Bojonegoro, MCE - Di balik kesunyian desa di Kasiman, Bojonegoro, ada melodi yang tak biasa. Bukan alunan musik, melainkan simfoni dari gergaji dan pahat yang beradu, menciptakan irama kehidupan seorang perempuan bernama Haniatul Musfiroh. Baginya, suara ini bukanlah kebisingan, melainkan nyanyian semangat yang telah ia kenal sejak kecil. Kamis (18/9/2025).
Usaha yang dimulai sejak tahun 2000 ini bukanlah sekadar bisnis, melainkan sebuah dedikasi. Bahan baku yang dipilihnya pun istimewa: jati gembol, sebutan untuk tunggak pohon jati yang memiliki serat alami nan menawan. Di tangan Haniatul, bongkahan kayu ini diubah menjadi karya seni bernilai tinggi. Setiap potongan, ukiran, dan polesan dilakukan dengan teliti, sepenuhnya manual. Dari tangan dinginnya, lahir berbagai perabot rumah tangga, mulai dari meja, kursi, hingga lemari yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memancarkan keindahan seni.
Kisah Haniatul adalah cerminan semangat pantang menyerah. Ia membuktikan bahwa dari bahan sederhana, bahkan dari sisa pohon, dapat tercipta mahakarya yang bernilai. Usahanya tidak hanya menggerakkan roda ekonomi keluarga, tetapi juga menjaga kelestarian seni kerajinan tangan yang autentik, sebuah semangat yang abadi, sekuat dan seindah serat jati itu sendiri. (bp).
