Selasa, 23 September 2025

Pengadaan Barang dan Jasa Masih Jadi Sarang Korupsi



Jakarta, MCE - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak henti-hentinya berupaya memberantas korupsi. Salah satu jurus andalannya adalah Trisula Pemberantasan Korupsi, yang kini fokus pada Sula Pencegahan untuk memperbaiki sistem. Tujuannya adalah menutup celah-celah yang dimanfaatkan para koruptor. Selasa (23/9/2025). 

Pada tahun 2024, KPK melakukan Survei Penilaian Integritas (SPI) yang secara khusus menyasar sektor pengadaan barang dan jasa (PBJ). Sektor ini dipilih karena sering dianggap sebagai salah satu area paling rawan praktik lancung. Hasilnya? Tak mengejutkan. Skor integritasnya hanya mencapai 64,83, jauh di bawah angka ideal.

Angka ini membuktikan bahwa, meski berbagai perbaikan telah dilakukan, sektor PBJ masih menjadi sasaran empuk bagi tindak pidana korupsi. Berdasarkan temuan ini, KPK segera memberikan rekomendasi perbaikan kepada kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Langkah ini krusial untuk memastikan pengelolaan PBJ menjadi lebih adil, akuntabel, dan bebas dari jerat korupsi di masa depan.


Catatan: "Sula" adalah istilah yang digunakan oleh KPK untuk merujuk pada bagian atau unsur dari strategi pemberantasan korupsi yang mereka sebut "Trisula Pemberantasan Korupsi".

Secara harfiah, "sula" berarti "tombak" atau "trisula". Dalam konteks KPK, ini adalah metafora untuk tiga pendekatan utama mereka dalam memerangi korupsi, yaitu:

1. Sula Pencegahan (Preventive Approach): Fokus pada perbaikan sistem dan kebijakan untuk menutup celah korupsi sebelum terjadi. Ini termasuk survei integritas, kajian sistem, dan edukasi publik.

2. Sula Penindakan (Enforcement Approach): Bertujuan untuk menindak secara hukum kasus-kasus korupsi yang telah terjadi melalui penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan.

3. Sula Pendidikan (Educational Approach) Berupaya membangun budaya antikorupsi di masyarakat melalui kampanye, sosialisasi, dan program pendidikan. (bp). #KawanAksi


Sumber: KPK


Artikel Terkait

Pengadaan Barang dan Jasa Masih Jadi Sarang Korupsi
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berita Terbaru