LAMONGAN, MCE – Pemerintah Kabupaten Lamongan menegaskan komitmennya dalam memperkuat fondasi ideologi bangsa sebagai instrumen utama pembangunan kualitas manusia. Bertempat di Aula Pertemuan Gajah Mada, Gedung Pemkab Lamongan, Senin (2/3), digelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah hingga seluruh kepala desa se-Kabupaten Lamongan.
Hadir sebagai narasumber utama, Anggota DPR RI Jazilul Fawaid menekankan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar slogan, melainkan fondasi vital dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh di seluruh level kehidupan, terutama di wilayah perdesaan.
Dalam paparannya, pria yang akrab disapa Gus Jazil tersebut menyoroti transformasi desa pasca-lahirnya Undang-Undang Desa. Menurutnya, desa kini telah bergeser menjadi pusat perhatian pembangunan nasional.
"Sekarang desa menjadi favorit; segala program bermuara di sana. Namun, momentum ini harus dibarengi dengan kualitas SDM yang mumpuni. Saya berharap para Kepala Desa mampu mengelola Dana Desa secara mandiri untuk melejitkan potensi SDM lokal agar menjelma menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa," ujar Gus Jazil di hadapan ratusan kepala desa.
Selaras dengan semangat penguatan SDM tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memaparkan capaian positif daerahnya. Ia mengungkapkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lamongan kini telah mencapai angka 76,81. Angka ini merefleksikan kualitas hidup masyarakat Lamongan yang terus berada pada tren meningkat dan masuk dalam kategori tinggi.
Meski fokus pada SDM, "Pak Yes"—sapaan akrab Bupati—menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur fisik tetap menjadi prioritas utama yang berjalan beriringan.
"Saat ini, sekitar 60% jalan di Lamongan berada dalam kondisi mantap, dan kami terus menuntaskan sisanya secara berkelanjutan. Tahun ini, fokus kami adalah membangun 50 ruas jalan tambahan yang akan bersinergi dengan jalan poros desa guna membuka kran ekonomi lebih luas," jelas Pak Yes.
Selain konektivitas, penanganan banjir di wilayah Bengawan Jero juga menjadi perhatian serius. Bupati melaporkan perkembangan teknis pada Pintu Kuro yang kini sudah mulai difungsikan untuk membuang genangan air. Meskipun demikian, ia mengakui tantangan alam berupa curah hujan ekstrem yang mencapai 300 mm/detik serta elevasi air laut masih menjadi kendala teknis yang diantisipasi melalui optimalisasi pemompaan rutin. (bp/red).
