LAMONGAN, MCE – Tauhid bukan sekadar konsep teologis, melainkan fondasi utama yang menentukan arah hidup seorang Muslim. Tanpa tauhid yang kokoh, seluruh amal ibadah ibarat bangunan tanpa fondasi. Sabtu (21/2/2026).
Ketua Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Lamongan, M. Luthfillah, M.Ag., menegaskan bahwa tauhid (mengesakan Allah) adalah kunci utama keimanan. Secara mendalam, beliau membagi tauhid ke dalam tiga aspek esensial yang harus dipahami setiap Muslim:
1. Tauhid Rububiyah: Keyakinan penuh bahwa hanya Allah SWT Sang Pencipta, Pengatur, dan Pemelihara semesta.
2. Tauhid Uluhiyah: Kesadaran bahwa hanya Allah satu-satunya Dzat yang berhak disembah dan ditaati tanpa tandingan.
3. Tauhid Asma’ wa Sifat: Mengakui kesempurnaan nama dan sifat Allah yang tidak menyerupai makhluk apa pun.
"Tauhid adalah akar. Jika akarnya kuat, maka ibadah dan akhlak seorang Muslim akan tumbuh dengan benar," ujar M. Luthfillah.
Pentingnya tauhid ini ditegaskan dalam Al-Qur'an surah Al-Ikhlas: 1 yang berbunyi: “Katakanlah, 'Dia adalah Allah, Yang Maha Esa'." Selain itu, dalam surah Al-An’am: 102, Allah diingatkan sebagai Pencipta segala sesuatu yang wajib disembah.
Tak hanya Al-Qur'an, Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Abu Daud memberikan jaminan bagi mereka yang memegang teguh prinsip ini:
"Barangsiapa yang mengucapkan La ilaha illallah (tidak ada Tuhan selain Allah) dengan ikhlas dari hatinya, maka dia akan masuk surga."
Sebagai penutup, M. Luthfillah mengingatkan agar setiap Muslim menjauhi syirik. Mengutip hadits qudsi riwayat Tirmidzi, Allah SWT berfirman bahwa Dia berlepas diri dari mereka yang menyekutukan-Nya. Menjaga kemurnian tauhid adalah tugas seumur hidup demi meraih keselamatan di dunia dan akhirat. (M. Luthfillah).
