Tuban, MCE - Warga di 20 kecamatan kini bisa membeli sembako di bawah harga pasar setelah Pemerintah Kabupaten Tuban resmi menggelar Pasar Murah Ramadan 2026 mulai Senin 23 Februari 2026. Program ini menjadi langkah intervensi daerah untuk menekan lonjakan harga bahan pokok sekaligus menjaga ketersediaan pasokan menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
Terkait upaya tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Drs. Agus Wijaya, M.AP, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa Pemkab Tuban mengambil langkah itu setelah mencermati tren harga bahan pokok penting (bapokting) dalam beberapa pekan terakhir.
“Kami melihat kecenderungan harga sembako naik cukup signifikan. Karena itu kami (Pemkab Tuban, red) hadir untuk menstabilkan harga dan memastikan pasokan tersedia,” ujar dia.
Adapun dalam Pasar Murah Ramadan tersebut, sebanyak sembilan komoditas strategis disiapkan, yakni beras, minyak goreng, gula pasir, telur, cabai rawit, cabai merah besar, cabai keriting, bawang merah, dan bawang putih. Komoditas tersebut dipilih karena berpengaruh terhadap inflasi daerah dan selalu mengalami kenaikan permintaan saat Ramadan.
Selain itu, Agus—sapaan Asisten Perekonomian dan Pembangunan—menjelaskan, seluruh komoditas dijual di bawah harga pasar. Meski demikian, untuk komoditas seperti cabai yang fluktuasinya tinggi, harga menyesuaikan perkembangan harian.
Di sektor distribusi, imbuhnya, pemerintah mengoptimalkan pasokan dari wilayah penghasil cabai seperti Kecamatan Bancar, Grabagan, Kerek, dan Kenduruan guna menjaga ketersediaan barang di pasar murah.
Tak hanya itu, guna mencegah pemborongan, pembelian dibatasi. Beras kemasan lima kilogram maksimal dua kemasan per orang. Sementara cabai dan bawang dijual dalam bentuk kemasan dengan pembatasan satu kemasan per pembeli agar distribusi merata.
Selanjutnya, pemerintah menerapkan sistem monitoring dan evaluasi harian. Setiap lokasi memiliki penanggung jawab yang melaporkan perkembangan stok, volume penjualan, serta dinamika lapangan. Jika stok menipis, tambahan pasokan segera dikirim.
“Kami tidak ingin masyarakat panik atau kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. Target kami harga stabil sampai menjelang lebaran dan inflasi tetap terkendali,” kata Agus.
Selain pasar murah, Agus menambahkan bahwa pihaknya juga menggelar pasar takjil di 20 kecamatan dengan melibatkan pelaku UMKM lokal. Kegiatan tersebut memberi ruang bagi UMKM memasarkan produk selama Ramadan sekaligus menjaga perputaran ekonomi di tingkat kecamatan. (bp).
