Sabtu, 25 Juli 2026

​Bawa Jurus Rahasia 3M-3B-3S, Kontingen SMK Jatim Siap 'Mengacak-acak' LKS Nasional 2026



​SURABAYA, MCE - Kalau ada provinsi yang paling hobi mengoleksi piala sampai bikin provinsi tetangga elus dada, Jawa Timur jelas masuk jajaran kandidat utama. Belum puas dengan rekor hattrick alias tiga kali berturut-turut meraih gelar juara umum, kontingen Bumi Majapahit kini kembali menebar ancaman di ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026. Minggu (26/7/2026). 


​Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara terang-terangan melepas 45 siswa terbaiknya menuju medan tempur yang tersebar di Jakarta, Depok, Banten, hingga Sidoarjo. Pasang target? Jelas tak mau nanggung: Juara Umum Lagi.


​"Semua peserta lomba dari bumi Majapahit yang luar biasa, kita sudah hattrick. Mudah-mudahan tahun ini Jawa Timur mendapatkan medali sebanyak-banyaknya. Insya Allah anak-anakku di sini semuanya hebat, dan dapat memberikan hasil yang terbaik dan kembali menjadi juara umum untuk Jawa Timur," tegas Khofifah saat melepas kontingen di Surabaya, Sabtu.


​Rasa percaya diri tinggi yang diusung Pemprov Jatim ini tentu bukan tanpa modal atau sekadar 'pemanis bibir' menjelang kompetisi. Menurut Khofifah, rahasia keperkasaan SMK asal Jatim bukan terletak pada jimat keberuntungan, melainkan ekosistem pendidikan vokasi yang bergerak bak mesin yang teroles pelumas sempurna.


​Sinergi sengit antara guru, sekolah, pemerintah, hingga dunia usaha dan industri (DUDI) dipadukan dengan restu orang tua, menjadi resep pembunuh yang siap menggulung pesaing dari provinsi lain.


​"Kekuatan Jawa Timur ada pada ekosistemnya. Ketika sekolah, guru, pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan para orang tua bergerak bersama, lahirlah talenta-talenta terbaik. Sinergi inilah yang harus terus kita rawat," tambah Khofifah sembari mengimbau seluruh rombongan untuk tidak lupa menyeimbangkan ikhtiar keras dengan doa.


​Strategi 'Mantul' dan Pasukan Pilihan


​Di sisi teknis, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, sudah menyiapkan amunisi yang terbilang komplit. Dari 38 bidang kompetisi yang dilombakan—termasuk bidang bergengsi eksibisi Kecerdasan Artifisial (AI)—Jatim menerjunkan 45 siswa pilihan dari 29 SMK negeri dan swasta.


​Agar tak sekadar datang sebagai 'pelengkap penderita', Kadisdik Jatim menyuntikkan doktrin pembinaan berformula khusus: 3M, 3B, dan 3S.


​Bagi yang penasaran, 3M berarti Mental juara, Mandiri, dan Motivasi tinggi. Lalu 3B melingkupi Berdoa, Belajar tanpa lelah, dan Berlatih keras. Sementara 3S diikat dengan Sukses persiapan, Sukses pertandingan, hingga Sukses prestasi. Formula ringkas yang terdengar seperti 'mantra', tapi terbukti ampuh membakar motivasi para peserta.


​"Insya Allah seluruh peserta sudah sangat siap menghentak LKS Nasional 2026," tegas Aries optimis.


​Sombong? Nanti dulu. Taji SMK Jawa Timur nyatanya memang bukan level lokal semata. Aries membocorkan, kualitas vokasi Jatim saat ini bahkan sudah melompati batas negara. Terbukti dari 21 peserta nasional yang akan mewakili Indonesia pada ajang WorldSkills Championship (WSC) di Shanghai, China, enam di antaranya adalah anak-anak gemblengan Jawa Timur.


