Sabtu, 06 Desember 2025

Mencekam! Badai Lahar Panas Semeru Sapu Pemukiman, Ratusan Warga Berjibaku Selamatkan Diri



LUMAJANG, MCE – Dentuman alam kembali mengguncang kaki Gunung Semeru. Pada Sabtu (6/12/2025), Dusun Sumberlangsep di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, dilanda musibah dahsyat: banjir lahar panas yang membawa material pasir pekat.


​Bencana ini datang mendadak. Sebuah video amatir milik warga merekam momen mencekam ketika aliran lahar, disertai kepulan uap panas yang menyesakkan, menderu melintasi Sungai Regoyo. Debit air yang tinggi dan material vulkanik yang masif membuat sungai tak mampu menampung, hingga akhirnya meluap dan menerjang permukiman warga.


​Sembilan rumah warga dan satu warung yang berdiri di tepi sungai kini harus menanggung kerugian, terendam material vulkanik yang dingin dan mengeras.


​“Benar, terdapat sembilan rumah warga yang terdampak banjir lahar hujan Semeru, serta satu warung yang mengalami kerusakan,” konfirmasi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Is nugroho. 


​Peristiwa ini memaksa warga Sumberlangsep berjibaku menyelamatkan diri. Mereka memilih satu-satunya jalan: mengungsi ke area perbukitan yang dianggap lebih aman dari ancaman lahar susulan. Di sana, mereka mendirikan tenda darurat seadanya dari terpal, sebagai tempat berlindung sementara.


​Musibah ini kian diperparah dengan tertutupnya akses jalan utama. Sebanyak 136 Kepala Keluarga (KK) di dusun tersebut sempat terisolasi selama sehari penuh karena jalur masuk dan keluar tertimbun pasir tebal dari luapan lahar.


​Catatan dari Pos Pengamatan Gunung Semeru menunjukkan betapa ekstremnya kejadian ini, dengan tercatatnya satu kali getaran banjir yang berlangsung hingga durasi mengejutkan, mencapai 6.360 detik atau hampir dua jam.


​BPBD Lumajang baru dapat melakukan asesmen dan penyaluran bantuan pada hari Sabtu (6/12) karena akses jalan baru terbuka. “Hari ini kami baru bisa melakukan asesmen, karena kemarin akses jalan masih tidak bisa dilewati akibat banjir lahar Semeru,” jelas Isnugroho.


​Syukurlah, alat berat telah dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan tumpukan pasir dan lumpur, memastikan jalur kembali dapat dilalui. Dengan demikian, bantuan logistik mendesak bisa segera menjangkau warga terdampak.


​Masyarakat setempat menunjukkan ketangguhan luar biasa. Mereka telah melakukan mitigasi mandiri, menyiapkan pos pengungsian yang aman dan mengisi lumbung dusun dengan stok logistik.


​Mengingat status Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga), BPBD mengimbau masyarakat agar selalu siaga. “Seluruh rekomendasi jarak aman yang telah ditetapkan oleh Badan Geologi melalui PVMBG wajib dipatuhi demi keselamatan bersama,” pungkas Isnugroho, mengingatkan bahaya masih mengintai dari puncak Mahameru. (bp). 

Artikel Terkait

Mencekam! Badai Lahar Panas Semeru Sapu Pemukiman, Ratusan Warga Berjibaku Selamatkan Diri
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berita Terbaru