Probolinggo, MCE, 14 September 2025 - Jawa Timur kembali diselimuti duka. Rencana syukuran yang seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan, justru berubah menjadi tragedi. Sebuah bus yang membawa rombongan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember mengalami kecelakaan mengerikan di lereng Gunung Bromo, Minggu sore yang nahas.
Perjalanan itu dimulai dengan suka cita. Para tenaga medis, pahlawan tanpa tanda jasa yang setiap hari berjuang menyelamatkan nyawa, bersama keluarga mereka, baru saja merayakan kelulusan sarjana. Bromo, dengan keindahan alamnya yang memesona, menjadi saksi bisu kebahagiaan mereka. Namun, dalam perjalanan pulang, bus itu tergelincir, membawa serta mimpi dan tawa yang baru saja tercipta.
Dalam sekejap, tawa berubah menjadi jerit tangis. Kedamaian Bromo tercabik oleh dentuman keras dan pemandangan pilu. Bus teronggok tak berdaya, menjadi kuburan massal bagi delapan nyawa yang tak bersalah. Di antara korban tewas, terdapat para tenaga medis RSBS yang mulia, serta anggota keluarga yang setia menemani.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit betapa tipisnya batas antara hidup dan mati. Sembilan belas orang lainnya selamat, namun belasan di antaranya dalam kondisi kritis, berjuang di antara hidup dan mati. Mereka adalah saksi bisu dari kengerian yang baru saja terjadi.
Kini, tim penyelamat bekerja keras, berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi korban dan mengidentifikasi jenazah. Di balik tabir duka, Direktur RS Bina Sehat, Faida, terus mendampingi para keluarga korban, memberikan dukungan moral di tengah cobaan berat.
Semoga para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Sementara itu, mari kita doakan para korban yang selamat agar segera pulih dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga. (bp).
