Tampilkan postingan dengan label presiden prabowo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label presiden prabowo. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Agustus 2026

Sinyal Keras Prabowo ke 150 Periset Di Istana: Riset Jangan Cuma Jadi Tumpukan Kertas



​JAKARTA, MCE - Pemandangan tak biasa mewarnai Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026). Untuk pertama kalinya dalam sejarah, lebih dari 150 periset terbaik bangsa dihimpun dalam satu ruangan, bertatap muka langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni diplomasi akademik, melainkan 'Panggilan Tugas' tegas dari kepala negara mengenai nasib riset, inovasi, dan pendidikan Indonesia.


​Presiden Prabowo menegaskan bahwa ekosistem riset tanah air tidak boleh lagi berjalan di tempat atau terjebak dalam sekat birokrasi. Pendidikan dan inovasi dipatok sebagai fondasi mutlak yang bakal menentukan apakah Indonesia mampu bersaing secara global atau sekadar menjadi penonton pada era Indonesia Emas 2045. Investment pada otak-otak terbaik bangsa ditegaskan sebagai harga mati.


​Sebelum melempar taklimat tajam, Prabowo membedah langsung jajaran pameran inovasi anak bangsa. Mulai dari cetak biru teknologi pendukung proyek raksasa Giant Sea Wall, persiapan teknologi nuklir menuju Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), tabung Compressed Natural Gas (CNG) efisien pengganti LPG, hingga teknologi Foodguard demi membentengi keamanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak ketinggalan, terobosan di bidang ketahanan pangan, kemandirian energi, pengelolaan sampah, alutsista pertahanan, hingga teknologi konstruksi program tiga juta rumah turut diuji langsung.


​Namun, kejutan terbesar justru lahir dari pameran alat pemenuh kebutuhan dasar. Di hadapan para peneliti, Presiden secara spontan memesan sepatu sekolah berbahan karet lokal buatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dibanderol di bawah Rp80 ribu per pasang. Aksi ini menjadi sentilan sekaligus pesan tersirat bagi industri nasional: karya anak bangsa harus murah, berkualitas, dan segera dihilirisasi ke pasar, bukan sekadar berakhir menjadi pajangan etalase atau laporan penelitian yang berdebu.


​Momentum Istana hari ini menebar sinyal kuat. Pemerintah siap menyokong dana dan panggung, namun para periset kini dituntut membuktikan bahwa laboratorium riset mampu melahirkan solusi konkret bagi persoalan rakyat dari urusan sepatu sekolah, isi piring gratis, hingga kemandirian energi nasional. (bp). 

Jumat, 17 Juli 2026

​Bergerak Serentak Hari Ini! Strategi Hilirisasi Pangan Presiden Prabowo Dimulai dari Jawa Timur





​JAWA TIMUR, MCE - Di tengah ketidakpastian geopolitik global yang mengancam rantai pasok dunia, Pemerintah Indonesia mengambil langkah agresif untuk mengamankan perut bumi pertiwi. Presiden Prabowo Subianto secara resmi bertolak ke Provinsi Jawa Timur guna memimpin langsung Panen Raya Serentak Tebu, Padi, dan Kedelai yang digelar di 43 titik di seluruh penjuru Indonesia, Jumat (17/7/2026).


​Langkah ini bukan sekadar seremoni pertanian biasa, melainkan sebuah sinyal kuat dari "perang" modern melawan ketergantungan impor. Menariknya, agenda strategis ini menjadi bukti nyata meleburnya sinergi TNI dalam menjaga stabilitas nasional dari sektor non-militer, yaitu ketahanan pangan.


​Operasi ketahanan pangan terintegrasi ini membagi sektor pengawalan secara masif:

​• TNI Angkatan Udara (AU): Mengawal panen raya komoditas tebu di 8 titik strategis.

​• TNI Angkatan Darat (AD): Membentengi ketahanan pokok lewat panen padi di 31 titik.

• TNI Angkatan Laut (AL): Mengamankan produksi protein nabati melalui panen kedelai di 4 titik.


​"Pemerintah tidak lagi sekadar menanam, kita sedang membangun benteng pertahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan," tegas arah kebijakan hilirisasi yang diusung dalam agenda ini.


​Selain turun langsung ke lahan pertanian, Presiden Prabowo dijadwalkan meninjau berbagai program unggulan TNI serta inisiatif hilirisasi. Fokusnya jelas: memastikan komoditas mentah tidak langsung dijual murah, melainkan diolah demi mendongkrak nilai tambah industri nasional secara eksponensial.


​Aksi serentak ini mengirimkan pesan tegas kepada publik dan pasar internasional bahwa Indonesia sedang memperkuat sektor agraria secara menyeluruh. Mulai dari melipatgandakan produksi, mendampingi nasib petani di garis depan, hingga eksekusi hilirisasi agresif demi satu tujuan mutlak: Swasembada pangan berkelanjutan dan kesejahteraan rakyat yang tidak bisa ditawar lagi. (bp). 

Rabu, 08 Juli 2026

​Gerebek Kafe & Money Changer Jaksel, Polri Sita Rp67,2 Miliar: Pusaran Korupsi Kakap Diatensi Langsung Presiden




​JAKARTA, MCE — Ketegangan pecah di kawasan elite Jakarta Selatan. Sejumlah personel Brimob bersenjata laras panjang mendadak mengepung dan mengamankan sebuah kafe serta money changer. Langkah represif ini merupakan bagian dari operasi penggeledahan serentak di delapan lokasi berbeda yang digelar oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Rabu (8/7).


​Operasi besar-besaran ini bukan isapan jempol. Penyidik melancarkan manuver tajam terkait penyidikan gurita kasus dugaan korupsi, suap, gratifikasi, hingga Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Tiga mega skandal yang sempat mengguncang publik kini dibongkar sekaligus: dugaan korupsi blackout batu bara PLN, korupsi PT Asabri, dan korupsi PT Krakatau Steel.


​Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa pergerakan ini adalah langkah tegas guna mengamankan barang bukti. Tidak main-main, operasi senyap berskala besar ini disebut-sebut menjadi atensi langsung Presiden Prabowo Subianto dalam agenda pembersihan ruang birokrasi dan korporasi negara.


​"Pengerahan personel Brimob dalam jumlah besar merupakan prosedur standar untuk mengantisipasi segala bentuk potensi perlawanan atau hambatan selama proses hukum berlangsung di lapangan," ujar Budi Hermanto.


​Sita Rp67,2 Miliar di Cipete: Kedai Kopi Jadi Kedok Cuci Uang?