​Sebuah sinyal keras bagi kontingen lain: jika tingkat dunia saja bisa ditembus anak-anak Jatim, kompetisi tingkat nasional tentu jadi panggung yang siap mereka dominasi kembali. (bp). 

Jumat, 24 Juli 2026

​Korupsi Dana Hibah Jatim Gunakan Sistem 'Ijon', KPK Garuk 3 Tersangka dan Aset Mewah Rp22 M



JAKARTA, MCE | 22 Juli 2026 – Katanya sih Dana Pokok Pikiran (Pokir) dibentuk untuk menampung aspirasi dan kebutuhan rill rakyat. Tapi di tangan para oknum ini, Pokir malah berubah fungsi jadi "Pokok Pikiran Korupsi".


​Penyidik KPK resmi memamerkan tiga tersangka baru berompi oranye dari pihak swasta yang bertindak sebagai Koordinator Lapangan (Korlap): AY, MF, dan RWR. Ketiganya diduga nekat "menyunat" uang rakyat demi melapangkan jalan mendapatkan kucuran dana hibah Kelompok Masyarakat (Pokmas) di Jawa Timur untuk Tahun Anggaran 2019–2022.


​Bongkar Modus: Sistem "Ijon" & Bancakan Ratusan Miliar


​Konstruksi perkara yang dibongkar KPK ini terbilang cukup membuat elus dada. Niatnya bantu rakyat, tapi prosesnya pakai sistem transaksi layaknya di pasar buah:

• ​Sistem "Ijon" Beroperasi: Para tersangka wajib membayar fee di muka sebelum proyek dana hibah mencair. Tanpa uang pelicin ini, jangan harap jatah hibah bisa digeser.

​• Jatah Fantastis Oknum DPRD: Eks Wakil Ketua DPRD Jatim berinisial AS diduga menguasai alokasi dana hibah hingga Rp291,5 Miliar sepanjang 2019–2022, lalu meminta jatah fee 15%–20% bagi siapa saja yang ingin mencicipi kue hibah tersebut.


​• Daftar Korlap & "Cuan"-nya:

​• RWR: Mengantongi alokasi Rp28,9 M (setor fee Rp1,42 M).

​• MF: Mengantongi alokasi Rp24 M (setor fee Rp3,61 M).

​• AY: Mengantongi alokasi Rp14,8 M (setor fee Rp1,87 M).


​Akibat praktik akal-akalan ini, dana yang sejatinya dikucurkan untuk pembangunan masyarakat terpotong 20% hingga 30%. Aspirasi rakyat dikorbankan, kantong pribadi digemukkan.


​Panen Aset Koruptor: Dari SPBE Banyuwangi Sampai GOR Probolinggo


​Tak cuma menetapkan total 16 orang tersangka dalam lingkaran kasus ini, KPK juga langsung "melucuti" aset-aset hasil olahan dana panas tersebut demi mengembalikan kerugian negara. Total sementara aset yang berhasil disita mencapai Rp22 Miliar dengan rincian yang terbilang estetik:

​• 1 bidang tanah di Surabaya (Rp4,5 M)

​• 1 unit rumah mewah di Surabaya (Rp4 M)

​• 4 unit ruko di Surabaya (Total Rp6 M)

​• 1 unit apartemen di Malang (Rp1 M)

​• Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Banyuwangi (Rp2 M)

​• 1 unit Gedung Olahraga (GOR) di Probolinggo (Rp3 M)


​Aspirasi Palsu, Penjara Nyata


​"Pokir disusun bukan berdasarkan kebutuhan rill masyarakat Jatim, melainkan kebutuhan rill dompet para tersangka," sentil seorang pengamat hukum terkait temuan infografis KPK tersebut.


​Kini, Kedeputian Koordinasi dan Supervisi KPK terus mendampingi Pemda Jatim agar modus "ijon hibah" ini tak lagi jadi tradisi tahunan. Sementara itu, ketiga tersangka swasta kini terpaksa menukar setelan necisnya dengan rompi oranye dan siap menikmati fasilitas staycation jangka panjang di Rutan KPK. (bp). 

