Tampilkan postingan dengan label ppkm darurat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ppkm darurat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Juli 2021

Kapolres Lumajang Salurkan Bansos ke Warga yang Terdampak PPKM Darurat





LUMAJANG, corruptionexpose.com - Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa Bali setidaknya memberikan dampak kepada pera pelaku usaha kecil bahkan pekerja dan masyarakat secara umum.


Menyikapi hal tersebut Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno membagikan bantuan sembako kepada tukang becak yang dinilai merasakan dampak besar dari PPKM Darurat.


Kapolres turun langsung memberikan paket sembako kepada tukang becak di seputaran kota Lumajang, Sabtu (17/7/20210).


Dengan bantuan sembako yang diserahkan oleh orang nomor satu di Polres Lumajang tersebut selain untuk meringankan beban warga juga sebagai sarana berbagi dari Jajaran Polres Lumajang dengan warga.


Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, Penyaluran bantuan sosial dari pemerintah ini diberikan pada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Lumajang.


"Pimpinan berharap seluruh Kasatwil/Kasatker di Jawa Timur harus dituntut turun langsung kelapangan memantau situasi perkembangan Covid-19 di lapangan juga turun langsung membagikan bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan," tuturnya.


Sementara itu Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta menuturkan, bantuan ini dapat membantu warga agar tidak kebingungan memenuhi kebutuhan sehari-hari selama PPKM Darurat.


"Saya harapkan dengan adanya bantuan sembako tersebut dapat meringankan beban warga saat dilaksanakannya PPKM Darurat diwilayah Lumajang. Sehingga dari masyarakat pun tetap mendukung serta mentaati pelaksanaan PPKM Darurat ini," terangnya


Beberapa tukang becak yang menerima bantuan merasa kaget tiba-tiba didatangi oleh Kapolres Lumajang dan menyampaikan rasa terimakasihnya atas bantuan Pemerintah.


"Terimakasih Pemerintah atas bantuan PPKMnya," ucap salah seorang warga yang menerima bantuan. (alief).

Jumat, 16 Juli 2021

Pelanggar Prokes Ops Yustisi PPKM Darurat di Lumajang Langsung Jalani Sidang Ditempat secara Virtual




LUMAJANG, corruptionexpose.com - Puluhan warga yang masih melanggar protokol kesehatan terjaring operasi yustisi di Lumajang, Jawa Timur langsung menjalani sidang secara virtual atau online.


Sebelumnya warga yang melanggar prokes terjaring operasi Yustisi PPKM Darurat di cafe, pasar, jalan umum atau fasilitas umum lainnya di seputaran Kota Lumajang selama satu pekan.


Mereka terjaring operasi yustisi pelanggaran tidak menggunakan masker dengan baik atau tidak menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah.


Pelaksanaan sidang secara virtual atau online dilaksanakan di Gedung Soedjono, Alun-Alun Selatan Lumajang, Jumat (16/7/2021) siang. Sidang secara virtual melibatkan dari Kejaksaaan Negeri Lumajang dan Pengadilan Negari Lumajang


Sekitar 30 orang pelanggar prokes jalani sidang virtual, mereka yang di vonis hakim membayar denda 50 ribu rupiah.


Hadir dalam pelaksanaan sidang virtual tersebut, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto, S.I.K., M.Si, Kasatpol PP Kab. Lumajang Matali Bilogo, S.Sos., Kasi Pidum Kejari Lumajang Mirzantio E, SH.MH dan Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Sutomo, S.Kom.


Selain itu juga hadir secara virtual Hakim Ketua Wakil PN Kab. Lumajang Putu Agung Putra Baharata, SH. berada di kantor Pengadilan Negeri Lumajang


Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno menyampaikan hari ini melaksanakan sidang online tipiring pelanggaran prokes 5 M dimasa PPKM darurat.