​Hasilnya mengejutkan. Dari delapan titik yang disasar, penyidik berhasil mengamankan aset bernilai fantastis dari dua lokasi di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Tak kurang dari Rp67,2 miliar uang tunai berhasil disita. Uang haram tersebut diduga kuat mengalir ke kantong seorang oknum penyelenggara negara.


​Kepala Kortastipidkor Polri, Totok Suharyanto, mengungkapkan bahwa penyitaan dilakukan di Kafe de’Clan Signature dan Koin Money Changer. Selain tumpukan uang tunai, polisi juga mengangkut sejumlah dokumen krusial, perangkat elektronik, serta telepon genggam yang diyakini menyimpan rekam jejak digital kejahatan para pelaku.


​Secara rinci, dari Kafe de’Clan Signature saja, penyidik mengamankan mata uang asing dan domestik yang nilainya setara dengan hampir Rp60 miliar, meliputi:


​• SGD 3.130.000 (Dolar Singapura)

​• USD 889.965 (Dolar AS)

​• Rp259,16 juta (Rupiah)


​Proses penggeledahan dan penyitaan disaksikan langsung oleh tiga pegawai kafe yang tak berkutik saat polisi mengosongkan brankas di lokasi.


​Sinyal Tersangka Baru di Pusaran Elit


​Meski polisi masih mengunci rapat identitas oknum penyelenggara negara yang menjadi target utama, manuver serentak di delapan lokasi ini mengindikasikan bahwa badai hukum ini akan menyeret nama-nama besar.


​Penggeledahan ini menjadi sinyal kuat dari Kortastipidkor Polri bahwa tidak ada tempat aman bagi para koruptor untuk menyembunyikan harta jarahan mereka, bahkan di balik kedok bisnis kafe mentereng sekalipun. Publik kini menanti, siapa figur bermandikan uang puluhan miliar yang akan segera mengenakan rompi oranye tahanan. (bp). 

Selasa, 07 Juli 2026

​Babak Baru Poros Jakarta-New Delhi: Diperkuat Prabowo dan Modi, Parlemen Indonesia-India Resmi Bersatu



JAKARTA, MCE – Hubungan diplomatik antara Indonesia dan India kini resmi memasuki babak sejarah baru yang semakin solid. Presiden Prabowo Subianto secara langsung mendampingi Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, dalam kunjungan kenegaraannya untuk menemui Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani. Pertemuan tingkat tinggi yang sarat akan makna strategis ini berlangsung khidmat di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (07/07/2026).


​Kunjungan ini bukan sekadar pertemuan seremonial biasa. Hadirnya dua pemimpin besar Asia di markas parlemen Indonesia menandakan adanya pergeseran positif dalam peta geopolitik, di mana diplomasi kedua negara kini tidak lagi hanya bergerak di level eksekutif atau antarpemerintah (government-to-government), melainkan telah merambah kuat hingga ke tingkat legislatif.


​Dalam kesempatan bersejarah tersebut, PM Narendra Modi diberikan kehormatan untuk menyampaikan pidato langsung di hadapan para anggota dewan. Dalam orasinya, PM Modi menggarisbawahi pentingnya menjaga stabilitas, pertumbuhan ekonomi, serta kolaborasi erat antara dua negara demokrasi terbesar di Asia. Beliau menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan India bukan sekadar tentang kerja sama perdagangan atau politik, melainkan tentang warisan sejarah, budaya, dan visi masa depan yang saling bertautan erat.


​Kehadiran Presiden Prabowo di sisi PM Modi menegaskan komitmen penuh pemerintah Indonesia untuk terus mengawal kemitraan strategis ini. Langkah nyata ini dinilai banyak pengamat sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia siap mengambil peran yang jauh lebih besar dalam menjaga keseimbangan kawasan Indo-Pasifik bersama India.


​Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyambut hangat momentum emas ini. Pertemuan bilateral di tingkat parlemen diharapkan mampu memperkuat diplomasi antarlembaga legislatif sekaligus memperluas jembatan persahabatan antarmasyarakat (people-to-people contact) kedua bangsa. Sinergi ini mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari pertukaran komisi hukum terkait kebijakan publik, penguatan keamanan maritim di kawasan Samudra Hindia, hingga kolaborasi di bidang beasiswa pendidikan, teknologi digital, dan pariwisata budaya.


​Fondasi kokoh inilah yang nantinya akan memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif antara Indonesia dan India di masa mendatang. Dengan suksesnya kunjungan kenegaraan ini, poros Jakarta-New Delhi diproyeksikan akan semakin dinamis, membuktikan bahwa Indonesia terus aktif menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif, adaptif, dan disegani di panggung internasional. (bp). 

Rabu, 01 Juli 2026

​Pimpin Upacara HUT Bhayangkara, Prabowo Ingatkan Polri: Lindungi yang Lemah, Jaga Stabilitas Nasional




​BOGOR, MCE – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan teguran sekaligus arahan strategis yang mendalam saat memimpin Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026. Upacara besar tersebut digelar di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (1/7).


​Dalam amanatnya, Kepala Negara tidak hanya menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas dedikasi tanpa henti jajaran Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta mengawal agenda pembangunan nasional. Lebih dari itu, Presiden Prabowo memberikan pesan menohok mengenai hakikat sejati korps korps baju cokelat tersebut.


​Presiden menegaskan dengan garis keras bahwa kekuatan utama Polri sama sekali bukan pada senjata atau atribut yang mereka kenakan, melainkan pada komitmen dan kepercayaan masyarakat.


​“Kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi,” tegas Presiden Prabowo di hadapan ribuan personel.


​Oleh karena itu, Presiden menginstruksikan agar setiap anggota Polri wajib hadir secara nyata di tengah-tengah masyarakat. Polri dituntut untuk berdiri paling depan dalam melindungi pihak yang lemah, menjadi solusi saat rakyat menghadapi kesulitan, dan yang paling krusial: tidak boleh sekalipun menyusahkan rakyat.


​Menutup pidatonya yang membakar semangat, Presiden Prabowo mengingatkan sebuah catatan sejarah penting. Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun negara di dunia ini yang mampu mencapai kesuksesan besar tanpa didukung oleh institusi kepolisian yang unggul, profesional, dan dicintai oleh rakyatnya.


​Usai upacara formal selesai, Presiden bersama para tamu undangan disuguhkan aksi memukau melalui demonstrasi kemampuan taktis serta defile pasukan yang ditampilkan oleh anggota dan mitra Polri.


​Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Terus mengabdi dengan integritas tinggi untuk masyarakat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (bp). 