Kamis, 23 Juli 2026

​Alphard Bupati Nonaktif Lombok Barat Disita KPK



JAKARTA, MCE - Topeng pelayanan publik kembali terkelupas. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menyita satu unit mobil mewah Toyota Alphard milik Bupati Lombok Barat nonaktif, Lalu Ahmad Zaini (LAZ). Mobil impian sejuta umat yang lazimnya melambangkan kemewahan tersebut kini berganti status menjadi alat bukti dugaan tindak pidana korupsi. Kamis (23/7/2026). 


​Langkah tegas ini merupakan bagian dari penyidikan mendalam pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat LAZ pada 20 Juli 2026. Sehari setelah penangkapan tersebut, penyidik bergerak cepat menetapkan LAZ bersama Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang (Perseroda), Sudirman, sebagai tersangka dalam skandal dugaan konflik kepentingan pada pengadaan barang dan jasa.


​Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa kendaraan mewah tersebut diduga kuat merupakan bentuk "setoran" atau gratifikasi yang diterima LAZ dari Direktur Utama PT Meconel Sistim Instrument, Alvonsus Gani. Pemberian ini disinyalir erat kaitannya dengan bancakan proyek-proyek di tubuh PT Air Minum Giri Menang (AMGM)—sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang seharusnya melayani kebutuhan dasar rakyat, bukan memperkaya pejabat.


​"Penyitaan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan aset serta pembuktian aliran dana maupun fasilitas yang diterima oleh tersangka," ujar Budi Prasetyo.


​Tak berhenti pada penyitaan aset bergerak, penyidik KPK juga menggeledah sejumlah lokasi strategis untuk memburu barang bukti tambahan. Langkah penggeledahan maraton ini mengindikasikan bahwa penyidik tengah membongkar jaringan korupsi yang lebih luas di lingkaran Pemkab Lombok Barat dan BUMD terkait.


​Meski KPK belum mengumumkan hasil rinci dari rangkaian penggeledahan tersebut, publik menanti dengan cemas: berapa banyak lagi aset rakyat yang telah ditukar dengan kenyamanan pribadi oleh oknum pejabat yang mengkhianati amanahnya?


​Kasus ini menjadi tamparan keras sekaligus cermin retak bagi tata kelola birokrasi daerah, di mana fasilitas umum dan modal BUMD disinyalir kuat telah dijadikan ajang transaksi kepentingan pribadi. KPK menegaskan proses penyidikan akan terus bergulir hingga seluruh pihak yang terlibat diseret ke meja hijau. (bp). 

Rabu, 22 Juli 2026

Ketua Komnasdik Lamongan Sebut Hari Anak Nasional Jangan Cuma Jualan Tema, 79 Juta Anak Butuh Aksi Nyata



​LAMONGAN, MCE - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) setiap tanggal 23 Juli kerap diwarnai dengan spanduk megah, foto bersama, dan panggung seremonial. Namun, di balik riuk-pikuk perayaan tersebut, ada fakta kelam yang menyengat nurani: puluhan ribu anak Indonesia masih berjuang di tengah ancaman kekerasan, kesenjangan pendidikan, hingga bahaya dunia digital.


​Kritik tajam ini ditegaskan oleh M. Luthfillah, M.Ag., Ketua Komisi Nasional Pendidikan (Komnasdik) Kabupaten Lamongan. Ia menyebut bahwa HAN harus berhenti menjadi agenda "gugur kewajiban" tahunan dan wajib bertransformasi menjadi gerakan nyata untuk menyelamatkan masa depan bangsa.


​"Jangan sampai Hari Anak Nasional cuma habis di panggung pidato. Kita sedang berbicara tentang masa depan 79,6 juta anak Indonesia. Ini bukan sekadar angka statistik, ini adalah nyawa, mental, dan masa depan peradaban kita," tegas Luthfillah.


