Jumat, 07 Agustus 2026

​Skandal Rp322 Miliar Digitalisasi SPBU Pertamina: KPK Tahan Eks Petinggi Telkom





​JAKARTA, MCE - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan dan menahan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan digitalisasi SPBU Pertamina periode 2018–2023. Skandal rantai pengadaan berlapis ini diperkirakan merugikan keuangan negara hingga Rp322,18 miliar berdasarkan laporan penghitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Tiga tersangka yang memakai rompi oranye KPK tersebut adalah:

​• (Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom 2017–2019)

​• WER (Senior GM SSO PT Telkom 2012–2020)

​• EL (Pegawai PT Telkom sekaligus Pemilik PT PCS)


​Modus Operandi: Pengkondisian Vendor dan Uang 'Penyingkir' Rp2 Miliar


​Program digitalisasi SPBU sejatinya dirancang untuk memantau ketersediaan BBM secara real-time dan mengawasi penyaluran agar tepat sasaran menggunakan perangkat Electronic Data Capture (EDC) dan Automatic Tank Gauge (ATG). Namun, proyek strategis bernilai awal Rp3,6 triliun ini justru dijadikan ladang bancakan.


​Konstruksi perkara mengungkapkan serangkaian penyimpangan sistematis:

​• Pengondisian Vendor: Tersangka DR dan EL diduga mengatur penunjukan vendor sejak awal. Untuk memuluskan PT PCS sebagai pemenang pengadaan EDC, tersangka WER memerintahkan EL memberikan uang sebesar Rp2 miliar kepada pesaingnya (PT ASK) agar mengundurkan diri.

​• Formalitas Pengadaan: Pengadaan mesin ATG dan penunjukan system integrator diduga hanya formalitas semata. Anak perusahaan PT Telkom ditunjuk langsung meskipun tidak memiliki kapasitas sebagai distributor perangkat.

​• Penyunatan Spesifikasi & Hadiah Luar Negeri: Tersangka EL sengaja menurunkan spesifikasi perangkat EDC. Agar perubahan tersebut disetujui, EL menyuap sejumlah pejabat PT Telkom dengan fasilitas perjalanan liburan ke luar negeri.


​Ironi Sektor Migas


​KPK menyayangkan korupsi yang terjadi pada program vital ini. Niat awal untuk menyalurkan subsidi BBM tepat sasaran bagi masyarakat justru ditumpangi kepentingan pribadi oknum pejabat demi mengeruk keuntungan.


​Langkah tegas KPK ini menjadi peringatan keras bagi seluruh BUMN untuk mematuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG). Pengadaan barang dan jasa berskala nasional harus berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari benturan kepentingan demi kemaslahatan publik. (bp). 

Kamis, 06 Agustus 2026

Sinyal Keras Prabowo ke 150 Periset Di Istana: Riset Jangan Cuma Jadi Tumpukan Kertas



​JAKARTA, MCE - Pemandangan tak biasa mewarnai Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026). Untuk pertama kalinya dalam sejarah, lebih dari 150 periset terbaik bangsa dihimpun dalam satu ruangan, bertatap muka langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni diplomasi akademik, melainkan 'Panggilan Tugas' tegas dari kepala negara mengenai nasib riset, inovasi, dan pendidikan Indonesia.


​Presiden Prabowo menegaskan bahwa ekosistem riset tanah air tidak boleh lagi berjalan di tempat atau terjebak dalam sekat birokrasi. Pendidikan dan inovasi dipatok sebagai fondasi mutlak yang bakal menentukan apakah Indonesia mampu bersaing secara global atau sekadar menjadi penonton pada era Indonesia Emas 2045. Investment pada otak-otak terbaik bangsa ditegaskan sebagai harga mati.


​Sebelum melempar taklimat tajam, Prabowo membedah langsung jajaran pameran inovasi anak bangsa. Mulai dari cetak biru teknologi pendukung proyek raksasa Giant Sea Wall, persiapan teknologi nuklir menuju Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), tabung Compressed Natural Gas (CNG) efisien pengganti LPG, hingga teknologi Foodguard demi membentengi keamanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak ketinggalan, terobosan di bidang ketahanan pangan, kemandirian energi, pengelolaan sampah, alutsista pertahanan, hingga teknologi konstruksi program tiga juta rumah turut diuji langsung.