Minggu, 28 Juni 2026

​Tutup KSTI 2026, Presiden Prabowo: Jangan Cuma Jago Teori, Saatnya Inovasi Kuasai Ekonomi Global





​JAKARTA, MCE - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan penegasan kuat mengenai arah masa depan inovasi nasional saat secara resmi menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28/6/2026).


​Dalam pidatonya yang sarat akan pesan persatuan, Kepala Negara menggarisbawahi bahwa kemajuan Indonesia tidak bisa dicapai jika setiap sektor masih berjalan sendiri-sendiri. Presiden menuntut adanya peleburan ego sektoral antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, hingga para peneliti.


​"Kemajuan bangsa ini hanya dapat diwujudkan melalui persatuan seluruh potensi nasional," tegas Presiden Prabowo.


​Pemerintah secara eksplisit meminta seluruh pemangku kepentingan untuk tidak lagi terjebak dalam lingkaran birokrasi riset yang tidak produktif. Kolaborasi wajib diperkuat demi melahirkan inovasi konkret yang mampu menjawab tantangan nyata pembangunan sekaligus memutus ketergantungan asing demi mempercepat kemandirian ekonomi.


​Bukan Sekadar Wacana: Kelompok Kerja Tematik Langsung Dibentuk


​Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 kali ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul intelektual. Forum ini sukses menjadi ruang konsolidasi krusial untuk menyatukan gagasan besar dan kepakaran nasional.


​Pembahasan dalam forum ini dipastikan akan langsung ditindaklanjuti secara agresif. Pemerintah mengonfirmasi pembentukan kelompok kerja (pokja) tematik khusus. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap rekomendasi sains tidak berakhir di atas kertas, melainkan langsung dieksekusi menjadi solusi berbasis riset yang berdampak instan bagi kesejahteraan masyarakat.


​Penutupan KSTI 2026 ini menjadi genderang perang baru bagi perbaikan ekosistem sains, teknologi, dan inovasi nasional. Langkah bersama ini menjadi fondasi mutlak untuk membawa Indonesia keluar dari zona nyaman, menjadi negara yang mandiri secara ekonomi, dan siap bertarung di panggung kompetisi global. (bp). 

Sumber: Setkab RI

Rabu, 24 Juni 2026

​Puncak PENAS XVII 2026: Mengintip Cetak Biru Pertanian Modern Masa Depan Indonesia




​GORONTALO, MCE — Sektor pertanian yang modern, adaptif, dan produktif kini menjadi pilar fundamental sekaligus modal utama Indonesia dalam meniti jalan menuju swasembada pangan berkelanjutan. Komitmen kuat ini ditegaskan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat melakukan kunjungan kerja strategis di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu (24/6/2026).


​Dalam rangkaian agenda Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 tersebut, Kepala Negara meninjau langsung implementasi Teknologi Budidaya Padi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) serta area Gelar Teknologi. Eksibisi berskala nasional ini menyuguhkan berbagai lompatan inovasi mutakhir di sektor pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, serta ekosistem teknologi pendukung ketahanan pangan.


​Mengakselerasi Produktivitas Lewat Inovasi PM-AAS


​Di sela-sela peninjauan, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi yang tinggi terhadap berbagai terobosan teknologi baru yang berhasil dikembangkan di sektor agraria. Menurut Kepala Negara, intervensi teknologi modern seperti model PM-AAS bukan lagi sekadar opsi, melainkan sebuah kebutuhan mutlak demi mendongkrak produktivitas secara signifikan.


​"Pemanfaatan teknologi tepat guna dan modernisasi di sektor hulu hingga hilir terbukti mampu meningkatkan hasil panen secara melipat ganda, sekaligus memperkuat benteng ketahanan pangan nasional kita di tengah ketidakpastian global," ujar Presiden.


​Optimisme tinggi dipancarkan oleh Kepala Negara terkait masa depan sektor agraris tanah air. Pemerintah meyakini, dengan sinergi antara adopsi teknologi yang masif dan inovasi yang terus bergulir, Indonesia bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik secara mandiri, tetapi juga memiliki modalitas yang sangat besar untuk tampil sebagai lumbung pangan dunia (global food estate). Dampak positifnya, roda ekonomi di tingkat akar rumput akan berputar lebih cepat, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan lokal.


​Tiga Strategi Utama: Intensifikasi, Ekstensifikasi, dan Hilirisasi


​Guna mengejawantahkan visi besar tersebut menjadi realitas, Pemerintah Indonesia telah memetakan peta jalan (roadmap) yang komprehensif. Penguatan rantai produksi pangan nasional akan diakselerasi melalui integrasi tiga strategi utama:


​• Intensifikasi: Optimalisasi lahan pertanian yang ada dengan benih unggul, pemupukan presisi, dan manajemen air yang modern.


​• Ekstensifikasi: Perluasan areal tanam baru yang potensial dengan tetap menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan.


​• Hilirisasi: Transformasi hasil panen menjadi produk turunan bernilai tambah tinggi guna meningkatkan daya saing pasar dan pendapatan petani.


​Pemerintah juga memastikan bahwa penerapan teknologi pertanian berbasis digital dan mekanisasi ini tidak akan berhenti di pusat-pusat percontohan saja. Ke depan, implementasinya akan diperluas secara masif dan merata ke berbagai pelosok daerah di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi berbasis komunitas demi mewujudkan kedaulatan dan keswasembadaan pangan yang kuat, dimulai dari level desa hingga menjangkau skala nasional. (bp). 


Minggu, 14 Juni 2026

Rapat Tertutup di Kertanegara, Presiden Prabowo Pastikan Kepercayaan Dunia terhadap Indonesia Melonjak



JAKARTA, MCE – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat koordinasi strategis bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, pada Minggu (14/6/2026). Pertemuan ini menjadi sinyal kuat arah kebijakan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.


​Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran menteri kunci, di antaranya Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Menteri ESDM, Menteri Keuangan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kepala Badan Pengaturan BUMN, Menteri Sekretaris Negara, serta Sekretaris Kabinet.


​Fokus utama pembahasan dalam rapat tersebut adalah penyampaian laporan strategis dari Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara mengenai hasil kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Berdasarkan data valid yang dipaparkan, tercatat adanya peningkatan signifikan dalam tingkat kepercayaan dunia internasional terhadap iklim investasi di Tanah Air. Minat investor asing yang tinggi kini mulai terealisasi dalam bentuk aliran investasi ke berbagai sektor strategis nasional.


​Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas agar pencapaian positif ini tidak hanya menjadi konsumsi internal pemerintah. Presiden memerintahkan Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, untuk memaparkan data tersebut secara transparan kepada publik.


​Langkah ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menjaga akuntabilitas dan menghadirkan informasi berbasis fakta yang utuh kepada seluruh masyarakat Indonesia. Publik dapat menyimak pemaparan mendalam terkait data investasi nasional ini yang dijadwalkan akan dirilis secara resmi di Istana Merdeka pada Senin, 15 Juni 2026. (bp). 

Sumber: TIW (seskab) 



Selasa, 02 Juni 2026

​Gebrakan Prabowo: Rombak Total Pimpinan Badan Gizi, Dadan Hindayana Resmi Dicopot




​JAKARTA, MCE – Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah taktis sekaligus mengejutkan dengan merombak total (reshuffle) jajaran pimpinan puncak Badan Gizi Nasional (BGN). Evaluasi ketat selama 1,5 tahun terakhir disinyalir menjadi pemantik utama keputusan tegas ini, demi mengamankan program megaprojek nasional: Makan Bergizi Gratis (MBG).


​Keputusan krusial tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026). Dalam pengumuman tersebut, Mensesneg didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari.


​Dalam dekrit terbarunya, Presiden Prabowo resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN, serta mendepak Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya dari kursi Wakil Kepala BGN.


​Sebagai gantinya, tongkat komando kini diserahkan kepada Nanik S. Deyang selaku Kepala Badan Gizi Nasional yang baru. Ia tidak sendiri; Nanik akan disokong oleh dua Wakil Kepala baru, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.


​“Selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi, maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” tegas Mensesneg Prasetyo Hadi dengan nada lugas.


​Sinyal Ketegasan: Target Tinggi, Tanpa Kompromi


​Perombakan total ini mengirimkan sinyal kuat ke publik bahwa Istana tidak main-main dengan program perbaikan gizi masyarakat. Kepemimpinan baru ini dipasang dengan target mati: mempercepat eksekusi, merombak tata kelola organisasi yang mandek, serta memastikan anggaran negara untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tepat sasaran dan bebas kebocoran.


​Meski terjadi pencopotan massal, pemerintah tetap menyampaikan apresiasi formal atas kinerja jajaran pimpinan lama yang dianggap telah meletakkan fondasi awal kelembagaan.


​“Tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras, dedikasi selama ini di dalam membangun fondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional,” imbuh Prasetyo.


​Dituntut Langsung "Gas Pol"


​Presiden Prabowo menaruh beban berat di pundak Nanik S. Deyang dan tim barunya. Istana memerintahkan jajaran baru ini untuk segera melakukan konsolidasi internal tanpa berlama-lama, memperkuat radar koordinasi lintas kementerian, serta menyisir sinergi dengan pemerintah daerah.


​Langkah agresif ini dinilai mendesak agar seluruh program BGN berjalan tepat waktu dan akuntabel, mengingat program gizi ini merupakan pilar utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) Indonesia emas yang kompetitif.


​Masyarakat kini menunggu, apakah perombakan radikal di tubuh Badan Gizi Nasional ini mampu menjawab ekspektasi besar publik, atau sekadar bongkar pasang birokrasi biasa. (bp). 

Senin, 01 Juni 2026

​Bawa Pesan Khusus dari Emir Qatar, Wakil PM Sheikh Saoud Temui Presiden Prabowo di Istana Merdeka: Ada Apa?





​JAKARTA, MCE – Istana Merdeka menjadi saksi pentingnya penguatan diplomasi internasional Indonesia di Timur Tengah. Pada Senin (01/06/2026), Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menerima kunjungan kehormatan dari Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar, Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani.


​Pertemuan tingkat tinggi ini berlangsung hangat namun penuh dengan komitmen strategis. Salah satu agenda utama dalam kunjungan ini adalah penyampaian pesan khusus dari Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, yang dibawa langsung oleh Sheikh Saoud untuk Presiden Prabowo.


​Presiden Prabowo Subianto menyambut baik pesan serta perhatian mendalam yang ditunjukkan oleh Emir Qatar. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menegaskan kembali komitmen kuat Pemerintah Indonesia untuk terus menjaga, merawat, dan mempererat hubungan bilateral yang telah terjalin harmonis antara kedua negara.


​Tindak Lanjut Dialog Strategis RI-Qatar


​Selain pertukaran pesan dari kedua kepala negara, pertemuan ini juga menjadi wadah penting bagi kedua pemimpin untuk membahas tindak lanjut nyata dari berbagai sektor kerja sama. Hubungan kemitraan ini sebenarnya telah mengakar kuat, terlebih setelah momen penting pada April 2025 lalu. Saat itu, Presiden Prabowo bersama Emir Qatar menyaksikan langsung penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bertajuk “Memorandum Saling Pengertian tentang Dialog Strategis antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Negara Qatar.”


​Kunjungan Sheikh Saoud kali ini menjadi momentum krusial untuk mengeksplorasi implementasi dari dialog strategis tersebut. Setidaknya ada beberapa sektor prioritas yang kembali ditekankan dalam pertemuan di Istana Merdeka, antara lain:


​• Politik dan Isu Internasional/Regional: Menyelaraskan pandangan kedua negara terhadap stabilitas geopolitik global.


​• Pertahanan dan Keamanan: Mengingat latar belakang Sheikh Saoud sebagai Menteri Urusan Pertahanan, penguatan keamanan dan kontra-terorisme menjadi poin yang dibahas secara intensif.


​• Ekonomi, Perdagangan, dan Investasi: Membuka peluang baru untuk percepatan investasi Qatar di Indonesia serta perluasan pasar perdagangan.


​• Sosial Budaya: Penguatan hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact) dan pertukaran budaya yang lebih masif.


​Momen kehangatan dan ketegasan diplomasi ini juga terekam secara visual. Dalam foto tersebut, tampak Presiden Prabowo dengan pakaian safari khasnya menyambut hangat jabat tangan erat dari Sheikh Saoud di ruang kerja Istana, mencerminkan kedekatan personal sekaligus profesionalisme antar-pemimpin negara.


​Pertemuan ini diharapkan mampu membawa hubungan diplomasi Indonesia dan Qatar ke level yang lebih tinggi, memberikan dampak ekonomi yang riil bagi masyarakat, serta memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah politik global. (bp). 


