NGANJUK, MCE – Sepertinya peribahasa "sepandai-pandainya tupai melompat" perlu direvisi menjadi "sepandai-pandainya oknum sembunyi, akhirnya kena ciduk juga." Jagat maya dan warga Perumahan Griya Anjuk Ladang 3, Kelurahan Begadung, mendadak heboh pada Jumat (17/4/2026) sore. Bukan karena ada pembagian sembako, melainkan karena drama penggerebekan sepasang insan yang diduga tengah asyik "rapat gelap" di dalam sebuah rumah kontrakan.
Pemeran utamanya? Seorang pria berinisial D yang disebut-sebut sebagai oknum anggota Polres Nganjuk, dan seorang wanita berinisial AN, yang disinyalir merupakan oknum ASN (PPPK) di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Nganjuk. Kombinasi profesi yang seharusnya melayani masyarakat, namun kali ini malah "melayani" ego masing-masing di rumah kontrakan Blok L Nomor 01.
Drama Penguntitan: Intelijen Keluarga Lebih Tajam dari Reserse
Kisah ini tidak butuh detektif swasta mahal. Cukup dengan intuisi keluarga yang sudah mencium aroma pengkhianatan selama dua tahun terakhir. Kabarnya, suami AN sudah lama mendengar desas-desus istrinya "main belakang," namun selama ini hanya berujung foto-foto buram tanpa bukti kuat.
Puncaknya terjadi Jumat sore itu. Bak adegan film action, adik AN membuntuti kakaknya dari kejauhan. Target berhenti di sebuah rumah kontrakan milik pegawai bank yang disewa si pria sejak November 2025. Begitu keduanya masuk dan pintu tertutup rapat tanpa tanda-tanda akan keluar, "operasi senyap" keluarga pun berubah menjadi penggerebekan massal.
Mobil Mewah Jadi Sasaran "Gemoy" Warga
Warga yang geram melihat kelakuan pasangan ini tidak tinggal diam. Sebuah Honda Jazz bernopol AA 1466 T yang terparkir manis di depan rumah menjadi sasaran pelampiasan. Hasilnya? Empat ban dikempiskan total, sementara bodi mobil yang tadinya mulus kini penuh dengan "tato" goresan benda tajam. Mungkin ini cara warga mengingatkan bahwa parkir sembarangan untuk urusan yang tidak-tidak itu ada biayanya.
Fashion Show "Handuk Oranye" dan Aksi Bungkam Propam
Sekitar pukul 17.20 WIB, suasana makin panas. Saat pintu samping terbuka, keluarlah si oknum ASN berinisial AN dengan gaya fashion yang tidak biasa: menutupi kepala dan wajahnya rapat-rapat menggunakan handuk oranye. Sementara si pria, D, yang memakai baju hijau, hanya bisa menunduk layu di bawah kawalan ketat petugas dan sorakan "hadiah" dari warga yang menonton.
Keduanya langsung digiring masuk ke mobil Provos Polres Nganjuk. Lucunya, saat dikonfirmasi, Kasi Propam Polres Nganjuk, AKP Heri Buntoro, tampak melakukan aksi "jurus bungkam" yang klasik.
"Belum tahu, belum tahu. Nanti saja, masih proses," cetusnya singkat.
Padahal, pihak keluarga wanita sudah berteriak lantang meyakinkan bahwa si pria memang anggota aktif korps baju cokelat.
Netizen Nunggu Update: Sanksi atau Sekadar Mediasi?
Kini bola panas ada di tangan Polres Nganjuk dan Pemkab Nganjuk. Apakah ini hanya akan dianggap "urusan pribadi," atau ada tindakan tegas bagi mereka yang mencoreng institusi? Yang jelas, satu unit Honda Jazz sudah jadi korban, satu rumah tangga sudah di ambang kehancuran, dan satu kabupaten sudah mendapatkan tontonan gratis sore hari yang sangat... menyengat.
Jadi, buat para oknum di luar sana: Hati-hati, mata keluarga dan ban kempes selalu mengintai Anda. (bp).
