Tampilkan postingan dengan label presiden prabowo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label presiden prabowo. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Agustus 2026

Sinyal Keras Prabowo ke 150 Periset Di Istana: Riset Jangan Cuma Jadi Tumpukan Kertas



​JAKARTA, MCE - Pemandangan tak biasa mewarnai Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026). Untuk pertama kalinya dalam sejarah, lebih dari 150 periset terbaik bangsa dihimpun dalam satu ruangan, bertatap muka langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni diplomasi akademik, melainkan 'Panggilan Tugas' tegas dari kepala negara mengenai nasib riset, inovasi, dan pendidikan Indonesia.


​Presiden Prabowo menegaskan bahwa ekosistem riset tanah air tidak boleh lagi berjalan di tempat atau terjebak dalam sekat birokrasi. Pendidikan dan inovasi dipatok sebagai fondasi mutlak yang bakal menentukan apakah Indonesia mampu bersaing secara global atau sekadar menjadi penonton pada era Indonesia Emas 2045. Investment pada otak-otak terbaik bangsa ditegaskan sebagai harga mati.


​Sebelum melempar taklimat tajam, Prabowo membedah langsung jajaran pameran inovasi anak bangsa. Mulai dari cetak biru teknologi pendukung proyek raksasa Giant Sea Wall, persiapan teknologi nuklir menuju Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), tabung Compressed Natural Gas (CNG) efisien pengganti LPG, hingga teknologi Foodguard demi membentengi keamanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak ketinggalan, terobosan di bidang ketahanan pangan, kemandirian energi, pengelolaan sampah, alutsista pertahanan, hingga teknologi konstruksi program tiga juta rumah turut diuji langsung.


​Namun, kejutan terbesar justru lahir dari pameran alat pemenuh kebutuhan dasar. Di hadapan para peneliti, Presiden secara spontan memesan sepatu sekolah berbahan karet lokal buatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dibanderol di bawah Rp80 ribu per pasang. Aksi ini menjadi sentilan sekaligus pesan tersirat bagi industri nasional: karya anak bangsa harus murah, berkualitas, dan segera dihilirisasi ke pasar, bukan sekadar berakhir menjadi pajangan etalase atau laporan penelitian yang berdebu.


​Momentum Istana hari ini menebar sinyal kuat. Pemerintah siap menyokong dana dan panggung, namun para periset kini dituntut membuktikan bahwa laboratorium riset mampu melahirkan solusi konkret bagi persoalan rakyat dari urusan sepatu sekolah, isi piring gratis, hingga kemandirian energi nasional. (bp). 

Jumat, 17 Juli 2026

​Bergerak Serentak Hari Ini! Strategi Hilirisasi Pangan Presiden Prabowo Dimulai dari Jawa Timur





​JAWA TIMUR, MCE - Di tengah ketidakpastian geopolitik global yang mengancam rantai pasok dunia, Pemerintah Indonesia mengambil langkah agresif untuk mengamankan perut bumi pertiwi. Presiden Prabowo Subianto secara resmi bertolak ke Provinsi Jawa Timur guna memimpin langsung Panen Raya Serentak Tebu, Padi, dan Kedelai yang digelar di 43 titik di seluruh penjuru Indonesia, Jumat (17/7/2026).


​Langkah ini bukan sekadar seremoni pertanian biasa, melainkan sebuah sinyal kuat dari "perang" modern melawan ketergantungan impor. Menariknya, agenda strategis ini menjadi bukti nyata meleburnya sinergi TNI dalam menjaga stabilitas nasional dari sektor non-militer, yaitu ketahanan pangan.


​Operasi ketahanan pangan terintegrasi ini membagi sektor pengawalan secara masif:

​• TNI Angkatan Udara (AU): Mengawal panen raya komoditas tebu di 8 titik strategis.

​• TNI Angkatan Darat (AD): Membentengi ketahanan pokok lewat panen padi di 31 titik.

• TNI Angkatan Laut (AL): Mengamankan produksi protein nabati melalui panen kedelai di 4 titik.


​"Pemerintah tidak lagi sekadar menanam, kita sedang membangun benteng pertahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan," tegas arah kebijakan hilirisasi yang diusung dalam agenda ini.


​Selain turun langsung ke lahan pertanian, Presiden Prabowo dijadwalkan meninjau berbagai program unggulan TNI serta inisiatif hilirisasi. Fokusnya jelas: memastikan komoditas mentah tidak langsung dijual murah, melainkan diolah demi mendongkrak nilai tambah industri nasional secara eksponensial.


