JEPARA, MCE – Sepertinya kata "istirahat" punya makna yang sangat fleksibel bagi dua pasangan di Desa Bakalan, Kalinyamatan ini. Bukannya tidur cantik demi menyambut hari Selasa, mereka justru asyik membuat "proyek kolaborasi" di dalam kos-kosan khusus putri hingga larut malam. Sayangnya, warga setempat punya radar yang jauh lebih tajam daripada sinyal Wi-Fi.
Senin malam (9/3/2026), suasana tenang di RT 1 RW 1 Desa Bakalan mendadak pecah. Warga yang gerah melihat ada "tamu tak diundang" berjenis kelamin laki-laki yang betah bertamu di kos putri sampai pukul 23.00 WIB, akhirnya memutuskan untuk melakukan sidak massal. Hasilnya? Terciduklah dua pasangan yang statusnya bukan suami-istri, tapi mesranya melebihi pasutri baru.
Alih-alih mendapatkan klarifikasi yang damai, proses evakuasi ke Balai Desa Krapyak justru berubah jadi arena "smash" kursi. Warga yang sudah kepalang emosi tampaknya lupa kalau kursi itu alat duduk, bukan alat lempar. Dalam video yang viral, suasana mencekam terlihat saat pasangan ini harus melewati barisan warga yang sudah siap dengan "salam olahraga".
Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M Faizal Wildan Umar Rela, mengonfirmasi bahwa mereka adalah karyawan yang mencari nafkah di Jepara. Namun sayangnya, "lembur" yang mereka lakukan kali ini sama sekali tidak membuahkan bonus, melainkan berujung pada pengamanan di Mapolres Jepara sekitar pukul 02.00 WIB.
"Mereka digerebek di kos khusus putri. Karena kondisi semakin tidak kondusif di balai desa, akhirnya kami bawa ke Polres untuk dimintai keterangan," ujar AKP Wildan, Selasa (10/3/2026).
Pelajaran bagi kita semua: Kalau mau bertamu ke kos putri sampai tengah malam, pastikan Anda adalah pemilik kos atau setidaknya sedang membawa surat tugas negara. Jika tidak, siap-siap saja wajah Anda jadi konten viral dan punggung Anda jadi sasaran empuk kursi plastik terbang. (bp).
