Sabtu, 27 Juni 2026

​Buka Peluang Emas! Kediri Urban Job Fair 2026 Sediakan 4.500+ Lowongan Kerja Gratis di Graha Smeksa SMKN 1 Kediri



​KEDIRI, MCE – Kabar gembira yang dinanti-nanti oleh para pencari kerja (job seeker) di Kota Kediri dan sekitarnya akhirnya tiba. Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) menggandeng berbagai mitra strategis nasional bersiap menggelar perhelatan akbar ketenagakerjaan bertajuk "Kediri Urban Job Fair 2026". Mengusung tema besar "Menuju Karir Yang Lebih Mapan", ajang bergengsi ini bakal menghadirkan lebih dari 50 perusahaan terkemuka dengan total lowongan kerja mencapai lebih dari 4.500 formasi. Sabtu (27/6/2026). 


​Perhelatan besar ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 22 Juli 2026, bertempat di Graha Smeksa – SMKN 1 Kediri, Jalan Veteran No. 9, Kota Kediri, mulai pukul 08.00 hingga 15.30 WIB. Menariknya, seluruh rangkaian acara ini diselenggarakan secara 100% Gratis tanpa dipungut biaya apa pun dari para pelamar.


​Kepala SMKN 1 Kediri, Edy Suroto, S.Pd., M.M., dalam keterangan persnya mengatakan pada Sabtu, 27 Juni 2026, bahwa pihak sekolah selaku penyedia tempat (host) berkomitmen penuh dalam mendukung kesuksesan agenda besar berskala kota ini. Fasilitas di Graha Smeksa telah dipersiapkan secara matang guna mengantisipasi ribuan pencari kerja yang diprediksi akan memadati lokasi.


​"Kami dari pihak SMKN 1 Kediri merasa terhormat kembali dipercaya menjadi pusat pelaksanaan Kediri Urban Job Fair 2026. Graha Smeksa siap menyambut kehadiran para pencari kerja dengan fasilitas terbaik yang representatif. Melalui sinergi kuat antara dunia pendidikan, pemerintah kota, dan sektor industri ini, kami berharap angka serapan tenaga kerja, khususnya bagi para alumni baru maupun masyarakat umum di Kediri, dapat meningkat secara signifikan demi mewujudkan karir yang lebih mapan," ujar Edy Suroto di hadapan media.


​Bukan Sekadar Bursa Kerja Biasa


​Kediri Urban Job Fair 2026 dirancang secara interaktif, modern, dan ramah digital. Selain mempertemukan langsung para pelamar dengan divisi Human Resources (HR) dari 50 perusahaan ternama, acara ini juga dikemas dengan berbagai agenda menarik yang edukatif dan menghibur, di antaranya:


​1. Bursa Kerja & Direct Recruitment: Proses penyerahan lamaran dan seleksi langsung di lokasi booth pameran.

​2. Career Talk: Sesi berbagi wawasan dunia kerja dan tips karier bersama para ahli dan praktisi industri.

​3. Layanan AK-1 (Kartu Kuning): Pembuatan kartu pencari kerja resmi yang difasilitasi langsung di tempat oleh dinas terkait.

​4. Layanan SIMONIK: Sistem Informasi Monitoring Ketenagakerjaan untuk mempermudah pemetaan kompetensi.

​5. Acoustic Performance: Hiburan musik akustik langsung guna mencairkan ketegangan para pelamar selama menunggu proses seleksi.


​Acara ini turut didukung penuh dan dipelopori langsung oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, SH, M.Kn, bersama Wakil Wali Kota Kediri, KH. Qowimuddin Thoha, S.Pd.I, yang menempatkan pengentasan pengangguran serta peningkatan kualitas SDM daerah sebagai program prioritas utama dalam masa kepemimpinan mereka.


​Catat Alur Pendaftarannya agar Tidak Salah Langkah!


​Bagi masyarakat yang berminat, proses pendaftaran online telah resmi dibuka sejak 22 Juni hingga 21 Juli 2026. Panitia mengimbau agar para pelamar mendaftarkan diri secara daring terlebih dahulu sebelum datang ke lokasi acara guna menghindari antrean yang menumpuk.


