Tampilkan postingan dengan label huntara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label huntara. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Februari 2022

20 Unit Huntara di Lahan Relokasi Desa Sumbermujur Lumajang Telah Rampung




LUMAJANG, MCE - Sejumlah 13 Non-Governmental Organization (NGO) sudah mulai berproses membangun Hunian Sementara (Huntara) untuk korban bencana Erupsi Gunung Semeru, di tempat relokasi Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.


Berdasarkan data dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Lumajang per 2 Februari 2022 kemarin, tercatat ada sekitar 20 unit huntara yang sudah rampung, 8 unit prosesnya masih 50 persen, dan 40 unit prosesnya masih 25 persen.


"Dari sekitar 70 NGO, itu sekarang 13 NGO sudah mulai melakukan pembangunannya, data per 2 Februari 2022, 20 unit sudah rampung, 8 unit prosesnya sudah 50 persen, dan 40 unit prosesnya 25 persen," kata Kepala Bidang Kawasan Permukiman DPKP Kabupaten Lumajang Ernowo Pujo Santoso saat dimintai keterangan di kantornya, Kamis (3/2/2022).


Ernowo juga mengatakan, bahwa pihaknya juga tengah mempercepat proses pematokan lahan atau batas-batas tiap hunian, sehingga pembangunan hunian dapat segera diproses.


"Jadi kemarin itu masih terkendala dari sisi pengkavlingan tanah, sebab kemarin masih ada satu alat untuk penentuan batas-batas tiap hunian. Kemudian, Senin ada tambahan dari Polinema sebanyak empat unit alat sekaligus operatornya. Jadi mudah-mudahan ini dalam waktu cepat bisa kita selesaikan pematokannya," ujar dia.


Ernowo berharap, agar nantinya para NGO yang turut berpartisipasi dalam pembangunan Huntara, dapat melakukan percepatan terhadap penyiapan Huntara. Mengingat, sesuai arahan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin Huntara tersebut diharapkan agar bisa tempati sebelum Lebaran Idulfitri 2022.


"Harapanya itu, sebelum Idulfitri masyarakat harus menempati, makanya kami mohon kepada para NGO yang ingin berpartisipasi dalam Huntara, agar dapat menyelesaikan sebelum puasa," harapnya. (fyan).

Jumat, 14 Januari 2022

Wapres RI Didampingi Gubernur Jatim dan Bupati Lumajang Tinjau Huntara




LUMAJANG, MCE - Wakil Presiden RI, KH. Ma'ruf Amin menyebut bahwa hunian sementara untuk masyarakat terdampak Erupsi Gunung Semeru sebagai model perkampungan relokasi yang ideal.


"Ini betul-betul pemukiman yang ideal, bagus, air minumnya setiap keluarga sudah disiapkan, bahkan pengolahan limbahnya juga, ini disiapkan dalam perencanaan yang terpadu. Ini model perkampuangan yang ideal," ujarnya saat meninjau tempat relokasi di Desa Sumbermujur, Jum'at (14/01/2022).


Wapres Ma'ruf Amin mengapresiasi langkah Pemkab Lumajang dalam mempersiapkan pembangunan Huntara. Ia berharap agar pembangunannya bisa segera diselesaikan agar para pengungsi kembali hidup normal. "Tentu permintaan saya secepatnya sesuai dengan permintaan para pengungsi agar hari raya bisa ditempati," pintanya.


Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq menjelaskan untuk kelangsungan perekonomian pasca bencana, ia mempersilakan lahan milik mereka tetap menjadi haknya namun dengan catatan peruntukannya bukan untuk hunian kembali. Selain itu ia juga akan membangun kandang terpadu agar masyarakat mendapatkan penghasilan dari itu.


"Kita saat ini sedang merencanakan pembangunan kandang terpadu, untuk pertanian lahan yang mereka miliki tetap menjadi lahan mereka. Tentu butuh waktu untuk mereka bercocok tanam kembali, mungkin bisa dijadikan tanaman perkebunan seperti sengon atau lainnya," jelas bupati.