"Kami mengucapkan terimakasih kepada Kejaksaan Negeri Lumajang, Pengadilan Negeri, Satpol PP ini bukti sinergitas CJS dan Pemkab Lumajang memberikan pembelajaran kepada masyarakat bahwa dimasa PPKM darurat ini sanksi baik itu denda maupun sosial sudah mulai ditegakkan selama PPKM darurat," ujarnya.


Menurut Eka Yekti, kegiatan Ini yang kedua kali menyelanggarakan sidang pelanggaran prokes, pertama melaksanakan sidang di tempat, sedangkan sidang kedua dilakukan secara online di gedung Soejono Lumajang.


"Untuk hari ini total ada 50 pelanggar, namun yang hadir dalam sidang hanya 30 orang, sementara 20 orang belum hadir dalam sidang tersebut," ujar Kapolres.


Lanjut Eka Yekti, Khususnya di PPKM darurat  ini belum tahu di perpanjang apa tidak, apabila itu diperpanjang, malam minggu kedepan, operasi akan terus dilaksanakan, dan dilaksanakan sidang ditempat.


"Jika pelanggar dikemudian hari mengulangi lagi akan naikan sanksi denda atau sanksi yang lain," tegas Kapolres.


Sementara itu, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Mirzantio mengatakan hari ini yang mengikuti sidang online 30 orang, padahal jumlah pelanggar ada 50 orang.


Untuk  20 Orang yang tidak hadir dalam sidang itu akan diputuskan verstek atau putusan yang tidak dihadiri terdakwa atau pelanggar


"Jika nanti pelanggar ingin mengambil barang buktinya bisa langsung ke kantor Kejaksaan negeri Lumajang dengan cara membayar denda yang sudah diputuskan hakim," jelasnya.


Kepala Satpol PP Lumajang Matali Bilogo menyampaikan, reaksi masyarakat ada yang merasa nyaman atau tidak nyaman


"Tapi secara umum itu demi ketertiban kita bersama biar prokes itu bisa berjalan dengan baik maka harus ditegakkan aturan itu," terangnya.(alief).

Rabu, 14 Juli 2021

Tak Patuhi Aturan PPKM Darurat, Petugas Segel Warung dengan Police Line




BOJONEGORO, corruptionexpose.com - Tidak mematuhi aturan yang diterapkan oleh Pemerintah tentang penerapan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Polsek Sumberrejo bersama anggota Koramil 0813 - 09 Sumberrejo melakukan penyegelan sebuah warung kopi (warkop) di wilayah Sumberrejo dengan memasang Police Line di depan pintu masuk warkop pada hari Rabu (14/07/2021) sore tadi.



Kapolsek Sumberrejo AKP Imam Kanafi, SH menerangkan bahwa selama pelaksanaan PPKM Darurat, Polsek Sumberrejo bersama Koramil 0813 - 09 Sumberrejo serta Satpol PP Kecamatan sumberrejo selalu melakukan patroli di wilayah hukum Polsek Sumberrejo dengan sasaran warkop serta warung kaki lima yang menjual makanan dengan selalu memberikan himbauan agar tidak melayani makan ditempat dan hanya melayani bungkus (take away) terhadap semua pelanggan yang membeli makanan atau kopi.



"Tadi kebetulan anggota gabungan melakukan patroli dan mendapati sebuah warkop yang tidak patuh dengan aturan PPKM Darurat dengan melayani pelanggan tetap minum kopi ditempat", terang Kapolsek.



Selain itu, Kapolsek juga menekankan kepada seluruh pemilik warkop serta pedagang rumah makan dan warung kaki lima, bahwasannya dalam penerapan aturan PPKM Darurat tidak ada larangan dan pembatasan untuk berjualan selama penjual tidak melayani makan ditempat atau hanya melayani dibungkus (take away). 



"Pada dasarnya tidak ada pembatasan waktu untuk berjualan, namun yang dilarang adalah kerumunannya yaitu ketika pelanggan makan ditempat dan ngobrol serta main game dalam waktu yang lama", imbuh Kapolsek.



