Jakarta, MCE - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggaungkan pentingnya pendidikan sebagai garda terdepan dalam memberantas korupsi. Melalui dua forum diskusi yang dihadiri para akademisi di LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Selasa (12/8), KPK menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci untuk membentuk bangsa yang berintegritas. Kamis (21/8/2025).
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menjelaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kejujuran, kredibilitas, dan integritas. Generasi yang tumbuh dengan nilai-nilai ini akan menjadi benteng kuat yang tidak mudah ditembus oleh praktik korupsi.
Data dari Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024 menunjukkan bahwa indeks integritas pendidikan berada pada angka 69,5, yang tergolong dalam kategori korektif. Angka ini mengindikasikan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari kecurangan ujian hingga penyalahgunaan wewenang di lingkungan akademis.
Setyo melihat kondisi ini sebagai tantangan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi untuk menjadi ujung tombak dalam membentuk karakter generasi penerus. Dengan julukan sebagai "Kota Pelajar," Yogyakarta memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan pendidikan antikorupsi di Indonesia. Inilah saatnya bagi institusi pendidikan untuk berperan aktif, menciptakan ekosistem yang bersih, dan melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas. (bp).