​Berdasarkan petunjuk teknis resmi, berikut adalah 5 Langkah Mudah Melamar Kerja di Kediri Urban Job Fair 2026:


​• Step 01 (Pendaftaran): Mendaftar melalui tautan resmi https://s.id/daftarKUJF2026 dan pastikan langsung bergabung ke dalam WhatsApp Group serta Saluran WA resmi panitia untuk mendapatkan pembaruan informasi berkala.

​• Step 02 (Memilih Loker): Pelajari dengan cermat daftar kualifikasi lowongan pekerjaan yang tersedia secara daring, sesuaikan dengan kompetensi Anda, lalu persiapkan berkas lamaran terbaik.

​• Step 03 (Datang ke Lokasi): Hadir langsung di Graha Smeksa SMKN 1 Kediri pada Rabu, 22 Juli 2026. Jangan lupa melakukan pengisian tautan absensi kedatangan di lokasi Job Fair.

​• Step 04 (Mengunjungi Booth): Gali informasi sedalam-dalamnya terkait posisi yang ditawarkan. Pelamar dapat melakukan drop berkas fisik, memindai barcode lamaran, ataupun mengisi absensi di booth perusahaan tujuan sesuai prosedur masing-masing perusahaan.

• ​Step 05 (Mengisi Presensi Booth): Pastikan Anda telah mengisi lembar presensi yang disediakan oleh masing-masing booth perusahaan yang Anda lamar sebagai bukti validasi data rekrutmen.


​Penyelenggaraan akbar ini juga didukung penuh oleh platform perluasan kesempatan kerja nasional milik Kementerian Ketenagakerjaan RI dan mitra, seperti PASKER ID (Pusat Pasar Kerja), SIAPkerja, Karirhub, dan Talenthub.


​Bagi calon pelamar yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai teknis pendaftaran, panitia menyediakan sejumlah kontak layanan (Contact Person) resmi yang dapat dihubungi, yaitu:


​• Amelya (+62 823-0233-5938)

​• Pipin (+62 895-6035-78398)

​• Irma (+62 812-1700-7554)

​• Mas Koes (+62 813-3444-8544)

​• Agus G (+62 852-3410-1171)


​Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk menjemput masa depan yang lebih cerah, kompetitif, dan mapan. Siapkan resume terbaik, berpakaianlah yang rapi dan formal, dan sampai jumpa di Graha Smeksa Kota Kediri! (bp)

Jumat, 26 Juni 2026

​Surabaya Lumpuh Total! Massa Baju Hitam #IndonesiaSekarat Blokade Grahadi, Bakar Tas Sampai Minta Parlemen Dibubarkan





SURABAYA, MCE - Jumat sore warga Surabaya yang mau pulang kerja terpaksa harus mengelus dada dan gigit jari. Ruas Jalan Gubernur Suryo hingga Panglima Sudirman mendadak berubah jadi "milik pribadi" massa aksi bermasker dan berpakaian serba hitam yang menamakan diri Warga Surabaya Turun ke Jalan.


​Bukannya memberikan jalan untuk para pekerja yang lelah, sekitar pukul 17.00 WIB massa justru nekat menutup total seluruh ruas jalan dan membuat lingkaran besar. Klakson pengendara yang mengamuk dan protes sama sekali tak dihiraukan—dianggap angin lalu demi sebuah orasi.


​Aksi bertajuk #IndonesiaSekarat ini tak cuma bikin lalu lintas sekarat, tapi juga diwarnai aksi bakar-bakar kaos, tas, hingga sampah di tengah jalan. Mengaku dari Front Anti Kapitalisme, mereka membawa 11 tuntutan yang sukses bikin alis terangkat. Mulai dari urusan perut seperti harga sembako dan BBM yang mencekik, protes proyek Surabaya Waterfront Land, hingga tuntutan super ekstrem: bubarkan parlemen dan akhiri kepemilikan pribadi atas alat produksi.


​Bagi Anda yang terjebak macet, selamat mencari jalan alternatif. Bagi massa aksi, tampaknya bakar sampah di tengah jalan adalah solusi terbaik untuk didengar pemerintah.


