Tampilkan postingan dengan label jateng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jateng. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Maret 2026

​Cilacap Gempar! Bupati Syamsul Auliya Terjaring OTT KPK, Total 27 Orang Disikat Terkait Suap Proyek





Cilacap, MCE - Kabupaten Cilacap diguncang prahara korupsi. Bupati Syamsul Auliya Rachman dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (13/3/2026). Tidak main-main, Syamsul diringkus bersama 26 orang lainnya dalam operasi senyap tersebut.


​Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa penangkapan ini berkaitan dengan dugaan suap atau fee proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Dari 27 orang yang diamankan, terdapat campuran profil mulai dari penyelenggara negara, ASN, hingga pihak swasta yang diduga sebagai pemberi suap.

"Saat ini seluruh pihak masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Banyumas," ujar Budi. Penangkapan ini menjadi tamparan keras bagi publik, mengingat Syamsul adalah pemimpin baru hasil Pilkada 2024 yang diharapkan membawa perubahan. (bp). 


Minggu, 13 Juli 2025

Polda Jateng Bongkar Pabrik Pupuk Palsu di Boyolali, 260-400 Ton Pupuk Ilegal Diproduksi Setiap Bulan




Jateng, MCE - Polda Jawa Tengah (Jateng) berhasil mengungkap pabrik pupuk palsu milik CV SAYAP ECP di Boyolali yang memproduksi tujuh merek pupuk dengan volume yang mencengangkan, yaitu 260-400 ton per bulan. Kasus ini terungkap setelah ditemukan pupuk palsu di Sragen yang memiliki izin dan label SNI, namun kandungan tidak sesuai komposisi.


Direktur CV SAYAP ECP, TS, telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 8 ayat (1) huruf e dan f Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar.


Polda Jateng terus berupaya untuk melindungi konsumen dan meningkatkan keamanan produk di pasar. Dengan pengungkapan kasus ini, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku usaha yang melakukan praktik ilegal dan merugikan konsumen. (bp). 

Kamis, 30 Mei 2024

PWI Jateng Terbitkan Lima Pernyataan Sikap terkait Korupsi Dana Hibah BUMN Rp.2,9 Milyar oleh Hendri Bangun dan Kroninya




Semarang, MCE - Setelah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur bicara, kini PWI Jawa Tengah terbitkan lima butir pernyataan sikap tentang kasus di organisasi PWI Pusat terkait dugaan korupsi dan atau penggelapan dana bantuan hibah BUMN untuk Uji Kompetensi Wartawan (UKW) senilai Rp. 2,9 milyar oleh Ketum PWI Pusat, Hendri Ch Bangun dan kroninya


Kepada media di Semarang, Jawa Tengah, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah, Amir Machmud NS, didampingi Wakil Sekretaris, Aris Syaefudin, menjelaskan beberapa hal menyangkut kemelut tersebut, khususnya hubungan Pengurus Harian PWI Pusat dan Dewan Kehormatan (DK), berkaitan dengan dugaan kasus cash back dan fee dana bantuan UKW dari Kementerian BUMN yang mengalir ke sejumlah pengurus.


Sebagaimana diketahui publik dan viral, kasus dugaan Korupsi dan atau penggelapan dana bantuan/CSR/sponsorship Kementerian BUMN Rp. 2,9 milyar dari total Rp. 6 milyar oleh empat oknum pengurus PWI Pusat, pertama kali dibuka Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat, Sasongko Tedjo, dan Bendum PWI Pusat, Martin Slamet. Indonesian Journalist Watch (IJW) terus mendorong penyelesaiannya.


DK PWI Pusat, tanggal 16 April 2024 memberikan sanksi Organisasi terhadap Ketum PWI Pusat, Hendri Ch Bangun berupa Peringatan Keras dan pengembalian uang yang dikuasai secara tidak sah Rp.1,7 milyar. Sementara Sekjen, Sayid Iskandarsyah, Wabendum, M. Ihsan dan Direktur UKM, Syarif Hidayatullah, direkomendasikan dipecat/diberhentikan.


“Infonya, dana tersebut oleh sejumlah penerima, telah dikembalikan ke kas PWI. Akan tetapi keputusan DK yang meminta agar Ketua Umum PWI Pusat, Hendri Ch Bangun meresafel sejumlah nama (Sekjen, Wabendum dan Direktur UKM - Red) masih belum dilaksanakan,” tegas Amir.


