Tampilkan postingan dengan label gubernur jatim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gubernur jatim. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Februari 2026

PEMKAB TUBAN DIJADWALKAN TERIMA EPIK MOBILE, DISINERGIKAN DENGAN PASAR MURAH RAMADAN




Tuban, MCE – Pemerintah Kabupaten Tuban dijadwalkan menjadi salah satu daerah sasaran distribusi Program EPIK (Etalase Pengendali Inflasi Kab/Kota) Mobile yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Program ini merupakan langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok di berbagai wilayah Jawa Timur.


Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi memberangkatkan truk EPIK Mobile dari Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Pelepasan dilakukan sebagai bagian dari rangkaian High Level Meeting TPID dan TP2DD Provinsi Jawa Timur dalam rangka memperkuat sinergi pengendalian inflasi dan digitalisasi transaksi pemerintah daerah, kamis (26/2).


Truk EPIK Mobile membawa sejumlah komoditas pangan strategis, di antaranya beras medium SPHP sebanyak 2 ton, beras Jatim CETTAR 2 ton, minyak goreng 100 karton, serta gula pasir 1 ton. Komoditas tersebut akan didistribusikan secara bergilir ke 15 kabupaten/kota guna menekan potensi kenaikan harga dan menjaga daya beli masyarakat.


Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky menyampaikan apresiasi atas langkah strategis Pemprov Jatim dalam memperkuat pengendalian inflasi melalui EPIK Mobile. "Pemerintah Kabupaten Tuban siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut, dan akan memastikan koordinasi lintas perangkat daerah berjalan optimal agar distribusi tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat." Ujarnya.


Lebih lanjut, Mas Lindra sapaan akrab Bupati Tuban menjelaskan, pelaksanaan EPIK Mobile di Kabupaten Tuban akan disinergikan dengan program Pasar Murah Ramadan yang telah digelar Pemkab Tuban di 20 Kecamatan. Rencananya kegiatan ini akan di tempatkan di halaman Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) atau kawasan Mal Pelayanan Publik, "harapannya masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus memanfaatkan kemudahan akses layanan publik dalam satu lokasi." Imbuhnya.


Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat stabilisasi harga menjelang Ramadan, menjaga ketersediaan pasokan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tuban secara berkelanjutan.  (bp).

Gubernur Khofifah Imbau THR Wajib Dibayar Maksimal H-7 Lebaran 1447 Hijriyah, Pemprov Jatim Buka 54 Posko Layanan untuk Kawal Hak Pekerja




Tuban, MCE – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau seluruh pengusaha di Jawa Timur untuk membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan kepada para pekerja atau buruh paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah.


Imbauan tersebut disampaikan Gubernur Khofifah di Surabaya, Jumat (27/2), sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memastikan hak-hak pekerja terpenuhi menjelang Hari Raya.


"Ini kan sudah masuk Ramadhan, sebentar lagi datang Hari Raya Idul Fitri, saya sampaikan kepada para pengusaha di Jawa Timur agar sebelum 7 hari menjelang lebaran, THR para pekerja sudah harus dibayarkan," kata Khofifah.


Gubernur Khofifah menegaskan bahwa THR Keagamaan merupakan hak pekerja yang wajib dipenuhi oleh pengusaha sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemberian THR tidak hanya menjadi kewajiban normatif, tetapi juga bagian dari perlindungan dan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja.


"THR ini adalah bentuk kewajiban pengusaha untuk memenuhi salah satu aspek kesejahteraan dan perlindungan terhadap tenaga kerjanya, yang diharapkan pula dapat mendongkrak kinerja dan produktivitas pekerja/buruh dalam pekerjaannya," terang Khofifah.


Menurutnya, momentum Idul Fitri identik dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga. Oleh sebab itu, pembayaran THR tepat waktu sangat penting untuk membantu pekerja memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadhan dan menyambut Hari Raya.


"Lebaran atau Idul Fitri ini kan momentum untuk berbagi kebahagiaan, yang rasanya pengeluaran akan terasa lebih dari biasanya," imbuhnya.


Untuk memastikan pelaksanaan pembayaran THR berjalan sesuai ketentuan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka 54 titik Posko Pelayanan THR Keagamaan Tahun 2026 yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.