​Aksi serentak ini mengirimkan pesan tegas kepada publik dan pasar internasional bahwa Indonesia sedang memperkuat sektor agraria secara menyeluruh. Mulai dari melipatgandakan produksi, mendampingi nasib petani di garis depan, hingga eksekusi hilirisasi agresif demi satu tujuan mutlak: Swasembada pangan berkelanjutan dan kesejahteraan rakyat yang tidak bisa ditawar lagi. (bp). 

Rabu, 08 Juli 2026

​Gerebek Kafe & Money Changer Jaksel, Polri Sita Rp67,2 Miliar: Pusaran Korupsi Kakap Diatensi Langsung Presiden




​JAKARTA, MCE — Ketegangan pecah di kawasan elite Jakarta Selatan. Sejumlah personel Brimob bersenjata laras panjang mendadak mengepung dan mengamankan sebuah kafe serta money changer. Langkah represif ini merupakan bagian dari operasi penggeledahan serentak di delapan lokasi berbeda yang digelar oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Rabu (8/7).


​Operasi besar-besaran ini bukan isapan jempol. Penyidik melancarkan manuver tajam terkait penyidikan gurita kasus dugaan korupsi, suap, gratifikasi, hingga Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Tiga mega skandal yang sempat mengguncang publik kini dibongkar sekaligus: dugaan korupsi blackout batu bara PLN, korupsi PT Asabri, dan korupsi PT Krakatau Steel.


​Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa pergerakan ini adalah langkah tegas guna mengamankan barang bukti. Tidak main-main, operasi senyap berskala besar ini disebut-sebut menjadi atensi langsung Presiden Prabowo Subianto dalam agenda pembersihan ruang birokrasi dan korporasi negara.


​"Pengerahan personel Brimob dalam jumlah besar merupakan prosedur standar untuk mengantisipasi segala bentuk potensi perlawanan atau hambatan selama proses hukum berlangsung di lapangan," ujar Budi Hermanto.


​Sita Rp67,2 Miliar di Cipete: Kedai Kopi Jadi Kedok Cuci Uang?


​Hasilnya mengejutkan. Dari delapan titik yang disasar, penyidik berhasil mengamankan aset bernilai fantastis dari dua lokasi di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Tak kurang dari Rp67,2 miliar uang tunai berhasil disita. Uang haram tersebut diduga kuat mengalir ke kantong seorang oknum penyelenggara negara.


​Kepala Kortastipidkor Polri, Totok Suharyanto, mengungkapkan bahwa penyitaan dilakukan di Kafe de’Clan Signature dan Koin Money Changer. Selain tumpukan uang tunai, polisi juga mengangkut sejumlah dokumen krusial, perangkat elektronik, serta telepon genggam yang diyakini menyimpan rekam jejak digital kejahatan para pelaku.


​Secara rinci, dari Kafe de’Clan Signature saja, penyidik mengamankan mata uang asing dan domestik yang nilainya setara dengan hampir Rp60 miliar, meliputi:


​• SGD 3.130.000 (Dolar Singapura)

​• USD 889.965 (Dolar AS)

​• Rp259,16 juta (Rupiah)


​Proses penggeledahan dan penyitaan disaksikan langsung oleh tiga pegawai kafe yang tak berkutik saat polisi mengosongkan brankas di lokasi.


​Sinyal Tersangka Baru di Pusaran Elit


​Meski polisi masih mengunci rapat identitas oknum penyelenggara negara yang menjadi target utama, manuver serentak di delapan lokasi ini mengindikasikan bahwa badai hukum ini akan menyeret nama-nama besar.


​Penggeledahan ini menjadi sinyal kuat dari Kortastipidkor Polri bahwa tidak ada tempat aman bagi para koruptor untuk menyembunyikan harta jarahan mereka, bahkan di balik kedok bisnis kafe mentereng sekalipun. Publik kini menanti, siapa figur bermandikan uang puluhan miliar yang akan segera mengenakan rompi oranye tahanan. (bp). 

Selasa, 07 Juli 2026

​Babak Baru Poros Jakarta-New Delhi: Diperkuat Prabowo dan Modi, Parlemen Indonesia-India Resmi Bersatu



JAKARTA, MCE – Hubungan diplomatik antara Indonesia dan India kini resmi memasuki babak sejarah baru yang semakin solid. Presiden Prabowo Subianto secara langsung mendampingi Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, dalam kunjungan kenegaraannya untuk menemui Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani. Pertemuan tingkat tinggi yang sarat akan makna strategis ini berlangsung khidmat di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (07/07/2026).


​Kunjungan ini bukan sekadar pertemuan seremonial biasa. Hadirnya dua pemimpin besar Asia di markas parlemen Indonesia menandakan adanya pergeseran positif dalam peta geopolitik, di mana diplomasi kedua negara kini tidak lagi hanya bergerak di level eksekutif atau antarpemerintah (government-to-government), melainkan telah merambah kuat hingga ke tingkat legislatif.


