Tampilkan postingan dengan label lawan narkoba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lawan narkoba. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Oktober 2025

​Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Negara, Puluhan Kilogram Sabu Gagal Edar di Cikarang




​Jawa Barat, MCE - Cikarang yang tenang tiba-tiba menjadi panggung bagi sebuah operasi senyap yang menegangkan. Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri baru saja mencatatkan kemenangan besar melawan kejahatan terorganisir, berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jaringan lintas negara Malaysia–Indonesia. Selasa (14/10/2025). 


​Dalam pengungkapan masif ini, yang menjadi sorotan adalah keberhasilan Tim Subdit IV dalam menciduk dua kurir yang beraksi di wilayah Cikarang, Jawa Barat. Mereka adalah M. Yunus dan Muhammad Amin, dua orang yang mempertaruhkan kebebasan demi iming-iming uang cepat.


​Dari tangan dingin kedua tersangka, petugas menyita barang bukti yang sangat mencengangkan dan berpotensi merusak generasi bangsa: 20 kilogram narkotika jenis sabu dan 20.000 butir pil ekstasi. Diduga kuat, seluruh pasokan terlarang ini berasal dari Malaysia, diselundupkan untuk meracuni pasar gelap Indonesia.


​"Tim Subdit IV berhasil mengamankan dua tersangka, M. Yunus dan Muhammad Amin, yang berperan sebagai kurir. Dari tangan keduanya, kami menyita 20 kilogram sabu dan 20.000 butir ekstasi yang diduga berasal dari Malaysia," tegas Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, S.I.K., dalam keterangannya pada Minggu (12/10).


​Motif para kurir ini terkuak dengan pahit. Tersangka Yunus mengaku dikendalikan oleh seorang buron berinisial Ayung, dijanjikan upah fantastis sebesar Rp100 juta. Sementara rekannya, Amin, dijanjikan imbalan Rp50 juta. Uang yang menggiurkan itu kini hanya menjadi saksi bisu atas kejahatan yang mereka lakukan.

Saat ini, kedua pelaku beserta seluruh barang bukti bernilai fantastis tersebut telah diamankan di Bareskrim Polri. Penyelidikan masih terus didalami, menargetkan otak di balik jaringan kejam ini—terutama Ayung—untuk memutus total mata rantai peredaran narkoba lintas negara tersebut. Ini adalah bukti nyata keseriusan Polri dalam menjaga Indonesia dari bahaya narkotika. (bp). 

Sumber: Divisi Humas Polri

Minggu, 20 Juli 2025

Alarm Bahaya! BNN Ungkap IRT Jadi Kurir Narkoba: Sindikat Narkoba Manfaatkan Peran Ibu sebagai Pilar Moral Keluarga




Jakarta, MCE - Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Marthinus Hukom, mengungkap fakta mengejutkan tentang peredaran narkotika di Indonesia. Dalam wawancara eksklusif bersama Garuda TV di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, pada Jumat, 18 Juli 2025, Marthinus Hukom menyatakan bahwa sindikat narkoba semakin menyasar ibu rumah tangga (IRT) sebagai kurir narkoba. Ini menunjukkan pergeseran modus operandi yang sangat berbahaya dan memprihatinkan.


Dalam tiga bulan terakhir (April-Juni 2025), BNN bersama Bea dan Cukai berhasil mengungkap 172 kasus narkotika dengan 285 tersangka. Dari jumlah tersebut, 29 tersangka (sekitar 20%) merupakan perempuan, yang sebagian besar berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Marthinus Hukom menegaskan bahwa sindikat narkoba sengaja menargetkan dan memperdaya ibu rumah tangga untuk dijadikan kurir, memanfaatkan peran ibu sebagai pilar moral keluarga untuk melancarkan kejahatan terorganisir.


