LAMONGAN, MCE — Suasana di depan kantor BFI Finance Cabang Lamongan mendadak tegang pada Selasa (2/6/2026). Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Aliansi Masyarakat Lamongan (FORMAL)—merupakan koalisi dari 13 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan media—menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran. Mereka menuntut pertanggungjawaban pihak manajemen terkait dugaan pelanggaran hak-hak konsumen yang dinilai sangat merugikan masyarakat.
Ada dua poin krusial yang melandasi pergerakan massa kali ini: dugaan penyebaran data pribadi nasabah secara ilegal kepada pihak ketiga, serta penahanan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) milik nasabah yang status kreditnya justru sudah dinyatakan lunas.
Massa Kepung Kantor Sejak Pagi
Aksi dimulai sejak pagi hari. Dipimpin oleh Muklas, Ketua FORMAL sekaligus pentolan LSM Brandal, massa berkumpul di titik start Gedung Olahraga (GOR) Lamongan sebelum bergerak menuju target operasi. Dengan mengandalkan mobil komando, pengeras suara, dan bentangan poster berisi kecaman keras, mereka menyuarakan ketidakadilan yang dialami oleh para debitur.
Dalam orasinya, Muklas mempertanyakan kredibilitas dan profesionalisme BFI Finance dalam mengelola dokumen berharga milik konsumen. Menurutnya, tindakan menahan BPKB nasabah yang sudah menyelesaikan kewajibannya adalah bentuk pelanggaran hukum.
"Kami meminta perusahaan memberikan penjelasan yang transparan terkait keluhan masyarakat. Jangan ada yang ditutupi! Segera selesaikan persoalan yang menjadi hak mutlak konsumen," tegas Muklas di atas mobil komando.
Debat Alot dan Mediasi yang Menegangkan
Aksi ini langsung mendapat pengawalan ketat dari ratusan personel Polres Lamongan guna mengantisipasi potensi kericuhan. Di tengah riuhnya demonstrasi, perwakilan manajemen BFI Finance akhirnya keluar untuk menemui massa.
Ketegangan sempat memuncak saat kedua belah pihak terlibat adu argumentasi yang cukup alot di depan publik. Massa bersikeras meminta kepastian instan, sementara pihak manajemen mencoba memberikan pembelaan. Karena dialog terbuka menemui jalan buntu, aparat keamanan akhirnya memfasilitasi perwakilan demonstran untuk masuk ke dalam kantor guna melakukan mediasi tertutup.
Ancaman Aksi Jilid Dua
Usai mediasi yang menguras waktu, Muklas menegaskan bahwa FORMAL tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi rasa keadilan nasabah.
"Kami akan terus memperjuangkan hak-hak konsumen. Jika komitmen ini dilanggar, kami pastikan akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar sampai BPKB yang telah lunas dikembalikan kepada pemilik sahnya!" ancam Muklas retoris.
Meski sempat memanas, aksi unjuk rasa tersebut berakhir dengan tertib dan kondusif. Di penghujung mediasi, manajemen BFI Finance Cabang Lamongan akhirnya melunak dan menyanggupi beberapa tuntutan krusial dari FORMAL dalam batas waktu yang telah disepakati bersama. Netizen kini menanti apakah pihak finance akan menepati janjinya atau justru memicu gelombang protes berikutnya. (s.genk).
