Tampilkan postingan dengan label komnas pendidikan jatim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komnas pendidikan jatim. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Oktober 2024

Warga Tuban minta Bantuan Advokasi Pengurusan Ijasah Anaknya di SMK Migas Cepu akibat tak mampu Bayar




Jawa Timur, MCE - Pada kesempatan ini Bangun Purnomo Pengurus Komisi Nasional Pendidikan (komnasdik) Jatim melaksanakan advokasi pengurusan ijasah dari warga Kabupaten Tuban Provinsi Jatim yang hingga saat ini kurang lebih 5 tahunan ijasah anaknya masih belum diterima akibat masih belum mampu melunasi tunggakan biaya pendidikan di SMK Migas Cepu Kabupaten Blora Provinsi Jateng. Untuk itu, Bangun panggilan akrabnya meminta rekanan media ini menelusuri ke sekolah tersebut. Senin (7/10/2024). 


M. Jaelani, SAg, MPd Kepala SMK Migas Cepu mengatakan bahwasannya untuk masalah ijasah karena wali murid memiliki tanggungan biaya yang belum dibayar maka tidak akan diberikan kecuali wali murid melunasi atau memberi jaminan yang sesuai seperti misal menaruh sertifikat tanah sebagai jaminan pengambilan ijasah.


Lanjutnya, sekolah ini adalah sekolah swasta tentu agar sekolah ini dapat terus eksis dan bersaing dengan sekolah yang lain membutuhkan dana, misal spp dll, tuturnya.


"Dulu masih awal-awal masuk sekolah bagi wali murid yang kurang mampu dianjurkan untuk mengajukan keringanan pembayaran, namun kadang wali murid tidak memanfaatkan itu kemungkinan karena gengsi dll," ungkapnya.


Ditempat terpisah Bangun mengatakan kepada media ini, wali murid pernah datang ke sekolah dan menurut keterangan wali murid selang beberapa bulan dari kelulusan anaknya untuk mengurus hal tersebut. Ijasah akan diberikan jika melunasi tunggakan sekolah kurang lebih 12 jutaan. Sedangkan untuk SKL (surat keterangan lulus) akan diberikan jika membayar kurang lebih 3 jutaan.


Untuk itu, melalui media ini Bangun akan menindaklanjuti ke APH (aparat penegak hukum) setempat jika hal itu berlarut-larut tanpa ada kepastian yang jelas. Tutup Bangun yang sepanjang 3 tahunan ini telah mengeluarkan kurang lebih 300 ijasah dan membantu meringankan hingga gratis kurang lebih 1200 an siswa secara gratis tanpa dipungut biaya serupiahpun. (soni/mblung).

Selasa, 27 Desember 2022

Anda itu Hebat dan Spesial




Sobat. Dalam suatu pelatihan saya sering mengajak peserta meneriakkan yel yel ini dengan penuh semangat. Siapa diri kita? Saya Spesial ! Saya Juara! Saya Pasti Bisa! Ya. Betul Sekali. Anda itu hebat! Jauh lebih hebat daripada yang pernah anda bayangkan. Jika anda menerima pengetahuan itu, lalu bertindak sesuai dengannya, anda akan lebih bahagia dari sebelumnya. 

Anda akan sanggup  melakukan hal-hal yang tak pernah terpikir bisa anda lakukan dan mencapai apa pun yang anda inginkan dalam hidup. Jauh di dalam diri Anda ada suatu kekuatan emas yang tengah menunggu untuk anda temukan dan anda gunakan. 


Sobat. Dalam diri kita ada raksasa emas sangat hebat yang menunggu untuk dapat bersinar  terang. Akan tetapi banyak orang  menjalani  hidup  mereka tanpa  sedikit pun  menyadari betapa hebat  sebenarnya mereka. Mereka menerima apa saja dan menjalani hidup di bawah potensi sejati mereka. Mereka percaya bahwa kesuksesan dan kebahagiaan  berada di luar jangkauan mereka. Mereka percaya bahwa kehidupan mereka tak lain hanyalah kesusahan dan tak  ada yang bisa mereka lakukan untuk mengubahnya.

لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ فِيٓ أَحۡسَنِ تَقۡوِيمٖ  

“  Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” ( QS. At-Tin (95): 4 )


Sobat. Dalam surat At-tin ini, Setelah bersumpah dengan buah-buahan yang bermanfaat atau tempat-tempat yang mulia itu, Allah menegaskan bahwa Dia telah menciptakan manusia dengan kondisi fisik dan psikis terbaik. Dari segi fisik, misalnya, hanya manusia yang berdiri tegak sehingga otaknya bebas berpikir, yang menghasilkan ilmu, dan tangannya juga bebas bergerak untuk merealisasikan ilmunya itu, sehingga melahirkan teknologi. Bentuk manusia adalah yang paling indah dari semua makhluk-Nya. Dari segi psikis, hanya manusia yang memiliki pikiran dan perasaan yang sempurna. Dan lebih-lebih lagi, hanya manusia yang beragama. Banyak lagi keistimewaan manusia dari segi fisik dan psikis itu yang tidak mungkin diuraikan di sini.


Penegasan Allah bahwa Dia telah menciptakan manusia dengan kondisi fisik dan psikis terbaik itu mengandung arti bahwa fisik dan psikis manusia itu perlu dipelihara dan ditumbuhkembangkan. Fisik manusia dipelihara dan ditumbuhkembangkan dengan memberinya gizi yang cukup dan menjaga kesehatannya. Dan psikis manusia dipelihara dan ditumbuhkembangkan dengan memberinya agama dan pendidikan yang baik. Bila fisik dan psikis manusia dipelihara dan ditumbuhkembangkan, maka manusia akan dapat memberikan kemanfaatan yang besar kepada alam ini. Dengan demikianlah ia akan menjadi makhluk termulia.


Sobat. Mari saya berikan gambaran mengenai kehebatan emas yang anda miliki. Anda memiliki sepasang mata yang bisa membedakan lebih dari 20 juta warna secara cepat. Kamera yang tercanggih yang buatan manusia masih kalah cepat dengan kemampuan maha karya Allah yang hebat dan itu ada pada tubuh kita. Untuk mengembangkan satu warna saja dibutuhkan waktu satu jam penuh. Padahal mata Anda bisa membedakan 10 juta warna dalam sekejap.


Anda berkedip sekitar 17 ribu kali setiap hari untuk   melindungi  mata dan menjaganya  tetap lembab sehingga anda bisa melihat secara jelas. Jantung anda  berdetak setidaknya 100 ribu kali dalam sehari, memompakan lebih dari 6000 galon darah setiap harinya.  Jika Anda menyambungkan jaringan pembuluh-pembuluh darah darah ini dari ujung ke ujung ia akan memanjang 2 kali lingkaran bumi. Jika anda menggabungkan  semua otot Anda dan menariknyake satu arah, Anda akan memiliki kekuatan  untuk menari beban sebesar tank scorpion sekitar 25 ton. 


Sobat. Belum lagi otak kita. Otak  punya kapasitas untuk menerima 2 miliar bit informasi per detik dan  lebih dari 60.000  pikiran  setiap hari. Setiappemikiran Anda lebih cepat daripada kecepatan cahaya, yaitu 180.000 mil per detik. Subhaanallah dan Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.


