Tampilkan postingan dengan label kejari bojonegoro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kejari bojonegoro. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Januari 2026

​Sinergi di Rumput Hijau, Kala Pendidik dan Jaksa Bertarung dalam Harmoni HUT Ke-80 Kejaksaan




​BOJONEGORO, MCE – Di bawah langit sore yang cerah di Stadion Letjen H. Soedirman, aroma persaingan tidak tercium tajam. Sebaliknya, yang terasa adalah semangat kebersamaan yang kental. Stadion yang biasanya menjadi saksi bisu pertarungan sengit Liga Indonesia, pada Jumat (22/1/2026) sore sekira pukul 15.30 WIB, bertransformasi menjadi panggung perayaan hari jadi ke-80 Kejaksaan Negeri Republik Indonesia.


​Laga persahabatan ini mempertemukan dua pilar penting pembangunan daerah: Tim Gabungan SMA/SMK di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban melawan skuad tangguh dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro.


​Sejak peluit pertama ditiup, tim sekolah yang diperkuat oleh jajaran Kepala Sekolah menunjukkan kecepatan yang cukup merepotkan. Namun, kematangan strategi nampak berada di sisi tim Korps Adhyaksa. Dengan penguasaan bola yang tenang dan transisi yang rapi, tim Kejari Bojonegoro perlahan namun pasti mendikte jalannya pertandingan.


​Sorak sorai penonton yang memadati tribun barat menambah atmosfer pertandingan kian hidup. Meski bertajuk laga persahabatan, kedua tim tetap menunjukkan profesionalisme. Aksi saling rebut bola di lini tengah dan penyelamatan gemilang dari penjaga gawang kedua belah pihak kerap mengundang tepuk tangan.


​Hingga peluit panjang dibunyikan, tim sekolah SMA/SMK harus berlapang dada mengakui keunggulan tim Kejaksaan Negeri Bojonegoro. Skor akhir memang memihak pada sang tuan rumah perayaan, namun esensi pertandingan ini jauh melampaui angka di papan skor.


​Bagi tim SMA/SMK Cabdin Bojonegoro-Tuban, kekalahan ini bukanlah sebuah kegagalan, melainkan bentuk penghormatan atas undangan silaturahmi. Di sisi lain, kemenangan tim Kejari menjadi kado manis bagi instansi yang tengah merayakan usia delapan dekade tersebut.


​Hidayat Rahman, S.Pd.,M.M., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban yang hadir di lokasi menyampaikan bahwa olahraga adalah cara paling efektif untuk mempererat sinergitas lintas sektoral.


​"Ini bukan soal siapa yang mencetak gol lebih banyak, tapi bagaimana kita membangun komunikasi yang cair antara dunia pendidikan dan aparat penegak hukum. Di lapangan kita lawan, di luar kita adalah mitra untuk membangun Jawa Timur," pungkasnya di sela-sela ramah tamah usai laga.


​Pertemuan di rumput hijau ini menjadi bukti bahwa di usia yang ke-80, Kejaksaan Negeri RI terus berupaya mendekatkan diri dengan masyarakat, termasuk melalui pendekatan humanis di bidang olahraga. Stadion Letjen Soedirman sore itu menjadi saksi bahwa sinergi dapat lahir dari sebuah operan bola dan jabat tangan erat di akhir laga. (bp). 



Rabu, 07 Juli 2021

Kapolres Akbp EG Pandia Tinjau Vaksinasi di Kejari Bojonegoro




BOJONEGORO, corruptionexpose.com – Kapolres Bojonegoro, AKBP EG Pandia, SIK, MM, MH   berharap herd immunity dapat segera terbentuk bagi masyarakat Kabupaten Bojonegoro seiring masifnya pelaksanaan vaksinasi Covid-19. 


Hal itu disampaikan AKBP EG Pandia  saat meninjau vaksinasi bersama pejabat utama Polres Bojonegoro di halaman kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro, Jalan Rajekwesi, Bojonegoro, Kamis (8/7/2021). 


"Apabila target vaksinasi sebanyak satu juta orang sehari, khusus Kabupaten Bojonegoro, yang dilakukan jajaran TNI-Polri dan instansi terkait maka akan cepat terbentuk herd immunity," ujar Kapolres Bojonegoro, AKBP EG Pandia.


 AKBP EG Pandia menyatakan bahwa TNI-Polri termaksuk dari Kejaksaan  mendukung segala dalam rangka menyukseskan program vaksinasi nasional. 


“Hari ini Kejaksaan Negeri Bojonegoro menggelar vaksinasi massal kepada masyarakat untuk percepatan vaksinasi. Dengan harapan herd immunity segera terbentuk dan meminimalisir penyebaran Covid-19,” Kata AKBP EG Pandia kepada awak media di lokasi.


Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bojonegoro, Sutikno menjelaskan bahwa telah mengerahkan personelnya untuk mensukseskan program pemerintah vaksinasi satu juta orang sehari. Untuk tenaga vaksinator dibantu Rumah Sakit Bhayangkara Bojonegoro. Semakin cepat vaksinasi rampung, imunitas kelompok atau herd immunity dapat segera terbangun. Dengan demikian, pemulihan ekonomi bisa segera terealisasi.


“Akselarasi vaksinasi menjadi syarat penting penanganan Covid-19 selain pelaksanaan protokol kesehatan. Jajaran Forkopimda Bojonegoro terus berkolaborasi dalam rangka percepatan vaksinasi dan penanganan Covid-19 di Bojonegoro,” kata Sutikno.


Pantuan dari awak media, kegiatan vaksinasi massal ini ditinjau oleh Kapolres Bojonegoro dengan didampingi Kajari Bojonegoro beserta staf. Dari pihak Kejaksaan Bojonegoro dalam kegiatan vaksinasi massal tetap memperhatikan protokol kesehatan dan memperhatikan kapasitas peserta vaksin untuk menghindari kerumunan. (septiyan)

Berita Terbaru