Rabu, 20 Mei 2026

​Lumajang Cuci Gudang Birokrasi! 70 Pejabat Digeser, Bupati: Jangan Sampai Buat Kepentingan Pribadi




​LUMAJANG, MCE – Kursi empuk birokrasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang kembali diguncang. Sebanyak 70 pejabat resmi dirotasi, dipromosikan, hingga ditendang ke jabatan baru dalam prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah di Pendopo Arya Wiraraja, Senin (18/5/2026).


​Bukan sekadar seremonial potong tumpeng atau foto bersama, momentum ini justru menjadi panggung "khotbah" pedas dari Bupati Lumajang, Indah Amperawati, yang menyoroti penyakit akut birokrasi: integritas.


​Dari 70 ASN yang nasib jabatannya berubah hari itu, 61 di antaranya harus rela digeser lewat jalur promosi dan mutasi. Sementara 6 orang dikukuhkan di posisi lama, dan 3 lainnya terlempar ke jabatan fungsional.


​Dalam arahannya, wanita yang akrab disapa Bunda Indah ini memberikan tamparan keras bagi para pejabat yang kerap menganggap kursi jabatan sebagai fasilitas kemewahan, bukan tempat mengabdi.


​“Pelantikan ini bukan sekadar perpindahan jabatan atau bagi-bagi kursi, tetapi upaya memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Jabatan adalah amanah, dan amanah itu harus dijaga dengan integritas!” tegasnya dengan nada menyengat.


​Bukan rahasia umum jika publik kerap jenuh dengan aparatur yang terkesan hanya "makan gaji buta" atau sibuk dengan urusan administratif tanpa hasil nyata. Menyadari sentimen negatif tersebut, ia mengingatkan dengan keras agar para pejabat baru ini tidak memanfaatkan posisi mereka untuk memperkaya diri atau kelompok.


​“Jangan sampai jabatan menjadi ruang untuk kepentingan pribadi! Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasakan manfaat nyata dari pelayanan yang kita lakukan,” lanjutnya, mengingatkan agar ASN tidak terjebak dalam ego sektoral.


​Gerah dengan Birokrasi Lambat


​Langkah cuci gudang massal ini disebut-sebut sebagai respons Pemkab Lumajang terhadap tuntutan masyarakat yang makin tinggi. Publik hari ini tidak butuh pejabat yang pandai bersilat lidah di balik meja, melainkan eksekutor lapangan yang responsif, cepat, dan bersih dari praktik lancung.


​Pemkab Lumajang seolah ingin mengirimkan pesan bawah sadar: Sistem yang canggih tidak akan ada gunanya jika mental manusianya masih bobrok.


​Rotasi massal ini diklaim sebagai langkah penyegaran agar kinerja perangkat daerah tidak loyo dan monoton. Kini, publik Lumajang tinggal menunggu pembuktian dari 70 pejabat yang baru saja mengikat janji tersebut. Apakah mereka akan benar-benar menjadi pelayan rakyat, atau justru kembali terjebak dalam lagu lama birokrasi yang gemar dilayani? Kita lihat saja. (bp). 

Artikel Terkait

​Lumajang Cuci Gudang Birokrasi! 70 Pejabat Digeser, Bupati: Jangan Sampai Buat Kepentingan Pribadi
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berita Terbaru