TUBAN, MCE - Kondisi infrastruktur jalan menuju ke sekolah kembali menjadi sorotan. Akses jalan masuk sepanjang kurang lebih 1 kilometer menuju SMAN 1 Bangilan dikeluhkan oleh para civitas akademika akibat kondisinya yang hancur dan memprihatinkan. Selasa (19/9/2026).
Di tengah keluhan yang kian santer, teka-teki mengenai pihak yang bertanggung jawab atas perbaikan jalan tersebut menuai tanda tanya besar. Pasalnya, pihak sekolah melalui Wakil Kepala Sekolah (Waka) Humas, Marwan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala desa setempat untuk mencari solusi bersama. Namun, jawaban yang diterima justru menyatakan bahwa perbaikan infrastruktur tersebut bukan merupakan wewenang pihak desa.
Pernyataan ini sontak memicu reaksi dari berbagai kalangan, salah satunya datang dari Tim Pemerhati Pendidikan Indonesia (PPI). Tim PPI dengan tegas mendesak pihak-pihak terkait agar segera turun tangan dan memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan yang mengalami kerusakan parah di area fasilitas pendidikan ini.
“Pertanyaannya, ini sebenarnya kewenangan siapa?” ungkap salah satu perwakilan Tim PPI yang menyayangkan lambatnya kejelasan penanganan infrastruktur penunjang pendidikan tersebut.
Mengingat akses jalan ini setiap harinya dilintasi oleh ratusan siswa, guru, serta tenaga kependidikan, publik kini menanti langkah konkret dari instansi berwenang di tingkat kabupaten untuk segera mengambil alih dan membenahi jalur vital menuju SMAN 1 Bangilan sebelum menimbulkan dampak yang lebih membahayakan bagi keselamatan pengguna jalan. (bp).