"Posko THR Keagamaan Jawa Timur Tahun 2026 melayani aduan masyarakat khususnya para buruh dan pekerja mulai tanggal 26 Februari sampai dengan 17 Maret 2026 pada hari kerja," katanya.


Adapun lokasi posko meliputi Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur sebagai posko induk, UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans Jawa Timur, serta kantor instansi yang membidangi ketenagakerjaan di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur. Selain itu, terdapat pula posko layanan kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo.


Selain layanan tatap muka, Pemprov Jawa Timur juga menyediakan kanal pengaduan secara daring melalui tautan https://bit.ly/PoskoTHR. Setiap pengaduan yang masuk secara online akan ditindaklanjuti dan diarahkan untuk melengkapi laporan tertulis sesuai persyaratan yang berlaku.


"Posko THR Keagamaan ini akan melayani aduan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung," tuturnya.


Khofifah berharap seluruh pengusaha dapat mematuhi ketentuan pembayaran THR secara tepat waktu, sehingga tercipta hubungan industrial yang harmonis dan kondusif di Jawa Timur.


Ia juga optimistis, pembayaran THR tepat waktu akan turut mendorong perputaran ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah.


"Ada kebahagiaan yang harus dibagi oleh pengusaha kepada pekerjanya, dan saya optimis bahwa THR ini juga akan memberikan dampak pada daya beli masyarakat menjelang Jari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah," pungkasnya. (bp).

Jumat, 02 Januari 2026

​Membanggakan! Gubernur Khofifah Sambut Kepulangan Achvalen Akbar, Sang Juara Kedua D’Academy 7 di Gedung Grahadi



SURABAYA, MCE – Aura kegembiraan menyelimuti Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Kamis (1/1). Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara resmi menyambut kepulangan putra daerah berprestasi, Achvalen Akbar, yang sukses menyabet gelar Juara Kedua dalam ajang pencarian bakat dangdut tingkat nasional, D’Academy 7.


​Kehadiran Achvalen disambut langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai. Momentum ini merupakan bentuk apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi atas dedikasi generasi muda yang berhasil mengharumkan nama Jawa Timur di kancah nasional.


​Dalam sambutannya yang penuh kehangatan, Gubernur Khofifah menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas perjuangan Achvalen selama berkompetisi di Jakarta. Beliau menegaskan bahwa capaian ini adalah bukti nyata bahwa talenta muda dari Jawa Timur memiliki daya saing yang luar biasa.


​"Kami bangga atas capaian yang diraih Vallen. Teruslah meniti karier dan semoga prestasi ini dapat terus dijaga. Di tengah perjalanan karier, tetaplah menjunjung kesantunan, menghormati kedua orang tua, serta diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi agar selaras dengan pengembangan karier ke depan," pesan Gubernur Khofifah.


​Senada dengan Gubernur, Kadindik Jatim Aries Agung Paewai turut memberikan dukungan penuh bagi para talenta muda Jawa Timur agar tetap menyeimbangkan antara prestasi di dunia hiburan dengan pendidikan formal. Penyambutan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya di Jawa Timur untuk berani bermimpi dan bekerja keras mewujudkan bakat mereka.


​Acara penyambutan diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah, yang juga dihadiri oleh keluarga serta para pendukung setia Achvalen yang turut hadir memberikan dukungan moral di Gedung Grahadi. (bp). 

Sabtu, 27 September 2025

Masjid Baitus Sholihin dan Sentuhan Kasih Gubernur Khofifah




​Madiun, MCE - Di bawah langit Madiun yang cerah pada hari Jumat (26/9), sebuah momentum penting terukir di lingkungan SMAN 3 Taruna Angkasa Madiun. Bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan perpaduan antara peresmian spiritual dan aksi nyata kepedulian yang dipimpin langsung oleh sosok sentral Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa.


​Kedatangan Gubernur Khofifah kali ini memiliki dua agenda utama yang saling melengkapi: meresmikan Masjid Baitus Sholihin yang megah—sebuah simbol penguatan karakter dan nilai-nilai agama di sekolah—dan menyebarkan jaring kepedulian melalui penyaluran bantuan. Mendampingi langkah beliau, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menunjukkan sinergi kuat antara pimpinan daerah dan sektor pendidikan dalam mewujudkan visi pendidikan yang holistik.


