Kamis, 23 April 2026

Dari Bojonegoro ke Negeri Sakura: Lantainya Sama, Mimpinya Mendunia




BOJONEGORO, MCE - Sorak riuh GOR Dabonsia pecah saat peluit panjang dibunyikan. Papan skor menunjukkan 4-3. Tim floorball putra MTsN 1 Bojonegoro memastikan tiket ke final Kejurnas Junior 2026. Di tribun sebelah, tim putri baru saja mengunci kemenangan 3-1 lewat gol cepat di menit terakhir. Satu sekolah, dua tim, satu tujuan: Jepang. Jumat (24/4/2026). 


Perjalanan ini tidak instan. Selama 8 bulan, anak-anak MTsN 1 Bojonegoro berlatih tiap subuh sebelum kelas. Lapangan sekolah yang sederhana mereka sulap jadi arena tempur. Stik fiber, bola berlubang, dan sepatu yang solnya mulai tipis jadi saksi. Pelatih Pak Muco dan Pak Ibra menanamkan tiga hal: disiplin, komunikasi, dan respek. "Floorball itu catur dengan kecepatan sprint," kata Pak mico.


Di Kejurnas Surabaya bulan lalu, tim putra tampil sebagai kuda hitam. Tertinggal 0-2 di babak pertama lawan DKI Jakarta, mereka membalik keadaan lewat pressing tinggi dan umpan satu-dua yang rapi. Kapten tim, Fajar, mencetak brace. Penjaga gawang Rizky jadi tembok dengan 17 saves. Sementara tim putri melaju mulus dengan rekor belum kebobolan di fase grup. Trisula Anisa-Dinda-Zahra mencetak 11 gol total, dengan visi bermain yang dewasa untuk usia MTs.


Puncaknya saat pengumuman: MTsN 1 Bojonegoro dinobatkan sebagai perwakilan Indonesia untuk _Asia Oceania Floorball Championship U-15_ di Osaka, Jepang, Agustus 2026. Air mata pecah. Bagi sebagian anak, ini akan jadi pertama kali naik pesawat, pertama kali lihat salju musim dingin, pertama kali bawa nama merah putih.


*Menuju Jepang: Lebih dari Sekadar Bertanding*

Sekarang fase baru dimulai. Latihan taktik ditambah kelas budaya. Mereka belajar bungkuk 15 derajat, cara tukar kartu nama, dan 5 frasa bahasa Jepang dasar. "Tujuannya bukan cuma menang. Kami mau anak-anak pulang sebagai duta pelajar," ujar Kepala Madrasah,  Saifuddin Yulianto, S.Ag.M.Pd.I


Dukungan mengalir dari Pemkab Bojonegoro, Kemenag, hingga wali murid yang patungan untuk biaya tambahan. Tagar #MadrasahMendunia dan #BojonegoroToOsaka ramai di media sosial. Latihan bersama tim nasional junior jadi menu utama sebulan ke depan.


Di Osaka nanti, putra-putri MTsN 1 Bojonegoro akan satu grup dengan Jepang, Singapura, dan Australia. Berat, tapi bukan mustahil. Karena mereka berangkat bukan hanya bawa stik dan pelindung lutut. Mereka bawa doa satu madrasah, nama satu kabupaten, dan bukti bahwa dari lapangan sekolah bisa lahir mimpi setinggi langit.


*Penutup*

Saat stik pertama diayunkan di Osaka Arena, yang bertanding bukan 5 orang di lapangan. Yang bertanding adalah kerja keras tiap subuh, ikhlasnya guru, dan beraninya anak madrasah bermimpi mendunia. Bojonegoro, kita ke Jepang. (*/red). 

Artikel Terkait

Dari Bojonegoro ke Negeri Sakura: Lantainya Sama, Mimpinya Mendunia
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berita Terbaru