Selasa, 30 Juni 2026

​Gemparkan Pesisir Selatan, Ratusan Pelajar Lumajang Sukses Gelar Mahakarya 'Segoro Topeng Kaliwungu'



LUMAJANG, MCE – Hamparan pasir eksotis Pantai Watu Pecak di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang, menjadi saksi bisu sebuah mahakarya budaya yang memukau. Sebanyak 500 penari secara kolosal membawakan Tari Topeng Kaliwungu dalam pagelaran megah bertajuk "Segoro Topeng Kaliwungu".


​Agenda yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan langkah nyata dalam merawat ingatan publik sekaligus mempromosikan destinasi wisata daerah ke kancah internasional.


​Menariknya, ratusan penari yang terlibat merupakan generasi muda setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai penjuru Lumajang. Di tangan para pelajar inilah, Tari Topeng Kaliwungu—yang telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan—hidup dan bergerak dinamis menyatu dengan deburan ombak pantai selatan.


​Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa pelibatan generasi muda ini menjadi kunci keberlanjutan tradisi lokal agar tidak tergerus zaman.


​"Kegiatan Segoro Topeng Kaliwungu ini melibatkan 500 penari. Agenda ini sengaja kita helat sebagai upaya konkret dalam melestarikan kesenian asli Kabupaten Lumajang," ungkap Indah Amperawati saat memberikan keterangan kepada detikJatim, Minggu (28/6/2026).


​Rasa bangga pun terpancar dari para runtunan penari yang tampil totalitas di atas pasir pantai. Yasmin, salah satu pelajar yang terlibat dalam pertunjukan kolosal tersebut, mengaku sangat terhormat bisa menjadi bagian dari agen pelestari budaya daerahnya.


​"Perasaannya senang sekali dan bangga luar biasa. Kami bisa menampilkan kesenian Tari Topeng Kaliwungu, sebuah warisan budaya kebanggaan Kabupaten Lumajang, langsung di hadapan masyarakat luas," tutur Yasmin dengan mata berbinar.


​Kombinasi antara koreografi yang ritmis, topeng berkarakter kuat, dan panorama alam yang memesona sukses memikat perhatian ratusan pasang mata. Tak hanya memadati bibir pantai, antusiasme tinggi juga datang dari para pelancong mancanegara.


​Petra, seorang wisatawan asal Republik Ceko, mengaku terpana dengan sinkronisasi dan estetika pertunjukan tradisi tersebut.


​"Pertunjukan Segoro Topeng Kaliwungu ini benar-benar menakjubkan dan sangat menghibur. Saya pribadi merasa sangat tertarik dengan kekayaan budaya seperti ini," puji Petra.


​Senada dengan Petra, Adelika, seorang pengunjung lokal, juga mengaku takjub dengan konsep acara yang mengawinkan unsur seni pertunjukan dengan wisata alam.


​"Acaranya sangat menakjubkan, apalagi digelar langsung di tepi pantai selatan yang indah. Perpaduan yang sangat pas," pungkasnya.


​Melalui Segoro Topeng Kaliwungu, Lumajang tidak hanya berhasil mengirimkan pesan tentang pentingnya merawat akar budaya, tetapi juga membuktikan bahwa tradisi lokal mampu tampil kompetitif sebagai magnet pariwisata global. (bp). 

Artikel Terkait

​Gemparkan Pesisir Selatan, Ratusan Pelajar Lumajang Sukses Gelar Mahakarya 'Segoro Topeng Kaliwungu'
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berita Terbaru