​Sumber: BPMI Setpres


#Jakarta #KemensetnegRI #RilisPresiden #PrabowoSubianto #DiplomasiRIQatar 

​Penuh Haru, Presiden Prabowo Pimpin Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard Ryacudu di Kemenhan





​JAKARTA, MCE – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia di Jakarta pada Senin (1/6/2026). Presiden Prabowo Subianto hadir secara langsung untuk memimpin upacara persemayaman dan pelepasan jenazah salah satu putra terbaik bangsa, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu.


​Kehadiran Kepala Negara dalam prosesi ini menjadi wujud nyata penghormatan tertinggi dari negara atas dedikasi tanpa batas yang telah didekasikan almarhum sepanjang hidupnya demi menjaga kedaulatan Ibu Pertiwi.


​Penghormatan Terakhir dari Sahabat dan Kepala Negara


​Dalam prosesi yang berlangsung sakral tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan terakhir di depan peti jenazah yang diselimuti bendera Merah Putih. Presiden juga memimpin doa bersama demi mengantarkan kepergian sang jenderal ke keabadian.


​Bagi Presiden Prabowo, kehadiran ini bukan sekadar pemenuhan tugas protokoler kenegaraan, melainkan bentuk apresiasi mendalam terhadap seorang sahabat, senior, dan tokoh militer yang telah memberikan kontribusi besar bagi stabilitas keamanan nasional.


​"Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam prosesi ini merupakan wujud penghormatan dan penghargaan tertinggi negara atas segala jasa, pengorbanan, dan pengabdian tulus yang telah diberikan almarhum Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu kepada bangsa dan negara," tulis keterangan resmi terkait prosesi tersebut.


​Rekam Jejak Sang Jenderal Pengawal Kedaulatan

Nama Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu telah lama terukir dalam sejarah militer dan pemerintahan Indonesia. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai sosok prajurit sejati yang tegas, berintegritas, dan memiliki semangat nasionalisme yang tinggi.


​Rekam jejak kepemimpinannya tercatat emas dalam beberapa posisi strategis:


​• Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Periode 2002–2005: Di era ini, ia sukses memperkuat postur pertahanan darat dan menjaga stabilitas internal TNI.


​• Menteri Pertahanan RI Periode 2014–2019: Sebagai Menhan pada Kabinet Kerja, ia mencetuskan berbagai program penguatan alutsista dan gencar menanamkan program Bela Negara ke seluruh lapisan masyarakat.


​Usai upacara persemayaman selesai digelar di Kantor Kemenhan, jenazah almarhum dilepas dengan upacara militer penuh khidmat menuju tempat peristirahatannya yang terakhir di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta.


​Iring-iringan jenazah dikawal ketat oleh personel TNI sebagai bagian dari rangkaian penghormatan militer. Prosesi pemakaman secara militer di TMP Kalibata ini menandai akhir dari perjalanan panjang seorang prajurit yang telah menyerahkan seluruh hidup dan jiwanya untuk tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


​Selamat jalan, Jenderal. Pengabdianmu akan selalu abadi dalam catatan sejarah bangsa. (bp). 

Sumber: Setkab RI

Minggu, 17 Mei 2026

Presiden Prabowo Panen Raya Jagung di Tuban, Wujudkan Ketahanan Pangan




TUBAN, MCE – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tuban, Sabtu (16/05/2026). Bertolak kabupaten Nganjuk, kedatangan rombongan Presiden RI disambut Bupati Tuban, Komandan Korem 082/Citra Panca Yudha Jaya (CPYJ), dan Kapolres Tuban di Lapangan Desa Pucangan, kecamatan Montong. Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Dusun Bribin, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak disambut antusias warga yang di sepanjang jalan. 


Adapun agenda Presiden RI kali ini dalam rangka Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, Ground Breaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri, serta Launching Operasional 166 SPPG Polri. Kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto disambut Forkopimda Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Tuban, pejabat TNI-Polri, kementerian terkait, serta masyarakat setempat yang antusias menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia tersebut. 


Presiden Prabowo Subianto menjelaskan lawatannya ke Kabupaten Tuban menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan institusi Polri. Program ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga produktivitas sektor pertanian dan mendukung kesejahteraan petani. 


“Kabupaten Tuban dipilih sebagai salah satu lokasi kegiatan karena dinilai memiliki potensi besar pada sektor pertanian dan ketahanan pangan,” ungkapnya. 


Selain panen raya, Presiden RI juga melakukan ground breaking pembangunan 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri dan melaunching operasional 166 SPPG Polri. Sinkronisasi program ini, lanjut Presiden, diharapkan kian memperkuat ketahanan pangan yang membawa manfaat bagi warga.


Sementara itu, Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyebutkan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 berlokasi di 36 Polda seluruh Indonesia, dengan total area 189,7 ribu hektare. Dari jumlah tersebut, area Polda Jatim tercatat yang paling luas, yaitu 43,2 ribu hektare.


“Panen jagung hari ini berasal dari 1.608 hektare. Lahan Polda Jatim menjadi penyumbang panen terbanyak yaitu sekitar 650 hektare,” jelasnya. Khusus di lokasi Dusun Bribin, luas lahan yang panen mencapai 101,5 hektar yang terbagi da;am 4 Gapoktan. Hasil panen diperkiraan mencapai 609 ton yang akan diserapkan Bulog.


Di kesempatan yang sama, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Tuban sebagai lokasi pelaksanaan agenda nasional tersebut. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat peran Kabupaten Tuban sebagai daerah yang mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.


Bupati yang akrab disapa Mas Lindra itu menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Pemkab Tuban akan terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui penguatan infrastruktur pertanian, pendampingan petani, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern.


“Kami berharap kehadiran Presiden RI di Kabupaten Tuban membawa semangat yang lebih besar bagi para petani dan masyarakat. Pemkab Tuban berkomitmen mendukung penuh berbagai program pemerintah pusat demi mewujudkan ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (bp).

Sabtu, 16 Mei 2026

​Prabowo Turun Gunung ke Tuban, Garap Mega Proyek Ketahanan Pangan Nasional: Petani Siap Sejahtera



TUBAN, MCE - Ketahanan pangan bukan lagi sekadar wacana, melainkan medan tempur baru bagi kedaulatan bangsa. Menegaskan komitmen tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kabupaten Tuban pada Sabtu (16/5). Kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini membawa misi besar: memperkuat lumbung pangan nasional demi kesejahteraan rakyat.


​Bertolak dari Kabupaten Nganjuk, rombongan Presiden mendarat di Lapangan Desa Pucangan, Kecamatan Montong, disambut langsung oleh Bupati Tuban, Komandan Korem 082/CPYJ, dan Kapolres Tuban. Sepanjang rute menuju Dusun Bribin, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, antusiasme warga pecah. Ribuan masyarakat memadati pinggir jalan, menyambut histeris kehadiran Presiden yang dikenal tegas ini.


