Tuban, MCE - Langkah tegap Nadia Paramita membelah barisan, matanya fokus, dan raut wajahnya memancarkan ketenangan yang luar biasa. Di hadapan ribuan pasang mata, siswi SMA Negeri 1 Tuban ini mengemban tugas mulia: menjadi pembawa baki Bendera Merah Putih pada Upacara HUT ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Tuban. Tanggal 17 Agustus itu menjadi saksi bisu, bagaimana seorang remaja 17 tahun mewujudkan impian yang diidamkan banyak orang. Kamis (28/8/2025).
Perjalanan Nadia menjadi anggota Paskibraka bukanlah hal yang mudah. Butuh ketekunan, disiplin, dan mental baja untuk melewati serangkaian seleksi ketat. Mulai dari tes wawasan kebangsaan, samapta, hingga parade, semuanya ia lewati dengan tekad yang kuat. “Puji Tuhan, berkat doa orang tua dan usaha sendiri, saya bisa lolos sampai tingkat kabupaten,” ungkapnya penuh syukur.
Dukungan keluarga, terutama dari orang tuanya yang selalu menanamkan nilai disiplin, menjadi fondasi terkuat yang mengantarkannya pada keberhasilan ini.
Di tengah padatnya jadwal latihan, Nadia tidak melupakan tanggung jawabnya sebagai pelajar. Ia tetap menjaga prestasi akademik sambil menyalurkan hobi seperti memasak, melukis, dan bermain gitar. Semua itu ia lakukan demi keseimbangan hidup. Puncaknya, momen penunjukan sebagai pembawa baki menjadi pengalaman tak terlupakan. "Rasanya campur aduk antara bangga, terharu, dan deg-degan. Tapi, semua terbayar saat berhasil membawa Sang Merah Putih dengan penuh hormat," ujarnya.
Melalui kisahnya, Nadia ingin memberikan pesan sederhana namun bermakna bagi generasi muda Tuban. Ia berpesan, "Jangan takut bermimpi dan jangan takut mencoba. Usaha tidak akan mengkhianati hasil." Pesan ini menjadi pengingat bahwa kerja keras dan keberanian adalah kunci untuk meraih impian. (bp).
