LUMAJANG, MCE – Di bawah bayang-bayang kegagahan Gunung Semeru yang disakralkan, berdiri sebuah mahakarya spiritual yang tak hanya memukau mata, tetapi juga meneduhkan jiwa. Pura Mandara Giri Semeru Agung, yang terletak di Kecamatan Senduro, Lumajang, tegak berdiri sebagai salah satu tempat peribadatan tertua dan paling dihormati bagi umat Hindu di seantero Nusantara. Secara berkala, pura ini menjadi magnet spiritual, memanggil ribuan umat Hindu dari Pulau Bali untuk menunaikan ziarah agung mereka. Rabu (8/7/2026).
Melangkah masuk ke kompleks pura, pengunjung akan disambut oleh arsitektur tradisional yang megah. Gapura Candi Bentar berdiri tinggi menjulang, seolah menjadi pembatas antara hiruk-pikuk duniawi dan kesucian jagat spiritual. Setiap sudut dindingnya dihiasi ukiran batu hitam yang halus, rumit, dan sarat akan makna filosofis yang mendalam.
Namun, daya tarik Mandara Giri Semeru Agung tidak berhenti pada estetikanya belaka. Berada di lereng timur Semeru, destinasi ini menawarkan atmosfer yang sejuk, tenang, dan damai—sebuah oase bagi siapa saja yang merindukan ketenangan.
Lebih dari sekadar pusat ritual dan situs sejarah, pura ini adalah bukti hidup dari indahnya toleransi. Di sini, di tengah masyarakat lokal Lumajang, kerukunan beragama terajut dengan sangat kental. Pura Mandara Giri Semeru Agung bukan hanya milik satu golongan, melainkan sebuah warisan budaya yang memikat hati para pencinta sejarah, sekaligus simbol abadi dari harmoni dalam keberagaman. (bp).
