JAKARTA, MCE – Langit Jakarta Selatan berselimut suasana khidmat saat dentuman meriam dan lagu "Gugur Bunga" mengiringi kepulangan salah satu putra terbaik bangsa. Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, hadir memberikan penghormatan terakhir dalam upacara pemakaman Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Senin (2/3).
Upacara kebesaran militer ini dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Prosesi ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan bentuk apresiasi tertinggi negara atas dedikasi tanpa batas almarhum selama puluhan tahun mengabdi pada Ibu Pertiwi.
Dalam balutan seragam formal kabinet, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin tampak mengikuti setiap tahapan prosesi dengan penuh takzim. Puncak acara ditandai dengan pembacaan Apel Persada oleh Presiden Prabowo, sebuah momen sakral yang menegaskan bahwa seluruh jiwa dan raga almarhum kini telah diserahkan kembali ke pangkuan bumi Indonesia.
Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno dikenal sebagai sosok prajurit sejati dengan karier cemerlang, mulai dari Panglima ABRI hingga menjabat sebagai Wakil Presiden periode 1993–1998. Kehadiran Menhan Sjafrie di barisan terdepan bersama jajaran Kabinet Merah Putih menjadi simbol estafet nilai-nilai patriotisme dari generasi senior kepada para pemegang kebijakan pertahanan saat ini.
Kehadiran jajaran menteri dan tokoh bangsa dalam pemakaman ini mencerminkan rasa kehilangan yang mendalam bagi bangsa Indonesia. Bagi Menhan Sjafrie, sosok almarhum adalah teladan dalam integritas dan kesetiaan terhadap Pancasila serta UUD 1945.
"Dharma bakti almarhum adalah fondasi bagi generasi penerus di institusi pertahanan dan pemerintahan. Beliau adalah kompas moral yang meninggalkan warisan keteladanan yang tidak akan lekang oleh waktu," ungkap sebuah pernyataan tersirat dari kehadiran jajaran petinggi negara di lokasi.
Seiring dengan diturunkannya jenazah ke liang lahat, doa-doa dipanjatkan oleh keluarga, kerabat, dan rekan sejawat. Penyerahan bendera Merah Putih kepada pihak keluarga menjadi penutup yang menyentuh, menandai selesainya tugas duniawi sang Jenderal.
Bagi publik, kebersamaan Presiden Prabowo dan Menhan Sjafrie dalam mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhir menegaskan soliditas kepemimpinan nasional dalam menghargai sejarah dan jasa para pendahulu bangsa. (bp).