​Kunjungan kali ini bukan seremonial belaka. Presiden Prabowo memimpin langsung tiga agenda krusial berskala nasional:

​1. Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II

​2. Ground Breaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri

​3. Launching Operasional 166 SPPG Polri


​"Kabupaten Tuban dipilih karena memiliki potensi raksasa di sektor pertanian. Ini adalah bukti nyata sinergi pusat, daerah, dan Polri dalam menjaga produktivitas serta harga di tingkat petani," tegas Presiden Prabowo di hadapan Forkopimda Jatim dan ribuan pasang mata yang hadir.


​Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membeberkan angka yang fantastis. Panen Raya Jagung Kuartal II Tahun 2026 ini digelar serentak di 36 Polda dengan total area mencapai 189,7 ribu hektare.

Hebatnya, Jawa Timur keluar sebagai jawara penyumbang lahan terluas.


​"Lahan Polda Jatim adalah yang terluas dengan 43,2 ribu hektare. Dari total panen hari ini sebesar 1.608 hektare, Jatim menyumbang porsi terbesar yaitu 650 hektare. Khusus di Dusun Bribin Tuban saja, lahan yang dipanen mencapai 101,5 hektare dengan potensi hasil 609 ton jagung yang siap diserap utuh oleh Bulog," ungkap Kapolri.


​Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE (Mas Lindra), tidak menyia-nyiakan momentum emas ini. Ia menyampaikan apresiasi tertinggi atas kepercayaan hilirisasi agenda nasional ini di tanah Tuban.


​"Kehadiran Bapak Presiden adalah bahan bakar semangat bagi petani kami. Pemkab Tuban berkomitmen penuh. Kita tidak hanya bicara soal pupuk, tapi memperkuat infrastruktur, pendampingan, hingga digitalisasi teknologi pertanian modern," pungkas Mas Lindra optimistis.


​Melalui sinkronisasi tanpa celah antara Presiden, Kapolri, dan Kepala Daerah ini, Tuban sukses membuktikan diri bukan lagi sekadar penonton, melainkan motor penggerak utama ketahanan pangan Indonesia masa depan. (bp). 

Jumat, 08 Mei 2026

​Miangas Bukan Lagi Punggung, Tapi Wajah Republik: Prabowo Pijakkan Kaki di Titik Nol Utara Nusantara



MIANGAS, SULAWESI UTARA, MCE – Sabtu pagi, 9 Mei 2026, tepat pukul 10.30 WITA, sebuah sejarah baru tertoreh di garis terdepan Indonesia. Presiden Prabowo Subianto resmi mendarat di Pulau Miangas, sepetak tanah karang seluas 3,5 kilometer persegi yang menjadi benteng terakhir kedaulatan di utara Nusantara.


​Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Miangas, yang secara geografis lebih akrab dengan aroma Filipina ketimbang daratan Manado—mengingat jarak tempuhnya yang mencapai 24 jam pelayaran—selama ini sering merasa terlupakan di balik cakrawala. Namun hari ini, Presiden menegaskan bahwa Miangas bukan lagi "punggung" yang membelakangi pusat, melainkan "beranda terdepan" yang harus bersolek.


​Tak datang dengan tangan hampa, Presiden memboyong enam Menteri Kabinet langsung dari Jakarta. Langkah ini mengirimkan pesan politik yang tajam: pembangunan tidak boleh berhenti di Jawa atau Sulawesi daratan saja.


​Fokus utama Presiden dalam kunjungan ini menyentuh aspek paling fundamental kehidupan warga:

​Kedaulatan Kesehatan: Pengecekan fasilitas Puskesmas agar warga tak perlu bertaruh nyawa di laut saat sakit.

​Akses Hidup: Peninjauan instalasi air bersih dan infrastruktur dasar.

​Masa Depan Generasi: Menemui 143 anak sekolah yang menjadi tumpuan harapan di perbatasan.

​Konektivitas Digital: Memastikan jaringan komunikasi tidak lagi "setengah hati" di wilayah terluar.


​Di pulau yang dihuni oleh 823 jiwa (232 Kepala Keluarga) ini, Presiden disambut dengan kehangatan khas masyarakat Miangas. Meskipun hidup dalam keterbatasan logistik dan jarak, warga Miangas adalah manifestasi nyata dari cinta tanah air. Di sini, toleransi bukan sekadar slogan, melainkan napas kehidupan sehari-hari.


​"Kita tidak ingin ada warga negara yang merasa menjadi 'anak tiri' hanya karena jarak. Miangas adalah Indonesia, dan Indonesia hadir di sini hari ini," tegas Presiden dalam salah satu sesi bincang bersama warga.


​Kehadiran jajaran pejabat tinggi di titik paling utara ini seakan menyengat kesadaran publik bahwa kedaulatan bukan hanya soal alutsista, melainkan soal kesejahteraan rakyat di perbatasan. Dengan luas wilayah yang mungil namun memiliki nilai strategis yang masif, Miangas kini bersiap menyongsong era baru pembangunan yang lebih inklusif.


​Bagi 143 anak sekolah di Miangas, kehadiran Presiden dan enam menterinya adalah janji bahwa mimpi mereka setara dengan anak-anak di Jakarta. Hari ini, dari titik 126 derajat Bujur Timur, Indonesia menunjukkan taringnya—bukan dengan agresi, tapi dengan pembangunan yang merata.


#PrabowoSubianto #PulauMiangas #PerbatasanIndonesia #KedaulatanNKRI #IndonesiaUtara

Jumat, 13 Maret 2026

Timur Tengah Memanas, Presiden Prabowo Kumpulkan DEN: Siapkan Perisai Ekonomi Nasional




​JAKARTA, MCE – Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat merespons dinamika geopolitik global yang kian memanas. Bertempat di Jakarta pada Rabu (11/3/2026), Kepala Negara memimpin pertemuan strategis bersama jajaran Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan menteri terkait untuk memitigasi dampak eskalasi konflik di Timur Tengah terhadap stabilitas ekonomi domestik.


​Dalam pertemuan tersebut, Presiden menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah melindungi daya beli masyarakat dan menjaga ketahanan fiskal. Meski tensi global meningkat, pemerintah memberikan jaminan bahwa pasokan energi nasional, baik BBM maupun gas, saat ini berada dalam posisi aman dan terkendali.


​Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau fluktuasi harga komoditas energi di pasar internasional. Langkah mitigasi telah disiapkan agar gejolak harga global tidak memberikan tekanan berlebih pada APBN.