Sobat. Maka setiap kali seseorang berkata,” Saya tidak bisa,” Saya katakan, “Koreksi: Anda mampu, tapi anda tidak mau.” Ya, Anda memang sangat dahsyat. Siapa diri kita?  Saya Spesial! Saya Juara! Saya Pasti Bisa!


Setiap  hari kita menemukan sesuatu yang baru  tentang  betapa hebatnya diri kita. Tahukah Anda, saya sangat percaya bahwa setiap dari kita memiliki kemampuan untuk menjadi, melakukan, dan memiliki apa pun yang kita inginkan dalam hidup. Jika kita sudah memutuskan untuk membersihkan debu-debu  itu dan membangunkan sang raksasa emas di dalam  diri kita.


Sobat. Sekarang saatnya  Anda benar-benar menyadari di mana posisi anda dari masing-masing lima dimensi kehidupan. Karena dengan meningkatkan kelima dimensi kehidupan tersebut, anda akan bisa menjalani kehidupan seimbang yang bebas dari batasan-batasan dan berbagai emosi negatif.


Adapun lima dimensi kehidupan itu adalah sebagai berikut :


1. Dimensi Spiritual.Tanyakan kepada diri anda : Di mana diriku dalam kehidupan spiritual? Bagaimana hubunganku dengan Allah? Apa yang sedang kulakukan  sekarang yang bisa mendekatkan aku dengan Sang Maha Pencipta? Apakah aku membantu orang-orang miskin dengan segala cara yang ku bisa? Apakah aku berdoa atau sholat setiap hari dan sering? Apakah aku melakukan kontemplasi  untuk merilekskan  badan  dan pikiranku?


2. Dimensi Kesehatan. Tanyakan kepada diri Anda! Bagaimanakah kesehatanku secara umum? Bagaimana dengan pola makanku? Apakah aku mengonsumsi makanan sehat – banyak salad?  Bagaimana dengan berat badanku: Apakah aku bahagia dengannya atau aku menurunkan/menaikkannya? Apakah aku minum air putih yang cukup setiap hari? Aku berolah raga secara teratur? Apakah aku melakukan ritual jalan santai secara teratur? Apakah aku selalu menjaga pikiran-pikiran sehat dalam benakku?


3. Dimensi Personal. Tanyakan kepada diri sendiri.  Bagaimana kehidupan pribadiku? Apakah aku meyukai diriku  sendiri? Apakah aku menerima diriku apa adanya? Jika sudah menikah, tanyakan kepada diri anda, apakah aku bahagia? Apakah aku menjalani kehidupan yang membahagiakan bersama pasanganku, atau menjalani kehidupan yang serba berkesusahan? Bagaimana hubunganku dengan anak-anakku?  Apakah aku memiliki hobi khusus yang menybukkan diri dan membantu merilekskan pikiranku? Kapankah terakhir  aku  mengambil liburan?  Bagaimana  aku memanfaatkan waktu liburku? Apakah aku rileks,mengunjungi teman-teman atau terus bekerja? Apakah aku senang membaca? Kapan terakhir aku membaca buku? Bagaimana hubunganku dengan teman-temanku? Apakah aku mengundang mereka untuk mampir ke rumah dari waktu ke waktu? Apakah mereka membalas isyarat itu?


4. Dimensi Profesional.Tanyakan kepada diri sendiri. Bagaimana aku menggunakan waktuku? Apakah aku terjadwal? Bagaimana aku di tempat kerja? Apakah aku menyukai dan menikmati pekerjaanku, atau apakah aku mencari setiap kesempatan untuk terhindar dari pekerjaan?  Apakah aku ingin memulai bisnis sendiri? Bagaimana hubunganku dengan atasan dan rekan-rekan kerja?  Apa  yang kulakukan sekarang untuk meningkatkan kinerjaku? Kapan terakhir kali aku mengambil sebuah kursus atau menghadiri seminar, atau membeli sebuah program kaset audio atau sebuah buku bagus?


5. Dimensi Finansial. Tanyakan kepada diri sendiri. Bagaimana keadaan keuanganku? Apakah aku menghasilkan uang yang cukup? Berapa banyak yang ingin kuhasilkan? Apakah aku punya investasi? Apakah aku punya tabungan? Bagaimana aku menghabiskan uangku?


Sobat. Ketika anda mengajukan pertanyaan-pertanyaan di atas kepada diri sendiri, anda mengembangkan cetak biru seluruh kehidupan Anda . Anda jadi menyadari sepenuhnya siapa diri Anda, apa saja sumber daya anda dan bagaimana anda menggunakannya, apa saja tantangan-tantangan Anda  dan bagaimana Anda menghadapinya. 


Sobat. Ini membuka gerbang-gerbang peluang dalam benak anda dan menggerakkan anda menjadi orang yang selama ini anda cita-citakan. Napoleon Hill seorang coach dan penulis Internasional mengatakan, “ Kesempatan besarmu bisa jadi terletak di tempatmu berada sekarang.” 


Sobat. Ingatlah  selalu bahwa Anda itu unik dan hebat. Jadi jalanilah  hidup Anda sepenuh-penuhnya. Jadikan masa lalu anda sebuah mimpi kebahagiaan, dan masa depan anda visi sebuah harapan. Ingatlah! Mimpikan impian-impian besar, hiduplah dengan memiliki tujuan, hiduplah dengan penuh keyakinan, dan hiduplah dengan penuh kekuatan.


Salam Dahsyat dan Luar Biasa!


( DR Nasrul Syarif M.Si. Spiritual Motivator dan Trainer Nasional Quantum Spirit. Penulis Buku Gizi Spiritual )

Jumat, 09 Desember 2022

Jagalah Hak Allah




Sobat. Baginda Rasulullah SAW bersabda, “ Jagalah Allah” Apakah makna hamba menjaga Tuhannya? Di antara makna menjaga Allah adalah menjaga batas-batas-Nya, hak-hak-Nya, perintah-perintah-Nya, dan larangan-larangan-Nya. Menjaga hak-hak Allah yakni engkau menunaikannya. Menjaga batas-batas Allah yakni engkau tidak melewatinya. Menjaga perintah-perintah Allah yakni engkau melaksanakannya. Menjaga larangan-larangan Allah yakni engkau tidak terjerumus ke dalamnya.


Allah SWT berfirman :

إِنَّمَا كَانَ قَوۡلَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ إِذَا دُعُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ لِيَحۡكُمَ بَيۡنَهُمۡ أَن يَقُولُواْ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۚ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ  

“Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh". Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. An-Nur (24): 51 )


Sobat. Orang-orang yang benar-benar beriman apabila diajak bertahkim kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka tunduk dan patuh menerima putusan, baik putusan itu menguntungkan atau merugikan mereka. Mereka yakin dengan sepenuh hati tidak merasa ragu sedikit pun bahwa putusan itulah yang benar, karena putusan itu adalah putusan Allah dan Rasul-Nya. Tentu putusan siapa lagi yang patut diterima dan dipercayai kebenaran dan keadilannya selain putusan Allah dan Rasul-Nya? Demikianlah sifat-sifat orang-orang yang beriman benar-benar percaya kepada Allah dan Rasul-Nya dan yakin sepenuhnya bahwa Allah Yang Mahabenar dan Mahaadil.