​11 Tuntutan Massa: 

​1. Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM.

​2. Hentikan Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.

​3. Cabut UU Polri dan UU TNI.

​4. Ciptakan Lapangan Kerja yang Layak.

​5. Bubarkan Komando Teritorial dan Hentikan Keterlibatan TNI dalam Ranah Sipil.

​6. Hentikan Reklamasi Surabaya Waterfront Land.

​7. Bebaskan Seluruh Tahanan Politik dan Pulihkan Nama Baik Tahanan Politik.

​8. Prioritaskan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan.

​9. Ciptakan dan Perbanyak Transportasi Umum yang Layak, Inklusif, dan Gratis.

​10. Bubarkan Parlemen dan Bangun Kuasa Rakyat.

​11. Akhiri Kepemilikan Pribadi Atas Alat-alat Produksi. (bp). 



Kamis, 25 Juni 2026

​Lantik Dewan Pendidikan Baru, Bupati Setyo Wahono: SDM Unggul Adalah Investasi Terbesar Bojonegoro





​BOJONEGORO, MCE – Langkah strategis dalam mendongkrak mutu pendidikan di Kabupaten Bojonegoro resmi dimulai. Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, secara resmi melantik jajaran pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Bojonegoro periode 2026-2030. Prosesi pelantikan ini berlangsung khidmat di Ruang Angling Dharma, Lantai 2 Gedung Pemkab Bojonegoro, pada Kamis (25/06/2026).


​Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa pembangunan sebuah daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, melainkan pada kualitas manusianya. Ia menyebut investasi pada Sumber Daya Manusia (SDM) adalah pilar terbesar sekaligus kunci utama kemajuan Bojonegoro di masa depan.


​"Pendidikan adalah fondasi utama. Kita tidak bisa bicara tentang kemajuan daerah tanpa menyentuh peningkatan kualitas SDM-nya. Oleh karena itu, investasi terbesar kita hari ini adalah memastikan generasi muda Bojonegoro mendapatkan pendidikan yang layak dan bermutu," ujar Setyo Wahono di hadapan para pengurus yang baru dilantik.


​Sinergi untuk Akselerasi Mutu Pendidikan


​Kehadiran pengurus Dewan Pendidikan yang baru ini diharapkan mampu menjadi jembatan sekaligus motor penggerak inovasi dalam sistem pendidikan daerah. Bupati juga berharap lembaga ini dapat memberikan rekomendasi-rekomendasi taktis terkait kebijakan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.


​Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap program-program penguatan kompetensi, baik untuk tenaga pendidik maupun para siswa. Sinergi antara pemerintah, Dewan Pendidikan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama keberhasilan target tersebut.


​Dengan masa bakti empat tahun ke depan (2026-2030), pengurus Dewan Pendidikan Bojonegoro yang baru dilantik ini mengemban tugas besar untuk mengawal arah kebijakan edukasi, demi mencetak generasi emas Bojonegoro yang siap bersaing di kancah nasional maupun global. (bp). 

Rabu, 24 Juni 2026

​Puncak PENAS XVII 2026: Mengintip Cetak Biru Pertanian Modern Masa Depan Indonesia




​GORONTALO, MCE — Sektor pertanian yang modern, adaptif, dan produktif kini menjadi pilar fundamental sekaligus modal utama Indonesia dalam meniti jalan menuju swasembada pangan berkelanjutan. Komitmen kuat ini ditegaskan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat melakukan kunjungan kerja strategis di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu (24/6/2026).


​Dalam rangkaian agenda Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 tersebut, Kepala Negara meninjau langsung implementasi Teknologi Budidaya Padi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) serta area Gelar Teknologi. Eksibisi berskala nasional ini menyuguhkan berbagai lompatan inovasi mutakhir di sektor pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, serta ekosistem teknologi pendukung ketahanan pangan.


​Mengakselerasi Produktivitas Lewat Inovasi PM-AAS


​Di sela-sela peninjauan, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi yang tinggi terhadap berbagai terobosan teknologi baru yang berhasil dikembangkan di sektor agraria. Menurut Kepala Negara, intervensi teknologi modern seperti model PM-AAS bukan lagi sekadar opsi, melainkan sebuah kebutuhan mutlak demi mendongkrak produktivitas secara signifikan.