Kapolsek juga menegaskan bahwa, selama pelaksanaan PPKM Darurat jika masih di dapati warkop ataupun warung makan dan pedagang kaki lima yang masih melayani makan ditempat juga akan diberikan sanksi yang sama terhadap pelanggar aturan tersebut.



"Tidak menutup kemungkinan kita juga akan melakukan hal sama kepada pemilik warkop dan warung makan dan pegagang kaki lima yang masih melakukan pelanggaran penerapan aturan PPKM Darurat", tegas Kapolsek. (septiyan).

Selasa, 13 Juli 2021

Gubernur Luncurkan Gerakan Serentak Lawan Covid-19 di Kabupaten Tuban




TUBAN, corruptionexpose.com - Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa didampingi Forkopimda Jatim serta Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., dan Wabup Tuban, H. Riyadi, SH., bersama Forkopimda Tuban meluncurkan Gerakan Serentak Lawan Covid-19 di Kabupaten Tuban, Selasa (13/07/2021). 



Pencanangan program sinergitas ini dilakukan di depan Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Tuban yang juga dihadiri Sekda Tuban, Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si., jajaran pejabat TNI dan Polri, serta pimpinan OPD terkait.



Pada kesempatan itu, di PMI Tuban Gubernur Jatim bersama Bupati Tuban meninjau pelaksanaan donor plasma konvalesen, vaksinasi dan swab test Covid-19 serta pemberangkatan tim penyemprotan desinfektan. Setelah itu, rombongan bergerak menuju Lapangan Desa Beji, Kecamatan Jenu guna meninjau pelaksanaan vaksinasi, swab test Covid-19, dan pemantauan terhadap pelaksanaan PPKM Darurat di wilayah setempat. Kegiatan kunjungan kerja Gubernur Jatim bersama rombongan dilanjutkan dengan pengecekan ketersedian oksigen di kantor Samator Gas Industri Tuban.



Kepada awak media, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan Gerakan Lawan Covid-19 menjadi wujud keseriusan jajaran Forkopimda Jatim dan kabupaten Tuban untuk menanggulangi pandemi Covid-19.  



Gerakan Lawan Covid-19 kali ini terdiri dari sejumlah kegiatan, yaitu penyemprotan desinfektan, vaksinasi massal untuk lansia, umum, dan pelajar, swab antigen Covid-19 dan donor plasma konvalesen.



“Seluruh kegiatan disatukan dan disinergikan untuk memaksimalkan penanggulangan Covid-19 di Jawa Timur,” ungkapnya.



Lebih lanjut, pemerintah pusat akan mendistribusikan 300 ribu paket obat untuk memenuhi kebutuhan obat. Tidak hanya itu, ketersediaan oksigen di kabupaten Tuban aman untuk 7 rumah sakit dan masyarakat yang menjalankan isolasi mandiri. 



Samator Tuban mampu produksi oksigen sebanyak 550 tabung per hari. Bagi warga yang membutuhkan dapat langsung datang ke kantor Samator untuk melakukan pengisian. 



“Jangan sampai ada yang menimbun obat, tabung dan oksigen,” tegasnya.




Gubernur yang juga Ketua PP Muslimat NU ini mengapresiasi dan berterima kasih pada semua pihak dan masyarakat yang telah mendukung penanggulangan Covid-19. Ikhtiar yang telah dijalankan selama ini dapat terus dipertahankan. 



“Tetap patuhi protokol kesehatan, dan laksanakan 5 M,” serunya.



Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta menegaskan memberi perhatian khusus terhadap ketersediaan obat dan oksigen, proses penyaluran hingga ke tingkat terendah, dan stabilitas harga. 



Guna mendukung hal tersebut, dibentuk Satuan Tugas (Satgas) dengan fungsi melakukan pemantauan terhadap ketiga aspek tersebut. Jajaran kepolisian di bawah Polda Jatim diinstruksikan menjalankan tugasnya dengan maksimal. 



