Ijazah Ditahan karena Utang? Sekolah Ini Kurang Piknik atau Kurang Dana Kas?
kabupaten bojonegoro pendidikanBOJONEGORO, MCE - Dunia pendidikan kita rupanya masih hobi mempraktikkan drama klasik: anaknya lulus, ijasahnya dipenjara. Korban terbarunya adalah Putri Dewi Cahyani, alumni tahun 2023 asal Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, yang ijasahnya harus "disekap" gara-gara punya sisa tanggungan administrasi sebesar Rp 2.475.000. Senin (7/9/2026).
Untung saja ada Tim Pemerhati Pendidikan Indonesia Teguh Supriyanto Cs yang langsung turun gunung jadi pahlawan kesiangan buat mbrakot birokrasi sekolah.
Rincian Utang Rasa Cicilan Motor:
Kalau dibedah, rincian tanggungan Mbak Putri ini bikin dahi berkerut campur mengelus dada:
Kelas X: Jariah Rp 1.400.000
Kelas XI: Kegiatan Tahunan Rp 35.000 (sumpah, ini murah banget, tapi tetap ditagih)
Kelas XII: Syahriah Rp 840.000
PHBN: Rp 200.000
Totalnya nyaris 2,5 juta rupiah. Pertanyaannya, apakah ijasah itu punya nilai jual di pasar loak sampai harus disandera sedemikian rupa? Padahal ijasah bukan jaminan utang bank, tapi hak konstitusional anak setelah belajar jungkir balik!
Janji Manis Hari Ini: Dibebaskan atau Masih Alasan?
Berdasarkan keterangan Teguh Cs pada Minggu malam (6/9/2026) pukul 19.07 WIB, proses penyelesaian ijasah ini dijanjikan bakal beres hari ini, Senin, 7 September 2026.
“Kita lihat saja, apakah hari Senin (7/9/2026) ijasah benar-benar diserahkan ke yang bersangkutan, atau pihak sekolah masih butuh alasan klasik buat mangkir?”
Buat pihak sekolah, yuk, lepaskan ijasahnya. Biar Mbak Putri bisa melamar kerja, bukan malah melamar jadi pengangguran terselubung akibat ijasahnya jadi pajangan di lemari tata usaha. Kalau hari ini ijasahnya nggak turun juga, siap-siap viral gelombang kedua, ya!
Bagaimana menurut netizen budiman, apakah sekolah selayaknya jadi tempat edukasi atau malah mirip debt collector berkedok yayasan. (bp).