Berdasarkan informasi dari Ketum Indonesian Journalist Watch (IJW), HM. Jusuf Rizal, diketahui bahwa Ketum PWI Pusat, Hendri Ch Bangun, telah mengembalikan dana yang dikuasai tanpa hak Rp.1.000.080.000.- Kemudian Sekjen, Sayid Iskandarsyah, mengembalikan Rp. 540 juta. Yang belum mengembalikan fee marketing, Rp.691 juta adalah Direktur UKM, Syarif Hidayatullah.


Dalam keterangan PWI Provinsi Jawa Tengah disebutkan akan ikut mendorong penyelesaian masalah yang saat ini membelit PWI Pusat, demi penyelamatan marwah organisasi profesi kewartawanan tertua ini. Adapun lima poin pernyataan sikap PWI Jateng itu selengkapnya adalah sebagai berikut:


Pertama, sejak kasus tersebut bergulir, ditangani oleh DK PWI Pusat, dan terpublikasi secara luas; pengurus PWI provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Tengah mendapat banyak pertanyaan dari para mitra kerja, baik pemerintah maupun swasta. Dikhawatirkan, kasus tersebut bisa menyebabkan penurunan kepercayaan kepada PWI dalam menyelenggarakan kegiatan bersama.


Kedua, PWI Jawa Tengah khawatir, mekanisme organisasi yang sudah tertata melalui PDPRT dan Kode Perilaku PWI, akan menjadi kehilangan makna dan diabaikan oleh anggota apabila para senior di DK, Dewan Penasihat, dan Pengurus Pusat tidak mengikutinya dengan komitmen menegakkan konstitusi organisasi. Hal ini akan terefleksi sebagai sikap anggota terhadap konstitusi organisasi. Pertanyaan-pertanyaan dari para anggota, calon anggota, dan mitra kerja akan bisa dihadapi dan dijawab oleh para pengurus provinsi/kabupaten/kota apabila berstandar pemahanan kepatuhan kepada PDPRT dan Kode Perilaku secara konsisten dan tepat.


Ketiga, pemulihan marwah organisasi akan bergantung pada arah sikap Pengurus PWI Pusat dan DK PWI Pusat untuk berkomitmen menyelamatkan organisasi profesi ini ke posisi eksistensial sebagai perkumpulan yang bermartabat, dan benar-benar bermanfaat bagi anggota secara keseluruhan.


Keempat, mendesak para senior PWI di Pusat agar memfokuskan penyelesaian kemelut organisasi dengan mendengarkan suara-suara dari daerah/provinsi. Jangan mendengar sikap daerah hanya pada saat kongres dan ketika membutuhkan akumulasi suara, melainkan memperlakukan daerah benar-benar sebagai pemilik organisasi.


Kelima, meminta kepada para senior PWI di Pusat agar melepaskan diri dari segala ego dan kepentingan, serta benar-benar bersikap untuk menyelamatkan martabat organisasi.


Pernyataan sikap ini, menurut Ketua PWI Jateng, Amir bertujuan untuk mendorong penyelesaian yang cepat, baik, efektif, dan menyelamatkan organisasi. “Setelah kongres di Bandung, pada September tahun lalu, kami ingin merasakan perbaikan-perbaikan dalam penataan organisasi. Tetapi hingga sejauh ini selain perbaikan program yang dijalankan, juga menyaksikan pameran ego sektoral yang luar biasa. Inilah yang tidak sepatutnya dipertontonkan,” katanya.


Amir Machmud berharap, agar pernyataan sikap dari Jateng ini didengar dan dicerna oleh para senior di PWI Pusat sebagai masukan untuk kemaslahatan organisasi PWI. “Duduk bersama, satukan sikap antara DK dan Pengurus, juga Dewan Penasihat sebagai teladan-teladan yang akan menjadi tempat bercermin provinsi-provinsi,” ungkapnya.


