Selasa, 02 Juni 2026

Bukan Sekadar Seremonial! Mengintip Gelora Semangat Pancasila dari Halaman Gedung Putih Bojonegoro ​




​BOJONEGORO, MCE – Suasana khidmat sekaligus penuh gelora nasionalisme menyelimuti halaman Gedung Putih Kabupaten Bojonegoro pada Rabu (3/6/2026). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro secara resmi menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, sebuah momentum sakral yang tidak hanya menjadi refleksi sejarah, tetapi juga panggung pembuktian komitmen daerah dalam merawat persatuan bangsa.


​Di tengah dinamika zaman yang terus bergerak cepat, peringatan tahun ini membawa pesan mendalam. Tema yang diusung bukan sekadar slogan di atas kertas, melainkan sebuah seruan aksi: menjadikan Pancasila sebagai kompas moral kehidupan berbangsa melalui penguatan persatuan, toleransi, serta penciptaan generasi muda yang tangguh, kreatif, dan inovatif.


​Pancasila Sebagai 'Kompas Moral' di Era Modern

Upacara yang dihadiri oleh jajaran laskar aparatur sipil negara (ASN), unsur jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, hingga perwakilan pemuda ini berlangsung dengan penuh kedisiplinan.


​Dalam amanatnya, ditekankan bahwa Pancasila harus hidup dan bernapas dalam setiap kebijakan publik serta perilaku sehari-hari masyarakat. Di era digital saat ini, tantangan menjaga persatuan dan toleransi semakin kompleks. Oleh karena itu, nilai-nilai Pancasila mutlak diperlukan sebagai penyaring (filter) sekaligus penunjuk arah agar masyarakat tidak mudah terpecah belah.


​"Pancasila bukan sekadar warisan masa lalu untuk dihafalkan, melainkan kompas moral yang hidup. Dari Bojonegoro, kita suarakan pentingnya toleransi yang aktif dan persatuan yang kokoh untuk menghadapi tantangan global," ujar inspektur upacara dalam pidatonya yang disambut antusias oleh para peserta.


​Mencetak Generasi Tangguh dan Inovatif


​Selain fokus pada kerukunan, poin krusial yang dicorongkan dalam peringatan Hari Lahir Pancasila kali ini adalah investasi pada masa depan, yakni sumber daya manusia (SDM) Bojonegoro.


​Pemkab Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi ruang-ruang kreatif bagi generasi muda. Pancasila diharapkan menjadi pondasi karakter bagi para centennials dan alpha generation di Bojonegoro agar tumbuh menjadi pribadi yang:


​• Tangguh: Tidak mudah menyerah menghadapi perubahan zaman yang disruptif.


​• Kreatif: Mampu melihat peluang dan menciptakan solusi atas masalah sosial.


​• Inovatif: Berani melakukan terobosan baru berbasis teknologi tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.


​Respon Positif Netizen dan Masyarakat


​Pelaksanaan upacara di halaman Gedung Putih ini pun langsung memantik respons positif di ranah digital. Sesaat setelah foto-foto upacara diunggah di akun resmi Pemkab, netizen Bojonegoro berbondong-bondong memberikan komentar apresiatif, menyuarakan harapan agar semangat toleransi ini terus terjaga dari tingkat birokrasi hingga ke desa-desa.


​Melalui momentum Hari Lahir Pancasila 2026 ini, Kabupaten Bojonegoro kembali mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru negeri: bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur fisiknya, melainkan dari seberapa kokoh masyarakatnya berdiri di atas fondasi ideologi bangsa. (bp). 

Artikel Terkait

Bukan Sekadar Seremonial! Mengintip Gelora Semangat Pancasila dari Halaman Gedung Putih Bojonegoro ​
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berita Terbaru