​"Pemanfaatan teknologi tepat guna dan modernisasi di sektor hulu hingga hilir terbukti mampu meningkatkan hasil panen secara melipat ganda, sekaligus memperkuat benteng ketahanan pangan nasional kita di tengah ketidakpastian global," ujar Presiden.


​Optimisme tinggi dipancarkan oleh Kepala Negara terkait masa depan sektor agraris tanah air. Pemerintah meyakini, dengan sinergi antara adopsi teknologi yang masif dan inovasi yang terus bergulir, Indonesia bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik secara mandiri, tetapi juga memiliki modalitas yang sangat besar untuk tampil sebagai lumbung pangan dunia (global food estate). Dampak positifnya, roda ekonomi di tingkat akar rumput akan berputar lebih cepat, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan lokal.


​Tiga Strategi Utama: Intensifikasi, Ekstensifikasi, dan Hilirisasi


​Guna mengejawantahkan visi besar tersebut menjadi realitas, Pemerintah Indonesia telah memetakan peta jalan (roadmap) yang komprehensif. Penguatan rantai produksi pangan nasional akan diakselerasi melalui integrasi tiga strategi utama:


​• Intensifikasi: Optimalisasi lahan pertanian yang ada dengan benih unggul, pemupukan presisi, dan manajemen air yang modern.


​• Ekstensifikasi: Perluasan areal tanam baru yang potensial dengan tetap menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan.


​• Hilirisasi: Transformasi hasil panen menjadi produk turunan bernilai tambah tinggi guna meningkatkan daya saing pasar dan pendapatan petani.


​Pemerintah juga memastikan bahwa penerapan teknologi pertanian berbasis digital dan mekanisasi ini tidak akan berhenti di pusat-pusat percontohan saja. Ke depan, implementasinya akan diperluas secara masif dan merata ke berbagai pelosok daerah di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi berbasis komunitas demi mewujudkan kedaulatan dan keswasembadaan pangan yang kuat, dimulai dari level desa hingga menjangkau skala nasional. (bp). 


Sukses Tekan Kematian Ibu dan Bayi, Pemkab Tuban Raih Apresiasi Pemprov Jatim




Tuban, MCE - Upaya menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tuban membuahkan hasil. Atas capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan penghargaan kepada Kabupaten Tuban atas keberhasilannya menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi sepanjang tahun 2025.


Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban, drg. Roikan, M.H., pada Rapat Koordinasi Teknis Bidang Kesehatan Masyarakat Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Singhasari, Kota Batu, pada 24-25 Juni 2026.


Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinkes P2KB Tuban, Angka Kematian Ibu (AKI) pada 2025 tercatat 109,18 per 100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut turun dibanding tahun 2024 yang mencapai 152,19 per 100.000 kelahiran hidup. Sementara itu, Angka Kematian Bayi (AKB) juga menurun dari 6,98 menjadi 5,72 per 1.000 kelahiran hidup.


Terkait capaian tersebut, Plt. Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Tuban, drg. Roikan, M.H., mengatakan bahwa hasil tersebut merupakan buah kerja bersama berbagai pihak yang terlibat dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, mulai dari tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah desa, kader kesehatan, hingga dukungan masyarakat.


"Pada 2025, Angka Kematian Ibu berhasil turun dari 152,19 menjadi 109,18 per 100.000 kelahiran hidup atau berkurang 43,01 poin. Sementara itu, Angka Kematian Bayi turun dari 6,98 menjadi 5,72 per 1.000 kelahiran hidup atau berkurang 1,26 poin. Penurunan ini menunjukkan bahwa deteksi dini risiko kehamilan, pendampingan ibu hamil, pelayanan persalinan yang aman, serta pemantauan kesehatan bayi berjalan semakin baik," ujarnya, Rabu (24/6).


Lebih lanjut, Roikan menjelaskan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi tenaga kesehatan di puskesmas, rumah sakit, bidan praktik mandiri, kader kesehatan, pemerintah desa, serta dukungan keluarga yang aktif memantau kesehatan ibu hamil dan bayi.


"Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menjaga kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Karena itu, kami ingin setiap ibu hamil mendapatkan layanan yang cepat dan tepat sehingga risiko kematian ibu maupun bayi dapat terus ditekan," tambahnya.


Selain penyerahan penghargaan, kegiatan Rakornis Kesmas 2026 juga diisi dengan pelaksanaan simbolis Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara serentak serta penyerahan Buku Pedoman Teknis Cek Kesehatan Gratis bagi anak sekolah dan pondok pesantren.


Menurut penuturannya, penghargaan yang diterima Kabupaten Tuban menjadi apresiasi atas kerja keras seluruh pihak dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat. Dengan capaian tersebut, Kabupaten Tuban diharapkan mampu mempertahankan tren penurunan angka kematian ibu dan bayi melalui pelayanan kesehatan yang semakin dekat, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat. (bp). 

​Gempur Peredaran Obat Terlarang, Satresnarkoba Polres Lumajang Sita 23.959 Butir Pil Logo Y dari Tangan Bandar ​



LUMAJANG, MCE – Komitmen aparat kepolisian dalam memberangus peredaran obat keras berbahaya (okerbaya) di wilayah hukum Kabupaten Lumajang kembali membuahkan hasil cetar. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lumajang Polda Jatim sukses membongkar jaringan pengedar kelas kakap dan menyita puluhan ribu butir pil koplo siap edar yang mengancam masa depan generasi muda.



​Dalam operasi senyap tersebut, korps korps baju cokelat berhasil meringkus dua orang tersangka. Tidak main-main, dari tangan para pelaku, polisi mengamankan sedikitnya 23.959 butir pil berlogo ‘Y’ yang diduga kuat siap diguyur ke pasaran.



​Kedua tersangka yang kini tak berkutik di balik jeruji besi tersebut diketahui berinisial RLF (35), warga Kecamatan Pasirian, dan TA (37), warga Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.



​Kronologi Penangkapan: Berawal dari Laporan Warga



​Mewakili Kasatresnarkoba Polres Lumajang Iptu Dwi Sugiyanto, Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari peran aktif masyarakat yang mengendus adanya aktivitas mencurigakan terkait peredaran pil berlogo Y.



​"Menindaklanjuti informasi berharga dari masyarakat, anggota Satresnarkoba langsung bergerak cepat melakukan serangkaian penyelidikan intensif hingga akhirnya berhasil menciduk tersangka RLF," tegas Ipda Suprapto kepada media, Senin (22/6/2026).



​Saat digeledah, RLF tidak dapat mengelak. Petugas menemukan gunungan barang bukti berupa pil berlogo Y yang sudah dikemas rapi dalam beberapa plastik klip siap jual. Selain obat-obatan terlarang, polisi juga menyita uang tunai yang diduga kuat merupakan hasil transaksi haram tersebut.



​Jejak Digital Berbicara: Bandar Utama Ikut Terseret



​Polisi tidak berhenti di hilir. Berbekal pemeriksaan digital forensik terhadap telepon genggam milik RLF, petugas menemukan bukti krusial berupa isi percakapan (chat) transaksi jual beli yang membongkar asal-usul barang haram tersebut.



​"Kami bergerak berdasarkan fakta. Dari ponsel tersangka, ditemukan riwayat chat transaksi yang mengarah kuat kepada keterlibatan pelaku lain," jelas Ipda Suprapto.



​Nyanyian RLF langsung menuntun petugas ke arah TA, yang diduga kuat bertindak sebagai pemasok utama (suplayer) dalam jaringan ini. Tanpa buang waktu, polisi melakukan pengembangan di lapangan dan berhasil membekuk TA di lokasi berbeda bersama sisa pasokan pil koplo jumlah besar.



​Ancaman Hukum dan Imbauan Kamtibmas



​Saat ini, kedua penyelundup masa depan bangsa tersebut beserta seluruh barang bukti senilai puluhan juta rupiah telah dijebloskan ke Mapolres Lumajang. Mereka dipastikan akan menghadapi proses hukum berat demi mempertanggungjawabkan perbuatannya.



