SURABAYA, MCE - Jumat sore warga Surabaya yang mau pulang kerja terpaksa harus mengelus dada dan gigit jari. Ruas Jalan Gubernur Suryo hingga Panglima Sudirman mendadak berubah jadi "milik pribadi" massa aksi bermasker dan berpakaian serba hitam yang menamakan diri Warga Surabaya Turun ke Jalan.
Bukannya memberikan jalan untuk para pekerja yang lelah, sekitar pukul 17.00 WIB massa justru nekat menutup total seluruh ruas jalan dan membuat lingkaran besar. Klakson pengendara yang mengamuk dan protes sama sekali tak dihiraukan—dianggap angin lalu demi sebuah orasi.
Aksi bertajuk #IndonesiaSekarat ini tak cuma bikin lalu lintas sekarat, tapi juga diwarnai aksi bakar-bakar kaos, tas, hingga sampah di tengah jalan. Mengaku dari Front Anti Kapitalisme, mereka membawa 11 tuntutan yang sukses bikin alis terangkat. Mulai dari urusan perut seperti harga sembako dan BBM yang mencekik, protes proyek Surabaya Waterfront Land, hingga tuntutan super ekstrem: bubarkan parlemen dan akhiri kepemilikan pribadi atas alat produksi.
Bagi Anda yang terjebak macet, selamat mencari jalan alternatif. Bagi massa aksi, tampaknya bakar sampah di tengah jalan adalah solusi terbaik untuk didengar pemerintah.
11 Tuntutan Massa:
1. Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM.
2. Hentikan Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
3. Cabut UU Polri dan UU TNI.
4. Ciptakan Lapangan Kerja yang Layak.
5. Bubarkan Komando Teritorial dan Hentikan Keterlibatan TNI dalam Ranah Sipil.
6. Hentikan Reklamasi Surabaya Waterfront Land.
7. Bebaskan Seluruh Tahanan Politik dan Pulihkan Nama Baik Tahanan Politik.
8. Prioritaskan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan.
9. Ciptakan dan Perbanyak Transportasi Umum yang Layak, Inklusif, dan Gratis.
10. Bubarkan Parlemen dan Bangun Kuasa Rakyat.
11. Akhiri Kepemilikan Pribadi Atas Alat-alat Produksi. (bp).