​Namun, kejutan terbesar justru lahir dari pameran alat pemenuh kebutuhan dasar. Di hadapan para peneliti, Presiden secara spontan memesan sepatu sekolah berbahan karet lokal buatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dibanderol di bawah Rp80 ribu per pasang. Aksi ini menjadi sentilan sekaligus pesan tersirat bagi industri nasional: karya anak bangsa harus murah, berkualitas, dan segera dihilirisasi ke pasar, bukan sekadar berakhir menjadi pajangan etalase atau laporan penelitian yang berdebu.


​Momentum Istana hari ini menebar sinyal kuat. Pemerintah siap menyokong dana dan panggung, namun para periset kini dituntut membuktikan bahwa laboratorium riset mampu melahirkan solusi konkret bagi persoalan rakyat dari urusan sepatu sekolah, isi piring gratis, hingga kemandirian energi nasional. (bp). 

Bukan Sekadar Lomba, Momen Bupati Tuban Baur Bersama Pejabat dan Warga Lewat Rally Patriotik



TUBAN, MCE – Semangat kebersamaan dan jiwa patriotisme membakar atmosfer GOR Rangga Jaya Anoraga. Pemerintah Kabupaten Tuban secara resmi membuka gelaran Rally Patriotik, sebuah ajang keakraban yang menjadi penanda dimulainya rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di bumi Wali tersebut. Kamis (6/8). 


​Suasana cair dan penuh gelak tawa tampak saat Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky (Mas Lindra), Sekda Budi Wiyana, serta Ketua DPRD Sugiantoro melebur bersama jajaran kepala perangkat daerah, camat, instansi vertikal, BUMN, BUMD, sektor perbankan, hingga tenaga medis rumah sakit. Tanpa sekat protokoler yang kaku, para pejabat daerah ini bahu-membahu dalam kompetisi seru yang menjunjung tinggi sportivitas.


​Bupati Tuban, Mas Lindra, menegaskan bahwa agenda ini dirancang jauh melampaui muatan kompetisi olahraga semata. Lebih dari itu, Rally Patriotik diproyeksikan sebagai ruang strategis untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menguatkan sinergi lintas sektoral.


​"Momentum kemerdekaan ini harus kita jadikan fondasi untuk memperkuat kolaborasi. Melalui semangat kebersamaan di lapangan, kita satukan energi untuk memberikan pelayanan yang makin optimal dan terbaik bagi seluruh masyarakat Tuban," ujar Mas Lindra di sela-sela kegiatan.


​Gelaran Rally Patriotik dijadwalkan berlangsung hingga 9 Agustus 2026 sebagai kick-off dari deretan agenda besar perayaan kemerdekaan di Kabupaten Tuban. Sepanjang bulan Agustus, masyarakat Tuban bakal dimanjakan dengan beragam sajian hiburan dan olahraga, seperti:

​• Voli Smash Kemerdekaan dan Lomba Olahraga Tradisional

​• 1781 Koperasi Merdeka Fun Walk serta Jalan Merdeka

​• Pagelaran seni budaya, Pesta Kemerdekaan, hingga parade megah Tuban Specta Night Carnival. (bp). 

Ponorogo Bangga! Siswa SMAN 1 Berhasil Tembus Semifinal OSN Nasional 2026 Bidang Informatika






​Ponorogo, MCE – Kabar membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan di wilayah Ponorogo. Prestasi gemilang berhasil ditorehkan oleh salah satu putra terbaik daerah, Alvin Afriza Zenobia, siswa SMAN 1 Ponorogo. Alvin dipastikan melaju ke babak semifinal di ajang paling bergengsi bagi insan muda Indonesia: Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Nasional Tahun 2026, khususnya pada Bidang Informatika. Kamis (6/8/2026). 


