Rabu, 09 September 2026

Siswa SMKN 1 Kota Kediri Sabet Juara Aeromodelling Tingkat Regional dan Nasional


KEDIRI, MCE - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan kejuruan di Kota Kediri. Siswa berbakat SMKN 1 Kota Kediri, Jonatan Maulana Aziz (kelas XI TKR 3), sukses mengharumkan nama sekolah setelah memborong gelar juara dalam ajang Aeromodelling Kejurda Jatim 2026 & Miracle National Cup 2. Rabu (9/9/2026). 


​Dalam kompetisi bergengsi tersebut, Jonatan menunjukkan kebolehan luar biasa dengan meraih dua penghargaan sekaligus:

• ​Juara 1 Kategori F1N

​• Juara 3 Kategori F3K


​Keberhasilan gemilang ini mendapat apresiasi penuh dan rasa bangga mendalam dari Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Kediri, Edy Suroto, S.Pd., M.M. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa siswa SMK tidak hanya unggul dalam kompetensi keahlian teknik, tetapi juga mampu menguasai bidang dirgantara yang membutuhkan ketelitian, fokus, dan kreativitas tinggi.


​Capaian ini diharapkan mampu memantik semangat motivasi bagi seluruh siswa-siswi di SMKN 1 Kota Kediri untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani menembus batas prestasi di kancah yang lebih luas. (bp). 

​Sinergi Wali Kelas dan Panitia, Kunci Sukses Kunjungan Industri SMK Negeri 1 Kota Kediri





​KEDIRI, MCE – Untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan program unggulan kunjungan industri bagi siswa, SMK Negeri 1 Kota Kediri menggelar rapat koordinasi intensif yang melibatkan seluruh wali kelas dan panitia pelaksana, Senin (8/9/2026).


​Rapat yang bertempat di ruang guru ini dihadiri langsung oleh Kepala SMK Negeri 1 Kota Kediri, Bapak Edy Suroto, S.Pd., M.M. Kehadiran pimpinan sekolah menunjukkan dukungan penuh serta komitmen kuat untuk menyukseskan agenda penting ini.


​Dalam sambutannya, Bapak Edy Suroto menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang terarah antar lini.


​"Kunjungan industri bukan sekadar agenda rutin, melainkan wadah edukasi nyata bagi siswa untuk mengenal dunia kerja secara langsung. Oleh karena itu, persiapan harus matang. Mulai dari aspek teknis, kesiapan mental murid, hingga sistem pendampingan harus dipastikan berjalan tertib dan sesuai rencana," tegas Edy Suroto.


​Rapat ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan tanggung jawab di antara seluruh tim. Pembahasan mencakup detail alur kegiatan, prosedur keamanan, hingga strategi untuk mengoptimalkan pengalaman belajar bagi siswa selama berada di lokasi industri.


​Melalui sinergi yang solid antara wali kelas dan panitia, pihak sekolah optimis kunjungan industri tahun ini akan berjalan aman, lancar, dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan kompetensi siswa. (bp). 

​Bangun Tradisi Juara, SMKN 1 Kediri Siapkan Regenerasi Bola Tangan Handal





​KEDIRI, MCE – SMKN 1 Kediri (SMEKSA) menunjukkan komitmen kuat dalam pembinaan olahraga prestasi dengan menjadi tuan rumah acara sosialisasi bola tangan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kota Kediri. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini merupakan bagian dari persiapan strategis untuk menghadapi Kejuaraan Kota (Kejurkot) Bola Tangan Antar SMA/SMK tahun 2026 mendatang. Selasa (8/9/2026). 


​Sebanyak puluhan siswa tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh pelatih profesional ABTI. Dalam sosialisasi ini, siswa tidak hanya diperkenalkan pada sejarah dan aturan permainan bola tangan, tetapi juga diajarkan teknik dasar permainan yang efektif.


​Bapak Edy Suroto, S.Pd., M.M., Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Kota Kediri, menyambut positif inisiatif ini. Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif siswa dalam berbagai bidang, termasuk olahraga, untuk membentuk karakter yang unggul.


​"Kami sangat mendukung kegiatan ini sebagai sarana untuk mengenalkan olahraga bola tangan lebih luas di lingkungan SMEKSA. Hal ini sejalan dengan visi kami untuk membentuk profil pelajar pancasila yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berdaya saing tinggi dalam bidang non-akademik. Melalui kegiatan ini, kami harapkan dapat memotivasi siswa untuk disiplin berlatih, menjunjung tinggi sportivitas, dan secara konkret mempersiapkan diri untuk tampil gemilang di Kejurkot 2026 nanti," ujar Bapak Edy Suroto.


​Sosialisasi ini juga diharapkan menjadi momentum untuk menemukan bibit-bibit atlet bola tangan berbakat yang selama ini mungkin belum terasah di kalangan pelajar. Dengan persiapan yang matang sejak dini, SMKN 1 Kediri optimis dapat mencetak prestasi membanggakan dan turut mengharumkan nama Kota Kediri di kancah bola tangan Jawa Timur. (bp). 