Allah SWT berfirman :

هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٖ مَّنۡ خَشِيَ ٱلرَّحۡمَٰنَ بِٱلۡغَيۡبِ وَجَآءَ بِقَلۡبٖ مُّنِيبٍ ٱدۡخُلُوهَا بِسَلَٰمٖۖ ذَٰلِكَ يَوۡمُ ٱلۡخُلُودِ 

“Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat, masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan. ( QS. Qaf (50) : 32-34 )


Sobat. Ayat ini menerangkan ketika orang-orang bertakwa berada di depan surga, malaikat berkata kepada mereka: bahwa yang di depan mereka adalah kenikmatan yang telah dijanjikan oleh Tuhan kepada mereka dengan perantaraan para rasul-Nya dan tertulis dalam kitab-kitab-Nya yaitu kepada setiap hamba Allah yang selalu kembali dengan bertobat kepada Allah. Mereka selalu memohon ampun dari dosa-dosanya dan mereka selalu berusaha untuk memelihara semua peraturan-peraturan-Nya.


Mereka takut kepada Allah Yang Maha Pemurah, sedangkan Dia tidak kelihatan oleh mereka, dan mereka menghadap ke hadirat Allah dengan hati yang bertobat dan tunduk kepada-Nya. 

Para malaikat berkata kepada mereka dengan penuh penghormatan bahwa mereka dipersilakan masuk ke dalam surga itu dengan aman dan sentosa. Ayat ini menjelaskan kepada orang-orang yang dipersilakan memasuki surga itu bahwa hari tersebut adalah kekal abadi, itulah tempat kediaman yang langgeng. Mereka tidak akan mati atau pindah dari surga.


Sobat. Perintah terbesar  Allah SWT yang wajib dijaga ialah sholat. Sebagaimana firman-Nya :

حَٰفِظُواْ عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلۡوُسۡطَىٰ وَقُومُواْ لِلَّهِ قَٰنِتِينَ  

“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'.” ( QS. Al-Baqarah (2) : 238 )


Sobat. Dalam ayat ini diterangkan keutamaan melakukan salat, dan selalu memeliharanya. Keluarga merupakan bagian dari masyarakat dan dalam memenuhi segala kebutuhan dan persoalan hidupnya banyak sekali menemui kesulitan yang kadang-kadang dapat menjerumuskannya kepada hal-hal yang dilarang agama. Karena itu telah diberi suatu cara yang baik untuk dilakukan manusia agar selalu terjamin hubungan keduniaannya dengan ketakwaan kepada Allah dengan selalu memelihara salat. Mulai dari bangun tidur sebelum melakukan kontak dengan manusia lainnya ia ingat dan bermunajah lebih dahulu dengan Allah (waktu subuh). Kemudian setelah ia berhubungan dengan masyarakat, dan mungkin sekali terjadi perbuatan yang tidak diridai Allah maka untuk mengingatkan dan menyelamatkannya, ia dipanggil untuk berhubungan lagi dengan Allah pada waktu tengah hari (salat zuhur). Begitulah seterusnya selama 24 jam. Dengan demikian selalu terjalin antara kesibukan manusia (untuk memenuhi hajat hidupnya) dengan ingat kepada Allah dan melaksanakan perintah-perintah-Nya. Hal ini mempunyai pengaruh dan membekas dalam jiwa dan kehidupan manusia sebagaimana ditegaskan bahwa dengan salat manusia dapat terhindar dari perbuatan jahat dan mungkar. Selain itu, memelihara salat adalah bukti iman kepada Allah, dan menjadi syarat mutlak bagi kehidupan seorang Muslim, menguatkan tali persaudaraan, dan dapat menjamin hak-hak manusia. Menurut riwayat Ahmad, Rasulullah saw bersabda:

Perjanjian antara kami dengan kaum kafir adalah salat, siapa yang meninggalkannya (dengan sengaja) maka ia telah menjadi kafir. (Riwayat Ahmad)


Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Ahmad dan ath-thabrani, Rasulullah saw bersabda:

Barang siapa selalu memelihara salat maka ia akan dapat cahaya dan petunjuk serta akan dapat keselamatan pada hari Kiamat. Sebaliknya orang yang tidak memelihara salat maka tidak ada baginya cahaya, petunjuk dan keselamatan. Di akhirat nanti ia akan bersama Fir'aun, Haman, dan Ubai bin Khalaf di dalam neraka. (Riwayat Ahmad dan ath-thabrani)


Ayat-ayat di atas menjelaskan bagaimana pentingnya menjaga dan memelihara salat. Manusia yang melaksanakan perintah ini benar-benar menjadi makhluk Allah yang bertakwa dan hidupnya akan selalu aman, berada di dalam magfirah dan rida Allah.

Adapun sebab turun ayat ini menurut riwayat dari Zaid bin sabit, Rasulullah saw selalu melakukan salat zuhur, meskipun pada siang hari yang panas terik yang bagi para sahabat dirasakan berat, maka turunlah ayat ini. Allah memerintahkan kepada kaum Muslimin untuk selalu menjaga salat lima waktu. Jika salat itu dilaksanakan, ia dapat memelihara diri dari berbuat hal-hal yang jahat dan mungkar. Salat dapat menjadi penenang jiwa dari segala kegelisahan yang menimpa diri. Karena itu salat merupakan tiang agama.


Allah menekankan salat wustha. Salat wusta menurut jumhur Ulama ialah salat Asar. Allah mengajarkan pula, agar dalam melakukan salat kita berlaku khusyuk dan tawaduk. Sebab pemusatan pikiran kepada Allah semata-mata adalah tingkat salat yang paling baik dan salat inilah yang dapat membekas pada jiwa manusia.


Karena pentingnya melaksanakan dan memelihara salat ini seorang Muslim tidak boleh meninggalkannya walau dalam keadaan bagaimanapun. Salat tetap tidak boleh ditinggalkan, meskipun dalam suasana kekhawatiran terhadap jiwa, harta, atau kedudukan. Dalam keadaan uzur, salat dapat dikerjakan menurut cara yang mungkin dilakukan, baik dalam keadaan berjalan kaki, berkendaraan, ataupun sakit. Maka setelah hilang uzur itu, terutama yang berupa kekhawatiran, hendaklah bersyukur kepada Allah, karena Allah mengajarkan kepada manusia hal-hal yang tidak diketahuinya termasuk mengenai kaifiat (cara) melakukan salat dalam masa tidak aman/dalam keadaan perang.


Sobat. Rasulullah SAW bersabda, “ Barangsiapa yang menjaganya  yakni sholat lima waktu, sholat-sholat itu menjadi cahaya, penolong, dan penyelamat baginya pada hari kiamat.” 


Sobat. Ketahuilah, barangsiapa menjaga anggota tubuhnya dari maksiat kepada Allah, niscaya Allah menjaganya. Di antara sebab penjagaan Allah adalah Iman kepada-Nya, agama-Nya, dan taat kepada-Nya.