​Pencapaian luar biasa ini merupakan bukti nyata dari dedikasi tinggi, ketekunan belajar, dan komitmen pantang menyerah yang ditunjukkan oleh Alvin di bawah bimbingan guru-guru terbaik di SMAN 1 Ponorogo. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan sekolah, tetapi juga menjadi motivasi besar bagi seluruh pelajar di Ponorogo untuk terus berprestasi.


​Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo, Maskun, S.Pd., M.M., memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan menyampaikan pesan menyentuh atas pencapaian ini. "Teruslah belajar, berusaha, dan berdoa. Keberhasilan hari ini adalah langkah menuju masa depan yang lebih gemilang. Ponorogo bangga padamu!" demikian petikan ucapan beliau yang sarat akan makna dukungan dan inspirasi.


​Beliau juga memanjatkan doa terbaik agar Alvin diberikan kelancaran dalam setiap langkahnya di babak semifinal nanti. Prestasi ini sejalan dengan visi besar bersama untuk menciptakan generasi yang "Cerdas, Berkarakter, dan Berprestasi untuk Indonesia Emas". Semoga ilmu yang diraih dapat menjadi cahaya dan amal yang membanggakan orang tua, sekolah, dan bangsa.


​Seluruh masyarakat Ponorogo tentu turut mendoakan dan mendukung penuh agar Alvin Afriza Zenobia terus melaju hingga mencapai podium tertinggi di ajang OSN 2026. Semangat berprestasi terus menginspirasi. (bp). 

Rabu, 05 Agustus 2026

Cetak Prestasi Gemilang, Ini Daftar 6 Siswa Bojonegoro-Tuban yang Tembus Semifinal OSN 2026



​BOJONEGORO, MCE – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia pendidikan di wilayah Jawa Timur. Sebanyak 6 siswa terbaik asal Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban berhasil melaju ke babak Semifinal Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional tahun 2026. Kamis (6/8/2026). 


​Capaian gemilang ini mendapat apresiasi setinggi-tingginya dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bojonegoro (wilayah kerja Bojonegoro & Tuban), Maskun, S.Pd., M.M. Ia menyampaikan rasa bangga dan harapan besar agar para delegasi ini dapat terus melangkah hingga menorehkan tinta emas di babak puncak.


​Daftar Siswa Berprestasi yang Melaju ke Semifinal OSN 2026:


​• Rajendra Bhadra Prihantara (Bidang Fisika) – SMAN 1 Tuban

​• Arsa Ridho Priyanka (Bidang Kimia) – SMAN 1 Bojonegoro

​• Muhammad Bilal Zaidaniel Fathan Mahdi (Bidang Fisika) – SMP Plus Ar-Rahmat Bojonegoro

​• Fachri Akbar Triyanto (Bidang Kebumian) – SMAN 1 Bojonegoro

​• Ayla Fahmida Nazilla Roshan (Bidang Kebumian) – SMAN 1 Bojonegoro

​• Nauval Rasyad (Bidang Geografi) – SMA Plus Ar-Rahmat Bojonegoro


​Keberhasilan 6 pelajar ini menjadi bukti nyata kualitas pendidikan dan potensi besar generasi muda dari Bojonegoro dan Tuban dalam bersaing di ajang sains bergengsi tingkat nasional. Diharapkan seluruh masyarakat turut memberikan dukungan dan doa agar para peserta dapat memberikan hasil terbaik di babak berikutnya. (bp). 

​Tudingan "Ingkar Janji" LSM JAMAL Ditepis, Ketua DPRD Lamongan: Jangan Bikin Narasi Lucu





​Lamongan, MCE - Tudingan "ingkar janji" yang dilemparkan LSM JAMAL kepada Ketua DPRD Lamongan, Mukhammad Freddy Wahyudi, akhirnya memicu reaksi keras. Tak tinggal diam atas narasi miring tersebut, Freddy menepis mentah-mentah tuduhan itu dan menilainya tidak berdasar, sembrono, serta sangat tidak etis dalam beretika politik.


