Tampilkan postingan dengan label diy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diy. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Januari 2025

Sinergi Kinerja Pengelolaan Keuangan Dorong Pertumbuhan Ekonomi DIY




Jogyakarta, MCE - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi Sekda DIY, Beny Suharsono menerima kunjungan silaturahmi Kepala Perwakilan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Provinsi DIY, Agustin Sugihartatik beserta jajarannya di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (6/1).


Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Daerah DIY dengan BPK RI Perwakilan DIY, serta mempererat silaturahmi yang selama ini telah terjalin dengan baik. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur DIY menyampaikan terima kasih atas kunjungan silaturahmi Kepala Perwakilan BPK DIY ke Pemerintah Daerah DIY sebagai wujud nyata koordinasi dan kolaborasi.  


Usai audiensi Beny menyampaikan, bahwa dalam audiensi tersebut ada dua hal pembahasan. Secara garis besar, yaitu membahas terkait evaluasi kinerja keuangan Pemerintah Daerah DIY dan saling menyamakan persepsi. Dalam hal evaluasi kinerja keuangan Pemerintah Daerah, Beny mengatakan ada beberapa hal yang telah dimintakan kepada BPK salah satunya membantu Pemerintah Daerah untuk mengkonsolidasikan program dan anggaran agar lebih efektif.


“Pemerintah Daerah meminta kepada BPKP untuk mengevaluasi kinerja keuangan apakah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, dan juga dimintakan hal yang sama kepada BPK, supaya seimbang antara kebutuhan kita dengan realisasi dengan program yang lain,” ungkap Beny. (anton). 

Kamis, 08 Juli 2021

Panglima TNI dan Kapolri Pantau Langsung Kegiatan PPKM Darurat di Jabar, DIY, Jatim dan Jateng




JAKARTA, corruptionexpose.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan road show ke sejumlah daerah untuk memantau langsung sejumlah kegiatan terkait PPKM Darurat.


Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengungkapkan Panglima TNI dan Kapolri mengunjungi sejumlah daerah di Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. 


"Kegiatan dilakukan hari ini sampai besok. Tujuannya meninjau langsung kegiatan vaksinasi massal, posko PPKM termasuk penyekatan jalan," kata Argo dalam keterangannya, Kamis (8/7/2021). 


Menurut dia, di Bandung, Jawa Barat Panglima dan Kapolri akan meninjau vaksinasi di GOR Arcamanik dilanjutkan ke Posko PPKM Taman Sari. 


Kemudian di Yogyakarta, keduanya akan meninjau vaksinasi di GSA Lanud Adi Sutjipto diteruskan ke Pos Penyekatan di Prambanan. 


"Di Jawa Timur selain meninjau vaksinasi dan pos penyekatan, Panglima dan Kapolri juga akan melakukan kegiatan internal," ujar Argo. (bp/red).

Kamis, 01 Juli 2021

Petani Ini Sukses Tanam Jeruk Siam di Lahan Pasir Pantai Selatan





BANTUL, corruptionexpose.com - Usaha menanam Jeruk Siam di Kawasan Pantai Selatan (Pansela) diprakarsai oleh Yuni Maryanto petani asal Dusun Soge Srigading Sanden Bantul.


Yuni Maryanto bersama 50 orang rekannya yang tergabung dalam Perkumpulan Forum Komunikasi Petani " Ngrembaka Nir Sambikala " mengawali usahanya tiga tahun yang lalu, tahun pertama dan kedua hasil kebun jeruk ini hanya beberapa pohon saja yang berbuah.


Tahun ketiga atau di  2021 ini, semua pohon berbuah lebat, satu pohon bisa mencapai 20 - 30 kg. Kebun  buah ini terbuka untuk umum, pengunjung bisa memetik Jeruk Siam sepuasnya, per 1 kg nya pengunjung cukup membayar 10.000 rupiah.


" Minggu yang lalu kita berhasil menjual 8 kuintal Jeruk Siam, selain kami sediakan untuk pengunjung, jeruk juga kami pasarkan di pasar-pasar, " terang Yuni Maryanto.


Kami berobsesi untuk menjadikan Kawasan Pansela ini menjadi tempat Agro Bisnis di Bantul bagian selatan, dukungan pemerintah atau OPD terkait kami harapkan untuk mengembangkan kebun buah Jeruk Siam ini.


" Sebagai usaha sampingan, kebun jeruk di lahar pasir ini sangat unik dan menjanjikan, apalagi di era Pandemi Covid-19, " tambah Yuni Maryanto. (anton).

Rabu, 05 Mei 2021

GKR Hemas Lantik Tiga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten




YOGYAKARTA, MCE - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY GKR Hemas melantik tiga ketua Dekranasda Kabupaten masa bakti 2021-2024. Rabu (5/5/2021).


Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 051-053/DEKRAN-DIY/SH/IV/2021, Emi Masruroh dilantik sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Bantul, Diah Purwanti sebagai Ketua Dekranasda Gunungkidul dan Sri Purnomo sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Sleman. 


Dalam sambutannya, GKR Hemas mengatakan usaha di bidang kerajinan di DIY merupakan salah satu usaha yang dilakukan usaha mikro kecil dan menengah yang mampu menjadi jaminan ekonomi terutama di lingkup keluarga. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini.


 “Usaha kerajinan di DIY beragam sesuai potensi bahan baku bukanlah hal yang mudah. Merupakan upaya kompleks dan penuh tantangan,” ujarnya, Rabu (5/5) di Keraton Kilen.


 


Ia menambahkan walaupun pemerintah kabupaten dan kota memiliki tugas untuk mengembangkan kerajinan, namun masih membutuhkan bantuan mitra strategis pemerintah untuk pembinaan. Mitra tersebut adalah Dekranasda,” imbuhnya.


 Pada masa pandemi, lanjutnya, perlu strategi khusus agar dapat bertahan menjalankan usaha di bidang kerajinan. Sehubungan dengan itu, GKR Hemas berharap para ketua terlantik lebih meningkatkan kinerjanya agar pengembangan dan pembaharuan sesuai cita-cita Jogja untuk indonesia dan dunia.


 


DIY telah berhasil meraih penghargaan sebagai Jogja Kota Batik Dunia. Menurut GKR Hemas, gelar ini berlaku untuk seluruh kabupaten dan kota di DIY meliputi Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo dan Kota Yogyakarta.


 


Lebih lanjut, dalam meraih prestasi tersebut lebih sulit dalam mempertahankan dan meningkatkan. Apalagi, negara lain juga telah melakukan perubahan dan inovasi. “Kita harus ikut perkembangan zaman agar tidak tertinggal,”tambahnya.


 


Untuk itu, GKR Hemas berharap para ketua terlantik agar dapat melakukan terobosan baru untuk mencapai prestasi. Beberapa problem yang dihadapi yaitu bahan baku, kualitas, SDM , modal, desain, pemasaran dan iklim usaha yang kondusif. Dengan kemampuan mitra kerja yang ada, dirinya yakin semua permasalahan dapat diselesaikan.


“Diperlukan kesungguhan dan ketekunan untuk meningkatkan potensi kerajinan daerah,” tambahnya.


Ia menekankan kepada Ketua Dekranasda Kabupaten Bantul agar meningkatkan dan dapat mengembalikan eksistensi museum batik. Pun dengan Ketua Dekranasda Kabupaten Gunungkidul untuk dapat menggali potensi yang ada untuk menyasar pasar di luar negeri. (anton)

Selasa, 04 Mei 2021

Dishub Kabupaten Sleman Perketat Penjagaan Arah Semarang dan Jalur Tikus




SLEMAN, MCE - Menindaklanjuti larangan mudik, Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjaga ketat di jalan perbatasan.


Tak hanya jalan utama, jalur alternatif atau jalur tikus menuju wilayah Sleman pun tak luput dari penjagaan selama 24 jam.


"Senin kemarin kita sudah berkoordinasi dengan Polres serta Kodim dan Satpol PP tentang rencana penyekatan di wilayah Kabupaten Sleman," ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Arip Permana, saat jumpa pers di Pendopo Parasamya Kompleks Kantor Bupati Sleman, Selasa (04/05/2021).


Jalur Masuk Semarang Mulai Dijaga Ketat, Termasuk Jalur Tikus


Arip menyampaikan penyekatan akan dilakukan di dua tempat yakni di Prambanan dan Tempel. Keduanya merupakan jalan nasional.


Pemantauan juga dilakukan antara lain di sekitar kawasan Pelem Gurih Gamping dan Jalan Solo.


"Secara teknis, penyekatan dan pemantauan dilakukan oleh Polres. Kita dari Dinas Perhubungan maupun Satpol PP, Kita full akan mendukung," ungkapnya.


Tak hanya itu, penjagaan dan pengawasan juga dilakukan di jalur tikus. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi pemudik yang mencoba menggunakan jalur tersebut.


"Di beberapa jalur yang dimungkinkan menjadi alternatif atau jalur tikus. Untuk jalur tikus sudah Kita identifikasi dan pemantauan akan dilakukan Polsek terdekat bersama dari Kapanewon (Kecamatan)," tegasnya.


 Penindakan kepada Pemudik Harus Humanis, Jalur Tikus Diawasi


Jalan-jalan alternatif yang akan dilakukan pemantauan mulai dari sisi timur yakni wilayah Kecamatan Prambanan.


Kemudian sisi utara di Kecamatan Turi, sisi barat di wilayah Kecamatan Tempel, dan wilayah Kecamatan Minggir.


"Masa peniadaan mudik ini dari tanggal 6 Mei hingga 17 Mei. Kita akan lakukan 24 jam," tandasnya. (anton).

Berita Terbaru