Jakarta, MCE - Senin, 22 September 2025, menjadi momen bersejarah bagi diplomasi Indonesia. Bertempat di Gedung Majelis Umum PBB, New York, Presiden Prabowo Subianto berdiri di panggung internasional untuk menyuarakan komitmen abadi Indonesia terhadap perdamaian. Kehadirannya dalam Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai Palestina bukanlah sekadar formalitas, melainkan penegasan posisi Indonesia di hadapan dunia. Rabu (24/9/2025).
Dengan urutan bicara ke-5, setelah negara-negara berpengaruh seperti Yordania, Turkiye, Brasil, dan Portugal, suara Presiden Prabowo mendapatkan perhatian khusus. Ia tidak hanya berbicara untuk Indonesia, tetapi juga mewakili harapan dan aspirasi masyarakat yang mendambakan keadilan.
Dalam pidatonya yang kuat, Presiden Prabowo menegaskan bahwa tanggung jawab untuk menyelesaikan konflik ini tidak hanya berada di tangan Palestina dan Israel, tetapi juga di pundak seluruh masyarakat internasional. “Hanya solusi dua negara inilah yang akan membawa perdamaian,” tegasnya, menggarisbawahi keyakinan teguh Indonesia bahwa ini adalah satu-satunya jalan menuju stabilitas di kawasan.
Presiden juga mengapresiasi langkah berani yang diambil oleh beberapa negara besar, seperti Prancis, Kanada, Australia, Inggris, dan Portugal, yang telah mengakui Palestina sebagai sebuah negara. Langkah-langkah ini, menurutnya, adalah cerminan dari kesadaran global akan pentingnya pengakuan terhadap kedaulatan.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengingatkan dunia bahwa penghentian perang di Gaza harus menjadi prioritas utama. Indonesia tidak akan tinggal diam. Ia menyatakan kesiapan Indonesia untuk berpartisipasi aktif, termasuk dengan mengirimkan pasukan penjaga perdamaian di bawah mandat PBB. Ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia bukan hanya berbicara, melainkan juga siap bertindak untuk mewujudkan perdamaian dunia. (bp).
Sumber: seskab
