Tampilkan postingan dengan label disdik bojonegoro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label disdik bojonegoro. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 November 2024

Bangun Advokasi Ijasah Siswa SMPN 1 Kedewan Kabupaten Bojonegoro




Bojonegoro, MCE - Pada hari Rabu  (30/10/2024), Bangun Purnomo Koordinator IT dan Media Komnasdik Jatim perintahkan rekanan media ini membantu advokasi ijasah siswa lulusan 2024 di SMPN 1 Kedewan Kabupaten Bojonegoro akibat tidak mampu membayar kekurangan biaya sekolah sebesar kurang lebih 700 Ribu Rupiah yang menurut keterangan wali murid yaitu biaya pembayaran uang gedung dan lain-lain. Minggu (3/11/2024).


Bangun mengatakan bahwa menurut Peraturan Sekjen Kemendikbudristek Nomor 1 Tahun 2022 serta Peraturan Sekjen Kemendikbudristek Nomor 23 Tahun 2020 bahwa satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan tidak diperkenankan untuk menahan ijasah kepada pemilik ijasah yang sah dengan alasan apapun.


"Komite Sekolah seharusnya tidak diperkenankan menarik biaya uang gedung karena sudah menjadi tanggung jawab pemerintah," tegasnya.


Melalui media ini, Wahyudiono Kepala SMPN 1 Kedewan Kabupaten Bojonegoro sebelumnya menyampaikan bahwa ijasah siswa sudah dibagikan semua.


Kemudian, semuanya menjadi berubah 360 derajat ketika Bangun dihubungi oleh awak media dan disampaikan oleh Bangun bahwa, "saya ada masuk satu data yaitu wali murid yang meminta advokasi ijasah anaknya beserta berkas-berkas kelengkapan SKTM dari Desanya, KTP suami istri, data nama siswa dan kekurangan jumlah nominal pembayarannya.


Wahyudiono menyatakan bahwa ijasah siswa belum dibagikan karena ada kesalahan penulisan ijasah. Dan oleh Disdik Bojonegoro tidak boleh dibagikan dulu.


"Dua tahun sekolah ini sudah tidak ada Komite Sekolah dan Dia juga mempersilahkan apabila wali murid mengambil ijasah," ujarnya.


Dari pantauan awak media, akhirnya terjadi kesepakatan ijasah siswa itu akan diambil besoknya. Dan benar saja, siswa dan wali murid esoknya datang ke sekolah mengambil ijasahnya pada hari Kamis (31/10/2024). 


Meskipun begitu, Bangun yang sangat mendukung peran Komite Sekolah untuk peningkatan mutu layanan pendidikan inipun menyayangkan jika komite sekolah di SMP/MTs tidak jalan.


Pada kesempatan inipun akhirnya Bangun juga menegaskan agar Disdik Bojonegoro tidak alergi terutama Kadisdik Nur Sujito jika diajak koordinasi, "masa sejak menjabat Kadisdik hingga hari ini jika di WA tidak pernah membalas, " ujar Bangun yang juga menjabat sebagai Ketua Komnasdik Bojonegoro - Tuban.


Bangun harapkan kebaikan kecil ini untuk menjadikan sinar terang di kegelapan bagi anak bangsa yang sedang membutuhkan dan semoga bermanfaat serta tercapai cita-citanya serta berbakti kepada orang tua dan nusa bangsa. (soni_mce). 

Sabtu, 08 Januari 2022

Usai Raih Adiwiyata Nasional 2021, SMPN 1 Kapas Bersiap Menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri




BOJONEGORO, MCE - SMPN 1 Kapas Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro meraih penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata Nasional 2021 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.


Dikemukakan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kapas, Drs. Bambang Hadi S, bahwa sebelum menerima penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata Nasional 2021, pihaknya telah mendapatkan penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata Provinsi pada tahun 2019.


" Berbagai tahapan dilakukan untuk sukseskan program sekolah Adiwiyata Nasional 2021 tersebut, sekitar tahun 2020, jadi hampir selama 1 tahun persiapannya, termasuk membentuk Tim Adiwiyata dan Pokja (Kelompok Kerja_red), baik itu Pokja internal seperti Pokja guru, Pokja siswa, Pokja Komite sekolah serta kerjasama degan pihak lain ",ungkap dia saat ditemui dikantornya, Sabtu (8/01/2021).


Lebih lanjut, kata dia, berbagai persiapan dilakukan, diantaranya pembenahan sarana belajar mengajar, sarana olah raga dan diadakannya berbagai macam taman sekolah maupun pepohonan di lingkungan sekolah. Selain itu, juga melakukan pembenahan serta pembersihan sampah di lingkungan sekolah.



