Rabu, 17 September 2025

Mengungkap Dalang di Balik Aksi Anarkis di Tanah Pasundan




​Jakarta, MCE - Di bawah langit senja yang mulai temaram, akhir Agustus 2025 di Jawa Barat tercoreng oleh noda amarah. Sebuah gelombang aksi anarkis yang terencana dengan rapi menyapu bersih ketenangan dua kota besar, Bandung dan Tasikmalaya. Bukan hanya sekadar kerusuhan biasa, peristiwa ini adalah serangan sistematis terhadap simbol-simbol pemerintahan dan fasilitas umum, menciptakan jejak kehancuran dan ketakutan di hati masyarakat. Rabu (17/9/2025).


​Aksi ini bak tarian api yang mematikan, dimulai pada 29 Agustus dan terus membakar hingga 1 September 2025. Sasarannya tak main-main: Kantor Gubernur Jawa Barat, Gedung DPRD, Mess MPR RI, bahkan fasilitas vital seperti perbankan. Para pelaku, dengan dinginnya, menggunakan berbagai alat destruktif. Bom molotov, bahan peledak rakitan, hingga petasan disulut untuk memicu kekacauan, membakar dan merusak bangunan yang seharusnya menjadi aset publik. Kota yang dikenal dengan sejuknya hawa pegunungan dan kreativitas warganya, tiba-tiba mencekam.


​Namun, amarah tak akan pernah menang melawan keadilan. Di balik asap pekat dan puing-puing yang tersisa, aparat kepolisian tak tinggal diam. Polda Jawa Barat, di bawah komando Kapolda Irjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., langsung bergerak cepat. Sebuah investigasi intensif dilancarkan. Setiap serpihan kaca, setiap sisa bahan peledak, dan setiap jejak kaki menjadi petunjuk berharga. Tim gabungan bekerja siang dan malam, menggabungkan bukti fisik dengan data intelijen.


​Hasilnya tak terbantahkan. Dari 156 orang yang diamankan, penyelidikan mendalam berhasil mengidentifikasi dalang-dalang di balik layar. Dua puluh enam orang ditetapkan sebagai tersangka, mereka adalah otak dan eksekutor dari aksi anarkis ini. Mereka bukan sekadar massa yang tersulut emosi, melainkan kelompok terorganisir yang sengaja menciptakan kekacauan. Penangkapan ini menjadi titik balik, memadamkan api amarah yang mulai menyala di Tanah Pasundan.


​Pengungkapan kasus ini menjadi bukti nyata keseriusan Polri dalam menjaga stabilitas dan keamanan. Peristiwa ini bukan hanya tentang penangkapan pelaku, melainkan tentang penegasan bahwa negara tidak akan pernah tunduk pada aksi-aksi yang merusak. Ini adalah pengingat bagi kita semua, bahwa meski amarah bisa membakar, keadilan akan selalu menjadi air yang memadamkannya, mengembalikan ketenangan dan harapan. (bp). 

Sumber: Divisi Humas Polri

Artikel Terkait

Mengungkap Dalang di Balik Aksi Anarkis di Tanah Pasundan
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berita Terbaru