​Pihak Polres Lumajang kembali menegaskan perang terbuka terhadap narkoba dan okerbaya. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar demi menjaga kondusivitas Kamtibmas.



​"Kami menyediakan layanan pengaduan 24 jam melalui Call Center 110 bebas pulsa. Kami garansi, setiap laporan masyarakat akan langsung kami sikat dan tindaklanjuti tanpa kompromi," pungkas Ipda Suprapto dengan nada tegas. Kontributor: budi.

Selasa, 23 Juni 2026

URGENSI MILAD 'AISYIYAH: MENJAGA API PERADABAN INDONESIA




Oleh: [Gus Luthfi Ketua KMM PDM Lamongan]


Setiap tanggal 27 Rajab, 'Aisyiyah merayakan Milad. Bukan sekadar ulang tahun organisasi, tapi peringatan kebangkitan kesadaran perempuan Indonesia. 107 tahun sejak 1917, 'Aisyiyah lahir bukan karena ikut tren, tapi karena ada luka bangsa yang harus diobati: kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan perempuan¹. Pertanyaannya: di 2026 ini, masih urgensikah Milad 'Aisyiyah? Jawabnya: justru semakin urgent.


*1. 'Aisyiyah Adalah Sekolah Peradaban Pertama Kaum Perempuan*  

Sebelum ada sekolah formal untuk perempuan, 'Aisyiyah sudah buka "Sekolah Guru Putri" dan "Kweekschool". K.H. Ahmad Dahlan dan Nyai Ahmad Dahlan paham: membangun bangsa dimulai dari mendidik ibunya². Perempuan berilmu = melahirkan generasi berilmu. 


Urgensi Milad 'Aisyiyah hari ini adalah mengingatkan kita: krisis peradaban bukan karena kurangnya infrastruktur, tapi karena rapuhnya pendidikan karakter. 'Aisyiyah mengajarkan "ngaji + ngopi + ngopeni": ngaji Al-Qur'an, ngopi diskusi masalah umat, ngopeni rakyat kecil. 3 ini yang hilang dari politik kita sekarang. Milad jadi momentum mengecek ulang: masihkah kader 'Aisyiyah jadi guru peradaban atau sudah terjebak jadi "ibu-ibu arisan" saja?


*2. Benteng Akhlak di Tengah Badai Disrupsi Digital*  

Anak kita sekarang dibesarkan YouTube dan TikTok, bukan dongeng ibu. Hoaks, pornografi, judi online menyerang rumah tangga. Negara sibuk bikin regulasi, tapi benteng paling depan tetap ibu di rumah³. 


Inilah urgensi 'Aisyiyah. Lewat 20.000 TK/ABA, 6.000 Posyandu, dan ribuan Majelis Taklim⁴, 'Aisyiyah adalah garda terdepan menangkal kerusakan moral. Milad mengingatkan: tugas 'Aisyiyah bukan hanya bikin kue bazar. Tapi mencetak ibu yang paham "qaulan sadida" - ucapan yang benar dan mendidik QS. An-Nisa:9⁵. Ibu yang bisa bilang ke anaknya: "Nak, HP itu alat, bukan Tuhan". Tanpa 'Aisyiyah, siapa lagi yang mau kerja senyap tapi dampaknya 30 tahun ke depan?


*3. Menjawab Krisis Kemanusiaan dengan Amal Usaha*  

Indonesia 2026 menghadapi 3 krisis: stunting, kemiskinan ekstrem, dan bencana iklim. 'Aisyiyah menjawab bukan dengan orasi, tapi dengan Rumah Sakit, Universitas, Panti Asuhan, dan Bank Sampah⁶. Itu namanya "Islam Berkemajuan": iman yang turun jadi amal nyata.


Urgensi Milad adalah evaluasi: sudahkah amal usaha kita menjawab problem bangsa, atau hanya jadi simbol? RS PKU Muhammadiyah yang merawat pasien tanpa membedakan agama, TK ABA yang gratis untuk anak miskin, itu dakwah paling keras. Milad 'Aisyiyah harus jadi "rapat kerja akbar" untuk melipatgandakan amal usaha yang menyentuh rakyat, bukan hanya rapat seremonial.