Dia katakan pula, untuk siswa misalkan, setiap sebulan sekali pihaknya melakukan penilaian kelas dan memberikan piala bergilir, melalui lomba 5 K, (kebersihan, keamanan, ketertiban keindahan, kekeluargaan_red) dengan begitu diharapkan semua siswa dapat termotivasi dalam budaya menjaga kelestarian dan cinta lingkungan.


Sedangkan bagi para guru, pihaknya memberlakukan reward dan punishment. Dengan cara siswa dapat memberikan penilaian kepada semua guru, maka ada evaluasi kemudian dilakukan reward maupun punishment bagi guru.


"Dengan begitu antara pendidik dan peserta didik dapat tercipta kenyamanan dan kedisiplinan dalam proses belajar mengajar", imbuh dia.


Menurutnya, hal yang terpenting adalah membangun sikap dan karakter manusianya, apalagi setelah mendapat penghargaan Adiwiyata Nasional 2021. 


" Kini, setelah menerima penghargaan tersebut, kami bersiap menuju sekolah Adiwiyata Mandiri sehingga guru dan siswa harus semakin meningkatkan sikap peduli, mencintai dan melestarikan lingkungan sekolah," tuturnya penuh semangat.



Selain itu, pihaknya juga berupaya mewujudkan lingkungan yang tetap sehat dengan memerhatikan sanitasi lingkungan sekolah dan mengedepankan hemat energi listrik.


 “Kami membuat resapan air dan biopori. Selain itu mengelola jalan air agar tidak menggenang. Kantin yang ramah lingkungan. Sehingga lingkungan menjadi sehat dan tetap mengedepankan hemat energi listrik," katanya.


Penghargaan itu, kata Bambang Hadi, merupakan buah kerja sama dan dapat menambah motivasi pendidik, peserta didik maupun wali murid guna menuju sekolah Adiwiyata Mandiri.


 "Senang dan bangga, semua karena kami dapat bersinergi untuk mewujudkan sekolah ramah lingkungan, bersih, sehat, hijau dan nyaman. Kedepan, semoga sekolah Adiwiyata Mandiri segera dapat terwujud, " harapnya.

(Eko: Pengurus Komnasdik Tuban). 

Kamis, 06 Januari 2022

SMPN 1 Dander Raih Adiwiyata Provinsi, ini Harapan Kepala Sekolah




BOJONEGORO, MCE - Sebanyak 4 sekolah tingkat SMPN di Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro mendapat penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata Provinsi 2021, dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.


Salah satu diantaranya adalah SMP Negeri 1 Dander Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, penerima penghargaan sekolah Adiwiyata Provinsi 2021 tersebut.


Dikemukakan Kepala Sekolah SMPN 1 Dander, Abdul Ghofur, M.Pd., bahwa pihak sekolahannya mendapatkan penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata Provinsi 2021 beberapa waktu lalu, Selasa (21/12/2021).


" Ya, benar, Alhamdulillah, kami mendapatkan penghargaan sekolah Adiwiyata Provinsi 2021 tersebut kemarin ,"terang Abdul Ghofur, saat ditemui di kantornya, Kamis (06/01/2022) pagi.


Selain itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Dander tersebut mengatakan, bahwa sebelum meraih penghargaan itu, berbagai tahapan dilakukan untuk menuju sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi 2021. Bahkan, pihak sekolah juga mempersiapkan segala fasilitas untuk sukseskan program tersebut. 


Diantaranya, diadakannya mesin pencacah sampah, pasalnya karena banyak pohon-pohon di sekolahan yang kemudian daun-daunnya rontok berjibun sehingga dengan mesin pencacah sampah tersebut pembersihan sampah dilakukan, selain itu jika dilakukan  pembenahan sarana belajar siswa dan terdapat taman hidroponik serta lainnya.


"Dengan begitu pendidik dan peserta didik nyaman dalam proses belajar mengajar", terangnya.


Meski begitu, menurutnya, yang terpenting adalah membangun sikap dan karakter sumber daya manusianya (SDM), sehingga pihaknya berupaya semua guru dan siswa agar memiliki sikap dan karakter peduli, mencintai dan melestarikan lingkungan hidup.


"Apalagi disekitar sekolah merupakan area hutan, sehingga pihak sekolah melakukan berbagai upaya agar lingkungan di sekolah tetap terjaga kelestariannya",tuturnya.


Pencapaian itu, kata Abdul Ghofur, adalah merupakan hasil kerja sama semua pihak, termasuk pendidik, peserta didik maupun wali murid dan berbagai pihak lainnya.


 "Senang dan bangga, tentu dengan hal ini dapat menambah motivasi kami, kedepan bersiap menuju program sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional",pungkasnya.


Sekedar diketaui, selain SMPN 1 Dander sebagai penerima penghargaan tersebut, terdapat pula SMPN 1 Baureno, SMPN 1 Kanor dan SMPN 1 Balen.

 (Eko: Pengurus Komnasdik Tuban). 

Berita Terbaru