​Dalam kesempatan bersejarah tersebut, PM Narendra Modi diberikan kehormatan untuk menyampaikan pidato langsung di hadapan para anggota dewan. Dalam orasinya, PM Modi menggarisbawahi pentingnya menjaga stabilitas, pertumbuhan ekonomi, serta kolaborasi erat antara dua negara demokrasi terbesar di Asia. Beliau menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan India bukan sekadar tentang kerja sama perdagangan atau politik, melainkan tentang warisan sejarah, budaya, dan visi masa depan yang saling bertautan erat.


​Kehadiran Presiden Prabowo di sisi PM Modi menegaskan komitmen penuh pemerintah Indonesia untuk terus mengawal kemitraan strategis ini. Langkah nyata ini dinilai banyak pengamat sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia siap mengambil peran yang jauh lebih besar dalam menjaga keseimbangan kawasan Indo-Pasifik bersama India.


​Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyambut hangat momentum emas ini. Pertemuan bilateral di tingkat parlemen diharapkan mampu memperkuat diplomasi antarlembaga legislatif sekaligus memperluas jembatan persahabatan antarmasyarakat (people-to-people contact) kedua bangsa. Sinergi ini mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari pertukaran komisi hukum terkait kebijakan publik, penguatan keamanan maritim di kawasan Samudra Hindia, hingga kolaborasi di bidang beasiswa pendidikan, teknologi digital, dan pariwisata budaya.


​Fondasi kokoh inilah yang nantinya akan memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif antara Indonesia dan India di masa mendatang. Dengan suksesnya kunjungan kenegaraan ini, poros Jakarta-New Delhi diproyeksikan akan semakin dinamis, membuktikan bahwa Indonesia terus aktif menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif, adaptif, dan disegani di panggung internasional. (bp). 

Rabu, 01 Juli 2026

​Pimpin Upacara HUT Bhayangkara, Prabowo Ingatkan Polri: Lindungi yang Lemah, Jaga Stabilitas Nasional




​BOGOR, MCE – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan teguran sekaligus arahan strategis yang mendalam saat memimpin Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026. Upacara besar tersebut digelar di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (1/7).


​Dalam amanatnya, Kepala Negara tidak hanya menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas dedikasi tanpa henti jajaran Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta mengawal agenda pembangunan nasional. Lebih dari itu, Presiden Prabowo memberikan pesan menohok mengenai hakikat sejati korps korps baju cokelat tersebut.


​Presiden menegaskan dengan garis keras bahwa kekuatan utama Polri sama sekali bukan pada senjata atau atribut yang mereka kenakan, melainkan pada komitmen dan kepercayaan masyarakat.


​“Kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi,” tegas Presiden Prabowo di hadapan ribuan personel.


​Oleh karena itu, Presiden menginstruksikan agar setiap anggota Polri wajib hadir secara nyata di tengah-tengah masyarakat. Polri dituntut untuk berdiri paling depan dalam melindungi pihak yang lemah, menjadi solusi saat rakyat menghadapi kesulitan, dan yang paling krusial: tidak boleh sekalipun menyusahkan rakyat.


​Menutup pidatonya yang membakar semangat, Presiden Prabowo mengingatkan sebuah catatan sejarah penting. Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun negara di dunia ini yang mampu mencapai kesuksesan besar tanpa didukung oleh institusi kepolisian yang unggul, profesional, dan dicintai oleh rakyatnya.


​Usai upacara formal selesai, Presiden bersama para tamu undangan disuguhkan aksi memukau melalui demonstrasi kemampuan taktis serta defile pasukan yang ditampilkan oleh anggota dan mitra Polri.


​Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Terus mengabdi dengan integritas tinggi untuk masyarakat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (bp). 

Minggu, 28 Juni 2026

​Tutup KSTI 2026, Presiden Prabowo: Jangan Cuma Jago Teori, Saatnya Inovasi Kuasai Ekonomi Global





​JAKARTA, MCE - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan penegasan kuat mengenai arah masa depan inovasi nasional saat secara resmi menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28/6/2026).


​Dalam pidatonya yang sarat akan pesan persatuan, Kepala Negara menggarisbawahi bahwa kemajuan Indonesia tidak bisa dicapai jika setiap sektor masih berjalan sendiri-sendiri. Presiden menuntut adanya peleburan ego sektoral antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, hingga para peneliti.


​"Kemajuan bangsa ini hanya dapat diwujudkan melalui persatuan seluruh potensi nasional," tegas Presiden Prabowo.