Bupati menargetkan dalam 1,5 bulan ke depan proses pembangunan Huntara dapat dirampungkan secara keseluruhan. Dalam prosesnya, pembangunan akan dikerjakan bersama-sama oleh seluruh relawan maupun non governmental organization (NGO). 


"Secara bersamaan akan dibangun, semoga dalam waktu 1,5 bulan ini semoga secara keseluruhan bisa selesai, kita prioritaskan dulu yang mempunyai Balita, anak-anak dan Lansia. Secara beriringan jika pembangunan hunian sementara sudah, hunian tetapnya bisa langsung dilakukan pembangunan," pungkasnya. (frp). 


Rabu, 05 Januari 2022

Gubernur Harap Pembangunan Huntara Jadi Percontohan Nasional untuk Pembangunan Hunian di Area Relokasi Bencana

 



LUMAJANG, MCE - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi percepatan pembangunan huntara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, di lahan relokasi Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro.

"Saya apresiasi ini, saya tidak menyangka ada percepatan dalam pembangunan huntara ini, semua sangat cepat, sekarang sudah proses pemadatan tanahnya," ujar dia saat meninjau proses pembangunan huntara relokasi, Rabu (5/1/2022).

Khofifah berharap pembangunan huntara yang melibatkan banyak pihak tersebut, dapat menjadi percontohan nasional untuk pembangunan hunian di area relokasi bencana.

"Dimana hunian ini tidak sekedar layak huni, tapi terintegrasi dengan fasum dan fasos, ada juga aspek ekonomi yang sesuai dengan kultur masyarakat yang disiapkan. Ini akan jadi referensi," katanya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq (Cak Thoriq) mengungkapkan, bahwa huntara yang akan dibangun memiliki standar yang baik sehingga mampu digunakan hingga jangka waktu yang cukup lama.

"Hunian sementara ini yang bisa digunakan lama, ini kita bangun yang standar sudah ada pondasi, ada kamar mandi juga," pungkasnya. (frp). 

Kamis, 23 Desember 2021

Cak Thoriq Tinjau Lahan Relokasi di Desa Sumbermujur




LUMAJANG, MCE - Bupati Lumajang, Thoriqul Haq meninjau kembali lokasi yang akan dibuat tempat Relokasi bagi warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru, di Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro, Kamis (23/12/2021).


Saat tiba di lahan relokasi, Bupati Lumajang disambut oleh Komandan Satgas Semeru, Danrem 083 Baladhika Jaya Kolonel Inf Irwan Subekti, Dandim 0821 Lumajang, Letkol Inf Andi A Wibowo, dan Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lumajang berkeliling menggunakan kendaraan roda empat guna memastikan secara langsung lahan relokasi yang sudah diratakan saat ini mencapai 50% dengan luasan 40 hektar.


"Ini tempat relokasi yang berada di Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro. Kali ini saya mau melihat secara langsung lokasi yang paling ujung yang sekarang sedang diratakan oleh teman-teman dari satuan TNI," ujarnya.


Ditambahkan, lahan relokasi yang luasnya 81 hektar nantinya akan dibangun sekitar 2.000 rumah, setiap keluarga mendapatkan tanah ukuran 10 × 14 meter persegi. Di lokasi relokasi juga akan dilengkapi sarana fasilitas umum, sosial dan kesehatan.


"Untuk hunian sementara yang akan dibangun itu diputuskan agar diselesaikan dulu secara pengurusan, dengan mekanisme hunian sementara berada di belakang, kemudian dipersiapkan pembangunan hunian tetap, sehingga nantinya hunian sementara dan hunian tetap akan menjadi satu," tambahnya.