“Kami akan menindak tegas oknum yang terbukti menimbun obat dan oksigen,” terangnya. 



Sementara itu, Bupati Tuban  Aditya Halindra Faridzky, SE. menuturkan pada Gerakan Lawan Covid-19 di Kabupaten Tuban kali ini sebanyak 50 ribu paket alat swab antigen dan 10-15 ribu dosis vaksin akan didistribusikan ke 311 desa dan 17 kelurahan di Kabupaten Tuban. 



Sejalan dengan proses distribusi juga dilakukan penyemprotan desinfektan. Guna mencukupi kebutuhan bagi penderita Covid-19, dilakukan donor plasma konvalesen sebanyak 136 peserta. 



Mas Lindra, Sapaan akrab Bupati Tuban, juga menambahkan Pemkab Tuban bersama instansi terkait telah menerapkan penyekatan di sejumlah titik dan memberlakukan jam malam. Langkah tersebut selaras dengan pemberlakukan PPKM Darurat sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat. 



“Kami harap upaya sinergis dari Pemkab Tuban bersama Forkopimda dan instansi terkait mendukung keberhasilan penaggulangan Covid-19 di Jawa Timur,” tuturnya. (bp/red)

Minggu, 11 Juli 2021

Kapolres Bersama Forkopimda Bojonegoro Salurkan Bantuan Paket Sembako ke Warga Tidak Mampu





BOJONEGORO, radarjatirogo.com - Ditengah diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)  Darurat di Jawa – Bali.  Kapolres Bojonegoro, AKBP EG Pandia, SIK, MM, MH bersama Dandim 0813/Bojonegoro, Letkol. Inf. Bambang Hariyanto, Kepala Kejaksaan Negri (Kajari) Bojonegoro, Sutikno dan para Pejabat Utama Polres Bojonegoro serta jajaran Forkopimca Kota Bojonegoro menggelar bakti sosial Bhayangkara Untuk Negeri memberikan bantuan paket sembako dan masker kepada masyarakat yang tidak mampu, membutuhkan bantuan terutama terdampak Covid-19, Minggu (11/7/2021) pukul 13.30 WIB.


Kapolres Bojonegoro mengatakan kegiatan bakti sosial Bhayangkara Untuk Negeri dengan berbagi sebagai wujud kepedulian Polri untuk membantu masyarakat yang kurang mampu ditengah masa sulit akibat pandemi Covid-19 dan juga saat diberlakukannya PPKM Darurat sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat kurang mampu dan juga yang mengantungkan penghasilan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.


“Hari ini Polres Bojonegoro bersama Forkopimda Bojonegoro melakukan bakti sosial menyalurkan paket sembako kepada masyarakat yang tidak mampu terdampak pandemi Covid-19 ditengah PPKM Darurat,” ucap Kapolres Bojonegoro kepada awak media.


Lanjut AKBP EG Pandia mengatakan 750 paket sembako dan 1.000 masker yang disalurkan kepada masyarakat tidak mampu, semoga bermanfaat bagi mereka untuk memenuhi kebutuhannya. Bantuan ini tidak hanya sampai disini, dari 28 Polsek Jajaran juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat kurang mampu yang sudah di data Polsek masing-masing.


“Ada 750 paket sembako dan 1.000 masker yang kita salurkan hari ini kepada masyarakat tidak  mampu di wilayah hukum Polres Bojonegoro,” kata AKBP EG Pandia. 


Selain itu, Kapolres Bojonegoro bersama Forkopimda Bojonegoro juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan 5M dan dimasa PPKM Darurat agar dipatuhi dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro.


“Yang bisa mencegah penyebaran Covid-19 adalah Kita bersama, caranya cuma satu disiplin protokol kesehatan 5M,“ pungkasnya. 