( DR Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Sekjend  Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa. Wakil Ketua Komnas Pendidikan Jawa Timur ). 

Senin, 05 Desember 2022

Cukupkanlah Apa yang Ada Padamu !




Sobat. Salah satu sifat dasar manusia adalah tidak pernah puas dan tidak pernah merasa cukup. Semakin rendah kadar spiritualnya, semakin tinggi rasa ketidakcukupannya. Orang yang memiliki kadar spiritual  yang rendah, akan memiliki kehausan yang  sangat  tinggi  untuk  mengumpulkan harta di dunia ini; di mana hartanya berada, biasanya di situ pula hatinya terpaut dan berada. 


Sobat. Bruce Larson pernah mengatakan bahwa, “ Orang yang terus mengumpulkan untuk kehidupan  di dunia ini saja, tanpa memikirkan apalagi untuk berinvestasi untuk kekekalan adalah ibarat orang yang menjaring angin dan tolol untuk selamanya.


Sobat. Seorang filsuf  pernah menyampaikan  pendapat atau anekdot yang kocak dan menggelitik  mengenai seorang  pekerja. Ketika baru masuk  mungkin masih calon pegawai/karyawan, pertanyaan sehari-harinya, “ Hari ini kita makan apa, ya”. Ketika sudah diangkat menjadi karyawan atau pegawai tetap dan dipercaya menangani atau memegang  beberapa proyek, pertanyaannya berkembang, “ Hari ini kita makan di mana, nih?”  Lalu ketika ia sudah menduduki jabatan puncak dan strategis, pertanyaannya berkembang lagi, “ Hari ini, dengan siapa kita makan!” bahkan kalau kekayaan dan kekuasaan melimpah pertanyaannya, “ Hari ini, Siapa yang kita makan.”  Saatnya kita ingat dan kembali kepada Allah dengan pertanyaannya, “ Hari ini apa yang bisa kita berikan kepada DIA ( Allah )  yang membuat-Nya layak mencinta dan menolong kita, serta kedua orang tua atau keluarga kita bangga dan bermanfaat bagi sesama.”


Sobat. Cukupkanlah apa yang ada padamu. Satu definisi yang menyentuh nurani mengenai definisi “CUKUP” ini adalah ketika tangan terangkat  ke atas dan kepala yang tengadah ke Sang Pencipta untuk mengucap syukur dan benar-benar merasakan syukur dalam hati tedalam, serta kaki yang melangkah untuk berbagi kepada sesame serta menabung kebaikan. Di situlah definisi “ cukup” memiliki arti yang sesungguhnya.


Allah SWT berfirman :

فَأَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفٗاۚ فِطۡرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيۡهَاۚ لَا تَبۡدِيلَ لِخَلۡقِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ  

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,” ( QS. Ar-Rum (30) : 30 )


Sobat. Ayat ini menyuruh Nabi Muhammad meneruskan tugasnya dalam menyampaikan dakwah, dengan membiarkan kaum musyrik yang keras kepala itu dalam kesesatannya. Dalam kalimat "Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah", terdapat perintah Allah kepada Nabi Muhammad untuk mengikuti agama yang lurus yaitu agama Islam, dan mengikuti fitrah Allah. Ada yang berpendapat bahwa kalimat itu berarti bahwa Allah memerintahkan agar kaum Muslimin mengikuti agama Allah yang telah dijadikan-Nya bagi manusia. Di sini "fitrah" diartikan "agama" karena manusia dijadikan untuk melaksanakan agama itu. Hal ini dikuatkan oleh firman Allah dalam surah yang lain:

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ  

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (adz-dzariyat/51: 56) 


Sobat. Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidaklah menjadikan jin dan manusia melainkan untuk mengenal-Nya dan supaya menyembah-Nya. Dalam kaitan ini Allah swt berfirman: 

Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang MahaEsa; tidak ada tuhan selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan. (at-Taubah/9: 31) 


Pendapat tersebut sama dengan pendapat az-Zajjaj, tetapi ahli tafsir yang lain berpendapat bahwa maksud ayat tersebut ialah bahwa Allah tidak menjadikan jin dan manusia kecuali untuk tunduk kepada-Nya dan untuk merendahkan diri. Maka setiap makhluk, baik jin atau manusia wajib tunduk kepada peraturan Tuhan, merendahkan diri terhadap kehendak-Nya. Menerima apa yang Dia takdirkan, mereka dijadikan atas kehendak-Nya dan diberi rezeki sesuai dengan apa yang telah Dia tentukan. Tak seorang pun yang dapat memberikan manfaat atau mendatangkan mudarat karena kesemuanya adalah dengan kehendak Allah. Ayat tersebut menguatkan perintah mengingat Allah swt dan memerintahkan manusia supaya melakukan ibadah kepada Allah swt.


Menghadapkan wajah (muka) artinya meluruskan tujuan dengan segala kesungguhan tanpa menoleh kepada yang lain. "Wajah" atau "muka" dikhususkan penyebutan di sini karena merupakan tempat berkumpulnya semua panca indera, dan bagian tubuh yang paling terhormat.


Sehubungan dengan kata fitrah yang tersebut dalam ayat ini ada sebuah hadis sahih dari Abu Hurairah yang berbunyi: 

Tidak ada seorang anak pun kecuali ia dilahirkan menurut fitrah. Kedua ibu bapaknyalah yang akan meyahudikan, menasranikan, atau memajusikannya, sebagaimana binatang melahirkan anaknya dalam keadaan sempurna. Adakah kamu merasa kekurangan padanya. Kemudian Abu Hurairah berkata, "Bacalah ayat ini yang artinya: ¦ fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah." Dalam riwayat lain, "Sehingga kamu merusaknya (binatang itu)." Para sahabat bertanya, "Hai Rasulullah, apakah engkau tahu keadaan orang yang meninggal di waktu kecil?" Rasul menjawab, "Allah lebih tahu dengan apa yang mereka perbuat." (Riwayat al-Bukhari dan Muslim) 


Para ulama berbeda pendapat mengenai arti fitrah. Ada yang berpendapat bahwa fithrah itu artinya "Islam". Hal ini dikatakan oleh Abu Hurairah, Ibnu Syihab, dan lain-lain. Mereka mengatakan bahwa pendapat itu terkenal di kalangan utama salaf yang berpegang kepada takwil. Alasan mereka adalah ayat (30) dan hadis Abu Hurairah di atas. Mereka juga berhujah dengan hadis bahwa Rasulullah saw bersabda kepada manusia pada suatu hari:

Apakah kamu suka aku menceritakan kepadamu apa yang telah diceritakan Allah kepadaku dalam Kitab Nya. Sesungguhnya Allah telah menciptakan Adam dan anak cucunya cenderung kepada kebenaran dan patuh kepada Allah. Allah memberi mereka harta yang halal tidak yang haram. Lalu mereka menjadikan harta yang diberikan kepada mereka itu menjadi halal dan haram . . . "(Riwayat Ahmad dari hammad) 


