BOJONEGORO, MCE – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, MTsN 1 Bojonegoro membuat langkah berani dalam menyambut generasi muda. Mengubah paradigma Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dulu kaku, madrasah ini menggelar Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA) dengan konsep yang jauh lebih visioner dan protektif. Bukan sekadar seremonial, kegiatan ini dirancang sebagai benteng pertahanan siswa di tengah gempuran krisis moral remaja. Senin (13/7/2026).
Kegiatan inti MATAMUDA berlangsung selama tiga hari intensif dan ditutup pada hari Sabtu. Ketua Panitia, Untung Soerjoko, menegaskan bahwa orientasi tahun ini sengaja dibuat berbobot dengan melibatkan sinergi lintas sektor guna memperkenalkan tata krama serta tradisi belajar madrasah.
"Hari ini kami mengundang seluruh wali murid untuk mengikuti upacara pembukaan sekaligus menyerahkan putra-putrinya secara resmi. Ini adalah simbol penyerahan amanah dan awal kolaborasi," ujar Untung.
Sebagai langkah konkret, pihak madrasah menggandeng institusi penegak hukum. Pada hari Jumat, Satlantas Polres Bojonegoro akan turun langsung memberikan sosialisasi tertib lalu lintas. Sementara pada hari Selasa mendatang, pihak Kepolisian akan menyengat kesadaran siswa lewat edukasi tegas mengenai bahaya laten rokok dan narkoba yang kian mengintai usia remaja.
8 Materi Strategis MATAMUDA MTsN 1 Bojonegoro:
1. Moderasi Beragama (Internalisasi nilai toleransi).
2. Bahaya Rokok dan Narkoba (Edukasi preventif bersama Kepolisian).
3. Pencegahan Kekerasan di Madrasah (Bersama Dinas P3KB).
4. Internet Sehat (Strategi bijak bermedsos dari Dinas Infokom).
5. Lingkungan Hidup (Menumbuhkan kepedulian alam).
6. PBB dari Koramil (Penggemblengan disiplin dan mental).
7. Bakti Sosial (Baksos) (Mengasah empati sosial nyata).
8. Sosialisasi Satlantas (Keselamatan berkendara).
Pesan Tegas Kepala Madrasah: Pendidikan Bukan Penitipan Anak
Kepala MTsN 1 Bojonegoro, M. Saifuddin Yulianto, M.Ag., M.M.Pd.I., memberikan pesan menohok kepada para orang tua. Beliau mengingatkan bahwa suksesnya pendidikan tidak bisa hanya dibebankan pada pundak guru di sekolah.
"Kami meminta wali murid mempercayakan putra-putrinya kepada kami. Namun, kerja sama itu wajib. Orang tua harus aktif memantau perkembangan anak, termasuk mengawasi ketat aktivitas mereka di luar jam sekolah, terutama di sepanjang jalur antara rumah dan madrasah," tegas M. Saifuddin.
Langkah preventif MTsN 1 Bojonegoro ini menjadi potret nyata bagaimana lembaga pendidikan Islam bergerak progresif: tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga siap pasang badan melindungi masa depan generasi bangsa. (bp).
