim Media Masjid Jami' Al Huda

​Editor: bp/MCE

Berita Terbaru