Pendapat tersebut di atas dianut oleh kebanyakan ahli tafsir. Adapun maksud sabda Nabi saw tatkala beliau ditanya tentang keadaan anak-anak kaum musyrik, beliau menjawab, "Allah lebih tahu dengan apa yang mereka ketahui," yaitu apabila mereka berakal. Takwil ini dikuatkan oleh hadis al-Bukhari dari Samurah bin Jundub dari Nabi saw. Sebagian dari hadis yang panjang itu berbunyi sebagai berikut:


Adapun orang yang tinggi itu yang ada di surga adalah Ibrahim as. Adapun anak-anak yang ada di sekitarnya semuanya adalah anak yang dilahirkan menurut fitrah. Samurah berkata, "Maka Rasulullah ditanya, 'Ya Rasulullah, tentang anak-anak musyrik? Rasulullah menjawab, 'Dan anak-anak musyrik." (Riwayat al-Bukhari dari Samurah bin Jundub)


Sebagian ulama lain mengartikan "fithrah" dengan "kejadian" yang dengannya Allah menjadikan anak mengetahui Tuhannya. Seakan-akan dikatakan, "Tiap-tiap anak dilahirkan atas kejadiannya." Dengan kejadian itu, sang anak akan mengetahui Tuhannya apabila dia telah berakal dan berpengetahuan. Kejadian di sini berbeda dengan kejadian binatang yang tak sampai kepada pengetahuan tentang Tuhannya. Mereka berhujjah bahwa "fithrah" itu berarti "kejadian" dan "fathir" berarti "yang menjadikan" dengan firman Allah:

Katakanlah, "Ya Allah, Pencipta langit dan bumi." (az-Zumar/39: 46) 

Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyembah (Allah) yang telah menciptakanku. (Yasin/36: 22) 

Dia (Ibrahim) menjawab, "Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan (pemilik) langit dan bumi; (Dialah) yang telah menciptakannya." (al-Anbiya'/21: 56) 


Kemudian kalimat dalam ayat (30) ini dilanjutkan dengan ungkapan bahwa pada fitrah Allah itu tidak ada perubahan. Allah tidak akan mengubah fitrah-Nya. Tidak ada sesuatu pun yang menyalahi aturan itu maksudnya ialah tidak akan sengsara orang yang dijadikan Allah berbahagia, dan sebaliknya tidak akan berbahagia orang-orang yang dijadikan-Nya sengsara. Menurut Mujahid, artinya ialah tidak ada perubahan bagi agama Allah. Pendapat ini didukung oleh Qatadah, Ibnu Jubair, adh-ahhak, Ibnu Zaid, dan an-Nakha'i. Mereka berpendapat bahwa ungkapan tersebut di atas berkenaan dengan keyakinan. 'Ikrimah meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas bahwa Umar bin Khaththab berkata, "Tidak ada perubahan bagi makhluk Allah dari binatang yang dimandulkan." Perkataan ini maksudnya ialah larangan memandulkan binatang.


Ungkapan "itulah agama yang lurus", menurut Ibnu 'Abbas, bermakna "itulah keputusan yang lurus". Muqatil mengatakan bahwa itulah perhitungan yang nyata. Ada yang mengatakan bahwa agama yang lurus itu ialah agama Islam, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Mereka tidak mau memikirkan bahwa agama Islam itu adalah agama yang benar. Oleh karena itu, mereka tidak mau menghambakan diri kepada Pencipta mereka, dan Tuhan yang lebih terdahulu (qadim) memutuskan sesuatu dan melaksanakan keputusan-Nya.


Sobat. Sebagai penutup artikel ini saya mengingatkan pada diri ini dan kita semua, Jika suatu pekerjaan dicintai, dinikmati dan dilakoni dengan sungguh-sungguh, di situlah akan mengalir sungai keberkahan dan berlian-berlian yang mencukup kita untuk hidup. 

Jika kita mampu mencintai diri dengan sungguh-sungguh, menerima keadaan diri apa adanya, serta mengembangkan diri untuk lebih baik setiap hari, kita akan kaget bahwa sebenarnya ada banyak “ berlian” dalam diri yang belum tergali untuk kita kembangkan.


Sobat. Banyak orang melihat keberhasilan dari sudut pandang lahiriah saja. Keberhasilan dan ketenaran diukur dari seberapa banyak yang kita miliki. Padahal sama sekali bukan itu! Keberhasilan justru diukur dari sejauh mana kita dapat memanfaatkan setiap potensi yang dimiliki untuk berbagi kepada sesama dan memuliakan Sang Khalik.


( Pagi yang Indah di IPB Convention Hotel , DR Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. )

Rabu, 30 November 2022

Kekuatan Terbesar Kita Adalah Memilih Pikiran




Sobat. Hidup akan terasa lebih indah kalau kita senantiasa berada dalam kondisi sehat. Jurnal kedokteran menyatakan kesehatan itu dipengaruhi oleh : Pola Pikir, Pola Makan, Pola Kebiasaan dan Olah raga.  Ternyata memilih pikiran dan mengelola pikiran menyumbang 80% kesehatan kita. Berbagai studi telah membuktikan bahwa pikiranlah yang sebenarnya sangat memainkan peran penting terhadap kesehatan Anda. Ingatlah sobat, kata-kata dan pikiran bisa membuat kita sakit, mereka juga bisa membuat kita sehat.


Sobat. Melalui The Leader the Winner sebuah pelatihan yang kami kembangkan untuk melatih pikiran Anda, melatih anda untuk menyaring pikiran-pikiran yang masuk ke kepala Anda. Melatih anda untuk memilih pikiran-pikiran  apa yang anda izinkan masuk ke kepala Anda dan pikiran-pikiran yang harus anda tolak dan buang jauh-jauh. Melatih mengeluarkan pikiran-pikiran tidak sehat yang sudah terlanjur masuk ke kepala Anda, serta menggantinya dengan pikiran-pikiran baru yang sehat dan bergizi.


Sobat. Kita bisa mengobati penyakit apa pun yang kita derita dengan cara mengelola pikiran kita. Berikut ini sobat, hubungan antara pikiran, emosi dan beberapa penyakit :


1. Ketakutan berhubungan dengan sejumlah penyakit, termasuk penyakit kardiovaskuler dan tekanan darah tinggi; penyakit-penyakit system pencernaan seperti colitis, gangguan buang air besar, dan tukak lambung; sakit kepala dan gangguan kulit seperti psoriaris, eksema, dan jerawat akibat stress. Ketakutan dapat menurunkan kekebalan tubuh yang meyebabkan seringnya terjadi infeksi atau pengembangan penyakit yang mematikan.


2. Kecemasan menyebabkan stress yang secara khusus menyerang otot-otot di punggung bagian atas dan leher . Kecemasan  juga menyebabkan tukak lambung, gangguan buang air besar dengan gejala-gejala sakit dan kram perut, perut kembung, sembelit dan diare.