​Fakta Menyengat: Angka Kekerasan yang Bikin Elus Dada


​Luthfillah menyoroti deretan data memprihatinkan yang membuktikan bahwa ruang aman bagi anak masih sangat minim. Sepanjang tahun 2025 saja, tercatat ada 16.972 kasus kekerasan pada anak, yang kini kian marak merambah ke dunia digital.


​Tak hanya itu, ancaman di era serba internet juga kian mengintai.


​Jebakan Digital: Sebanyak 89% anak usia 10–17 tahun sudah aktif mengakses internet, namun hanya 21% yang benar-benar literat digital. Tanpa pengawasan, anak-anak rentan menjadi korban cyberbullying, eksploitasi, hingga konten jahat.


​Putus Sekolah & Stunting: Angka Partisipasi Sekolah (APS) tingkat SMA baru menyentuh 82,1%, menandakan masih ada jurang lebar dalam akses pendidikan. Di sisi lain, angka stunting masih bertengger di angka 19,8%—sebuah lampu merah bagi tumbuh kembang generasi penerus.


​Melampaui Seremoni: Saatnya Sinergi Nyata


​Mengusung tema HAN "Anak Terlindungi, Indonesia Maju: Suara Anak Membangun Bangsa", Luthfillah mendesak seluruh elemen masyarakat—mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, hingga media—untuk bergerak bersama (pentahelix).


​Menurutnya, evaluasi terhadap 456 wilayah Kota Layak Anak (KLA) tidak boleh sekadar menjadi pajangan di atas kertas. Suara anak melalui Forum Anak Nasional harus benar-benar didengar dan dijadikan pijakan kebijakan, bukan sekadar pelengkap acara.


​"Menaklukkan kelalaian kita terhadap anak memang tidak mudah, tapi investasi pada anak adalah satu-satunya cara menyelamatkan peradaban. Jika hari ini kita lalai melindungi mereka, kita sedang merancang kehancuran bangsa di masa depan," pungkasnya menohok. (bp). 


​#HariAnakNasional #PerlindunganAnak #KomnasdikLamongan #StopKekerasanAnak #DaruratDigitalAnak

Selasa, 21 Juli 2026

​Momen Haru MTsN 1 Bojonegoro Usung Bantuan ke Muallaf dan Santri di Kalitidu


​BOJONEGORO, MCE - Sekat perbedaan tak menyurutkan niat kepedulian. Langkah nyata kepedulian sosial ditunjukkan oleh civitas akademika MTsN 1 Bojonegoro melalui aksi bakti sosial (baksos) yang menyasar kawasan pinggiran Desa Sidokumpul, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (22/7/2026).


​Kegiatan kemanusiaan ini dipusatkan di Tempat Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Darussalam Dusun Kuwangenrejo—sebuah kawasan yang menyimpan cerita hangat tentang indahnya toleransi dan semangat hijrah.


​Titik Temu Hidayah dan Toleransi


​Dusun Kuwangenrejo bukan sekadar dusun biasa. Di tempat ini, tumbuh komunitas binaan yang terdiri dari 50 jamaah muallaf serta 80 santri TPA yang berjuang menimba ilmu agama.


​Menariknya, di antara puluhan santri kecil tersebut, terdapat beberapa anak yang lahir dan tumbuh dari orang tua beragama Nasrani. Keharmonisan ini menjadi potret nyata betapa pendidikan agama dan kerukunan beragama dapat berjalan berdampingan tanpa gesekan.


​Kehadiran rombongan MTsN 1 Bojonegoro disambut hangat oleh tokoh agama setempat, Ustadz Nur Khusen dan Kiyai Fauzan, yang selama ini setia mendampingi serta membina spiritualitas warga dan anak-anak di TPA tersebut.