Dari pantuan awak media ini dilokasi, bakti sosial digelar di pemukiman warga makam sedeng Kelurahan Kepatihan Kecamatan Kota Bojonegoro, tukang becak di jalan Untung Suropati dan penyapu jalan di kawasan traffic light jembatan Sosrodilogo dan di 28 Polsek jajaran. (septiyan).

Jumat, 09 Juli 2021

Ribuan Orang Wafat, Menag Ajak Masyarakat Doa dan Hening Cipta




JAKARTA, corruptionexpose.com - Ribuan masyarakat Indonesia meninggal karena pandemi Covid-19. Mereka berasal dari tenaga kesehatan, para relawan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum lainnya. Data Satgas Penanganan Covid-19, saat ini lebih 62 ribu masyarakat Indonesia yang meninggal dari 2,38 juta kasus Covid-19.


Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak masyarakat untuk mendoakan hal terbaik bagi yang wafat karena pandemi Covid-19. Ajakan ini dikemas dalam momentum Hening Cipta Indonesia yang akan digelar serentak pada Sabtu, 10 Juli 2021 pukul 10.07 WIB selama 60 detik. 


“Pada hari Sabtu, 10 Juli 2021, jam 10.07 WIB, mari kita heningkan cipta selama 60 detik. Hentikan sejenak segala aktivitas, mendoakan yang terbaik untuk para nakes, relawan, masyarakat dan semua yang telah mendahului kita,” ajak Menag di Jakarta, Jumat (9/7/2021).


Mengheningkan cipta dilakukan dengan berdiam diri, merenung, berdoa, mengenang mereka yang telah gugur. Mengheningkan cipta juga menjadi  bentuk penghormatan kepada mereka yang telah wafat.



Menag berharap Hening Cipta Indonesia ini dapat menumbuhkan kekuatan solidaritas bersama untuk bersinergi dan gotong royong dalam menghadapi pandemi. Hening Cipta Indonesia juga diharapkan memberikan kesadaran tentang betapa pentingnya nikmat kesehatan sehingga harus dijaga dengan baik.


Selain mendoakan mereka yang telah meninggal karena pandemi, Menag juga mengajak umat berdoa bagi keselamatan bangsa. 


“Mari seluruh rakyat Indonesia, kita heningkan cipta bersama, melangitkan doa, agar pandemi covid-19 segera sirna. Dan mari kita selalu #PrayFromHome, berdoa dari rumah di tengah kita Work From Home, bekerja dari rumah,” harap pria yang akrab disapa Gus Yaqut


“Sekali lagi saya mengajak seluruh rakyat Indonesia hening cipta selama 60 detik pada Sabtu 10 Juli 2021 jam 10.07. Mari doakan mereka yang sudah wafat dan doakan pandemi segera berakhir. Dari rumah kita semua berdoa untuk Indonesia sehat,” tandasnya. (bp/red).

Panglima TNI Bersama Kapolri Cek Vaksinasi dan Kegiatan PPKM Darurat di Jatim




SURABAYA, corruptionexpose.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, melakukan road show ke sejumlah Provinsi, salah satunya di Jawa Timur, untuk mengecek secara langsung kegiatan terkait PPKM Darurat, vaksinasi dan penyekatan di Jawa Timur, pada Jum'at (9/7/2021).


Dalam kunjungannya di Jawa Timur. Panglima TNI dan Kapolri, didampingi Forkompimda Jatim, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, serta Pejabat Utama Polda Jatim, meninjau jalannya vaksinasi di Mall Grand City Surabaya, dan pos penyekatan, serta memberikan sosialisasi penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) di desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. 


Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengucapkan terimakasih kepada ribuan masyarakat Surabaya, yang bersedia mengikuti vaksinasi hari ini, dan berpesan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan walaupun sudah melakukan vaksinasi. 