​Inti dari kunjungan kerja ini melampaui seremoni semata. Gubernur Khofifah secara simbolis menyerahkan bantuan kepada siswa-siswi penerima afirmasi. Aksi ini adalah penegasan kembali komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memastikan bahwa akses pendidikan yang merata dan berkeadilan bukanlah sekadar janji, melainkan kenyataan yang dirasakan langsung oleh anak-anak bangsa. Bantuan ini menjadi ‘pelumas’ bagi roda impian para pelajar, memastikan hambatan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi mereka untuk meraih masa depan cemerlang di sekolah unggulan sekelas SMAN 3 Taruna Angkasa.


​Namun, semangat kepedulian yang diusung oleh Gubernur Khofifah tidak berhenti pada siswa. Dalam pandangan kepemimpinan beliau, sebuah institusi pendidikan adalah sebuah ekosistem yang kompleks, tempat setiap elemen memainkan peran krusial. Oleh karena itu, perhatian khusus turut dicurahkan kepada tenaga kebersihan dan keamanan sekolah.


​Mereka—yang sering bekerja dalam sunyi—adalah pahlawan tak terlihat. Tenaga kebersihan memastikan lingkungan belajar tetap bersih dan nyaman, sementara tenaga keamanan menjamin suasana sekolah aman dari segala gangguan. Dengan menyertakan mereka dalam penerima bantuan, Gubernur Khofifah mengirimkan pesan yang kuat: setiap kontribusi, sekecil apa pun itu, memiliki nilai yang sangat penting dan patut dihargai.


​Masjid Baitus Sholihin kini berdiri kokoh, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai mercusuar moral. Peresmian masjid ini, dibarengi dengan aksi nyata penyaluran bantuan, menggarisbawahi bahwa pembangunan fisik harus sejalan dengan pembangunan spiritual dan sosial.


​Kunjungan ini menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah dan didukung penuh oleh Dinas Pendidikan, Provinsi Jawa Timur terus berupaya menciptakan tidak hanya lulusan yang cerdas secara akademis, tetapi juga pribadi yang utuh—berkarakter mulia, bersemangat sosial, dan siap menjadi agen perubahan di masa depan. Peresmian dan pembagian bantuan di SMAN 3 Taruna Angkasa Madiun ini adalah sebuah babak baru, janji yang ditepati, dan sebuah harapan yang disiram. (bp). 

Senin, 21 Juli 2025

Sekolah Rakyat Tuban Siap Beroperasi, Wujud Pemerataan Akses Pendidikan




Tuban, MCE – Pemerintah Kabupaten Tuban mendukung penuh pelaksanaan Sekolah Rakyat, program pendidikan nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini hadir sebagai bagian dari upaya besar negara untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mendorong pemerataan pembangunan sumber daya manusia di seluruh pelosok negeri.


Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, S.E., seusai kegiatan penyerahan bantuan sosial di kawasan Pendapa Kridha Manunggal Tuban, Senin (21/7). Dalam kesempatan itu, Bupati mengungkapkan bahwa saat ini telah terbentuk dua rombongan belajar untuk Sekolah Rakyat Tuban—masing-masing untuk jenjang SMP dan SMA, dengan total 50 siswa, atau masing-masing 25 siswa.


 “Pagi tadi anak-anak calon siswa Sekolah Rakyat sudah mengikuti tes kesehatan oleh Dinkes P2KB Tuban." Ujar Mas Lindra.


Lokasi pembelajaran awal ini bertempat di BLK Tuban. Ke depan, Pemkab akan terus memantau proses pembelajaran sekaligus menyiapkan pembangunan sarana prasarana pendukung. Lahan sudah tersedia dan telah disurvei, luasnya sekitar 5 hingga 7 hektare, inshallah tahun depan mulai dibangun” terang Bupati Halindra.


Adapun terkait pelaksanaan teknis, termasuk penggajian guru, penunjukan kepala sekolah, dan kurikulum pendidikan sudah ada SOPnya dari pusat.


Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, para calon siswa Sekolah Rakyat dan orang tua mereka juga diajak makan bersama sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan.


Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi kepada Kabupaten Tuban yang telah mendukung adanya Sekolah Rakyat yang termasuk dalam gelombang 1B. Ia menyebut bahwa program ini akan segera memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dalam waktu dekat, mengingat format Sekolah Rakyat mengadopsi sistem boarding school atau sekolah berasrama.


