TUBAN, MCE – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melakukan peninjauan langsung terhadap aktivitas perdagangan di Pasar Glondonggede, Kabupaten Tuban, Jumat (6/3). Kunjungan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjamin stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok (bapok) di tingkat pedagang maupun konsumen menjelang perayaan Idulfitri.
Dalam inspeksi mendadak tersebut, Wapres didampingi oleh Kepala Pasar Glondonggede Sutadji dan Kepala UPTD Pengelolaan TPI Agus Saleh Setiawan. Wapres menyisir lorong pasar guna berinteraksi langsung dengan para pedagang untuk menyerap aspirasi terkait fluktuasi harga komoditas pangan.
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, mengungkapkan bahwa Wapres memberikan instruksi khusus kepada pemerintah daerah untuk tetap konsisten dalam memantau pergerakan harga di pasar.
“Beliau menekankan agar pemerintah daerah mampu menjaga rantai pasokan hingga Lebaran tiba. Konsistensi dalam menjaga harga agar tetap terjangkau oleh masyarakat luas menjadi prioritas utama,” ujar Aditya.
Lebih lanjut, Wapres juga meminta adanya penguatan koordinasi yang intensif antara Pemerintah Pusat, Provinsi, hingga Daerah. Hal ini bertujuan untuk memastikan pemerataan distribusi pangan yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Selain isu pangan, kunjungan ini juga menjadi momentum penegasan arah kebijakan nasional. Aditya menyampaikan bahwa Wapres Gibran meminta Pemkab Tuban untuk melakukan percepatan terhadap program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Kami mendapatkan arahan langsung untuk bergerak secara masif dalam pengentasan angka kemiskinan serta memastikan keberlanjutan berbagai Program Strategis Nasional (PSN) di tingkat daerah,” tambahnya.
Di tengah hiruk-pikuk pasar, Jemiatun (56), salah seorang pedagang senior yang telah berjualan selama dua dekade, menyambut baik kehadiran Wapres. Namun, ia tidak menampik adanya tren kenaikan harga pada sejumlah komoditas sensitif.
“Saat ini cabai mulai naik, dari Rp50.000 menjadi Rp70.000 per kilogram. Komoditas lain juga merangkak dari Rp20.000 ke Rp30.000,” keluh Jemiatun. Ia berharap kehadiran pemerintah pusat mampu menekan lonjakan harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga. “Harapan kami sederhana, sembako turun, harga stabil, dan barangnya tidak langka,” tuturnya.
Pasar Glondonggede bukan sekadar tempat transaksi, melainkan urat nadi ekonomi bagi masyarakat pesisir Tuban. Kawasan ini menjadi tumpuan hidup bagi sedikitnya:
- 100 nelayan yang memasok hasil laut.
- 80 pedagang ikan dan 60 pedagang sayur.
- Serta pemukiman bagi 65 kepala keluarga di sekitar area pasar.
Pemerintah Kabupaten Tuban berkomitmen untuk segera menindaklanjuti arahan Wapres dengan melakukan penataan manajemen pasar dan pengawasan stok pangan secara berkala selama bulan suci Ramadan hingga Idulfitri mendatang. (bp).
