PATI, MCE – Drama pelarian Ashari, pimpinan Pondok Pesantren Ndolo Kusumo yang lebih memilih jadi "buronan" ketimbang mempertanggungjawabkan perbuatannya, resmi tamat. Setelah berkali-kali mangkir dari panggilan penyidik dengan jurus seribu bayangan, sang "oknum" kiai ini akhirnya berhasil diringkus Tim Satreskrim Polresta Pati di wilayah Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (7/5/2026) pagi.
Publik sempat dibuat geram oleh tingkah tersangka yang seolah menantang hukum. Pasalnya, alih-alih menjadi teladan dan kooperatif, Ashari justru memilih jalan ninja: menghilang. Namun, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh ke pelukan borgol polisi juga.
Pasrah Saat 'Dijemput' Paksa
Berdasarkan video amatir yang viral di jagat maya, momen penangkapan ini jauh dari kesan "berwibawa" yang biasa ia tampilkan di depan santriwati. Mengenakan pakaian gelap, pria yang tega merusak masa depan anak asuhnya sendiri ini tampak lunglai dan pasrah saat digelandang petugas menuju mobil operasional. Tidak ada lagi sisa-sisa "power" saat ia harus berhadapan dengan kenyataan pahit di tangan Kasatreskrim Polresta Pati yang turun tangan langsung.
Kasatreskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya, mengonfirmasi bahwa pelarian sang tersangka berakhir di Wonogiri.
“Iya, sudah kami amankan di Wonogiri. Saat ini masih dalam perjalanan menuju Pati untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mohon bersabar,” ujar Kompol Dika via telepon.
Mencoreng Wajah Pesantren
Kasus ini menjadi noda hitam bagi dunia pendidikan keagamaan di Kabupaten Pati. Ashari yang seharusnya menjadi pelindung dan orang tua bagi para santriwati di Desa Tlogosari, justru menyalahgunakan mandat sucinya demi nafsu bejat.
Sikap tidak kooperatifnya selama ini—mulai dari mangkir panggilan hingga kabur dari pondok—menjadi bukti kuat bahwa tidak ada niat baik dari tersangka untuk mempertanggungjawabkan perbuatan asusilanya. Polisi kini tengah mendalami apakah ada korban-korban lain yang selama ini bungkam karena intimidasi atau relasi kuasa yang timpang di lingkungan pesantren tersebut.
Menuju Meja Hijau
Setibanya di Pati, Ashari tidak akan lagi bisa tidur nyenyak di kasur empuk pesantrennya. Ia dijadwalkan langsung masuk ruang pemeriksaan intensif Mapolresta Pati. Netizen kini menanti vonis maksimal bagi pelaku yang berlindung di balik jubah agama untuk memuaskan hasrat rendahnya.
Kini, warga hanya bisa mengelus dada sambil berharap hukum bekerja seadil-adilnya. Pelajaran berharga bagi para orang tua: Jubah dan gelar mentereng tak selamanya menjamin akhlak yang mulia. (bp).
#KeadilanUntukSantriwati #PatiHariIni #OknumKiaiCabul #HukumAdil