*4. Menjaga Indonesia dari Radikalisme dan Liberalisme*  

Perempuan hari ini terjepit dua kutub: radikalisme yang mengurung, dan liberalisme yang membebaskan tanpa batas. Keduanya sama-sama merusak. 'Aisyiyah menawarkan jalan tengah: perempuan berkemajuan⁷. Berilmu, beramal, berakhlak, tapi tetap memimpin di ruang publik.


Milad adalah penegasan identitas. 'Aisyiyah tidak lahir untuk jadi "sayap partai" atau "klub sosialita". 'Aisyiyah lahir untuk menegakkan "amar ma'ruf nahi munkar" dengan cara perempuan: lembut tapi tegas, persuasif tapi berprinsip. Di era polarisasi, Indonesia butuh suara ibu-ibu 'Aisyiyah yang menenangkan, bukan memecah.


*Penutup: Milad Bukan Nostalgia, Tapi Mobilisasi*  

Bu, Milad tanpa aksi = arwah tanpa raga. Api 'Aisyiyah dinyalakan Nyai Ahmad Dahlan 107 tahun lalu. Tugas kita hari ini bukan memuji apinya, tapi menjaga agar tidak padam dan menyalakan obor baru.


Urgensi Milad 'Aisyiyah adalah urgensi Indonesia itu sendiri. Selama masih ada anak yang putus sekolah, ibu yang stunting, dan keluarga yang tercerai-berai karena gadget, maka 'Aisyiyah harus terus ada. Karena membangun peradaban itu tugas panjang. Dimulai dari rumah, dikerjakan oleh perempuan, dan dinilai oleh Allah.


Selamat Milad 'Aisyiyah. Bismillah, lanjutkan perjuangan. "Dan katakanlah yang baik-baik kepada manusia" QS. Al-Baqarah:83⁸.


---


### *FOOTNOTE*


¹ Tim Sejarah PP Muhammadiyah, _Sejarah 'Aisyiyah 1917-2017: Satu Abad Berkhidmat untuk Umat_ (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2017), 23.  

² Haedar Nashir, _Gerakan Islam Syariah: Reproduksi Salafiyah Ideologis di Indonesia_ (Bandung: Mizan, 2013), 89.  

³ Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, _Laporan Survei Indeks Literasi Digital Indonesia 2024_ (Jakarta: Kominfo, 2024), 41.  

⁴ Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, _Data Amal Usaha 'Aisyiyah 2025_ (Yogyakarta: PP 'Aisyiyah, 2025).  

⁵ Kementerian Agama RI, _Al-Qur'an dan Tafsirnya Jilid 3_ (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, 2019), 512.  

⁶ Haedar Nashir, _Islam Berkemajuan: Manifesto Gerakan Muhammadiyah_ (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2020), 112.  

⁷ Siti Noordjannah Djohantini, _Perempuan Berkemajuan: Telaah Pemikiran 'Aisyiyah_ (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2019), 67.  

⁸ Kementerian Agama RI, _Al-Qur'an dan Tafsirnya Jilid 1_, 134.


---


### *DAFTAR PUSTAKA - Gaya APA Style 7th Ed.*


Djohantini, S. N. (2019). _Perempuan Berkemajuan: Telaah Pemikiran 'Aisyiyah_. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.


Kementerian Agama RI. (2019). _Al-Qur'an dan Tafsirnya Jilid 1 & 3_. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.


Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. (2024). _Laporan Survei Indeks Literasi Digital Indonesia 2024_. Jakarta: Kominfo.


Nashir, H. (2013). _Gerakan Islam Syariah: Reproduksi Salafiyah Ideologis di Indonesia_. Bandung: Mizan.


Nashir, H. (2020). _Islam Berkemajuan: Manifesto Gerakan Muhammadiyah_. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.


Pimpinan Pusat 'Aisyiyah. (2025). _Data Amal Usaha 'Aisyiyah 2025_. Yogyakarta: PP 'Aisyiyah.


Tim Sejarah PP Muhammadiyah. (2017). _Sejarah 'Aisyiyah 1917-2017: Satu Abad Berkhidmat untuk Umat_. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.

Berita Terbaru