​Polemik ini bermula saat LSM JAMAL bersama tokohnya, Jamal dan Kalis, menggebu-gebu meminta audiensi terkait pemanfaatan kawasan hutan untuk tanaman jagung. Bukannya diabaikan, pimpinan dewan sejatinya telah mengakomodasi tuntutan tersebut secara penuh.

​Mekanisme Dewan Dikangkangi?


Freddy menegaskan bahwa audiensi yang dimohonkan LSM JAMAL telah resmi digelar pada Senin (3/8/2026). Sesuai tatib dan tata kelola kelembagaan, pertemuan tersebut didelegasikan kepada Komisi B DPRD Lamongan yang memang mengusung domain fungsi dan teknis terkait.


​"Sudah terlaksana pada hari Senin kemarin. Sehingga tidak benar jika kami dikatakan ingkar janji. Sangat mengada-ada," tegas Freddy, Selasa (4/8/2026).


​Politisi PKB ini menyindir pihak-pihak yang seolah alpa paham bahwa pimpinan DPRD bukanlah pemeran tunggal yang bekerja tanpa aturan. Ada pembagian kerja komisi yang sah dan wajib dihormati, bukan asal teriak di media.


​"Saya telah mendelegasikan Komisi B untuk menerima audiensi petani hutan yang didampingi LSM tersebut. Apa yang kami lakukan presisi sesuai prosedur. Ini bukan melempar tanggung jawab, melainkan menghormati tata kelola pembagian tugas dewan. Jangan diplintir!" cetusnya.


​Kritik Dibuka, Gimik "Ingkar Janji" Disentil


Meski mengklaim selalu terbuka terhadap masukan masyarakat, wartawan, maupun elemen LSM, Freddy menyayangkan murahnya diksi "ingkar janji" yang diobral LSM JAMAL demi membangun framing negatif.


​"Prinsipnya kami terbuka pada kritik membangun. Tapi kalau tiba-tiba dicap ingkar janji hanya karena tidak tampil sendiri secara personal, itu tidak etis dan terkesan memaksakan stigma," sindir Freddy. Ia menegaskan bahwa institusinya tak pernah menganaktirikan aspirasi mana pun.


​Sentilan Menohok: "Belajarlah Dewasa Berpolitik!"


Menutup pernyataannya, Freddy menyentil agar para pegiat LSM dan aktor politik lokal tidak memelihara sikap drama dalam memperjuangkan aspirasi publik.


​"Saya tidak menghalangi siapa pun. Tapi kalau harus memaksakan bertemu pimpinan secara langsung detik itu juga, ya harus paham etika dan bersabar antre jadwal kegiatan. Semua ada koridorya," pungkas Freddy. Ia mengimbau agar LSM JAMAL bersikap lebih dewasa dan arif, bukannya sibuk memproduksi kegaduhan yang tidak produktif bagi nasib petani hutan Lamongan. (s.genk). 

Selasa, 04 Agustus 2026

Korupsi Jadi Musuh Bersama, Bupati YES Perkuat Benteng Tata Kelola Pemkab Lamongan di Grahadi


​SURABAYA, MCE – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menunjukkan langkah nyata dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Pak YES), saat menghadiri Rapat Koordinasi Penguatan Integritas dan Pencegahan Korupsi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (4/8).


​Forum strategis yang menghimpun seluruh Bupati dan Wali Kota se-Jawa Timur ini menjadi panggung konsolidasi massal untuk memperketat benteng pencegahan korupsi di tingkat daerah. Kehadiran Pak YES menegaskan posisi Kabupaten Lamongan yang siap berada di barisan terdepan dalam menutup rapat celah penyelewengan di setiap lini perangkat daerah.


​Dalam rapat tersebut, Pemkab Lamongan berkomitmen mengakselerasi tiga pilar utama: perketat pengawasan internal, transformasi kualitas pelayanan publik agar semakin transparan, serta penguatan sinergi lintas instansi.


​Langkah konkret ini diharapkan tak sekadar menjadi agenda formal, melainkan fondasi utama dalam menciptakan sistem pemerintahan daerah yang tepercaya, berintegritas, dan berorientasi penuh pada kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (s.genk). 

Berita Terbaru