Selasa, 03 Maret 2026

Upaya Nyata Pemkab Tuban, Air Bersih Mengalir untuk Kesejahteraan Warga




TUBAN, MCE – Pemkab Tuban terus menunjukkan komitmen nyata dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih yang layak, aman, dan terjangkau. Melalui program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Pemkab Tuban berupaya memastikan setiap warga dapat menikmati air bersih sebagai penopang utama kesehatan dan kualitas hidup.


Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas PUPRPRKP Kabupaten Tuban, Aizah Tis Inawati, ST., MT., menjelaskan komitmen tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum. Regulasi tersebut menegaskan kewajiban pemerintah dalam menjamin kuantitas, kualitas, kontinuitas, serta keterjangkauan air minum bagi masyarakat.


“Pemkab Tuban dibawah kepemimpinan Bupati Tuban, Mas Lindra, terus berupaya menyediakan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Tuban melalui program SPAM. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami agar masyarakat mendapatkan hak dasarnya atas air bersih,” ungkapnya, Senin (03/03/2026)


Pada tahun 2025, Pemkab Tuban mengalokasikan anggaran sebesar Rp 14,1 miliar guna memperluas akses air minum bersih dan aman bagi warga. Hasilnya, persentase capaian pemenuhan air bersih di Kabupaten Tuban mencapai 92,46 persen. Capaian ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mempercepat pelayanan dasar bagi masyarakat.


Program SPAM yang dijalankan Dinas PUPRPRKP Tuban mencakup pembangunan SPAM baru, peningkatan kapasitas dan pengeboran sumber air, hingga perluasan jaringan distribusi air minum. Sepanjang tahun 2025, program ini menyentuh 17 desa dengan total 1.514 sambungan rumah (SR) baru.


Aizah menuturkan sebelum tersedianya jaringan air bersih, sejumlah warga harus “ngangsu” atau mengambil air dari lokasi yang cukup jauh. Bahkan, ada yang terpaksa membeli air dengan harga relatif mahal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


“Sebelum rumahnya mendapat saluran air, sejumlah warga harus ‘ngangsu’ di tempat yang jauh. Ada juga yang harus membeli air dengan harga yang cukup mahal,” terangnya.


Lebih dari sekadar kemudahan akses, keberadaan air bersih juga membawa dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan taraf hidup masyarakat. Ketersediaan air bersih membantu menekan risiko penyakit berbasis lingkungan serta meringankan beban pengeluaran keluarga, termasuk untuk kebutuhan ternak.


Kabid Cipta Karya menjelaskan program SPAM dijalankan melalui dua skema, yakni skema Rencana Kerja dan skema Hibah berdasarkan pengajuan masyarakat. Sebelum pelaksanaan, Pemkab Tuban melakukan verifikasi administrasi dan survei lapangan untuk memastikan program tepat sasaran dan benar-benar dibutuhkan warga.


Meski demikian, upaya pemenuhan air bersih tidak lepas dari berbagai tantangan, seperti pertumbuhan penduduk, pemekaran wilayah permukiman, alih fungsi lahan, hingga faktor alam yang memengaruhi ketersediaan sumber air.


Untuk itu, Aizah mengajak seluruh masyarakat agar bijak dalam memanfaatkan air dan turut menjaga keberlanjutan sumber daya air, termasuk kawasan resapan seperti hutan. Ia juga berharap adanya sinergi berkelanjutan dengan pemerintah kecamatan dan desa dalam melakukan pembaruan data wilayah serta pemetaan desa rawan kekeringan.


“Air adalah sumber kehidupan. Kami optimistis, dengan kerja sama semua pihak, kebutuhan air bersih masyarakat Tuban dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” pungkasnya. (bp).

Artikel Terkait

Upaya Nyata Pemkab Tuban, Air Bersih Mengalir untuk Kesejahteraan Warga
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berita Terbaru