Senin, 23 Maret 2026

WFH ASN & SWASTA: JURUS BARU HEMAT ENERGI ATAU GIMMIK BELAKA?




​JAKARTA, MCE – Siapkan mental, wahai para pejuang komuter dan pemburu absen! Pemerintah baru saja merilis jurus baru yang katanya "strategis" tapi rasanya agak miris: WFH satu hari seminggu. Alasannya? Apalagi kalau bukan demi menghemat BBM karena harga minyak dunia lagi hobi naik gunung. Selasa (24/3/2026). 


​Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dengan santainya menyebut kebijakan ini bakal berlaku buat ASN dan "imbauan" buat swasta setelah Lebaran. Tapi ingat, jangan senang dulu. Kalau Anda kerja di pelayanan publik, mimpi WFH itu silakan disimpan dalam laci—Anda tetap harus setor muka di kantor!


​Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan sudah mengeluarkan kalkulator saktinya. Katanya, cuma dengan WFH satu hari, penggunaan BBM bisa ditekan sampai 20%. Luar biasa, bukan? Seolah-olah kemacetan horor Jakarta dan polusi udara bisa sembuh total hanya dengan satu hari rebahan di rumah sambil pura-pura rapat lewat Zoom.


​Banyak yang bertanya-tanya: Apakah ini murni demi energi, atau sebenarnya kas negara lagi ngos-ngosan menanggung subsidi? Mengingat kebijakan ini cuma sehari, netizen mulai bersuara: "Ini mau hemat energi atau cuma mau simulasi miskin secara kolektif?"


​Di tengah isu penghematan energi ini, para pemerhati kebijakan mulai usil menyenggol program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang penuh kontroversi itu. Kalau pegawainya disuruh WFH demi hemat BBM, apakah program makan-makan ini juga bakal "libur" atau ikut-ikutan dikirim via paket ojek online?


​Agak lucu memang melihat pemerintah sibuk membatasi mobilitas rakyat demi recehan subsidi BBM, sementara program-program mercusuar yang memakan anggaran triliunan tetap jalan terus tanpa rem. Apakah logistik MBG nanti pakai sepeda biar makin hemat energi? Ataukah rakyat disuruh kenyang lewat visual saja di layar HP saat WFH?


​Pemerintah sepertinya sedang hobi bermain "tarik ulur". Di satu sisi ingin terlihat modern dengan gaya kerja fleksibel, tapi di sisi lain bau-bau "dompet tipis" negara sulit disembunyikan. WFH sehari mungkin bisa menyelamatkan beberapa liter bensin, tapi apakah bisa menyelamatkan kepercayaan publik yang mulai terkikis?


​Gimana menurut kalian? WFH sehari ini solusi cerdas atau cuma "gimmick" pengalihan isu karena harga-harga lagi mencekik leher? (bp). 

Artikel Terkait

WFH ASN & SWASTA: JURUS BARU HEMAT ENERGI ATAU GIMMIK BELAKA?
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berita Terbaru