Menurut Presiden LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Jusuf Rizal, pernyataan sikap PWI Jatim dan Jateng menunjukkan keprihatinan yang mendalam karena menimbulkan kerusakan bagi nama baik organisasi PWI. Jika demikian tinggal menunggu sikap PWI daerah lain. Jika Hendri Ch Bangun terus membangkang, bisa jadi muaranya ke KLB (Kongres Luar Biasa) untuk meminta pertanggungjawaban dari pemberi mandat. (TIM/Red)

Rabu, 14 Juli 2021

TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2021 Selesai Dikerjakan




KENDAL, corruptionexpose.com – Penandatanganan berita acara penyerahan hasil pekerjaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2021 oleh Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, B.Sc, Dandim Kendal Letkol Inf. Iman Widhiarto dan Kepala Desa Pesaren Ngahadi, Rabu (14/07/2021) di ruang paringgitan Kabupaten Kendal.

Acara itu dihadiri oleh Wakil Bupati Kendal H. Windu Suko Basuki, S.H., Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun, Forkopimda Kendal, Para Kepala Perangkat Daerah terkait di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal, dan Camat Sukorejo.

Dalam laporannya Dandim Kendal Letkol Inf. Iman Widhiarto menyampaikan bahwa Desa Pesaren merupakan desa terisolir yang mana memerlukan fasilitas/sarana dan prasarana dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga perlu adanya peningkatan sarana transportasi pedesaan di desa tersebut.

“Pelaksanaan kegiatan dimulai tgl 15 Juni samapai dengan 14 Juli 2021 dengan kegiatan kegiatan fisik yaitu pengecoran jalan 600 M x L. 2,5 M x 15 CM selesai 100%. Kegiatan non fisik, yaitu penyuluhan Wasbang, penyuluhan hukum dan Kantibmas, dan penyuluhan keluarga sejahtera,” ujar Dandim Kendal.

Lanjut Dandim Kendal, adapun dukungan dana diantaranya APBD Provinsi JAwa Tengah Rp. 150.000.000, APBD Kabupaten Kendal Rp. 100.000.000, dan Swadaya masyarakat RP. 25.000.000 dengan jumlah Rp. 275.000.000.

“Harapannya setelah selesainya pembangunan ini dapat memperlancar transportasi, memperlancar roda perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Pesaren dan sekitarnya,” harap Komandan Kodim 0715 Kendal.

Dalam sambutannya Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, B.Sc memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran TNI, aparat Kecamatan dan Desa, serta semua tokoh masyarakat bersama warga Pesaren karena pada akhirnya, pembangunan TMMD telah berhasil diselesaikan.

“Ini merupakan kerja kita bersama dengan program lintas sektoral dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pada kawasan tertinggal, terisolasi serta meningkatkan kelancaran transportasi dari kawasan pedesaan, meningkatkan keamanan dan mampu mendorong masyarakat untuk membangun desanya,” tutur Bupati Dico.

Bupati Kendal berharap, ada manfaat yang dirasakan masyarakat dengan masuknya program TMMD ke Desa, walaupun saat ini daerah masih dilanda wabah Covid-19 yang belum usai ini. Semoga apa yang sudah dikerjakan selama ini bisa berguna dan bermanfaat untuk masyarakat.

“Pada kesempatan ini, saya berpesan kepada Camat Sukorejo dan Kepala Desa Pesaren beserta jajarannya untuk diteruskan ke seluruh warganya agar selalu menjaga dan merawat dengan sebaik- baiknya yang sudah dibangun dari hasil pelaksanaan program TMMD yang sudah selesai ini,” tutur Bupati Dico.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kendal terutama kepada Bupati Kendal Dico M Ganinduto, B.Sc, Wakil Bupati Kendal, H. Windu Suko Basuki, S.H dan Dandim Kendal Letkol. Inf. Iman Widhiarto, S.T yang telah memberikan bantuan di desa kami dengan menyelesaikan pembangunan infrastruktur jalan TNI Manunggal Membagun Desa (TMMD) Tahap 2 Tahun 2021.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kendal terutama kepada Bupati Kendal, Wakil Bupati Kendal, dan Dandim Kendal yang telah memberikan bantuan di desa kami dengan menyelesaikan pembangunan infrastruktur jalan TNI Manunggal Membagun Desa (TMMD) Tahap 2 Tahun 2021.

Menurut Ngahadi pembangunan ini sangat bermanfaat sekali bagi masyarakatnya. “Pembangunan Rabat Beton ini sangat bermanfaat sekali, karena lebih mempermudah masyarakat saat mengakses jalur transportasi terutama memberikan kemudahan bagi para petani di Desa Pesaren dan sekitarnya saat panen tiba,” ungkapnya.