“Kami berharap anak-anak bisa segera menyesuaikan diri, tumbuh dalam lingkungan yang baik, dan mendapatkan hak pendidikan secara layak. Terima kasih kepada Bupati Tuban atas komitmennya dalam mendukung program yang sangat strategis ini,” ungkap Gubernur Khofifah.


Program Sekolah Rakyat merupakan harapan baru bagi anak-anak yang selama ini terkendala untuk mengakses pendidikan formal. Dengan semangat gotong royong, negara hadir memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam pendidikan, khususnya mereka yang berasal dari latar belakang sosial ekonomi rentan. (bp).

Gubernur Jawa Timur Salurkan Bantuan Sosial di Kabupaten Tuban




Tuban, MCE — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyerahkan bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi kepada warga Kabupaten Tuban dalam kunjungan kerjanya yang berlangsung di Pendapa Kridha Manunggal, Senin (21/7). Didampingi Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, S.E., penyaluran ini menandai komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat perlindungan sosial, khususnya bagi kelompok masyarakat miskin ekstrem hingga penyandang disabilitas.


Dalam kegiatan ini, Gubernur Khofifah menekankan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bantalan sosial dan ekonomi, yang dirancang untuk merespons kebutuhan warga rentan, sekaligus sebagai upaya menurunkan angka kemiskinan secara terukur dan terarah.


“Kita ingin memastikan bahwa seluruh bantuan sampai kepada penerima yang tepat. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya, terutama mereka yang paling membutuhkan,” tegas Khofifah.


Secara keseluruhan, total nilai bantuan yang disalurkan untuk masyarakat Tuban mencapai Rp6,53 miliar, mencakup berbagai program yang tersebar di bawah koordinasi sejumlah OPD dan BUMD Provinsi.


Dari sektor perlindungan sosial yang dikelola Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, bantuan terbesar berasal dari Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus), yang menyasar 2.116 keluarga penerima manfaat, masing-masing memperoleh bantuan sebesar Rp2 juta per tahun, dengan total anggaran mencapai Rp4,23 miliar. Selain itu, sebanyak 126 penyandang disabilitas menerima bantuan tunai senilai Rp3,6 juta per jiwa per tahun, dengan total Rp453,6 juta.


Pemerintah juga memberikan bantuan langsung tunai (BLT) bagi 22 buruh pabrik rokok lintas wilayah, masing-masing mendapatkan Rp1,3 juta per tahun, serta bantuan kewirausahaan inklusif dan produktif (KIP) kepada 7 eks PPKS Jawara dan 9 PPKS aktif, dengan nilai bantuan masing-masing sebesar Rp3 juta per orang.


Tak hanya itu, 24 unit alat bantu mobilitas juga diserahkan kepada lansia dan penyandang disabilitas, senilai total Rp133,7 juta. Pemerintah Provinsi turut memberikan penghargaan dan tali asih kepada para pilar sosial, yang meliputi pendamping PKH, pendamping disabilitas, TKSK, dan TAGANA. Total ada 228 orang penerima, dengan alokasi bantuan sebesar Rp844,2 juta.


Di bidang pemberdayaan masyarakat desa, Dinas PMD Provinsi menyalurkan bantuan senilai Rp699,8 juta, yang meliputi dukungan terhadap 3 BUMDesa dan 1 desa penerima Program Desa Berdaya, masing-masing senilai Rp100 juta, serta bantuan Jatim Puspa untuk 4 desa dengan total Rp299,8 juta.


Dari sektor koperasi dan usaha mikro, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi memberikan bantuan peralatan usaha melalui Program Bhakti Nagari kepada 1 desa penerima, senilai Rp62,25 juta. Sementara dari sektor zakat produktif, BUMD Jawa Timur menyalurkan bantuan tunai senilai Rp500 ribu per orang kepada 60 warga prasejahtera, dengan total Rp30 juta.


Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, menjelaskan bahwa seluruh bantuan telah melalui proses verifikasi berbasis data dan kondisi lapangan. Ia menekankan bahwa pendekatan pemerintah bukan hanya bersifat bantuan, tetapi juga mendorong aspek kemandirian dan pemberdayaan ekonomi.


 “Kami ingin bantuan ini menjadi pemantik semangat. Tidak sekadar memberi bantuan, tapi juga membangun ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat dari bawah,” ungkapnya.


Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, menyambut baik dan menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menurutnya sangat strategis dan menyentuh langsung kebutuhan warga di desa dan pelosok.


“Kami siap memperkuat kolaborasi agar bantuan yang diterima masyarakat benar-benar berdampak dan berkelanjutan,” ujarnya.


Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak hanya memberikan bantuan secara simbolik, tetapi juga mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya kolaborasi antara pusat, daerah, dan masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan yang inklusif dan merata. (bp).

Dorong Produktivitas dan Pemerataan, Gubernur Jatim Serahkan 15 Unit Alsintan ke Petani Tuban




Tuban, MCE - Gubernur Jawa Timur menyerahkan sebanyak 15 unit alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani di Kabupaten Tuban dalam acara penyerahan bantuan yang digelar di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak, pada Senin (21/07).


Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung peningkatan produksi serta efisiensi pertanian, khususnya untuk komoditas padi dan jagung.


Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Heru Suseno, menyebut bahwa bantuan Alsintan ini terdiri dari berbagai jenis alat modern. Di antaranya, 5 unit cultivator, 2 unit traktor roda dua, 4 unit corn sheller, 3 unit combine harvester, serta 1 unit power thresher multiguna.


"Alat-alat ini sangat penting untuk memperkuat proses produksi, terutama jagung agar tidak banyak hasil yang terbuang. Semua unit ini akan didistribusikan kepada kelompok tani di Kabupaten Tuban," jelas Heru.


Sementara, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, S.E., yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi perhatian berkelanjutan dari Gubernur Jawa Timur kepada petani di daerahnya. Ia menekankan bahwa bantuan Alsintan tidak hanya menjadi dukungan teknis, tetapi juga simbol komitmen Pemprov Jatim dalam mewujudkan kedaulatan pangan serta distribusi produksi ke luar provinsi.


"Jawa Timur kini tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada distribusinya ke provinsi lain. Ini sesuai dengan arahan Presiden RI dan sangat membantu petani kami, terutama dalam komoditas jagung yang menjadi unggulan Tuban," ujar Bupati yang akrab disapa Mas Lindra.


Mas Lindra juga mengingatkan pentingnya penggunaan alat secara adil dan merata. Ia berharap alat-alat tersebut dapat dipinjamkan dan dimanfaatkan oleh kelompok tani lain yang belum mendapat bantuan serupa, guna memperluas dampak positifnya.


Lebih lanjut, orang nomor satu di Tuban itu menilai penggunaan Alsintan modern akan meningkatkan produktivitas serta menekan angka kehilangan hasil akibat metode manual. Hal ini diyakini dapat berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani.


Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa program bantuan Alsintan adalah bagian dari strategi nasional penguatan ketahanan pangan lintas sektor. Presiden RI telah mengarahkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari TNI AD, TNI AL, dan Polri dalam menjaga ketahanan pangan nasional.


"Seluruh stakeholder dari desa hingga provinsi harus bersinergi agar ide besar Presiden soal ketahanan pangan bisa dimaksimalkan di semua sektor," ujar Gubernur.


Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tuban, terutama atas dukungan Bupati dan jajaran OPD, dalam mendukung program-program strategis provinsi di sektor pertanian. Ia berharap sinergi ini terus diperkuat untuk memberikan manfaat lebih luas bagi petani.


Ia menambahkan, keberhasilan misi dagang antarprovinsi yang digagas Pemprov Jatim menunjukkan besarnya potensi pasar yang bisa diakses oleh petani Tuban dan daerah lain. Salah satu capaian terbaru adalah misi dagang ke NTB pada 9 Juli lalu yang mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 1,068 triliun. “Pasarnya cukup luas. Tinggal bagaimana konektivitas antardaerah terus diperkuat agar tidak terjadi ketimpangan distribusi,” tegasnya.


Acara tersebut turut dihadiri sejumlah Kepala OPD dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kepala OPD Kabupaten Tuban, perwakilan KTNA, penyuluh pertanian, serta unsur Forkopimka Kecamatan Merakurak. Penyerahan bantuan ini disambut antusias oleh para petani yang hadir, yang berharap Alsintan dapat segera dimanfaatkan dalam masa tanam mendatang. (bp).

Berita Terbaru