TUBAN, MCE – Semangat penguatan profesionalisme pendidik agama Islam di Kabupaten Tuban mencapai puncaknya hari ini. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMA Negeri dan Swasta se-Kabupaten Tuban menggelar agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta pengisian instrumen pembelajaran yang berlangsung khidmat sekaligus meriah di SMA Negeri 1 Kenduruan, Sabtu (18/04).
Meski berlokasi di wilayah geografis pinggiran, SMAN 1 Kenduruan sukses menjadi magnet kolaborasi. Tercatat, kehadiran peserta mencapai angka fantastis yakni 90 persen dari total guru PAI SMA se-Kabupaten Tuban. Kehadiran para pilar pendidikan ini menegaskan komitmen tinggi dalam menjaga mutu pembelajaran agama di Bumi Wali.
Ketua MGMP PAI SMA Kabupaten Tuban, Muh. Hasan Lutfi, dalam laporannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas administratif.
“MGMP hadir sebagai ruang belajar bersama. Di sini kita saling menguatkan, berbagi, dan berkembang. Monitoring ini adalah bagian dari program kerja untuk memastikan pengelolaan administrasi pembelajaran berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas di dalam kelas,” tuturnya di hadapan forum.
Senada dengan hal tersebut, Kepala SMAN 1 Kenduruan sekaligus Pembina MGMP PAI, Nur Ida Hasanatin, menekankan peran strategis guru PAI sebagai kompas karakter siswa.
“Guru PAI adalah garda terdepan pembentuk akhlak peserta didik. Refleksi melalui monev ini sangat penting untuk memastikan standar pembelajaran tetap terjaga demi masa depan generasi bangsa,” ujar Nur Ida.
Kegiatan ini semakin bernilai dengan kehadiran tokoh-tokoh kunci dari Kementerian Agama (Kemenag) Tuban. H. Imam Syafi'i, S.Ag., MA., selaku Kasi PAIS Kemenag Tuban, memberikan pembinaan mendalam mengenai urgensi keteladanan. Menurutnya, guru PAI harus bertransformasi menjadi sosok yang inspiratif, bukan sekadar penyampai informasi materi.
Di sisi lain, Yusuf, MA. dari Pokjawas PAI Kemenag Tuban, menyoroti aspek teknis kedisiplinan instrumen pembelajaran. Ia mengingatkan bahwa kejujuran dalam pengisian dokumen adalah cerminan integritas kinerja di lapangan.
Menjelang penutupan acara, suasana berubah menjadi hangat dan emosional saat sesi wawancara dengan M. Ali Nashudin Bashar, SHI., MA., yang merupakan guru PAI satu-satunya di SMAN 1 Kenduruan.
Sebagai ujung tombak pendidikan agama di sekolah tuan rumah, Ali menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas dukungan rekan-rekan sejawatnya dari seluruh penjuru Tuban.
“Saya pribadi merasa sangat senang dan terharu. Sekalipun SMAN 1 Kenduruan berada di lokasi pinggiran, antusiasme dan kehadiran teman-teman guru PAI dari seluruh kabupaten sangat luar biasa. Terima kasih banyak atas kehadirannya, ini adalah bentuk persaudaraan dan solidaritas yang nyata bagi kemajuan pendidikan kita,” pungkas Ali dengan nada penuh rasa syukur.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari ini ditutup dengan sesi diskusi kolaboratif, menandai babak baru semangat guru PAI SMA di Tuban untuk terus berinovasi di tengah tantangan zaman. (bp).