Dilajutkan dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan berkas oleh Dandim Kendal kepada Bupati Kendal dan Kepala Desa Pesaren. (bp/red).

Kamis, 08 Juli 2021

Panglima TNI dan Kapolri Pantau Langsung Kegiatan PPKM Darurat di Jabar, DIY, Jatim dan Jateng




JAKARTA, corruptionexpose.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan road show ke sejumlah daerah untuk memantau langsung sejumlah kegiatan terkait PPKM Darurat.


Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengungkapkan Panglima TNI dan Kapolri mengunjungi sejumlah daerah di Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. 


"Kegiatan dilakukan hari ini sampai besok. Tujuannya meninjau langsung kegiatan vaksinasi massal, posko PPKM termasuk penyekatan jalan," kata Argo dalam keterangannya, Kamis (8/7/2021). 


Menurut dia, di Bandung, Jawa Barat Panglima dan Kapolri akan meninjau vaksinasi di GOR Arcamanik dilanjutkan ke Posko PPKM Taman Sari. 


Kemudian di Yogyakarta, keduanya akan meninjau vaksinasi di GSA Lanud Adi Sutjipto diteruskan ke Pos Penyekatan di Prambanan. 


"Di Jawa Timur selain meninjau vaksinasi dan pos penyekatan, Panglima dan Kapolri juga akan melakukan kegiatan internal," ujar Argo. (bp/red).

Rabu, 05 Mei 2021

Bupati Pati Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Candi 2021





PATI, MCE - Bertempat di halaman Polres Pati, hari ini (5/5), Bupati Pati Haryanto memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi tahun 2021. Bupati yang bertindak sebagai inspektur upacara pun pada kesempatan tersebut, membacakan amat Kapolri.


Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat ini rupanya juga digelar secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka pengamanan hari Raya Idul Fitri 1442 H tahun 2021.


"Apel ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan operasi ketupat 2021 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 H, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Polri, Pemda dan mitra Kamtibmas lainnya", ujar Bupati.


Dalam amanat Kapolri tersebut, Haryanto juga mengatakan bahwa menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, tren kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2,03%. Hal ini, imbuhnya, disebabkan oleh karena adanya peningkatan aktifitas masyarakat khususnya menjelang akhir bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.


"Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah telah mengambil kebijakan larangan mudik. Dan ini merupakan tahun kedua karena situasi pandemi Covid-19", tambahnya.


Presiden Joko Widodo pun, menurut Haryanto, telah menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil melalui berbagai macam pertimbangan yaitu pengalaman terjadinya tren kenaikan kasus setelah pelaksanaan libur panjang, termasuk peningkatan kasus sebesar 93% setelah pelaksanaan libur Idul Fitri tahun lalu.


"Maka dari itu perlu adanya pengawasan ketat terhadap protokol kesehatan di daerah tujuan mudik, sentra perekonomian dan keramaian dengan memedomani surat telegram Kapolri agar mendirikan Posko terpadu, melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19, melakulan patroli gabungan secara periodik, memberlakukan one gate system serta meningkatkan dukungan terhadap program vaksinasi massal", tuturnya.


Saat diwawancarai, Haryanto pun menyebut jika untuk saat ini jumlah pemudik yang sudah melapor sebanyak 498 orang. Jumlah tersebut terbanyak dari kecamatan Winong dan Kecamatan Jaken. Sedangkan untuk kecamatan Tambakromo, Sukolilo, Margoyoso, Dukuhseti belum ada laporan.


"Dari 498 ini semuanya sudah kita swab antigen, dan ada indikasi beberapa yang positif dan sudah kita evakuasi ke RSUD Soewondo. Tapi OTG, jadi tidak ada gejala sakit. Jumlahnya ada dua orang", ungkapnya.


Oleh karena itu, ia menekankan perlunya upaya untuk mengantisipasi warga masyarakat yang pulang kampung. "Ataupun juga bagi yang sudah terlanjur mudik duluan, kita tidak bisa menolak untuk dikembalikan. Sanksinya adalah dengan cara dilakukan isolasi, swab, dan kalau tidak taat ya kita jemput. Seperti tadi sore juga ada yang kita jemput", pungkasnya. (adhi s)

Berita Terbaru