​"Kita harus siap dengan segala skenario. Fokus kita adalah memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian dunia," ujar Presiden Prabowo dalam arahan tertutupnya.


​Sebagai langkah jangka panjang, Presiden menekankan dua pilar utama penguatan ekonomi:
​- Akselerasi Swasembada Energi: Mempercepat kemandirian energi nasional guna memutus rantai ketergantungan pada pasokan global yang rentan konflik.
​- Digitalisasi Pemerintahan: Transformasi sistem birokrasi, termasuk pilot project digitalisasi penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) untuk memastikan belanja negara lebih tepat sasaran dan efisien.


​Presiden Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran kabinet untuk meningkatkan kewaspadaan dan tetap responsif terhadap dinamika global. Kesiapan kebijakan dan ketepatan pengambilan keputusan menjadi kunci agar Indonesia mampu melampaui tantangan ekonomi global tahun ini dengan tangguh. (bp). 


​#PresidenPrabowo #EkonomiGlobal #TimurTengah #SwasembadaEnergi #KetahananNasional


Rabu, 11 Maret 2026

Dari Transformasi STEM hingga Misi Kemanusiaan Palestina, Prabowo Geber 5 Agenda Strategis



BOGOR, MCE – Kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, menjadi pusat komando penting pada Minggu (08/03/2026). Sejak siang hingga malam hari, Presiden menggelar lima rangkaian rapat maraton bersama jajaran menteri dan pejabat teras Kabinet Merah Putih untuk membahas isu-isu krusial, mulai dari revolusi pendidikan hingga stabilitas keamanan nasional menjelang Lebaran.


​Pertemuan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia dan menjaga posisi diplomasi Indonesia di kancah internasional.


​Fokus utama dalam diskusi tersebut adalah akselerasi kualitas pendidikan tinggi. Presiden Prabowo meminta laporan mendalam mengenai pembangunan 10 kampus baru yang difokuskan pada bidang STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika) serta Kedokteran. Langkah ini dinilai sebagai tulang punggung visi Indonesia Emas 2045.


​Tak hanya soal infrastruktur, Presiden juga menekankan peningkatan daya saing Perguruan Tinggi Negeri (PTN) agar mampu menembus peringkat global dan memperluas kolaborasi dengan universitas elite dunia.


​Sisi humanis dan diplomatik Presiden Prabowo kembali terlihat saat ia meninjau perkembangan mahasiswa asal Palestina yang menempuh studi di Universitas Pertahanan (Unhan).


​"Program yang diinisiasi Presiden sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada 2022 ini terus berkembang pesat. Dari semula hanya 20-40 anak, kini tercatat hampir 200 mahasiswa-mahasiswi Palestina yang diberikan akses pendidikan di Indonesia sebagai bentuk dukungan konkret terhadap perjuangan mereka," ujar salah satu sumber di lingkungan Istana.


​Selain itu, Presiden juga memberikan perhatian khusus pada eskalasi situasi di Timur Tengah untuk memastikan posisi diplomasi Indonesia tetap selaras dengan kepentingan perdamaian dunia.


​Menjelang H-10 Hari Raya Idulfitri, Presiden Prabowo memastikan negara hadir dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat. Ia menginstruksikan jajaran terkait untuk mematangkan kesiapan keamanan dan kelancaran arus mudik agar tradisi tahunan ini berjalan tanpa kendala berarti.


Rapat intensif ini dihadiri oleh sejumlah pejabat strategis, di antaranya:
​- Brian Yuliarto (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi)
​- Sjafrie Sjamsoeddin (Menteri Pertahanan)
​- Donny Ermawan (Wakil Menteri Pertahanan)
​- Rektor Universitas Pertahanan
​- Sigit Santosa (Direktur Utama PT Pindad)


​Pertemuan di "Bukit Hambalang" ini mengirimkan sinyal kuat bahwa pemerintah tetap bekerja penuh waktu demi memastikan target-target strategis tercapai tepat waktu, meski di hari libur sekalipun. (bp). 

Senin, 02 Maret 2026

​Meneladani Sosok Try Sutrisno, Menhan Sjafrie Hadiri Upacara Pemakaman yang Dipimpin Presiden Prabowo




​JAKARTA, MCE – Langit Jakarta Selatan berselimut suasana khidmat saat dentuman meriam dan lagu "Gugur Bunga" mengiringi kepulangan salah satu putra terbaik bangsa. Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, hadir memberikan penghormatan terakhir dalam upacara pemakaman Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Senin (2/3).


​Upacara kebesaran militer ini dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Prosesi ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan bentuk apresiasi tertinggi negara atas dedikasi tanpa batas almarhum selama puluhan tahun mengabdi pada Ibu Pertiwi.


​Dalam balutan seragam formal kabinet, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin tampak mengikuti setiap tahapan prosesi dengan penuh takzim. Puncak acara ditandai dengan pembacaan Apel Persada oleh Presiden Prabowo, sebuah momen sakral yang menegaskan bahwa seluruh jiwa dan raga almarhum kini telah diserahkan kembali ke pangkuan bumi Indonesia.


​Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno dikenal sebagai sosok prajurit sejati dengan karier cemerlang, mulai dari Panglima ABRI hingga menjabat sebagai Wakil Presiden periode 1993–1998. Kehadiran Menhan Sjafrie di barisan terdepan bersama jajaran Kabinet Merah Putih menjadi simbol estafet nilai-nilai patriotisme dari generasi senior kepada para pemegang kebijakan pertahanan saat ini.


​Kehadiran jajaran menteri dan tokoh bangsa dalam pemakaman ini mencerminkan rasa kehilangan yang mendalam bagi bangsa Indonesia. Bagi Menhan Sjafrie, sosok almarhum adalah teladan dalam integritas dan kesetiaan terhadap Pancasila serta UUD 1945.


​"Dharma bakti almarhum adalah fondasi bagi generasi penerus di institusi pertahanan dan pemerintahan. Beliau adalah kompas moral yang meninggalkan warisan keteladanan yang tidak akan lekang oleh waktu," ungkap sebuah pernyataan tersirat dari kehadiran jajaran petinggi negara di lokasi.


​Seiring dengan diturunkannya jenazah ke liang lahat, doa-doa dipanjatkan oleh keluarga, kerabat, dan rekan sejawat. Penyerahan bendera Merah Putih kepada pihak keluarga menjadi penutup yang menyentuh, menandai selesainya tugas duniawi sang Jenderal.