3. Dr. Wallace C, Ellerbroek, ahli bedah, psikiater, dan psikolinguis dari California, setelah bertahun-tahun melakukan riset, menemukan bahwa penyakit bukanlah disebabkan oleh apa yang terjadi pada diri kita, melainkan pada bagaimana kita memandang segala sesuatu. Ellerbroek menyatakan, “ Bukanlah apa yang terjadi yang mengganggu anda, segala yang Anda katakan di dalam kepala Anda mengenai apa yang terjadilah yang membuat semua mesin menjadi kacau dan menimbulkan bermacam-macam penyakit.”  Jadi bagaimana kita menyesuaikan diri – pikiran-pikiran yang kita pikirkan, kata-kata yang kita ucapkan, dan sikap-sikap yang kita ambil  menentukan kondisi kesehatan dan peluang kita sembuh.


4. Permusuhan, keberangan, dan kemarahan berada di posisi puncak dalam daftar emosi yang meracuni yang menyebabkan stress berlebihan. Suatu penelitian di Finlandia menunjukkan bahwa sikap permusuhan merupakan sebuah factor penyebab penyakit pembuluh coroner. Sikap permusuhan ini bahkan jauh lebih beresiko terhadap penyakit coroner dibandingkan  dengan hal-hal lain seperti merokok, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.


5. Jantung  memiliki kemampuan untuk mempengaruhi setiap system tubuh yang lain untuk mengikuti ritmenya. Jantung yang berada dalam keadaan damai dan penuh kasih akan mengkomunikasikan harmoni ke seluruh tubuh. Sebaliknya, ketika kita merasakan emosi-emosi yang negative jantung akan berdetak secara lebih cepat, tak teratur, dan berdebar-debar, atau berdetak lebih cepat. Ini tentu saja akan mengkomunikasikan ketidakteraturan kepada organ-organ tubuh lainnya.


6. Memiliki harapan untuk sembuh dan berpikiran positif. Mengubah pikiran seseorang dan memperbaiki sikap seseorang dapat meningkatkan fungsi kekebalan dan mendatangkan hasil yang mencengangkan.


7. Apa yang kita pikirkan mempengaruhi tubuh kita secara positif maupun negative. Sekali lagi sobat, kata-kata dan pikiran bisa membuat kita sakit, mereka juga bisa membuat kita sehat.


Sobat. Teruslah  tanamkan dalam ingatanmu hal-hal baik yang kaualami di tengah kondisi sulit.Lihatlah alam semesta ini. Ia selalu melimpahkan kebaikan, memberikan karunia  dan kesempatan yang sama pada seluruh manusia.


Sobat. Tinggalkan keraguan. Jangan mundur. Jangan ragu untuk berbuat kebaikan. Jangan berikan prasangka jalan menuju pikiranmu. Lihatlah ke depan. Tinggalkan masa lalu. Segeralah gapai tujuan. Jangan hiraukan omongan dan nyiyiran orang lain.


Sobat. Manusia yang hatinya dipenuhi keridhaan membiaskan kebaikan dan kasih sayang yang berlimpah, yang memancar pada orang-orang di sekitarnya. Orang bahagia bukanlah yang memiliki segala hal yang paling mewah, tetapi orang yang menikmati apa yang ia miliki dan apa yang ia alami dalam hidup ini. Mereka menerima semuanya dengan ridha dan tangan terbuka sebagai karunia Allah yang patut disyukuri.


Salam Dashyat dan Luar Biasa!


( DR Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana IAI Tribakti Lirboyo. Wakil Ketua Komnas Pendidikan Jawa Timur  ). 

Rabu, 23 November 2022

Hidup Adalah Ujian, dan Ujian perlu Persiapan




Sobat. Dunia  adalah sekolah atau kampus kehidupan. Pasar adalah kampus kejujuran. Kantor sebagai kampus pelayanan. Jalanan kampus pengendalian diri. Pemukiman kumuh kampus kepedulian. Dan hidup di dunia ini adalah Ujian dan ujian perlu persiapan agar momentum dapat diraih dengan penuh kesuksesan.

وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ  

“ Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” ( QS. Al-Baqarah (2) : 155 )


Sobat. Allah akan menguji kaum Muslimin dengan berbagai ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan (bahan makanan). Dengan ujian ini, kaum Muslimin menjadi umat yang kuat mentalnya, kukuh keyakinannya, tabah jiwanya, dan tahan menghadapi ujian dan cobaan. Mereka akan mendapat predikat sabar, dan merekalah orang-orang yang mendapat kabar gembira dari Allah.


Sobat. Sukses itu ditentukan oleh lima tangan : 1. Tantangan, gunung kan kudaki, lautan kuseberangi, training kuikuti,berbagai keahlian kupelajari, praktikum kujalani untuk meningkatkan potensi diri. 2. Garis Tangan. Doa orang tuaku, khususnya almarhum ibuku menjadi berkah melimpah. Terima kasih bunda.3. Campur tangan. Tak bisa sukses sendirian. Perlu kerjasama tim. Gunakan otak sendiri dan pinjam otak orang lain. Kerja cerdas adalah men-sahabatkan relasi adalah komitmen kami. 4. Usaha tangan. Dikerjalan dengan ilmu, skill dan pengetahuan, bukan sekedar otot tapi juga otak, kerja keras, kerja cerdas, kerja Ikhlas, kerja tuntas, maka hasil akan memuaskan. 5. Buah Tangan. Beri apresiasi pada sekecil apa pun prestasi yang diraih. Rayakan kemenangan kecil untuk kemenangan besar. Bahagia  bila dibagi akan berlipat ganda dan tidak berkurang.


Sobat. Ada masalah, mengapa gelisah? Mari maknai Ar-Rahman, sifat Maha Kasih Allah. 1 % nikmat dibagi untuk seluruh manusia di dunia sejak Nabi Adam sampai akhir zaman. Berpikirlah merdeka. Jadikan pesona dunia sebagai inspirasi  surge, seperti Imam Ibnu Hajar, Merdeka jangan penjarakan dirimu dalam jeruji  maksiat. 


Sobat. Wahai pengembara di penjara dunia, jadilah orang pelancong, orang asing. Nikmati wisata dunia sekedarnya. Kita pasti kembali “ Jadilah engkau di dunia ini bagaikan orang asing atau orang dalam perjalanan.” 


Sobat. Bekali diri dengan amal unggulan. Kirim segera kebaikanmu untuk investasi abadi. Jangan tunda nanti-nanti. Rebut nikmat dahsyat sebesar 99 bagian untuk orang beriman, hamba pilihan Allah. Itulah Ar-Rahim, sifat Maha Penyayang Allah.

