Tampilkan postingan dengan label ptsl. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ptsl. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Maret 2022

Diduga Ada Penipuan Program PTSL di Desa Sukorame Tahun 2022




LAMONGAN, MCE - Kamis siang, 10 Pebruari 2022 beberapa media dan LSM ke desa Sukorame, kecamatan Sukorame dalam rangka adanya informasi tentang Penipuan program PTSL.


Program PTSL sangat membantu sekali di masyarakat terutama di pedesaan yang masih banyak tanah yang belum bersertifikat. Program yang baik ini masih saja ada sebagian orang yang mengambil keuntungan pribadi tanpa memandang kesusahan orang lain apalagi saat pandemi Covid 19 ini.


Contoh nyata sekarang ini diduga terjadi di Desa Sukorame Kecamatan Sukorame dimana telah terjadi dugaan penipuan program PTSL tahun 2022 yang dilakukan oleh ketua RT di sebagian dusun-dusun desa sukorame diduga atas perintah Kades Sukorame yang bernama AT (inisial).


Dari pengakuan salah satu korban yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, bahwa sebagian masyarakat sudah memberikan uang kepada MMK, GTT dan BD, ketiganya masing-masing tinggal di tiga dusun yang berbeda yaitu dusun Serut, Sukorejo dan Sukorame.


" Lha inggih niku dospundi pak, mulai akhir Wulan songo (2021 _red) kok sampun ditarik (uang) tapi Sampek sakniki ( Pebruari 2022_red) dereng enten nopo-nopo kegiatane PTSL." ( Lah itu bagaimana pak, mulai akhir bulan sembilan (2021_red) kok sudah diminta uang tapi sampai sekarang (2022_red)  belum ada kegiatan PTSL).


Ketika ditanya tentang jumlah uang yang dibayarkan ke ketua RT di dusun masing-masing,  korban mengatakan membayar sebesar Rp 700 ribu setiap bidangnya. Apalagi sesuai informasi yang diberikan korban menambahkan belum ada pembentukan pokmas seperti yang ada di desa lain jika sudah ada kepastian mendapatkan program PTSL.


Desa Sukorame yang terdiri dari 12 dusun yaitu balungrejo, Sukorame, Sukorejo, Ngentak, Serut, Jatenan, Mojo, Gebang, Ngrowo, Kutok, Sambiroto dan Mbancang merupakan desa yang paling banyak dusunnya di kabupaten Lamongan. Bisa dibayangkan berapa orang yang sudah membayar di setiap dusunnya dengan jumlah dusun yang begitu besar. Bisa diduga para korban merugi hingga miliaran rupiah.


Ketika kami mencoba mengklarifikasi ke Aripin, Camat Sukorame melalui sambungan telepon dengan tegas mengatakan bahwa tidak ada program PTSL untuk Kecamatan Sukorame di tahun 2022 sesuai informasi yang didapatkan dari BPN kabupaten Lamongan.


" Ora Ono tahun Iki ( 2022) aku Sik usaha." Tegasnya.


Dari jawaban Aripin, camat sukorame yang baru dilantik beberapa bulan lalu itu sudah jelas bahwa PTSL desa Sukorame dan sekitarnya untuk tahun 2022 tidak ada, dan jika ada yang berani meminta uang atas alasan program PTSL tahun 2022 dapat dipastikan bahwa itu penipuan yang terang benderang dan dapat dilaporkan ke pihak aparat penegak hukum (APH) baik itu kejaksaan atau kepolisian.


Jika terbukti maka Perkara Penipuan yang mengatasnamakan program PTSL desa Sukorame bisa masuk dalam pasal 378 KUHP, yang menyebutkan : Barang siapa dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak, baik dengan memakai nama palsu atau keadaan palsu, baik dengan akal dan tipu muslihat, maupun dengan karangan perkataan-perkataan bohong, membujuk orang supaya memberikan sesuatu barang, membuat utang atau menghapus piutang, dihukum karena penipuan, dengan hukuman penjara selama-lamanya empat tahun. (K.U.H.P. 35, 43, 379 s, 486).

Bersambung....

Selasa, 18 Januari 2022

Pembagian Program PTSL Desa Kadungrembug Berjalan dengan Lancar




LAMONGAN, MCE - H. Sunardi sebagai Kepala Desa Kadungrembug  Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan hari ini bisa bernapas lega, program Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap (PTSL) harapan warga desa akhirnya bisa terwujud dengan sukses sebab kegiatan disaat pandemi wabah Covid 19 tidaklah mudah dilakukan.


Target PTSL yang sudah terpenuhi hingga pembagian pagi tadi Selasa 18 Januari 2022  sudah mencapai sekitar 99 persen, artinya tinggal satu persen lagi semuanya sudah tuntas.


,"Hari ini pembagian sertifikat program PTSL sudah yang ke tiga kalinya, semuanya sudah selesai 99 persen tinggal satu persen menunggu berkas yang masih belum lengkap." Demikian Sunardi menjelaskan.


Sebagai rasa syukur terhadap program pemerintah dibawa pemerintahan Pak Jokowi ini, Sunardi tak henti hentinya mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah pusat sebab program PTSL ini sangat membantu sekali geliat perekonomian masyarakat di desa, khususnya desa kadungrembug.


," Mohon dengan hormat saya sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat,  Bapak Presiden Jokowi dan jajaran pemerintahannya hingga sampai di kabupaten khususnya BPN Lamongan." Ungkap Sunardi.


Sunardi sangat merasakan betul keluhan masyarakat di desa yang dipimpinnya, banyaknya kebutuhan disaat pandemi ini kadang dimanfaatkan oleh orang lain yang tidak ada punya rasa ibah, dengan modus membantu tetapi pada akhirnya menyusahkan masyarakat di desa.


,"Program ini sangat membantu ekonomi desa , Saya H. Sunardi mewakili pemerintah desa melihat kehidupan di masyarakat banyak rentenir masuk di desa dan menjadi konsumen sangat prihatin, bahkan saya pernah menyelesaikan warga saya bermasalah dengan rentenir ketika pandemix Covid 19." Tambahnya.


," Dan sekali lagi terima kasih Bapak Presiden Jokowi  bersama jajaran pemerintah,  program PTSL sangat membantu pengembalian ekonomi desa. 95% petani dan masyarakat mengalihkan pinjaman ke bank negara untuk modal bercocok tanam padi sebagai lumbung padi yang ada di desa kita dan untuk modal wirausaha." Jelasnya.


Acara yang diadakan di balai desa kadungrembug berjalan lancar dan sukses juga dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes) serta dihadiri oleh Muspika kecamatan sukodadi, pendamping desa, BPN dan masyarakat tiga dusun Desa kadungrembug.

(Sg)

Berita Terbaru