​Bagi publik, kebersamaan Presiden Prabowo dan Menhan Sjafrie dalam mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhir menegaskan soliditas kepemimpinan nasional dalam menghargai sejarah dan jasa para pendahulu bangsa. (bp). 

Minggu, 15 Februari 2026

Prabowo Warning Para Menteri, Tegaskan Indonesia Bukan Penonton dalam Negosiasi Global




​BOGOR, MCE – Di bawah langit mendung Hambalang, sebuah pesan tegas dikirimkan dari kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran menteri ekonomi pada Minggu sore, 15 Februari 2026. Pertemuan strategis ini bukan sekadar diskusi rutin; ini adalah pengejawantahan doktrin ekonomi nasional yang menuntut keberpihakan total pada kepentingan dalam negeri.


​Dalam suasana yang intens, Presiden Prabowo memberikan instruksi langsung mengenai posisi tawar Indonesia di panggung internasional. Menjelang perundingan ekonomi krusial dengan Amerika Serikat, Presiden menegaskan bahwa setiap kesepakatan yang ditandatangani tidak boleh hanya berakhir sebagai seremonial diplomatik.


​"Presiden tidak memberikan ruang bagi kebijakan yang bersifat pasif. Beliau menegaskan bahwa posisi Indonesia dalam setiap meja perundingan harus berada pada titik paling menguntungkan dan memiliki dampak langsung bagi kedaulatan ekonomi kita," ujar salah satu sumber internal yang hadir.


​Fokus utama Presiden kali ini tertuju pada dua pilar besar: Produktivitas Industri dan Rantai Pasok Global (Global Supply Chain). Prabowo menginginkan Indonesia bertransformasi dari sekadar penyedia bahan baku menjadi pemain kunci di jantung rantai pasok industri dunia.


​Ada dua poin krusial yang ditekankan Presiden dalam pertemuan tersebut:
​- Akselerasi Produktivitas: Setiap negosiasi internasional wajib membawa alih teknologi dan investasi yang mampu memacu mesin industri domestik secara masif.
​- Kedaulatan Supply Chain: Indonesia harus memperkuat posisinya dalam peta pasokan global, memastikan industri nasional tidak hanya terintegrasi, tetapi juga mendikte arah pasar.


​Menutup arahannya, Presiden memberikan peringatan keras bahwa setiap kebijakan tidak boleh terjebak dalam labirin birokrasi atau sekadar wacana di atas kertas. Beliau menuntut hasil yang segera dan konkret.


​Bagi Presiden Prabowo, indikator keberhasilan sebuah negosiasi ekonomi hanya satu: seberapa besar keuntungan nyata yang mengalir ke dalam negeri untuk memperkuat struktur ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat. Pertemuan Hambalang sore ini menjadi sinyal kuat bagi para mitra internasional bahwa Indonesia, di bawah kepemimpinan Prabowo, akan maju dengan posisi tawar yang jauh lebih tangguh dan terukur. (bp). 

Selasa, 03 Februari 2026

Kawal Visi Presiden, Menko AHY Targetkan Sinergi Pusat-Daerah Jadi Motor Percepatan Nasional




BOGOR, MCE – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa integrasi antara pemerintah pusat dan daerah bukan lagi pilihan, melainkan syarat mutlak. Hal ini disampaikan AHY dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Senin (2/2/2026).


​Hadir mendampingi Presiden Prabowo Subianto yang membuka acara secara resmi, Menko AHY menyoroti pentingnya menerjemahkan visi besar Presiden ke dalam langkah konkret di lapangan. Menurutnya, hambatan pembangunan seringkali terjadi akibat adanya sekat birokrasi antara pusat dan daerah.


​"Presiden menekankan keselarasan visi dan konsistensi kebijakan sebagai kunci. Rakornas ini adalah ruang untuk memastikan pembangunan nasional tidak hanya berhenti di atas kertas, tapi menghadirkan lompatan nyata di seluruh pelosok Indonesia," tegas AHY.


​Fokus utama pembangunan ke depan akan dipusatkan pada penguatan kedaulatan pangan, kemandirian energi, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui infrastruktur yang terintegrasi. (bp). 

​Presiden Prabowo Subianto: Swasembada Pangan dan Energi Adalah Harga Mati Transformasi Bangsa




​BOGOR, MCE – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa kedaulatan pangan dan energi merupakan pilar fundamental dalam Strategi Transformasi Bangsa menuju Indonesia Maju. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam arahannya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Senin (02/02).


​Dalam forum yang dihadiri oleh seluruh kepala daerah dan pimpinan instansi vertikal tersebut, Presiden menekankan bahwa peningkatan kualitas hidup rakyat adalah tolok ukur utama keberhasilan pembangunan.


​"Swasembada pangan adalah syarat mutlak agar kemerdekaan kita nyata, di mana seluruh produksi pangan harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat. Begitu juga dengan energi; kita harus mandiri dengan mengoptimalkan sumber daya nasional agar aliran uang kembali ke desa, bukan keluar negeri," ujar Presiden Prabowo.


Presiden memaparkan data konkret terkait tiga program prioritas yang menjadi lokomotif kesejahteraan sosial:
​- Makan Bergizi Gratis (MBG): Hingga saat ini telah menjangkau 60 juta jiwa. Pemerintah menargetkan perluasan cakupan hingga 82 juta penerima pada Desember 2026. Program ini tidak hanya berfokus pada gizi, tetapi juga telah menyerap satu juta tenaga kerja baru.
​- Kesehatan Masyarakat: Layanan pemeriksaan kesehatan gratis telah dinikmati oleh 70 juta warga sebagai bagian dari penguatan basis kesehatan nasional.
​- Transformasi Pendidikan: Sebanyak 282.180 sekolah, termasuk di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), telah dilengkapi dengan fasilitas Interactive Flat Panel untuk menjamin pemerataan kualitas pembelajaran.


Selain penguatan di sektor akar rumput, Presiden juga menyoroti langkah strategis di level ekonomi makro melalui pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Lembaga ini dirancang untuk mengonsolidasikan kekuatan aset negara guna meningkatkan daya saing investasi Indonesia di kancah global.


​"BPI Danantara kini mengelola aset strategis senilai 1 triliun USD. Ini adalah instrumen kita untuk menghimpun kekuatan ekonomi negara dan memastikan investasi yang masuk benar-benar berdampak pada transformasi nasional," tambah Presiden.


​Melalui Rakornas ini, Presiden menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah untuk bersinergi menjaga momentum pertumbuhan ini demi mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju dan modern di masa depan. (bp). 

Berita Terbaru