​Pemerintah secara eksplisit meminta seluruh pemangku kepentingan untuk tidak lagi terjebak dalam lingkaran birokrasi riset yang tidak produktif. Kolaborasi wajib diperkuat demi melahirkan inovasi konkret yang mampu menjawab tantangan nyata pembangunan sekaligus memutus ketergantungan asing demi mempercepat kemandirian ekonomi.


​Bukan Sekadar Wacana: Kelompok Kerja Tematik Langsung Dibentuk


​Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 kali ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul intelektual. Forum ini sukses menjadi ruang konsolidasi krusial untuk menyatukan gagasan besar dan kepakaran nasional.


​Pembahasan dalam forum ini dipastikan akan langsung ditindaklanjuti secara agresif. Pemerintah mengonfirmasi pembentukan kelompok kerja (pokja) tematik khusus. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap rekomendasi sains tidak berakhir di atas kertas, melainkan langsung dieksekusi menjadi solusi berbasis riset yang berdampak instan bagi kesejahteraan masyarakat.


​Penutupan KSTI 2026 ini menjadi genderang perang baru bagi perbaikan ekosistem sains, teknologi, dan inovasi nasional. Langkah bersama ini menjadi fondasi mutlak untuk membawa Indonesia keluar dari zona nyaman, menjadi negara yang mandiri secara ekonomi, dan siap bertarung di panggung kompetisi global. (bp). 

Sumber: Setkab RI

Rabu, 24 Juni 2026

​Puncak PENAS XVII 2026: Mengintip Cetak Biru Pertanian Modern Masa Depan Indonesia




​GORONTALO, MCE — Sektor pertanian yang modern, adaptif, dan produktif kini menjadi pilar fundamental sekaligus modal utama Indonesia dalam meniti jalan menuju swasembada pangan berkelanjutan. Komitmen kuat ini ditegaskan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat melakukan kunjungan kerja strategis di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu (24/6/2026).


​Dalam rangkaian agenda Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 tersebut, Kepala Negara meninjau langsung implementasi Teknologi Budidaya Padi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) serta area Gelar Teknologi. Eksibisi berskala nasional ini menyuguhkan berbagai lompatan inovasi mutakhir di sektor pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, serta ekosistem teknologi pendukung ketahanan pangan.


​Mengakselerasi Produktivitas Lewat Inovasi PM-AAS


​Di sela-sela peninjauan, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi yang tinggi terhadap berbagai terobosan teknologi baru yang berhasil dikembangkan di sektor agraria. Menurut Kepala Negara, intervensi teknologi modern seperti model PM-AAS bukan lagi sekadar opsi, melainkan sebuah kebutuhan mutlak demi mendongkrak produktivitas secara signifikan.


​"Pemanfaatan teknologi tepat guna dan modernisasi di sektor hulu hingga hilir terbukti mampu meningkatkan hasil panen secara melipat ganda, sekaligus memperkuat benteng ketahanan pangan nasional kita di tengah ketidakpastian global," ujar Presiden.


​Optimisme tinggi dipancarkan oleh Kepala Negara terkait masa depan sektor agraris tanah air. Pemerintah meyakini, dengan sinergi antara adopsi teknologi yang masif dan inovasi yang terus bergulir, Indonesia bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik secara mandiri, tetapi juga memiliki modalitas yang sangat besar untuk tampil sebagai lumbung pangan dunia (global food estate). Dampak positifnya, roda ekonomi di tingkat akar rumput akan berputar lebih cepat, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan lokal.


​Tiga Strategi Utama: Intensifikasi, Ekstensifikasi, dan Hilirisasi


​Guna mengejawantahkan visi besar tersebut menjadi realitas, Pemerintah Indonesia telah memetakan peta jalan (roadmap) yang komprehensif. Penguatan rantai produksi pangan nasional akan diakselerasi melalui integrasi tiga strategi utama:


​• Intensifikasi: Optimalisasi lahan pertanian yang ada dengan benih unggul, pemupukan presisi, dan manajemen air yang modern.


​• Ekstensifikasi: Perluasan areal tanam baru yang potensial dengan tetap menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan.


​• Hilirisasi: Transformasi hasil panen menjadi produk turunan bernilai tambah tinggi guna meningkatkan daya saing pasar dan pendapatan petani.


​Pemerintah juga memastikan bahwa penerapan teknologi pertanian berbasis digital dan mekanisasi ini tidak akan berhenti di pusat-pusat percontohan saja. Ke depan, implementasinya akan diperluas secara masif dan merata ke berbagai pelosok daerah di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi berbasis komunitas demi mewujudkan kedaulatan dan keswasembadaan pangan yang kuat, dimulai dari level desa hingga menjangkau skala nasional. (bp). 


Berita Terbaru