"Saya mengucapkan banyak terima kasih atas pelaksanaan vaksinasi pagi hari ini yang diikuti kurang lebih lima ribu penerima vaksin dan saya ingin mengingatkan kepada bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian yang sudah divaksin agar tetap mematuhi prokes dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan jaga jarak, karena bukan berarti kita kebal tapi kita siap untuk menghadapi apabila kita terpapar covid-19," pesan Panglima TNI. 


Selain itu, Panglima juga menyampaikan tahapan pelaksanaan vaksinasi ada dua strategi, yakni dilaksanakan secara reguler di tempat-tempat Puskesmas, kemudian di wilayah-wilayah Orange, Polres yang setiap hari melayani saudara-saudara, masyarakat Surabaya. 


"Kemudian strategi yang kedua adalah serbuan vaksinasi yang dilaksanakan secara kolektif bersama-sama seperti yang kita laksanakan pagi hari ini dengan jumlah yang besar, dengan dua sstrategi tersebut kita harapkan target 300 ribu atau 200 ribu perhari bisa tercapai, sehingga harapan kita semua untuk Jawa Timur khususnya juga adalah wilayah Surabaya Raya, pertengahan Agustus sudah tercapai herd immunity sesuai harapan kita semua," harapan Panglima TNI. 


Dalam kesempatan ini pula, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat, bahwa saat ini pemerintah sedang melakukan langkah strategi besar, untuk mencegah laju pertumbuhan covid, yang saat ini kita tahu sampai hari kemarin mencapai 38 ribu. 


Artinya angka yang posetif  sangat tinggi di rumah sakit juga posisinya sangat tinggi, sehingga perlu ada langkah besar, salah satunya adalah saat ini kita semua melaksanakan kegiatan PPKM Darurat, dimana ada 3 hal yang pertama adalah mengatur dan membatasi mobilitas, yang kedua adalah penguatan kegiatan di PPKM mikro, dan yang ketiga adalah kegiatan vaksinasi terkait dengan kegiatan vaksinasi massal. 


"Tentunya kami dengan Pak Panglima sangat mengapresiasi kekompakan dari Pak Gubernur, Bu Gubernur dan jajarannya, Pak Pangdam dan jajaran, serta Kapolda dan jajarannya, yang sangat solid dan kompak dalam melaksanakan kegiatan vaksinasi bersama, sehingga tadi kita mendapatkan laporan bahwa ada di beberapa tempat yang penyerapannya melebihi dari target, sehingga tentunya ini menjadi optimisme dalam rangka membentuk herd imunity di wilayah Jawa Timur ini akan tercapai," tambah Kapolri. 


"Tadi disampaikan bahwa rata-rata saat ini sudah di angka 165 ribuan dan tadi harapannya untuk segera mencapai herd immunity, maka angka 300 ribu perhari ini menjadi target, dan saya yakin dengan kekompakan Forkopimda yang ada di Jawa Timur maka target tersebut bisa terpenuhi," tandasnya Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat melakukan peninjauan vaksinasi di Mall Grand City Surabaya. 


Kapolri juga menambahkan, akan mendorong pemerintah, dalam hal ini Menkes, untuk mendistribusikan sebanyak-banyaknya sesuai dengan kebutuhan, kurang lebih 23 juta masyarakat yang perlu disuntik, dan saat ini sudah kurang lebih 7.9 juta. 


"Harapannya kalau ini bisa dipertahankan dinaikkan di angka 300 ribu, maka di akhir Agustus bisa menjadi hadiah buat masyarakat Surabaya, dengan tercapainya herd immunity di wilayah Jawa Timur," ujar Kapolri. 


"Terus semangat jangan lupa jaga jarak, pakai masker, karena covid masih ada di sekitar kita, jadi sayangi keluarga, sayangi saudara, sayangi teman-teman kita," pungkas Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 


Usai melakukan kunjungan vaksinasi di Grand City Surabaya, Panglima TNI dan Kapolri bersama Forkopimda Jatim lanjut melakukan pengecekan di Posko PPKM Mikro Darurat di desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. (GenG).

Berita Terbaru