​Menyalurkan Kepedulian, Mengetuk Hati Sesama


​Dalam aksi sosial kali ini, bantuan yang disalurkan bukan sekadar materi, melainkan bentuk kepedulian dan dorongan moral bagi warga setempat. Adapun bantuan yang diserahkan meliputi:

​• 50 Paket Sembako Utama untuk jamaah muallaf dan keluarga santri.

​• Paket Sembako Tambahan (non-paket) untuk kebutuhan operasional TPA.

​• Puluhan Pakaian Layak Pakai untuk anak-anak dan warga sekitar.


​"Bantuan ini mungkin sederhana, namun pesan di baliknya sangat mendalam: tidak ada yang berjalan sendirian dalam merawat keimanan dan toleransi di bumi Bojonegoro."


​Menjadi Inspirasi Bagi Publik


​Aksi sosial civitas akademika MTsN 1 Bojonegoro ini menjadi bukti bahwa lembaga pendidikan Islam tidak hanya fokus pada capaian akademik di dalam kelas, tetapi juga hadir merangkul masyarakat yang membutuhkan uluran tangan di lapangan.


​Semangat kebersamaan yang terpancar dari Dusun Kuwangenrejo ini diharapkan mampu mengetuk hati publik dan menjadi pengingat akan indahnya berbagi tanpa memandang latar belakang. (bp). 

Bupati Tuban Raih Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Emas dari Gubernur Jatim



TUBAN, MCE – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban dalam memperkuat koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, S.E., menerima Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Kategori Emas Bidang Koperasi pada puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 yang digelar di Bakorwil IV Pamekasan, Selasa (21/7/2026).


Lencana Jer Basuki Mawa Beya Emas disematkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kepada Bupati Tuban sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Tuban dalam mengembangkan koperasi, khususnya melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).


Penyerahan penghargaan tersebut turut dihadiri Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, Ketua Dekopinwil Jawa Timur, pimpinan perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta para kepala daerah se-Jawa Timur.


Bupati Tuban menjadi satu-satunya kepala daerah yang menerima Lencana Jer Basuki Mawa Beya Bidang Koperasi pada Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Penghargaan tersebut diberikan kepada kepala daerah yang dinilai berhasil mendukung implementasi program prioritas nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kabupaten Tuban menjadi salah satu daerah dengan capaian terbaik karena mampu mencatatkan nilai transaksi KDKMP yang tinggi di Jawa Timur.


Keberhasilan tersebut ditopang oleh empat Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Tuban yang masuk dalam 10 besar nilai transaksi tertinggi di Jawa Timur, yaitu KDMP Pucangan Kecamatan Montong, KDMP Karangagung Kecamatan Palang, KDMP Rengel Kecamatan Rengel, dan KDMP Gesikharjo Kecamatan Palang.


Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan bahwa nilai transaksi KDKMP di Jawa Timur menjadi yang tertinggi secara nasional. Bahkan, nilai transaksi KDKMP di Kabupaten Tuban lebih tinggi dibandingkan total transaksi di beberapa provinsi lain.


Khofifah juga mengapresiasi kolaborasi antara Pemkab Tuban, pemerintah desa, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menyukseskan program KDKMP.


"Ini menjadi motivasi bagi kepala daerah lain untuk terus mendukung gerakan koperasi yang dijalankan melalui KDKMP," ujarnya.


Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama Dewan Koperasi Indonesia diharapkan terus memberikan pendampingan kepada pengurus koperasi, mulai dari administrasi, tata kelola, hingga digitalisasi. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan dan minat masyarakat untuk bertransaksi di koperasi.


Gubernur Jawa Timur dua periode itu juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh insan koperasi di Jawa Timur. Menurutnya, tantangan ke depan akan semakin kompleks sehingga insan koperasi dituntut mampu beradaptasi agar tetap eksis dan terus memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.


Sementara itu, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, S.E., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mengembangkan Koperasi di Kabupaten Tuban, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.


Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pengurus dan pengawas koperasi, pegiat dan anggota koperasi, serta masyarakat yang terus menjadikan koperasi sebagai wadah pemberdayaan ekonomi.


"Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat koperasi agar semakin profesional, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.


Lebih lanjut, Pemkab Tuban akan terus memberikan pendampingan, memperkuat kapasitas kelembagaan, serta mendorong digitalisasi tata kelola koperasi agar mampu tumbuh secara berkelanjutan dan semakin berdaya saing.


Pencapaian empat KDKMP Tuban yang masuk dalam jajaran transaksi tertinggi di Jawa Timur menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat mampu menghadirkan koperasi yang sehat, aktif, dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.


Melalui penghargaan tersebut, Pemkab Tuban semakin optimistis memperkuat koperasi sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi kerakyatan sekaligus menyukseskan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.


"Koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah," tegasnya.


Sebagai informasi, KDMP Pucangan Kecamatan Montong mencatatkan nilai transaksi tertinggi di Jawa Timur sebesar Rp5,4 miliar, disusul KDMP Karangagung Kecamatan Palang di peringkat ketiga sebesar Rp1,7 miliar, KDMP Rengel Kecamatan Rengel di peringkat keempat sebesar Rp1,3 miliar, serta KDMP Gesikharjo Kecamatan Palang di peringkat ketujuh dengan nilai transaksi Rp596 juta.


Pada kesempatan tersebut, Bupati Tuban didampingi Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Tuban, Kepala Bidang Koperasi, Pembina Koperasi Beringin, serta pengurus KDKMP penerima penghargaan. (bp).

​Kacabdindik Ponorogo-Magetan Sentil Pengkritik: Prestasi Silvia Yunita Bukti 'Cewek Gak Cuma Bisa Dandan'



PONOROGO, MCE - Di tengah maraknya fenomena remaja yang lebih sibuk berburu content aesthetic demi validasi media sosial, seorang siswi dari SMAN 1 Slahung, Kabupaten Ponorogo, justru memilih jalan yang tak biasa: naik ke atas ring dan menumbangkan lawan-lawannya. Selasa (21/7/2026). 


​Dia adalah Silvia Yunita Putri, siswi kelas X.1 SMAN 1 Slahung yang sukses menyabet gelar Juara 1 Tinju Amatir Tingkat Provinsi Jawa Timur dalam ajang Piala Walikota Madiun Clash of Champions 2026, yang digelar di Alun-Alun Kota Madiun pada 17–18 Juli 2026 lalu.


​Prestasi langka ini tak pelak memancing sorotan tajam sekaligus apresiasi tinggi dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Ponorogo - Magetan, Maskun, S.Pd., M.M..


​Maskun menegaskan bahwa kehadiran atlet petinju wanita adalah sebuah fenomena yang sangat langka di tingkat pelajar. Menurutnya, di saat tidak sedikit anak muda yang rentan terjebak dalam gaya hidup serba instan dan minim aksi nyata, Silvia justru menunjukkan mentalitas baja yang patut menampar skeptisisme publik.


​"Petinju wanita itu sangat langka. Tidak semua anak muda—terutama siswi putri—berani mengambil risiko, berlatih fisik dengan kedisiplinan tinggi, lalu naik ke atas ring secara sportif," tegas Maskun saat memberikan apresiasinya.


​Ia juga menambahkan bahwa capaian SMAN 1 Slahung ini menjadi bukti nyata bahwa sekolah di wilayah pinggiran pun mampu melahirkan talenta kelas atas yang siap 'mencakar' panggung kejuaraan tingkat provinsi.


​Keberhasilan Silvia Yunita Putri ini diharapkan tidak sekadar menjadi bahan unggahan seremonial di media sosial, melainkan menjadi tamparan motivasi bagi generasi muda lainnya agar tidak hanya garang di dunia maya, tetapi benar-benar membuktikan taji dan prestasinya di dunia nyata. (bp). 

Berita Terbaru