Allah SWT  berfirman :

ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَيَوٰةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفُورُ  

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,” (QS. Al-Mulk (67) : 2 )


Sobat. Dalam ayat ini diterangkan bahwa Tuhan yang memegang kekuasaan kerajaan dunia dan kerajaan akhirat serta menguasai segala sesuatunya itu, adalah Tuhan yang menciptakan kematian dan kehidupan. Hanya Dia yang menentukan saat kematian setiap makhluk. Jika saat kematian itu telah tiba, tidak ada suatu apa pun yang dapat mempercepat atau memperlambatnya barang sekejap pun. Demikian pula keadaan makhluk yang akan mati, tidak ada suatu apa pun yang dapat mengubahnya dari yang telah ditentukan-Nya. Allah berfirman:

 

Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (al-Munafiqun/63: 11)

Tidak seorang pun manusia atau makhluk hidup lain yang dapat menghindarkan diri dari kematian yang telah ditetapkan Allah, sebagaimana firman-Nya:

 

Dimanapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. (an-Nisa'/4: 78)


Demikian pula dinyatakan bahwa Allah yang menciptakan kehidupan. Maksudnya ialah bahwa Dialah yang menghidupkan seluruh makhluk hidup yang ada di alam ini. Dialah yang menyediakan segala kebutuhan hidupnya dan Dia pula yang memberikan kemungkinan kelangsungan jenis makhluk hidup itu, sehingga tidak terancam kepunahan. Kemudian Dia pula yang menetapkan lama kehidupan suatu makhluk dan menetapkan keadaan kehidupan seluruh makhluk. Dalam pada itu, Allah pun menentukan sampai kapan kelangsungan hidup suatu makhluk, sehingga bila waktu yang ditentukan-Nya itu telah berakhir, musnahlah jenis makhluk itu sebagaimana yang dialami oleh jenis-jenis hewan purba.


Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah menciptakan kematian dan kehidupan adalah untuk menguji manusia, siapa di antara mereka yang beriman dan beramal saleh dengan mengikuti petunjuk-petunjuk yang dibawa Nabi Muhammad dan siapa pula yang mengingkarinya. Dari ayat di atas dipahami bahwa dengan menciptakan kehidupan itu, Allah memberi kesempatan yang sangat luas kepada manusia untuk memilih mana yang baik menurut dirinya. Apakah ia akan mengikuti hawa nafsunya, atau ia akan mengikuti petunjuk, hukum, dan ketentuan Allah sebagai penguasa alam semesta ini. Seandainya manusia ditimpa azab yang pedih di akhirat nanti, maka azab itu pada hakikatnya ditimpakan atas kehendak diri mereka sendiri. Begitu juga jika mereka memperoleh kebahagiaan, maka kebahagiaan itu datang karena kehendak diri mereka sendiri sewaktu hidup di dunia.


Berdasarkan ujian itu pula ditetapkan derajat dan martabat seorang manusia di sisi Allah. Semakin kuat iman seseorang semakin banyak amal saleh yang dikerjakannya. Semakin ia tunduk dan patuh mengikuti hukum dan peraturan Allah, semakin tinggi pula derajat dan martabat yang diperolehnya di sisi Allah. Sebaliknya jika manusia tidak beriman kepada-Nya, tidak mengerjakan amal saleh dan tidak taat kepada-Nya, ia akan memperoleh tempat yang paling hina di akhirat.


Kehidupan duniawi adalah untuk menguji manusia, siapa di antara mereka yang selalu menggunakan akal dan pikirannya memahami agama Allah, dan memilih mana perbuatan yang paling baik dikerjakannya, sehingga perbuatannya itu diridai Allah. Juga untuk mengetahui siapa yang tabah dan tahan mengekang diri dari mengerjakan larangan-larangan Allah dan siapa pula yang paling taat kepada-Nya.


Ayat ini mendorong dan menganjurkan agar manusia selalu waspada dalam hidupnya. Hendaklah mereka selalu memeriksa hati mereka apakah ia benar-benar seorang yang beriman, dan juga memeriksa segala yang akan mereka perbuat, apakah telah sesuai dengan yang diperintahkan Allah atau tidak, dan apakah yang akan mereka perbuat itu larangan Allah atau bukan. Jika perbuatan itu telah sesuai dengan perintah Allah, bahkan termasuk perbuatan yang diridai-Nya, hendaklah segera mengerjakannya. Sebaliknya jika perbuatan itu termasuk larangan Allah, maka jangan sekali-kali melaksanakannya.


Sobat. Pada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dia Mahaperkasa, tidak ada satu makhluk pun yang dapat menghalangi kehendak-Nya jika Ia hendak melakukan sesuatu, seperti hendak memberi pahala orang-orang yang beriman dan beramal saleh atau hendak mengazab orang yang durhaka kepada-Nya. Dia Maha Pengampun kepada hamba-hamba-Nya yang mau bertobat kepada-Nya dengan menyesali perbuatan dosa yang telah dikerjakannya, berjanji tidak akan melakukan dosa itu lagi serta berjanji pula tidak akan melakukan dosa-dosa yang lain.


Pada ayat ini, Allah menyebut secara bergandengan dua macam di antara sifat-sifat-Nya, yaitu sifat Mahaperkasa dan Maha Pengampun, seakan-akan kedua sifat ini adalah sifat yang berlawanan. Sifat Mahaperkasa memberi pengertian memberi kabar yang menakut-nakuti, sedang sifat Maha Pengampun memberi pengertian adanya harapan bagi setiap orang yang mengerjakan perbuatan dosa, jika ia bertobat. Hal ini menunjukkan bahwa Allah yang berhak disembah itu benar-benar dapat memaksakan kehendak-Nya kepada siapa pun, tidak ada yang dapat menghalanginya. Dia mengetahui segala sesuatu, sehingga dapat memberikan balasan yang tepat kepada setiap hamba-Nya, baik berupa pahala maupun siksa. Dengan pengetahuan itu pula, Dia dapat membedakan antara orang yang taat dan durhaka kepada-Nya, sehingga tidak ada kemungkinan sedikit pun seorang yang durhaka memperoleh pahala atau seorang yang taat dan patuh memperoleh siksa. Allah tidak pernah keliru dalam memberikan pembalasan. 


Firman Allah lainnya yang menyebut secara bergandengan kabar peringatan dan pengharapan itu ialah:

 

Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa Akulah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang, dan sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih. (al-hijr/15: 49-50)


Sobat. Ubah cara pandang, bersama Imam Ibnu Hajar kita belajar berpikir besar. Jangan terpesona oleh yang sementara sehingga melalaikan keabadian. Ubah sikap, jangan rakus gunakan dunia seperlunya, ambil yang penting dan miliki core competence dahsyatkan sebagai andalan. Jangan jadi orang generic, biasa, pasaran tak punya merek. Temukan merek dirimu, make your brand. OKelah kita memang orang biasa bukankah kita bisa menjadi luar biasa seperti Ibnu Hajar? Berkaryalah untuk membuat sejarah. Goreskan tinta emas dalam kehidupan Anda!


Sobat. Ujian adalah tanggung jawab pribadi yang mesti diemban. Ujian adalah pembangkit himmah – hasrat dan semangat – untuk membentuk manusia menjadi pribadi yang utuh dan positif. Demikian  menurut Sayyid Quthub.


Sobat. Manusia adalah manusia, bukan malaikat, bukan pula hewan atau syetan. Manusia makhluk mulia karena Allah telah memuliakan dan menyempurnakan  ciptaan-Nya. Ia lebih mulia dari malaikat sebab diberi akal  untuk bersyukur menggunakan pengdengaran, penglihatan dan hatinya. Namun ia bisa jatuh terhina seperti hewan ternak bahkan lebih sesat lagi, menjadi syetan durjana  terlaknat  bila akal pikirannya tak bermanfaat.


