Jumat, 11 September 2026

​Teladan Harmoni dari Babat Lamongan: Masjid Dikelola NU-Muhammadiyah Bersamaan, Khatib Sentil Peran Strategis Masjid





​LAMONGAN, MCE - Suasana khidmat tampak memadati Masjid Jami' Al Huda, Desa Bedahan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, saat pelaksanaan Sholat Jum'at, Jumat Legi (11/9/2026). Ratusan jamaah tumpah ruah memenuhi ruang utama hingga serambi masjid kebanggaan warga setempat.


​Di balik antusiasme tersebut, Masjid Jami' Al Huda menyimpan nilai historis dan sosiologis yang kuat. Sejak awal pendiriannya hingga kini di tahun 2026, masjid ini konsisten dikelola secara gotong royong dan harmonis oleh dua ormas Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Tradisi kolaborasi ini menjadikan Masjid Al Huda sebagai benteng persatuan umat Islam di wilayah Babat.


​Bertindak selaku imam sekaligus khatib pada Jumat siang ini adalah Gus Luthfi, guru MAN 2 Lamongan yang juga dinobatkan sebagai Guru Madrasah Inspiratif Nasional Kementerian Agama RI 2022 sekaligus Ketua Komisi Nasional Pendidikan Kabupaten Lamongan.


​Menghidupkan Kembali Peradaban dari Mimbar Jumat


​Mengusung tema utama "Fungsi Masjid sebagai Pusat Peradaban Islam", Gus Luthfi dalam khutbahnya melontarkan pesan yang tajam dan menggugah kesadaran jamaah. Ia menyerukan agar umat Islam merefleksikan kembali peran fundamental masjid sebagaimana dicontohkan di masa Rasulullah SAW.


​"Masjid bukan hanya tempat sholat lima waktu. Di masa Rasulullah, masjid adalah pusat pendidikan, pusat pemerintahan, pusat ekonomi, dan pusat peradaban. Jika kita ingin umat ini bangkit, maka masjid harus kita hidupkan kembali fungsinya," tegas Gus Luthfi di hadapan ratusan jamaah.


​Lebih lanjut, ia merinci lima pilar strategis fungsi masjid di era modern:

​1. Pusat Ibadah dan Spiritual: Wadah utama menempa keimanan lewat sholat berjamaah, kajian intensif, dan dzikir.

​2. Pusat Pendidikan: Basis pencetakan generasi Qur'ani melalui Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), madrasah diniyah, dan majelis taklim.

​3. Pusat Ekonomi Kerakyatan: Optimalisasi dana umat (ZIS) guna memberdayakan kesejahteraan masyarakat sekitar.

​4. Pusat Pembinaan Sosial: Ruang solutif untuk merajut silaturahmi dan menengahi problematika sosial warga.

​5. Pusat Dakwah: Corong penyebaran Islam yang moderat dan rahmatan lil 'alamin.


​Buah Manis Kerukunan Umat


​Mengakhiri khutbahnya, Gus Luthfi mengapresiasi konsistensi pengelolaan Masjid Jami' Al Huda yang menjadi simbol konkret sinergi lintas ormas di tingkat akar rumput.


​"Masjid Jami' Al Huda Bedahan yang dikelola bersama oleh NU dan Muhammadiyah adalah teladan nyata. Mari jadikan masjid ini jantung kegiatan umat, agar lahir dari sini para penghafal Al-Qur'an, cendekiawan, dan pemimpin berakhlak mulia," pungkasnya.


​Rangkaian ibadah Sholat Jumat berjalan lancar dan ditutup dengan doa bersama untuk kemaslahatan umat, keberkahan para penuntut ilmu, serta kejayaan Islam yang damai. Melalui momentum ini, Masjid Jami' Al Huda semakin meneguhkan posisinya sebagai mercusuar peradaban dan pusat kerukunan umat Islam di Kabupaten Lamongan.


​Reporter: Tim Media Masjid Jami' Al Huda

​Editor: bp/MCE

Artikel Terkait

​Teladan Harmoni dari Babat Lamongan: Masjid Dikelola NU-Muhammadiyah Bersamaan, Khatib Sentil Peran Strategis Masjid
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berita Terbaru