Kondisi ini menjadi alarm keras bagi masyarakat, khususnya perempuan dan keluarga. BNN berharap data dan narasi yang disampaikan dapat membangkitkan kewaspadaan kolektif dan mendorong peran aktif masyarakat dalam melindungi diri dan keluarga dari jerat narkoba. Mari kita waspada dan bersama-sama melawan peredaran narkoba. (bp). #BNN #Narkoba #IbuRumahTangga #KurirNarkoba #WaspadaNarkoba 

Jumat, 21 Januari 2022

Ketua Komnasdik Jatim Berikan Pembekalan ASN Belajar: Upaya Mewujudkan ASN Bersinar (Bersih Narkoba)




SURABAYA, MCE - Kamis, 20 Januari 2022 Webinar seri ke-3 dengan bertajuk ASN  Belajar yang digagas oleh BPSDM Jatim kali ini mengambil tema Upaya mewujudkan ASN bersinar ( Bersih Narkoba )  dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten : Keynote Speaker  Aries Agung Paewai Kepala BPSDM Prov. Dilanjutkan sebagai narasumber 1 : Brig.Jend. Pol Drs.Mohamad Aris Purnomo selaku Kepala BNNP Jawa Timur.  Narasumber ke-2 Kunjung Wahyudi M.Si Ketua Komnas Pendidikan Jawa Timur. Yang dihadiri dan diikuti sekitar 1000 ASN di lingkungan pemerintah provinsi Jawa Timur.


“ Daya rusak Narkoba lebih  serius dibanding korupsi dan terorisme karena  merusak otak yang tidak  ada jaminan sembuh. Di tambah lagi Penduduk Indonesia ±270  juta jiwa sebagai pasar potensial narkoba. Penyalahgunaan narkoba di  Indonesia ±5 juta orang. Diperkirakan 40 -50 orang  meninggal dunia per hari karena narkoba (Potensi Loss  Generation) dan kerugian  akibat penyalahgunaan  Narkoba ±63,1 trilyun rupiah. Seluruh lapisan masyarakat  telah terkontaminasi Narkoba  (Pejabat, Aparat TNI/POLRI/ASN/Jaksa/Hakim, hingga masyarakat umum). Narkoba telah menyebar ke seluruh pelosok wilayah dan menyasar kalangan  anak-anak (regenerasi  pangsa pasar). Ditemukan 71 jenis  narkoba baru (NPS) dan jumlahnya akan terus  berkembang. Maka sekarang ini Indonesia Darurat Narkoba. Sehingga perlu kerjasama dan sinergitas untuk mengatasi hal ini.” Kata Kunjung Wahyudi Ketua Komnas Pendidikan Jawa Timur



“ Pentingnya sinergitas antar instansi terkait dan elemen masyarakat guna menanggulangi dan mewujudkan Indonesia Bersinar ( Bersih Narkoba ) khususnya di Jawa Timur. Kebijakan seimbang supply dan demand reduction  penanganan narkoba : Mengembangkan immunitas masyarakat  melalui upaya promotif dan pengembangan kecakapan sejak usia dini. Mengembangkan sistem deteksi dini penyalahgunaan  narkoba di lingkup keluarga, pendidikan, pekerja, ASN dan masyarakat. Mengoptimalisasi peran instansi pemerintah, swasta  dan ormas dalam kampanye masif anti narkoba. Mengembangkan layanan rehablitasi secara terpadu dan berkelanjutan. Inilah Demand Reduction.” Lanjut Kunjung Wahyudi. 