Sobat Ujian itu proses seleksi. Kesulitan merupakan tantangan, seleksi siapa yang paling layak. Kesulitan adalah furqan, garis pembeda. Mana emas mana Loyang, mana kawan mana lawan, mana sahabat mana penghianat.


Sobat. Jadilah pemenang , bersuara dengan kebaikan, berdendang dengan karya gemilang, bernyanyi dengan prestasi yang dimiliki, tetap bersenandung meski kesulitan mengepung. Itulah energy Inti : Motivasi, Motivasi, dan Motivasi. Kecepatan sukses anda sangat tergantung besarnya hasrat yang menyala-nyala pada kesuksesan. 


Salam Dahsyat dan Luar Biasa!


( DR Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku The Power of Spirituality – Meraih Sukses Tanpa Batas. Dosen Pascasarjana IAI Tribakti Lirboyo. Wakil Ketua Komnas Pendidikan Jawa Timur )

Minggu, 20 November 2022

Rasa Syukur kitalah yang membuat kita bahagia




Sobat. Kita sering melupakan bahwa kebahagiaan bukanlah berhasil mendapatkan sesuatu yang tidak kita punya, melainkan mengenali dan menghargai apa yang sudah kita miliki. Kita memang cenderung lebih menghargai  sesuatu yang kita dapatkan  dengan lebih sulit ketimbang sesuatu yang kita dapatkan dengan mudah.


Dengan demikian sobat. Semakin besar usaha atau effort yang kita lakukan, semakin besar pula apresiasi dan rasa syukur yang akan kita dapatkan. Sebaliknya semakin kecil usaha (effort) kita dalam mendapatkan sesuatu, semakinkecil pula kemampuan kita menghargai. Para hamba yang senantiasa bersyukur dan memuji Allah SWT adalah orang yang sukses di dunia dan di akherat. 


Allah SWT  berfirman :

وَمَا كَانَ لِنَفۡسٍ أَن تَمُوتَ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِ كِتَٰبٗا مُّؤَجَّلٗاۗ وَمَن يُرِدۡ ثَوَابَ ٱلدُّنۡيَا نُؤۡتِهِۦ مِنۡهَا وَمَن يُرِدۡ ثَوَابَ ٱلۡأٓخِرَةِ نُؤۡتِهِۦ مِنۡهَاۚ وَسَنَجۡزِي ٱلشَّٰكِرِينَ  

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali Imran (3) : 145 )


Sobat. Allah menyatakan, "Semua yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin-Nya, tepat pada waktunya sesuai dengan yang telah ditetapkan-Nya." Artinya: persoalan mati itu hanya di tangan Tuhan, bukan di tangan siapa-siapa atau di tangan musuh yang ditakuti. Ini merupakan teguran kepada orang-orang mukmin yang lari dari medan Perang Uhud karena takut mati, dan juga merupakan petunjuk bagi setiap umat Islam yang sedang berjuang di jalan Allah. Seterusnya Allah memberikan bimbingan kepada umat Islam bagaimana seharusnya berjuang di jalan Allah dengan firman-Nya:


... Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu,¦(Ali 'Imran/3:145).


Ini berarti setiap orang Islam harus meluruskan dan membetulkan niatnya dalam melaksanakan setiap perjuangan. Kalau niatnya hanya sekedar untuk memperoleh balasan dunia, maka biar bagaimanapun besar perjuangannya, maka balasannya hanya sekedar yang bersifat dunia saja. 

Dan barang siapa yang niatnya untuk mendapat pahala akhirat, maka Allah akan membalasnya dengan pahala akhirat. Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur yaitu orang-orang yang mematuhi perintah-Nya dan selalu mendampingi Nabi-Nya.


Sobat. Nabi Muhammad SAW bersyukur kepada Allah SWT dengan segenap keyakinan  hati bahwa setiap nikmat adalah karunia-Nya, baik besar ataupun kecil, lama ataupun baru, dan tampak ataupun tersembunyi. Hati yang bersyukur merupakan rukun ibadah bagi seorang mukmin. Sebab dia berkeyakinan bahwa setiap nikmat yang sampai kepadanya adalah karunia Allah SWT. Diriwayatkan oleh Tsauban bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “ Hendaklah seorang di antara kalian menjadikan hatinya bersyukur dan lisannya berdzikir,” ( HR. at-Tirmidzi )

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبۡدِهِ ٱلۡكِتَٰبَ وَلَمۡ يَجۡعَل لَّهُۥ عِوَجَاۜ  

“Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya;” ( QS. Al-Kahfi (18) : 1 )


Sobat. Dalam ayat ini Allah swt memuji diri-Nya, sebab Dialah yang menurunkan kitab suci Al-Qur'an kepada Rasul saw sebagai pedoman hidup yang jelas. Melalui Al-Qur'an, Allah memberi petunjuk kepada kebenaran dan jalan yang lurus. Ayat Al-Qur'an saling membenarkan dan mengukuh-kan ayat-ayat lainnya, sehingga tidak menimbulkan keragu-raguan. Nabi Muhammad saw yang menerima amanat-Nya menyampaikan Al-Qur'an kepada umat manusia, disebut dalam ayat ini dengan kata 'hamba-Nya untuk menunjukkan kehormatan yang besar kepadanya, sebesar amanat yang dibebankan ke pundaknya.

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ 

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".( QS. Ibrahim (14) : 7 )


Sobat. Dalam ayat ini Allah swt kembali mengingatkan hamba-Nya untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah dilimpahkan-Nya. Bila mereka melaksanakannya, maka nikmat itu akan ditambah lagi oleh-Nya. Sebaliknya, Allah juga mengingatkan kepada mereka yang mengingkari nikmat-Nya, dan tidak mau bersyukur bahwa Dia akan menimpakan azab-Nya yang sangat pedih kepada mereka.


Mensyukuri rahmat Allah bisa dilakukan dengan berbagai cara. Pertama, dengan ucapan yang setulus hati; kedua, diiringi dengan perbuatan, yaitu menggunakan rahmat tersebut untuk tujuan yang diridai-Nya.


Dalam kehidupan sehari-hari, dapat kita lihat bahwa orang-orang yang dermawan dan suka menginfakkan hartanya untuk kepentingan umum dan menolong orang, pada umumnya tak pernah jatuh miskin ataupun sengsara. Bahkan, rezekinya senantiasa bertambah, kekayaannya makin meningkat, dan hidupnya bahagia, dicintai serta dihormati dalam pergaulan. Sebaliknya, orang-orang kaya yang kikir, atau suka menggunakan kekayaannya untuk hal-hal yang tidak diridai Allah, seperti judi atau memungut riba, maka kekayaannya tidak bertambah, bahkan lekas menyusut. Di samping itu, ia senantiasa dibenci dan dikutuk orang banyak, dan di akhirat memperoleh hukuman yang berat.


Sobat. Semakin besar rasa syukur kita, semakin besar pula  kenikmatan yang akan kita peroleh.


( DR Nasrul Syarif M.Si  Sekjen Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa. Dosen Pascasarjana IAI Tribakti Lirboyo. Penulis Buku Gizi Spiritual ). 

Berita Terbaru