Selasa, 08 September 2026

Ijazah Alumni MAN 3 Bojonegoro Malah "Diuji" Lewat Rapat, Alumni Pulang Tanpa Kepastian



​BOJONEGORO, MCE - Ada-ada saja kelakuan birokrasi dunia pendidikan kita. Bayangkan, siswa malang asal Kecamatan Tambakrejo yang menuntut ilmu hingga lulus dari MAN 3 Bojonegoro (yang kampusnya nongkrong di wilayah Kecamatan Ngraho) kini harus gigit jari lantaran ijazahnya tak kunjung bisa diambil. Selasa (8/9/2026). 


​Hebatnya lagi, dokumen krusial penentu masa depan itu tidak langsung diserahkan, melainkan harus menunggu keputusan rapat pihak madrasah. Wah, dikira ijazah itu surat izin arisan RT kali, ya, sampai harus dibahas di meja bundar dulu segala?


​• Lintas Kecamatan, Mentok di Birokrasi: Siswa udah capek-capeknye sekolah jauh dari Tambakrejo ke Ngraho, pas lulus malah disuruh sabar nungguin hasil musyawarah guru kayak lagi sidang pleno. 


​• Rapat Berkilah: Alasan "masih akan dirapatkan" ini sungguh mencurigakan. Emangnya ada pasal tersembunyi apa sih di balik selembar kertas ijazah itu. 


​• Masa Depan Dipertaruhkan: Sementara pihak madrasah sibuk diskusi bolak-balik tanpa kejelasan, kesempatan kerja atau kuliah si anak bisa amblas seketika.


​Pesan buat pihak MAN 3 Bojonegoro: Ijazah itu hak mutlak siswa, bukan piala bergilir hasil musyawarah desa! Kalau memang tidak ada masalah hukum, buat apa dipersulit pakai acara rapat segala. 


​Kira-kira, apakah pihak sekolah perlu segera didatangi langsung biar rapatnya nggak pake lama. (Teguh). 

Minggu, 06 September 2026

Ijazah Ditahan karena Utang? Sekolah Ini Kurang Piknik atau Kurang Dana Kas?



BOJONEGORO, MCE - Dunia pendidikan kita rupanya masih hobi mempraktikkan drama klasik: anaknya lulus, ijasahnya dipenjara. Korban terbarunya adalah Putri Dewi Cahyani, alumni tahun 2023 asal Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, yang ijasahnya harus "disekap" gara-gara punya sisa tanggungan administrasi sebesar Rp 2.475.000. Senin (7/9/2026). 


​Untung saja ada Tim Pemerhati Pendidikan Indonesia Teguh Supriyanto Cs yang langsung turun gunung jadi pahlawan kesiangan buat mbrakot birokrasi sekolah.


​Rincian Utang Rasa Cicilan Motor:


​Kalau dibedah, rincian tanggungan Mbak Putri ini bikin dahi berkerut campur mengelus dada:


​Kelas X: Jariah Rp 1.400.000

​Kelas XI: Kegiatan Tahunan Rp 35.000 (sumpah, ini murah banget, tapi tetap ditagih)

​Kelas XII: Syahriah Rp 840.000

​PHBN: Rp 200.000

​Totalnya nyaris 2,5 juta rupiah. Pertanyaannya, apakah ijasah itu punya nilai jual di pasar loak sampai harus disandera sedemikian rupa? Padahal ijasah bukan jaminan utang bank, tapi hak konstitusional anak setelah belajar jungkir balik!


​Janji Manis Hari Ini: Dibebaskan atau Masih Alasan?


​Berdasarkan keterangan Teguh Cs pada Minggu malam (6/9/2026) pukul 19.07 WIB, proses penyelesaian ijasah ini dijanjikan bakal beres hari ini, Senin, 7 September 2026.


“Kita lihat saja, apakah hari Senin (7/9/2026) ijasah benar-benar diserahkan ke yang bersangkutan, atau pihak sekolah masih butuh alasan klasik buat mangkir?”


​Buat pihak sekolah, yuk, lepaskan ijasahnya. Biar Mbak Putri bisa melamar kerja, bukan malah melamar jadi pengangguran terselubung akibat ijasahnya jadi pajangan di lemari tata usaha. Kalau hari ini ijasahnya nggak turun juga, siap-siap viral gelombang kedua, ya!


​Bagaimana menurut netizen budiman, apakah sekolah selayaknya jadi tempat edukasi atau malah mirip debt collector berkedok yayasan. (bp). 