“ Adapun Supply Reduction penanganan narkoba : Memperkuat sistem interdiksi di wilayah jalur-jalur  masuk (pelabuhan laut, bandara, dan lintas batas  darat). Mengungkap jaringan tindak kejahatan narkoba  hingga tuntas. Menyita   aset  sindikat   narkoba   yang   berasal dari kejahatan narkoba. Meningkatkan kerjasama lintas instansi dan negara dalam ungkap tindak pidana narkoba. Mendorong percepatan eksekusi mati bagi terpidana kasus narkoba untuk memberi efek jera maksimal.” Jelas Kunjung Wahyudi


Di akhir paparannya Kunjung wahyudi menyampaikan harapan bahwa Instansi Pemerintah, Swasta, Pendidikan, ASN dan Masyarakat berkoordinasi tentang P4GN agar mempunyai konsep Pembangunan BerwawasanAnti Narkoba.  Kemudian Penguatan kapasitas masing-masing untuk mempunyai komitmen upaya pencegahan penyalahggunaan narkoba dan peredaran gelap narkoba di masing-masing lingkungan. Mendorong kemandirian untuk melaksanakan program P4GN di instansi masing-masing. Melaksanakan ASN ASIK, PENDIDIK ASIK, MASYARAKAT yang ASIK  yakni (Antusiasme, Strategi Diri, Insiaitif dan Kolaborasi )


www.educoach.id 

Bergerak Serentak mewujudkan Indonesia Cerdas !

Kamis, 30 September 2021

Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan dan Berdaya Saing 2045, BNNK Tuban Ajak Insan Pers Sinergi




TUBAN, corruptionexpose.com - Di penghujung bulan September 2021 untuk menanggulangi dampak buruk penggunaan narkotika, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK)Tuban mengadakan workshop Penguatan Kapasitas kepada Insan Media untuk Mendukung Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (Kotan), bertempat di Resto Kayu Manis Jl. Basuki Rachmat No. 215-217 Tuban. Kamis (30/9/2021). 


Agenda workshop BNNK Tuban ini dihadiri sebanyak 20 perwakilan dari PWI dan Ronggolawe Pers Solidariti (RPS), mediapantura dan media MCE/corruptionexpose.com.


Dengan empat sesi penampilan dari Narasumber yang berbeda diantaranya Kepala BNNK Tuban, Kabid informasi dan komunikasi Kab. Tuban, Ketua PWI Tuban dan terakhir Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Tuban.


AKBP I Made Arjana, SH., M.H. dalam sesi pertamanya mengatakan bahwa BNNK Tuban baru tiga tahun berdiri oleh karena itu butuh dukungan media untuk menyampaikan ke publik, " Jangan pernah takut untuk tolak narkoba, laporkan jika ada peredaran dan BNNK Tuban siap rehabilitasi, kita juga siap bantu rekan rekan wartawan untuk tes urine."


Berikutnya sesi kedua Ibu Tutik Musyarofah sebagai Kabid Diskominfo Tuban  tema tentang peran pers dalam menyampaikan informasi kepada publik secara jujur dan berimbang. Disampaikan juga tentang perubahan perundangan menyangkut Kominfo juga perbedaan pers Sekarang dengan pers di masa lalu atau masa perjuangan, "Pers tidak berorientasi pada lahan perjuangan tetapi berorientasi pada profit oriented." tegasnya.


"Prinsip Akurat, Jujur dan Berimbang menjadi tantangan di era industrialisasi pers. Saat industrialisasi pers menjadi panglima keberlangsungan pers maka prinsip Akurat, Jujur dan Berimbang menjadi komitmen insan pers berangsur mengalami degradasi."  Jelas Tutik.


Berikutnya sesi ketiga yang dibawakan oleh Arif Handoyo Kepala Dinas Kominfo Tuban dengan tema Sinergitas mewujudkan Tuban bebas narkoba. Kemudian dilanjutkan yang terakhir oleh Pipit Wibawanto, S.pd,. M.Hum. ketua PWI Tuban dengan tema peran media dalam pencegahan narkoba di kabupaten tuban. 


Terakhir acara ditutup dengan pemberian sertifikat secara simbolis kepada peserta diwakili oleh kukuh dari RRI Tuban dan Sugeng Basuki dari Media Corruption Expose/ MCE.


(S.geng)

Berita Terbaru