Selanjutnya, Bupati berkeinginan relokasi tersebut menjadi lebih representatif, termasuk dengan sarana atau fasilitas olahraga dan lainnya. Dengan begitu, lokasi relokasi warga yang terdampak Erupsi Gunung Semeru akan menjadi model desa baru yang terintegrasi antara satu tempat dengan tempat yang lain. (frp).

Bupati: Huntara Siap Dibangun, Pembersihan Lahan Relokasi Selesai 25 Hektar




LUMAJANG, MCE - Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengungkapkan bahwa land clearing atau pembersihan lahan relokasi saat ini telah berhasil dilakukan dengan luasan 25 hektar.


"Sekarang on progress dilakukan perataan dan penataan untuk dijadikan relokasi, sekarang sudah 25 hektar yang sudah diratakan, target kami besok atau lusa sudah 40 hektar sehingga lahan tersebut bisa dimulai untuk pendirian hunian sementara," ujar bupati saat meninjau tempat relokasi di Desa Sumbermujur, (22/12/2021).


Percepatan pembangunan hunian sementara dilakukan Pemkab Lumajang bersama Satuan Tugas (Satgas) Semeru yang dipimpin oleh Danrem 083/Baladika Jaya, Kolonel Inf Subekti. Percepatan dilakukan agar pengungsi segera menempati hunian dan kembali hidup normal pasca Erupsi Gunung Semeru.


"Kami ingin secepatnya masyarakat segera pindah ke hunian sementara yang akan dibangun," ujar bupati.


Sementara terkait pembangunan hunian tetap, dijelaskan bupati bahwa akan dilakukan di lokasi yang sama. Pembangunan hunian tetap sendiri akan dilakukan oleh pemerintah pusat melalui BNPB.


"Sekarang on progress pemutakhiran data agar nantinya data yang kami kirim tidak ada kekeliruan," jelasnya. (frp).

Jumat, 17 Desember 2021

Pembangunan Hunian Sementara Warga Terdampak Erupsi Semeru Resmi Dimulai




LUMAJANG, MCE - Pembangunan hunian sementara resmi dimulai. Dimulainya pembangunan ditandai dengan 'pencangkulan pertama' oleh Menkopolhukam RI Mahfud MD dan ditutup oleh doa yang dipimpin oleh Gus Miftah di Lahan Relokasi Desa Sumbermujur Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (17/12/2021).


"Ini merupakan 'pencangkulan pertama' menandai dimulainya pengerjaan pembangunan hunian sementara," ujar Bupati Lumajang Thoriqul Haq (Cak Thoriq).


Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Penggunaan Kawasan Hutan (PKH), yang berisi persetujuan penggunana lahan milik Perhutani seluas 90,98 hektare sesuai SK Nomor 1256/MENLHK/ SETJEN/ PLA:/12/2021. Lokasi relokasi diputuskan di Desa Sumbermujur Candipuro seluas 79,6 hektare dan Desa Oro-oro Ombo Pronojiwo kurang lebih 8 hektare.


Dengan SK tersebut, artinya pembangunan hunian sementara di lahan milik perhutani bisa dimulai.


Selain itu, disampaikan Cak Thoriq, bahwa konsep pembangunan huntara dibangun di lokasi yang sama dengan hunian tetap (huntap), hanya saja peletakannya di bagian belakang. Sehingga ketika hunian tetap dibangun oleh pemerintah pusat, masyarakat tidak perlu pindah.


Dalam kesempatan itu, Gus Miftah tidak hanya mendoakan masyarakat, ia juga turut membawa sumbangan dari santri-santrinya di Pondok Pesantren Ora Aji. Sumbangan yang ia berikan merupakan sebagai bentuk empati dan rasa cinta para santrinya untuk masyarakat Lumajang.


"Karena kalau rumah urusan pemerintah dan huntara bisa dibantu masyarakat maka hari ini saya di Pondok Pesantren Ora Aji dan Ngaji di Telkom Enterprise alhamdulillah bisa membawa sumbangan Rp600 Juta," ujarnya. (frp).

Berita Terbaru