Asyik Nyanyi Dangdut, Residivis Curanmor Lumajang Disawer Timah Panas



​LUMAJANG, MCE - Hidup memang penuh liku, tapi buat Mas Sunaryo (41), jalur hidupnya sepertinya salah ambil belokan sejak lahir. Alih-alih tobat setelah dua kali keluar-masuk hotel prodeo, residivis curanmor asal Lumajang ini malah membuktikan kalau bakat seni dan hobi maling itu bisa jalan bareng. 


​Kisah epiknya bermula ketika polisi berhasil melacak pelarian Sunaryo yang sudah buron hampir setahun sejak aksi terakhirnya di Desa Denok akhir 2025 lalu. Bukannya sembunyi di goa atau nyamar jadi tukang rumput, Mas Sunaryo ini malah asyik manggung alias karaokean di halaman rumah warga Desa Sememu, Kamis sore kemarin (3/9/2026). Mic di tangan, suara mungkin pas-pasan, tapi gaya sudah mirip biduan pantura sejati.


​Sayangnya, konser dadakan itu harus bubar jalan tanpa aba-aba. Penonton setianya kali ini bukanlah emak-emak berdaster, melainkan Tim Resmob Polres Lumajang yang datang membawa borgol, bukan saweran.


​Lucunya, saat disuruh nunjukin barang bukti lain, jiwa petualang Sunaryo malah kambuh. Dia coba-coba lari dan ngajak duel petugas. Tentu saja, gaya action hero KW itu langsung dibalas telak sama polisi pakai hadiah spesial: timah panas tepat di kaki kirinya. Seketika itu juga, goyangan mautnya berubah jadi tarian pincang menahan perih.


​Sekarang, Sunaryo bisa bernapas lega karena "panggung" selanjutnya sudah disiapkan negara. Ancaman hukuman 7 tahun penjara menanti, cukup buat latihan vokal sampai bosan di balik jeruji besi. Makanya mas, suara pas-pasan itu mending buat shalawatan atau ikut audisi dangdut, bukan malah minjem motor tetangga tanpa izin!


​Kira-kira, lagu apa yang paling pas dinyanyikan Sunaryo pas digelandang polisi ke kantor? (bp). 

Jumat, 04 September 2026

2.526 Aduan Masuk KPK Semester I 2026: Rakyat, Penonton Setia Sekaligus "Detektif Dadakan" di Negeri +62



​JAKARTA, MCE - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali merilis rapor pengaduan masyarakat untuk Semester I Tahun 2026. Tercatat ada 2.526 laporan yang sukses mendarat di meja lembaga antirasuah. Angka yang fantastis ini membuktikan satu hal: antusiasme warga +62 untuk jadi "detektif amatir" mendadak naik drastis demi membongkar kelakuan para tikus berdasi. Sabtu (5/9/2026). 


​Dari total ribuan laporan tersebut, KPK merinci sebanyak 2.217 laporan telah selesai diverifikasi. Namun, mari kita tengok lebih jeli ke dalam dapur birokrasi penindakannya. Dari ribuan laporan yang masuk, hanya 654 laporan yang berlanjut ke tahap penelaahan lebih dalam, sementara sisanya? Tentu saja ada yang selesai ditelaah (617 laporan) hingga 508 laporan terpaksa diarsipkan. Laporan menumpuk, tapi mental koruptor malah makin tegak.


​Juara Bertahan Urusan "Bongkar-Bongkaran"


​Kalau bicara soal daerah mana yang paling rajin lapor, DKI Jakarta kembali menyandang predikat jawara dengan 421 laporan, disusul ketat oleh Jawa Timur (278 laporan) dan Jawa Barat (238 laporan). Sementara itu, sektor yang paling sering diadukan masyarakat ternyata didominasi oleh masalah penegakan hukum (41 laporan) dan infrastruktur (36 laporan). Rupanya, warga sudah lelah dengan janji-janji manis pembangunan yang wujudnya sering kali "ghaib".


​Menariknya, warga ternyata masih setia menggunakan metode klasik. Kanal pelaporan terbanyak justru datang dari Surat/Tax (1.719 laporan), mengalahkan situs digital resmi kws.kpk.go.id yang hanya mencatatkan 170 laporan. Rupanya, sensasi mengirim surat fisik masih jadi favorit netizen kolonial yang gemar main aman.


​Antara Apresiasi dan Realita


​KPK sendiri tentu tidak tinggal diam dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberanian masyarakat yang ikut serta berpartisipasi dalam pemberantasan korupsi demi mewujudkan Ibu Pertiwi yang bersih.


​Namun, di tengah gelombang aduan yang menembus ribuan angka ini, publik tentu tetap menagih: Apakah ribuan laporan ini bakal berujung pada taring tajam penegakan hukum, atau sekadar jadi deretan arsip rapi di lemari kantor?


​Bagaimana tanggapan Anda, pembaca setia? Apakah Anda termasuk salah satu warga yang pernah menyumbang laporan ke KPK, atau hanya bisa elus dada melihat kelakuan para penguasa? (bp).  #KawanAksi 

Berita Terbaru